ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project dalam bidang tenaga listrik PLTMG (peaker) 40 MW kupang”. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah : pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prestasi Kerja terhadap kepuasan kerja karyawan dan Untuk menganalisis pengaruh karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang sebanyak 30 karyawan yang terpilih sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner sedangkan teknis analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji f), dan koefisien determinasi (R2). Berdasarkan persamaan regresi linear berganda Y= 18,791 + 0.453 X1 + 0.256 X2. Diketahui konstan regresi sebesar 18.791 sedangkan koefesien regresi (b1) sebesar 0,453 artinya jika nilai prestasi kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kepuasan kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,453 atau 45,3% maka terbukti hipotesisi yang menyatakan prestasi kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Artinya semakin baik prestasi kerja karyawan (X1) maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji parsial (uji t) variabel prestasi kerja (X1). Diketahui uji t, thitung = 3,939 dan ttabel =1,703 dapat disimpulkan bahwa Jika nilai thitung 3,939>ttabel 1,703 dan tsignifikan 0,0001
Kata kunci : Prestasi kerja,karakteristik pekerjaan, dan kepuasan kerja karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
OLDIANA SEUK NAHAK (18390028). Karakteristik Bakso Ikan Belanak Menggunakan Tepung Sagu (Akabilan)Di Desa Railor Kecamatan Makala Tengah Kabupaten Malaka. Umbu P. L. Dawa, S.Pi, M. Sc sebagai pembimbing I, dan Mada M. Lakapu,S. Si, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana.
Bakso merupakan suatu bentuk produk olahan daging yang merupakan bentuk emulsi lemak. Oleh karena itu, komponen lemak di dalam produk olahan daging mempunyai peranan penting pada pembentukan tekstur, yaitu memberikan tekstur yang juiceness (empuk). Ikan belanak (Mugil cephalus) merupakan salah satu jenis ikan perairan laut yang menggunakan habitat perairan muara sebagai tempat hidupnya termasuk di muara sungai. Tepung sagu merupakan jenis tepung yang berasal dari pati batang sagu. Tekstur tepung sagu mirip dengan tepung tapioka, yakni berwarna putih dan terasa lembut ditangan.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2023 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk bakso ikan belanak, dan uji organoleptik (kenampakan,bau, rasa, tekstur) . Kemudian dilakukan pengujian kandungan kimia (kadar air, kadar protein, dan kadar abu) bakso ikan belanak. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dan didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data hasil penelitian diolah secara stastistik dan disajikan dalam bentuk tabel kemudian dilakukan analisis variansi (Anova) untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak.
Produk karakteristik bakso ikan belanak menggunakan tepung sagu (akabilan) pada pengujian organoleptik sensori yang menghasilkan tingkat penerimaan panelis terbaik pada pelakuan 10% yaitu parameter kenampakan 7.2 (Permukaan kurang halus, sedikit berongga, kurang cerah), parameter bau 7.6 (spesifik produk kurang), parameter rasa 7.73 (spesifik produk kurang) dan parameter tekstur 7.46 (padat, kompak , agak kenyal). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari uji karakteristik bakso ikan belanak menggunakan akabilan (sagu) pada perlakuan terbaik (10%) memberikan hasil kadar air 62.93% dan protein dengan 27.74%. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan penulis menyarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang masa simpan karakteristik bakso ikan belanak menggunakan tepung sagu (akabilan).
Kata kunci: Karakteristik Bakso Ikan Belanak Menggunakan Tepung Sagu (Akabilan) Di Desa Railor Kecamatan Makala Tengah Kabupaten Malaka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber daya manusia dalam sebuah koperasi adalah seluruh individu mulai dari bawahan sampai dengan atasan, yang bekerja dan menjadi anggota dalam koperasi. Manusia merupakan penggerak setiap proses pekerjaan yang ada didalam koperasi. Keberadaan manusia merupakan sumber daya yang paling istimewah, keistimewaan yang ada pada manusia adalah satu-satunya sumber daya didalam koperasi yang mempunyai pikiran, perasaan, dan kepribadian yang berbeda-beda.
Moeheriono (2012:95) menyetakan kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis organisasi.
Murty dan Hudiwinarsih (2012) mengemukakan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi merupakan dorongan seseorang untuk melakukan sesuatu atau tindakan yang mengarah pada tujuan.
Menurut Mangkunegara (2010 : 67) mengatakan bahwa kinerja pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang di capai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal, yaitu kinerja yang sesuai standar organisasi dan mendukung tercapainya tujuan organisasi. Karakteristik individu adalah ciri-ciri khusus, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pakerti yang dimiliki seseorang yang membedakannya dengan orang lain.
Menurut Umi Narimawati (2008:161) populasi adalah unit yang menjadi target penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini seluruh pegawai ksp. Kopdit swasti sari oeba yang berjumlah 38 orang.
Berdasarkan hasil uji t hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai statistik t menunjukan -1.510 dengan tingkat signifikansi 0,140 > dari 0,05 maka hipotesis pertama dalam penelitian ini ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik individu Tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai .
Berdasarkan hasil uji F hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 21.341 dengan nilai Ftabel adalah 3,27 sehingga nilai Fhitung>Ftabel atau 21.341>3,27 dan tingkat signifikan 0,000<0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel karakteristik individu (X1) danmotivasi kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada KSP.Kopdit Swasti Sari Oeba.
dengan besarnya koefisien determinasi (R2) totalnya. Hasil hitung menggunakan SPSS di peroleh nilai R adalah 0,549 atau 54,9%. Hal ini karakteristik individu dan motivasi kerja terhadap Kinerja Pegawai adalah 54,9%.Sedangkan pengaruh sebesar 45,1% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berkembangnya suatu perusahaan atau organisasi pasti tidak terlepas dari Sumber Daya Manusianya. Sumber daya manusia yang unggul dan kompeten pasti menghasilkan kemajuan yang pesat untuk perusahaannya. Di zaman yang serba modern ini perusahaan-perusahaan dituntut untuk selalu berkembang dan mampu bersaing mengikuti kemajuan zaman agar dapat mencapai tujuan perusahaan tersebut dengan baik. Tidak bisa dipungkiri untuk mencapai produktivitas yang tinggi dalam
perusahaan juga harus dilihat bagaimana kinerja karyawan, lingkungan kerja fisik dan penempatan kerja dalam perusahaan. Manajemen sumberdaya manusia adalah sebagai perencanaan, pengadaan, pengembangan, pemeliharan, dan penggunaan sumber daya manusia dalam upaya mencapai tujuan individu maupun organisasi.
Dalam menjalankan usahanya, sebuah perusahaan tentunya akan mengalami banyak tantangan dan permasalahan baik itu datangnya dari luar maupun dari dalam perusahaan itu sendiri. Tantangan dari luar bisa datang melalui persaingan dengan
perusahaan lainnya, sementara permasalahan dari dalam perusahaan bisa timbul dari sumber daya manusia yang dimilikinya. Sebagai organisasi, perusahaan disusun dari banyak individu yang memiliki berbagai tujuan serta keinginan. Apabila terjadi kesalahan dalam mengelola sumber daya ini akan menimbulkan berbagai macam permasalahan yang dapat mengganggu kinerja karyawan yang pada akhirnya apabila hal tersebut tidak diatasi dengan baik maka akan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh karakteristik individu terhadap kinerja karyawan dan pengaruh lingkungan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan di Ksp Kopdit Swasti Sari Oeba, karena penulis menemukan bahwa
karakteristik individu masih perlu diberi pelatihan ataupun seminar untuk menambah wawasan karyawan secara individu sehingga tingkat kepahaman pada setiap pekerjaan yang di emban dapat dikerjakan dengan baik agar meningkatkan kinerja
karyawan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 38 oarng pegawai karyawan dan sampel sebanyak 38 orang karyawan.
Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS.
Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui karakteristik individu dalam kategori sedang, lingkungan kerja berada dalam kategori sedang serta kinerja karyawan juga berada
pada kategori sedang.
Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa karakteristik individu berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,028 dan nilai koefisien regresi
sebesar 0,505 yang berarti semakin baik karakteristik individu semakin tinggi kinerja karyawan dan sebaliknya. Sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif juga terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,010 dan
nilai koefisien regresi sebesar 0,425 yang berarti semakin baik lingkungan kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan tali (absal) adalah salah satu produk olahan tradisional dengan menggunakan metode pengeringan. Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air bahan sampai mencapai kadar air tertentu sehingga dapat memperlambat laju kerusakan produk akibat aktivitas biologi dan kimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai (kadar air, kadar protein, kadar garam, kadar abu dan kadar abu tak larut asam) dan penilaian organoleptik (kenampakan, aroma, tekstur dan rasa) terhadap ikan tali (absal) yang diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama bulan Juni sampai Agustus 2022, yang dilakukan dalam 2 (dua) tahap dengan tempat yang berbeda. Pengambilan sampel di Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor, pengujian organoleptik, kadar air, kadar protein dan kadar garam di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana dan pengujian kadar abu dan abu tak larut asam di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana. Ikan tali (absal) yang diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Desa Maru untuk pengujian secara objektif nilai kadar air (15,51%-18,06%) memenuhi SNI 8273-2016, kadar protein (14,30%-15,57%), kadar garam (1,08%-1,62%) memenuhi SNI 8273-2016, kadar abu (0.7%-2,1%) dan kadar abu tak larut asam (0,4%-0,6%) tidak memenuhi SNI 8273-2016. Ikan tali (absal) khas Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor merupakan produk olahan tradisional sehingga mempunyai kenampakan, aroma, tekstur dan rasa cenderung disukai panelis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP LOYALITAS PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN MAULAFA KUPANG
Sumber daya manusia adalah individu yang bekerja dalam suatu organisasi, baik perusahaan maupun instansi yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga perlu adanya pelatihan dan pengembangan untuk kemampuanya. Sumber daya manusia merupakan faktor yang penting bahkan tidak bisa dilepaskan dalam suatu organisasi. Sumber daya manusia juga menjadi salah satu kunci penentu berkembangnya organisasi. Karakteristik pekerjaan merupakan sifat dari tugas yang meliputi tanggung jawab, macam tugas dan tingkat kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan itu sendiri. Pengembangankarir adalah eksplorasi, pemantapan, keberhasilan dan pemenuhan karir seseorang.Loyalitas atau kesetiaan merupakan salah satu unsur yang digunakan dalam penilaian karyawan yang mencakup kesetiaan terhadap pekerjaannya, jabatannya dan organisasi.Populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa, hal atau orang yang memiliki karakteristik yang serupa yang menjadi pusat perhatian seorang peneliti. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang ada. Sampel pada penelitian kali ini adalah seluruh pegawai Pada Kantor Camat Maulafa Kupangyang berjumlah 23 orang. Analisis Pendahuluan dilakukan untuk mendeskripsikan berbagai karakteristik masing-masing indikator untuk menjelaskan konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.
Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel karakteristik pekerjaan (X1) memiliki pengaruh terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 6,480 dengan tingkat signifikan 0,000 sehingga variabel bebas karakteristik pekerjaan berpengaruh terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang.Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel pengembangan karir (X2) berpengaruh terhadap loyalitas pegawai (Y) pada pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang, hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 4,372 dengan tingkat signifikan 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengembangan karir berpengaruh signifikan secara parsial terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang.Diketahui bahwa karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2.Diketahui bahwa pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2. Variabel karakteristis pekerjaan dan pengembangan karir berpengaruh loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2. Hasil penelitian ini itdak sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Charlos Alexander Lumiu dalam penelitiannya dengan judul Pengaruh Karakteristik Pekerjaan, Pengembangan Karir Dan Kompensasi Terhadap Loyalitas karyawan, berdasarkan hasil pengujian hipotesis, ditemukan bahwa variabel Pengembangan Karir tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap Loyalitas Karyawan. Artinya semakin tinggi Pengembangan Karir tidak akan mengakibatkan tinggi rendahnya Loyalitas Karyawan. dan juga hasil pengujian hipotesis, ditemukan bahwa variabel Kompensasi memiliki hubungan secara langsung dengan variabel loyalitas karyawan. Artinya semakin tinggi kompensasi akan mengakibatkan semakin tinggi loyalitas karyawan.Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel karakteristik pekerjaan dan pengembangan karir berpengaruh tehadap loyalitas pegawai maka disarankan kepada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang untuk selalu memperhatikan karakteristik pekerjaan dan pengembangan karir agar para pegawai merasa puas dan nyaman serta terus menjadi pegawai yang tetap maupun setia kepada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Tujuan penelitian yaitu : untuk mengetahui Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Metode penelitian dalan penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU, Sebanyak 31 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji simultan (uji F), dan Koefisien Determinasi (R2) . Berdasarkan persamaan regresi linear berganda : Y=70.575 + 0,418X1 + 0,333X2 + e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 70.575,sedangkan koefisien b1 adalah 0,418 dan b2 adalah 0,333. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 70.575 artinya jika nilai karakteristik pekerjaan (X1) dan karakteristik individu (X2) sama dengan nol , kinerja UMKM (Y) memiliki nilai sebesar 70.575. sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,418 artinya jika karakteristik pekerjaan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 unit , maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,418. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik pekerjaan (X1) dengan Kinerja UMKM (Y). dan koefisien regresi (b2) sebesar 0,333 artinya jika karakteristik individu (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 unit, maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,333. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik individu (X2) dengan kinerja UMKM(Y). xv Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Secara parsial karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Dan secara simultan Karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu berpengaruh secara Bersama-sama terhadap kinerja UMKM kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis karakteristik curah hujan di kabupaten kupang yang telah melakukan hal yang penting untuk dilakukan . Hal ini di karenakan agar seluruh masyarakat dapat mengetahui keadaan iklim di daerah tersebut , selain itu dengan menganalisis curah hujan di kabupaten kupang maka hal tersebut dapat di jadikan sebagai satu pengetahuan untuk di teliti di kemudian hari . Banyak cara yang biasa di lakukan agar dapat mengetahui jenis dan tipe dan iklim apa yang ada di kabupaten kupang tersebut. cara yang pertama bisa juga dengan menggunakan metode Arimatika/R ata – Rata Aljabar .dan untuk curah hujan rata – rata dan dapat di tentukan dengan menunjukan curah hujan di semua tempat . untuk mengukur suatu priode tertentu dan membagi banyaknya stasium pengukur curah hujan . yang kedua adalah metode poligon Thiesssen ,yang di mana curah hujan rata – rata didapatkan dengan membuat poligon yang membuat tegak lurus pada tengah – tengah garis penghubung antara 1 stasium pengamat curah hujan. Dari hasil penelitian juga menunjukan bahwa tipe iklim pada 5 tahun yang di mulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 telah di nyatakan bahwa dikabupaten kupang juga termasuk tipe iklim yang cukup rendah pada tahun tersebut .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH BUDAYA KOMUNIKASI DAN KARATERISTIK INDIVIDU TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GMIT Penelitian dalam tugas akhir ini mengkaji tentang Analisis pengaruh Budaya Komunikasi Dan Karakteristik Individu Terhadap Prestasi kerja Pada Kantor Sinode GMIT. Dengan latar belakang dari penelitian ini,sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh dan berkaitan langsung dengan permasalahan yang dihadapi. Dalam penlitian ini,teknik pengumpulan data dengan cara pertanyaan dan pernyataan kepada responden(Kuesioner).Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang di kaji yaitu Budaya komunikasi,Karakteristik individu,Prestasi kerja. budaya komunikasi telah memperoleh penerimaan luas sebagai cara untuk memahami sistem manusia. Dari sistem tersebut terbuka "perspektif", setiap aspek budaya komunikasi dapat dilihat sebagai kondisi lingkungan yang penting yang mempengaruhi sistem dan subsistem tersebut.Pemeriksaan budaya komunikasi juga merupakan alat analisis yang berharga dalam dirinya sendiri.hidupnya. Dengan demikan perlu ada pengakuan pandangan yang akan berguna untuk pencapaian misi dan tujuan organisasi tersebut, agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Disamping itu dalam dimensi peningkatan prestasi kerja pegawai pada Kantor Sinode GMIT, karakteristik individu juga merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh pegawai yang terdiri dari kemampuan, persepsi, sikap dan pengalaman serta motivasi. Dalam lingkungan Organisasi budaya komunikasih sangatlah diperlukan untuk memberikan informasi.oleh sebab itu antara pemimpin dan bawahannya perlu menjalin hubungan komunikasi yang baik.Dengan adanya jalinan komuniksa yang baik,maka interaksi antara pemimpin dan bawahannya pun akan terjalin dengan baik pula sehingga dalam penyampaiaan informasi-informasi dalam organisasi berjalan dengan baik.Penggunaan istilah Budaya komunikasi mengacu pada budaya yang berlaku,bukan saja padaperusahaan akan tetatapi berlaku juga pada pendidikan karna pada umumnya pendidikan itu dalam bentuk organisasi,yaitu bekerja sama antara beberapa orang yang membentuk kelompok atau satuan kerja kerja sama tersendiri.dalam budaya komunikasi terjadi sosialisasi nilai-nilai dan menginternalkan dalam diri para anggota organisasi sehingga tidak dapat dipisahkan karna telah menyatu didalam diri seseorang dan menjadi perilaku para anggota organisasi. Budaya komunikasi berperan penting karna akan merubah sikap dan perilaku sumber daya manusia untuk mencapai prestasi kerja yang tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan.Prestasi kerja dapat ditingkatkan melalui budaya komunikasi dan kompensasi,karna dengan budaya komunikasi dan kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan,semangat,kemauaan,dan ketelitian pegawai saat bekerja akan lebih maksimal,focus dan disiplin.pemberian kompensasi dapat dalam bentuk uang atau barang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka.kompensasi yang akan diterima oleh mereka merupakan cermin dari apa yang telah mereka berikan atau kerjakan pada organisasi.kompensasi yang tidak sesuai dengan prestasi kerja sering menyebabkan karyawan ,sebagai manusia tidak merasa puas,tidak betah dan memutuskan untuk mencari yang lebih baik lagi Hasil dari penelitian ini adalah responden pegawai Kantor Sinode GMIT menunjukan pernyataan yang baik terhadap setiap item jawaban yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel budaya komunikasi (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja .hal ini terlihat dari signifikan budaya komunikasi (X1) 0,0000.05 dan nilai thitung 4.767>0,05ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh positif budaya komunikasai (x1) terhadap prestasi kerja (Y). Hasil uji regresi secara parsial signifikan pada variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y) 0100,05 dan thitung 2.633>0,05 sehingga dapat disimpulakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat oengaruh pada variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y), maka dapat diindikasikan bahwa semakin baik karakteristik individu maka akan memberikan kontribusi yang positif terhadap prestasi kerja pada kantor Sinode GMIT.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam setiap organisasi memiliki cara tersendiri dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia untuk mencapai visi organisasi. Keberhasilan dalam setiap rencana organisasi merupakan satu ukuran tersendiri didalam diri masing masing individu yang ada dalam organisasi, Hal ini akan memberikan konsekuensi bahwa setiap organisasi harus merespon dan menghadapi semua tantangan yang terkait dengan perubahan lingkungan strategis. Agar tercapainya tujuan organisasi yang baik dimasa yang akan datang maka sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan Sumber Daya manusia mempunyai peran yang sangat penting seperti yang diketahui bahwa kinerja organisasi dipengaruhi dengan kualitas sumber daya manusianya. Kinerja yang baik merupakan hal yang tentunya diinginkan pencapaiannya oleh setiap perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaanya yaitu sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya dan merupakan hasil kerja yang telah dicapai oleh seseorang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, dengan standar tersebut diharapkan kinerja seseorang dalam sebuah organisasi mampu menghasilkan mutu pekerjaan yang baik serta jumlah pekerjaan yang sesuai dengan standar (Siti Hidayah dan Haryani, 2013). Menurut Viethzal (2004: 309) kinerja pegawai adalah suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Kinerja merupakan pelaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam organisasi. Kinerja pegawai merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya organisasi untuk mencapai tujuannya. Aspek yang paling mendasar dalam pengelolaan pegawai dalam organisasi adalah berkaitan dengan pengelolaan sikap kearah yang positif, sehingga karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural pegawai dapat mencapai hasil yang positif pula dalam peningkatan kinerja pegawai tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah karakteristik pekerjaan. Membahas masalah karakteristik tidak lepas dari membahas rancangan pekerjaan. Menurut Handoko (2012: 155) menjelaskan bahwa karakteristik pekerjaan sangat mempengaruhi kinerja pegawai. Hal ini dikarenakan karakteristik pekerjaan adalah keberadaan suatu pekerjaan dalam organisasi yang disusun mulai dari design pekerjaan yaitu penetapan kegiatan-kegiatan individu atau kelompok karyawan secara organisasi. Selain itu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai adalah keadilan prosedural. Hal ini dikarenakan Perlakuan adil secara prosedur telah didemonstrasikan dapat meningkatkan kinerja pegawai (Rakhmawati Hijiyanti, 2013). Oleh sebab itu, keadilan dikatakan ada apabila karyawan merasa imbalan yang mereka terima sama dengan apa yang karyawan lain terima dengan kinerja dan pekerjaan yang sama. Menurut Rakmawati Hajiyanti (2013) menyatakan bahwa keadilan prosedural adalah persepsi yang ditujukan oleh karyawan ketika melihat perusahaan dalam menjalankan aturan-aturan yang ada. Dengan demikian, apabila aturan dilaksanakan dengan baik oleh perusahaan maka pegawai merasa diperlakukan secara adil dan sebaliknya. Jadi individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya keadilan prosedural pada saat aturan prosedur yang ada dalam organisasi dapat dilaksanakan dengan baik oleh para pengambil kebijakan. Sebaliknya apabila prosedur tersebut dilanggar maka individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya ketidak-adilan. Oleh karena itu, keputusan dibuat secara konsisten tanpa adanya pengaruh kepentingan pribadi di dalamnya. Penelitian ini dilakukan di Badan Pusat Statistik yaitu Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Badan Pusat Statistik memiliki visi, misi dan tujuan yang harus dicapai oleh setiap pegawainya. Dalam pencapaian visi, misis dan tujuan maka, dibutukan kinerja dari pegawai. Hal ini perlu dilihat dari sisi karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural agar dapat mencapai hasil maksimal. Sehingga yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan pegawai pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang yang berjumlah 30 orang pegawai. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan persamaan regresi linier berganda .yaitu Y = 4.012 + 0.337X1+ 0.263X2+e . Dari hasil tersebut menunjukan bahwa Koefisien bernilai positif yang artinya bahwa terjadi hubungan positif karakteristik pekerjaan dan Keadilan Prosedural terhadap Kinerja Pegawai. Hal lain dilihat juga dari perolehan uji T (Secara Parsial) dengan nilai signifikan karakteristik pekerjaan sebesar 0.0190,05 dan nilai 2.505>1.703 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial Ha diterima dan Ho ditolak atau variabel Karakteristik Pekerjaan (X1) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Sedangkan keadilan prosedural memperoleh nilai signifikansebesar 0.0040,05 dan nilai 3.135>1.703 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial Ha diterima dan Ho ditolak atau variabel Keadilan Prosedural (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Selain dari pada itu perolehan koefisien determinasinya (R2) adalah sebesar 0.557. Sehingga 55.7% variabel kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh variabel karakteristik pekerjaan (X1), dan variabel keadilan prosedural (X2) Sedangkan selisihnya 44.3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH HARGA DAN KARAKTERISTIK PRODUK
TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA DEALER MOBIL
SUZUKI SURYA BATARA MAHKOTA KUPANG
Untuk memenangkan persaingan perusahaan harus dapat menentukan strategi
pemasaran yang tepat, supaya dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Untuk
dapat bertahan, berkembang dan mendapatkan laba semaksimal mungkin, perusahaan
harus mampu mengetahui apa yang dibutuhkan atau yang diharapkan konsumennya,
karena banyak faktor yang mempengruhi kepuasan konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga dan karakteristik
produk terhadap minat beli konsumen pada dealer mobil suzuki surya batara mahkota
kupang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, data diperoleh dengan
penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah
konsumen dealer mobil suzuki surya batara mahkota kupang, sampel yang diambil
ditetapkan. Metode sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu teknik
pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang pernah melakukan
pembelian di dealer mobil suzuki surya batara mahkota kupang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis
data menggunakan analisis linear berganda, dan untuk menguji hipotesis digunakan
uji t (secara parsial), dan uji f (simultan). Data yang dikumpulkan akan diolah dengan
analisis linear berganda Y= a +b1X1 + b2X2+e serta melakukan pengujian hipotesis
dengan menggunakan uji t (uji Parsial) berdasarkan hasil penelitian dengan analisis regresi linear berganda Y= a +b1 diperoleh X1 = -0, 1.986 nilai t hitung tersebut
selanjutnya dibandingkan nilai t tabel untuk kesalahan 5% maka diperoleh t hitung < t
tabel sehingga Ho diterima Selanjutnya data diperoleh X2 = 3.034 nilai t hitung > t
tabel sehingga Ho ditolak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa :
harga tidak berpengaruh dan signifikan terhadap minat beli konsumen dealer mobil
suzuki surya batara mahkota Kupang, dan karakteristik produk juga tidak
berpengaruh dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dealer mobil suzuki surya
batara mahkota Kupang.
Kata Kunci : Harga, Karakteristik Produk,Minat Beli Konsumen
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SINTESISCRUDEANTOSIANINDARITERUNGBELANDAASALBAJAWA ANASTASIAPIRI1);GODLIEFFNEONUFA2);REGINAMBANOET2) ABSTRAK Terung belanda tumbuh didaerah pegunungan/dataran tinggi pada ketinggian1000mdpl.TanamanterungbelandadiPropinsiNusaTenggara Timur,tumbuhpadadatarantinggikhususnyadiKabupatenNgadadan KabupatenManggarai,namunbelum dinilaisebagaikomoditaskomersial sehinggapopulasidanproduksinyatidakterpublikasipadastatistiktahunan BPS (BadanPusatStastistik).Tujuanyangdicapaidalam penelitianini adalahuntukmengetahuitingkatantosianinyangterdapatdalamkandungan terungbelandayangadadiBajawa.Metodeyangdigunakandalampenelitian iniyaitu metode eksperimental,dilakukan penelitian pada laboraturium pertanian UKAW Kupang.Pengukuran karakterisasiSenyawaAntosianin Dengan KromatografiLapis Tipis.Hasilpengukuran Antosianin pada ekstraksikulitterungbelandaasalBajawasebesarsebesar0,39%. Katakunci :Karakteristik,sintesiscrudeantosianin,terungbelanda
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI KARAKTERISTIKKADAR AIR DAN KADAR KEASAMAN
TERUNG BELANDA (Chyphomandra betacea Sednth) YANG BERASAL
DARI BAJAWA
ABSTRAK
Terung belanda tumbuh di daerah pegunungan/dataran tinggi pada ketinggian 1000
mdpl.Tanaman terung belanda di Propinsi Nusa Tenggara Timur, tumbuh baik di Kabupaten
Ngada dan Kabupaten Manggarai. Buah terung belanda belum banyak mendapatkan perhatian
untuk dikelola dan di kembangkan lebih luas secara ekonomi.Hingga kini populasi dan produksi
terung belanda di Bajawa belum terpublikasi padadata statistik tahunan (Badan Pusat Stastistik).
Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kadar air dan kadar
keasaman yang terdapat dalam terung belanda yang berada di Bajawa. Metode yang digunakan
untuk mengukur kadar air adalah dengan cara Grafimetri, sedangkan untuk mengukur tingkat
keasaman terung belanda menggunkan metode titrasi. Untuk ujikadar air diambail 3 sampel
sedangkan untuk uji keasaman diambil 3 sampel juga. Hasil pengukuran kadar air yang
terkandung dalam terung belanda yang tumbuh di daerah Bajawa sebesar (86,46%), sedangkan
untuk kadar keasaman sebesar (4,13%)
Kata kunci : Karakteristik, kadar air, keasaman, terung belanda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan JNE Cabang Utama Kupang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian adalah karyawan pada JNE Cabang Utama Kupang sebanyak 40 karyawan, pengumpulan data primer dilakukan dengan metode kuesioner dan waawancara langsung. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan bantuan program SPSS22. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.26 di dapatkan nilai korelasi sebesar 0,599 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara karakteristik individu dan kinerja sedangkan dari output juga dapat dilihat bawha nilai uji signifikansi 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000 < 0,05 (H0 ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel karakteristik individu dan variabel Kinerja. Berdasarkan pada tabel 4.27 nilai korelasi product moment pearson sebesar 0,540 yang artinya terdapat yang kuat antara lingkungan kerja dan kinerja. korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Secara parsial juga terdapat pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Nilai xvi signifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara variabel lingkungan kerja dengan variabel kinerja karyawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG SUKUN PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BROWNIES KUKUS Johan Tamu Ama; Melkianus Nuhamara; I. D. A. A. R. R. Adi Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Email : [email protected] ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat substitusi tepung sukun pada tepung terigu terhadap karakteristik organoleptik brownis kukus dan untuk mengetahui tingkat substitusi tepung sukun terbaik pada tepung terigu terhadap karakteristik organoleptik brownies kukus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang di cobakan dalam penelitian ini yaitu :P0 (kontrol) = Tepung Terigu 100% tanpa adanya substitusi tepung sukun; P1 = 60% Tepung Terigu + 40% Tepung Sukun; P2 = 55% Tepung Terigu + 45% Tepung Sukun; P3= 50% Tepung Terigu + 50% Tepung Sukun dan P4 = 45% Tepung Terigu + 55% Tepung Sukun. Adapun parameter yang akan diamati dalam penelitian adalah karakteristik organoleptik berupa warna, rasa, aroma, tekstur.Data yang diperoleh ditabulasi dan dihitung kemudian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan P4 (55%) Tepung Sukun dengan nilai warna 4.622, Aroma 4.822, Rasa 4.600 dan Tekstur 4.489.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KONSENTRASI SARI SABUT BUAH LONTAR TERHADAP CITA RASA ES KRIM Umbu Tamu Mahabar; A. I. Medeah; Zet Malelak Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Email : [email protected] ABSTRAK Tujuandaripenelitianiniadalah Untuk mengetahui berapakah konsentrasi optimum dalam penambahan sari sabut buah lontar yang dapat meningkatkan penerimaan sensorikkonsumen pada es krim dan untuk mengetahui profil kesukaan masyarakat terhadap es krim dengan konsentrasi sari sabut buah lontar dilihar dari warna, rasa, aroma dan tekstur. Adapunbahan-bahan yang akandigunakandalamkegiatanpenelitianini, yaitu:sari sabutbuah lontar (70 gr), SP (125 gr), santankelapa (300 gr), gulapasir (200 gr)dan susu (1500 gr). Adapunalat yang akandigunakandalampenelitianini, yaitu: Timbangan, blender, freezer, gelasukur, saringan, pisau, mixer, cup ice cream, baskomplastik, pancialuminium dan kompor.Penelitian yang dilakukan menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 30 orang panelis. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari:P0 = Tanpa penambahan konsentrasi sari sabut buah lontar; P1 = Penambahan sari sabut buah lontar 7 %; P2 = Penambahan sari sabut buah lontar 14 %; P3 = Penambahan sari sabut buah lontar 21%; P4 = Penambahan sari sabut buah lontar 28 %. Adapunvariabel yang akandiamatidalampenelitianadalahCita rasa (warna, rasa, aroma, tekstur).Data yang diperolehdihitungmenggunakanAnalisis of variance (ANOVA). Nilai rata-rata karakteristikaspekwarna (P0 = 1.02; P1 = 1.833; P2 = 2.944; P3 = 3.944; P4 = 4.667), karakteristikaspek rasa (P0 = 2.00; P1 = 2.778; P2 = 3.444; P3 = 4.122; P4 = 4.756), karakteristikaspek aroma (P0 = 1.11; P1 = 2.089; P2 = 3.144; P3 = 3.9; P4 = 4.944) dan karakteristikaspektekstur (P0 = 1.74; P1 = 2.911; P2 = 3.244; P3 = 4; P4 = 4.933). Hasil AnalisisSidikRagam (ANOVA) menunjukkanbahwapembuatan es krim sari sabutbuahlontarmemberikanpengaruh yang nyata pada tarafsignifikan 1% (P>0.01) terhadappenerimaankarakteristikaspekwarna, rasa, aroma dan tekstur. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu : Penambahan sari sabut buah lontar pada pembuatan es krim dengan perlakuan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata pada taraf 1% (P>0.01) terhadap karakteristik organoleptik dilihat dari aspek rasa, aroma, warna dan tekstur yang dihasilkan, persentase sari sabut buah lontar yang paling baik digunakan pada es krim yaitu persentase 28% terhadap karakteristik organoleptik rasa, aroma, warna dan tekstur dan es krim dengan penambahan sari sabut buah lontar dapat diterima oleh panelis terhadap karakteristik organoleptik warna, rasa, aroma dan tekstur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KARAKTERISTIK UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatasL.) DI KABUPATEN KUPANG ABRIYANTO R. DJAMI HAU1); ZET MALELAK2); LESYBETH M NUBATONIS 2) ABSTRAK Ubi jalar ungu jenis Ipomoea batatas var Ayamurasaki atau sering disebut Ipomoea batatas blackie memiliki warna ungu yang pekat. Warna ungu yang ada pada ubi jalar ungu disebabkan adanya pigmen ungu antosianin yang ada dibagian umbi sampai kulitnya. Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisik kimia ubi jalar ungu yang pada lima desa dikabupaten kupang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dari 5 desa dan 3 ulangan. Analisa data secara statistik dengan ANOVA, apabila menunjukan pengaruh yang nyata (P 0,05), dilanjutkan dengan uji Duncan pada uji lanjut Duncan ada beda antar perlakuan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu, kadar air ubi jalar ungu, kadar serat ubi jalar ungu, karbohidrat ubi jalar ungu, kadar air tepung ubi jalar ungu, kadar serat tepung ubi jalar ungu dan karbohidrat tepung ubi jalar ungu. Hasil sidik ragam menunjukan kadar air ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (70,120 a), berada pada Desa Kotabes, kadar serat ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (0,477 a), berada padaDesa Fatukanutu, karbohidrat ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (74,977 a), berada pada Desa Kotabes, kadar air tepung ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (8,750 a),berada pada Desa Kotabes, kadar serat tepung ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (2,432 a), berada pada Desa Kotabes, dan karbohidrat tepung ubi jalar ungu yang terbaik dari lima Desa dengan nilai tertingi (82,637a), berada pada Desa Naibonat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ampas kelapa pada tepung terigu terhadap tingkat penerimaan sensorik biskuit yang disukai konsumen. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Adapun perlakuan sebagai berikut : A kontrol ( tanpa tepung ampas kelapa) B (5% tepung ampas kelapa), C (10% tepung ampas kelapa) dan D (15% tepung ampas kelapa). Substitusi tepung ampas kelapa pada tepung terigu berpengaruh terhadap sifat sensorik biskuit. Perlakuan substitusi tepung ampas kelapa yang menggantikan sebagian tepung terigu dalam pembuatan biskuit yang diterima panelis adalah perlakuan D (substitusi 15%) dengan nilai rata-rata tekstur biskuit (3,933 %) warna biskuit (4,6 %) rasa biskuit (4,489 %) aroma biskuit (4,556 %).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Abraham Bernadus.D* Nuhamara,M ** I.D.A.A.R.R.Adi, ** Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Fakulatas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 21 Mei 2021 sampai tanggal 5 Juni 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahuiefek subtitusi tepung talas(colosasia. Esculenta(L) Schott) terhadap karakteristik organoleptik kue putudan bagaimana efek subtitusi tepung talas terhadap karakteristik organoleptik kue putu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Perlakuan terbaik subtitusi tepung talas yang berbeda dalam karakteristik organoleptik kue putu terdapat pada perlakuan B dengan subtitusi 5% tepung talassehingga menghasilkan nilai rata-rata tekstur kue putu sebesar 4,6 (sangat suka), rasa kue putu sebesar 4,5 (sangat suka), dan warna kue putu sebesar 4,3 (sangat suka)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Hubungan Karakteristik Individu Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara Pada Sekretariat Dprd Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pembimbing 1 (satu) Bapak Frankie J Salean, SE.,MP, pembimbing 2 (dua) Bapak Zet Ena, SE.,MM. Skripsi Yuner P.P. Manu, 144101242, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang 2021.
Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan karakteristik individu dan lingkungan kerja terhadap kinerja ASN pada Sekretariat DPRD kabupaten Timor Tengah Selatan. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu karakteristik individu dan lingkungan kerja dengan indikator penilaian yakni keahlian, kemampuan, kebutuhan sikap, kebersihan, keamanan hubungan kerja sama, komonikasi lancar. Dan variabel terikat yaitu kinerja karyawan dengan indikator penilaian yakni efektifitas, ketepatan waktu, kemandirian dan komitmen kerja. Dengan mengumpulkan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada seluruh ASN yang berjumlah 40 orang yang ada pada Sekretariat DPRD kabupaten Timor Tengah Selatan.
Berdasarkan hasil pengujian mengunakan analisis koefisien korelasi diketahui bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara karakteristik individu dan lingkungan kerja dengan kinerja karyawan. Hal ini dilihat dari hasil uji korelasi produk moment antara karakteristik individu dengan kinerja karyawan yang meliki nilai rhitung> rtabel (0,700>0,316). Sedangkan untuk membuktikan terdapatnya hubungan yang kuat dan signifikan antara lingkungan kerja dengan kinerja karyawan dilihat pada hasil uji korelasi produk moment yakni nilai rhitung> rtabel (0,689>0,316).