ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pengaruh Subtitusi Tepung Jali (Coix Laryma-Jobi L) Dan Penambahan Puree Labu Kuning (Cucurbita Moschata) Terhadap Sifat Organoleptik
Pada Cake
Mowata, H) ** Solle, H ** Ballo, A) **
Tepung jali dapat dimanfaatkan untuk berbagai olahan makanan, salah satunya pembuatan cake. Purre labu kuning merupakan hasil olahan dari bahan dasar tumbuhan dari labu kuning (cucurbita moschata) yaitu dari buah dengan proses pembuatan yang sederhana dan dengan bahan yang mudah di dapat. Subtitusi tepung labu kuning dan koro pedang terhadap terigu pada pembuatan cake berpengaruh nyata terhadap kesukaan warna, rasa, tekstur, keseluruhan, warna (hue dan chroma), daya kembang, staleness, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar karbohidrat, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap aroma, dan kadar air. Formulasi yang terbaik pada pembuatan cake adalah P5 (50% terigu: 10% tepung labu kuning: 40%tepung koro pedang). (Hendrasty, H.K. 2003).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tepung jali dan puree labu kuning, mengetahui pengaruh subtitusi tepung jali dan penambahan puree labu kuning terhadap sifat organoleptik pada cake yang meliputi aroma, rasa, stektur serta tingkat kesukaan. Metode yang di gunakaan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Hasil penelitian dalam pemanfaatan tepung Jali dan Pure Labu Kuning dalam pembuatan Cake, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tepung Jali terasa lebih kasar di banding dengan puree Labu Kuning selain itu tepung Jali juga terasa lebih kasar dan kering, di banding puree Labu Kuning yang basa dan lembut. Untuk teksturnya tepung Jali terasa lebih kering ketika di sentuh. Pengaruh penambahan puree Labu Kuning lebih dari 300gr pada pembuatan cake sehingga dapat berpengaruh secara nyata pada warna, aroma, tekstur, dan rasa pada cake, sedangkan pada sampel terbaik yaitu sampel P1 (penggunaan tepung Jali 100gr dan puree Labu Kuning 400gr) dengan nilai rata-rata warna 4,80, aroma: 4,85, tekstur :4,95 dan rasa: 4,80.
Kata kunci: Puree labu kuning, Tepung Jali
Keterangan :
Peneliti )*
Pembimbing )**
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KARAKTERISASI SIFAT FISIK BUAH LABU KUNING DAN RENDEMEN TEPUNG SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI TEPUNG LABU
Maria Irnasulinda ¹ )Ir. Andreas I. Medah,Mp ²)Ir. Zet Malelak,M.Si ³ )
ABSTRAK
Labu kuning merupakan jenis Cucurbita moschata memiliki warna kuning. Warna kuningpada buah labu disebabkan adanya pigmen karatenoid yang sebagian besar berbentuk betakaroten yang bermanfaat untuk sintesis vitamin A pada tubuh manusia.
Penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi sifat fisik buah labu kuning yang ada pada lima pasar dikabupaten Kupang. Penelitian ini merupaka penelitian Deskriptif yaitu dengan memulai pengamatan dan Observasi kepada objek dan memcatatnya dari kebutuhan karakterisasi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu uji fisik pada karakterisasi labu kuning.
Berdasarkan data yang disimpulkan bahwa karakterisasi labu di kabupaten kupang dengan lima pasar yang berbeda yaitu Pasar Baun, Pasar Oekabiti, Pasar Takari, Pasar Camplong, Pasar Oesao, perlakuan\pasar yang paling baik untuk menghasilkan produk tepung labu kuning adalah Pasar Baun dengan nilai rata-rata volume labu 13,554 gram, nilai rata-rata bijilabukuning 52,6 gram dan nilai rata-rata tepung labukuning 133 gram.
Kata Kunci: Karakterisasi, labu kuning, kabupaten kupang.
Keterangan
¹) Peneliti
²) Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERBANDINGAN TEPUNG KELOR ( Moringa Oliafera Lam)DAN TEPUNG LABUKUNING (Cucurbita moschata. D) PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK CAKE (AMA FERDI TAGI HUMA*) (Ir. M. NUHAMARA MP **)( Ir. I.D.A.A.R.R.AdI, MP **) Penelitian bertujuan untuk mengtahui perbandingan rasio tepung kelor dan tepung labu kuning pada tepung terigu dalam menghasilkan kualitas cake. Penelitian ini di laksanakan pada bulan juli tahun 2021 bertempat di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase tepung kelor 1% tepung labu kuning 10%, tepung kelor 2,5% tepung labu kuning 20% dan tepung kelor 5% tepung labu kuning 25%. variabel yang di amati adalah aroma, rasa, warna dan tekstur. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik organoleptik terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan warna 4,58 tekstur 4,75 aroma 4,58 dan rasa 4,75 dengan kategori sangat suka Kata Kunci : Tepung Kelor, Tepung Labu Kuning, Tepung Terigu, Cake.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BISKUIT Feronika Mo’i*) , Lesybeth M Nubatonis**) Zet Malelak**) ABSTRAK Biskuit adalah produk panggang dalam bentuk potongan kecil dan mempunyai tekstur atau konsistensi yang kering, renyah dan tekstur berpori lebih rapat Penelitian ini tentang Penambahan tepung labu kuning pada tepung terigu terhadap sifat fisik kimia dan organoleptik biskuit dan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. analisis menunjukan bahwa Perlakuan lama waktu pembuatan dalam menghasilkan biskuit memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap organoleptik biskuit yaitu aroma, warna, rasa dan tekstur biskuit. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan yang tepat dengan lama waktu pembuatan dalam menghasilkan biskuit terdapat pada perlakuan D 15 menit yang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variabel yaitu tingkat kesukaan aroma biskuit (4,611) sangat suka, rasa biskuit (4,77) sangat suka, warna biskuit (4,567) sangat suka tekstur biskuit (4,711). Kata Kunci : labu kuning, pembuatan ,biskuit, aroma, rasa, warna, tekstur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG KULIT PISANG RAJA (Musa Paradisiaca Var Raja) TERHADAP SIFAT FISIK, Dan ORGANOLEPTIK SELAI LABU KUNING (Cucurbita moschata. D) SEBAGAI SUMBER PEKTIN (ATOK FAHIK GUIDO*) (Ir. M. NUHAMARA MP **)( Ir. I.D.A.A.R.R.AdI, MP **) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi tepung kulit pisang raja terhadap karakteristik sifat fisik, kimia, dan organoleptik selai labu kuning. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase 0%, 2%,4% dan 6%. variabel yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu rasa, warna, aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan tepung kulit pisang raja berpengaruh terhadap karakteristik sifat fisik, kimia, dan organoleptik selai labu kuning yang dihasilkan. Perlakuan terbaik yaitu penambahan tepung kulit pisang kepok sebanyak 2% dengan sifat organoleptik yakni: skor aroma 3,75 (khas labu kuning); skor rasa 3,42, (khas labu kuning); skor warna 3,41 (orange). Sedangkan hasil analisis kimia selai labu kuning yang diberi perlakuan penambahan tepung kulit pisang raja sebanyak 2% yaitu kadar air sebesar 64,924 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 April sampai dengan 10 Mei di laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh biskuit yang renyah dengan rasa, warna, dan tekstur yang paling disukai konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 15 unit percobaan dengan presentase substitusi tepung labu kuning 0%, 10%, 20%, 30%, 40%. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah uji Rasa, Warna, dan Tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B 10% menghasilkan nilai tertinggi Rasa 4,822 (sangat suka), Warna 4,578 (sangat suka), Tekstur 4,711 (sangat suka).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi serbuk biji labu kuning terhadap pembuatan tempe. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali dengan presentase 0%, 10%, 15%, 20% serbuk biji labu kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Ananlisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan substitusi 10% terhadap rasa tempe yang tertinggi dengan skor 4,756 (sangat suka), warna tempe yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 4,600 (sangat suka) Dan aroma tempe yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 4,644 (sangat suka) .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI TENTANG KOMPOSISI BETA KAROTEN DAN DAYA TERIMA CENDOL BERBASIS CAMPURAN TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR LABU KUNING (Cucurbhita Moschata) Demetria M.H. Lekik*), Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT**), Ir. M. Nuhamara, MP**) (Fakultas Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang) ABSTRAK Labu merupakan kelompok tumbuhan merambat dari famili Cucurbitaceae. Labu kuning kaya akan beta (β) karoten yang berfungsi sebagai prekursor vitamin A (Astawan, 2004) juga memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi (Gardjito, 2005). Cendol adalah produk olahan pangan yang berbahan dasar tepung hunkwe dan tepung beras, memiliki tekstur yang kenyal dan mempunyai ciri khas berwarna hijau (Rahman, dkk., 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pencampuran tepung tapioka dengan bubur labu kuning terhadap organoleptik (rasa, warna dan tekstur) sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari labu kuning. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan presentase 0%, 50%, 55%, 60% bubur labu kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan 60%, yang dimana proporsi bubur labu kuning 60% terhadap tekstur cendol labu kuning yang tertinggi dengan skor 3,6, rasa cendol labu kuning yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 60% dengan skor 3,8, warna cendol yang sesuai dengan pengamatan terhadap kartu warna makanan, warna yang paling tegas terdapat pada perlakuan 60% dengan indikator warna orange 021.