Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Tumbuhan Obat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT OLEH MASYARAKAT DI DESA KELAISI TENGAH KECAMATAN ALOR SELATAN KABUPATEN ALOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang dapat dipergunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Kelaisi Tengah Kecamatan Alor Selatan Kabupaten Alor, mengetahui bagian tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Kelaisi Tengah, mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat, mengetahui jenis penyakit yang disembuhkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian di Desa Kelaisi Tengah ditemukan 30 jenis tumbuhan obat yaitu: Awar-awar, balakacida, brotowali, cocor bebek, daun Kacang merah, jarak, jeruk purut, kayu putih, kemiri, kenari, kencur, lempuyang wangi, lidah buaya, maniran, okra, peragis, patikan cina, patikan kebo, pecah beling, pisang liar, pohon afrika, pulai, rumput besi, rumput kasar, rumput liar, sambiloto, seleguri, serei merah, temu kunci, temulawak, vanili. Bagian-bagian (Organ) tumbuhan yang digunakan yaitu akar, batang, daun, buah,getah dan kulit. Cara pengolahan tumbuhan obat yaitu ditumbuk, direbus, dibakar dan direndam. Penyakit yang pernah disembuhkan yaitu demam, sakit perut, batuk pilek, bisul, sakit ngeri, kudis, lambung. Saran Diharapkan agar ada peneltian lanjutan terkait kandungan yang dimiliki dari setiap tumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA MEOAIN DAN DESA LENTERA KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan obat merupakan etnobotani tumbuhan karena mempelajari tentang hubungan antara manusia dengan tumbuhan dan juga kebudayaannya yang dimana dapat dipergunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Jenis tumbuhan, bagian organ tumbuhan, dan cara pengolahan obat tradisional untuk alternatif penyembuhan penyakit di Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksplorasi. Pemilihan responden menggunakan teknik purposive sampling yaitu kepala Desa, tetua adat dan beberapa orang, sumber data yang digunakan adalah gambar jenis- jenis tumbuhan obat yang digunakan masyarakat. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, eksplorasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil wawancara bersama 10 responden di Desa Meoain dan Desa Lentera terdapat 28 jenis tumbuhan yang digunakan masyarakat untuk pengobatan secara tradisional yaitu sirih, Serai, widuri, kecubung, Bidara, Legundi, Jambu biji, sirsak Patikan cina, Mengkudu, Pepaya, Kamboja, Benalu, Patah tulang, Sisik naga Tapak liman, Gulma siam, Kencur, Faloak, Sukun, Mangga, Beringin pencekik, Tumbuhan Paku tertutup, Kesambi, Kedondong hutan, Damar merah, Srikaya, dan Pare hutan. Bagian organ tumbuhan yang dimanfaatkan yaitu daun, kulit, akar, batang, semua organ tumbuhan daun-buah, rimpang, ranting dan getah. Cara pengolahan tumbuhan obat yaitu direbus, ditumbuk, dipanggang, dikunyah, dan diremas. Cara penggunaan tumbuhan obat yaitu diminum, ditetes, ditempel, dikunyah, dan mandi. Penyakit yang disembuhkan yaitu jantung, malaria, ginjal, kencing nanah, kanker payudara, darah rendah, hepatitis, ibu nivas, bisul, disentri, diare, demam, muntah darah, ambeyen, sakit mata, usus, kaki bengkak, sakit kepala, sakit badan, batuk, patah tulang, kejang-kejang, luka sayatan, pilek, keputihan, bau mulut, sakit gigi, darah tinggi, asam urat, TBC, lever, keracunan, susah buang air kecil, panas dalam, jerawat, panu dan perut bengkak. Memberikan informasi kepada masyarakat Desa Meoain dan Lentera agar dapat membudidayakan tumbuhan-tumbuhan obat yang berada di Desa Meoain dan Desa Lentera Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Etnobotani Tumbuhan Obat Untuk Ibu Nifas Di Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT UNTUK IBU NIFAS DI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA Novi A. R)* Yanti D.)** Arnold CH. H.)** Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun pencegahan penyakit. Masa nifas (puerperium) adalah masa pemulihan kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil. Lama masa nifas yaitu 6-8 minggu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat, bagian-bagian tumbuhan obat dan cara pengolahan tumbuhan obat untuk ibu nifas di masyarakat Hawu Mehara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksplorasi. Pemilihan responden menggunakan teknik purposive sampling dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah gambar jenis- jenis tumbuhan obat yang digunakan masyarakat, pengumpulan data menggunakan teknik Wawancara, Eksplorasi, Dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil wawancara bersama 25 responden di Desa Lobohede, Desa Lederaga, Desa Molie, Desa Tanajawa dan Desa Daieko terdapat 17 jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan atau perawatan bagi ibu nifas, yaitu: Asam, binahong, faloak, jahe, jarak pagar, johar, kayu ular, kelapa, kelor, kencur, katuk, kesambi, kunyit, mengkudu, pepaya, sirih dan turi merah. Bagian organ tumbuhan yang digunakan, yaitu: Rimpang, batang, daun, buah, kulit, pucuk. Cara penggunaan obat, yaitu: mandi, minum, makan, kompres, cuci rambut, gosok. Penyakit yang disembuhkan, yaitu: mengembalikan stamina tubuh, mempercepat penyembuhan luka setelah melahirkan, penambah darah, peluruh sisa darah kotor, memperkuat rahim, menambah ASI, mencegah darah putih naik ke kepala, mengeluarkan darah nifas, mengurangi rambut rontok. Perlu adanya pelestarian tumbuhan yang berkhasiat obat tradisional untuk ibu nifas. Melakukan penelitian mengenai kandungan kimia yang terdapat di dalam setiap organ tumbuhan. Kata Kunci : Etnobotani, Tumbuhan Obat, Ibu Nifas, Kecamatan Hawu Mehara Keterangan * : Peneliti **: Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DI DESA MAKTIHAN KECAMATAN MALAKA BARAT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT DI DESA MAKTIHAN KECAMATAN MALAKA BARAT Hoar, M,A.)* Ledo, M,E.S.)** Ngginak, J.)** Penelitian etnobotani tumbuhan obat di Desa Maktihan, Kecamatan malaka Barat, Kabupaten Malaka bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang di manfaatkan oleh masyarakat Desa Maktihan, Organ tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional, cara pengolahan tumbuhan, serta manfaat dari tumbuhan obat. Metode penelitian yang digunakana adalah motode penelitian deskripsi kualitatis dengan teknik porpusive sampling. Tahapan dalama penelitian ini adalah observasi, wawancara dengan 8 responden informan kunci, dokumentasi tumbuhan obat berdasarkan hasil wawancara, identifikasi tumbuhan obat dan analisis data.. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Desa Maktihan terdapat 20 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional. Persentase organ tumbuhan yang digunakan adalah daun(11%), akar (1%), kulit(5%), Persentase cara pengolah tumbuhan obat dalam pengobatan tradisional yaitu direbus (11%), dihaluskan(5%), di konsumsi secara langsung (7%). Manfaat tumbuhan obat di desa maktihan adalah untuk menyembuhkan penyakit seperti sistem pencernaan, mual, muntah, kembung, diare, sembelit, dan ganguan lambung. Kata Kunci:. Etnobotani, Tumbuhan Obat, pengolahan Tumbuhan Obat, pemanfaatan, Desa Maktihan Keterangan: *) Mahasiwa **) Dosen Pembimbing ABSTRACT Ethnobotany of medicinal plants used by the community in Maktihan Village, West Malaka District Hoar, M,A.) Ledo, M,E.S.)** Ngginak, J.)** This research is about the ethnobotany of medicinal plants in Maktihan Village, West Malaka Subdistrict, Malaka Regency. It aims to identify the types of plants utilized by the people of Maktihan Village, which plant organs are used as traditional medicine ingredients, and the benefits of these medicinal plants. This type of research is descriptive research using a purposive sampling technique. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. Data from the research results were then analyzed using qualitative descriptive analysis in accordance with the research objectives, which will be presented in the form of tables, photos, or images. The results showed that there are 20 types of plants used by the community in Maktihan Village as traditional medicine ingredients. The plant organs used are leaves, roots, and bark. The ways to process these plants for traditional medicine are boiling, grinding, and eating them directly. The people of Maktihan Village more often use herbal preparations by boiling them and then drinking the infusion. The most commonly used part by the Keywords : Ethnobotany of medicinal plants processing and utilization of medicinal plants in Maktihan Village *) Researcher

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI DESA WADUMADDI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PEMANFAATAN JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DIDESA WADUMADDI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA Djara R. S)* Ballo A)** Nge S. M)** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak jenis tumbuhan obat, organ yang digunakan, cara pengolahan tumbuhan obat yang digunakan sebagai pengobatan tradisional oleh masyarakat di Desa Wadumaddi Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian deskriptif (eksplorasi) ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan 30 responden yang terdiri dari 13 pengobat tradisional, 2 tokoh masyarakat, dan 15 pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, eksplorasi, identifikasi, serta dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian mencatat adanya 34 jenis tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Wadumaddi yaitu Vitex trifolia, Jatropha gossypifolia L, Orthosiphon aristatus, Nicotiana tabacum, Annona squamosa L, Curcuma longa L, Aloe vera, Pendanus amaryllifolius, Lantana camara L, Phyllanthus urinaria, Leucaena leucocephala, Calotropis gigantea, Chromolaena odorata L, Acorus calamus, Muntingia calabura L, Tamarindus indica L, Persea americana, Cordia mixa L, Indigofera tinctoria L, Manihot esculenta Crantz, Annona muricata, Ocimum tenuiflorum L, Zizipus mauritiana, Areca catechu L, Cassytha filiformis L, Punica granatum, Cocos nucifera L, Borassus flabellifer, Schleichera oleosa, Kalanchoe pinnata, Carica papaya, Averrhoa bilimbi L, Morinda citrifolia L, Vernonia amygdalina. Masyarakat Desa Wadumaddi menunjukkan pengetahuan lokal yang kuat dengan memanfaatkan daun (65%) sebagai bagian tumbuhan obat utama dan perebusan (68%) sebagai metode ekstraksi senyawa aktif paling efektif. Terdapat 11 spesies tumbuhan dengan nilai guna tertinggi yang menjadi pilihan utama dalam penggunaan, di mana dokumentasi pengetahuan tradisional ini penting untuk pelestarian budaya sekaligus dasar penelitian ilmiah masa depan. Kata Kunci : Tumbuhan Obat, Pengobatan Tradisional, Pengolahan Tumbuhan Obat, Desa Wadumaddi Keterangan : : *) Peneliti : **) Pembimbing ABSTRACT UTILIZATION OF TRADITIONAL MEDICINAL PLANTS IN WADUMADDI VILLAGE HAWU MEHARA DISTRICT SABU RAIJUA REGENCY Djara, R.S)* Ballo, A.)** Nge, S.T.M.)** This research aims to identify the variety of medicinal plant species, the plant parts used, and the processing methods employed in traditional medicine by the community of Wadumaddi Village, Hawu Mehara District, Sabu Raijua Regency. This descriptive (exploratory) study utilized a purposive sampling technique to select 30 respondents, consisting of 13 traditional healers, 2 community leaders, and 15 patients. Data collection was conducted through observation, structured interviews, exploration, identification, and documentation. The data were then analyzed using a qualitative descriptive approach with a quantitative approach. The results recorded 34 species of traditional medicinal plants utilized by the people of Wadumaddi Village, namely, Vitex trifolia, Jatropha gossypifolia L, Orthosiphon aristatus, Nicotiana tabacum L, Annona squamosa L, Curcuma longa L, Aloe vera, Pandanus amaryllifolius, Lantana camara L, Phyllanthus urinaria, Leucaena leucocephala, Calotropis gigantea, Chromolaena odorata L, Acorus calamus, Muntingia calabura L, Tamarindus indica L, Persea americana, Cordia mixa L, Indigofera tinctoria L, Manihot esculenta Crantz, Annona muricata, Ocimum tenuiflorum L, Zizipus mauritiana, Areca catechu L, Cassytha filiformis L, Punica granatum, Cocos nucifera L, Borassus flabellifer, Schleichera oleosa, Kalanchoe pinnata, Carica papaya, Averrhoa bilimbi L, Morinda citrifolia L, and Vernonia amygdalina. The Wadumaddi Village community demonstrates strong local knowledge, utilizing leaves (65%) as the primary medicinal plant component and boiling (68%) as the most effective method for extracting active compounds. Eleven plant species with the highest utility value are the primary choice for use, and documenting this traditional knowledge is crucial for cultural preservation and the basis for future scientific research. Keywords : Medicinal Plants, Traditional Medicine, Processing Medicinal Plants, Wadumaddi Village. Information : : *) Researcher : **) Mentor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI DESA BOTI KECAMATAN KI’E KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI DESA BOTI KECAMATAN KI’E KABUPATEN TIMUR TENGAH SELATAN Nabunome, A)* Ballo, A)** Manu, T. S. N)** Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki berbagai jenis kekayaan alam berupa tumbuh-tumbuhan. Pengobat tradisional menggunakan tumbuhan obat yang masih banyak digunakan oleh masyarakat di Desa Boti. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat apa saja yang digunakan, bagian organ yang digunakan dan cara pengolahan tumbuhan obat tersebut. Desa Boti merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan empat dusun sebagai lokasi penelitian yaitu dusun Boti sebanyak sebanyak 98 KK, dusun Nakfunu sebanyak 230 KK, dusun Nunti’o sebanyak 125 KK dan dusun Nambaun sebanyak 186 KK. Penelitian ini menggunakan metode deskritif kualitatif dan pengumpulan data dilakukan dengan eksplorasi dan wawancara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik proposive sampling untuk menentukan informan pengobat tradisional (20 orang), pasien (28 orang) dan masyarakat yang mengetahui tumbuhan obat. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan tabel, grafik dan gambar. Hasil penelitian terdapat 31 jenis tumbuhan yang ditemukan dilokasih penelitian, paling banyak ditemukan dari famili Malvaceae sebanyak 3 jenis yaitu kapuk radu, kembang sepatu dan tumbuhan kapas jahri. Bagian organ tumbuhan yang digunakan seperti daun, buah, batang, umbi, pucuk, kulit, getah dan akar dengan cara pengolahan direbus, ditumbuk, diparut, dioles, dicampur dan diperas. Kata Kunci : Identifikasi, tumbuhan obat, dan Desa Boti Keterangan : *)Peneliti : **)Pembimbing ABSTRACT IDENTIFICATION OF TYPES OF TRADITIONAL MEDICINAL PLANTS IN BOTI VILLAGE, KI'E DISTRICT, SOUTH CENTRAL TIMUR REGENCY Nabunome, A)* Ballo, A)** Manu, T. S. N)** Indonesia, as a tropical country, has a diverse natural wealth of plants. Traditional healers use medicinal plants, which are still widely used by the people of Boti Village. The purpose of this study was to determine the types of medicinal plants used, the organs used, and how they are processed. Boti Village is a village located in Ki'e District, South Central Timor Regency, with four hamlets as research locations: Boti Hamlet with 98 families, Nakfunu Hamlet with 230 families, Nunti'o Hamlet with 125 families, and Nambaun Hamlet with 186 families. This study uses a qualitative descriptive method and data collection is carried out through exploration and interviews. The sampling technique used is a propositional sampling technique to determine traditional healer informants (20 people), patients (28 people) and communities who know medicinal plants. Data were analyzed descriptively qualitatively using tables, graphs and pictures. The results of the study found 31 types of plants found in the research location, the most commonly found from the Malvaceae family as many as 3 types, namely kapok radu, hibiscus and cotton jahri plants. Parts of the plant organs used include leaves, fruit, stems, tubers, shoots, skin, sap and roots by processing them by boiling, pounding, grating, rubbing, mixing and squeezing. Keywords : Identification, medicinal plants, and Boti Village Description : *) Researcher : **) Adviser

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA TOBU KECAMATAN TOBU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA TOBU KECAMATAN TOBU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Kase A)* Ledo E.S M)** Ngginak J)** Desa Tobu merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Tobu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat di Desa Tobu memiliki pengetahuan yang cukup mendalam tentang jenis-jenis tumbuhan obat yang tumbuh di pekarangan rumah, ladang maupun hutan, masyarakat memahami bahwa setiap tumbuhan memiliki khasiat tertentu yang mampu mengobati berbagai jenis penyakit seperti demam, batuk dan diare. Tujuan adalah mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan obat yang terdapat di Desa Tobu, mengetahui bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat oleh masyarakat Desa Tobu.Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2025 di Desa Tobu. Metode Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pemilihan responden dalam penelitian adalah purposive sampling. Berdasarkan tujuan penelitian hasil inventarisasi dan identifikasi 43 jenis tumbuhan yang berasal dari 25 familli tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sumber obat. Familli dengan spesies terbanyak ditemukan adalah Asteraceae dan Euphorbiaceae. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional berbeda-beda tergantung dari jenis tumbuhan. Bagian organ tumbuhan yang sering digunakan antara lain akar, kulit batang, daun, buah, pucuk, umbi dan rimpang. Secara keseluruhan dari jenis tumbuhan yang sudah teridentifikasi, kulit batang merupakan organ yang paling sering digunakan yakni sebanyak 22%, akar 21%, daun 18%, buah 12% pucuk 11% dan yang paling sedikit umbi dan rimpang 8%. Cara pemanfaatan tumbuhan sebagai obat oleh masyarakat diantaranya menggunakan empat cara yaitu direbus, ditumbuk, langsung dimakan dan dipanggang diapi. Presntase cara pengolahan tumbuhan dengan cara ditumbuk sebesar 63%, direbus 23%, dipanggang diapi7% dan langsung dikonsumsi 7%. Kata Kunci : Etnobotani, Tumbuhan Obat, Desa Tobu Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INVENTARISASI TUMBUHAN OBAT DI DESA OEMOFA KECAMATAN AMABI OEFETO TIMUR KABUPATEN KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat yang ada di Desa Oemofa, mengetahui bagian atau organ tumbuhan yang dapat digunakan dalam menyembuhkan penyakit di desa Oemofa, Mengetahui proses pengolahan jenis tumbuhan obat dalam menyembuhkan penyakit oleh masyarakat desa Oemofa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dalam bentuk tabel grafik dan gambar. Hasil penelitian yang dilakukan di desa oemofa Kecamatan Amabi Oefeto Timur Kabupaten Kupang yang diwakili oleh toko masyarakat, pasien dan pengobatan tradisional dari 5 dusun yang ada pada desa tersebut. Informasi yang diwawancarai berjumlah 15 orang. Informan yang diwawancarai adalah masyarakat desa Oemofa yang memiliki pengetahuan tentang tumbuhan berkhasiat obat dan bisa dijadikan sebagai pengotan tradisional oleh masyarakat sekitar. Tempat penelitian di 5 desa tersebut sering menggunakan pengobatan tradisional dan sangat jarang menggunakan pengobatan medis. Jumlah sampel penelitian yang di dapat dari informan pada saat wawancara adalah 14 tananaman yaitu: Jeruk nipis, Kelor, Lidah buaya, Kunyit, Serai, Asam, Jambu biji, Sukun, Pepaya, Nangka, Mengkudu, Lidah mertua, Pisang, dan Singkong. Jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan di desa oemofa sebanyak 14 tumbuhan, organ tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat desa Oemofa Kecamatan Amabi Oefeto Timur Kabupaten Kupang untuk pengobatan tradisional adalah pada bagian akar, batang, daun buah, biji, kulit rimpang, umbi, tangkai, bunga, dan getah, cara meramu jenis tumbuhan berkhasiat obat yaitu direbus, dihaluskan atau diulik, dikunyah, dioleskan. Berdasarkan uraian diatas, penulis memberikan saran bagi mahasiswa yang melakukan penelitian lanjutan agar menjadi bahan evaluasi sebagai berikut perlu adanya penelitian mendalam untuk mengetahui cara pemakaian dengan dosis yang tepat agar terjamin keamanan kesehatan penggunanya

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional Pada Mayarakat Desa KunemanKecamatan Alor Selatan Kabupaten Alor

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang dapat dipergunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Kuneman Kecamatan Alor Selatan Kabupaten Alor, mengetahui bagian tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Kuneman, mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat, mengetahui jenis penyakit yang disembuhkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi.Pemelihan responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan metode deskritif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian di Desa Kuneman ditemukan 21 jenis tumbuhan obat yaitu pegagan, ajerang, kumis kucing, nanas, kol banda,ganda rusa, daun cinta buah, aruda, gala-gala, paragis, pecah beling, kaktus centong, kamboja, kecubung, jeruk purut, daun afrika, sirih, pulai. Bagian tumbuhan yang digunakan yaitu akar, batang, daun, buah dan getah. Kesimpulan Jenis- jenis tumbuhan obat yang ditemukan di Desa Kuneman antara lain Ajerang,aruda, daun cinta buah, daun afrika,ganda rusa, gala-gala, jeruk purut, kecubung, kumis kucing, kaktus centong, kapas,kamboja, kol banda, nanas, pegagan, pecah beling, paragis, sirih, seleguri, rumput besi dan pulai. Bagian-bagian (Organ) tumbuhan yang digunakan yaitu akar, batang, daun, buah,getah.kulit. Cara pengolahan tumbuhan obat yaitu ditumbuk, direbus, dibakar, direndam. Penyakit yang pernah disembuhkan yaitu demam, sakit perut, batuk pileks,bisul, sakit ngeri, kudis, lambung, sakit gigi, sakit telinga,malaria,luka,patah tulang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

JENIS-JENIS TUMBUHAN OBAT YANG TERDAPAT DI DESA OEBELO KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK JENIS-JENIS TUMBUHAN OBAT YANG TERDAPAT DI DESA OEBELO KABUPATEN KUPANG Sirileu, S. V)* Ballo, A. )** Daud, Y)** Indonesia memiliki keanekaragaman tumbuhan yang mempunyai banyak manfaat diantaranya sebagai sandang, pangan, papan. Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki beraneka tumbuhan dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing. Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang biasa digunakan oleh berbagai etnik dan dipercayai mempunyai khasiat obat yang dikelompokan menjadi tumbuhan obat tradisional, tumbuhan obat modern dan tumbuhan obat potensial. Pengobatan tradisional merupakan akumulasi dari pengetahuan, keterampilan dan praktek yang didasarkan pada berbagai teori, kepercayaan dan pengalaman yang dikembangkan oleh berbagai kebudayaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Desa Oebelo Kabupaten Kupang, organ tumbuhan yang digunakan untuk mengetahui cara meramu tumbuhan obat yang digunakan sebagai obat tradisional. Pengambilan sampel dan pengumpulan data tumbuhan yang berkhasiat obat dilakukan dengan metode eksplorasi yang dilakukan di Desa Oebelo Kabupaten Kupang dan dibantu oleh orang yang pernah menggunakan tumbuhan sebagai obat. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi.Variabel pengamatan berupa informasi pemanfaatan tanaman obat dan informasi botanis. Analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional di Desa Oebelo Kabupaten Kupang diperoleh 18 spesies tumbuhan. Organ tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat adalah daun, batang, bunga, buah, dan akar, Dari hasil penelitian menunjukan bahwa tumbuhan obat mampu menyembuhkan berbagai penyakit dan cara pengolahannya yaitu direbus, ditumbuk, diperas, dipanaskan, dicampur dan dikunyah. Kata kunci : Keanekaragaman, Tumbuhan obat, Masyarakat Desa Oebelo

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Etnobotani dan Analisis Vegetasi Tumbuhan Obat Tradisional Di Hutan Wisata Alam Laputih Kabupaten Sumba Timur

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu daerah yang memiliki keanekaragaman hayati dimana terdapat berbagai jenis tumbuhan berkhasiat obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat, Organ tumbuhan yang di gunakan dan cara pengolahannya. dan untuk mengetahui kelimpahan tumbuhan obat Di Hutan Wisata Alam Laputi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang diamati baik dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. pengambilan sampel dan pengumpulan data di lokasi menggunakan metode belt transek dengan transek kuadran. Dalam pengumpulan data vegetasi dalam penelitian ini menggunakan 3 lokasi yang berbeda yaitu lokasi ditempat yang dekat air terjun, danau dan tempat kering atau bebatuan. Data tumbuhan obat yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel. Untuk menghitung keanekaragaman tumbuhan pada plot digunakan rumus keanekaragaman Shanon-Wiener. Data vegetasi dianalisis dengan menggunakan rumus kerapatan, frekuensi dan dominasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Hutan Wisata Alam Laputi Desa Praingkareha terdapat 23 jenis tumbuhan yang berkhasiat obat yang digunakan oleh pengobat tradisional dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Bagian organ tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan yaitu akar, batang, daun, biji dan rimpang.Cara mengolah tumbuhan tersebut yaitu dengan cara dihaluskan, dimasak dan direbus. Hasil penghitungan nilai kerapatan dan kerapatan relatif. Nilai tertinggi untuk tingkat pertumbuhan semai yaitu Piper betle L K (1,5), KR (22.222%). Tingkat Tiang nilai tertiggi yaitu, Psidium guajavaK (50), KR (0,166%). Tingkat pertumbuhan tertinggi pada pohon yaitu, Cassia siamea LamkK (0,01), KR (80,645%).Hasil penghitungan nilai frekuensi dan frekuensi relatif untuk tingkat pertumbuhan semai yaitu Piper betle L F(0,277), FR (29,562%). Tingkat Perdu nilai tertinggi yaitu, Psidium guajava (0,166), FR (10,553%). Tingkat pertumbuhan tertinggi pada pohon yaitu, Cassia siamea Lamk F (0,222), FR (33,484%) dan S. Macrophylla F (0,138, FR (20,814%).Hasil penghitungan dominansi dan dominansi relatif, nilai tertinggi untuk tingkat pertumbuhan perdu yaitu, Hibiscus rosa-sinensis, D (1,398), DR (28,974%)danSauropus androgynusD (1,185), DR (24,559%). Nilai tertinggi untuk tingkat pohon yaitu S. Macrophylla D (3,602), DR (38,388%).Perlu peningkatan upaya budidaya tumbuhan yang berpotensi sebagai obat tradisional Kata kunci: Etnobotani, Analisis Vegetasi, Tumbuhan Obat Tradisional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail