ANALISIS KUALITAS GARAM RAKYAT YANG DIPRODUKSI SECARA TRADISIONAL DI KELOMPOK TIBERIAS KELURAHAN OESAPA BARAT, KOTA KUPANG
Garam rakyat merupakan kegiatan pembuatan garam yang dilakukan oleh rakyat yang sebagian besar masyarakatnya membuat garam dan bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan dan menjadi mata pencaharian yang menunjang untuk kehidupan setiap harinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam rakyat menggunakan alat masak tradisional di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang dan untuk mengetahui nilai organoleptik (warna dan bau), kadar air, kadar NaCl dan Angka Lempeng Total (ALT). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel. pengujian organoleptik (warna dan bau) dan Angka Lempeng Total (ALT) di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, sedangkan pengujian kadar air dan kadar NaCl di Laboratorium Pertanian Politani Negeri Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian kualitas garam rakyat yang diproduksi secara tradisional di kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang yaitu organoleptik warna garam memenuhi (SNI 4435-2017) dan bau garam memenuhi (SNI 4435-2017), kadar air memenuhi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017), kadar NaCl belum memenuhi (SNI 3556-2016) tetapi memenuhi (SNI 4435-2017) dan Angka Lempeng Total (ALT) pada garam krosok berkisar antara 2,7 × 102 – 3,6 × 102 koloni/g, air sumur berkisar antara 1,3 × 103 – 1,8 × 103 koloni/ml, larutan penyaringan berkisar antara 1,9 × 103 – 2,3 × 103 koloni/ml, larutan hasil penyaringan berkisar antara 1,6 × 103 – 1,8 × 103 koloni/ml sedangkan garam yang telah dimasak berada pada <2,5 × 101 koloni/g (kurang dari 25 koloni). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan garam masak menggunakan alat tradisonal di kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang meliputi bahan baku garam krosok, pelarutan garam krosok, penyaringan, pemasakan, penirisan, packing dan hasil pengujian organoleptik warna garam putih normal, bau garam normal tidak berbau, kadar air memenuhi (SNI 3556-2016) dan (SNI 4435-2017), kadar NaCl tidak memenuhi (SNI 3556-2016) tetapi memenuhi (SNI 4435-2017) dan nilai Angka Lempeng Total (ALT) terendah hingga nilai tertinggi adalah < 2,5 × 101 - 2,3 × 103 koloni/g.