ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project dalam bidang tenaga listrik PLTMG (peaker) 40 MW kupang”. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah : pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prestasi Kerja terhadap kepuasan kerja karyawan dan Untuk menganalisis pengaruh karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang sebanyak 30 karyawan yang terpilih sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner sedangkan teknis analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji f), dan koefisien determinasi (R2). Berdasarkan persamaan regresi linear berganda Y= 18,791 + 0.453 X1 + 0.256 X2. Diketahui konstan regresi sebesar 18.791 sedangkan koefesien regresi (b1) sebesar 0,453 artinya jika nilai prestasi kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kepuasan kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,453 atau 45,3% maka terbukti hipotesisi yang menyatakan prestasi kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Artinya semakin baik prestasi kerja karyawan (X1) maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji parsial (uji t) variabel prestasi kerja (X1). Diketahui uji t, thitung = 3,939 dan ttabel =1,703 dapat disimpulkan bahwa Jika nilai thitung 3,939>ttabel 1,703 dan tsignifikan 0,0001
Kata kunci : Prestasi kerja,karakteristik pekerjaan, dan kepuasan kerja karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Profesionalisme dalam penelitian ini merupakan suatu kemampuan atau keahlian untuk melakasanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang di landasi atas keterampilan dan pengatahuan serta di dukung oleh sikap kerja yang di tuntut oleh pekerjaan tersebut. Keandalan dan keahlian dalam pelaksanaan tugas sehingga terlaksana dalam mutu tinggi, waktu yang tepat, cermat, dan dengan prosedur yang mudah dipahami dan diikuti oleh pelanggan.
Kompetensi pegawai yang ada dalam penelitian ini merupakan yang sangat penting dan berpengaruh dalam sebuah organisasi karena kompetensi berjalan beriringan dengan keberhasilan suatu organisasi.
Prestasi kerja dalam penelitian ini merupakan sebuah hasil kerja yang dicapai seorang karyawan dilihat dari karakteristik pribadinya serta persepsi terhadap perannya dalam pekerjaan itu, ataupun bentuk penilaian tersendiri dalam menjalankan dan meningkatkan program-program kerjanya. Prestasi seorang karyawan pada dasarnya merupakan hasil kerja seorang karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan misalnya standar, sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan sudah disepakati bersama.
Ada pun tujuan dalam penelitian ini Untuk mengetahui hubungan antara profesionalisme dan kompetensi pegawai terhadap prestasi kerja pegawai pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teknik pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini penulis menggunakan kuesioner (angket) dan studi dokumentasi. Untuk kuesioner (angket) menggunakan bentuk checklist. Kuesioner dilengkapi dengan skala pengukuran untuk menghasilkan data kuantitatif. Skala ordinal digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi pegawai atau responden di Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda tentang 3 variabel Profesionalisme, kompetensi Pegawai dan Prestasi Kerja Pegawai.
Hasil analisa menyatakan terdapat hubungan positif antara variabel kompetensi pegawai (X2) dengan variabel prestasi kerja (Y) pegawai pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur dan juga terdapat hubungan yang positif antara variabel profesionalisme (X1) dengan variabel prestasi kerja (Y) pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil uji korelasi dihitung dengan menggunakan komputer program SPSS versi 20 for window dan memperoleh hasil yaitu diketahui nilai signifikan Sig.(2-tailed) antara profesionalisme dengan prestasi kerja adalah sebesar 0,066 dan nilai correlatin coefficient sebesar 0,262 sedangkan pada nilai signifikan Sig.(2-tailed) antara kompetensi pegawai dengan prestasi kerja adalah sebesar 0,192 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,187 dan pada nilai signifikan Sig.(2-tailed) antara profesionalisme dengan kompetensi pegawai adalah sebesar 0,100 dan nilai correlatin coefficient sebesar 0,235, maka dapat dikatakan variabel profesionalisme dan kompetensi pegawai secara bersama-sama mempunyai hubungan dengan tingkat yang rendah terhadap variabel prestasi kerja pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prestasi kerja karyawan merupakan melakukan tugas yang dipercayakan kepadanya. Dalam melakukan kegiatannya, prestasi kerja karyawan dapat mengembangkan keinginannya melalui promosi maka prestasi kerja mendukung pengembangan karir karyawan di PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, perlu adanya pengalaman kerja, pendidikan dan prestasi kerja. Hal ini akan mengetahui seberapa bulan atau tahun pekerjaan yang dilakukan karyawan diluar sana.
Karyawan sebagai sumber daya manusia utama dalam perusahaan selalu dituntut untuk memberikan kinerja yang optimal. Keberadaan karyawan sangat penting karena merupakan salah satu faktor penentu dalam produktivitas perusahaan, dalam menjalankan kegiatan usahanya perusahaan memerlukan sumber daya manusia yang penting, terutama dalam suatu usaha industri, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia. Keberadaan keduanya sangat penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena keduanya saling mendukung dan mengsukseskan tujuan perusahaan.
Seleksi penerimaan karyawan merupakan pemilihan tenaga kerja yang sudah tersedia. Pada dasarnya tujuan dari seleksi adalah untuk mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi syarat dan sesuai dengan pendidikannya.
Menurut (Ibid 2017) mengatakan seleksi adalah mendapatkan tenaga kerja yang paling memangku suatu jabatan tertentu. kegiatan seleksi penerimaan karyawan ini merupakan angkah awal penentu kualitas karyawan yang akan dipekerjakan sesuai dengan pendidikannya.
Menurut Gomes (2011) kesesuaian penempatan kerja merupakan suatu cara yang bukan hanya mrngoptimalkan kemampuan dan keterampilan menuju prestasi yang tinggi bagi karyawan itu sendiri, akan tetapi kesesuaian harus menempatkan diri sesuai dengan karakter pendidikan sehingga seseorang mampu mengerjakan tugas yang diberikan oleh perusahaan.
Menurut Hasibuan (2018) prestasi kerja karyawan adalah melaksanakan pekerjaan dengan baik secara kualitas maupun secara kuantitas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab terhadap karyawan yang berprestasi dalam bidang suatu pencapaian keberhasilan. Prestasi kerja harus memberikan motivasi-motivasi kepada perusahaan sehingga perusahaan dapat meningkat efektif dan efesien.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut, maka objek yang peneliti teliti adalah pada PT. PLN (Pesreo) Unit Induk Wilayah NTT dengan jumlah sampel yang layak untuk penelitian ini adalah sebanyak 44 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat parsial berpengaruh terhadap Prestasi kerja karyawan.
Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu, data primer yang diperoleh secara langsung dengan melakukan survey lapangan yang menggunakan metode data original lewat pembagian kuesioner pada seluruh karyawan PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT .
Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 14.486. Hasil Uji T menunjukkan bahwa thitung sebesar 4.524 ˃ttabel sebesar 1.683 maka, H0 di tolak dan Ha di terima yaitu seleksi penerimaan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT Nilai thitung sebesar 372 ˃ttabel 1.683 maka, H0 di tolak dan Ha di terima yaitu Keseusaian penempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT.
Untuk hasil Uji F dapat diketahui bahwa Fhitung ˃ Ftabel yaitu 279.065˃2,83 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan sleksi penerimaan karyawan, kesesusian penempatan kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT
Berdasarkan tabel hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R Square adalah 0,965 atau 96,5%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi seleksi penerimaan kryawan , kesesuaian penempatan kerja terhadap prestasi kerja karyawan adalah 93,2% sedangkan sebesar 1,2% dipengaruh oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR WALIKOTA BAGIAN UMUM SETDA KOTA KUPANG
NAMA : AZARIA HEKE
NIM : 18410265
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
FAKULTAS : EKONOMI
ABSTRAKSI
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah salah satu ilmu yang berharga untuk dapat mencapai tujuan sebuah organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. SDM bukanlah sekedar sumber daya, telah menjadi tolak ukur utama dalam mencapai keberhasilan. Sumber daya manusia yang berkualitas akan dapat menyelesaikan pekerjaan secara maksimal. Di dalam perkembangan masyarakat dan dunia usaha, faktor sumber daya manusia masih memegang penting, meskipun pada saat sekarang bangsa kita sedang menuju orientasi kerja, di mana kerja dipandang sebagai suatu hal yang mulia. Perlu ditekankan disini bahwa pada masyarakat yang berorientasi kerja tidak boleh mengabaikan faktor manusia untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
Motivasi kerja adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Motivasi perlu dilaksanakan organisasi, dimana seluruh aktivitas dan tugas - tugas jika didasarkan pada motivasi yang tinggi maka kinerja juga akan menjadi tinggi dan sebaliknya. Motivasi merupakan hal atau sesuatu yang mendorong seseorang melakukan sesuatu. Untuk menjaga aktivitasnya khusus di bidang ketenagakerjaan pegawai kantor melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan prestasi kerja yaitu dengan pemberian motivasi, mengadakan pemberian gaji pegawai, pengembangan diri serta aktualisasi diri setiap pegawai untuk mendorong peningkatan prestasi kerja dan karier yang baik. Setiap pekerjaan yang memberikan hasil kerja yang terbaik jika mereka mempunyai motivasi yang kuat untuk melakukan yang terbaik. Motivasi merupakan dorongan, sebab atau alasan seseorang melakukan sesuatu.
Disiplin kerja adalah kesadaran dan kesediaan seseorang dalam bekerja dan menaati peraturan - peraturan kantor dan norma - norma sosial yang berlaku. Adapun arti kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan arti kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan kantor baik tertulis maupun tidak. Disiplin yang baik mencerminkan rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas - tugas yang berikan kepada pegawai. Karena dengan semakin berkembangnya suatu organisasi dan semakin tingginya teknologi yang digunakan oleh perusahaan/organisasi, menyebabkan sering terjadi perubahan serta semakin luasnya pekerjaan yang akan diemban oleh tenaga kerja, sehingga perlu diadakan pendisiplinan agar tujuan organisasi dapat tercapai.
Prestasi Kerja merupakan faktor penting untuk mendukung keberhasilan suatu pekerjaan baik dalam kapasitas pribadi maupun sebagai seorang anggota suatu organisasi/lembaga. Prestasi kerja adalah sebagai hasil kerja yang telah dicapai seseorang dari tingkah laku kerjanya dalam melaksanakan aktivitas kerjanya. Informasi tentang tinggi rendahnya prestasi kerja seorang pegawai tidak dapat diperoleh begitu saja, tetapi diperoleh melalui proses yang panjang yaitu penilaian prestasi kerja pegawai. Jadi setiap anggota mempunyai prestasi kerja yang berbeda berdasarkan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini akan membahas Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang. Dalam Penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi pada dalam penelitian ini adalah Seluruh Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang berjumlah 176 orang dan sampel pada peneltian ini pada Pegawai ASN Bagian Umum Setda Kota Kupang adalah 39 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai, Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Parsial (T), dan Uji Simultan (F) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang dan Disiplin Kerjaberpengaruh dan signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang. Sedangkan secara simultan Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang.
Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda b1 = 0,005 dan b2 = 1.018. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda yang memperlihatkan pengaruh Motivasi Kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap Prestasi kerja adalah sebagai berikut : Y = -1.173 + 0,005(X1) + 1.018(X2) + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variabel prestasi kerja (Y), diketahui bahwa variabel motivasi kerja (X1) di temukan T hitung = 0,021 lebih kecil dari T tabel = 2,02809 dan tingkat signifkan = 0,984. Oleh karena itu nilai Sig. > tabel = 0,05 maka H0 (b1= 0) diterima dan Ha (b1≠0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel prestasi kerja (Y). Berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X2) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X2) ditemukan T hitung = 3.326 lebih besar dari T tabel = 2,02809 dan tingkat signifikan = 0,002. Oleh karena itu nilai sig. < 0,05 maka H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji f didapati F hitung= 70.552 lebih besar dari F tabel = 3,26 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karena itu nilai Sig < 0,05 maka H0 (b = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya variabel Motivasi Kerja dan variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel Prestasi Kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) adalah 0,797 atau 79,7 %. Hal ini berarti besar pengaruhnya Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja adalah 79,7%. Sedangkan pengaruh sebesar 20,6% disebabkan oleh factor lain tidak dteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Motivasi Kerja,Disiplin Kerja,Prestasi Kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Analisis Pengaruh Kompensasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang” ditulis oleh Wiwi Krisdayanti Taek, NIM 18410293, Pembimbing I Elya E.Sjioen,SE.MM dan Pembimbing II Zet Ena,SE.MM. Penelitian ini dilatar belakangi oleh berhasil tidaknya kemampuan suatu perusahaan dalam mengelolah sumber daya manusia untuk peningkatan prestasi kerja karyawan. Hal tersebut diantaranya adalah pemberian kompensasi dan pengawasan kedisiplinan karyawan oleh perusahaan. Prestasi kerja ini mencerminkan beberapa dimensi seperti halnya, kecakapan, kesungguhan, efektivitas, dan tingkat efisiensi dalam melaksanakan pekerjaan. Motivasi, kepuasan, dan disiplin kerja pegawai (Luviansi dkk., 2012). Rumusan masalah atau persoalan dalam penelitian ini yaitu (1) Apakah kompensasi berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang ?, (2) Apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang ?. Dari persoalan penelitian tersebut diatas maka penelitian ini bertujuan , (1) Untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang. (2) Untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap prestasi kerja karyawan PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang. Jumlah populasi adalah kesuluruhan karyawan di PT. Timor Otsuki Mutiara Kupang yang berjumlah 322 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin yaitu n = N/1+ N(e)2 , sehingga dari jumlah populasi sebanyak 322 orang diperoleh sampel sebagai responden sebanyak 76 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di lakukan menggunakan kuesioner yang bersumber dari hasil pengumpulan kuesioner tentang pernyataan dan pertanyaan yang isi oleh responden. Analisi data Dilakukan dengan dua tahapan yaitu analisi pendahuluan dan analisi lanjutan. Analisis pendahuluan dilakukan dengan menggunakan analisi deskripsi kuantitatif yaitu kriteria tiga kotak three-box method yang dikemukakan oleh Ferdinand (2014:231-232). Sementara itu analisi lanjutan dilakukan dengan Analisi Regresi Linear Berganda, Uji Signifikansi Parsial (Uji t), Uji Siknifikansi Simultan (Uji f) dan Koefisien Determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk variabel XI diperoleh koefisien regresi (b1) sebesar 0,428 artinya jika Kompensasi (X1) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Prestasi kerja karyawan akan meningkat sebesar 0,428. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara Kompensasi (X1) dengan Prestasi karyawan (Y). Untuk variabel Disiplin Kerja (X2) Koefisien regresi (b2) sebesar 0,522 artinya jika Disiplin Kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka prestasi kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,522. Koefisien bernilai positif dan signifikan artinya terjadi pengaruh antara disiplin kerja (X2) terhadap prestasi kerja karyawan (Y).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prestasi kerja lebih merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang untuk mengetahui sejauh mana seseorang mencapai prestasi yang diukur atau nilai.Prestasi juga merupakan suatu hasil yang dicapai seseorang setelah ia melakukan suatu kegiatan. Tanpa adanya suatu prestasi kerja yang tinggi, mengakibatkan tugas-tugas pekerjaan yang diselesaikan kurang baik.Semakin pegawai yang prestasi kerja tinggi, maka produktivitas instansi secara keseluruhan akan meningkat dan instansi dapat bertahan dalam persaingan kinerja. Penilaian prestasi kerja ini dapat dilihat dari tingakat kecakapan, kedisiplinan, kepribadian dan tanggungjawab setiap pegawai dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
Memasuki era globalisasi, kebutuhan mutlak akan sumber daya manusia yang tangguh tidak dapat dipungkiri dalam menghadapi abad baru ini, organisasi akan memenuhi suatu bentuk persaingan yang sangat kompleks dengan variasi, intensitas dan cakupan memungkinkan belum pernah ditemui sebelumnya, sehingga organisasi membutuhkan orag-orang yang tangguh, yang sanggup beradaptasi dengan cepat untuk setiap organisasi yang terjadi, yang sanggup bekerja dengan cara-cara baru melalui kecakapan dengan tugas-tugasnya, prestasi kerja mempunyai unsur kemampuan, kecakapan, disiplin kerja, dan ketelitian sehingga dapat memberikan hasil kerja yang lebih baik atau menonjol, Robin dan Judge ( 2011 : 68)
Keterampilan kerja merupakan salah satu faktor dalam usaha mencapai suksesnya pencapaian tujuan organisasi. Tujuan keterampilan kerja yaitu untuk dapat memudahkan suatu pekerjaan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan secara efektif dan efesiensi tanpa adanya kesulitan hinngga akan menghasilkan suatu kinerja pegawai yang baik. Tujuan pengembangan pegawai adalah untuk memperbaiki efektifitas kerja pegawai dalam mencapai hasil-hasil kerja yang telah ditetapkan. Perbaikan efektifitas kerja dapat dilakukan dengan cara memperbaiki pengetahuan pegawai, keterampilan maupun sikap pegawai itu tersendiri terhadap tugas-tugasnya.
Sikap kerja merupakan tindakan yang diambil pekerja dan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh pekerja tersebut yang hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan (Purwanto,2008:67). Sikap kerja adalah penilaian kesesuaian antara alat kerja yang digunakan oleh pekerja dalam kerja dengan ukuran antropometripekerja dengan ukuran yang sudah ditentukan (Rahayu,2005:72).pada saat bekerja sangat perlu diperhatikan dimana sikap kerja harus dalam keadaan seimbang agar dapat bekerja dengan nyaman dan tahan lama (Murulalia,2010:145).
Kenneth (2000:129) menjelaskan bahwa sikap kerja merupakan sikap seseorang terhadap pekerjaannya yang mencerminkan pengalaman yang meyenangkan dan tidak menyenangkan dalam pekerjaannya serta harapan-harapannya terhadap pengalaman masa depan. Sikap kerja sebagai tindakan yang akan diambil pegawai dan kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab yang hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan.
Prestasi kerja merupakan suatu keahlihan yang diharapkan oleh instansi dari pegawainya dalam rangka mengembangkan dan melancarkan sikap perkerjan organisasi.sehingga tujuan organisasi atau instansi dapat tercapai. Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara legal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral atau etika, Rivai (2013 : 92).
Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu, Hasibuan (2014 : 94).
Prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya, (Mangkunegara, 2012 : 67).
Prestasi kerja merupakan tingkat kecakapan seseorang pada tugas-tugas yang mencakup pada pekerjaannya, (Sutrisno, 2016 : 150)
Justine sirait (2006 : 128) menjelaskan bahwa “ prestasi kerja adalah proses evaluasi atau unjuk kerja pegawai yang dilakukan oleh organinisasi.”
Dengan melihat batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.Prestasi kerja mencerminkan keberhasilan atau kegagalan dalam aktivitas manajemen sumber daya manusia.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Analisis pengaruh keterampilan kerja dan sikap kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 45 orang dan jumlah Populasi sebanyak 37 orang pegawai dalam yang ada pada pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan variabel Keterampilan Kerja (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Prestasi kerja pada pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu., hal ini terlihat dari signifikansi Keselamatan Kerja (X1) 0,506> 0,05 dan nilai hitung 1,902 <2,03224 ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel Keterampilan kerja (X1) prestasi kerja (Y) pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu.
Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel sikap kerja (X2) pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu., hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel sikap kerja (X2) 0,738> 0,05 dan t hitung 0,1902< 2,03224 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel sikap kerja (X2) terhadap Prestasi kerja (Y) pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu.. Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi Produktivitas Karyawan, seperti Motivasi kerja, Kualitas, Kuantitas, pelaksanaan tanggung jawab, dan kondisi fisik pekerjaan. Peneliti selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap Prestasi kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam suatu perusahan atau organisasi, faktor kemampuan dan lingkungan
kerja merupakan faktor yang penting sebagai penunjang prestasi kerja karyawan.
Untuk itu faktor – faktor tersebut harulah di perhatikan dengan baik oleh pimpinan
perusahaan agar benar – benar karyawan dapat memberikan distribusi yang besar bagi
organisasi.
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mendeskripsikan
keadaan variabel kemampuan kerja, lingkungan kerja dan prestasi kerja karyawan
pada PDAM Kabupaten Kupang. 2) untuk menjelaskan pengaruh variabel
kemampuan kerja dan lingkungan kerja secara parsial terhadap prestasi kerja
karyawan pada PDAM Kabupaten Kupang. 3) untuk menjelaskan pengaruh variabel
kemampuan kerja dan lingkungan kerja tehadap prestasi kerja karyawan secara
simultan pada PDAM Kabupaten Kupang. 4) untuk menjelaskan manakah di antara
kedua variabel yang mempungai penyaruh dominan terhadap prestasi kerja karyawan
pada PDAM Kabupaten Kupang.
Dalam penelitian ini di gunakan teknik analisis statistik deskriptif untuk
menjawab tujuan pertama, sedangkan untuk menjawab tujuan yang kedua dan
seterusnya di gunakan teknik analisis inferensial, yaitu regresi linier berganda
dengan uji hipotesis.
Sesuai hasil analisis deskriptif, di dapat bahwa kemampuan kerja yang terdiri
dari pendidikan dan pengalaman dan lingkungan kerja yang terdiri dari tempat kerja
dan perlakuan yang di terima mempunyai pengaruh dan berperan dalam peningkatan
prestasi karyawan. Sedangkan dari hasil analisis regresi menunjukan bahwa variabel
kemampuan dan lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan
secara simultan terhadap prestasi kerja karyawan pada PDAM Kabupaten Kupang.
Sedangkan dari kedua variabel bebas lingkungan kerja lebih mempunyai pengaruh
yang dominan terhadap prestasi kerja karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat di simpulkan bahwa lingkungan
di dalam tempat kerja yang kondusif dan perlakuan yang di terima baik dari pimpinan
maupun sesama karyawan sebagai prediktor prestasi kerja karyawan, di mana hal ini
harus terus di pertahankan oleh pihak manejemen organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Penempatan Kerja, Pengembangan Karir Dan Kreativitas Kerja Pegawai Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Kupang Dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan, pihak manajemen perusahaan harus dapat memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya prestasi kerja karyawan. Adapun program dan kebijakan perusahaan pada bidang sumber daya manusia merupakan peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi kerja karyawan. Salah satu kebijakan yang dapat mempengaruhi prestasi kerja karyawan adalah pengembangan karir dan penempatan kerja (Puspitasari, Djali, & Pambelum,2015). Salah satu cara yang dapat dilakukan suatu organisasi atau instansi pemerintah untuk menjaga dan memelihara sumber daya manusia yang dimiliki yaitu dengan cara penempatan kerja dan pengembangan karir. Penempatan pegawai ini dilakukan untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan apa yang diharapkan baik secara ideal. Hal ini penting mengingat penempatan pegawai pada suatu kedudukan akan mempengaruhi terhadap pelaksanaan pekerjaan. Tidak jauh dari pentingnya penempatan kerja, pengembangan karir juga merupakan salah satu kunci meraih kinerja kerja yang optimal dari setiap pegawai, baik kreativitas dan prakarsanya akan berkembang. Pengembangan karir berkaitan dengan penyusunan jalur karir yang merupakan urut-urutan posisi (jabatan) yang mungkin diduduki oleh seorang pegawai mulai dari tangkat terendah hingga tingkat teratas dalam struktur organisasi. Prabowo dan Herawati (2007), mengutarakan bahwa prestasi kerja lebih merupakan tingkat keberhasilan yang digapai karyawan untuk mengetahui sejauh mana karyawan mencapai hasil kerja yang diukur atau dinilai. Hasil kerja juga merupakan Penempatan kerja adalah proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada karyawan yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan, serta mampu mempertanggung jawabkan segala resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas tugas dan pekerjaan, wewenang, serta tanggung jawabnya (Sastrohadiwiryo,2001). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Penempatan kerja, pengembangan karir dan kreativitas kerja pegawai terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Kupang berjumlah 42 orang dan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penilitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja, pengembangan karir dan kreativitas kerja pegawai terhadap prestasi kerja, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Stimultan dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 57.399 sedangkan regresi X1= -0,377, X2= -0,016 dan X3 = -0,275. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan kerja(X1), pengembangan karir(X2) dan kreativitas kerja pegawai(X3) terhadap prestasi kerja adalah sebagai berikut : Y =57.399 -0,377 X1 -0,016 X2 -0,275 X3 + e. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu tidak ada pengaruh variabel penempatan kerja (X1) terhadap variabel prestasi kerja(Y). Diketahui bahwa untuk variabel penempatan kerja(X1) di temukan t hitung = -1.821 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel penempatan kerja(X1) tidak berpengaruh terhadap variabel prestasi kerja pegawai(Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu tidak ada pengaruh pengembangan karir(X2) terhadap prestasi kerja pegawai(Y) diketahui bahwa variabel pengembangan karir(X2) ditemukan t hitung = -0,076 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu variabel pengembangan karir(X2) memiliki pengaruh negatif terhadap prestasi kerja (Y). Sedangkan hasil uji hipotesis ketiga yaitu tidak ada pengaruh kreativitas kerja pegawai(X3) terhadap prestasi kerja pegawai(Y). Diketahui bahwa variabel kreativitas kerja pegawai(X3) ditemukan t hitung = -1,173 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 maka Ho diterima dann Ha ditolak yaitu variabel kreativitas kerja pegawai(X3) tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja(Y). untuk hasil Uji F didapati F hitung = 1.165 lebih kecil dari F tabel = 3,35 maka Ho diterima dan Ha ditolak artinya variabel penempatan kerja(X1), pengembangan karir(X2) dan kreativitas kerja pegawai(X3) tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai(Y). Dan terakhir berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai R Square Adjusted adalah = 0,017 atau 17%. Hal ini berarti kontribusi dari variabel penempatan kerja, pengembangan karir dan kreativitas kerja pegawai terhadap prestasi kerja pegawai adalah = 17%. Sedangkan sisanya 83% oleh variabel lain diluar yang tidak diteliti. Kata kunci :Penempatan Kerja, Pengembangan Karir, Kreativitas Kerja Pegawai, Prestasi Kerja Pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PERILAKU PEMIMPIN DAN KESESUAIAN PENEMPATAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT.BARELANG KARYA KOTA KUPANG Sumber daya manusia merupakan salah satu komponen penting dalam menunjang keberhasilan suatu perusahaan. Diera globalisasi saat ini, dimana perkembangan dunia usaha saat ini semakin pesat, suatu perusahaan diuntut memiliki kredibilitas yang tanggu agar dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Tidak mudahh menciptkan kredibilitas yang tangguh dalam suatu perusahaan, karna banyak sekali syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan agar dapat dikatakan memiliki kredibilitas, salah satu poin penting yang harus dimiliki adalah pengelolaan sumber daya manusia perusahaan tersebut secara efektif dan efesien. Koesmono (2007:30) mengungkapkan bahwa keberadaan seorang pemimpin dalam organisasi di butuhkan untuk membawa organisasi kepada tujuan yang telah ditetapkan pemimpin biasanya menerapkan gaya kepemimpinan tertentu untuk mempengaruhi kinerja karyawan. Gomes (2013) mengemukakan bahwa penempatan merupakan salah satu fungsi terpenting dalam manajemen sumber daya manusia, tepat tidaknya seseorang di tempatkan pada suatu posisi tertentu tergantung pada penempatan, jika fungsi penempatan tidak dilaksanakan ddengan baik maka dengan sendirinya berakibat fatal terhadap pencapaian tujuan organisasi. Menurut Hasibuan (2011:94) prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang di capai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang di bebankan kepadanya yang di dasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan serta waktu. Menurut Umi Narimawati (2008:161) populasi adalah unit yang menjadi target penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini seluruh karyawan Pt. Barelang Karya kota kupang yang berjumlah 36 orang. Berdasarkan hasil uji t hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 2.972 dan nilai t tabel 2.037 dengan tingkat signifikan sebesar 0,005. Karena nilai t hitung 2.972>2.037. Maka dapat disimpulkan bahwa Kesesuaian penempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Dengan demikian maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil uji F hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 sebesar 47.184 dan nilai 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 3,28 dan tingkat signifikannya adalah sebesar 0,000. Karena nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 58.872>3,28. Maka dapat disimpulkan bahwa Perilaku Pemimpin (X1) dan Kesesuaian Penempatan kerja (X2) secara simultan berpengaruh terhadap Prestasi kerja karyawan. dengan besarnya koefisien determinasi (R2) totalnya. Hasil hitung menggunakan SPSS di peroleh nilai R= 0,884 Nilai R Square=0,781 dan nilai Adjusted R Square=0,768 sehingga yang di pilih adalah nilai Adjusted R Square dengan besaran 0,781 atau 78,1% Hal ini berarti besarnya pengaruh Perilaku Pemimpin dan Kesesuaian Penempatan Kerja, terhadap Prestasi kerja karyawan 78,1% sedangkan sebesar 21,9% dipengaruhi oleh variabel- variabel lain yang ditidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : perilaku pemimpin, kesesuaian penempatan kerja, prestasi kerja karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dunia kerja merupakan suatu persaingan yang sangat ketat saat ini dimana sekumpulan individu melakukan suatu aktifitas kerja dan harus dibarengi dengan pemikiran yang maju, cerdas serta memiliki kemampuan kerja dan semangat yang tinggi dalam menghadapi suatu pekerjaan. Di sisi lain mengingatkan bahwa persaingan dalam dunia kerja akan semakin meningkat di karenakan perekonomian yang begitu memadai sehingga setiap pegawai harus mampu bersaing dalam memaksimalkan laba yang ada dalam sebuah pekerjaan untuk membantu perkembangan kinerja perusahaan. Dalam era globalisasi sekarang ini akan memasuki persaingan yang begitu ketat di segala bidang pekerjaan yang memungkinkan setiap kantor akan mempertahankan kinerja kedinasannya yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh seorang pegawai akan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap pegawai, dalam hal ini pegawai harus mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi di lingkungan kerjanya. Kemampuan kerja para pegawai dianggap penting karena setiap pemimpin perlu memahami sifat yang dimiliki oleh pegawai, melalui usaha tersebut dapatlah suasana kerja yang lebih tepat bagi usaha kinerja pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh pegawai akan diberikan dukungan oleh perusahaan. Supaya perusahaan dapat mencapai tujuannya. Dengan demikian terdapat keterkaitan yang erat antara kemampuan dengan usaha pencapaian yang akan dicapai. Menurut Handoko (1984) Tunjangan kesejahteraan adalah merupakan suatu kompensasi tambahaan yang bertujuan untuk mengikat pegawai agar tetap bekerja pada perusahaan tersebut. Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang sudah dicapai seseorang dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah dibebankan kepadanya atas dasar kecakapan, pengalam serta dalam menghargai waktu dalam bekerja. Tanggung jawab yang di peroleh itu meripakan suatu nilai yang baik dalam menentukan prestasi kerja yang dihasilkan. Adapun indikator dalam mencapai prestasi kerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, hubungan kerja, serta penyesuaian lingkungan kerja dalam dinas. Sehingga kesamaan persepsi terhadap penyesuaian perilaku dan sikap, kemampuan kerja serta tunjangan kesejahteraan sebagai suatu kepuasan sendiri dalam kedinasan. Sehingga tinggi rendahnya prestasi seorang pegawai tidak dapat di perolah begitu saja, tetapi melalui proses yang sangat panjang dalam proses prestasi kerja itu sendiri .Jadi setiap pegawai yang ada dalam kantor tersebut memiliki perbedaan terhadap kemampuan kerja, tunjangan keejahteraan dan prestasi kerja yang dimilikinya. Dalam hal ini kantor UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang olahraga dalam memimpin serta memajukan generasi muda yang ada di NTT. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian inipeneliti akan membahas kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai yang berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja pegawai, peneliti menggunakan uji analisis Regresi Linier Berganda, uji parsial (Uji T), dan uji stimultan atau uji koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Sedangkan secara stimultan kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijikan yang didapati dari hasil analisis regeresi linier berganda dengan konstantan a sebesar 6,430 sedangkat koefisien b1 = 0,679 dan b2 = 0,445. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan tunjangan kesejahteraan (X2) terhadap prestasi kerja (Y) adalah sebagai berikut : Y = 6.430 + 0,679 + 0,445 + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama adalah pengaruh variabel kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kemampuan kerja (X1) ditentukan t hitung=3,561 lebih besar dari t tabel =2,05183 dan tingkat signifikan=0,001. Oleh karena itu nilai sig>0,05 maka Ho (bl=0) diterima Ha(b1) ditolak yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap varibel prestasi kerja (Y). Berikut ini hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung=1,949 lebih besar dari t tabel=2,05183 dan tingkat sig=0,05 maka Ho (b1=0) ditolah Ha (b=0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung=11,178 lebih besar dari F tabel=3,35 dan tingkat sig=0,000 oleh karena itu nilai sig0,05 maka Ho (bl=0 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima. Artinya variabel kemampuan kerja (X1) dan variabel tunjangan kesejahteraan (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap prestasi kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) adalah 45,3 atau 45,3%. Hal ini berarti besar pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja adalah 45,3% sedangkan pengaruh sebesar 54,7% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH BUDAYA KOMUNIKASI DAN KARATERISTIK INDIVIDU TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GMIT Penelitian dalam tugas akhir ini mengkaji tentang Analisis pengaruh Budaya Komunikasi Dan Karakteristik Individu Terhadap Prestasi kerja Pada Kantor Sinode GMIT. Dengan latar belakang dari penelitian ini,sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh dan berkaitan langsung dengan permasalahan yang dihadapi. Dalam penlitian ini,teknik pengumpulan data dengan cara pertanyaan dan pernyataan kepada responden(Kuesioner).Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang di kaji yaitu Budaya komunikasi,Karakteristik individu,Prestasi kerja. budaya komunikasi telah memperoleh penerimaan luas sebagai cara untuk memahami sistem manusia. Dari sistem tersebut terbuka "perspektif", setiap aspek budaya komunikasi dapat dilihat sebagai kondisi lingkungan yang penting yang mempengaruhi sistem dan subsistem tersebut.Pemeriksaan budaya komunikasi juga merupakan alat analisis yang berharga dalam dirinya sendiri.hidupnya. Dengan demikan perlu ada pengakuan pandangan yang akan berguna untuk pencapaian misi dan tujuan organisasi tersebut, agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Disamping itu dalam dimensi peningkatan prestasi kerja pegawai pada Kantor Sinode GMIT, karakteristik individu juga merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh pegawai yang terdiri dari kemampuan, persepsi, sikap dan pengalaman serta motivasi. Dalam lingkungan Organisasi budaya komunikasih sangatlah diperlukan untuk memberikan informasi.oleh sebab itu antara pemimpin dan bawahannya perlu menjalin hubungan komunikasi yang baik.Dengan adanya jalinan komuniksa yang baik,maka interaksi antara pemimpin dan bawahannya pun akan terjalin dengan baik pula sehingga dalam penyampaiaan informasi-informasi dalam organisasi berjalan dengan baik.Penggunaan istilah Budaya komunikasi mengacu pada budaya yang berlaku,bukan saja padaperusahaan akan tetatapi berlaku juga pada pendidikan karna pada umumnya pendidikan itu dalam bentuk organisasi,yaitu bekerja sama antara beberapa orang yang membentuk kelompok atau satuan kerja kerja sama tersendiri.dalam budaya komunikasi terjadi sosialisasi nilai-nilai dan menginternalkan dalam diri para anggota organisasi sehingga tidak dapat dipisahkan karna telah menyatu didalam diri seseorang dan menjadi perilaku para anggota organisasi. Budaya komunikasi berperan penting karna akan merubah sikap dan perilaku sumber daya manusia untuk mencapai prestasi kerja yang tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan.Prestasi kerja dapat ditingkatkan melalui budaya komunikasi dan kompensasi,karna dengan budaya komunikasi dan kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan,semangat,kemauaan,dan ketelitian pegawai saat bekerja akan lebih maksimal,focus dan disiplin.pemberian kompensasi dapat dalam bentuk uang atau barang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka.kompensasi yang akan diterima oleh mereka merupakan cermin dari apa yang telah mereka berikan atau kerjakan pada organisasi.kompensasi yang tidak sesuai dengan prestasi kerja sering menyebabkan karyawan ,sebagai manusia tidak merasa puas,tidak betah dan memutuskan untuk mencari yang lebih baik lagi Hasil dari penelitian ini adalah responden pegawai Kantor Sinode GMIT menunjukan pernyataan yang baik terhadap setiap item jawaban yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel budaya komunikasi (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja .hal ini terlihat dari signifikan budaya komunikasi (X1) 0,0000.05 dan nilai thitung 4.767>0,05ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh positif budaya komunikasai (x1) terhadap prestasi kerja (Y). Hasil uji regresi secara parsial signifikan pada variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y) 0100,05 dan thitung 2.633>0,05 sehingga dapat disimpulakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat oengaruh pada variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y), maka dapat diindikasikan bahwa semakin baik karakteristik individu maka akan memberikan kontribusi yang positif terhadap prestasi kerja pada kantor Sinode GMIT.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Prestasi kerja yang tinggi akan meningkatkan produktivitas perusahaan,
menurunkan tingkat keluar masuk karyawan, serta memantapkan manajemen
perusahaan. Selain itu tingkat prestasi kerja yang tinggi dapat memberi-kan
keuntungan tersendiri, seperti meningkatkan gaji, memperluas, kesempatan untuk
dipromosikan, menurunnya kemungkinan untuk didemosikan, serta membuat
karyawan semakin ahli dan berpengalaman dalam bidang pekerjaanya.
Sebaliknya, tingkat prestasi kerja pegawai yang rendah menunjukkan bahwa
karyawan tersebut sebenarnya tidak kompeten dalam pekerjaannya, akibatnya ia
sukar untuk dipromosikan ke jenjang yang tingkatnya lebih tinggi, dan pada
akhirnya dapat juga menyebabkan karyawan tersebut mengalami pemutusan
hubungan kerja.
Untuk itu peningkatan prestasi kerja karyawan PT. Telekomonikasi Indonesia
Kupang harus dilakukan melalui perubahan sikap dan perilakunya dalam bekerja.
Peningkatan prestasi kerja karyawan tercapai karena didukung oleh adanya
kemampuan yang dimiliki oleh setiap karyawan tersebut. Kemampuan kerja
merupakan kontribusi yang sangat besar terhadap prestasi kerja. Memang tidak
mudah memampukan pegawai karena kemampuan kerja merupakan hal yang
bersifat individual. Setiap individu akan memiliki tingkat kemampuan yang
berbeda-beda dalam dirinya. Hal ini sesuai dengan pengertian kemampuan itu
sendiri Kemampuan merupakan suatu kapasitas individu untuk mengerjakan
berbagai tugas dalam suatu pekerjaan (Stephen P Robbins 1996:82). Kemampuan
individu yang ingin digunakan dan mungkin juga tidak. Kemampuan individu ini
terdiri dari kemampuan fisik dan mental. Seorang karyawan yang tidak memiliki
kemampuan untuk menganalisis persoalan mungkin sekali tidak akan berusaha
bersungguh-sungguh untuk memecahkan persoalan dalam pekerjaanya.
Pemberian motivasi menjadi kebutuhan penting bagi pegawai. Motivasi ini
melalui serangkaian usaha tertentu yang sesuai dengan kebijakan perusahaan.
Dalam memberikan motivasi antar pegawai tidak sama. Hal ini karena pegawai
memiliki cara pandang yang berbeda dalam menerima adanya motivasi. Kegiatan
tersebut harus diarahkan pada pencapaian tujuan perusahaan sehingga prestasi
pegawai bisa terarah dengan baik.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan
membahas pengaruhmotivasi kerja dan kemampuan kerja terhadap prestasi kerja
pada PT. Tekom Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan
adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti
menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria
pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 36 orang dari
jumlah populasi sebanyak 72 orang karyawan yang bekerja di PT. Tekom Kupang.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan dan parsialmotivasi
dan kemampuan kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan di PT.
Tekom Kupang. Pada Uji Tmenunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama
yaitu adanya hubungan pengaruh motivasi kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y).
Hal ini dibuktikan bahwa variabel motivasi kerja (X1) ditemukan t hitung =
5.415 lebih besar t tabel = 1.904 dan tingkat Sig. = 0,00 lebih kecil dari 0,05.
Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan
pengaruhiKemampuan kerja (X2) terhadap prestasi kerja karyawan (Y). Hal ini
dibuktikan bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung = 2.279
lebih besar t tabel = 1,904 dan tingkat Sig. = 0,029 lebih kecil dari 0,05.Dan
terakhir berdasarkan pada hasil uji koefisien determinasi (R2) diketahui besarnya
koefisien determinasi R2 adalah 0. 644 atau 64,4%. Hal ini berarti besarnya
pengaruh motivasi kerja dan kemampuan kerja terhadap prestasi kerja adalah
64,4%. Sedangkan pengaruh sebesar 35,6% disebabkan oleh faktor lainnya yang
tidak diteliti dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENGARUH TINGKAT KECEMASAN DAN MOTIVASI TERHADAP PRESTASI KARYAWAN KONTRAK BANK NTT KANTOR CABANG UTAMA KIPANG
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hubungan variabel Penghargaan Atas Prestasi Karyawan terhadap Prestasi Kerja KaryawanPT. Telkom Kupang. (2) Hubungan variabel Kebutuhan Fisiologisterhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Telkom Kupang. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian survey, di mana instrumen penelitian ini berupa kuesioner.Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Kupang sebanyak 99 karyawan.Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 20 responden.Uji Deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics versi 21 dan uji Korelasi menggunakan rumus korelasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil pengujian menyimpulkan bahwa penghargaan atas prestasi karyawan berhubungan dengan gaji, promosi, bonus dan apresiasi terhadap prestasi kerja yang dilaksanakan oleh karyawan untuk mengetahu tingkat prestasi kerja pada perusahaan sehingga dapat melihat tingkat kualitas kerja yang bagus. Dalam hal ini yang kuat positif terhadap prestasi kerja karyawan PT Telkom Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji korelasi tersebut, diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara penghargaan atas prestasi kerja karyawan terhadap prestasi kerja karyawan dalam sebesar 0,003 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,490 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil pengujian menyimpulkan bahwa berhubungan dengan sandang, pangan dan papan terhadap prestasi kerja yang dilaksanakan oleh karyawan untuk mengetahu tingkat prestasi kerja pada perusahaan sehingga dapat melihat tingkat kualitas kerja yang bagus. Dalam hal ini yang kuat positif terhadap prestasi kerja karyawan PT Telkom Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji korelasi tersebut, diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara kebutuhan fisiologis terhadap prestasi kerja karyawan dalam sebesar 0,001 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,490 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil pengujian menyimpulkanbahwa berhubungan dengan kualitas kerja, kuantitas kerja, keandalan dan sikap denganpenghargaan dan kebutuhan fisiologis yang dilaksanakan oleh karyawan untuk mengetahu tingkat prestasi kerja pada perusahaan sehingga dapat melihat tingkat kualitas kerja yang bagus. Dalam hal ini yang kuat positif terhadap prestasi kerja karyawan PT Telkom Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji korelasi tersebut, diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara prestasi kerja karyawan terhadap penghargaan atas prestasi karyawan dengan kebutuhan fisiologis dalam sebesar 0,006 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,490 yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa penghargaan atas prestasi karyawan berhubungan positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan begitupun dengan kebutuhan fisiologis berhubungan positif dan signifikansi terhadap prestasi kerja karyawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam perusahaan yakni keterampilan kerja dan loyalitas kerja. Perusahaan dapat berjalan dengan baik apabila dibantu atau didukung oleh keterampilan dan loyalitas kerja yang baik agar dapat mencapai prestasi kerja yang efesien. Keterampilan merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh setiap karyawan karena kecakapan, kemampuan seorang karyawan dapat meyelesaikan pekerjaannya maupun tugas yang diberikan perusahaan. Loyalitasi kerja merupakan salah satu faktor mempengaruhi pegawai perusahaan serta untuk mencapai tujuan.Loyalitas kerja karywan juga sangat berperan penting dalam perusahaan agar dapatmencapai tujuan perusahaan serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan selama orang masih berstatus sebagai karyawan. Selain itu prestasi kerja juga perlu diperhatikan karena untuk mencapai hasil kerja yang efisien karyawan juga membutuhkan dukungan dari para anggota agar mencapai hasil yang tujuan yang ditargetkan perusahaan.
Tujuan penelitian Untuk mengetahui hubungan antara keterampilan kerja, loyalitas kerja, prestasi kerja serta untuk mengetahui hubungan antara. keterampilan kerja dan loyalitas kerja tehadap prestasi kerja pada PT. Sapta sari tama kupang. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT. Sapta Sari Tama Kupang yang berjumlah 20 orang karyawan.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesoner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi ranks spearman menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang mmenggunakan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa keterampilan kerja,loyalitas kerja dan prestasi kerja karyawan pada PT. Sapta Sari Tama Kupang berada dalam kategori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi rank spearman diketahui bahwa keterampilan kerja dan prestasi kerja karyawan mempunyai hubungan positif dengan keterampilan kerja yang ditunjukan dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0.21 dan corelation coffcient sebesar 1.000 dan loyalitas kerja mempunyai hubungan positif dengan prestasi kerja yang ditunjukan dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0.001 dan corelation coffcient sebesar 0.665.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya Manusia merupakan faktor utama dalam suatu usaha. Dalam hal ini tenaga pekerjaan dalam suatu perkantoran atau instansi pemerintah memiliki peran sangat penting dalam pelaksaan tugas Negara dalam melayani masyarakat. Oleh karena itu motivasi kerja dan Kedisiplin kerja sangat butuhkan untuk tercapainya kinerja yang baik. Berangkat dari hal tersebut diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian adalah: PengaruhDisiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupataen Kupang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang. Jumlah sampel pada penelitian adalah 36 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh.
Berdasarkan teknik analisis data pada penelitian ini menunjukan secara parsial menghasilkan variabel disiplin kerja dan motivasi kerja memiliki pengaruh positif terhadap prestasi kerja dengan hasil uji thitung sebesar 4,785 dengan taraf signifikan 0,000, sedangkan ttabel sebesar ἁ=0,05. Sedangkan pada pada nilai motivasi kerja memiliki nilai sebesar 2,372 dengan nilai sgnifikan 0,024. Dengan demikin dapat disimpulkan bahwa nilai persamaan Regresi linear berganda memperlihatkan Pengaruh Disiplin Kerja (X1), dan Motivasi Kerja (X2), terhadap Prestasi Kerja (Y) pada Kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang. Sedangakan dari perhitungan nilai Fhitung sebesar 28,349 dengan taraf signifikan 5%= 0,000 dan nilai df1= 2, df2 33, dengan nilai total 35, dan nilai Ftabel =3,28, karena nilai Fhitung 28,349>3,28, maka dapat disimpulkan bahwa indikator disiplin kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja Sedangkan hasil analisis pada nilai Koefisien Determinasi (R) diketahui nilai Adjusted R Square sebesar 0,610. Ini menunjukan bahwa dengan menggunakan model regresi didapatkan indikator Disiplin kerja dan motivasi kerja memiliki pengaruh positif terhadap prestasi kerja, sedangkan nilai R sebesar 795, dan std. sebesar 2,26948. Pada hasil uji hipotesis yang telah diolah menggunakan SPSS 16.00, mengemukakan bahwa nilai N=36, indikator Disiplin Kerja (X1) memperoleh nilai pearson correlation 0,755 dengan taraf signifikan 0,000, sedangkan motivasi kerja (X2) memperoleh nilai 0,533 dengan taraf signifikan 0,000 sedangkan motivasi kerja (X2) memperoleh nilai 0,533 dengan taraf signifikan 0,000<0,005, sehingga dapat disimpulkan bahwa Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja sangat berpengaruh terhadap Prestasi Kerja (Y).
Kesimpulan pada penelitian ini yaitu Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerja berpengaruh positif terhadap prestasi kerja pada Kantor Badan Daerah Kabupaten Kupang. Dengan mempertahankan elemen utama sebagai manusia untuk membiasakan tingkah laku yang baik dengan aturan yang ada untuk mencapai kinerja yang baik dan tidak merugikan orang lain. Kata Kunci: Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, Prestasi Kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota kupang terletak diujung bagian barat pulau timur juga merupakan ibu kota provinsi Nusa tenggara timur,memiliki 6 ( enam) kecamatan yakni:kecamatan alak, maulafa,kota lama,kota raja,oebobo dan kelapa lima dengan 51 kelurahan.luas wilayah kota kupang 260,127 km2. Dengan panjang garis pantai sebesar 27 km serta luas perairan laut sebesar 120 km2 terkandung potensi lestari smberdaya perikanan tangkap berupa; potensi ikan pelagis sebesar 12.000 ton/tahun dan ikan demersal 42.000 ton/tahun,potensi lahan budidaya laut seluas 40,75ha. Serta potensi luas lahan budidaya air tawar seluas 28,13m2 . Komsumsi ikan kota kupang pada tahun 2015 sebesar 23,43 kg/kapitan/tahun(64,2 Gr/ orang/hari) dengan kenaikan rata-rata sebesar 20,68%. jumlah penduduk kota kupang per Desember 2014 sebanyak 503.763 jiwa dengan laju pertumbuhan rara-rata 3,78% serta tingkat kepadatan sebesar 1.526km2. sekitar 30,51% penduduk(83.910 jiwa)bermukim di wilyah pesisir, tepatnya pada 2(dua) kecamatan yakni: kecamatan alak dan kelapa lima yang terdiri dari kelurahan pantai. Sedangkan yang berprofesi sebagai nelayan sebanyak 5,52%(4.629 jiwa), pemasaran hasil perikanan sebanyak o,60%(506 jiwa), serta pengelohan hasil perikanan sebanyak 0,13% (112jiwa)
Prestasi Kerja menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2005) “Prestasi kerja (Kinerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Kemudian menurut Hasibuan (2001) mengemukakan “Prestasi kerja (Kinerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu”. Prabowo (2005) mengemukakan bahwa prestasi lebih merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang untuk mengetahui sejauh mana seseorang mencapai prestasi yang diukur atau dinilai.
Kemampuan adalah sifat yang di bawa sejak lahir/dipelajari yang memungkinkan seseorang menyelesaikan tugasnya (Gibson, 1989). Kemampuan menunjukkan potensi orang untuk melaksanakan tugas/pekerjaan (Gibson, 1989 ) Kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugasnya merupakan perwujudan dari pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh (Kenneth H. 27 Blanchard, 1986 Kematangan pekerjaan (kemampuan) dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukan sesuatu.
Hal ini berkaitan dengan pengetahuan dan ketrampilan Hasibuan (2001) adalah: “Tunjangan Kesejahteraan karyawan adalah balas jasa pelengkap (material dan non material) yang di berikan berdasarkan kebijaksanaan, tujuannya untuk mempertahankan dan 30 memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar produktivitas kerjanya meningkat”.
Dengan pemberian tunjangan tersebut diharapkan berpengaruh terhadap semangat dan kegairahan kerja pegawai sehingga tujuan organisasi dapat tercapai Hasil Penelitian (2015) yang berjudul” Pengaruh Kemampuan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasaan Kerja Serta Kinerja Pegawai Pada Badan Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan Provinsi Kalimatan Barat “Menyatakan Bahwa Kemampuan Kerja Berpengaruh signifikan terhadap prestasi pegawai.sesuai dengan judul yang di teliti” Pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai Dan Tunjangan Kesejahteraan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota Kupang Dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai Dan Tunjangan Kesejahteraan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota Kupang. Konsep-konsep penelitian ini adalah: a. Prestasi kerja (Kinerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Kemudian menurut Hasibuan (2001) mengemukakan “Prestasi kerja (Kinerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas tugas.
Dari hasil penelitian ini menujukkan bahwa Pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai Dan Tunjangan Kesejahteraan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota Kupang.oleh karena itu pihak dinas kelautan dan perikanan kota kupang juga harus pemberian prestasi berupa pujian serta adanya kesempatan untuk beraktifitas bagi pegawai akan setia terhadap perusahaan.