ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
FEMIANA HOAR KLAU (17382265) Analisis Sosial Nelayan Gillnet di Pantai Motadikin Desa Fahiluka, Kabupaten Malaka: Dr. Alfred G.O, Kase., S.Pi, M.Si.,Ph.D dan Beatrix M. Rehata, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Pantai Motadikin terletak di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selain ikan pelagis kecil perairan Pantai Motadikin juga memiliki potensi sumberdaya pesisir lain seperti hutan mangrove. Panjang garis panjang ± 10 km, dan dihuni sekitar 220 kepala keluarga, yang merupakan nelayan gillnet.
Hasil pengamatan, alat tangkap gillnet mendominasi alat tangkap lain yang digunakan oleh nelayan di Pantai Motadikin. Analisis sosial ekonomi nelayan gillnet belum banyak diteliti, hal ini penting mengingat pengaruh keadaan sosial ekonomi terhadap masyarakat nelayan yaitu keterbatasan pendidikan dan keadaan rumah yang tergolong rendah sehingga berpengaruh besar terhadap pendidikan, lingkungan serta perilaku kehidupan nelayan. Dan salah satu cara untuk mengetehui kondisi sosial ekonomi nelayan gillnet di Pantai Motadikin adalah dengan mempelajari kondisi sosial ekonomi nelayan.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 di Pantai Motadikin, Desa Fahiluka. Metode yang digunakan yakni metode survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara Random Sampling.
Dari hasil wawancara dan pembagian kuisioner dapat disimpulkan bahwa Hasil Penelitian pendapatan nelayan gillnet yang di Desa Fahiluka dalam satu bulan sebesar Rp. 11.116.667. Nilai ROI 5,0%, nilai BEP Produksi 1.682, BEP Harga 40.776 dan nilai R/C Ratio untuk melihat relative usaha dalam satu periode/tahun memperoleh sebesar angka 7,57 dikatakan usaha yang layak.
Kata Kunci: analisis Usaha Pendapatan nelayan Gillnet Desa Fahiluka
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
YOSUA DIKSON TAEMNANU (16382423) Analisis Tingkat Pendapatan Nelayan dengan Menggunakan Alat Tangkap Jaring Insang (Gill Net) di Perairan Oesapa Barat Kota Kupang. (di bawah bimbingan: ALFRED G. O. KASE, S.Pi., M.Si.,Ph.D dan Wilson L. Tisera, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana.
Pendapatan nelayan adalah hasil yang diterima oleh seluruh nelayan, setelah melakukan kegiatan penangkapan ikan pada waktu tertentu. Namun hasil tangkapan ikan yang diperoleh belum bisa di katakan sebagai pendapatan, jika belum terjadi transaksi jual beli. Transaksi yang dimaksud yaitu transaksi jual beli antara nelayan dengan pembeli dan transaksi antara nelayan dengan bandar ikan. Alat tangkap ikan yang biasa digunakan di perairan Oesapa Barat adalah Jaring Insang. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi produksi penangkapan ikan menggunakan kapal Jaring Insang adalah Trip penangkapan, ukuran mesin kapal, ukuran alat tangkap dan tenaga kerja. Realita yang terjadi di kalangan nelayan Oesapa Barat setelah produksi masih jarangnya nelayan yang menghitung detail analisis usaha nelayan secara ekonomi artinya mereka tidak pernah membuat perincian biaya-biaya yang dikeluarkan baik berupa biaya, tetap, variabel serta tidak pernah menghitung jumlah penerimaan dalam sekali produksi sehingga berapa keuntungan yang didapatkan dalam sekali produksi hampir tidak diketauhi. Hal ini disebabkan karena keterbatasan pendidikan dan pengetahuan nelayan itu sendiri, besar kecilnya pendapatan yang diperoleh nelayan sangat mempengaruhi motivasi nelayan itu sendiri dalam melakukan usaha nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Pendapatan Nelayan Dengan Menggunakan Alat Tangkap Jaring Insang (Gill Net) di Perairan Oesapa Barat Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Adapun objek dalam penelitian ini dikhususkan pada tingkat pendapatan nelayan yang menggunakan alat tangkap gill net di Perairan Pantai Oesapa Barat Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil Penelitian menunjukan Nelayan Gill Net di Oesapa Barat memperoleh keuntungan nelayan perbulan Rp Rp.4.037.752 dan berdasarkan analisis ekonomi BEP, ROI dan BCR ratio bahwa usaha penangkapan ikan layak di usahakan/dijalankanHasil tangkapan utama Pukat (Gill Net) adalah ikan Barakuda (Sphyraena borealis), ikan kembung (Rastrelliger kanagurta), ikan belang kuning (Caranx leptolepis), ikan tenggiri (Acanthocybiumsolandri), ikan bawal putih (Pampus argenteus), dan Ikan Belanak (Valamugil seheli).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak YOHANES PETERSON KADHA (14380090). Analisis Pendapatan Nelayan Tradisional di Desa Soliu Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang. ALFRED G.O KASE, S.Pi, M.Si dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Masyarakat nelayan secara umum masih menggunakan alat tangkap tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Kemiskinan nelayan terjadi karena keterbatasan akses nelayan terhadap hak penguasaan sumberdaya perikanan. Teknologi penangkapan menjadi kunci bagi keberhasilan nelayan dalam berusaha, bagi masyarakat nelayan yang terpenting adalah mendapatkan hasil tangkapan sebanyak mungkin, tetapi kondisi yang didapat selama ini bahwa tingkat produktivitas bagi masyarakat nelayan khususnya di bidang perikanan masih sangat rendah, rendahnya tingkat produktivitas tersebut dipengaruhi oleh rendahnya penguasaan akan teknologi. Masyarakat pesisir Desa Soliu merupakan masyarakat yang mayoritas penghasilannya sehari-hari dari hasil laut. Penghasilan nelayan sudah bergantung kepada hasil tangkapan namun dari itu sedikit akan menurun secara drastis karena pekerjaan sampingan pun tidak dapat memberikan jaminan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Nelayan Desa Soliu pada saat ini masih banyak yang menggunakan alat tangkap tradisional dalam menangkap ikan, sehingga hasil tangkapan kurang maksimal. Pada umumnya nelayan Desa Soliu masih mengalami keterbatasan teknologi penangkapan dan modal usaha, dengan alat tangkap yang sederhana dan wilayah operasi yang terbatas serta tidak semua nelayan memiliki alat tangkap sendiri sehingga mereka harus bergantung kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan nelayan tangkap tradisional di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2020 di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan pendapatan nelayan tangkap tradisional di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang. Usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan Desa Soliu tergolong menguntungkan dengan total keuntungan sebesar Rp. 1.283.851 per bulan. Berdasarkan hasil perhitungan BEP Produksi sebesar 14,30 kg, BEP Harga sebesar Rp. 0,46, nilai ROI sebesar 0,64%, nilai R/C Rasio sebesar 1,06 sehingga usaha tersebut layak untuk dikembangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ARSO SARGOSA SAU (15380136). Analisis Pendapatan Nelayan Tangkap Jaring Insang (Gill Net) Di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur WILSON L. TISERA., S.Pi M. Si, Ph.D dan DONNY M. BESSIE.,S.Pi, M.Si, sebagai pembimbing I dan II Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Jaring insang gill net merupakan alat tangkap yang sebagian besar digunakan oleh nelayan di Kecamatan Borong. Demikian kajian tentang analisis pendapatan nelayan tangkap jaring insang gill net yang diangkat dari jumlah produksi hasil rangkapan dan biaya operasional, harga jual yang dikeluarkan penting untuk dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui berapa besar pendapatan nelayan tangkap pada usaha perikanan Jaring Insang (Gill Net) di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dan metode deskriptif, data skunder yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian ini menujukan besarnya jumlah rata-rata hasil tangkapan nelayan jaring insang gill net di Kecamatan Borong 1,950 kg/bulan besarnya rata-rata total biaya yang dikeluarkan pada usaha nelayan tangkap jaring insang gill net di Kecamatan Borong sebesar Rp. 13.212.766/ bulan, dan rata-rata pendapatan bersih nelayan tangkap jaring insang gill net di Kecamatan Borong sebesar Rp 19.287.270/ bulan