ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project dalam bidang tenaga listrik PLTMG (peaker) 40 MW kupang”. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah : pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prestasi Kerja terhadap kepuasan kerja karyawan dan Untuk menganalisis pengaruh karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang sebanyak 30 karyawan yang terpilih sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner sedangkan teknis analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji f), dan koefisien determinasi (R2). Berdasarkan persamaan regresi linear berganda Y= 18,791 + 0.453 X1 + 0.256 X2. Diketahui konstan regresi sebesar 18.791 sedangkan koefesien regresi (b1) sebesar 0,453 artinya jika nilai prestasi kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kepuasan kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,453 atau 45,3% maka terbukti hipotesisi yang menyatakan prestasi kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Artinya semakin baik prestasi kerja karyawan (X1) maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji parsial (uji t) variabel prestasi kerja (X1). Diketahui uji t, thitung = 3,939 dan ttabel =1,703 dapat disimpulkan bahwa Jika nilai thitung 3,939>ttabel 1,703 dan tsignifikan 0,0001
Kata kunci : Prestasi kerja,karakteristik pekerjaan, dan kepuasan kerja karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP LOYALITAS PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN MAULAFA KUPANG
Sumber daya manusia adalah individu yang bekerja dalam suatu organisasi, baik perusahaan maupun instansi yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga perlu adanya pelatihan dan pengembangan untuk kemampuanya. Sumber daya manusia merupakan faktor yang penting bahkan tidak bisa dilepaskan dalam suatu organisasi. Sumber daya manusia juga menjadi salah satu kunci penentu berkembangnya organisasi. Karakteristik pekerjaan merupakan sifat dari tugas yang meliputi tanggung jawab, macam tugas dan tingkat kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan itu sendiri. Pengembangankarir adalah eksplorasi, pemantapan, keberhasilan dan pemenuhan karir seseorang.Loyalitas atau kesetiaan merupakan salah satu unsur yang digunakan dalam penilaian karyawan yang mencakup kesetiaan terhadap pekerjaannya, jabatannya dan organisasi.Populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa, hal atau orang yang memiliki karakteristik yang serupa yang menjadi pusat perhatian seorang peneliti. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang ada. Sampel pada penelitian kali ini adalah seluruh pegawai Pada Kantor Camat Maulafa Kupangyang berjumlah 23 orang. Analisis Pendahuluan dilakukan untuk mendeskripsikan berbagai karakteristik masing-masing indikator untuk menjelaskan konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.
Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel karakteristik pekerjaan (X1) memiliki pengaruh terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 6,480 dengan tingkat signifikan 0,000 sehingga variabel bebas karakteristik pekerjaan berpengaruh terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang.Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel pengembangan karir (X2) berpengaruh terhadap loyalitas pegawai (Y) pada pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang, hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 4,372 dengan tingkat signifikan 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengembangan karir berpengaruh signifikan secara parsial terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang.Diketahui bahwa karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2.Diketahui bahwa pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2. Variabel karakteristis pekerjaan dan pengembangan karir berpengaruh loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2. Hasil penelitian ini itdak sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Charlos Alexander Lumiu dalam penelitiannya dengan judul Pengaruh Karakteristik Pekerjaan, Pengembangan Karir Dan Kompensasi Terhadap Loyalitas karyawan, berdasarkan hasil pengujian hipotesis, ditemukan bahwa variabel Pengembangan Karir tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap Loyalitas Karyawan. Artinya semakin tinggi Pengembangan Karir tidak akan mengakibatkan tinggi rendahnya Loyalitas Karyawan. dan juga hasil pengujian hipotesis, ditemukan bahwa variabel Kompensasi memiliki hubungan secara langsung dengan variabel loyalitas karyawan. Artinya semakin tinggi kompensasi akan mengakibatkan semakin tinggi loyalitas karyawan.Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel karakteristik pekerjaan dan pengembangan karir berpengaruh tehadap loyalitas pegawai maka disarankan kepada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang untuk selalu memperhatikan karakteristik pekerjaan dan pengembangan karir agar para pegawai merasa puas dan nyaman serta terus menjadi pegawai yang tetap maupun setia kepada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Tujuan penelitian yaitu : untuk mengetahui Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Metode penelitian dalan penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU, Sebanyak 31 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji simultan (uji F), dan Koefisien Determinasi (R2) . Berdasarkan persamaan regresi linear berganda : Y=70.575 + 0,418X1 + 0,333X2 + e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 70.575,sedangkan koefisien b1 adalah 0,418 dan b2 adalah 0,333. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 70.575 artinya jika nilai karakteristik pekerjaan (X1) dan karakteristik individu (X2) sama dengan nol , kinerja UMKM (Y) memiliki nilai sebesar 70.575. sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,418 artinya jika karakteristik pekerjaan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 unit , maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,418. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik pekerjaan (X1) dengan Kinerja UMKM (Y). dan koefisien regresi (b2) sebesar 0,333 artinya jika karakteristik individu (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 unit, maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,333. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik individu (X2) dengan kinerja UMKM(Y). xv Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Secara parsial karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Dan secara simultan Karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu berpengaruh secara Bersama-sama terhadap kinerja UMKM kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam setiap organisasi memiliki cara tersendiri dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia untuk mencapai visi organisasi. Keberhasilan dalam setiap rencana organisasi merupakan satu ukuran tersendiri didalam diri masing masing individu yang ada dalam organisasi, Hal ini akan memberikan konsekuensi bahwa setiap organisasi harus merespon dan menghadapi semua tantangan yang terkait dengan perubahan lingkungan strategis. Agar tercapainya tujuan organisasi yang baik dimasa yang akan datang maka sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan Sumber Daya manusia mempunyai peran yang sangat penting seperti yang diketahui bahwa kinerja organisasi dipengaruhi dengan kualitas sumber daya manusianya. Kinerja yang baik merupakan hal yang tentunya diinginkan pencapaiannya oleh setiap perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaanya yaitu sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya dan merupakan hasil kerja yang telah dicapai oleh seseorang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, dengan standar tersebut diharapkan kinerja seseorang dalam sebuah organisasi mampu menghasilkan mutu pekerjaan yang baik serta jumlah pekerjaan yang sesuai dengan standar (Siti Hidayah dan Haryani, 2013). Menurut Viethzal (2004: 309) kinerja pegawai adalah suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Kinerja merupakan pelaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam organisasi. Kinerja pegawai merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya organisasi untuk mencapai tujuannya. Aspek yang paling mendasar dalam pengelolaan pegawai dalam organisasi adalah berkaitan dengan pengelolaan sikap kearah yang positif, sehingga karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural pegawai dapat mencapai hasil yang positif pula dalam peningkatan kinerja pegawai tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah karakteristik pekerjaan. Membahas masalah karakteristik tidak lepas dari membahas rancangan pekerjaan. Menurut Handoko (2012: 155) menjelaskan bahwa karakteristik pekerjaan sangat mempengaruhi kinerja pegawai. Hal ini dikarenakan karakteristik pekerjaan adalah keberadaan suatu pekerjaan dalam organisasi yang disusun mulai dari design pekerjaan yaitu penetapan kegiatan-kegiatan individu atau kelompok karyawan secara organisasi. Selain itu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai adalah keadilan prosedural. Hal ini dikarenakan Perlakuan adil secara prosedur telah didemonstrasikan dapat meningkatkan kinerja pegawai (Rakhmawati Hijiyanti, 2013). Oleh sebab itu, keadilan dikatakan ada apabila karyawan merasa imbalan yang mereka terima sama dengan apa yang karyawan lain terima dengan kinerja dan pekerjaan yang sama. Menurut Rakmawati Hajiyanti (2013) menyatakan bahwa keadilan prosedural adalah persepsi yang ditujukan oleh karyawan ketika melihat perusahaan dalam menjalankan aturan-aturan yang ada. Dengan demikian, apabila aturan dilaksanakan dengan baik oleh perusahaan maka pegawai merasa diperlakukan secara adil dan sebaliknya. Jadi individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya keadilan prosedural pada saat aturan prosedur yang ada dalam organisasi dapat dilaksanakan dengan baik oleh para pengambil kebijakan. Sebaliknya apabila prosedur tersebut dilanggar maka individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya ketidak-adilan. Oleh karena itu, keputusan dibuat secara konsisten tanpa adanya pengaruh kepentingan pribadi di dalamnya. Penelitian ini dilakukan di Badan Pusat Statistik yaitu Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Badan Pusat Statistik memiliki visi, misi dan tujuan yang harus dicapai oleh setiap pegawainya. Dalam pencapaian visi, misis dan tujuan maka, dibutukan kinerja dari pegawai. Hal ini perlu dilihat dari sisi karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural agar dapat mencapai hasil maksimal. Sehingga yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan pegawai pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang yang berjumlah 30 orang pegawai. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan persamaan regresi linier berganda .yaitu Y = 4.012 + 0.337X1+ 0.263X2+e . Dari hasil tersebut menunjukan bahwa Koefisien bernilai positif yang artinya bahwa terjadi hubungan positif karakteristik pekerjaan dan Keadilan Prosedural terhadap Kinerja Pegawai. Hal lain dilihat juga dari perolehan uji T (Secara Parsial) dengan nilai signifikan karakteristik pekerjaan sebesar 0.0190,05 dan nilai 2.505>1.703 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial Ha diterima dan Ho ditolak atau variabel Karakteristik Pekerjaan (X1) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Sedangkan keadilan prosedural memperoleh nilai signifikansebesar 0.0040,05 dan nilai 3.135>1.703 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial Ha diterima dan Ho ditolak atau variabel Keadilan Prosedural (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Selain dari pada itu perolehan koefisien determinasinya (R2) adalah sebesar 0.557. Sehingga 55.7% variabel kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh variabel karakteristik pekerjaan (X1), dan variabel keadilan prosedural (X2) Sedangkan selisihnya 44.3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.