ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
KINERJA MENGAJAR GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
Ofris Edison Selan *,David Loba2, Fredik E. Nope3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktifitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Tujuan penelitian:Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan pelajaran yang akan dijadikan materi didalam proses pembelajaran
Metode penelitian:Metode yang biasa digunakan guru dalam menyampaikan materi penjasorkes adalah metode deduktif atau metode perintah, metode tugas, demonstrasi dan pemberian penjelasan.
Hasil dan pembahasan:Penjasorkes pada dasarnya merupakan bagian integrasi dari sistem pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspekkesegaran dan kebugaran jasmani pada setiap individu sehingga individu memiliki keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga.
Simpulan:Penjasorkes merupakan mata pelajaran yang juga ikut mempengaruhi perkembangan kepribadian siswa dan ikut serta berkonstribusi dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian pendidikan harus dilaksanakan dengan tertib dan bertanggung jawab.
Katakunci: Kompetensi guru; hasil belajar; pendidikan jasmani
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI (Studi Kasus: Mahasiswa PPL-FKIP-PSPB Semester Ganjil Tahun 2022)
Tupa, J.J)* Meha, A.M)** Nggadas, D.E.P)**
Dalam proses pembelajaran kompetensi guru sangat penting. Ada 4 kompetensi guru yaitu kompetensi professional, pedagogik, sosial dan kepribadian.Penelitian ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana kemampuan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana dalam melaksanakan PPL semester ganjil tahun 2022 di sekolah.Tujuan peneltian ini yaitu untuk menganalisis kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru biologi dalam melaksanakan PPL.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan penelitian ini menggunakan subjek penelitian sebanyak 13 orang guru pamong.Instrumen penilaian yang digunakan yakni instrument angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru biologi menunjukkan kriteria baik dengan nilai rata-rata akhir sebesar 81,53 yang terdiri dari 7 indikator dengan hasil sebagai berikut: kemampuan mahasiswa calon guru dalam menguasai karakteristik peserta didik sebesar 84.00% kategori sangat baik, kemampuan mahasiswa calon guru dalam menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik sebesar 78,40% kategori baik, kemampuan mahasiswa calon guru dalam pengembangan kurikulum sebesar 81,07% kategori baik, kemampuan mahasiswa calon guru dalam kegiatan pembelajaran yang mendidik sebesar 80,34% kategori baik, kemampuan mahasiswa calon guru dalam pengembangan potensi peserta didik sebesar 81,60% kategori baik, kemampuan mahasiswa calon guru dalam komunikasi dengan peserta didik sebesar 84,20% kategori sangat baik, dan kemampuan mahasiswa calon dalam penilaian dan evaluasi sebesar 81,07% kategori baik. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru biologi berada pada kategori baik.
Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik Mahasiswa, calon guru, Mahasiswa PPL
Keterangan : *) Penulis
**) Pembimbing
ABSTRACT
PEDAGOGIC COMPETENCY ANALYSIS OF PROSPECTIVE BIOLOGY TEACHER STUDENTS (Case Study: Student PPL-FKIP-PSPB Odd Semester 2022)
Tupa, J.J)* Meha, A.M)** Nggadas, D.E.P)**
In the learning process teacher competence is very important. There are 4 teacher competencies, namely professional, pedagogic, social and personality competencies. This research was conducted to measure the extent to which the pedagogical competency abilities of prospective teacher students in the Biology Education Study Program at Artha Wacana Christian University in implementing Field Experience Practice(PPL) odd semester of 2022 at school. The purpose of this research is to analyze the pedagogical competence of prospective biology teacher students in implementing Field Experience Practice (PPL). This study used a qualitative descriptive method and this research used 13 tutors as subjects. The assessment instruments used were questionnaires, interviews and documentation. The results showed that the pedagogical competence of prospective biology teacher students showed good criteria with a final average score of 81.53 which consisted of 7 indicators with the following results: the ability of prospective teacher students to master the characteristics of students was 84.00% very good category, ability student teacher candidates in mastering learning theory and learning principles that educate are 78.40% good category, student teacher candidate skills in curriculum development are 81.07% good category, student teacher candidate abilities in educational learning activities are 80.34% category good, the ability of student teacher candidates in developing the potential of students is 81.60% in the good category, the ability of student teacher candidates in communicating with students is 84.20% in the very good category, and the ability of prospective students in assessment and evaluation is 81.07% good category. This shows that the pedagogical competence of prospective biology teacher students is in the good category.
Keywords: Student Pedagogic Competence, prospective teachers, Field Experience Practice
Description: *) Author
**) Advisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERAN GURU PENJAS DALAM PEMBENTUKAN NILAI KARAKTER PADA PESERTA DIDK KELAS VIII SMPN NILOPO
Dafit Semuel Bako1*, Agustinus J. Nafie2, Julian J. Leko3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email;[email protected]
Latar belakang;Pembentukan karakter peserta didik mempunyai peranan yang sangat penting dilingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan formal seperti sekolah memberikan pengajaran dengan segala bentuk pendidikan baik secara akademik maupun non akademik yang dilakukan oleh seorang pendidik.
Tujuan; penelitian ini untuk mengetahui peran guru pendidikan jasmani memperkuat karakter siswa. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data pengamatan, wawancara, koisioner, dan dokumentasi serta analisis data penyajian data dan penarikan.
Meetode; penelitian ini menunjukkan bahawa. Pendidikan olahraga dan jasmani sangat baik dalam pembentukan karakter siswa yang Pertama: karakter menghargai atau menghormati semua komponen dalam aktivitas olahraga. membuat guru PJOK lebih punya banyak peluang dalam pembentukan karakter siswa.
Hasil dan pembahasan; Karakter yang ingin dibentuk adalah religius, nasionalis, integritas, gotongroyong, dan mandiri. Guru pendidikan jasmani berperan dan mengawasi terhadap karakter-karakter yang menyimpang dalam pembentukan karakter peserta didik.
Kesimpulan; Guru pendidikan jasmani juga berperan dan dapat merubah sikap dan mental dari siswa. Siswa yang mempunyai sifat takut atau ragu dalam menjalankan suatu aktivitas dengan pembelajaran, pelatihan dan bimbingan yang terarah dan terprogram dengan baik secara bertahap akan berubah menjadi siswa seperti yang diharapkan.
Katakunci: Kompetensi guru; hasil belajar; pendidikan jasmani
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) kurangnya penerapan metode yang kurang tepat sehingga membuat siswa malas belajar. 2) Belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 3) Alat yang digunakan kurang memadai, 4) Siswa takut dengan permainan kecil trdisional putri, dan 5) Kondisi fisik pada siswa kelas V khususnya siswa putri yang memiliki fisik yang kecil mengurangi minat untuk melakukan aktifitas permainan kecil trdisional menjadi menurun.
Tujuan penelitian: menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas.dan lapangan
Metode penelitian: :Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Dan lapangan Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar permainan kecil trdisional melalui metode pembelajara n kooperatif tipe jigsaw bermain secara kelompok berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan mengalami peningkatan yaitu pada siklus I ke siklus II sebesar 33% yaitu dari 66% (siklus 1) menjadi 85% (siklus II).
Simpulan: peneliti ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar permainan keci trdisional melalui pendekatan bermain beregu pada siswa kelas V SD Inpres Fatufeto 2 termsuk kategori baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) kurangnya penerapan metode yang kurang tepat sehingga membuat siswa malas belajar. 2) Belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 3) Alat yang digunakan kurang memadai, 4) Siswa takut dengan permainan bola besar khususnya putri, dan 5) Kondisi fisik pada siswa kelas Vll khususnya siswa putri yang memiliki fisik yang kecil mengurangi minat untuk melakukan aktifitas permainan bola besar menjadi menurun.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing atas bola voli menggunakan metode pembelajaran jigsaw tipe jigsaw. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi.
Hasil Dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar passing atas bola voli melalui metode pembelajaran jigsaw tipe jigsaw bermain secara kelompok berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan mengalami peningkatan yaitu pada siklus I ke siklus II sebesar 25% yaitu dari 75% (siklus 1) menjadi 95% (siklus II).
Simpulan : peneliti ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan hasil belajar passing atas permainan bola voli melalui pembelajaran jigsaw tipe jigsaw pada siswa kelas Vii SMP Swasta Advent Nusra termasuk kategori baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Persepsi Guru, Siswa dan Orang Tua mengenai Pembelajaran IPA pada masa Pandemi COVID-19 di kelas VIII A SMP Negeri 20 Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek Penelitian ini adalah Guru IPA kelas VIII berjumlah 5 Orang, Siswa-siswi kelas VIII A berjumlah 31 Orang, dan Orang Tua Siswa berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik Observasi, Teknik Wawancara, dan Kuesioner/Angket. Hasil penelitian di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan menganalisis berbagai data temuan, penulis dapat menyimpulkan bahwa Pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 20 Kota Kupang selama masa pandemi, baik guru, siswa maupun orang tua memiliki persepsi masing-masing. Siswa mengatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan disekolah tersebut meskipun dilakukan dengan metode pembelajaran daring, namun siswa tetap antusias mengikuti pembelajaran. Selain siswa, guru mengatakan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah tersebut kurang efektif karena dilakukan secara daring dimana, dampak dari pembelajaran daring ini adalah siswa kurang mengerti dan memahami materi dan soal-soal yang dibagikan oleh guru. Orang tua mengatakan bahwa pembelajaran daring ini kurang efektif karena waktu untuk bekerja harus digunakan untuk mendampingi anak ketika belajar dan juga harus menyediakan Handphone dan kuota internet supaya bisa mengakses materi yang dibagikan oleh guru. Metode pembelajaran daring menggunakan aplikasi Zoom dan Whatssap Group yang digunakan untuk membagikan materi pembelajaran dan mengirimkan tugas. Selain mengajar secara daring melalui aplikasi, guru melakukan kunjungan ke rumah siswa untuk memberikan penjelasan tambahan mengenai soal-soal latihan yang tidak dikerjakan oleh siswa seminggu sekali dan juga sebulan sekali. Dalam pelaksanaannya orang tua memfasilitasi seperti laptop, komputer, Handphone, dan kuota internet untuk kelancaran proses belajar siswa, dan juga berperan dalam mendampingi dan mengawasi siswa selama belajar dirumah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya sekolah, guru biologi dan orang tua membentuk karakter peserta didik dalam pembelajaran biologi di SMA Swasta Advent Nusra Noelbaki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Subjek penelitian adalah pihak sekolah, Guru Biologi dan orang tua peserta didik kelas XI MIPA. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan cara deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya guru dan orang tua dalam membentuk karakter disiplin peserta didik di SMA Swasta Advent Nusra yaitu dengan cara penanaman karakter atau pengembangan diri, membuat aturan atau sanksi-sanksi, pengawasan, memberikan motivasi serta mengarahkan peserta didik untuk berperilaku disiplin, memberikan keteladanan atau nilai karakter kristiani melalui nasehat sebelum memulai pelajaran seperti berdoa. sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran tidak hanya fokus pada pengetahuan peserta didik tetapi sekolah juga berupaya untuk memfokuskan peserta didik untuk memiliki karakter disiplin. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka penulis dapat mengambil kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah bahwa Sekolah dalam membentuk karakter disiplin pada peserta didik adalah menerapkan peraturan yang harus ditaati oleh seluruh warga sekolah, baik guru maupun anak didik selama berada di lingkungan sekolah. Guru berupaya untuk membentuk karakter disiplin peserta didik dengan berbagai macam kegiatan, mengawasi aktifitas peserta didik dengan harapan agar karakter disiplin anak didik itu terbentuk, mengarahkan dan memotivasi peserta didik untuk memulai semua kegiatan sekolah dengan disiplin
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
UPAYA MEMBANGUN PROFESIONALISME GURU PJOK PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) DI KOTA KUPANG
Jefriyanus Ledi Dima1*, Ramona M. Mae2, Yahya J. Palinata3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Guru merupakan unsur dominan dalam suatu proses pendidikan. Profesionalisme guru PJOK masih banyak kekurangan, seperti guru sering membiarkan siswa bermain dan belajar sendiri dalam pembelajaran walaupun saat pembelajaran penuh atau tidak. Kemudian dilihat dari sisi fasilitas, pembelajaran olahraga masih sangat kurang memadai sehingga pembelajaran kurang optimal.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya membangun profesionalisme guru PJOK pada musyawarah musyawarah mata pelajaran di Kota Kupang.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil wawancara dan hasil penelitian mengenai upaya membangun profesionalisme guru PJOK pada MGMP Kota Kupang, menunjukkan bahwa guru dapat mempersiapkan perangkat pembelajaran, guru mengikuti kegiatan diklat, mengikuti kegiatan esktrakurikuler, melaksanakan kegiatan perlombaan dan pertandingan serta guru mempunyai kompetensi yang baik dalam melakukan pembelajaran sehingga dapat menjadi guru yang profesional.
Simpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa upaya membangun profesionalisme guru PJOK pada MGMP Kota Kupang sudah baik hal ini sesuai dengan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Sedangkan dari segi faktor yang mempengaruhi upaya membangun profesionalisme guru PJOK yaitu sarana dan prasarana yang kurang memadai.
Kata kunci: Profesionalisme Guru; MGMP; pendidikan jasmani
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MATERI SENAM LANTAI LONCAT KANGKANG
Irman Roset Paut1*, Ramona M Mae2, Fredik E Nope3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
Email. [email protected]
Latar belakang:Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang beranggapan bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan secara ilmiah, artinya belajar akan lebih bermakna jika anak bekerja dan mengalami sendiri apa yang dipelajarinya, bukan sekedar mengetahuinya.
Tujuan penelitian: penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Pembelajaran KontekstualDalam Materi Senam Lantai Loncat Kangkang di SMP N 1 Fatuleu.
Metodepenelitian:Penelitian ini menggunakan metode deskiriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisi data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini bagaimana implementasi pembelajaran kontekstual dalam materi senam lantai loncat kangkang.
Hasil dan pembahasan: Sumber data diperoleh langsung dari hasil Wawancara dengan Guru Penjasorkes dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, pembahasan pembelajaran kontekstual adalah metode pembelajaran yang membantu peserta didik untuk menemukan dan membangun materi yang dipelajari dengan kondisi kehidupan nyata sehari-hari.
Simpulan: Dari hasil penelitian ini maka peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran loncat kangkang di SMP N 1 Fatuleu, guru penjasorkes masih menggunakan metode ceramah, diskusi dan Tanya jawab, alangkah lebih baiknya guru penjasorkes mencoba metode pembelajaran yang lebih afektif untuk membuat siswa-siswi juga turut aktif dalam mengikuti pembelajaran loncat kangkang, karena itu metode pembelajaran yang cocok untuk membuat pembelajaran loncat kangkang lebih menyenangkang adalah metode pembelajaran kontekstual.
Katakunci: Kompetensi guru; Implementasi pembelajaran kontekstual dalam materi senam lantai loncat kangkang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PELAKSANAAN TES KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 KUPANG
Herlistin Rambu Kaweda Loya1*, M. Rambu P. Wasak2, Dortean A. Jois Jaha,3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Kebugaran jasmani merupakan salah satu kondisi fisik yang harus dimiliki oleh setiap orang, karna dengan kebugaran jasmani yang baik dapat membuat orang beraktivitas dengan baik tanpa mengalami kelelahan yang berarti.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebugaran jasmani yang dimiliki siswa pada pelaksanaan tes kebugaran jasmani dilapangan SMP Negeri 2 Kupang.
Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Sumber data dapat diperoleh dari siswa.Teknik pengumpulan data melalui Tes kebugaran jasmani, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: hasil dan pembahasan penelitian menunjukan bahwa kebugaran jasmani siswa dapat di ukur dengan melakukan rangkaian tes berupa, tes lari 50 meter, tes angkat tubuh 60 detik, tes baring duduk 60 detik, tes loncat tegak dan tes lari jarak 800 meter, ( tes TKJI,2000). Dari 5 nomor TKJI (Tes Kebugaran Jasmani Indonesia) pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kupang mendapatkan hasil dari 24 siswa dengan kategori Baik 15 siswa, Sedang 6 siswa, Kurang 3 siswa.
Simpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan kondisi kebugaran jasmani siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kupang berada dalam kategori Baik (B).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERANAN GURU PJOK DALAM PEMBELAJARAN
BOLA VOLI PADA SISWA SMA NEGERI 1 AMARASI
Dames Kalau1*, David Loba2, Jimmy Atty3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar Belakang: Pembelajaran bola voli terlihat biasa-biasanya, hal ini mungkin kurangnya peranan guru dalam memberikan pembelajaran bola voli pada siswa-siswi, setiap tahunnya selalu diadakan pesta rakyat di wilayah Kecamatan Amarasi, cabang olahraga bola voli menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan namun belum memberikan hasil yang memuaskan baik dari voli putra maupun putri, hal ini sangat di sayangkan karena siswa/siswi belum memiliki kemampuan yang baik dalam menguasai pembelajaran bola voli. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui peranan guru PJOK dalam pembelajaran bola voli pada siswa SMA Negeri 1 Amarasi Kabupaten Kupang.
Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode penelitian kualitatif.
Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, terdapat enam peranan guru yang ada dan melekat pada guru PJOK dalam pembelajaran bola voli. Keenam peranan guru ini meliputi: peran guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih dan penilai. Masing-masing peranan guru ini tidak terlepas dari keterlibatan siswa dalam pelaksanaannya baik di kelas maupun di luar kelas
Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian di atas maka peneliti mengambil sebuah simpulkan bahwa pembelajaran bola voli yang selama ini terjadi di SMA Negeri 1 Amarasi, secara umum telah berjalan dengan baik dengan adanya peran dari guru dan siswa. Terdapat kendala berupa dua pernanan guru yang sepenuhnya belum dilaksanakan oleh guru PJOK dalam pembelajaran bola voli yakni, pernan guru sebagai pengarah dan pembimbing.
Kata kunci: Peranan Guru PJOK, Pembelajaran Bola Voli
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Kedudukan guru memiliki peran penting dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Sehingga kompetensi pedagogik guru akan menjamin tingkat keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utama yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang memadai.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru PJOK dalam memanfaatkan media google classroom pada masa pandemic covid-19.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
Hasil dan pembahasan: Proses pembelajaran penjasorkes di SMP Negeri 20 Kota Kupang dilaksanakan secara online dan tatap muka terbatas. Dalam proses pembelajaran, siswa dibagi dalam 2 (dua) kelompok atau shift, sehingga ada siswa yang dapat melakukan pembelajaran di sekolah secara tatap muka terbatas dengan menggunakan protokoler covid-19 dan ada siswa yang melaksanakan pembelajaran di rumah dengan menggunakan media google classroom. Materi dan video pembelajaran tersebut akan diberikan kepada siswa melalui media google classroom untuk dapat dipelajari di rumah. Setelah siswa mempelajari materi dan video tersebut, siswa akan mempraktekkan dan mengirimkan video yang telah dilakukan untuk kami memberikan penilaian dan evaluasi.
Simpulan: Kompetensi pedagogik guru penjasorkes baik, guru penjasorkes memanfaatkan media google classroom sesuai dengan tahapan pembelajaran, baik itu dalam merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Pembelajaran bola voli terlihat biasa-biasanya, hal ini mungkin kurangnya peranan guru dalam memberikan pembelajaran bola voli pada siswa-siswi, setiap tahunnya selalu diadakan pesta rakyat di wilayah Kecamatan Amarasi, cabang olahraga bola voli menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan namun belum memberikan hasil yang memuaskan baik dari voli putra maupun putri, hal ini sangat di sayangkan karena siswa/siswi belum memiliki kemampuan yang baik dalam menguasai pembelajaran bola voli. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui peranan guru PJOK dalam pembelajaran bola voli pada siswa SMA Negeri 1 Amarasi Kabupaten Kupang.
Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode penelitian kualitatif.
Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, terdapat enam peranan guru yang ada dan melekat pada guru PJOK dalam pembelajaran bola voli. Keenam peranan guru ini meliputi: peran guru sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah, pelatih dan penilai. Masing-masing peranan guru ini tidak terlepas dari keterlibatan siswa dalam pelaksanaannya baik di kelas maupun di luar kelas
Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian di atas maka peneliti mengambil sebuah simpulkan bahwa pembelajaran bola voli yang selama ini terjadi di SMA Negeri 1 Amarasi, secara umum telah berjalan dengan baik dengan adanya peran dari guru dan siswa. Terdapat kendala berupa dua pernanan guru yang sepenuhnya belum dilaksanakan oleh guru PJOK dalam pembelajaran bola voli yakni, pernan guru sebagai pengarah dan pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Dalam proses pembelajaran, seorang guru harus mempunyai kreativitas yang tinggi merupakan suatu keharusan, terutama bagi guru Penjasorkes agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran penjasorkes di sekolah agar siswa selalu semangat dan senang dalam mengikuti proses pembelajaran, dengan demikian maka tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Kreativitas Guru Dalam Pembelajaran Penjasorkes Pada Materi Senam Lantai di Masa Pandemic Covid-19.
Metode penelitian: Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data meliputi tiga tahapan, yakni reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dan pembahasan: SMP Negeri 20 Kota Kupang yang merupakan lembaga pendidikan, melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring atau online dan offline atau tatp muka terbatas di masa pandemic covid-19. Pelaksanaan pembelajaran senam lantai dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, baik itu kegiatan pendahuluan atau pemanasan, kegiatan inti dan penutup atau pendinginan.
Simpulan: Dalam proses pembelajaran penjasorkes, memiliki kreativitas yang baik merupakan suatu keharusan pada masa pandemic covid-19 baik secara online maupun offline. Kegiatan pembelajaran roll depan dan roll belakang, salah satu kreativitas yang dibuat ialah mengharuskan setiap siswa menaruh kotak kertas pada leher yang dijepit oleh dagu. Tujuannya agar siswa dapat bertanggungjawab dalam melaksanakan kegiatan tersebut dan gerakan dapat dilakukan dengan tepat
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Peran Guru Agama Kristen Dalam Penerapan Pendalaman Alkitab
Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 20 Kota Kupang
Busi, G,A)* Nuban Timo, E,I)** Manggoa, M,A)**
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Peran guru agama Kristen dalam penerapan pendalaman Alkitab pada siswa kelas IX di SMP Negeri 20 Kota Kupang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran guru agama Kristen dalam penerapan pendalaman Alkitab pada siswa kelas IX di SMP Negeri 20 Kota Kupang. Yang mejadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru pendidikan agama Kristen di SMP Negeri 20 Kota Kupang, yang berjumlahh 5 orang. Berdasarkan hal tersebut maka sampel dalam penelitian ini yakni guru pendidikan agama Kristen kelas IX dengan jumlah 1 orang. Metode penelitian penelitian deskrptif adalah mengambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat. Teknik pengumpulan data yang di pakai adalah teknik observasi, teknik wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya Teknik analisis data Sesuai dengan metode yang digunakan, maka teknik analisis data yang digunakan ialah deskriptif yang tujuannya untuk mencari tahu keadaan yang terjadi di lapangan kemudian ditarik kesimpulan.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa Peran guru PAK dalam Penerapan pendalaman Alkitab sangatlah penting bagi siswa-siswi, tujuannya untuk dapat belajar firman Tuhan dengan baik. Peran guru PAK sebagai pendidik atau pengajar tidak hanya menanamkan pengetahuan kepada anak ataupun salah satu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak-anak sehingga terjadi proses belajar tetapi mampu menanamkan nilai-niali etik dan moral Kristiani kepada para peserta didik dan dapat membimbing anak dalam mengambil keputusan untuk menuntun agar moral dan akhlaknya semakin baik bahkan menjauhkan diri mereka dari perbuatan-perbuatan yang dilarang, dan dapat membantu peserta didik keluar dari zona nyaman yang membahayakan diri mereka dan membimbing mereka untuk membeda-bedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik sehingga peserta didik dapat menerima Kristus dalam diri mereka masing-masing.
Kesimpulannya adalah Peran guru PAK dalam Pendalaman Alkitab dapat diperhitungkan untuk digunakan dalam dunia pendidikan, sekalipun pendalaman Alkitab masih sangat jarang dilakukan di sekolah tetapi pendalaman Alkitab juga salah satuh metode yang dapat menolong para siswa-siswi untuk dapat belajar firman Tuhan dengan baik. Pendalaman Alkitab ketika diikuti dengan benar dan diajarkan dengan baik maka kehidupan siswa-siswi akan berubah lewat pertolongan Roh Kudus. Dari kesimpulan di atas, maka penulis memberi saran kepada : Guru PAK harus memberi arahan dan motivasi kepada siswa untuk lebih rajin mengikuti pendalaman Alkitab (PA), Guru PAK juga harus membuat penerapan baru dalam melaksanakan kegiatan pendalaman Alkitab sehingga siswa-siswi semakin tertarik dalam mengikuti pendalaman Alkitab (PA) dan kepada siswa harus tetap rajin serta tidak bermalas-malasan dalam mengikuti kegiatan pendalaman Alkitab yang dilaksanakan di sekolah karena berguna bagi pertumbuhan nilai-nilai etik dan moral Kristiani
Kata Kunci : Peran Guru, Pendalaman Alkitab
Keterangan : * Mahasiswa
** Dosen pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Masalah yang penulis jumpai panda kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 tidak maksimal karena tingkat level pandemic covid-19 kadang meningkat dan kadan menurun. Sehingga menyebabkan kinerja guru tidak maksimal atau kurang efektif.
Tujuan penelitian: Kegiatan penelitian ini memilikiki tujuan yang hendak di capai adalah untuk mengetahui kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif
Hasil dan pembahasan: Hasil dan penelitian ini menunjukan bahwa kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 tidak efektif. Oleh karena itu di perlukan untuk guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan lebih berkreatif dalam membantu siswa agar siswa bisa terlibat dalam proses pembelajaran selama masa pandemi covid-19.
Simpulan: Kurangnya alat komunikasi Hp, laptop, computer, terhadap siswa sehingga menjadi penghambat dalam proses pembelajaran. Maka di perlukan keaktivitas guru untuk mengatasi siswa. Kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 tidak efektif dalam proses pembelajaran inti dan Guru tidak memiliki kreativitas datanya dalam merancang proses pembelajaran pada masa pandemi covid-19
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang:permasalahan dalam penelitian ini adalah banyaknya siswa yang cenderung mengikuti pembelajaran penjasorkes dan kurangnya kreatifitas guru dalam melakukan pembelajaran yang membuat siswa cenderung bosan, Metode pembelajaran yang di gunakan kurang memadai sehingga Penjelasan yang diberikan oleh guru memuat secara keseluruhan rangkaian gerakan sehingga sebagian besar siswa tidak memahami dengan baik. Pada proses pembelajaran guru selalu menggunakan metode drill.Hal ini mengakibatkan penguasaan siswa terhadap materi kurang sempurna dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan kurang berhasil dengan baik.
Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar lempar tangkap bola melalui permainan tradisional boi.
Penelitian ini mengunakan metode penelitian tindakan kelas.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus.Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar lempar tangkap bola melalui metode pembelajaran permainan tradisional boi berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 75 mengalami peningkatan yaitu pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 32,5% yaitu dari 50% (siklus 1) menjadi 87,5% (siklus 2).
Simpulan:peneliti ini adalah menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar lempar tangkap bola melalui metode pembelajaran permainan tradisional boi pada SD Inpres lelogama termasuk kategori baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK DENGAN METODE BERMAIN PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Fady Nubatonis1*, Jusuf Blegur2, Melvianus Selan 3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
[email protected]
Latar belakang:permasalahan dalam penelitian ini adalah masih terdapat banyak siswa yang belum memahami teknik dasar gerakan lompat jauh gaya jongkok dengan benar, pembelajaran yang di gunakan kurang memadai sehingga Penjelasan yang diberikan oleh guru memuat secara keseluruhan rangkaian gerakan sehingga sebagian besar siswa tidak memahami dengan baik. Pada proses pembelajaran guru selalu menggunakan gaya mengajar klasikal. Hal ini mengakibatkan penguasaan siswa terhadap materi kurang sempurna dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan kurang berhasil dengan baik.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok pada siswa SMA Negeri Fatukopa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari II siklus.Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan, refleksi.
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dengan menggunakan metode bermain, mempunyai dampak yang baik. Hal ini dilihat dari hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang ditetapkan yaitu 75 dan mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II.
Simpulan:penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dengan metode bermain pada siswa SMA Negeri Fatukopa termasuk kategori baik.
Katakunci: Kompetensi guru; hasil belajar; pendidikan jasmani
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Calon Guru Biologi Pada Mata Kuliah Microteaching Semester Genap tahun 2021-2022. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ditemukan beberapa kendala dalam proses perkuliahan microteaching yaitu kemampuan seorang pendidik dalam mengelolah pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap karakteristik peserta didik, ketrampilan penguasaan ICT, ketrampilan berkomunikasi, dan ketrampilan pengelolaan kelas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan lembar observasi, selanjutnya dianalisis menggunakan rumus TCR (Tingkat Capaian Responden). Sehingga mendapatkan hasil rata-rata persentase sebesar 68%. pada indikator 1 dan 2 dengan bunyi kemampuan seorang pendidik dalam mengelolah pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap karakteristik dan ketrampilan penguasaan ICT memperoleh 72% dan 68% dengan masing-masing indikator terdapat 4 peryataan, Selanjutnya pada indikator 3 dan 4 tentang ketrampilan komunikasi dan ketrampilan pengelolaan kelas memperolehan skor 70% dan 64% . Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahawa analisis kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah microteaching semester genap di universitas kristen artha wacana kupang program studi pendidikan biologi berada pada cukup mampu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERAN GURU BIOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 AMABI OEFETO
Ranboki, F.N. ) *Manu,T.S.N.)** Nggadas, D.P.E.)**
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru biologi dalam mendorong pembelajaran berpikir tingkat tinggi di SMA Negeri 1 Amabi Oefeto Kabupaten Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik wawancara, angket dan dokumentasi untuk mengkaji informasi terkait peran guru biologi dalam mendorong siswa berpikir tingkat tinggi. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 guru biologi dan 20 siswa kelas X IPA dengan teknik analisis data yang menggunakan teknik penyajian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah peran guru biologi melaksanakan pembelajaran yang menciptakan siswa mampu menganalisis, mengevaluasi dan mencipta dalam setiap materi yang di bahas dengan guru berperan menyediakan bahan ajar, sesuai yang terjadi disekolah SMA Negeri 1 Amabi Oefeto tahun ajaran 2021/2022 yaitu guru menyiapkan model pembelajaran stimulation (pemberian rangsangan) dengan melihat tingkat kognitif berpikir tingkat tinggi yaitu menganalisis yang terjadi disekolah guru hanya memberikan siswa tes berubah soal pilihan ganda kepada siswa sebagai tes kemampuan berpikir dalam menyelesaikan tugas tersebut, untuk mengevaluasi guru memberikan ulangan harian setelah pelajaran dan merangkum materi pelajaran agar lebih mudah dipahami dari sini guru seberapa jauh berpikir siswa, serta untuk kemampuan mencipta sendiri guru hanya menjelaskan langkah-langkah tetapi untuk pelaksaan sendiri tidak karena kekurangan bahan dan alat lab sehingga guru hanya meberi contoh dengan gambar dan juga lingkungan sekolah saja. Sesuai dengan hasil wawancara yang didapat guru pada SMA Negeri 1 Amabi Oefeto Guru selalu mengontrol kelas menggunakan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya dan mengkomunikasikan sehingga tidak menimbulkan keributan dengan melihat penilaian-penilaian pada siswa secara penilaian diri dan penilaian antar teman.
KATA KUNCI: Peran Guru, Berpikir Tingkat Tinggi Siswa