ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk kerja sama orang tua dan guru dalam membentuk karakter disiplin siswa di SD Lentera Harapan Kupang. Tempat penelitian di SD Lentera Harapan Kupang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang telah digunakan yaitu dengan melakukan observasi,wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan informasi. Informan dalam penelitian ini adalah guru-guru dan orang tua siswa. Teknik analisis data deskriptif yang meliputi teknik penyajian data dengan mengklasifikasikan pengumpulan data dari observasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk kerjasama sekolah dan orang tua siswa dalam membentuk karakter disiplin siswa di SD Lentera Harapan Kupang antara lain: Identifikasi bentuk-bentuk kerjasama orang tua dan guru dalama membentuk karakter disiplin siswa di SD Lentera Harapan Kupang yaitu: 1) Kunjungan ke rumah murid, 2) Di undangnya orang tua ke sekolah jika dibutuhkan yakni, melalui media komunikasi sekolah ( WA, Telpon, Agenda, Media Sosoal, dan surat ), Pelaksanaan seminar orang tua satu kali dalam setahun dan Pertemuan orang tua yang diadakan dua kali dalam setahun, 3) Case conference, Pemangilan orang tua jika anaknya bermasalah, melalui media komunikasi sekolah (WA, Telpon, Agenda, Media Sosoal dan Surat), 4) Mengadakan surat menyurat seperti surat sakit mau pun undangan, 5) Adanya daftar nilai atau raport yang dilakukan empat kali dalam setahun
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MENINGKATKAN KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW Jemi Adrianus Lobang1*, David Loba2, Pnatmo W. Masi3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permasalahan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran yang belum tepat dalam proses belajar mengajar dan fasilitas yang digunakan kurang memadai sehingga menurunnya kerjasama siswa dalam pemebelajaran penjasorkes. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama siswa dalam pembelajaran penjasorkes menggunakan model cooperative learning tipe jigsaw Metode penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwakerjasama siswa berdasarkan lembar kuesionerpada siklus 1 yaitu berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 76 mengalami peningkatan pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 75,41% (siklus 1) menjadi 81,76% (siklus 2). Simpulan: Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kerjasama siswa mengalami peningkatan setelah di terapkannya model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dalam pembelajaran penjasorkes Kata kunci: Kerjasama siswa, model cooperative learning tipe jigsaw. ABSTRACT IMPROVING STUDENT'S COOPERATION IN LEARNING OF PENJASORKES USINGTHE COOPERATIVE LEARNING MODEL JIGSAW TYPE Jemi Adrianus Lobang1*, David Loba2, Pnatmo W. Masi3 123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia email. [email protected] Background: The problem of this research is the application of the learning model that is not appropriate in the teaching and learning process and the facilities used are inadequate so that the student's cooperation in learning physical education and physical education decreases. Researchobjectives: This study aims to improve student cooperation in physical education learning using the jigsaw type cooperative learning model Research method: This research method is classroom action research. This research consists of 2 cycles. Each cycle consists of planning, implementing actions, observing, reflecting. Results and discussion: The results showed that student cooperation based on the questionnaire sheet in cycle 1 had a positive impact, this was seen in the results of student learning mastery that exceeded the predetermined KKM, namely 76, which increased in cycle 1 to cycle 2 by 75.41% ( cycle 1) to 81.76% (cycle 2). Conclusion: The results of the study revealed that student cooperation has increased after the implementation of the jigsaw type of cooperative learning model in physical education learning. Keywords: Student cooperation, jigsaw cooperative learning modeol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Modus Operandi Dan Akibat Hukum Tindak Pidana Eksplorasi Dan Eksploitasi Minyak Dan Gas Bumi Tanpa Ikatan Kontrak Kerjasama”. Rumusan masaalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama ?. 2) Bagamana akibat hukum tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama terhadap pelaku, barang bukti dan Negara ?. Tujuan penelitian adalah : 1) untuk mengetahui modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama, 2) untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama terhadap pelaku, barang bukti dan Negara. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian normatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modus dan akibat hukum tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama. Variabel terikat adalah tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama. Berdasarkan hasil peneletian dan pembahasan maka diperoleh jawaban yaitu: 1. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi tanpa ikatan kontrak kerjasama yaitu : 1) Terdakwa bersepakat untuk menyewa lahan, 2) terdakwa mempersiapkan alat penegboran, 3) melakukan pengeboran. 2. Akibat Hukum : 1) Terhadap Pelaku yaitu dipidana penjara, membayar denda dan dibebani biaya perkara. 2) Terhadap barang bukti yaitu : Dirampas untuk Negara, dirampas untuk dimusnahkan, 3) dikembalikan kepada jaksa penuntut umum untuk digunakan dalam perkara yang sama. 3) Terhadap Negara yaitu : Negara mengalami kerugian karena hasil dari eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi merupakan milik Negara yang bernilai ekonomis. Saran, diharapkan bagi masyarakat khususnya orang perseorangan untuk patuh pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku bahwa orang perseorangan dilarang untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi sebgaiamana telah ditentukan dalam ketentuan undang-undang. Bagi penegak hukum untuk memberikan hukuman yang hendaknya dapat ditingkatkan agar kerugian keuangan negara dapat dihindari. Kata Kunci : Tindak Pidana, Pelaku, Modus Operandi, Eksplorasi, Eksploitasi, Kontrak Kerjasama, Minyak Bumi, Akibat Hukum.