Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Nori
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALYSIS ON THE USED OF THE HONORIFICS IN LEWA LANGUAGE

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to describe and explain the forms of using honorifics and systems of using honorifics in the Lewa language. For this reason, the problems raised in this study are (1) what are the forms of honor in the Lewa language (2) what are the honorific systems of the Lewa language. The purpose of this study (1) to describe the forms of honor in the Lewa language. (2) to discover the honor system in the lewa language.This study used the descriptive qualitative method. The data comes from the original Lewa language narrative in the village of Kambata Wundut, East Sumba which was selected purposively. Data was collected through interviews, observations, and video recordings. then the research results are processed by checking, translating, and then describing. Based on the qualitative descriptive analysis, it was found that there are three types of forms of using honorifics, namely (1) Addressee honorifics, (a) greetings using names,(older sister and younger brother) (b) using kinship,(dad, mom, grandfa, grandma) (c) using intimacy,(idol of heart, darling) (d) using respect,(brother and sister) and (e) using personal pronouns. (f) occupational. (Mr. regent) (g) using religious, (Mr. Pastor, Miss pastor).(2) Reference honors: (a)kinship, (uncle, aunt).(b) personal pronoun (he/she,it), (c) non-kinship (3) By standard honorifics:(a) titles for kinship,(mother in law, brother in law) (b) degree for professional relations (miss, sir, policeman) (c) occupational position (d) religion (e) Academic degree (medical students) (f) Nobility status ( male king ,famale queen) (g) marital status (husban,wife) (h) general respect in lewa language (male,famale) There are two honor systems in the Lewa language, namely: (1) the referent system and (2) the social absolute system.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Fisiko Kimia Nori Berbahan Dasar Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Dan Daun Kelor Moringa oleifera L.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu komoditi perairan NTT yang sangat potensial adalah rumput laut. Berbagai macan species rumput laut berpeluang untuk diproduksi menjadi nori. Nori adalah lembaran rumput laut yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik fisik kimia produk nori yang berbahan dasar rumput laut Kappaphycus alvarezii dan daun kelor (Moringa oleifera L.) Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan one way Anova. Formulasi perlakuan yang digunakan P1 (100% Kappaphycus alvarezii), P2 (80% Kappaphycus alvarezii 20% daun kelor) dan P3 (60% Kappaphycus alvarezii 40% daun kelor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P3 terbukti dapat dijadikan sebagai bahan baku alternatif pembuatan nori. Berdasarkan karakteristik fisik dan kimianya, yakni tekstur pada P3 memiliki tingkat perbedaan yang lebih nyata dengan nilai 54,00%, sedangankan kandungan protein P3 sebesar 0,043 %. Nilai kadar abu terbaik 70 % pada P1, hasil uji organoleptik terkait parameter warna nori berdasarkan analisis one way anova menunjukkan warna tidak terdapat pengaruh yang signifikan sehingga tidak dilanjutkan pada uji DMRT namun berdasarkan hasil pengamatan panelis morfologi nori dengan warna kecoklatan yaitu P3 adalah warna yang lebih menarik. Sedangkan uji organoleptik untuk aspek rasa berdasarkan analisis one way anova dan uji lanjut DMRT menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada perlakuan ke satu yaitu sebesar 51,00%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail