Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

DICSON ATTE

2 karya publik ditemukan.

2021: 2

Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK DICSON ATTE (14390014). Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Dibawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M LAKAPU. S.Si., M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan sinar matahari dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui Mengetahui teknik pengolahan garam krosok secara tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Mengetahui mutu garam krosok secara kimiawi antara lain: kadar air, kadar NaCl, iodium dan mineral (magnesium, kalium dan kalsium), serta organoleptik (warna dan bau) di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo dan Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk melakukan pengujian kadar air, sedangkan untuk melakukan pengujian organoleptik di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang dan untuk pengujian kadar NaCl, Mineral dan Iodium di Laboratoriun PT. Saraswati Indo Genetech Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam krosok yang diproduksi secara tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, kadar air garam krosok pada pengujian I yaitu 3,15% dan pengujian II yaitu 3,18%, kadar NaCl garam krosok yaitu 82,30%, iodium garam krosok yaitu 3,31 mg/kg, kadar mineral garam krosok hasil pengolahan secara tradisional yaitu (magnesium 866,22 mg/g, kalsium 222,73 mg/g, kalium 300,23 mg/g), organoleptik parameter warna garam krosok yaitu putih kecokelatan dan organoleptik parameter bau garam krosok yaitu normal tidak berbau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu: Teknik pengolahan garam krosok meliputi: pembersihan lahan, mencangkul tanah, pembuatan petak dan sumur penampungan air laut, pengaliran air kedalam petak-petak, dibiarkan selama seminggu hingga kering dan padat. Penyaluran air kepetak penampung kemudian ke petak pengkristalan, penambahan air dari petak penambahan ke petak pengkristalan diendapkankan selama 3 hari, hingga menjadi air tua, proses pengkristalan selama 1 minggu dengan mengandalkan panas sinar matahari, setelah 1 minggu garam hasil pengkristalan garam dikumpul menggunakan penggaruk garam, dikumpul menjadi timbunan garam dan dijemur selama sehari setelah itu baru dimasukan kedalam karung ukuran 50 kg, proses distribusi. Garam krosok hasil pengolahan secara tradisional di Desa Tendakinde dikategorikan tergolong pada garam K3 dengan kadar air pengujian I 3,15% dan pengujian II 3,18%, NaCl 32,30%, warna garam putih kecokelatan dan bau garam normal.

Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DICSON ATTE (14390014). Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Dibawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M LAKAPU. S.Si., M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan sinar matahari dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui Mengetahui teknik pengolahan garam krosok secara tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Mengetahui mutu garam krosok secara kimiawi antara lain: kadar air, kadar NaCl, iodium dan mineral (magnesium, kalium dan kalsium), serta organoleptik (warna dan bau) di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo dan Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk melakukan pengujian kadar air, sedangkan untuk melakukan pengujian organoleptik di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang dan untuk pengujian kadar NaCl, Mineral dan Iodium di Laboratoriun PT. Saraswati Indo Genetech Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam krosok yang diproduksi secara tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, kadar air garam krosok pada pengujian I yaitu 3,15% dan pengujian II yaitu 3,18%, kadar NaCl garam krosok yaitu 82,30%, iodium garam krosok yaitu 3,31 mg/kg, kadar mineral garam krosok hasil pengolahan secara tradisional yaitu (magnesium 866,22 mg/g, kalsium 222,73 mg/g, kalium 300,23 mg/g), organoleptik parameter warna garam krosok yaitu putih kecokelatan dan organoleptik parameter bau garam krosok yaitu normal tidak berbau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu: Teknik pengolahan garam krosok meliputi: pembersihan lahan, mencangkul tanah, pembuatan petak dan sumur penampungan air laut, pengaliran air kedalam petak-petak, dibiarkan selama seminggu hingga kering dan padat. Penyaluran air kepetak penampung kemudian ke petak pengkristalan, penambahan air dari petak penambahan ke petak pengkristalan diendapkankan selama 3 hari, hingga menjadi air tua, proses pengkristalan selama 1 minggu dengan mengandalkan panas sinar matahari, setelah 1 minggu garam hasil pengkristalan garam dikumpul menggunakan penggaruk garam, dikumpul menjadi timbunan garam dan dijemur selama sehari setelah itu baru dimasukan kedalam karung ukuran 50 kg, proses distribusi. Garam krosok hasil pengolahan secara tradisional di Desa Tendakinde dikategorikan tergolong pada garam K3 dengan kadar air pengujian I 3,15% dan pengujian II 3,18%, NaCl 32,30%, warna garam putih kecokelatan dan bau garam normal.