ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Cair (Limbah Sayur Dan Buah) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum) Bouka, E)* Bullu,N. I)** Nge, S. T)** Tomat (Lycopersicum esculentum) merupakan tanaman hortikultura yang sangat banyak manfaatnya, Manfaat tanaman tomat untuk kesehatan tubuh manusia diantaranya, menghilangkan jerawat, menghaluskan kulit, mengobati wasir, menurunkan darah tinggi, mencegah penyakit jantung, dan menangkal sel-sel kanke. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui respon penggunaan pupuk organik cair (limbah sayur dan buah) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dan mengetahui Perlakuan manakah yang akan memberikan respon terbaik pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dirancang menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Teknik pengumpulan data dilakukan 7 hari sekali setelah tanaman tomat muncul diatas tanah, dengan para meter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai),diameter batang (cm), umur berbunga, jumlah buah dan berat bobot buah (g). Data yang diperoleh dari pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun , diameter batang pada pengamatan terakhir dan hasil produksi tanaman tomat dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (Anova) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perlakuan dan jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata atau sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar pasangan perlakuan yang dibandingkan (Sastrosupadi, 2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah sayur dan buah berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Pemberian pupuk organik cair limbah sayur dan buah pepaya dengan konsentrasi 18% memberikan hasil yang optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (lycopersicum esculentum) dimana rata-rata tinggi tanaman 63,2 cm, jumlah daun 13 helai, diameter batang 2,6 cm, jumlah buah 8,5625 buah dan berat bobot buah 86.69 gram Kata kunci: POC, limbah sayur dan buah,tanaman tomat Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT Effect Of Using Liquid Organic Fertilizer (Vegetable And Fruit Waste) On The Growth And Yield Of Tomato Plants (Lycopersicum Esculentum) Bouka, E)* Bullu,N. I)** Nge, S. T)** Tomato (Lycopersicum esculentum) is a horticultural plant that has many benefits. The benefits of tomato plants for the health of the human body include eliminating acne, smoothing the skin, treating hemorrhoids, lowering high blood pressure, preventing heart disease, and warding off cancer cells. This study aims to determine the response to the use of liquid organic fertilizer (vegetable and fruit waste) on the growth and yield of tomato plants and to determine which treatment will give the best response to the growth and yield of tomato plants. This study was an experimental study designed using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The data collection technique was carried out every 7 days after the tomato plants appeared on the ground, with the parameters observed being plant height (cm), number of leaves (strands), stem diameter (cm), flowering age, fruit number and fruit weight (g). . The data obtained from the growth of plant height, number of leaves, stem diameter at the last observation and production yield of tomato plants were analyzed using variance (Anova) to determine whether there was a treatment effect and if there was a real or very significant treatment effect it would be followed by Duncan's test. at the 5% level to determine differences between treatment pairs being compared (Sastrosupadi, 2002). The results showed that the administration of POC from vegetable and fruit waste had a very significant effect on the growth and yield of tomato plants. The application of liquid organic fertilizer from papaya vegetable and fruit waste with a concentration of 18% gave optimum results for the growth and yield of tomato plants (Lycopersicum esculentum) where the average plant height was 63.2 cm, the number of leaves was 13, the stem diameter was 2.6 cm, number of fruit 8.5625 fruit and fruit weight 86.69 gram Keywords: POC, vegetable and fruit waste,tomato plants Information : *) Researchers **) Advisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jemaat Kota Kupang berdiri pada tahun 1871. Jemaat Kota Kupang merupakan salah satu
jemaat dalam lingkung Klasis Kota Kupang yang memiliki jemaat dan wilayah pelayanan
yang besar. Saat ini jemaat Kota Kupang memiliki lebih dari 490 presbiter yang membantu
pelayanan Jemaat Kota Kupang. Dari banyaknya presbiter yang dimiliki, beberapa presbiter
Jemaat Kota Kupang tidak menjalankan fungsi pelayanannya dengan baik. Selain itu juga,
mereka yang diharapkan menjadi teladan di tengah-tengah jemaat justru menjadi pemicu
beberapa presoalan berkaitan dengan gaya hidup mereka yang berjudi, suka mabuk-
mabukan dan lalai dalam tugas. Berkaitan dengan persoalan ini, penulis mencoba
menganalisa Injil Lukas 13:6-9 dengan menggunakan tinjauan naratif untuk melihat
implikasi teks ini terhadap kehidupan pelayanan Jemaat Kota Kupang. Hasil dari analisa
penulis menunjukan bahwa sebagai pelayanan yang dikhususkan, kita harus menujukan sikap
hidup yang memberi dampak kepada orang lain. Akan tetapi, para pelayanan Jemaat Kota
Kupang justru seperti pohon ara dalam kebun anggur yang tidak menghasilkan buah yang
dapat dinikmati. Perilaku hidup yang ditunjukan oleh para presbiter tidak mencerminkan
buah-buah roh, terutama buah kasih, sukacita, damai sejahteraan, kesetian, dan penguasaan
diri. Dengan demikian, perlu ada sebuah kode etik yang ditetapkan gereja terkait para
presbiter sebagaimana pendeta. Pengawasan terhadap proses penjaringan presbiter juga
perlu diperketat guna memastikan bahwa presbiter yang terpilih memenuhi kode etik yang
ada.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Uji Aktifitas Antioksidan Ekstrak Etanol, Etil Asetat, Dan n-Heksan Kulit Buah Pala (Myristica fragrans) Menggunakan Metode 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrayl (DPPH)
Mokola. K. Y ) * Nitsae.M ) ** Daud.Y) **
Metode DPPH merupakan metode pengukuran aktivitas antioksidan yang stabil, sederhana, mudah, dan menggunakan sampel dalam jumlah yang sedikit dengan waktu yang singkat, sesuai untuk komponen antioksidan yang bersifat polar karena kristal DPPH hanya dapat larut dan memberikan absorbansi maksimum pada pelarut etanol maupun metanol (Hanani, dkk, 2005). Parameter yang digunakan untuk menunjukan aktivitas antioksidan adalah efiensi (EC50) atau konsentrasi inhibisi (IC50) (konsentrasi substrat untuk menghasilkan 50% reduksi dari DPPH) (Molyneux,2003). Semakin rendah nilai IC50 menunjukan bahwa antioksidan semakin besar.). Dalam penelitian ini menggunakan kulit buah pala (Myristica fragrans) untuk mengetahui aktifitas antioksidan. Metode penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis untuk menguji aktifitas antioksidan ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan. Hasil penelitian menunjukan bahwa panjang gelombang maksimum metode DPPH adalah 514,92 nm dengan nilai regerasi y = 0,2294x-0,0126 dan nilai R2 = 0,998. Hasil uji antioksidan secara berturut-turut untuk fraksi etanol menunjukkan aktifitas antioksidan yang paling baik dengan nilai IC50 nya adalah 73,219 ppm.
Kata Kunci : Etanol, Etil Asetat, Dan n-Heksan Kulit Buah Pala (Myristica fragrans) Menggunakan Metode 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl (DPPH)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
“ PENGARUH PENAMBAHAN PASTA BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN KUE TALAM”
Hedu T. Isak 1 ; Nubatonis L.M 2; Malelak Zet 2
ABSTRAK
Berdasarkan uraian yang dapat diidentifikasi adalah pemanfaatan buah lontar yang tua yang belum maksimal sedangkan kandungan gizi pada buah lontar serta warna dari buah lontar yang tua sangat menarik untuk diolah menjadi berbagai produk, salah satunya yaitu produk kue talam. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahuipengaruh penambahan pasta buah lontar dalam pembuatan kue talam - Untuk mendapatkan salah satu perlakuan penambahan pasta buah lontar dalam menghasilkan kue talam dengan karakteristik organoleptik yang baik.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali pengulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Ada pun perlakuan percobaan yang dicobakan, yaitu : P0 0g pasta buah lontar P1 20 g pasta buah lontar P2 30g pasta buah lontar P3 40g pasta buah lontar P4 50g pasta buah lontar Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil uji organoleptik dengan tingkat kesukaan paling tinggi terdapat pada perlakuan P4 dengan konsentrasi 50g penambahan pasta buah lontar dalam pembuatan kue talam dengan nilai rata-rata warna kue talam 3,667 (suka),aroma kue talam yang sangat di sukai terdapat pada perlakuan P4 dengan konsentrasi pasta buah lontar 50g menghasilkan nilai rata-rata 3,611(suka),sedangkan tingkat kesukaan terhadap tekstur kue talam adalah perlakuan P4 dengan konsentrasi 50g pasta buah lontar menghasilkan nilai rata-rata3,733 dan tingkat kesukaan terhadap rasa kue talam terdapat pada perlakuan P4 dengan konsentrasi 50g pasta buah lontar menghasilkan nilai rata-rata3,811.1.
Perlakuan penambahan pasta buah lontar yang berbeda dalam pembuatan kue talam memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf 1% (P0,01) terhadap karakteristik kue talam dari warna, tekstur, rasa dan aroma kue talam yang dihasilkan. 2. Perlakuan terbaik dengan penambahan pasta buah lontar yang berbeda dalam pembuatan kue talam terdapat pada perlakua P4 dengan penambahan pasta buah lontar 50g menghasilkan nilai rata-rata rasa kue talam sebesar 3,811 (suka), warna kue talam sebesar 3,667 (sangat suka), tekstur kue talam dengan nilai rata-rata 3,733 (suka) dan aroma kue talam dengan nilai rata-rata sebesar 3,611 (suka).
Kata Kunci: Kue Talam, Buah Lontar, Dan Pangan Lokal
Keterangan
1)Peneliti
2) Pembimbing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio tepung terigu dan suspensi buah lontar dalam pembuatan pancake. Metode yang digunakan adalah metode ekseprimen dengan menggunakn Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing di ulangi 3 kali dengan presentase 0%, 10 % ,15%, 20% suspensi buah lontar. hasil penelitian menunjukan bahwa Uji analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada pada perlakuan B dengan subtitusi 10% terhadap rasa 4,867 (sangat suka), warna pancake yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 4,600 % ( sangat suka) dan aroma pancake yang paling tinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 10% dengan skor 4,600 (sangat suka)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ayu Ashinta Delvina Dima 1) Haba Bunga, F.J. 2) Dethan J. J. S.3) Program studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tepung buah sukun (Artocarpus atilis) merupakan salah satu bahan pangan alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan berbagai produk pangan. Buah sukun kaya akan karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Selain itu, buah sukun juga dapat ditemukan dengan mudah dan memiliki harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penggunaan tepung buah sukun dalam produk pangan dapat meningkatkan nilai tambah dari buah sukun itu sendiri. Pengeringan merupakan cara untuk menghilangkan sebahagian besar air dari suatu bahan dengan bantuan energi panas dari sumber alami (sinar matahari) atau buatan (alat pengering). Pengeringan adalah proses perpindahan panas dan uap air secara simultan yang memerlukan energi panas untuk menguapkan kandungan air yang dipindahkan dari permukaan bahan yang dikeringkan oleh media pengering yang biasanya berupa panas (Thaib). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan Satu factor suhu. Perlakuan yang diuji adalah suhu pengeringan buah sukun yaitu 50, 60, 70, dan 80°C dengan lama waktu pengeringan masing-masing suhu 5 jam. Setiap perlakuan akan dilakukan dengan 16 pengulangan, sehingga akan diperoleh 4 satuan percobaan. Dalam penelitian ini dimulai dari proses pengupasan dan pencucian sukun, lalu di potong menggunakan pisau. Kemudian sukun dikeringkan menggunakan tray drayer/alat pengering dengan variasi suhu 50°C 60°C 70°C 80°C dan lama waktu pengeringan masing-masing 5 jam. Setelah selesai proses pengeringan, sukun ditepungkan menggunakan blender dan durasi penepungan yaitu 10 menit. Setelah penepungan selesai, tepung sukun diayak menggunakan ayakan standard Tyler untuk mendapatkan nilai diameter rata-rata butiran dan tingkat kehalusan tepung. Hasil tepung yang lolos ayakan 60 mesh digunakan untuk mengetahui kualitas fisik dari tepung sukun tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH CAMPURAN LIMBAH KULIT BUAH KELOR ( KBK ) DAN PEREKAT BERBAHAN TAPIOKA DALAM PEMBUATAN BIOPELET TERHADAP ENERGI YANG DI HASILKAN Muti H. Yetron* Bunga Habba, J. F** Jemseng Abineno** Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Pembuatan biopelet menggunakan Kulit Buah Kelor (KBK) merupakan biomassa padat (pellet) yang dapat diolah sebagai pengganti energi alternatif. Biomassa dalam bentuk pellet dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar padat. Biopellet atau pellet yang berasal dari biomassa dikonversi dan dapat dimanfaatkan sebagai energi bahan bakar menggunakan teknik densifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran limbah kulit buah kelor (KBK) dan perekat berbahan tapioka, serta untuk mengetahui campuran yang tepat antar limbah kulit buah kelor dan perekat berbahan tapioka dalam pembuatan biopelet terhadap energi yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan perlakuan variasi campuran limbah kulit buah kelor (K) dan perekat berbahan tapioka (T). Adapun perlakuan yang diuji coba adalah perlakuan A (100% vs 0), B (80% vs 20%), C (70% vs 30%), D (60% vs 40%0, E (50% vs 50%). Total bahan kulit buah kelor dan tapioka pada tiap sampel 1 kg. Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga menghasilkan 25 unit percabaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dinalisis menggunakan Analisis Varian (Anova) untuk mengetahui pengaruh perlakuaan dan dilanjutkan dengan analisis Duncan untuk mengetahui perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pertama hingga perlakuan ke-5 (terakhir) hasil yang dihasilkan maksimal. Biopelet, Kulit Buah Kelor (KBK), Moringa Oleifera (kelor) *peneliti **pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH VARIASI GULA TERHADAP KUALITAS CUKA DAGING BUAH KESAMBI (Schleichera oleosa L.) Nalle, O. R*) Rupidara, A. D. N**) Ledo, M. E. S**) Kesambi merupakan pohon local di Nusa Tenggara Timur, kesambi umumnya digunakan sebagai sumber kehidupan dan pendapatan bagi masyarakat, daging buah kesambi memiliki ciri rasa asam agak manis yang berpeluang untuk diproduksi menjadi cuka. Cuka merupakan produk pangan penyedap rasa yang dibuat melalui proses fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi gula terhadap kualitas cuka daging buah kesambi. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan one way Anova. Formulasi perlakuan yang digunakan P1 (100 ml ekstrak kesambi ditambah dengan 10% gula), P2 (100 ml ekstrak kesambi ditambah dengan 15% gula) dan P3 (100 ml ekstrak kesambi ditambah dengan 20% gula), P4 (100 ml ekstrak kesambi ditambah dengan 25% gula). Hasil penelitian terbukti daging buah kesambi dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan cuka. Berdasarkan analisis one way anova dan uji lanjut DMRT kadar alkohol menunjukkan P1 (13,00%), P2 (18,00%), P3 (21,00%), P4 (23,25%), dan kadar asam asetat menunjukan P1 (8,37%), P2 (16,55%), P3 (17,45%), P4 (23,8%). Menurut SNI mutu cuka makan yaitu kadar alkohol berkisar 11%-13%, dan kadar asam asetat berkisar 4%-12,5%. Berdasarkan hasil penelitian perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan P2 (variasi gula (10%), dengan kadar alkohol 13%, dan kadar asam aetat 8,7%. Kata kunci : Cuka, Daging Buah Kesambi, fermentasi, Kadar Alkohol, Kadar Asam Asatat. Keterangan : *) Penulis **) Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF SUGAR VARIATIONS ON THE QUALITY OF VINEGAR THE FLESH OF KESAMBI (Schleichera oleosa L.) Nalle, O. R.*) Rupidara, A. D. N.**) Ledo, M. E. S**) Kesambi is a local tree in East Nusa Tenggara, kesambi is generally used as a source of life and income for the community, the flesh of the kesambi fruit has a slightly sweet sour taste that has the opportunity to be produced into vinegar. Vinegar is a flavoring food product made through a fermentation process. The purpose of this study was to determine the effect of sugar variations on the quality of kesambi fruit vinegar. This research method used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. Data analysis using one way Anova. The treatment formulations used were P1 (100 ml of kesambi extract added with 10% sugar), P2 (100 ml of kesambi extract added with 15% sugar) and P3 (100 ml of kesambi extract added with 20% sugar), P4 (100 ml of kesambi extract added with 25% sugar). The results of the study proved that the pulp of kesambi fruit can be used as a raw material for making vinegar. Based on one way ANOVA analysis and further DMRT test, alcohol content showed P1 (13.00%), P2 (18.00%), P3 (21.00%), P4 (23.25%), and acetic acid levels showed P1 (8.37%), P2 (16.55%), P3 (17.45%), P4 (23.8%). According to SNI, the quality of vinegar has an alcohol content of 11%-13%, and an acetic acid content of 4%-12.5%. Based on the results of the study, the best treatment was P2 (sugar variation (10%), with 13% alcohol content, and 8.7% acetic acid content. Key words : Vinegar, Kesambi Flesh, fermentation, alcohol content, acetic acid content. Description: *) Researcher *) Adviser
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Analisis Kadar Asam Asetat Cuka Buah Sirsak (Annona muricata L.)
Safe M.) * Sabuna , CH. A.) ** Ledo,M.E.S ) **
Cuka adalah suatu kondimen yang dibuat dari berbagai bahan yang bergula melalui fermentasi alkohol dan asam asetat. Cuka dapat dihasilkan dari berbagai aneka buah buahan salah satunya adalah buah sirsak (Anonna muricata L). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi inokulum Acetobacter aceti yang berbeda dan waktu fermentasi terhadap kadar asam asetat, kadar alkohol, pH cuka sirsak sesuai standar SNI – 01- 3711-1995, untuk mengetahui penambahan konsentrasi inokulum Acetobacter aceti dan waktu fermentasi manakah yang berbeda nyata pada pembuatan asam cuka buah sirsak. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen mengunakan RAL terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi Acetobacter aceti 5%, 10%, 15% dan lama fermentasi 5, 10, 15 hari. Terdiri dari 2 perlakuan dan 3 taraf perlakuan, 2 kali ulangan. Alkohol dianalisis menggunakan alkohol meter, pH menggunakan kertas pH, asam cuka menggunakan titrasi asam basa. Data yang diperoleh dalam penelitian, dianalisis data menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut duncan. Hasil penelitian menunjukan penambahan konsentrasi inokulum dan waktu fermentasi dapat menghasilkan cuka terbaik berpengaruh kadar alkohol, asam asetat, dan pH tidak. Semakin besar konsentrasi dan semakin lama waktu fermentasi maka kadar alkohol menurun, kadar asam asetat meningkat dan terjadi penurunan pH. Variasi konsentrasi inokulum Acetobacter aceti sebesar 5% dan waktu fermentasi 5 hari berbeda nyata dengan perlakuan lain terhadap parameter kadar alkohol, dan variasi inokulum Acetobacter aceti 15% dan lama waktu fermentasi 15 hari berbeda nyata dengan perlakuan lain pada kadar asam asetat, sedangkan parameter pH tidak berbeda nyata dengan perlakuan lain. Dengan demikian buah Annona muricata L. dapat menjadi bahan alternatif dalam pembuatan asam cuka.
Kata Kunci : asam cuka, buah sirsak, fermentasi dan Acetobacter aceti
Keterangan: * = Peneliti
**= Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pergumulan hidup tiap-tiap orang, tentunya tidak terlepas dari yang namanya“Doa”. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam Cerita-cerita Teks Alkitab banyak menceritakan tentang cara dan kebiasaan orang Yahudi berdoa sesuai dengan ajaran Taurat. Tentunya Yesus pun sama dalam melakukan hal tersebut. Namun yang menarik ialah, cara dan gaya Yesus dalam cerita teks Markus 11:20-26 menceritakan dengan jelas bagaimana Yesus mengajarkan murid-murid tentang doa dengan suatu pemahaman yang baru tentang cara mereka berdoa. Cerita tentang kutukan Yesus terhadap pohon ara merupakan hal yang mengejutkan bagi para murid. Pohon ara yang tadinya merupakan lambang kejayaan bagi masyarakat Yahudi saat itu, dikutuk Yesus, dan pada akhirnya layu, kering dan mati. Bagaimana tidak, karena pohon ara yang merupakan simbol kehidupan dan jabatan orang Yahudi saat itu dikutuk Yesus begitu saja. Tentunya ada hal penting yang Yesus ingin tunjukan lewat tindakannya dengan menjadikan pohon ara sebagai persamaan dengan kehidupan para Imam dan Ahli Taurat pada saat itu, yang dimana mereka tidak memberi kehidupan bagi banyak orang dengan hanya berdaun lebat namun tidak memiliki buah, dan hal ini tidak jauh berbeda dengan apa yang ditunjukkan oleh para Imam dan Ahli Taurat. Mereka hanya menjalankan tugas dan peran mereka secara formalitas tanpa benar-benar hidup dan berbuah bagi sesame mereka dalam hal pelayanan mereka. Mereka hanya sibuk mengajar dan dengan kesombongan memamerkan kesombongan rohaniah mereka didepan umat. Tentunya ada pelajaran penting yang ingin Yesus berikan kepada para murid dan orang-orang Yahudi saat itu. Pertama, hidup harus bersumber pada akar yang menjadi sumber kehidupan bagi Pohon tersebut, dan tentunya dengan mnejadikan Yesus Kristus sebagai akar/sumber kehidupan, pohon itu akan terus hidup dan bertumbuh. Begitu dengan manusia dalam menjalani kehidupannya. Harus terus bergantung pada Yesus sebagai sumber kehidupan mereka. Yang berikut, ialah hidup menghasilkan buah.bukan hidup seperti kebiasaan para Imam dan Ahli Taurat yang hanya bermegah dalam jabatan mereka tanpa memberikan pengajaran yang baik dan benar bagi umat. Tentunya mereka sama saja dengan pohon ara yang tidak menghasilkan buah. Mereka harusnya ditebang dan dibuang kedalam Api, karena mereka tidak memiliki fungsi apa. Kedua, memanjatkan doa dengan keyakinan iman yang teguh pada Allah, yang di dalamnya percaya sepenuhnya kepada Allah bahwa doa tersebut akan terjawab. Ketiga, berdoa dengan tanpa memiliki rasa bimbang dan ragu dalam hati. Keempat, ketulusan hati dalam hal mengampuni. Mengampuni dengan tanpa terkecuali siapapun orang itu. Kehidupan kekristenan dimasa sekarang yang penuh dengan persoalan, tentunya menjadikan orang Kristen semakin setia membangun relasi mereka dengan Allah. Terbukti dalam kehidupan 2 tahun terakhir di tahun 2020 dan 2021, banyak orang Kristen semakin rajin bergereja karena sebelumnya gereja ditutup dari kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Kebijakan ini dikeluarkan dengan bentuk aturan yang dinamakan pembatasan social berskala besar (PSBB), dan juga Perberlakuan pembatasan kegiatan (PPKM) beberapa waktu akibat situasi pandemic Covid-19 yang terus meningkat. Ditambah dengan bencana Siklon tropis badai Seroja yang memporak-poranda sebagian besar wilayah NTT pada bulan April 2021, tentunya memberikan refleksi tersendiri bagi jemaat dalam bergumul dengan kehidupan mereka yang sejatinya mereka bawa dalam doa-doa mereka. Doa, sejatinya tidak hanya dibutuhkan pada saat-saat krisis seperti sekarang dan nasehat Yesus tentang doa sebagaimana dicatat dalam Markus 11:20-26 menjadi sangat penting. Dalam tulisan ini, penulis berupaya untuk mencari dan menemukan bagaimana seharusnya orang Kristen memahami doa-doa mereka dalam menjalani pergumulan hidup mereka yang penuh dengan tantangan dan persoalan. Dengan bertekun dalam doa, pada akhirnya, orang-orang Kristen akan menemukan harapan dan sukacita dalam segala situasi hidup mereka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KONSENTRASI CMC ( Carboxy Methyl Cellulose ) TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA SARI BUAH TOMAT FAHIK N. F. MARIA¹⁾, MELKIANUS NUHAMARA²⁾, ADI R. R. A. A. D. I²⁾. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi CMC ( Carboxy Methyl Cellulose) terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik Sirup Tomat. Penelitian ini dilaksanakan di laboratoriun Prochesing pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase 0%, 0,1%, 0,2%, dan 0,3%. variabel yang diamati adalah, Viskositas, pH dan organoleptik yaitu rasa, warna, aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan CMC atau bahan penstabil berpengaruh terhadap karakteristik sifat fisik, kimia, dan organoleptik Sirup tomat yang dihasilkan. Perlakuan terbaik yaitu penambahan bahan penstabil (CMC) sebanyak 0.2% dengan sifat organoleptik yakni: skor Rasa 4 dengan kategori (sangat suka), skor Aroma3,93 dengan ketegori (sangat suka), skor warna 3,87 dengan kategori (sangat suka). Sedangkan hasil analisis viskositas dari setiap perlakuan yaitu 60 cp (0,%), 66 cp (0,1%), 76 cp (0,2%), 83 cp (0,3%) dan pH dari satiap perlakuan yaitu 2,93 (0%), 3,30 (0,1%), 3,36 (0,2%), 3,53 (0,3%). Kata kunci : Tomat, CMC, Sari Buah Tomat
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cabai (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas holtikultura yang bernilai ekonomis. Cabai sering terserang hama lalat buah salah satunya hama Bactrocera dorsalis. Daun selasih (Ocimum basilicum L.) dan daun sirih (Piper betle L.)memiliki kandungan senyawa aktif maka dapat mencegah lalat buah untuk mendekati aromanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun selasih dan daun sirih sebagai atraktan lalat buah pada tanaman cabai Salah upaya untuk mengatasi hama lalat buah pada tanaman dengan menggunakan atraktan. Jenis penelitian ini eksprimen dengan menggunakan metode kuantitatif yang terdiri 3 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 (Kontrol), P1 (25%+75%), P2 (50%+50%),P3 (75%+25%). Hasil penelitian. P0: tidak menangkap hama lalat buah, P1: menangkap 3 ekor hama lalat buah, P2: menangkap 4 ekor hama lalat buah, P3: menangkap 10 ekor hama lalat buah, data dari perlakuan yang menangkap lalat buah paling banyak yaitu P3 menangkap 10 ekor hama lalat buah. Data analisis menggunakan ANOVA berbantuan SPSS menunjukkan bahwa nilai thitung 7,80 > 3,24dari nilai ttabel. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa “Terdapat pengaruh signifikan penggunaan ekstrak daun selasih dan daun sirih sebagai atraktan lalat buah lalat buah pada tanaman cabai”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KONSENTRASI SARI SABUT BUAH LONTAR TERHADAP CITA RASA ES KRIM Umbu Tamu Mahabar; A. I. Medeah; Zet Malelak Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Email : [email protected] ABSTRAK Tujuandaripenelitianiniadalah Untuk mengetahui berapakah konsentrasi optimum dalam penambahan sari sabut buah lontar yang dapat meningkatkan penerimaan sensorikkonsumen pada es krim dan untuk mengetahui profil kesukaan masyarakat terhadap es krim dengan konsentrasi sari sabut buah lontar dilihar dari warna, rasa, aroma dan tekstur. Adapunbahan-bahan yang akandigunakandalamkegiatanpenelitianini, yaitu:sari sabutbuah lontar (70 gr), SP (125 gr), santankelapa (300 gr), gulapasir (200 gr)dan susu (1500 gr). Adapunalat yang akandigunakandalampenelitianini, yaitu: Timbangan, blender, freezer, gelasukur, saringan, pisau, mixer, cup ice cream, baskomplastik, pancialuminium dan kompor.Penelitian yang dilakukan menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 30 orang panelis. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari:P0 = Tanpa penambahan konsentrasi sari sabut buah lontar; P1 = Penambahan sari sabut buah lontar 7 %; P2 = Penambahan sari sabut buah lontar 14 %; P3 = Penambahan sari sabut buah lontar 21%; P4 = Penambahan sari sabut buah lontar 28 %. Adapunvariabel yang akandiamatidalampenelitianadalahCita rasa (warna, rasa, aroma, tekstur).Data yang diperolehdihitungmenggunakanAnalisis of variance (ANOVA). Nilai rata-rata karakteristikaspekwarna (P0 = 1.02; P1 = 1.833; P2 = 2.944; P3 = 3.944; P4 = 4.667), karakteristikaspek rasa (P0 = 2.00; P1 = 2.778; P2 = 3.444; P3 = 4.122; P4 = 4.756), karakteristikaspek aroma (P0 = 1.11; P1 = 2.089; P2 = 3.144; P3 = 3.9; P4 = 4.944) dan karakteristikaspektekstur (P0 = 1.74; P1 = 2.911; P2 = 3.244; P3 = 4; P4 = 4.933). Hasil AnalisisSidikRagam (ANOVA) menunjukkanbahwapembuatan es krim sari sabutbuahlontarmemberikanpengaruh yang nyata pada tarafsignifikan 1% (P>0.01) terhadappenerimaankarakteristikaspekwarna, rasa, aroma dan tekstur. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu : Penambahan sari sabut buah lontar pada pembuatan es krim dengan perlakuan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata pada taraf 1% (P>0.01) terhadap karakteristik organoleptik dilihat dari aspek rasa, aroma, warna dan tekstur yang dihasilkan, persentase sari sabut buah lontar yang paling baik digunakan pada es krim yaitu persentase 28% terhadap karakteristik organoleptik rasa, aroma, warna dan tekstur dan es krim dengan penambahan sari sabut buah lontar dapat diterima oleh panelis terhadap karakteristik organoleptik warna, rasa, aroma dan tekstur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian tentang pengaruh lama perendaman buah sukun (Artocarpus alltilis) dalam larutankapur sirih terhadap karakteristik keripik sukun. Metode yang digunakan adalah menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 faktorial.Adapun faktor perlakuan yang digunakan adalah persentase kapur sirih dan lama perendaman larutan kapur sirih. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis organoleptik pada. Nilai rata-rata produk keripik sukun yang paling tinggi disukai konsumen yaitu terdapat pada perlakuan D dengan lama perendaman 80 menit menghasilkan nilai rata-rata Tekstur 3,689 (sangat suka) warna 3,756 (sangat suka) ; rasa 3,822 (sangat suka)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN CMC (Carboxyl Methyl Cellulose)SEBAGAI PENGIKAT DALAM SIRUP LONTAR (KOLIS AYUB*) (Ir. ZET MALELAK, MSI **)( Ir. M. NUHAMARA MP **) Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhpenambahankonsentrasi CMC(carboxyl methyl cellulose) sebagaipengikatdalam sirup lontar. Penelitianinidilaksanakan di laboratoriumEksakta Universitas Kristen ArthaWacanaKupang. Menggunakanrancanganacaklengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangansehinggadidapat9unitpecobaan, denganpersentase 0%, 1% dan 2%. variabel yang diamatiadalah, karakteristikorganoleptikyaitu rasa, warna, aroma dan uji viskositas, uji pegendapan. Hasil penelitianmenunjukkanbahwaPenambahan CMC (carboxyl methylcellulose) berpengaruhterhadapkarakteristik Aroma, tetpaitidakberpengaruhterhadapa rasa dan warna sirup lontar, dan berpengaruhterhadapViskositas, yang dihasilkan. Perlakuanterbaikyaitupenambahan CMC sebanyak 1% dengansifatorganoleptikyakni: skor aroma 4,44 (khasbuah lontar); skor rasa 4,22 (khasbuah lontar); skorwarna 4,67 (orange kekuningan). Sedangkanhasilanalisiskimia sirup yang diberiperlakuanpenambahan CMC sebanyak 1% yaituuji viskositassebesar 2600.000
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENAMBAHAN GULA DALAM MENGHASILKAN PERMEN SUSPENSI LONTAR Yulita K Mbaring*) Nubatonis M.Lesybeth**) MalelakZet**) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan dilaboratorium Eksata universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 8-9 juli 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh dari penambahan gula dala m menghasilkan permen lontar. Metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing di ulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 80 gr, 100 gr, 120 gr, 140 gr gula. Hasil penelitian menunjukan bahnwa uji analisis organoleptik pada Aroma permen tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan penambahan 120 gr gula yang menghasilkan nilai rata-rata 4,25, rasa pada permen yang paling tertinggi (suka) terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata 4,25, dan Tekstur permen yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata 4,416. Penambahan 140 gr gula menunjukan tingkat kekerasan tertinggi yaitu 4,533 berbeda nyata terhadap perlakuan penambahan gula 80,100,120 gr. Kata Kunci :permen, buah lontar, warna, rasa, dan tekstur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sirup buah sirsak merupakan salah satu produk olahan yang dibuat dari penambahan gula dan air dengan rasa dan aroma yang ditentukan oleh buah segarnya. Penelitian ini dilakukan dilaboratorium prosesing Fakultas Teknologi Hasil Pertanian Univerisitas Kristen Artha Wacana Kupang, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuakan dan 3 kali ulangan sehingah didapat 12 unit percobaan. Dengan presentase 0% 10% 15% dan 20% variabel yang diamati adalah karakteristik organoletik yang meliputi: warna,rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahaui adanya pegaruh dari pada penambahan sari jamblang terhadap krakteristik organoletik pada sirup sirsak sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari sirup buah sirsak. Hasil penelitian menujukan bahwa perlakuan terbaik organoletik terdapat pada perlakuan D dengan nilai tingkat kesukaan warna 4,667, rasa 4,756 dengan kategori sangat suka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENAMBAHAN SUSPENSI BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN BOLU KUKUS Yeremias G.K*) Dr. L. M. Nubatonis,M.Si**) Ir. Zet Malelak,M.Si**) ABSTRAK Bolu kukus dengan penambahan suspensi buah lontar merupakan produk hasil olahan percobaan dengan menggunakan suspensi dari buah lontar yang tua sebagai bahan tambahan untuk menciptakan warna, rasa serta aroma pada produk bolu kukus. Buah lontar selama ini pengolahannya belum maksimal. Buah yang sudah tua berwarna kekuningan dan berserat. Cairan kekuningan ini yang diambil untuk dijadikan campuran pangan atau kue-kue. Oleh karena itu penambahan suspense lontar dalam pembuatan bolu diharapkan dapat berperan sebagai pewarna serta menambah aroma khas pada produk yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan presentasi 10%, 15%, dan 20% suspensi buah lontar. Hasil penelitian menunjukan uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan penambahan 20% suspensi buah lontar terhadap warna bolu kukus tertinggi dengan skor 4,667 (sangat suka), aroma bolu kukus yang paling disukai terdapat pada penambahan 20% suspensi buah lontar dengan skor tertinggi 4,578 (sangat suka) dan rasa bolu kukus yang paling disukai terdapat pada penambahan 20% suspensi buah lontar dengan skor tertinggi 4,711 (sangat suka).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENAMBAHAN SUSPENSI BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN COOKIES Weo AA* Nubatonis LM** Malelak Zet** Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium processing UKAW dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik mutu cookies suspensi buah Lontar dan menentukan Mutu organoleptik meliputi rasa warna aroma tekstur dan penerimaan secara keseluruhan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan masing masing diulangi 3 kali dengan presentasi 10%,15%,20% Suspensi Buah Lontar . Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D 20% Suspensi Buah Lontar terhadap rasa cookies yang tertinggi dengan skor 3,711(sangat suka) aroma 3,867(sangat suka) warna 3,667(sangat suka) dan tekstur 3,733(sangat suka) . Kata kunci: Suspensi Buah Lontar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang memiliki potensi sumberdaya alam melimpah sehingga menjadi peluang dalam mengembangkan sumberdaya manusianya. Salah satunya adalah pembuatan pewarna alami yang dari bagian tumbuh-tumbuhan. Biji buah pinang adalah salah satu bagian dari tumbuhan pinang (Areca catechu L.) yang dapat dimanfaatkan menjadi pewarna alami karena memiliki kandungan pigmen pewarna dan juga mengandung senyawa kimia sebagai antibakteri. Staphylococcus aureus dapat ditemukan pada saluran pernapasan, saluran pencernaan, kain, dan kulit yang mengakibatkan penyakit infeksi kulit. Kandungan senyawa aktif yang bersifat antibakteri pada biji buah pinang yaitu polyphenol, flavonoid, tanin, dan alkaloid (Wael dkk., 2017). Penelitian ini bertujuan mengetahui daya hambat pewarna alami biji buah pinang dan konsentrasi hambat minimal pewarna alami biji buah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, pada bulan Oktober – November 2020. Metode penelitian menggunakan difusi cakram dan plate count agar kemudian data dianalisis dengan ANOVA satu arah dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F hitung 11,305 dengan nilai sig 0,003 (0,003 0,05). Artinya bahwa pewarna alami biji buah pinang (Areca catechu L.) berpengaruh signifikan terhadap jumlah koloni Staphylococcus aureus. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa kontrol memiliki tingkat perbedaan sangat nyata dengan perlakuan 1, perlakuan 2, dan perlakukan 3. Semakin naik konsentrasi perlakuan pewarna alami biji buah pinang (Areca catechu L.) menyebabkan daya hambat pertumbuhan bakteri makin baik dan jumlah koloni bakteri yang tumbuh semakin menurun.