Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: vegetasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS VEGETASI DAN KEANEKARAGAMAN MANGROVE DI DESA BOKONUSAN KECAMATAN SEMAU KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu Provinsi yang memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Salah satu keanekaragaman hayati yang sangat potensial adalah mangrove. NTT menempati urutan kesembilan sebagai luas hutan mangrove terbesar di Indonesia dengan populasi mencapai 40.614,11 ha. Mangrove adalah salah satu jenis tumbuhan yang mampu hidup pada kondisi genangan air pesisir pantai dengan status salinitas yang tinggi. Hutan mangrove mempunyai fungsi yang sangat penting dalam memelihara keseimbangan siklus biologi di suatu perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis vegetasi dan keanekaragaman jenis mangrove di Desa Bokonusan Kecamatan Semau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode line transect dengan menggunakan teknik sampling kuadrat. Hasil penelitian menunjukan Jenis mangrove yang ditemukan di Desa Bokonusan Kecamatan Semau terdiri dari 3 famili yaitu Avicenniacea, Rhyzoporaceae dan Soneratiaceae yang terbagi dalam 3 spesies yaitu Avicennia lanata, Rhizopora stylosa dan Soneratia alba. Berdasarkan hasil analisis vegetasi mangrove tingkat pohon, pancang dan semai di dominasi oleh spesies Rhyzopora stylosa dengan nilai kerapatan tertinggi pada tingkat semai sebesar 8,83 ind/m2 .Nilai dominansi tertinggi terdapat pada spesies Soneratia alba sebesar 1,55. Nilai frekuensi tertinggi terdapat pada tingkat semai dengan nilai sebesar 2 dan nilai indeks penting tertinggi sebesar 165% pada tingkat pohon. Hasil perhitungan Nilai H’ keanekaragaman spesies mangrove pada lokasi penelitian S1 (0,71), S2 (0,79), S3 (0,74) dan S4 (0,73) sedangkan jumlah spesies S1 (53), S2 (96), S3 (75) dan S4 (50). Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa Analisis vegetasi mangrove di Desa Bokonusan tingkat pohon, pancang dan semai termasuk dalam kategori sedang. Hal ini dapat dilihat dari besarnya indeks nilai penting yaitu >100% dan indeks keanekaragaman yang diperoleh pada SI sampai dengan S4 menunjukan tingkat keanekaragaman jenis berada pada kategori rendah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN VEGETASI DI HUTAN SUAKA MARGASATWA KATERI KABUPATEN MALAKA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suaka margasatwa kateri merupakan salah satu kawasan konservasi yang secara administratif berada di antara dua kabupaten yakni Kabupaten Malaka dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Keanekaragaman Vegetasi di Hutan Suaka Margasatwa Kateri Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan plot kuadrat. Hasil penelitian menunjukan Vegetasi yang ditemukan di Hutan Suaka Margasatwa Kateri yaitu 13 Famili dan 14 spesies tanaman diantaranya T. Indica L., F. benjamina L., Z.mauritiana Lam., C. utan, T. grandis L., G. arborea Roxb., A. scholaris L., S. pinnata, A. moluccana L., S. oleosa Merr., L. leucocephalaLam. de W., A. catechu., S. grandiflora L., S. macrophylla King. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan komposisi jenis vegetasi yang dinyatakan berdasarkan observasi serta melakukan pengukuran dan perhitungan indeks keanekaragaman kerapatan, frekuensi, dan dominasi. Berdasarkan hasil perhitungan indeks keanekaragaman spesies vegetasi diperoleh berada pada kategori rendah sampai sedang. Kerapatan (K) semai tertinggi terdapat pada tanaman C.utan (0.17 ind/m2) dan kerapatan relatif (KR) (30.00 %). K pancang tertinggi terdapat pada tanaman T. grandis Linn. F (0.12 (ind/m2) dan KR (61.11%). K pohon tertinggi terdapat pada tanaman A. moluccana (0.01 ind/m2) dan KR (18.39%). Frekuensi (F) semai tertinggi terdapat tanaman T. grandis Linn. F (1.00 ind/m2) dan frekuensi relative (FR) (26.32%). F pancang tertinggi terdapat pada tanaman T. grandis Linn. F (1.00 ind/m2) dan FR (27.78%). F pohon tertinggi terdapat pada tanaman T. Indica L. dan T. grandis Linn. F (1.00 ind/m2) dan FR (26.32%). Dominasi (D) semai tertinggi terdapat pada tanaman T. grandis Linn. F (0.08 ind/m2) dan Dominasi relatif (DO) (21.62%). D pancang terdapat pada tanaman Areca catechu L. (0.17 ind/m2) dan DO (24.57%). D pohon tertinggi terdapat pada tanaman C.utan (15.05 ind/m2) dan DO (25.80%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Etnobotani dan Analisis Vegetasi Tumbuhan Obat Tradisional Di Hutan Wisata Alam Laputih Kabupaten Sumba Timur

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu daerah yang memiliki keanekaragaman hayati dimana terdapat berbagai jenis tumbuhan berkhasiat obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat, Organ tumbuhan yang di gunakan dan cara pengolahannya. dan untuk mengetahui kelimpahan tumbuhan obat Di Hutan Wisata Alam Laputi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang diamati baik dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. pengambilan sampel dan pengumpulan data di lokasi menggunakan metode belt transek dengan transek kuadran. Dalam pengumpulan data vegetasi dalam penelitian ini menggunakan 3 lokasi yang berbeda yaitu lokasi ditempat yang dekat air terjun, danau dan tempat kering atau bebatuan. Data tumbuhan obat yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel. Untuk menghitung keanekaragaman tumbuhan pada plot digunakan rumus keanekaragaman Shanon-Wiener. Data vegetasi dianalisis dengan menggunakan rumus kerapatan, frekuensi dan dominasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Hutan Wisata Alam Laputi Desa Praingkareha terdapat 23 jenis tumbuhan yang berkhasiat obat yang digunakan oleh pengobat tradisional dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Bagian organ tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan yaitu akar, batang, daun, biji dan rimpang.Cara mengolah tumbuhan tersebut yaitu dengan cara dihaluskan, dimasak dan direbus. Hasil penghitungan nilai kerapatan dan kerapatan relatif. Nilai tertinggi untuk tingkat pertumbuhan semai yaitu Piper betle L K (1,5), KR (22.222%). Tingkat Tiang nilai tertiggi yaitu, Psidium guajavaK (50), KR (0,166%). Tingkat pertumbuhan tertinggi pada pohon yaitu, Cassia siamea LamkK (0,01), KR (80,645%).Hasil penghitungan nilai frekuensi dan frekuensi relatif untuk tingkat pertumbuhan semai yaitu Piper betle L F(0,277), FR (29,562%). Tingkat Perdu nilai tertinggi yaitu, Psidium guajava (0,166), FR (10,553%). Tingkat pertumbuhan tertinggi pada pohon yaitu, Cassia siamea Lamk F (0,222), FR (33,484%) dan S. Macrophylla F (0,138, FR (20,814%).Hasil penghitungan dominansi dan dominansi relatif, nilai tertinggi untuk tingkat pertumbuhan perdu yaitu, Hibiscus rosa-sinensis, D (1,398), DR (28,974%)danSauropus androgynusD (1,185), DR (24,559%). Nilai tertinggi untuk tingkat pohon yaitu S. Macrophylla D (3,602), DR (38,388%).Perlu peningkatan upaya budidaya tumbuhan yang berpotensi sebagai obat tradisional Kata kunci: Etnobotani, Analisis Vegetasi, Tumbuhan Obat Tradisional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail