Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: kerapatan mangrove
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kesehatan Hutan Mangrove Dengan Menggunakan Metode Hemispherical Photography di Pantai Abudenok, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FILIPUS YACOBUS FENDIRIKUS SERAN (18380046). Analisis Kesehatan Hutan Mangrove Dengan Menggunakan Metode Hemispherical Photography di Pantai Abudenok, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing I dan Ir. YOHANES MERRYANTO, S. M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di daerah pasang surut dengan karakterisktik tanah berlumpur atau berpasir serta memiliki kemampuan adaptasi sangat baik ketika daerah pasang surut mengalami surut terendah sampai pasang tertinggi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Metode ini dipilih karena memiliki kelebihan seperti waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan lebih minimum dengan cangkupan wilayah yang telah mewakili kondisi tutupan mangrove di kawasan Pantai Abudenok. Penentuan titik stasiun penelitian dilakukan dengan pengamatan secara langsung dilapangan ketika survei pendahuluan (ground check). Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi vegetasi mangrove yang ditemukan berdasarkan identifikasi morfologi seperti ciri dari bentuk akar, buah dan daun di Pantai Abudenok sebanyak 5 (lima) jenis dari 3 (tiga) famili yaitu Avicenniaceae, Sonneratiaceae dan Rhizophoraceae. Dari keseluruhan stasiun penelitian, nilai persentase tutupan mangrove tertinggi terdapat pada stasiun II dengan nilai persentase 71,40%, selanjutnya diikuti oleh stasiun III dengan nilai persentase 53,51% dan nilai persentase terendah terdapat pada stasiun I dengan nilai persentase 44,72%. Nilai rata-rata persentase tutupan mangrove seluruh stasiun memperoleh nilai mencapai 56,54%. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 201 tahun 2004 tentang Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove, hal ini dapat dikatakan status kondisi tutupan mangrove tergolong dalam kondisi sedang atau baik. Hasil analisis data kerapatan mangrove berdasarkan tingkat pohon pada berbagai vegetasi mangrove didapatkan hasil yang berbeda-beda pada setiap stasiun. Jumlah total kerapatan pohon seluruh jenis mangrove pada setiap stasiun berkisar antara 933,32-1466,66 pohon/ha. Nilai rata-rata kerapatan mangrove di Pantai Abudenok mencapai 1188,88 pohon/ha dengan kondisi kerapatan mangrove di Pantai Abudenok tergolong sedang atau baik. Kerapatan jenis tertinggi pada stasiun I adalah jenis Avicennia officinalis dan Rhizophora stylosa (433,33 pohon/ha), stasiun II tertinggi pada jenis Avicennia officinalis (533,33 pohon/ha), dan pada stasiun III nilai tertinggi pada jenis Rhizophora stylosa (500 pohon/ha).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE TERHADAP LAJU TRANSPOR SEDIMEN DI KAWASAN EKOWISATA MANGROVE KELURAHAN OESAPA BARAT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN MARIANA NADUASTI PENY (16383510) Hubungan Kerapatan Mangrove Terhadap Laju Transpor Sedimen di Kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Oesapa Barat. Ir. Yohanes Merryanto S., M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing 1 dan Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing 2. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Mangrove memiliki berbagai manfaat, salah satunya mengendalikan transpor sedimen. Kelurahan Oesapa Barat memiliki vegetasi mangrove yang cukup luas di wilayah Kota Kupang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen di kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Oesapa Barat. Metode purposive sampling pada kondisi kerapatan tinggi dan rendah untuk menghitung kerapatan mangrove. Penempatan sediment trap pada bagian depan, tengah dan belakang vegetasi mangrove untuk mengetahui laju transpor sedimen. Suhu perairan, kecepatan arus dan kedalaman perairan menjadi parameter yang diukur. Analisis korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen. Jenis mangrove yang ditemukan yaitu Avicennia alba, Lumnitzera racemose, Rhizopora mucronata dan Sonneratia alba. Hasil penelitian menunjukan hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen bernilai -1 yang berarti kerapatan mangrove yang semakin tinggi menyebabkan laju transpor sedimen semakin rendah dan sebaliknya. Kata kunci: Kerapatan mangrove, laju transpor sedimen, ekowisata Kelurahan Oesapa Barat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail