ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kabupaten Sumba Timur merupakan Kabupaten yang memiliki beragam kekayaan sumber daya alam pangan lokal. Salah satu pangan lokal yang dihasilkan adalah kacang-kacangan. kacang-kacangan merupakan jenis tumbuhan yang tergolong dalam suku Leguminosae. Suku Leguminosae memiliki ciri khas pada bunganya seperti kupu-kupu danmemiliki polong. Kacang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam berbagai industry pangan. Salah satu upaya melakukan pendataan jenis kacang kacangan adalah inventarisasi. Inventarisasi merupakan rangkaian kegiatan mengumpulan, menyusun, mendukumentasian, dan menganalisis data atau barang (Leisha, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kacang-kacangan yang terdapat di Kabupaten Sumba Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif (jelajah) yaitu metode yang menelusuri setiap lokasi yang dapat mewakili lokasi penelitian yang sudah ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 jenis kacang-kacangan yang memiliki variasi biji mulai dari bentuk, warna dan tekstur. Jenis kacang-kacangan tersebut adalah kacanghijau (Phaseolus radiatus L.), kacang tanah (Arachis hypogea L.), Kacang gude (Cajanus cajan L), kacang panjang (Vigna sinensis L.),kacang buncis (Phaseolus vulgaris L.), kacang tunggak (Vigna unguiculata L. Walp), kacang kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L), kacang nasi (Vigna Umbelata), dan kacang bogor (Vigna Subterranea (L) Verdc).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EFEKFORTIFIKASITEPUNGKACANGHIJAULOKAL(Sabu)PADA KANDUNGANPROTEINDANCITARASAWOLLAPA
KotaA.Alfiana*)MalelakZet**)BanoEtM.I.Regina**)
ProgramStudiTeknologiHasilPertanianFakultasTeknologiPertanian
UniversitasKristenArthaWacanaKupang
ABSTRAK
WollapamerupakansalahsatumakanankhaskabupatenSabuRaijua,NTT.Makananiniterbuatdaribahandasarberasyang ditumbukdangulamerahdarilontarkhasSabu.Beraspilihanawalnyaditumbukdandiberigulaair dandicampurmenjadisepertiadonankue.Adonantersebutkemudiandibentukdandibungkusmenggunakandaunkelapamudadandikukushinggamatang.Tepungkacanghijaudapatdimanfaatkansecarakeseluruhankarenakandungangiziyang terdapatdalamtepungkacanghijausangatbaik, salahsatupemanfaatantepungkacanghijauadalahdalampembuatanwollapa.Tujuandaripenelitianiniuntukmengetahuiefekfortifikasitepungkacanghijauterhadapwollapa.PenelitianinimenggunakanRancanganAcakLengkap(RAL)dengan4perlakuandan 3kaliulangansehinggamenghasilkan12unitpercobaandenganfortifikasitepungkacanghijau10%, 15%,
20%,30%.Variabelyang diamatiadalahujikimiadanujiorganoleptik(kadarprotein, warna, rasa,aroma,tekstur).Perlakuanterbaikyaitupenambahantepungkacanghijausebanyak20%denganinimenunjukkanbahwaujiorganoleptikyakniskorwarna 3,667 dengankategori(suka),skorrasa 3,822dengankategori(suka),skoraroma 3,711dengankategori(suka),skortekstur3,756dengankategori(suka)dankadarproteinyaitu31,956.
KataKunci:Wollapa,TepungKacangHijau,TepungBeras
Peneliti* Pembimbing*
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LAMA PENYANGRAIAN KACANG METE TERHADAPA KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA SELAMA PENYIMPANAN
Mesa DanggaMarselina*) Nubatonis M. Lesybeth**) MalelakZet**)
ABSTRAK
Penelitianinibertujuanuntukmengetahui Lama PenyangraianKacang Mete TerhadapKarakteristikFisik Dan Kimia SelamaPenyimpanan.Penelitianinidilaksanakan di LaboratoriumProsesingFakultasTeknologiPertanianUniversitasArthaWacanaKupang.MenggunakanRancanganAcakLengkap (RAL) dengan 5 perlakuandan 3 kali ulangansehinggaterdapat 15 unit percobaan, dengan lama penyangraian 5 menit, 10 menit, 15 menitdan 20 menit. Variabel yang diamatiadalahkarakteristikkimia yang meliputianalisiskadar air dankadarlemakdankarakteristikorganoleptik yang meliputiujikesukaanterhadapwarna, aroma dantekstur. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa lama penyangraianberpengaruhterhadapkarakteristikfisikdankimiakacang mete selamapenyimpanan. Perlakuanterbaik lama penyangraiankacang mete terdapatpadaperlakuan P3 yaitu lama penyangraian 15 menit, menghasilkannilai rata-rata warnakacang mete sebelumpenyimpanan 4.68 (sangatsuka), setelahpenyimpanannilai rata-rata warna 4.70 (sangatsuka). Nilai rata-rata aroma sebelumpenyimpanan 4.73 (sangatsuka), setelahpenyimpanannilai rata-rata aroma 4.13 (suka) dannilai rata-rata tekstursebelumpenyimpanan 4.78 (sangatsuka), setelahpenyimpanannilai rata-rata tekstur 4.63 (sangatsuka).Sedangkanujikimianilai rata-rata kadar air sebelumpenyimpanan 2.84% dansetelahpenyimpanannilai rata-rata kadar air 3.08%. Nilai rata-rata kadarlemaksebelumpenyimpanan 42.56% dansetelahpenyimpanannilai rata-rata kadarlemak 41.95%.
Kata Kunci :Penyangraian, Kacang Mete, Penyimpanan
*) Peneliti
**) Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kabupaten Sabu Raijua merupakan kabupaten yang mayoritas masyarakatnya adalah petani. Salah satu hasil pertanian yang dihasilkan adalah kacang-kacangan. Kacang-kacangan adalah salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di Indonesia dan merupakan jenis tanaman pangan. Kacang-kacangan ini biasa disebut legume dan termasuk dalam suku Leguminosae. Suku ini memiliki ciri khas yaitu buahnya berupa polong dan polong tersebut berbentuk buah sekat semu. Jenis kacang-kacangan ini mengandung protein 18-36 %, karbohidrat, fosfor, besi, kalsium, vitamin A, B, C dan D. Bertolak dari komposisi kimia tersebut, peran kacang-kacangan sangatlah penting dalam pemenuhan gizi. Salah satu upaya dalam melakukan pendataan terhadap jenis kacang-kacangan adalah inventarisasi. Inventarisasi merupakan rangkaian kegiatan mengumpulkan, mencatat, mendokumentasikan sampai menganalisis suata data atau barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kacang-kacangan yang terdapat di Kabupaten Sabu Raijua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif (jelajah) yaitu metode yang menelusuri setiap lokasi yang dapat mewakili lokasi penelitian yang sudah ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis kacang-kacangan yang memiliki variasi biji mulai dari bentuk, warna dan tekstur. Jenis kacang-kacangan tersebut adalah Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.), Kacang Tanah (Arachis hypogea L.), Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L. Walp), Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dan Kacang Panjang (Vigna sinensis L.).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu penyebab yang menghambat produktivitas pengupasan kulit kacang tanah adalah karena proses pengupasan masih dilakukan secara manual , DENGAN menggunakan tenaga manusia. Untuk mengatasi hal tersebut, sistem ini dibuat untuk mengupas kulit kacang tanah dengan proses pemisahankulitkacangtanahsecaramekanik.Pemisahkankulitdilakukansecaramekanikdengan menggunakan dua roller yang dilapisi karet, yang didesain agar bisa mengupas kulit kacang dengan mudah. Melalui penelitian yang telah dilakukan, pembuatan pemisah kulit kacang tanah terdiri dari bagian hopper (mulut pemasukan), bagian sistem pengupas, rangka mesin, kipas pelempar kulit, dan hopper penampung. Dari hasil pengujian 3 kali ulangan, dengan jumlah 1 kg gr setiap pengulangan, didapatkan 70% kulit kacang tanah terkupas. Atau jika dihitung, dihasilkan kapasitas mesin sebesar 2,87 gram/detik dan persentase pemisahan 0,49%, itu karena karet pada roller tidak terlalu seimbang, sehingga pekerja membutuhkan akurasi yang tepat dengan mengunakan mesinpemotong.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik Rancang Bangun Alat Pengupas Kulit Kacang Tanah Tipe Dinamo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode perancangan alat pengupas kulit kacang tanah dan melakukan uji truktural dan fungsional alat pengupas kulit kacang tanah untuk mengetahui performansi atau pengupasan kulit kacang tanah. Pada penelitian ini penulis menggunakan kacang tanah kering sebagai bahan untuk menguji kapasitas dan keefektifan kinerja alat pengupas kulit kacang tanah Dari hasil analisis penelitian tersebut menunjukan bahwa secara struktural dan fungsional semua komponen alat dapat berfungsi sesua desainnya. Dari hasil uji kinerja alat menunjukan bahwa kapastas kerja alat pengupas kulit kacang tanah dengan kapasitas kerja 11,823 gram/detik dengan presentasi biji utuh sebesar 61,49%, biji rusak sebesar 0,56% dan presentasi biji tak terkupas sebesar 37,91%. Dengan menggunakan mesin pengupas kulit kacang tanah dengan sistim gesek, jarak gesekan antara silinder pengupas ke saringan dengan ukuran tinggi 2 cm.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
OPTIMASI SUHU DAN LAMA WAKTU PEMASAKAN KACANG TUNGGAK (Vigna Ungui Culata L.) DALAM PEMBUATAN SUSU
Malik A.J Yuven*Nubatonis M. Lesybeth**Malelak Zet**
ABSTRAK
Penelitian ini dengan judul optimasi suhu dan lama waktu pemasakan kacang tunggak (vigna ungui culata L.) dalam pembuatan susu telah di laksanakan pada laboratorium processing dan di uji lanjut dilaboratorium eksakta Universitas Kristen Artha Wacana pada tanggal 7 juli sampai 21 september 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi suhu dan lama waktu pemasakan kacang tunggak dalam pembuatan susu dan untuk menemukan satu titik optimasi suhu dan lama waktu pemasakan kacang tunggak dalam menghasilkan susu yang terbaik. Metode yang digunakan adalah metode respon permukaan/ response suface methodology (RSM). Variabel bebas berupa suhu dan lama waktu pemasakan sedangkan variabel terikat adalah pengujian organoleptik (rasa, warna, aroma ) dan kadar protein. Dalam penelitian ini suhu yang digunakan adalah 550C, 600C, 700C, 800C, 840C dan lama waktu yang digunakan 17 menit, 20 menit, 25 menit, 30 menit, 32 menit. Dengan bahan dasar adalah kacang tunggak 3000 gram masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa optimasi suhu dan lama waktu pemasakan berpengaruh sangat nyata terhadap uji organoleptik (rasa, warna, aroma) maupun kadar protein yang di hasilkan dari kacang tunggak melalui proses pemasakan. Uji organoleptik (rasa, warna, aroma) yang banyak disukai panelis terdapat pada optimasi suhu 600C, 800C, 700C dan lama waktu pemasakan 30 menit, 20 menit dan 25 menit sedangkan kadar protein tertinggi 31,99% pada optimasi suhu 700C dan lama waktu pemasakan 25 menit.
Kata kunci: kacang tunggak, suhu, waktu, kadar protein, RSM.
*Peneliti
**Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENERIMAAN SENSORIK GULA-GULA BABEKO DENGAN PROPORSI KACANG TANAH TERHADAP GULA LONTAR CAIR YANG BERBEDA (FANDU T W*) , (MEDAH I A**), (ZET MALELAK**) ABSTRAK Penelitianinitelahdilaksanakanpadatanggal 25 -29 juni 2021 di laboratoriumprocessingfakultasteknologipertanianUniversitas Kristen ArthawacanaKupangtentangmenganalisispenerimaansensorikgula-gulababekodenganproporsikacangtanahterhadapgulalontarcair yang berbedadanMetode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodeRancanganAcakKelompok (RAK). Percobaanmengaplikasikanempat (4) tarafperlakuandanmasing-masingperlakuanproporsikacangtanahterhadapgulalontarcairmemberikanpengaruh yang sangatnyata (P>0,01) padatarafsignifikan 1% terhadapujianalisissensorik yang digunakanadalahmetodeuji scoring terhadap rasa, teksturdan aroma babeko. Hasilanalisisdanpembahasanmenunjukkanbahwaperlakuan yang tepatdenganpenerimaansensorikgula-gulababekodenganproporsikacangtanahterhadapgulalontarcair yang berbedaterdapatpadaperlakuanD.gulacair 60% yang mendapat rata-rata nilaiuntuksetiapvariabelyaitutingkatkesukaan rasa babeko(4,733) sangatsukatekstur (4,611) sangatsukadan aroma babeko(4,578) sangatsuka. KataKunci:Gulalontarcair, kacangtanah, sari jahe,babeko,rasa, tekstur,aroma
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK INVENTARISASI JENIS KACANG-KACANGAN (LEGUMINOSAE) YANG TERDAPAT DI KABUPATEN ROTE NDAO Sinta, D. P.*) Refli**) Ngginak, J**) Kacang-kacangan merupakan tanaman golongan polong-polongan yang umumnya tumbuh di Indonesia. Tanaman kacang-kacangan atau legume termasuk pada suku Leguminosae. Pulau Timur merupakan salah satu pulau Nusa Tenggara Timur yang dikenal memiliki flora yang unik. Salah satu daerah di NTT yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi adalah Rote Ndao. Keberadaan kacang-kacangan di Rote Ndao sebagai sentra ekonomi, kebijakan pemerintah dalam kaitan dengan upaya mempromosikan pangan lokal sebagai bagian dari strategi ketahanan dan kedaulatan pangan nasional perlu ditingkatkan. Salah satu upaya dalam melakukan pendataan terhadap jenis kacang-kacangan adalah inventarisasi Inventarisasi merupakan suatu kegiatan untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan data mengenai jenis obyek. Menurut Bora (2011) Inventarisasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh data serta informasi mengenai potensi sumber daya alam ( jeni-jenis tumbuhan ) yang terdapat di suatu daerah untuk perencanaan pengelolaan sumber daya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kacang-kacangan yang terdapat di Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif (jelajah). Pada penelitian ini terdapat jenis kacang yang dikenal sebagai tanaman langka yaitu kacang merah. Kacang merah hanya terdapat di Kecamatan Pantai Baru. Kacang merah yang ditemukan di lokasi penelitian merupakan tanaman monokultur yang memiliki nilai jual tertinggi. Namun tingkat peminatan petani untuk pembudidayaan tanaman monokultur sangat minim dibanding tanaman tumpangsari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kacang-kacangan merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang dikenal sebagai tanaman pangan.Tanaman kacang-kacangan termasuk dalam suku leguminosae. Kacang memiliki ciri khas pada bentuk polong dengan biji berkeping dua, berakar tunggang atau serabut, tipe pertumbuhan batangnya (tegak, merambat dan semak) serta memiliki daun yang berwarna hijau. Menurut Puspita dkk (2017), terdapat 10 jenis biji kacang di Pulau Timor (Desa Binaus, Kecamatan Molo Tengah, Kabupaten TTS), yang diidentifikasikan sebagai pengembangan inovasi pangan. Kacang-kacangan mengandung sejumlah nutrisi penting seperti protein, mineral, vitamin, karbohidrat dan serat (Puspita dkk, 2018).Melihat keberadaan dan kandungan jenis kacang menurut kedua pendapat diatas, maka kacang-kacangan di Kabupaten TTS dapat dikategorikan sebagai pangan komersial yang baik. Salah satu strategi yang dilakukan untuk mendata semua jenis kacang-kacangan di Kabupaten TTS adalah inventarisasi.Inventarisasi adalah suatu upaya untuk mendata atau mengumpulkan informasi tentang suatu benda, baik dari segi bentuk, ukuran dan ciri-cirinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahhui jenis-jenis kacang yang terdapat di kabupaten timor tengah selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, telah ditemukan 11 jenis kacang. Jenis kacang-kacangan yang ditemukan antara lain kacang kedelai (Glycine max L), kacang tanah (Arachis hypoge L), kacang hijau (Vigna radiata L), kacang tunggak (Vigna unguiculata L), kacang nasi (Vigna umbelata), kacang turis (Cajanus cajan L), kacang kecipir (Psophocarpus tetragonolobus), kacang arbila (Phaseolus lunantus L), kacng komak (Lablab porpus), kacang buncis (Phaseolus vulgaris L).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Dan Jeroan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Terhadap
Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Kadawung, E. R* Hendrik, A. Ch** Nitsae, M**
Peningkatan produktivitas tanaman kacang hijau (Vigna radiate L.) dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan jeroan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan perlakuan pupuk organik daun kirinyuh (DK) dan jeroan ikan cakalang (JI) yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada kacang hijau. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 ulangan dan 5 taraf perlakuan yaitu kontrol = tanpa pupuk organik cair , perlakuan 1=5 kg DK (kg), perlakuan 2=4 DK + 1 JI (kg), perlakuan 3=3 DK + 2 kg JI (kg), perlakuan 4= 2 DK + 3 JI (kg), perlakuan 5=1 DK + 4 JI (kg), dan perlakuan 6=5 kg JI. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, pada parameter tinggi batang memiliki nilai yang berebda nyata pada setiap perlakuan namun tidak berbeda nyata pada perlakuan 3 dan 4 parameter jumlah polong memiliki nilai rata-rata yang berbeda nyata namun pada perlakuan 3 dan 4, dan perlakuan 2 dan 5 memiliki nilai yang tidak bebeda nyata. Sedangkan pada parameter jumlah daun dan berat polong menunjukan nilai rata-rata yang berbeda tidak nyata pada setiap perlakuannnya. Pupuk pada perlakuan 3 dan 4 memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong dan berat polong. Penelitian tentang pupuk organik cair daun kirinyuh dan jeroan ikan cakalang masih bisa terus dikaji lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH LAMA FERMENTASI SELAMA PEMBUATAN KEFIR SUSU KACANG KEDELAI Bhoko E*) Nuhamara Ir.N**) Nubatonis L.M**) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium processing UKAW dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik mutu kefir susu kacang kedelai dan menentukan mutu organoleptik meliputi rasa, aroma, warna, dan penerimaan secara keseluruhan.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali dengan Lama Fermentasi 12 jam, 14 jam, 16 jam dan 18 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Uji Ananlisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan Bdengan Lama Fermentasi 14 jam terhadap rasa kefir susu kacang kedelai yang tertinggi dengan skor 4,833 (sangat suka), aroma kefir susu kacang kedelai yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan B dengan skor 4,750 (sangat suka),warna kefir susu kacang kedelai yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan B dengan skor 4,295 (sangat suka). Kata kunci : Kefir, Kacang Kedelai, Organoleptik dan Susu Kacang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LAMA WAKTU PEMASAKAN GULA DALAM MENGHASILKAN KARAKTERISTIK TENTENG KACANG TANAH Rolan K.A.Nenomataus1), Lesybeth M.Nubatonis1)Zet Malelak2) ABSTRAK Kacang tanah merupakan salah satu produk yang banyak dijumpai di Belu dan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari kacang tanah dapat diolah menjadi beberapa produk salah satunya adalah tenteng kacang tanah. Penelitian bertujuan untuk mengatahui lama waktu pemasakan gula dalam menghasilkan tekstur tenteng yang terbaik dan untuk mendapatkan salah satu perlakuan lama waktu pemasakan pada pembuatan tenteng. Metode yang digunakan adalah Rancang Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Hasil analisis menunjukan bahwa perlakuan lama waktu pemasakan gula menghasilkan karakteristik organoleptik tenteng kacang tanah yaitu warna, rasa dan tekstur memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf 1%. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu pemasakan gula menghasilkan karakteristik tenteng kacang tanah yang terbaik terdapat pada perlakuan B ( lama waktu pemasakan 5 menit) dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan rasa tenteng kacang tanah (4,861) sangat suka, warna tenteng kacang tanah (4,611) sangat suka dan tekstur tenteng kacang tanah (4,722). Kata Kunci : kacang tanah, pemasakan, tenteng, rasa, warna, tekstur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK EFEK WAKTU FERMENTASI TEMPE KACANG TUNGGAK (vignaunguucilata) Rassi N. M*) Godlief F. Neonufa**) Zet M**) Tempe adalah makanan hasil fermentasi yang populer di Indonesia dan dibuat dari kacang-kacangan (Syam dan Patang, 2018). Melalui proses fermentasi, kacang-kacangan yang dicampur dengan ragi tempe akan membentuk padatan kompak berwarna putih. Warna putih disebabkan adanya miselia jamur yang tumbuh pada permukaan biji kacang-kacangan yang menghubungkan biji-biji tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek waktu fermentasi tempe kacang tunggak Terhadap organoleptik (rasa,warna, aroma, dan tekstur) sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari kacang tunggak. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan presentase fermentasi 1 hari, fermentasi 2 hari, fermentasi 3 hari, fermentasi 4 hari tempe kacang tunggak. Hasil penelitian menunjukan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari, yang dimana proporsi tempe kacang tunggak fermentsi 2 hari terdapat tekstur tempe kacang tunggak yang tertinggi dengan skor 3,7, rasa tempe kacang tunggak yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari dengan skor 3,9,aroma tempe kacang tunggak yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan fermentsi 2 hari dengan skor 3,7, warna tempe kacang tunggak yang sesuai dengan pengamatan terhadap kartu warna makanan, warna yang paling tegas terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari dengan indikator warna 16 PMS 142 kuning kecoklatan. Kata kunci : Bahan Pengolahan Pangan, Tempe Kacang Tunggak *) Penelitian
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.) PADA TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) TERHADAP SIFAT SENSORIK STICK (YOHANES CONSTAN AQUINO*) (Andre.I. Medah**)(I.D.A.A.R.R.AdI**) Stick adalah salah satu jenis camilan yang berbahan utama tepung terigu yang memiliki kandungan gluten dan pati. Variasi stick sudah banyak dikembangkan mulai dari stick keju (chesse stick), stick ikan sampai stick dari umbi-umbian. Bahan baku utama pembuatan stick adalah tepung terigu. Tepung terigu adalah bahan baku utama yang sering digunakan oleh masyarakat, namun impor tepung terigu di Indonesia terus menerus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kacang hijau pada tepung mocaf terhadap sifat sensorik stick dan untuk mengetahui tingkat substitusi tepung kacang hijau yang optimal terhadap sifat sensorik pada stick. Jenis penelitian ini Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase 0%, 15%, 20% dan 25%. Variabel yang diamati adalah, karakteristik sensorik yaitu rasa, tekstur, warna, aroma. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik organoleptik terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan Tekstur 4,6, Rasa 4,5, Aroma 4,4, dan Warna 4,3, dengan kategori sangat suka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Markus Ndode Malo*M.Nuhamara**I.D.A.A.R.R.Adi Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium EKsakta teknologi pertanian,Universitas Kristen Artha Wacana kupang pada tanggal 26 mei-5 juni 2021.Tujuan adalah untuk mengetahui pengaruh dalam penggunaan kayu manis terhadap nilai organoleptik susua kacang gude dan manakah jumlah yang terbaik penggunaan kayu manis dalam proses pembuatan susu kacang gude.penelitian ini menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 4 perlakuan,3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan.perlakuan terbaik menggunakan susu kacang gude dengan penambahan bubuk kayu manis pada perlakuan p3 penggunaan kayu manis 24gram sehingga menghasilkan nilai rata-rata rasa 3.822(sangat suka,)aroma 3.733 (Sangat suka) dan warna 3.689(sangat suka)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS KACANG HIJAU (Vigna radiata) TYPE SELINDER DRUM Tes M. N. E *) Makaborang M. **) Haba Bunga F.J. **) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dengan judul Rancang Bangun Alat Pengupas Kacang Hijau (Vigna radiata) Type Selinder Drum. Kacang Hijau adalah jenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas didaerah tropika. Sebagai bahan makanan, kacang hijau dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan yang bergizi tinggi. Proses pengolahan kacang hijau menjadi makanan selama ini membutuhkan waktu yang cukup lama yang disebabkan oleh proses pengupasan polong kacang hijau yang dilakukan secara manual. Sehingga diperlukan rancangan alat pengupas yang dapat mempercepat proses tersebut. Rancang bangun yang telah dilakukan meliputi penentuan putaran Poros As, daya motor penggerak yang digunakan, diameter gigi pemukul, ukuran pulley, dan jenis sabuk. Hasil rancang bangun alat pengupas kacang hijau type selinder drum diperoleh dimensi dan spesifikasi alat dengan menggunakan diameter drum lebar 30cm dan panjang 37cm, gigi pemukul yang dilapisi karet ban dengan panjang gigi pemukul 10cm dan lebar 0,8cm dan ukuran panjang karetnya 16cm, daya motor penggerak (dynamo) ¼ HP dengan putaran 147,7 RPM. Sehingga dapat dihasilkan alat pengupas polong kacang hijau dengan kapasitas 25,93 kg/jam. Kata kunci : kacang hijau, pengupas Keterangan *) Peneliti **) Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH DIAMETER PULLEY PADA MESIN PENGGERAK TERHADAP UNJUK KERJA MESIN PENGUPAS KACANG HIJAU ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mekanisasi Pertanian dengan judul pengaruh diameter pulley pada mesin penggerak terhadap unjuk kerja mesin pengupas kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diameter pulley dan untuk mengetahui ukuran diameter pulley pada mesin penggerak yang tepat. Penelitian ini menggunakan rancangan dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap) 3 perlakuan 6 kali ulangan dan 18 unit percobaan. Perlakuan yang dicoba yaitu: A (Pulley diameter 80 mm), B (Pulley diameter 70 mm), dan C (Pulley diameter 40 mm). Parameter yang diamati adalah kapasitas kerja mesin pengupas kacang hijau dan presentasi hasil terkupas. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh diameter pulley pada mesin pengupas kacang hijau terhadap kapasitas kerja mesin dapat disimpulkan bahwa diameter pulley yang berbeda pada mesin penggerak berpengaruh pada kapasitas kerja mesin pengupas kacang hijau, diameter pulley mesin penggerak yang tepat untuk unjuk kerja mesin pengupas kacang hijau adalah diameter 80 mm. Kata kunci: Pulley, Kacang Hijau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kacang hijau (Phaseolus radiates L.) merupakan tanaman yang sudah dikenal lama dan memiliki keunggulan dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan lainnya. Kacang hijau aalah saalah satu tanaman yang memiliki banyak rmanfaat sebagai sumber protein. Berdasarkan keragaman manfaat yang dimiliki kacang hijau, diperlukan upaya untuk mempertahankan kelestariannya dan meningkatkan produksi tanaman yaitu dengan melakukan pengelolaan dan teknik pembudidayaan yang tepat. Penelitian ini bertuan untuk menganalisis pengaruh limbah cair pewarna alami berbahan dasar mengkudu terhadap perkecambahan tanaman kacang hijau. Benih yang digunakan dalam penelitian ini merupakan bibit yang berkualitas baik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)dengan 4 taraf perlakuan yang terdiri atas 0%, 20%, 40%, 60% dan 80% dan diulangi sebanyak 5 kali. Parameter pengamatan dalam penelitian ini meliputi daya kecambah, kecepatan berkecambah, dan nilai rata-rata perkecambahan harian.Data empiris yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (uji F), dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%, Jika FhitungFtabel (α=0,05). Berdasarkan hasil uji ANOVA, dari ketiga parameter pengamatan pemberian limbah cair pewarna alami terhadap perkecambahan benih kacang hijau tidak berpengaruh berbeda nyata antar setiap perlakuan karena FhitungFtabel(ρ0,05). Dengan demikian, maka penelitian ini tidak dapat di uji lanjut
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kacang arbila hutan (Phaseolus lunatus L.) merupakan kacang arbila yang hidup di hutan, kacang ini memiliki morfologi, anatomi, dan fisiologi yang sama dengan kacang arbila yang dibudidayakan namun memiliki perbedaan dengan kandungan HCN (racun). Amilase adalah enzim pendegradasi pati yang digunakan di industri makanan, minuman, tekstil, detergen, kertas, farmasi. Sumber enzim dapat diperoleh dari biji-bijian. Biji mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Enzim amilase banyak terdapat pada kacang-kacangan dalam bentuk biji. Biji akan menghasilkan amilase dalam jumlah yang banyak pada masa perkecambahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah biji kacang arbila hutan mengandung enzim amilase dan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kasar enzim amilase yang terkandung dalam biji kacang arbila hutan (Phaseolus lunatus L). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan parameter yang diuji adalah isolasi enzim amilase, penentuan kadar protein, dan uji kadar glukosa dan diuji menggunakan spektrofotometer. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kacang arbila hutan berpengaruh positif terhadap enzim amilase dan warna yang didapatkan dari ekstrak kasar enzim amilase adalah cokelat keruh. Ekstrak kasar enzim amilase dari biji kacang arbila hutan (Phaseolus lunatus L.) sebanyak 10 ml/100g. Didapatkan hasil kadar protein ekstrak kasar enzim amilase 69,44 mg/mL, aktivitas ekstrak kasar enzim amilase 7,75 U/mL, dan akivitas spesifik sebesar 0,111 U/mg.