Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Pengolahan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BIAYA PRODUKSI PENGOLAHAN TAHU DAN PERHITUNGAN PENDAPATAN USAHA(Pada PT.Pabrik Pink Jaya Oebufu Kupang).

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS BIAYA PRODUKSI PENGOLAHAN TAHU DAN PERHITUNGAN PENDAPATAN USAHA (Pada PT.Pabrik Tahu Pink Jaya Oebufu–Kupang) ABSTRAK NAMA : YUNITA LAU NIM : 18190172 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI TAHUN PENULISAN : 2022 Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui berapa besar biaya produksi pengolahan tahu dan perhitungan pendapatan usaha pada PT. pabrik tahu pink jaya Oebufu-Kupang. Bahwa biaya produksi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan guna membiayai proses produksi dalam mengolah bahan mentah atau bahan setengah jadi menjadi produk jadi yang siap untuk digunakan oleh konsumen. Menurut PSAK No. 23 Tahun 2012, menyatakan bahwa: “Pendapatan adalah arus kas masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal”. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian di Pabrik tahu pink jaya Oebufu-Kupang. Mengingat pentingnya biaya produksi pengolahan tahu dan perhitungan pendapatan usaha di pabrik tahu pink jaya Oebufu setiap tahun mengalami biaya produksi dan pendapatannya tidak signifikan. Maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengambil dengan judul “Analisis Biaya Produksi Pengolahan Tahu Dan Perhitungan Pendapatan Usaha (Pada PT.Pabrik Tahu Pink Jaya Oebufu-Kupang)”. Populasi yang saya ambil dalam penelitian ini adalah data biaya produksi. Dihitung dari tahun 1999-2021. sampel yang saya ambil dalam penelitian ini adalah data pendapatan. Dihitung dari tahun 2017-2021. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Dokumentasi adalah pengumpulan data yang di lakukan dengan menggunakan bahan-bahan tertulis atau data yang dibuat oleh pihak lain. Dalam tahap analisis ini, peneliti sudah mulai melakukan analisis data dari yang diperoleh dilapangan. Analisis data yang dilakukan dengan cara reduksi data, mendisplay data, dan melakukan penarikan kesimpulan. Rumus yang akan digunakan dalam penelitian ini : Total biaya produksi = bahan baku yang digunakan +biaya tetap kerja langsung+biaya overhead pabrik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DI DESA MAKTIHAN KECAMATAN MALAKA BARAT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DI DESA MAKTIHAN KECAMATAN MALAKA BARAT Hoar, M,A.)* Ledo, M,E.S.)** Ngginak, J.)** Penelitian etnobotani tumbuhan obat di Desa Maktihan, Kecamatan malaka Barat, Kabupaten Malaka bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang di manfaatkan oleh masyarakat Desa Maktihan, Organ tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional, cara pengolahan tumbuhan, serta manfaat dari tumbuhan obat. Metode penelitian yang digunakana adalah motode penelitian deskripsi kualitatis dengan teknik porpusive sampling. Tahapan dalama penelitian ini adalah observasi, wawancara dengan 8 responden informan kunci, dokumentasi tumbuhan obat berdasarkan hasil wawancara, identifikasi tumbuhan obat dan analisis data.. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Desa Maktihan terdapat 20 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional. Persentase organ tumbuhan yang digunakan adalah daun(11%), akar (1%), kulit(5%), Persentase cara pengolah tumbuhan obat dalam pengobatan tradisional yaitu direbus (11%), dihaluskan(5%), di konsumsi secara langsung (7%). Manfaat tumbuhan obat di desa maktihan adalah untuk menyembuhkan penyakit seperti sistem pencernaan, mual, muntah, kembung, diare, sembelit, dan ganguan lambung. Kata Kunci:. Etnobotani, Tumbuhan Obat, pengolahan Tumbuhan Obat, pemanfaatan, Desa Maktihan Keterangan: *) Mahasiwa **) Dosen Pembimbing ABSTRACT Ethnobotany of medicinal plants used by the community in Maktihan Village, West Malaka District Hoar, M,A.) Ledo, M,E.S.)** Ngginak, J.)** This research is about the ethnobotany of medicinal plants in Maktihan Village, West Malaka Subdistrict, Malaka Regency. It aims to identify the types of plants utilized by the people of Maktihan Village, which plant organs are used as traditional medicine ingredients, and the benefits of these medicinal plants. This type of research is descriptive research using a purposive sampling technique. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. Data from the research results were then analyzed using qualitative descriptive analysis in accordance with the research objectives, which will be presented in the form of tables, photos, or images. The results showed that there are 20 types of plants used by the community in Maktihan Village as traditional medicine ingredients. The plant organs used are leaves, roots, and bark. The ways to process these plants for traditional medicine are boiling, grinding, and eating them directly. The people of Maktihan Village more often use herbal preparations by boiling them and then drinking the infusion. The most commonly used part by the Keywords : Ethnobotany of medicinal plants processing and utilization of medicinal plants in Maktihan Village *) Researcher

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI DESA WADUMADDI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PEMANFAATAN JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DIDESA WADUMADDI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA Djara R. S)* Ballo A)** Nge S. M)** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jenis tumbuhan obat, organ yang digunakan, cara pengolahan tumbuhan obat yang digunakan sebagai pengobatan tradisional oleh masyarakat di Desa Wadumaddi Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian deskriptif (eksplorasi) ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan 30 responden yang terdiri dari 13 pengobat tradisional, 2 tokoh masyarakat, dan 15 pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, eksplorasi, identifikasi, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian mencatat adanya 34 jenis tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Wadumaddi yaitu Vitex trifolia, Jatropha gossypifolia L, Orthosiphon aristatus, Nicotiana tabacum, Annona squamosa L, Curcuma longa L, Aloe vera, Pendanus amaryllifolius, Lantana camara L, Phyllanthus urinaria, Leucaena leucocephala, Calotropis gigantea, Chromolaena odorata L, Acorus calamus, Muntingia calabura L, Tamarindus indica L, Persea americana, Cordia mixa L, Indigofera tinctoria L, Manihot esculenta Crantz, Annona muricata, Ocimum tenuiflorum L, Zizipus mauritiana, Areca catechu L, Cassytha filiformis L, Punica granatum, Cocos nucifera L, Borassus flabellifer, Schleichera oleosa, Kalanchoe pinnata, Carica papaya, Averrhoa bilimbi L, Morinda citrifolia L, Vernonia amygdalina. Masyarakat Desa Wadumaddi menunjukkan pengetahuan lokal yang kuat dengan memanfaatkan daun (65%) sebagai bagian tumbuhan obat utama dan perebusan (68%) sebagai metode ekstraksi senyawa aktif paling efektif. Terdapat 11 spesies tumbuhan dengan nilai guna tertinggi yang menjadi pilihan utama dalam penggunaan, di mana dokumentasi pengetahuan tradisional ini penting untuk pelestarian budaya sekaligus dasar penelitian ilmiah masa depan. Kata Kunci : Tumbuhan Obat, Pengobatan Tradisional, Pengolahan Tumbuhan Obat, Desa Wadumaddi Keterangan : : *) Peneliti : **) Pembimbing ABSTRACT UTILIZATION OF TRADITIONAL MEDICINAL PLANTS IN WADUMADDI VILLAGE HAWU MEHARA DISTRICT SABU RAIJUA REGENCY Djara, R.S)* Ballo, A.)** Nge, S.T.M.)** This research aims to identify the variety of medicinal plant species, the plant parts used, and the processing methods employed in traditional medicine by the community of Wadumaddi Village, Hawu Mehara District, Sabu Raijua Regency. This descriptive (exploratory) study utilized a purposive sampling technique to select 30 respondents, consisting of 13 traditional healers, 2 community leaders, and 15 patients. Data collection was conducted through observation, structured interviews, exploration, identification, and documentation. The data were then analyzed using a qualitative descriptive approach with a quantitative approach. The results recorded 34 species of traditional medicinal plants utilized by the people of Wadumaddi Village, namely, Vitex trifolia, Jatropha gossypifolia L, Orthosiphon aristatus, Nicotiana tabacum L, Annona squamosa L, Curcuma longa L, Aloe vera, Pandanus amaryllifolius, Lantana camara L, Phyllanthus urinaria, Leucaena leucocephala, Calotropis gigantea, Chromolaena odorata L, Acorus calamus, Muntingia calabura L, Tamarindus indica L, Persea americana, Cordia mixa L, Indigofera tinctoria L, Manihot esculenta Crantz, Annona muricata, Ocimum tenuiflorum L, Zizipus mauritiana, Areca catechu L, Cassytha filiformis L, Punica granatum, Cocos nucifera L, Borassus flabellifer, Schleichera oleosa, Kalanchoe pinnata, Carica papaya, Averrhoa bilimbi L, Morinda citrifolia L, and Vernonia amygdalina. The Wadumaddi Village community demonstrates strong local knowledge, utilizing leaves (65%) as the primary medicinal plant component and boiling (68%) as the most effective method for extracting active compounds. Eleven plant species with the highest utility value are the primary choice for use, and documenting this traditional knowledge is crucial for cultural preservation and the basis for future scientific research. Keywords : Medicinal Plants, Traditional Medicine, Processing Medicinal Plants, Wadumaddi Village. Information : : *) Researcher : **) Mentor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBUTUHAN TRAKTOR PADAPENGOLAHAN TANAH GUNA MEWUJUDKAN JADWAL TANAM PADI SERENTAK PADA MUSIM TANAM PERTAMA DAERAH IRIGAS DAHULU RASA DI DESA MATA AIR KECAMATAN KUPANG TENGAH

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Traktor merupakan salah satu penerapan teknologi di bidang pertanian. Tujuan adanya pengalihan teknologi tersebut yaitu untuk meringankan beban dalam melakukan pengolahan lahan pertanian, terutama dengan luas lahan yang tidak sedikit dan jenis tanah yang cukup sulit untuk diolah. Pengolahan tanah di daerah P3A Dahulu Rasa bisa berjalan sesuai yang diharapkan demi mewujudkan tanam padi serentak pada musim tanam pertama apabila kebutuhan traktor terpenuhi dan menejemen pengoperasiannya dibuat dengan baik..Tujuandaripenelitian di iniadalah : Untuk mengetahui kebutuhan traktor pada pengolahan tanah guna mewujudkan jadwal tanam padiserentak pada musim tanam pertama di daerah P3A Dahulu Rasa Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah..Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani sawah di daerah P3A Dahulu Rasa Desa Mata Air. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari:Petani pemilik traktor, petani pemakai traktor operator traktor dan pengurus P3A. Tingkat kebutuhan traktor untuk pengolahan tanah di daerah P3A Dahulu Rasa untuk pengolahan tanah pertama menggunkan traktor roda 4 dan traktor tangan sedangankan untuk pengolahan tanah kedua semua masih menggunakan traktor tangan. Pada pengolahan tanah dengan menggunakan traktor dari pengolahan tanah pertama dan kedua membutuhkan waktu 8 hari dan juga membutuhkan 1 unit traktor roda 4 dan 10 unit traktor tangan.Sedangkan untuk tingkat kecukupan traktor di daerah P3A Dahulu Rasa sudah sangat melebihi dari apa yang dibutuhkan namun masih kurang dalam manajemen pengoperasian traktor bagi petani pemilik dan juga operator sehingga sering terjadi keterlambatan dan juga kendala dalam pengolahan tanah bagi petani...

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

WAKTU FERMENTASI PADA TEMPE KACANG TUNGGAK (vignaunguucilata) TERHADAP SIFAT SENSORIK TEMPE

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK EFEK WAKTU FERMENTASI TEMPE KACANG TUNGGAK (vignaunguucilata) Rassi N. M*) Godlief F. Neonufa**) Zet M**) Tempe adalah makanan hasil fermentasi yang populer di Indonesia dan dibuat dari kacang-kacangan (Syam dan Patang, 2018). Melalui proses fermentasi, kacang-kacangan yang dicampur dengan ragi tempe akan membentuk padatan kompak berwarna putih. Warna putih disebabkan adanya miselia jamur yang tumbuh pada permukaan biji kacang-kacangan yang menghubungkan biji-biji tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek waktu fermentasi tempe kacang tunggak Terhadap organoleptik (rasa,warna, aroma, dan tekstur) sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari kacang tunggak. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan presentase fermentasi 1 hari, fermentasi 2 hari, fermentasi 3 hari, fermentasi 4 hari tempe kacang tunggak. Hasil penelitian menunjukan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari, yang dimana proporsi tempe kacang tunggak fermentsi 2 hari terdapat tekstur tempe kacang tunggak yang tertinggi dengan skor 3,7, rasa tempe kacang tunggak yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari dengan skor 3,9,aroma tempe kacang tunggak yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan fermentsi 2 hari dengan skor 3,7, warna tempe kacang tunggak yang sesuai dengan pengamatan terhadap kartu warna makanan, warna yang paling tegas terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari dengan indikator warna 16 PMS 142 kuning kecoklatan. Kata kunci : Bahan Pengolahan Pangan, Tempe Kacang Tunggak *) Penelitian

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail