ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam perkembangan dunia usaha, perusahaan sangat bergantung pada investasi, perusahaan jugah sebagai pihak yang membutuhkan dana yang dapat memperoleh dana dari para investor yang membeli saham perusahaan melalui pasar modal, karena investor sebagai pihak yang memiliki kelebihan dana yang dapat menginvestasikan dananya pada berbagai macam sekuritas yang ada dengan harapan dapat memperoleh return (keuntungan). pasar modal di Indonesia terbentuk dengan tujuan untuk menghubungkan investor sebagai pemodal dengan suatu perusahaan atau institusi pemerintah. Setiap usaha investasi yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan investasi tersebut, investor tidak akan mendapatkan tingkat keuntungan investasi yang tinggi apabila tanpa menghadapi risiko. dalam berinvestasi pada pasar modal ada dua hal yang akan dihadapi oleh investor, yaitu tingkat keuntungan yang diharapkan dan tingkat risiko, artinya dalam melakukan investasi, jika investor mengalami keuntungan investasi, maka Iapun harus siap untuk menerima risiko tersebut. Dengan demikian dapat diketahui seberapa besar nantinya hasil investasi yang dapat dapat diperoleh dengan tingkat keuntungan dan tingkat risiko yang seminimal mungkin. tujuan dari penilitian ini adalah mengukur seberapa besar tingkat keuntungan dan tingkat risiko investasi saham pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penilitian 2018 sampai dengan 2021. perhitungan tingkat risiko dalam penilitian ini diukur menggunakan VaR (Value at Risk) dan keuntungan diukur menggunakan RAROC (Risk Adjusted Return On Capital). Metode dalam penilitian ini adalah menggunakan analisis kuantitatif. Alat yang digunakan adalah rasio. Objek dalam penilitian ini adalah 5 (lima) perusahaan yang dijadikan sampel, sumber data yang diperoleh yaitu data sekunder yang diperoleh dari web site: idx co id. Berdasarkan hasil penilitian yang dibahas membuktikan bahwa risiko investasi saham pertambangan batu bara yang diketahui cenderung mengalami potensi kerugian. pada tahun 2018 nilai VaR terbaik dimiliki PT.Adaro Energy Tbk, sebesar 26.9857, sedangkan nilai terburuk dimiliki oleh PT.Dian Swastatika sentosa Tbk sebesar 136.6542. Pada tahun 2019 nilai VaR terbaik dimiliki oleh PT.Baramulti Suksesarana Tbk, sebesar 28.4437, sedangkan nilai terburuk dimiliki oleh PT.Dian Swastatika Sentosa Tbk sebesar 85.3250. Pada tahun 2020 nilai VaR terbaik terjadi pada PT.Bukit Asam sebesar 33.4394, sedangkan nilai terburuk terjadi pada PT.Dian Swastatika Sentosa Tbk sebesar 95.3468. Pada tahun 2021 nilai VaR terbaik dimiliki oleh PT.Bukit Asam Tbk sebesar 40.5396, sedangkan nilai terburuk terjadi pada PT.Baramulti Suksesarana Tbk, sebesar 517.1245. Diketahui bahwa nilai VaR tertinggi selama periode penilitian dialami oleh PT.Baramulti Suksesarana sebesar 517.1245. dan Nilai RAROC yang dimiliki maka PT.Bukit Asam Tbk memiliki nilai tertinggi pada tahun 2018 sebesar 0.0008, dan PT.Adro Energy Tbk memiliki nilai terrendah sebesar -0.0022, sedangkan pada tahun 2019 PT.Adaro Energy Tbk memiliki nilai tertinggi sebebsar 0.0004 dan PT.Bukit Asam Tbk memiliki nilai terrendah sebesar -0.0012, sedangkan pada tahun 2020 PT.Bukit Asam Tbk memiliki nilai tertinggi sebesar 0.0008, dan PT.Baramulti Suksesarana Tbk memiliki nilai terrendah sebesar 0.0000, dan pada tahun 2021 PT. Baramulti Suksesarana memiliki nilai tertinggi sebesar 0.0024, dan PT.Bukit Asam Tbk memiliki nilai terrendah sebesar 0.0003. Berdasarkan hasil penilitian penulis menarik kesimpulan bahwa Nilai VaR tertinggi selama periode penilitian dialami oleh PT.Baramulti Suksesarana sebesar 517.1245 pada tahun 2021, sedangkan Nilai RAROC tertinggi selama periode penilitian dialami oleh PT.Baramulti Suksesarana Tbk sebesar 0.0024. Hal ini berarti perusahaan pertambangan batu bara mencerminkan adanya kerugian yang tinggi terhadap pemanfaatan dan ptoduktivitas usaha investasi.implikasi penilitian ini bagi investor, dalam menggamil keputusan investasi sebaiknya investor dapat mempertibangkan risiko dan keuntungan terlebih dahulu agar dapat mengoptimalkan return dan risiko yang akan diperoleh..
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan tali (absal) adalah salah satu produk olahan tradisional dengan menggunakan metode pengeringan. Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air bahan sampai mencapai kadar air tertentu sehingga dapat memperlambat laju kerusakan produk akibat aktivitas biologi dan kimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai (kadar air, kadar protein, kadar garam, kadar abu dan kadar abu tak larut asam) dan penilaian organoleptik (kenampakan, aroma, tekstur dan rasa) terhadap ikan tali (absal) yang diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama bulan Juni sampai Agustus 2022, yang dilakukan dalam 2 (dua) tahap dengan tempat yang berbeda. Pengambilan sampel di Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor, pengujian organoleptik, kadar air, kadar protein dan kadar garam di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana dan pengujian kadar abu dan abu tak larut asam di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana. Ikan tali (absal) yang diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Desa Maru untuk pengujian secara objektif nilai kadar air (15,51%-18,06%) memenuhi SNI 8273-2016, kadar protein (14,30%-15,57%), kadar garam (1,08%-1,62%) memenuhi SNI 8273-2016, kadar abu (0.7%-2,1%) dan kadar abu tak larut asam (0,4%-0,6%) tidak memenuhi SNI 8273-2016. Ikan tali (absal) khas Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor merupakan produk olahan tradisional sehingga mempunyai kenampakan, aroma, tekstur dan rasa cenderung disukai panelis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman asam (Tamarindusindica L.) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman asam jawa ini memiliki daun yang kecil, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah kulit yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, kulit asam jawa akan diolah menjadi briket. Di dalam kulit asam jawa terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk kulit asam, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk kulit asam menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk kulit asam) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10 menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk kulit asam yaitu dengan waktu 2 jam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman asam (Tamarindusindica L.) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman asam jawa ini memiliki daun yang kecil, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah kulit yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, kulit asam jawa akan diolah menjadi briket. Di dalam kulit asam jawa terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk kulit asam, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk kulit asam menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk kulit asam) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk kulit asam yaitu dengan waktu 2jam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang sangat potensial bagi masyarakat indonesia. kebutuhan akan ikan harus diolah dalam bentuk pegawetan secara alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak buah belimbing (Averrhoa bilimbi) L) terhadap masa simpan ikan bandeng (Chanos chanos F). Jenis penelitianya adalah deskripsi kuantitatif dengan metode eksperimen kuantitatif dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) serta empat perlakuan dan empat ulangan sehingga menghasilkan 16 unit percobaan dengan menggunakan analisis data uji anova. Dalam penelitian ini yang akan dianalisis yaitu kadar lemak dan uji organoleptik. Pada uji kadar lemak diperoleh semakin besar konsentrasi ekstrak buah belimbing semakin banyak pula kadar lemak yang didapatkan. Rata-rata pada (kontrol) 1,1654 gr, (Perlakuan 1) 1,2520 gr, (P erlakuan 2) 4,9166 gr dan (Perlakuan 3) 6,4875 gr. kadar lemak tertinggi terdapat pada (perlakuan 3) dengan nilai rata- rata (6,4875) tingginya kadar lemak karena dipengaruhi oleh pemberian ekstrak buah belimbing yang banyak. Sedangkan hasil uji organoleptik warna ikan bandeng diperoleh dari tingkat kesukaan panelis pada warna,aroma, rasa dan tekstur ikan bandeng memiliki nilai rata-rata tertinggi pada perlakuan Perlakuan 2 dengan konsentrasi 300 mg/ml. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh ekstrak buah belimbing (Averrhoa bilimbi L) terhadap masa simpan ikan bandeng (Chanos-chanos F) memberi pengaruh yang sangat nyata (P>0,05) pada taraf signifikan 5% terhadap kadar lemak dan uji organoleptik warna, aroma, rasa, dan tekstur ikan bandeng yang dihasilkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “PEMANFAATAN BIJI KAYU BESI PANTAI (MILLETIA PINNATA L.) UNTUK SINTESIS LIPASE MELAUI SOLID STATE FERMENTATION (SSF)” Karata M. M* Ledo M.E.S** Sabuna A. Ch** Biji kayu besi pantai mengandung minyak nabati sehingga dapat digunakan untuk bahan baku biodiesel. Menurut penelitian Arpiwi dkk (2013), komposisi utama asam lemak minyak kayu besi pantai M. pinnata L. terdiri dari asam oleat (51%), linoleat (19%), palminat (11%) dan stearat (6%) Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah biji kayu besi pantai M. pinnata L. dapat digunakan sebagai media pertumbuhan fungi lipolitik yang diisolasi dari biji Milletia pinnata L untuk sintesis lipase. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dilakukan dalam 4 tahap yaitu 1) Isolasi fungi Lipolitik Indegenus dari biji kayu besi pantai; 2) fermentasi substrat padat pada bungkil biji kayu besi pantai; 3) ekstraksi enzim lipase; 4) analisis lipase menggunakan metode titrasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada isolasi fungi lipolitik terdapat lima ciri yang berbeda yaitu pada isolat FLMK1 warna koloni kuning kecoklatan dan warna spora kuning tua dengan aktivitas lipase 602,5 U/mL, isolat FLMK2 warna koloni hijau tua dan warna spora cokelat kehitaman dengan aktivitas lipase 452,5 U/mL, isolat FLMK3 warna koloni cokelat dan spora berwarna cokelat tua dengan aktivitas lipase 502,5 U/mL, isoalat FLMK4 warna koloni hitam dan spora berwarna hitam dengan aktivitas lipase 515 U/mL, isolat FLMK5 warna koloni cokelat dan spora berwana hitam dengan aktivitas lipase 562,5U/mL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aktivitas enzim lipase ada isolat FLMK1 dengan ciri koloni berwarna kuning yang tertinggi adalah 602,5 U/mL dan yang terendah adalah 452,5 U/mL pada isolat yang ke dua. Kata kunci : Biji kayu besi pantai(Milletia pinnata L), SSF, Lipase Keterangan * : Peneliti **: Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PROPORSI PENGGUNAAN GULA MERAH DALAM PEMBUATAN (LEMPENG) DALAM PEMBUATAN SUSU KACANG MERAH (Phaseulus vulgaricus ,L) TERHADAP AKSEPTABILITAS SENSORIK Benedikta anahamu.*)Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT**), Regina I. M. Banoet SP,MP**) UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Fakultas Teknologi Pertanian Susu adalah cairan berwarna putih yang lazimnya berasal dari hasil pemerahan sapi atau hewan menyusui lainnya. Produk ini dapat dikonsumsi langsung atau dapat diolah menjadi bahan makanan lain yang aman dan sehat. Susu merupakan produk pangan yang hampir sempurna kandungan gizinya dan sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Bahan makanan ini merupakan salah satu sumber energi karena mengandung lemak dan gula susu (laktosa) dalam jumlah yang cukup bermakna. Susu juga kaya dengan zat pembangun karena mengandung protein. Salah satu jenis kacang yang berpotensi untuk menghasilkan susu adalah kacang merah (Phaseulus vulgaris, L). Kacang merah (Phaseulus vulgaris, L) termasuk dalam family loguminosea alias tanaman polongan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 4 perlakuan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada warna, rasa maupun kadar gula produk susu kacang merah. Kata kunci : Kacang merah ( phaseulus vulgaricus, L), gula merah (lempeng *)peneliti **) pembimbing