ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK EFEK WAKTU FERMENTASI TEMPE KACANG TUNGGAK (vignaunguucilata) Rassi N. M*) Godlief F. Neonufa**) Zet M**) Tempe adalah makanan hasil fermentasi yang populer di Indonesia dan dibuat dari kacang-kacangan (Syam dan Patang, 2018). Melalui proses fermentasi, kacang-kacangan yang dicampur dengan ragi tempe akan membentuk padatan kompak berwarna putih. Warna putih disebabkan adanya miselia jamur yang tumbuh pada permukaan biji kacang-kacangan yang menghubungkan biji-biji tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek waktu fermentasi tempe kacang tunggak Terhadap organoleptik (rasa,warna, aroma, dan tekstur) sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari kacang tunggak. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan presentase fermentasi 1 hari, fermentasi 2 hari, fermentasi 3 hari, fermentasi 4 hari tempe kacang tunggak. Hasil penelitian menunjukan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari, yang dimana proporsi tempe kacang tunggak fermentsi 2 hari terdapat tekstur tempe kacang tunggak yang tertinggi dengan skor 3,7, rasa tempe kacang tunggak yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari dengan skor 3,9,aroma tempe kacang tunggak yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan fermentsi 2 hari dengan skor 3,7, warna tempe kacang tunggak yang sesuai dengan pengamatan terhadap kartu warna makanan, warna yang paling tegas terdapat pada perlakuan fermentasi 2 hari dengan indikator warna 16 PMS 142 kuning kecoklatan. Kata kunci : Bahan Pengolahan Pangan, Tempe Kacang Tunggak *) Penelitian
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Substitusi Tepung Tempe Kacang Nasi (Vigna Umbelata) Dalam Tepung Beras Pada Pembuatan Kue Rambut Khas Alor Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa Perlakuan subtitusi tepung tempe kacang nasi pada tepung beras yaitu berbeda dalam pembuatan Kue rambut memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap karakteristik organoleptik Kue rambut yaitu warna, rasa dan tekstur Kue rambut. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan yang tepat dengan subtitusi tepung tempe kacang nasi yang berbeda dalam pembuatan Kue rambut terdapat pada perlakuan B dengan subtitusi tepung tempe kacang nasi sebanyak 70% yang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variabel yaitu tingkat kesukaan warna Kue rambut sebesar (4,622), rasa Kue rambut (4,822), tekstur Kue rambut (4,600), aroma Kue rambut (4,644). Saran yang diberikan yaitu dalam pembuatan kue rambut dengan menggunakan substitusi perlkuan, sebaiknya menggunakan tepung tempe kacang nasi dengan substitusi 70% sehingga tidak terlalu mempengarui sifat organoleptik dari kue rambut
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi serbuk biji labu kuning terhadap pembuatan tempe. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali dengan presentase 0%, 10%, 15%, 20% serbuk biji labu kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Ananlisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan substitusi 10% terhadap rasa tempe yang tertinggi dengan skor 4,756 (sangat suka), warna tempe yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 4,600 (sangat suka) Dan aroma tempe yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 4,644 (sangat suka) .