ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggetahui penerimaaan asli daerah (PAD) Kabupaten Timor Tengah Selatan yaitu dengan membandingkan (PAD) sebelumnya diberlakukan otonomi daerah (mengambil data dari tahun anggaran 2007 sampai 2020) dan pada era pelakanaan otonomi daerah ( data tahun 2017 sampai 2020). Data yang dibutuhkan adalah data sekunder dari badan pusat statistik .Hipotesis penelitian ini adalah efisiesi,efektivitas,elastisitas PAD dan matrik potensi PAD penelitian ini juga menganalisis kontribusi PAD terhadap penerimaan anggaran pendapatan dalam keuangan daerah kabupaten timor tengah selatandengan melihat seberapa besar kontribusi PAD terhadap ASPBD serta menganalisis prospek penerimaan PAD lima tahun kedepan,selain itu penelitian ini juga ini juga menghitung perbedaan peneriaan PAD antar sebelum dan pada saat Otonomi daerah dilaksanakan.penelitian ini merupakan survay atas data sekunder yang mengambil lokasi di kabupaten timor tengah selatan dengan menggunakan data-data yang diolah dan di kumpulkan akan diolah menggunakkan beberapa rasio efesiensi,efektivitas ,elastisitas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN MARIA GUNDULFA LURUK (15380137). Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Bandeng (Chanos-Chanos) di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka”. ALFRED G.O KASE S.Pi. M.Si, Ph.D dan Ir. IZAAK ANGWARMASSE M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kabupaten Malaka merupakan salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang memiliki wilayah pesisir pantai yang cukup luas. Salah satu usaha yang memanfaatkan wilayah pesisir di kabupaten tersebut adalah usaha budidaya tambak ikan bandeng. Berdasarkan fakta tersebut, maka dilakukan penelitian ilmiah dengan tujuan untuk mengetahui Kelayakan usaha dan pendapatan budidaya tambak ikan bandeng di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilakukan di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, dimulai dari bulan Mei-Juni 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode acak sampel sederhana (Simple Random Sampling), dimana total sampel responden sebanyak 28 orang. Data yang diperoleh dalam penelitian ini, terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh ini, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Setelah data penelitian ini diolah dan dianalisis, maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa lokasi penelitian sangat cocok dijadikan sebagai tempat budidaya tambak ikan bandeng. Rata-rata responden mengakui bahwa usaha budidaya tambak ikan bandeng lebih menguntungkan daripada usaha lainnya. Teknik budidaya yang gunakan, yaitu, teknik budididaya tradisional dan teknik semi intensif, dimana pembudidaya yang mnggunakan teknik budidaya tradisional sebanyak 25 orang dan yang menggunakan teknik budidaya semi intensif sebanyak 3 orang. Sedangkan hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata untuk teknik budidaya semi intensif sebesar Rp.10.813.666,67 dan untuk teknik budidaya tradisional sebesar Rp.9.393.960, dimana teknik budidaya semi intensif lebih menguntungkan daripada teknik budidaya tradisional. Hasil perhitungan nilai B/C Ratio, nilai Break Event Point (BEP) dan nilai Return on Investment (ROI) untuk teknik budidaya tradisional, berturut-turut 1,85, 220,12 Kg (Rp 26.975,59/Kg) dan 85,35%. Sedangkan, hasil perhitungan nilai B/C Ratio, nilai Break Event Point (BEP) dan nilai Return on Investment (ROI) untuk teknik budidaya semi intensif, berturut-turut 1,76, 283,73 Kg (Rp 32.737.94/Kg) dan 76,23%. Berdasarkan tingkat pendapatan dan nilai B/C Ratio, BEP dan ROI dari kedua teknik budidaya tambak ikan bandeng tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya tambak di Desa Motaain menguntungkan dan layak dilakukan. Kata Kunci : Analisis Kelayakan, Analisis Pendapatan, Bandeng, semi intensif dan tradisional, Motaain.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ARSO SARGOSA SAU (15380136). Analisis Pendapatan Nelayan Tangkap Jaring Insang (Gill Net) Di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur WILSON L. TISERA., S.Pi M. Si, Ph.D dan DONNY M. BESSIE.,S.Pi, M.Si, sebagai pembimbing I dan II Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Jaring insang gill net merupakan alat tangkap yang sebagian besar digunakan oleh nelayan di Kecamatan Borong. Demikian kajian tentang analisis pendapatan nelayan tangkap jaring insang gill net yang diangkat dari jumlah produksi hasil rangkapan dan biaya operasional, harga jual yang dikeluarkan penting untuk dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui berapa besar pendapatan nelayan tangkap pada usaha perikanan Jaring Insang (Gill Net) di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dan metode deskriptif, data skunder yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian ini menujukan besarnya jumlah rata-rata hasil tangkapan nelayan jaring insang gill net di Kecamatan Borong 1,950 kg/bulan besarnya rata-rata total biaya yang dikeluarkan pada usaha nelayan tangkap jaring insang gill net di Kecamatan Borong sebesar Rp. 13.212.766/ bulan, dan rata-rata pendapatan bersih nelayan tangkap jaring insang gill net di Kecamatan Borong sebesar Rp 19.287.270/ bulan