ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul Skripsi Penulis adalah: Analisis Pertimbangan Hakim Dalam
Menjatuhkan Putusan Pemidanaan Tindak Pidana Korupsi. Rumusan
masalah yang penulis kaji adalah Mengapa Hakim Pengadilan Negeri dan
Pengadilan Tinggi memutus pemidanaan lebih rendah sedangkan Mahkamah
Agung dan Peninjauan Kembali memutus pemidanaan lebih tinggi terhadap
pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa jaringan irigasi?. Tujuan
yang ingin Penulis kaji adalah: Untuk mengetahui hakim Pengadilan Negeri dan
Pengadilan Tinggi memutus pemidanaan lebih rendah sedangkan Mahkamah
Agung dan Peninjauan Kembali memutus pemidanaan lebih tinggi terhadap
pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa jaringan irigasi. Jenis
penelitian adalah penelitian normatif dan sifat penelitian adalah deskriptif.
Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan
pustaka, Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara
kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif.
Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka alasan Hakim
Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi memutus pemidanaan lebih rendah karena
Terdakwa hanya melakukan perbuatan Menyalahgunakan Kewenangan, Kesempatan atau
Sarana Yang Ada Padanya dalam Jabatannya, Sedangkan alasan Hakim Mahkamah
Agung dan Peninjauan Kembali memutus pemidanaan lebih tinggi terhadap pelaku tindak
pidana korupsi pengadaan barang dan jasa jaringan irigasi karena Terdakwa terbukti
melakukan perbuatan secara melawan hukum. Adapun saran yang diberikan yaitu 1).
Judex Facti diharapkan lebih cermat dalam memperhatikan, meneliti dan
mempertimbangkan fakta hukum di persidangan agar dalam putusannya tidak terdapat
kekeliruan dalam menerapkan hukum; 2). Terdakwa seharusnya menjalankan tugas dan
tanggungjawabnya secara profesional dan tidak tergiur dengan memperoleh keuntungan
dari hasil korupsi yang dilakukan, dan setelah dipidana diharapkan terdakwa dapat jera
sehingga tidak melakukan Tindak Pidana Korupsi lagi
Kata Kunci: Disparitas Putusan, Tindak Pidana, Korupsi, Barang dan Jasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas pelayanan berpusat pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan serta ketetapan penyampaian untuk mengimbangi harapan pelanggan. Pelayanan di Hotel Le-Detadu adalah segala macam bentuk pelayanan yang diberikan oleh pihak hotel selama tamu atau konsumen tersebut berada dihotel, meliputi pelayanan yang diberikan oleh receptionist, bell boy, room service, security, cleaning service, dan lain-lain.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas jasa pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada hotel Le- Detadu di Kota kupang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey, data diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada 74 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di Hotel Le-Detadu Kota Kupang, sampel yang diambil ditetapkan. Metode sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang pernah mengginap di hotel Le-Detadu Kota Kupang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data linear berganda, dan untuk menguji hipotesis digunakan uji t (secara parsial), Uji f (simultan) dan uji R² (Koefisien Determinasi). Data yang dikumpulkan akan diolah dengan analisis regresi linear berganda Y=a b1X1+b2X2+e serta melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji f (simultan). Data yang digunakan akan diolah dengan analisis linear berganda Y=a+ b1 diperoleh X1 =0,557 nilai t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan nilai t tabel untuk kesalahan 5% maka diperoleh t hitung < t tabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Selanjutnya data diperoleh X2 =0,017 nilai t hitung > t tabel sehingga HO diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Kualitas jasa pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada hotel Le-Detadu Kota Kupang, sedangkan fasilitas hotel tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Le-Detadu di Kota Kupang.
Berdasarkan hasil uji f analisis regresi linear berganda maka dapat diketahui signifikan untuk variabel kualitas jasa pelayanan (X1) terhadap kepuasan pelanggan pada hotel Le-Detadu di Kota Kupang, sedangkan fasilitas hotel tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada hotel Le-Detadu di Kota Kupang adalah 0,000 < 0,05 dan nilai f hitung lebih besar f tabel (15.260 > 35,5) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan (bersama-sama) untuk variabel kualitas jasa pelayana (X1) berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan (Y), sedangkan fasilitas hotel tidak berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan (Y).
Pengaruh Variabel Kualitas Jasa Pelayanan (X1) Terhadap Kepuasan Pelanggan (Y)
Hasil penelitian pada variabel kualitas jasa pelayanan (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) pada Hortel Le-Detadu Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung 5.126 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada Hotel Le-Detadu Kota Kupang. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zainal Pragogi, H. Agustian Burda (2020) Dengan judul penelitian pengaruh harga, fasilitas, dan kualitas pelayanan, terhadap kepuasan konsumen Hotel Borobudur Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasana konsumen.
Pengaruh Variabel Fasilitas Hotel (X2)Terhadap Kepuasan Pelanggan (Y)
Hasil penelitian padea variabel fasilitas hotel (X2) menunjukan bahwa fasilitas hotel tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan pelanggan (Y) pada hotel Le-Detadu Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang dimiliki nilai t hitung sebesar 0,164 sehingga variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat kepuasan pelanggan pada hotel Le-Detadu Kota Kupang. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zainal Pragogi, H. Agustian Burda (2020) Dengan judul penelitian pengaruh harga, fasilitas, dan kualitas pelayanan, terhadap kepuasan konsumen Hotel Borobudur Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasana konsumen
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH BELANJA LANGSUNG TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KOTA KUPANG (Studi Kasus Pada Pemerintah Kota Kupang) Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh belanja langsung terhadap pendapatan asli daerah yang dilihat melalui post-post belanja langsung yaitu belanja pegawai, belanja narang dan jasa dan belanja modal terhadap pendapatan asli daerah di kota kupang. Latar belakang dari penelitian ini adalah berdasarkan hasil penelitian yang diakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik Di Kota Kupang dan sumber-sumber lainya dari tahun 2015-2019. Yang menjadi kendala/masalah pemerintah kota kupang dalam penelitian ini yaitu tingginya pengeluaran/belanja pemerintah kota kupang dibandingkan dengan pendapatan pemerintah kota kupang. Hasil pengujian data menggunakan analisis regresi linier berganda diperoleh hasil sebagai berikut : dari hasil analisis regresi diperoleh dapat diketahui bahwa secara bersama-sama variabel independennya memiliki pengaruh yang signifikaan terhadap variabel dependen hal ini yang dibuktikan dari nilai Fhitung sebesar 235.818 lebih besar dibandingkan dengan Ftabel 18.00 dengan nilai signifikan (sig) 0,001. Karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat dikatakan bahwa belanja pegawai,belanja barang dan jasa, dan belanja modal secara bersama-sama atau secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Kupang. Berdasarkan hasil penelitian secara parsial bahwa : Hasil uji t (parsial) antara variabel belanja pegawai terhadap variabel pendapatan asli daerah dengan nilai probalitas atau nilai sig sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05 dan thitung 15.356 > 2.353 ttabel maka Ho (β1=0) di tolak dan Ha (β1>0) diterima. Hal ini berarti bahwa variabel belanja pegawai secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kota Kupang. Hasil uji t (parsial) antara variabel belanja barang dan jasa terhadap variabel pendapatan asli daerah dengan nilai probalitas atau nilai sig sebesar 0,017 yang lebih besar dari 0,05 dan thitung 0.343 2.353 ttabel maka Ho (β2=0) di tolak dan Ha (β10) di terima. Hal ini berarti bahwa variabel belanja barang dan jasa secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kota Kupang. Hasil uji t (parsial) antara variabel belanja modal terhadap variabel pendapatan asli daerah dengan nilai probalitas atau nilai sig sebesar 0,061 yang lebih besar dari 0,05 dan thitung 0.371 2.353 ttabel maka Ho (β1=0) di tolak dan Ha (β10) Hal ini berarti bahwa variabel belanja modal secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kota Kupang. Jadi berdasarkan hasil pengujian secara parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dapat dilihat bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap pendaptan asli daerah di Kota Kupang adalah belanja pegawai dengan t-hitung sebesar 15.356 dan tingkat signifikan sebesar 0,001 dibandingkan dengan t-hitung belanja barang dan jasa dan belanja modal yang memperoleh nilai sebesar 0.343 dan 0.371. Sehingga pemerintah Kota Kupang harus lebih memperhatikan alokasi Belanja Pegawai karena belanja pegawai yang paling berpengaruh agar tidak berdampak pada PAD di Kota Kupang. Kata Kunci : Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, Belanja Modal, dan Pendapatan Asli Daerah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI
Judul penelitian ini ialah Disparitas Putusan Pemidanaan Oleh Hakim Dalam Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah, permasalahan yang diangkat dalam penelitian inin adalah: dasar pertimbagan hakim dalam menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi.Tujuan penelitian ini Untuk Mengetahui dasar pertimbagan hakim dalam menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi.Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku korupsi pengadaan barang/ jasa pemerintah, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim dalam menjatuhkan disparitas pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang/ jasa pemerintah.Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumuskan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut: dasar pertimbagan hakim dalam menjatuhkan disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa pemerintah yaitu: kemerdekaan hakim dalam memutuskan perkara. Kualitas perbuatan terdakwa yang merugikan keuangan negara dan Hal – hal yang memberatkan dan meringankan:
a. Hal yang memberatkan:
- Perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar memberantas tindak pidana korupsi
- Perbuatan terdakwa telah menimbulkan kerugian keuangan negara dengan jumlah yang relatif besar
- Belum adanya pengembalian kerugian keuangan negara
- Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pembrantasan korupsi
- Perbuatan yang dilakukan terdakwa tidak sejalan dan melemahkan program pemerintah dalam pembrantasan korupsi
b. Hal yang meringankam
- Terdakwa bersikap sopan dipersidangan
- Terdakwa belum perna dihukum
- Terdakwa tidak menikmati atas timbulnya kerugian negara tersebut
- Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga
Saran yang penulis berikan adalah agar pemerintah lebih memperhatikan dan melakukan pengawasan terhadap pelaku korupsi pengadaan barang dan jasa agar lebih tegas dalam menjatuhkan hukum yang seberat-beratnya agar tidak terulang lagi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk kerja sama orang tua dan guru dalam membentuk karakter disiplin siswa di SD Lentera Harapan Kupang. Tempat penelitian di SD Lentera Harapan Kupang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang telah digunakan yaitu dengan melakukan observasi,wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan informasi. Informan dalam penelitian ini adalah guru-guru dan orang tua siswa. Teknik analisis data deskriptif yang meliputi teknik penyajian data dengan mengklasifikasikan pengumpulan data dari observasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk kerjasama sekolah dan orang tua siswa dalam membentuk karakter disiplin siswa di SD Lentera Harapan Kupang antara lain: Identifikasi bentuk-bentuk kerjasama orang tua dan guru dalama membentuk karakter disiplin siswa di SD Lentera Harapan Kupang yaitu: 1) Kunjungan ke rumah murid, 2) Di undangnya orang tua ke sekolah jika dibutuhkan yakni, melalui media komunikasi sekolah ( WA, Telpon, Agenda, Media Sosoal, dan surat ), Pelaksanaan seminar orang tua satu kali dalam setahun dan Pertemuan orang tua yang diadakan dua kali dalam setahun, 3) Case conference, Pemangilan orang tua jika anaknya bermasalah, melalui media komunikasi sekolah (WA, Telpon, Agenda, Media Sosoal dan Surat), 4) Mengadakan surat menyurat seperti surat sakit mau pun undangan, 5) Adanya daftar nilai atau raport yang dilakukan empat kali dalam setahun
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bisnis loundry merupakan salah satu bisnis jasa yang bergerak di bidang cuci pakaian yang notabene diperuntukan bagi kalangan menengah ke atas, yang mana mereka tidak punya waktu untuk mencuci pakaiannya sendiri sehingga menyerahkan ke jasa laundry. Banyak orang yang karena kesibukannya masing-masing sehingga urusan mencuci pakaian benar-benar tidak ada waktunya sama sekali, maka jasa laundry merupakan cara tepat yang ditempuh ketika orang tidak bisa mencuci pakaian. Kualitas jasa pelayanan dan harga merupakan salah satu variabel yang sangat penting dalam kegiatan bisnis sebagai upaya memberikan kepuasan terhadap konsumen atau pelanggan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan kepada jasa yang diberikan. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui Apakah kualitas jasa dan harga berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan di Bunda Loundry Kota Ende. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui analisis stastisik untuk menguji korelasi atau hubungan antara Kualitas Jasa (X1) dan Harga (X2) terhadap kepuasan pelanggan (Y) melalui uji f dan uji t. Hasil penelitian membuktikan bahwa nilai R2 (R Square) sebesar 0,755. Dari hasil ini dilihat nilai R2 > 0, dalam artian mendekati satu yang berarti bahwa variabel dependen Kepuasan Pelanggan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel independen kualitas jasa (X1) dan harga (x2) sebesar 75,5%, sedangkan sisanya sebesar 24,5% dijelaskan oleh variabel lainnya di luar penelitian ini. Sehingga kesimpulannya bahwa kualitas jasa dan harga berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan Bunda Loundry Kota Ende sebesar 75,5% sementara 24,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil analisis menghasilkan harga koofesien t hitung untuk variabel kualitas jasa dan harga sebesar 13,842 sedangkan harga koofisie t tabel untuk dk = 100 dan alpha 5% adalah 3,94. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan kesalahan untuk menolak atau menerima hipotesis adalah sebesar 0% sebagaimana yang ditunjukkan oleh hasil perhitungan t signifikan yang sebesar 0,000. Oleh karena t hitung > t tabel maka hipotesis yang menyatakan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel kualitas jasa dan harga terhadap kepuasan pelanggan jasa Bunda Loundry Kota Ende diterima
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MENINGKATKAN KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW Jemi Adrianus Lobang1*, David Loba2, Pnatmo W. Masi3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permasalahan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran yang belum tepat dalam proses belajar mengajar dan fasilitas yang digunakan kurang memadai sehingga menurunnya kerjasama siswa dalam pemebelajaran penjasorkes. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama siswa dalam pembelajaran penjasorkes menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw Metode penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwakerjasama siswa berdasarkan lembar kuesionerpada siklus 1 yaitu berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 76 mengalami peningkatan pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 75,41% (siklus 1) menjadi 81,76% (siklus 2). Simpulan: Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kerjasama siswa mengalami peningkatan setelah di terapkannya model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dalam pembelajaran penjasorkes Kata kunci: Kerjasama siswa, model cooperative learning tipe jigsaw. ABSTRACT IMPROVING STUDENT'S COOPERATION IN LEARNING OF PENJASORKES USINGTHE COOPERATIVE LEARNING MODEL JIGSAW TYPE Jemi Adrianus Lobang1*, David Loba2, Pnatmo W. Masi3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: The problem of this research is the application of the learning model that is not appropriate in the teaching and learning process and the facilities used are inadequate so that the student's cooperation in learning physical education and physical education decreases. Researchobjectives: This study aims to improve student cooperation in physical education learning using the jigsaw type cooperative learning model Research method: This research method is classroom action research. This research consists of 2 cycles. Each cycle consists of planning, implementing actions, observing, reflecting. Results and discussion: The results showed that student cooperation based on the questionnaire sheet in cycle 1 had a positive impact, this was seen in the results of student learning mastery that exceeded the predetermined KKM, namely 76, which increased in cycle 1 to cycle 2 by 75.41% ( cycle 1) to 81.76% (cycle 2). Conclusion: The results of the study revealed that student cooperation has increased after the implementation of the jigsaw type of cooperative learning model in physical education learning. Keywords: Student cooperation, jigsaw cooperative learning modeol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Modus Operandi Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Eksplorasi Dan Eksploitasi Minyak Dan Gas Bumi Tanpa Ikatan Kontrak Kerjasama”. Rumusan masaalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama ?. 2) Bagamana akibat hukum tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama terhadap pelaku, barang bukti dan Negara ?. Tujuan penelitian adalah : 1) untuk mengetahui modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama, 2) untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama terhadap pelaku, barang bukti dan Negara. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian normatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modus dan akibat hukum tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama. Variabel terikat adalah tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama. Berdasarkan hasil peneletian dan pembahasan maka diperoleh jawaban yaitu: 1. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama yaitu : 1) Terdakwa bersepakat untuk menyewa lahan, 2) terdakwa mempersiapkan alat penegboran, 3) melakukan pengeboran. 2. Akibat Hukum : 1) Terhadap Pelaku yaitu dipidana penjara, membayar denda dan dibebani biaya perkara. 2) Terhadap barang bukti yaitu : Dirampas untuk Negara, dirampas untuk dimusnahkan, 3) dikembalikan kepada jaksa penuntut umum untuk digunakan dalam perkara yang sama. 3) Terhadap Negara yaitu : Negara mengalami kerugian karena hasil dari eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi merupakan milik Negara yang bernilai ekonomis. Saran, diharapkan bagi masyarakat khususnya orang perseorangan untuk patuh pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku bahwa orang perseorangan dilarang untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi sebgaiamana telah ditentukan dalam ketentuan undang-undang. Bagi penegak hukum untuk memberikan hukuman yang hendaknya dapat ditingkatkan agar kerugian keuangan negara dapat dihindari. Kata Kunci : Tindak Pidana, Pelaku, Modus Operandi, Eksplorasi, Eksploitasi, Kontrak Kerjasama, Minyak Bumi, Akibat Hukum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi adalah,“ DESKRIPSI SISTEM PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH DESA PALANGGAY KECAMATAN PAHUNGA LODU KABUPATEN SUMBA TIMUR BERDASARKAN PERKA LKPP NO 22 TAHUN 2015 Masalah pokok yaitu.Bagaimanakah tata cara pengadaan barang dan jasa Pemerintah Desa Palanggai Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur tidak PERKA NO. 22 TAHUN 2015?.Tujuan penilitian untuk menemukan penjelasan dari permasalahan yang dikemukakan di atas, yaitu untuk mengetahui Bagaimanakah tata cara tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah di Desa PalanggaiKecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur berdasarkan PERKA LKPP NO 22 TAHUN 2015? Penelitian ini bersif bersifat deskriptif dengan menggunakan satu 2 ( dua ) svariabel bebas dan variabel terikat. Beradasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah di Desa Palanggai Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur melanggar PERKA LKPP NO.22 TAHUN 2015. Pelelangan tetapi terdapat pelanggaran berupa kerja sama antara kepala desa dan TPK untuk menggunakan CV milik kepala desa. Oleh Sebab Itu, Perlu Dilakukan Upaya Pencegahan Korupsi Dana Desa, Salah Satunya Melalui Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Dan Pelaksanaan Anggaran Desa.s
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kajian Yuridis Penjatuhan Putusan Hakim Terhadap Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Sepeda Motor Di Kabupaten Sumba Barat, dengan Rumusan masalah Bagaimana dasar pertimbangan hakim Dalam menjatuhkan putusan, tuntutan penuntut umum tidak dapat di terima
Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim Dalam menjatuhkan, tuntutan penuntut umum tidak dapat di terima dan, instansi terkait.
Varibel yang dingunakan 2 (dua) variabel yaitu Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Variabel bebas dalam penelitian ini merupankan suatu alasan pertimbangan hakim menjatuhkan putusan dan variable terikat variabel yang mempengaruhi yang mempengaruhi atau variabel yang menjadi akibat,Karena adanya variabel bebas oleh karena itu variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan nomor 32 / Pid,SUS-TPK / 2015 PN.KPG
Metode yang digunakan dalam penelitian ini normatif. Jenis data yang digunakan melalui Sumber data primer adalah bahan-bahan hukum yang mengikat yaitu Putusan Putusan Pengadilan nomor 32 / Pid,SUS-TPK / 2015 PN.KPG,No. 37/Pid.sus/-tpk/2015/PT-KPG , Sumber data sekunder adalah yaitu bahan yang memberikan penjelasan mengenai sumber data primer seperti rancangan undang-undang, hasil-hasil penelitian, atau pendapat para pakar hukum, jurnal dan buku-buku referensi lainnya. Sumber data tersier adalah bahan hukum yang memberi petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti kamus (hukum),ensiklopedia.kemudian di analisis dan di tarik kesimpulanya,
Hasil penelitian menunjukan bahwa dasar pertimbangan hakim Dalam menjatuhkan putusan, terhadap pelaku yang melakukan tindak pidana secara bersama-sama ada tuntutan yang dapat di terima dan tidak dapat di terima.
Dapat diterima karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagaimana tersebut dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum. DAN Tidak dapat diterimah karena tidak mencantumkan secara komprehensif sebagaimana Pasal 197 ayat (1) huruf d,e,f dan h KUHAP dan juga tidak berdasarkan Putusan sebagaimana Pasal 191 KUHAP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul skripsi penulis adalah “Analisis Juridis Terhadap Putusan Hakim Dalam
Jasa Pengiriman Barang Melalui Perusahaan Ekspedisi”.
Masalah pemelitian adalah, ”Mengapa Putusan Hakim Dalam Sengketa Jasa
Pengiriman barang Ada Yang Ditolak dan Ada Yang Diterima?”.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pertimbangan Hakim
sehingga ada yang menolak dan yang menerima dalam sengketa jasa pengiriman barang
melalui perusahaan ekspedisi. Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian
normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah analisis juridis terhadap putusan
hakim, sedangkan variabel terikatnya adalah pertimbangan hakim sehingga ada yang
diterima dan ada yangditolak.
Hasil penelitian menunjukan bahwa mengapa putusan hakim dalam sengketa
jasa pengiriman barang ada yang diterima dan ada yang ditolak, adalah
1. Gugatan Penggugat diterima Hakim karena Tergugat telah melanggara kerjasama
dengan tidak membayar biaya pengiriman paket dan Tergugat juga tidak
mengasuransikan barang muatan milikPenggugat.
2. Gugatan Penggugat ditolak oleh Hakim karena Penggugat dalam dalam proses
gugatan perkara tidak berada pada kedudukan hukum dimana gugatan diajukan di
Pengadilan Negeri Surabaya dan bukan Pengadilan Negeri Sidoarjo,
tenggangwaktu pengajuan keberatan telah melewati atau melampaui hari kerja,
dan telah terjadi kesepakatan perjanjian kerjasama jasa pengiriman yang sah
sehingga Tergugat telah melakukan wanprestasi dengan tidak membayar biaya
jasa pengiriman.
Adapun yang menjadi saran penulis sehubungan dengan permasalahan tersebut,
adalah:
1. Pihak pengiriman barang diwajibkan untuk selalu mengasuransikan semua barang
yang akan dikirim untuk mengantisipasi kerusakan atau kehilangan barang
kiriman milikpelanggan.
2. Selalu ada koordinasi antara pihak pengirim dan pemilik barang terkait kendalam
yang dihadapi dalam pengiriman barang agar kedua belah pihak tidak ada yang
dirugikan atausalahkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul dari skripsi ini adalah Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah. Rumusan masalah yang dikaji lebih lanjut oleh penulis dalam skripsi ini adalah bagaimanakah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan bagi para pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa pemerintah? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan bagi para pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Setelah penulis melakukan analisis, maka adapun kesimpulan penulis tentang pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan bagi para pelaku tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa pemerintah yaitu : 1. Kesalahan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. 2. Adanya hal-hal yang memberatkan dan meringankan hukuman pelaku. Saran yang diberikan oleh penulis adalah : 1. Sebisa mungkin hakim menjatuhkan pidana yang tinggi bagi para pelaku tindak pidana korupsi agar adanya efek jera bagi pelaku itu sendiri dan masyarakat yang ingin melakukan tindak pidana korupsi 2. Aparat penegak hukum agar lebih pro aktif melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar dapat menekan angka korupsi. Kata Kunci : Pertimbangan Hakim, Putusan Pemidanaan, Tindak Pidana Korupsi, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul dari Skripsi ini: Deskripsi tentang pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum pada kasus korupsi pengadaan software Microsoft Office di PT. Bank NTT Permasalahanya adalah apa yang menjadi pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum bagi para terdakwa pada kasus korupsi pengadaan software microsoft office di PT. Bank Nusa Tenggara Timur? Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan variabel bebas dan terikat yang dianalisis secara deskriptif dari bahan primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian dan analisis putusan hakim dapat di ketahui bahwa putusan lepas dari segala tuntutan hukum dari keterangan saksi-saksi dan korban dan fakta persidangan diperoleh jawaban bahwa: Pertama, Perbuatan yang didakwakan oleh Penuntut Umum bukanlah merupakan suatu tindak pidana korupsi ((onslag van rechtvervolging). Pada putusan lepas (onslag van recht vervolging), segala tuntutan hukum atas perbuatan yang dilakukan terdakwa dalam surat dakwaan jaksa/penuntut umum telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, akan tetapi terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana, karena perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana merupakan bidang hukum perdata dalam putusan Nomor: 56/PID.SUS-TPK/2017/PN.KPG. Berdasarkan uraian fakta persidangan Majelis Hakim berpendapat bahwa telah terbukti ada pembayaran 100 % oleh PT. Bank Pembangunan Daerah NTT kepada PT. Comparex Indonesia sebesar Rp.4.307.502.936,00 (empat miliar tiga ratus tujuh juta lima ratus dua ribu sembilan ratus tiga puluh enam rupiah); Kedua, Perbuatan para terdakwa berkaitan dengan perjanjian dalam hukum perdata. Perjanjian yang dilakukan oleh Bank NTT dengan PT. Comparex Indonesia sebagai customer yaitu pekerjaan pengadaan Lisensi Win Pro 10 GGWA LO sebanyak 830 unit. Sehingga hubungan hukum yang dibangun merupakan hubungan hukum keperdataan bukan merupakan hubungan hukum pidana, maka dalam putusan kasasi Mahkamah Agung menguatkan putusan hakim nomor : 56/PID.SUS-TPK/2017/PN.KPG dalam tindak pidana korupsi. Berdasarkan pada hasil penelitian dan analisis, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu: (1). Perbuatan yang didakwakan oleh Penuntut Umum bukanlah suatu tindak pidana korupsi (onslag van rechtvervolging). (2). Perbuatan para terdakwa berkaitan dengan perjanjian dalam hukum perdata. Saran.(1). Terdakwa diharapkan agar lebih hati-hati dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa yang baik dan benar agar terhindar dari tindak pidana korupsi. (2). Penuntut Umum, diharapkan agar lebih jeli dan teliti dalam menjerat pelaku tindak pidana korupsi mengenai alat bukti dan barang bukti dan harus membedakan antara perkara pidana dan perdata dalam pembuktian mengenai tindak pidana korupsi sehingga dapat menjerat para pelaku korupsi.