ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kabupaten Sumba Timur merupakan Kabupaten yang memiliki beragam kekayaan sumber daya alam pangan lokal. Salah satu pangan lokal yang dihasilkan adalah kacang-kacangan. kacang-kacangan merupakan jenis tumbuhan yang tergolong dalam suku Leguminosae. Suku Leguminosae memiliki ciri khas pada bunganya seperti kupu-kupu danmemiliki polong. Kacang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam berbagai industry pangan. Salah satu upaya melakukan pendataan jenis kacang kacangan adalah inventarisasi. Inventarisasi merupakan rangkaian kegiatan mengumpulan, menyusun, mendukumentasian, dan menganalisis data atau barang (Leisha, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kacang-kacangan yang terdapat di Kabupaten Sumba Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif (jelajah) yaitu metode yang menelusuri setiap lokasi yang dapat mewakili lokasi penelitian yang sudah ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 jenis kacang-kacangan yang memiliki variasi biji mulai dari bentuk, warna dan tekstur. Jenis kacang-kacangan tersebut adalah kacanghijau (Phaseolus radiatus L.), kacang tanah (Arachis hypogea L.), Kacang gude (Cajanus cajan L), kacang panjang (Vigna sinensis L.),kacang buncis (Phaseolus vulgaris L.), kacang tunggak (Vigna unguiculata L. Walp), kacang kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L), kacang nasi (Vigna Umbelata), dan kacang bogor (Vigna Subterranea (L) Verdc).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
INVENTARISASI JENIS TANAMAN UMBI-UMBIAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI SUMBER KARBOHIDRAT DI KECAMATAN AMARASI SELATAN KABUPATEN KUPANG
Elik .N. E)* Nge.T.S)** Ballo . A)**
Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi sumber daya alam pangan lokal yang bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat NTT seperti jagung, padi, umbi-umbian, buah-buahan lokal dan kacang-kacangan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menginventarisasi jenis Umbi-umbian yang berpotensi sebagai sumber karbohidrat alternatif di Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif yaitu dilakukan dengan cara menjelajahi dan mengamati secara langsung jenis-jenis umbi-umbian yang terdapat dilokasi penelitian serta melakukan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, dengan tujuan utama untuk memberi gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan di Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang tentang Inventarisasi jenis tanaman umbi-umbian yang berpotensi sebagai sumber karbohidrat alternatif maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 7 jenis Tanaman umbi-umbian dengan 5 varietas, yakni Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) dengan 2 yaitu, varietas Darul hidayah dan varietas adira 1, Ubi Jalar (ipomoea batatas) dengan 3 varietas yaitu varietas cilembu, varietas muara takus dan varietas antin 2, Ubi talas (Colocasia esculenta), Ubi porang (Amorphophallus Muelleri), Ubi Gembili (Dioscorea esculenta), Ubi gembolo (Dioscorea bulbifera), Ubi ganyong (Canna Discolor). Umbi-umbian perlu di budidayakan dengan baik agar tidak punah dan penelitian lanjutan tentang hama yang menyerang umbi-umbian.
Kata Kunci : Jenis Umbi-Umbian, Inventarisasi, Kecamatan Amarasi Selatan
Keterangan :* Peneliti
** Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Inventarisasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pencatatan atau pengumpulan data tentang pendapat umum mengenai jenis-jenis atau macam-macam tumbuhan paku (Pteridophyta) yang ada di Hutan Oetnana Desa Nunbena Kecamatan Kotolin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat desa belum mengetahui dan membedakan mengenai jenis-jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) serta beberapa manfaat dari tumbuhan paku seperti jenis-jenis tumbuhan paku yang dijadikan sebagai tanaman hias dan obat tradisional yang ada di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan manfaat serta habitat tumbuhan paku dikawasan Hutan Oetnana Desa Nunbena Kabupaten Timor Tengah Selatan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kuantatif seperti komposisi jenis-jenis tumbuhan paku dan species. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara dokumentasi Jelajah. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 18 jenis tumbuhan paku yakni Diplazium esculentum, Cyathea contaminans, Drynaria quercifolia, Platycerium bifurcatum, Microsorum punctatum, Equisetum debile, Pteris biauritsa L, Pytirogramma calomelanos, Polypodium virginianum L, Hymenasplenium sp, Asplenium affine, Adiantum cuneatum, Psilotum nudum L, Davallia denticulate, Marsilia polycarpa, Pteris vittata, Nephrolepis biserrata, Macrothelipteris torresiana. Berdasarkan hasil yang ditemukan dalam kawasan hutan oetnana desa nunbena kabupaten timor tengah selatan adalah 18 jenis Tumbuhan paku
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kabupaten Sabu Raijua merupakan kabupaten yang mayoritas masyarakatnya adalah petani. Salah satu hasil pertanian yang dihasilkan adalah kacang-kacangan. Kacang-kacangan adalah salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di Indonesia dan merupakan jenis tanaman pangan. Kacang-kacangan ini biasa disebut legume dan termasuk dalam suku Leguminosae. Suku ini memiliki ciri khas yaitu buahnya berupa polong dan polong tersebut berbentuk buah sekat semu. Jenis kacang-kacangan ini mengandung protein 18-36 %, karbohidrat, fosfor, besi, kalsium, vitamin A, B, C dan D. Bertolak dari komposisi kimia tersebut, peran kacang-kacangan sangatlah penting dalam pemenuhan gizi. Salah satu upaya dalam melakukan pendataan terhadap jenis kacang-kacangan adalah inventarisasi. Inventarisasi merupakan rangkaian kegiatan mengumpulkan, mencatat, mendokumentasikan sampai menganalisis suata data atau barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kacang-kacangan yang terdapat di Kabupaten Sabu Raijua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif (jelajah) yaitu metode yang menelusuri setiap lokasi yang dapat mewakili lokasi penelitian yang sudah ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis kacang-kacangan yang memiliki variasi biji mulai dari bentuk, warna dan tekstur. Jenis kacang-kacangan tersebut adalah Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.), Kacang Tanah (Arachis hypogea L.), Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L. Walp), Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dan Kacang Panjang (Vigna sinensis L.).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR PANTAI DESA PARITI KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Desa Pariti Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki ekosistem mangrove, namun penebangan liar, alih fungsi lahan, dan pencemaran masih kerap dijumpai.tujuan adalah menginventarisasi jenis tumbuhan mangrove yang terdapat di wilayah pesisir Pantai Desa Pariti serta menganalisis kerapatan, dan dominansi. Metode yang digunakan adalah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif atau metode campuran dengan cara melakukan observasi terlebih dahuluh kemudian peneliti menarik garis transek sejauh 50 M kemudian membuat plot pada kedua transek, kemudian peneliti melakukan penjelajahan di setiap plot untuk mengidentifikasi, mengamati dan mendeskripsikan spesies yang ditemukan di setiap plot. sedangkan teknik pengambilan sampelnya menggunakan line transek yang dimodifikasi berdasarkan metode garis pantai berpeta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 spesies mangrove di Pantai Pariti, yaitu Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Ceriops tagal. Spesies-spesies tersebut termasuk dalam tiga famili, yaitu Rhizophoraceae, Lythraceae, dan Acanthaceae. Dengan nilai tertinggi keanekaragaman pada tingkat semai terdapat pada transek 2 plot 3 dengan nilai H’=5,81 dan terendah terdapat pada transek 1, plot 1 dengan H’= 0, dengan spesies yang mendominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pancang terdapat pada transek 2 plot 3 dengan H’=5,76 dan terendah terdapat pada transek 1 plot 1 dengan H’=0 dengan spesies yang mendominasi Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pohon terdapat pada transek 2 plot 3 H’= 4,28 dan terendah H’=1,94 dengan jenis yang medominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Kerapatan tertinggi pada tingkat semai sebesar 69 ind/ha (40,08%), pada tingkat pancang 2,8 ind/ha (1,62%) dan pada tingkat pohon 0,52 ind/ha (0,30%). Kata kunci : Inventarisasi, Mangrove, Pariti, Keanekaragaman, Kerapatan Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF MANGROVE PLANT SPECIES IN THE COASTAL AREA OF PARITI VILLAGE, SULAMU DISTRICT, KUPANG REGENCY Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** The mangrove ecosystem is one of the coastal ecosystems that has an important role in maintaining the balance of the coastal environment. Pariti Village, Sulamu District, Kupang Regency, is one of the coastal areas that has a mangrove ecosystem, but illegal logging, land conversion, and pollution are still often found. The aim is to inventory the types of mangrove plants found in the coastal area of Pariti Village Beach and analyze density and dominance. The method used is The method used in this study is qualitative and quantitative or mixed methods by conducting observations first then the researcher draws a transect line as far as 50 M then makes a plot on both transects, then the researcher explores each plot to identify, observe and describe the species found in each plot. while the sampling technique uses a modified line transect based on the mapped coastline method. The results showed that there are 6 mangrove species in Pariti Beach, namely Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, and Ceriops tagal. These species belong to three families, namely Rhizophoraceae, Lythraceae, and Acanthaceae. With the highest value of diversity at the seedling level found in transect 2 plot 3 with a value of H’=5.81 and the lowest found in transect 1, plot 1 with H’=0, with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest value of diversity at the sapling level found in transect 2 plot 3 with H’=5.76 and the lowest found in transect 1 plot 1 with H’=0 with the dominant species being Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa. The highest value of diversity at the tree level found in transect 2 plot 3 H’=4.28 and the lowest H’=1.94 with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest density at the seedling level was 69 ind/ha (40.08%), at the sapling level 2.8 ind/ha (1.62%) and at the tree level 0.52 ind/ha (0.30%). Keywords: Inventory, Mangrove, Pariti, Biodiversity, Density Information: *) Researcher **) Adviser
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK INVENTARISASI TUMBUHAN PARASIT DIKAWASAN HUTAN DESA OEBATU KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO Mesah, M,D.)* Ballo, A.)** Nge, S,T.M.)** Inventarisasi tumbuhan parasit sangat besar manfaatnya dalam rangka menambah wawasan mengenai keanekaragaman tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk 1). menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan parasit, 2). mengetahui karakteristik inang Di Kawasan Hutan Desa Oebatu, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data eksplorasi dan sampling (plot). Hasil Penelitian telah ditemukan 3 spesies tumbuhan parasit yang tergolong ke dalam 3 famili yakni Spesies Tali Putri (Cassytha filiformis), F.(Lauraceae), Spesies Benalu (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), dan spesies Cendana (Santalum album), F.(Santalaceae). Berdasarkan karakteristik pada inangnya ditemukan 9 spesies inang yang tergolong dalam 2 karakteristik inang yaitu : pertama, pohon antara lain : Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula dan Mallotus philippensis. Kedua adalah perdu yaitu: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa dan Vitex trifolia. Kata Kunci: Inventarisasi, Tumbuhan Parasit, Inang, Desa Oebatu. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF PARASITIC PLANTS IN THE FOREST AREA OF OEBATU VILLAGE, SOUTHWEST ROTE DISTRICT, ROTE NDAO REGENCY Mesah, M,D.)* Ballo, A)** Nge, S,T.M.)** Inventory of parasitic plants was very beneficial in order to increase insight into plant diversity. This study aims to 1). Inventory the types of parasitic plants, 2). determine the characteristics of the host in the Oebatu Village Forest Area, Southwest Rote District, Rote Ndao Regency. The research method used was a qualitative descriptive method with exploration and sampling (plot) data collection techniques. The founding of the study were found 3 species of parasitic plants belonging to 3 families namely the Princes Rope species (Cassytha filiformis), F. (Lauraceae), Mistletoe species (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), and Sandalwood species (Santalum album), F. (Santalaceae). Based on the characteristics of the host, 9 host species were found which were classified into 2 host characteristics, namely : first, trees including: Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula and Mallotus philippensis. The second is shrubs, namely: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa and Vitex trifolia. Keywords : Inventory, Parasitic Plants, Hosts, Oebatu Village Information: *) Researcher **) Advisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat yang ada di Desa Oemofa, mengetahui bagian atau organ tumbuhan yang dapat digunakan dalam menyembuhkan penyakit di desa Oemofa, Mengetahui proses pengolahan jenis tumbuhan obat dalam menyembuhkan penyakit oleh masyarakat desa Oemofa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dalam bentuk tabel grafik dan gambar. Hasil penelitian yang dilakukan di desa oemofa Kecamatan Amabi Oefeto Timur Kabupaten Kupang yang diwakili oleh toko masyarakat, pasien dan pengobatan tradisional dari 5 dusun yang ada pada desa tersebut. Informasi yang diwawancarai berjumlah 15 orang. Informan yang diwawancarai adalah masyarakat desa Oemofa yang memiliki pengetahuan tentang tumbuhan berkhasiat obat dan bisa dijadikan sebagai pengotan tradisional oleh masyarakat sekitar. Tempat penelitian di 5 desa tersebut sering menggunakan pengobatan tradisional dan sangat jarang menggunakan pengobatan medis. Jumlah sampel penelitian yang di dapat dari informan pada saat wawancara adalah 14 tananaman yaitu: Jeruk nipis, Kelor, Lidah buaya, Kunyit, Serai, Asam, Jambu biji, Sukun, Pepaya, Nangka, Mengkudu, Lidah mertua, Pisang, dan Singkong. Jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan di desa oemofa sebanyak 14 tumbuhan, organ tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat desa Oemofa Kecamatan Amabi Oefeto Timur Kabupaten Kupang untuk pengobatan tradisional adalah pada bagian akar, batang, daun buah, biji, kulit rimpang, umbi, tangkai, bunga, dan getah, cara meramu jenis tumbuhan berkhasiat obat yaitu direbus, dihaluskan atau diulik, dikunyah, dioleskan. Berdasarkan uraian diatas, penulis memberikan saran bagi mahasiswa yang melakukan penelitian lanjutan agar menjadi bahan evaluasi sebagai berikut perlu adanya penelitian mendalam untuk mengetahui cara pemakaian dengan dosis yang tepat agar terjamin keamanan kesehatan penggunanya
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK INVENTARISASI JENIS-JENIS MOLLUSCA DIZONA INTERTIDAL PERAIRAN PT. TOM DESA BOLOK KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Benu V)* Nge S.T )** Daud. Y)** Zona Intertidal merupakan daerah tersempit dari semua daerah yang terdapat di samudera dunia. Walaupun luas daerah ini sangat terbatas, tetapi memiliki variasi faktor lingkungan yang terbatas di bandingkan dengan daerah lautan lainnya. Mollusca berasal dari bahasa romawi yaitu molis yang berarti lunak, molluca merupakan hewan bertubuh lunak yang sebagian besar mempunyai cangkang dan tidak memiliki tulang belakang yang termasuk hewan berdarah dingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis–jenis mollusca di zona Intertidal Perairan PT. TOM Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survey eksplorative (jelajah). Berdasarkan hasil penelitian inventarisasi jenis-jenis mollusca di zona intertidal perairan PT. TOM, jenis mollusca yang di temukan berjumlah 3 kelas dan 8 spesies yaitu spesies Lepidozona Cooperi, Spondyus Gaederopus, Periglypta Reticulata, Lambis-Lambis, Maurita Arabica, Turbo Crassus, Ranella Lamarck, Petalloida Saccharida. Adapun factor yang mempengaruhi perkembangan hidup mollusca di habitatnya seperti suhu, tingkat keasaman (pH) dan sanilitas. Dengan demikian perlu adanya penelitian lanjutan mengenai jenis-jenis mollusca di perairan PT. TOM, desa bolok kecamatan kupang barat, kabupaten kupang karena tingkat keanekaragaman avertebratanya sangat tinggi. Kata kunci : Inventarisasi, Molluca, Zona intertidal Keterangan : *Peneliti **Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF MOLLUSCA SPECIES IN AQUATIC INTERTIDAL ZONE PT. TOM BOLOK VILLAGE, KUPANG BARAT DISTRICT, KUPANG DISTRICT, EAST NUSA TENGGARA PROVINCE Benu V)* Nge S.T )** Daud. Y)** The Intertidal Zone is the narrowest area of all the areas in the world's oceans. Although the area of this area is very limited, it has a limited variety of environmental factors compared to other ocean areas. Molluscs come from the Roman language, namely molis which means soft, molluscs are soft-bodied animals that mostly have shells and do not have a backbone which are cold-blooded animals. The purpose of this study was to determine the types of molluscs in the waters of the Intertidal Zone of PT. TOM Blok Village, West Kupang District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. The research method used in this study is an exploratory survey method (roaming). Based on the research results of inventorying the types of molluscs in the intertidal zone of PT. TOM, the types of molluscs found were 3 classes and 8 species, namely the species Lepidozona Cooperi, Spondyus Gaederopus, Periglypta Reticulata, Lambis-Lambis, Maurita Arabica, Turbo Crassus, Ranella Lamarck, Petalloida Saccharida. The factors that influence the development of mollusc life in their habitat such as temperature, acidity level (pH) and sanitation. Thus it is necessary to have further research on the types of molluscs in the waters of PT. TOM, Blok village, West Kupang sub-district, Kupang district, because the level of avertebrate diversity is very high. Keywords : Inventory, Molluca, Intertidal zone Description *: Researcher **:Guidance
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis-jenis hama dari gejala atau tanda serangan, jumlah yang terserang dan intensitas kerusakan yang ditemukan pada tanaman jati (Tectona grandis) di kawasan air terjun Oesusu Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode identifikasi. Penentuan lokasi pengambilan sampel menggunakan teknik intensitas sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada 4 jenis hama yang berpotensi menyerang tanaman jati (Tectona grandis) di kawasan air terjun Oesusu Kabupaten Kupang yaitu Ulat daun (Diaphania indica S.), Kutu putih (Pseudococcus/Mealibug), Semut hitam (Fuliginosus Lasius), Rayap (Neortemes tectonae). Hasil analisis menunjukan bahwa indeks kerusakan tegakan plot A, B dan C pada daun sebesar 48% dan masuk dalam kategori rusak sedang sedangkan batang sebesar 53% dan masuk pada kategori rusak berat. Indeks kerusakan terubusan pada plot D, E, F, dan G pada daun sebesar 40% dan masuk dalam kategori rusak sedang sedangkan batang sebesar 5% dan masuk dalam kategori rusak ringan. Berdasarkan data indeks kerusakan tegakan dan terubusan pada seluruh plot baik dari A, B, C, D, E, F, dan G maka keseluruhan jumlah pohon yang diserang oleh hama berdasarkan kerusakan tegakan sebesar 45% dan terubusan sebesar 53%. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menekan atau mengurangi tingkat serangan hama terhadap tanaman Jati (Tectona grandis), seperti melakukan sanitasi lingkungan, melakukan pengendalian alami dan melakukan pendampingan, memberikan masukan, memberikan sosialisasi pada petani untuk dapat menekan tingkat serangan hama sehingga tanaman jati dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi, dan bahan pangan bagi masyarakat setempat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tumbuhan liana merupakan tumbuhan yang pertumbuhannya memerlukan tumbuhan lain yang lebih tinggi agar mendapatkan cahaya matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan liana yang terdapat di kawasan pegunungan Sei Eng Desa Lendola Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jelajah (eruise methods), yang dilakukan dengan cara menjelajahi di kawasan pegunungan yang akan diteliti. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, dengan tujuan utama untuk memberi gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Berdasarkan hasil penelitian di pegunungan Sei Eng Desa Lendola ditemukan 8 jenis tumbuhan liana yaitu, Sirih hutan (Piper aduncum), Vanili (Vanilla planifolia), Rotan (Calamus rotang), Sirih hijau (Piper betle), Kayu kuning (Arcangelisia flava), Tuba (Derris eliptica), Ubi jalar (Ipomoea batatas), Anggur hutan (Vitisvinivera). Suhu di pengunungan Seing Eng berkisar antara 26oC-28oC, kelembaban tanah dengan pH 6-7 dan intensitas cahaya 501 Candela (cd). Dengan suhu seperti ini spesies yang mendominasi di pegunungan Sei Eng yaitu Sirih hutan (Piper aduncum), Sirih hijau (Piper betle), Vanili (Vanilli planifolia), dan Rotan (Calamus rotang). Hal ini dikarenakan faktor lingkungan yang mendukung akan pertumbuhan tumbuhan liana, sedangkan spesies yang paling sedikit ditemukan adalah Akar kuning (Arcangelisia flava), Ubi jalar (Ipomoea batatas), Tuba (Derris eliptica), danAnggur hutan (Vitis vinifera). Hal ini disebabkan oleh campur tangan manusia, yaitu pengambilan secara berlebihan pada beberapa spesies untuk dijadikan sebagai bahan makanan dan obat-obatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK INVENTARISASI JENIS KACANG-KACANGAN (LEGUMINOSAE) YANG TERDAPAT DI KABUPATEN ROTE NDAO Sinta, D. P.*) Refli**) Ngginak, J**) Kacang-kacangan merupakan tanaman golongan polong-polongan yang umumnya tumbuh di Indonesia. Tanaman kacang-kacangan atau legume termasuk pada suku Leguminosae. Pulau Timur merupakan salah satu pulau Nusa Tenggara Timur yang dikenal memiliki flora yang unik. Salah satu daerah di NTT yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi adalah Rote Ndao. Keberadaan kacang-kacangan di Rote Ndao sebagai sentra ekonomi, kebijakan pemerintah dalam kaitan dengan upaya mempromosikan pangan lokal sebagai bagian dari strategi ketahanan dan kedaulatan pangan nasional perlu ditingkatkan. Salah satu upaya dalam melakukan pendataan terhadap jenis kacang-kacangan adalah inventarisasi Inventarisasi merupakan suatu kegiatan untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan data mengenai jenis obyek. Menurut Bora (2011) Inventarisasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh data serta informasi mengenai potensi sumber daya alam ( jeni-jenis tumbuhan ) yang terdapat di suatu daerah untuk perencanaan pengelolaan sumber daya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kacang-kacangan yang terdapat di Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif (jelajah). Pada penelitian ini terdapat jenis kacang yang dikenal sebagai tanaman langka yaitu kacang merah. Kacang merah hanya terdapat di Kecamatan Pantai Baru. Kacang merah yang ditemukan di lokasi penelitian merupakan tanaman monokultur yang memiliki nilai jual tertinggi. Namun tingkat peminatan petani untuk pembudidayaan tanaman monokultur sangat minim dibanding tanaman tumpangsari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Inventarisasi Tumbuhan Penghasil Nektar Atau Sari Untuk Lebah Madu (Apis dorsata) di Hutan Camplong, Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang Mau, K.) * Sabuna, A.) ** Ngginak, j.) ** Penelitian ini bertujuaan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman penghasil nektar dan polen pada kawsan hutan Camplong. Variabel yang diamati dalam meliputi jenis-jenis tanaman persingahan lebah madu, dan jenis-jenis tanaman penghasil nektar dan polen. Metode yang digunakan adalah metode survey pada lokasi (Hutan Camplong) tumbuhan persingahan lebah madu Di Hutan Camplong, Desa Kiuoni, Kecamanatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis tanaman yang terdapat pada lokasi kawasan hutan camplong adalah tanaman hias antara lain: bunga kembang sepatu, almanda (Allamanda blancheti L), Jassia javanica, Bunga lempuyuk tanaman perkebunan antara lain: kelapa (Cocos nufiera), mangga gala-gala (Sesbania grandiflorapers), kelor (Moringa oleifera) dan Tanaman buah-buahan antara lain: jambu biji (Psidium guajava), jambu mete (Arnacidium occidentale mangga (mangifera indica), pisang (Musa paradisiaca L), sirkaya (Annona squamosa).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kacang-kacangan merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang dikenal sebagai tanaman pangan.Tanaman kacang-kacangan termasuk dalam suku leguminosae. Kacang memiliki ciri khas pada bentuk polong dengan biji berkeping dua, berakar tunggang atau serabut, tipe pertumbuhan batangnya (tegak, merambat dan semak) serta memiliki daun yang berwarna hijau. Menurut Puspita dkk (2017), terdapat 10 jenis biji kacang di Pulau Timor (Desa Binaus, Kecamatan Molo Tengah, Kabupaten TTS), yang diidentifikasikan sebagai pengembangan inovasi pangan. Kacang-kacangan mengandung sejumlah nutrisi penting seperti protein, mineral, vitamin, karbohidrat dan serat (Puspita dkk, 2018).Melihat keberadaan dan kandungan jenis kacang menurut kedua pendapat diatas, maka kacang-kacangan di Kabupaten TTS dapat dikategorikan sebagai pangan komersial yang baik. Salah satu strategi yang dilakukan untuk mendata semua jenis kacang-kacangan di Kabupaten TTS adalah inventarisasi.Inventarisasi adalah suatu upaya untuk mendata atau mengumpulkan informasi tentang suatu benda, baik dari segi bentuk, ukuran dan ciri-cirinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahhui jenis-jenis kacang yang terdapat di kabupaten timor tengah selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, telah ditemukan 11 jenis kacang. Jenis kacang-kacangan yang ditemukan antara lain kacang kedelai (Glycine max L), kacang tanah (Arachis hypoge L), kacang hijau (Vigna radiata L), kacang tunggak (Vigna unguiculata L), kacang nasi (Vigna umbelata), kacang turis (Cajanus cajan L), kacang kecipir (Psophocarpus tetragonolobus), kacang arbila (Phaseolus lunantus L), kacng komak (Lablab porpus), kacang buncis (Phaseolus vulgaris L).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat kaya akan hasil tenun tradisional yang beraneka ragam, masing-masing daerah memiliki hasil tenunan dengan beraneka ragam motif sesuai dengan ciri khas dan adat istiadat budaya setempat. Tenunan ini merupakan hasil karya atau buatan tangan wanita-wanita daerah setempat dengan sistem menenun secara tradisional. Sejak dahulu masyarakat atau pengrajin sudah mengenal zat pewarna alami yang dipakai untuk memberi warna pada makanan, kosmetik, pakaian atau sandang, dan bahan-bahan kerajinan. Namun, seiring berkembangnya teknologi dengan ditemukan zat pewarna sintetis maka masyarakat atau pengrajin lebih memilih menggunakan pewarna sintetis. Salah satu kendala zat pewarna alami ialah tumbuhan yang menghasilkan zat warna ini terbatas dan warna yang dihasilkan itu kurang bervariasi. Dibalik dari kelemahan zat pewarna alami ini memiliki potensi yang sangat tinggi di pasar global karena memiliki keunikan warna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode trial and eror research karena dapat meneiliti suatu objek secara berulang atau mencoba sesuatu yang terdapat dimasa sekarang. Tumbuhan rimpang kunyit menghasilkan warna sepia brown, dark golden, dan lemon ginger. Tumbuhan daun mangga menghasilkan warna olive, olive, dan muddy waters brown. Tumbuhan kulit batang pohon nangka menghasilkan warna soft brown, sepia brown dan chocolate brown. Dari proses pewarnaan benang katun dapat dilihat adanya perbedaan warna yang dihasilkan dari rimpang kunyit, daun mangga, dan kulit batang pohon nangka karena adanya perbedaan takaran air sebanyak 1 liter dan 500 mililiter sehingga menghasilkan perbedaan warna pada benang yang telah diwarnai. Adapun perbedaan warna yang dihasilkan dari setiap tumbuhan pada benang katun yaitu: lamanya waktu perebusan bahan pewarna selama 1 jam dan 30 menit, lamanya waktu perendaman benang pada bahan pewarna selama 24 jam dan 12 jam, dan mordan yang digunakan. Disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan mengenai uji ketahanan luntur untuk warna kuning alami pada benang katun dan dilakukan penelitian lanjutan dengan mengukur pH dan suhu pada benang katun yang warnai. Kata kunci: Inventarisasi, Pewarna Alami, Tumbuhan Pewarna, Benang Katun, Nusa Tenggara Timur Keterangan: *) Peneliti **) Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi yang kaya akan keanekaragaman hayati khususnya pada tanaman pangan. Masyarakat provinsi NTT umumnya mengkonsumsi pangan lokal (jagung, umbi-umbian dan kacang-kacangan) sebagai makanan pokok meskipun saat ini terdapat kecenderungan masyarakat konsumsi beras (Yusuf, 2015). Salah satu tanaman pangan yang dapat memberikan nilai ekonomi dan dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia adalah tanaman umbi-umbian khususnya ubi kayu dan ubi jalar. Ubi kayu (Mannihot esculenta Crantz) adalah salah satu umbi-umbian yang dikenal sebagai tanaman perdu yang berumbi, berdaun menjari dan berbuah kotak. Ubi jalar (Ipomoea batatas L) merupakan salah satu dari tanaman umbi-umbian yang tipe pertumbuhannya merambat. Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki banyak tanaman umbi-umbian terkhususnya ubi kayu dan ubi jalar namun, pemahaman masyarakat tentang varietas-varietas ubi kayu dan ubi jalar serta upaya pembudidayaaan yang berkesinambungan masih kurang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan inventarisasi dan pendataan kembali untuk mengetahui varietas-varietas ubi kayu dan ubi jalar yag terdapat di Kabupaten TTS . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas-varietas ubi kayu dan ubi jalar yang terdapat di Kabupaten TTS dan untuk mengetahui karakteristik morfologi dari setiap varietas tanaman ubi kayu dan ubi jalar yang ditemukan di Kabupaten TTS. Penelitian ini menggunakan metode jelajah dan melakukan wawancara kepada para petani yang menanam ubi kayu dan ubi jalar. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitain ini ditemukan 7 varietas ubi kayu yaitu varietas Darul hidayah, Adira 1, UK1 Agritan, Malang 1, Malang 2, Malang 6 dan varietas Litbang UK-2 dan 8 varietas ubi jalar, yaitu varietas Cilembu, Papua solossa, Muara takus, Antin 1, Antin 2, Kalasan, Boko dan varietas Sawentar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecamatan Amarasi adalah salah satu kecamatan mempunyai sumber daya alam pertanian yang sangat melimpah yang dapat meningkatkan kebutuhan masyarakat petani. Tanaman pisang sebagai salah satu jenis tanaman yang dijadikan sebagai bahan makanan maupun bahan obat-obatan, selain dijadikan sebagai bahan makanan dan bahan obat-obatan dijual untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi para petani di Kecamatan Amarasi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman pisang yang ada diperkebunan para petani di Desa Apren, dan untuk mengetahui bagaimana para petani di Desa Apren memanfaatkan tanaman pisang dalam keperluan sehari-hari baik secara budaya maupun ekonomis, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi, metode eksplorasi digunakan untuk mengamati bagian permukaan dari tanaman pisang, Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakuan, diinventarisasikan 8 jenis tanaman pisang yang ditanam atau dibudidayakan oleh masyarakat di halaman rumah maupun di perkebunan masyarakat di Desa Apren. Jenis-jenis tanaman pisang yang ditemukan yaitu jenis pisang merah mempunyai nama latin musa velitia nama lokal uik tembaga, pisang meja mempunyai nama latin musa x paradisiaca L nama lokal uik me, pisang raja mempunyai nama latin musa textilia nama lokal uik raja, pisang barangan hitam mempunyai nama latin musa acuminate L nama lokal uik goreng, pisang barangan putih mempunyai nama latin musa acuminate L nama lokal uik goreng, pisang kepok mempuyai nama latin musa paradisiaca L. var. bluggoe nama lokal uik rote, pisang ambon mempuyai nama latin musa cavendishii var giant paxton nama lokal uik ambon, dan pisang susu mempunyai nama latin musa paradisiaca var.nana nama lokal uik susu. Berdasarkan perhitungan jumlah responden dalam memanfaatkan tanaman pisang oleh masyarakat di Desa Apren maka presentase pemanfaatan bagian organ dari pisang merah yaitu daun 14,28%, buah 61,90%, batang 4,76%, Jantung 19,04%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang meja daun 9,52%, buah 61,90%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang raja daun 9,52%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 28,57%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang barangan hitam daun 4,76%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang barangan putih daun 4,76%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang kapok daun 4,76%, buah 52,38%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang ambon daun 9,52%, buah 76,19%, batang 4,76%, jantung 9,52%. Dan presentase pemanfaatan bagian organ pisang susu daun 4,76%, buah 76,19%, batang 4,76%, jantung 14,28%. Berdasarkan wawancara dan pembagian kuisoner pemanfaatan bagian tanaman pisang yang lebih menjadi komoditi primadona adalah buah pisang. Pemanfaatan buah pisang dalam kehidupan masyarakat di Desa Apren yaitu sebagai bahan makanan maupun dijual untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi masyarakat petani. Hasil pemanfaatan bagian tanaman pisang berdasarkan bagan bagian tanaman pisang yaitu daun 52,36%, Buah 438,04%, batang 38,08%, jantung 185,69%.int parts based on the banana plant part chart are leaves 52.36%, fruit 438.04%, stems 38.08%, heart 185.69%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Inventarisasi Jenis-Jenis Tumbuhan Paku Di Kawasan Air Terjun Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang Pinat,I) * Bullu,N) ** Meha,A) ** Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati tumbuhan yang sangat beragam. Salah satu kelompok tumbuhan yang kaya akan jenisnya adalah tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang masih ada saat ini diperkirakan mencapai 10.000 jenis, di mana 3.000 jenis diantaranya tumbuh di Indonesia. waktu penelitian ini telah di lakukan pada tanggal 21 Desember 2020 sampai tanggal 21 Januari 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku yang ada di Kawasan Air Terjun Desa Oesusu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang dan untuk mengetahui parameter lingkungan di Kawasan Air Terjun Desa Oesusu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode jelajah. Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Terdapat 5 Tumbuhan Paku (Pteridophyta) yang Ditemukan diKawasan Air Terjun Oesusu yakni paku uban ( Nephrolepis falcata (Cav.) C. Chr), paku pakis (Christella dentata), paku suplir (Adiantum lunulatum Burm. f.), paku pedang (Nephrolepis chordifolia) dan paku rem cina (Pteris vittata L.). Hasil pengukuran parameter lingkungan di Kawasan Air Terjun Oesusu bagian timur yaitu suhu 28,20C, kelembaban 67,3 %, pH tanah 6,4 dan intensitas cahaya 1293,3 cd. dari bagian barat yaitu suhu 28 0C, kelembaban 77,4 %, pH tanah 6,3, dan intensitas cahaya 999,3 cd. Kata kunci : Inventarisasi Tumbuhan paku di Kawasan Air Terjun Oesusu Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
INVENTARISASI TUMBUHAN MORDAN DI DESA LAKEKUN BARAT KECAMATAN KOBALIMA KABUPATEN MALAKA
*Seuk, F **Sabuna, A **Daud, Y
Inventarisasi adalah kegiatan pengumpulan data dan fakta mengenai sumber daya alam untuk perencanaan pengelolaan sumber daya. Kegiatan inventarisasi adalah kegitan untuk mengumpulkan data tentang jenis-jenis tumbuhan yang ada di suatu daerah. Pada penelitian terdahulu industri tenun telah menggunakan mordan sintetis untuk pewarnaan kain tenun ikat tetapi menimbulkan masalah bagi lingkungan karena mengandung bahan kimia. Melihat dampak tersebut disarankan agar menggunakan mordan alami. Mordan alami yaitu mordan yang berasal dari tumbuhan dan tidak menimbulkan dampak yang berbahaya karena mengandung bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jeneis-jenis tumbuhan mordan pada tenun ikat yang ada di Desa Lakekun Barat Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel dan pengumpulan data tumbuhan mordan dilakukan dengan metode eksplorasi, dan dokumentasi di sekitar lokasi Desa Lakekun Barat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif, diperoleh dari sumber data hasil wawancara berdasarkan spesies tumbuhan mordan serta jenis tumbuhan mordan yang dimanfaatkan sebagai penguat warna tradisional di Desa Lakekun Barat diperoleh 8 spesies tumbuhan yaitu: Biduri, Jambu, Nangka, Mahoni, Kecubung, jeruk nipis, Jarak pagar, dan katene. Organ tumbuhan mordan yang digunakan daun, kulit, dan buah cara pengolahannya ditumbuk, direbus, dan direndam dan warna yang dihasilkan adalah warna merah, dan warna kuning.
Kata Kunci: Inventarisasi Tumbuhan Mordan, Kegiatan, Penelitian, Jenis-jenis Tumbuhan mordan, Di Desa Lakekun Barat Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tenunan tradisional yang dikenal di Nusa Tenggara Timur pada umumnya adalah tenun ikat Penggunaan zat pewarna alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dimulai sejak zaman dahulu terutama untuk pewarnaan kain. Pada tumbuhan penghasil warna biru tidak dapat menghasilkan warna biru yang bervariasi, tumbuhan tersebut hanya menghasilkan satu warna biru, maka akan dilakukan penambahan mordan karena mordan bukan hanya dapat digunakan sebagai penguat warna tetapi juga bisa merubah warna. Penelitian ini bertujuan untuk; a) Untuk mengetahui bahan dan mordan apa saja yang menghasilkan warna biru, b) Untuk dapat mengetahui proses pengolahan untuk menghasilkan berbagai macam warna biru, c) Untuk mengetahui macam-macam warna biru yang dihasilkan. Sampel diambil dijalan Timor Raya, Desa Noelbakai, Kecamatan Kupang Tengah, sampel yang diambil yaitu daun tarum dan mordan jeruk nipis, jahe, air kelapa, kapur, tawas, gula merah, cuka, diperoleh dari pasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik dokumentasi dan eksperimen. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Agustus hingga Desember 2019 di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 5 warna biru yang dihasilkan dari campuran antara tumbuhan tarum dan tujuh mordan. Tarum dicampur dengan jahe menghasilkan warna soft blue, tarum dicampur gula merah menghasilkan warna teal blue , tarum dicampur tawas menghasilkan warna cadet blue, tarum dicampur kapur menghasilkan warna atomic steel blue, tarum dicampur air kelapa menghasilkan warna midnight blue, dan pada penelitian ini terdapat 2 warna biru yang sama antara tarum dicampur dengan jeruk nipis dan tarum dicampur dengan cuka menghasilkan warna endearvor blue.