ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH VARIASI GULA TERHADAP KUALITAS CUKA DAGING BUAH KESAMBI (Schleichera oleosa L.) Nalle, O. R*) Rupidara, A. D. N**) Ledo, M. E. S**) Kesambi merupakan pohon local di Nusa Tenggara Timur, kesambi umumnya digunakan sebagai sumber kehidupan dan pendapatan bagi masyarakat, daging buah kesambi memiliki ciri rasa asam agak manis yang berpeluang untuk diproduksi menjadi cuka. Cuka merupakan produk pangan penyedap rasa yang dibuat melalui proses fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi gula terhadap kualitas cuka daging buah kesambi. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan one way Anova. Formulasi perlakuan yang digunakan P1 (100 ml ekstrak kesambi ditambah dengan 10% gula), P2 (100 ml ekstrak kesambi ditambah dengan 15% gula) dan P3 (100 ml ekstrak kesambi ditambah dengan 20% gula), P4 (100 ml ekstrak kesambi ditambah dengan 25% gula). Hasil penelitian terbukti daging buah kesambi dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan cuka. Berdasarkan analisis one way anova dan uji lanjut DMRT kadar alkohol menunjukkan P1 (13,00%), P2 (18,00%), P3 (21,00%), P4 (23,25%), dan kadar asam asetat menunjukan P1 (8,37%), P2 (16,55%), P3 (17,45%), P4 (23,8%). Menurut SNI mutu cuka makan yaitu kadar alkohol berkisar 11%-13%, dan kadar asam asetat berkisar 4%-12,5%. Berdasarkan hasil penelitian perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan P2 (variasi gula (10%), dengan kadar alkohol 13%, dan kadar asam aetat 8,7%. Kata kunci : Cuka, Daging Buah Kesambi, fermentasi, Kadar Alkohol, Kadar Asam Asatat. Keterangan : *) Penulis **) Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF SUGAR VARIATIONS ON THE QUALITY OF VINEGAR THE FLESH OF KESAMBI (Schleichera oleosa L.) Nalle, O. R.*) Rupidara, A. D. N.**) Ledo, M. E. S**) Kesambi is a local tree in East Nusa Tenggara, kesambi is generally used as a source of life and income for the community, the flesh of the kesambi fruit has a slightly sweet sour taste that has the opportunity to be produced into vinegar. Vinegar is a flavoring food product made through a fermentation process. The purpose of this study was to determine the effect of sugar variations on the quality of kesambi fruit vinegar. This research method used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. Data analysis using one way Anova. The treatment formulations used were P1 (100 ml of kesambi extract added with 10% sugar), P2 (100 ml of kesambi extract added with 15% sugar) and P3 (100 ml of kesambi extract added with 20% sugar), P4 (100 ml of kesambi extract added with 25% sugar). The results of the study proved that the pulp of kesambi fruit can be used as a raw material for making vinegar. Based on one way ANOVA analysis and further DMRT test, alcohol content showed P1 (13.00%), P2 (18.00%), P3 (21.00%), P4 (23.25%), and acetic acid levels showed P1 (8.37%), P2 (16.55%), P3 (17.45%), P4 (23.8%). According to SNI, the quality of vinegar has an alcohol content of 11%-13%, and an acetic acid content of 4%-12.5%. Based on the results of the study, the best treatment was P2 (sugar variation (10%), with 13% alcohol content, and 8.7% acetic acid content. Key words : Vinegar, Kesambi Flesh, fermentation, alcohol content, acetic acid content. Description: *) Researcher *) Adviser
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Analisis Kadar Asam Asetat Cuka Buah Sirsak (Annona muricata L.)
Safe M.) * Sabuna , CH. A.) ** Ledo,M.E.S ) **
Cuka adalah suatu kondimen yang dibuat dari berbagai bahan yang bergula melalui fermentasi alkohol dan asam asetat. Cuka dapat dihasilkan dari berbagai aneka buah buahan salah satunya adalah buah sirsak (Anonna muricata L). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi inokulum Acetobacter aceti yang berbeda dan waktu fermentasi terhadap kadar asam asetat, kadar alkohol, pH cuka sirsak sesuai standar SNI – 01- 3711-1995, untuk mengetahui penambahan konsentrasi inokulum Acetobacter aceti dan waktu fermentasi manakah yang berbeda nyata pada pembuatan asam cuka buah sirsak. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen mengunakan RAL terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi Acetobacter aceti 5%, 10%, 15% dan lama fermentasi 5, 10, 15 hari. Terdiri dari 2 perlakuan dan 3 taraf perlakuan, 2 kali ulangan. Alkohol dianalisis menggunakan alkohol meter, pH menggunakan kertas pH, asam cuka menggunakan titrasi asam basa. Data yang diperoleh dalam penelitian, dianalisis data menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut duncan. Hasil penelitian menunjukan penambahan konsentrasi inokulum dan waktu fermentasi dapat menghasilkan cuka terbaik berpengaruh kadar alkohol, asam asetat, dan pH tidak. Semakin besar konsentrasi dan semakin lama waktu fermentasi maka kadar alkohol menurun, kadar asam asetat meningkat dan terjadi penurunan pH. Variasi konsentrasi inokulum Acetobacter aceti sebesar 5% dan waktu fermentasi 5 hari berbeda nyata dengan perlakuan lain terhadap parameter kadar alkohol, dan variasi inokulum Acetobacter aceti 15% dan lama waktu fermentasi 15 hari berbeda nyata dengan perlakuan lain pada kadar asam asetat, sedangkan parameter pH tidak berbeda nyata dengan perlakuan lain. Dengan demikian buah Annona muricata L. dapat menjadi bahan alternatif dalam pembuatan asam cuka.
Kata Kunci : asam cuka, buah sirsak, fermentasi dan Acetobacter aceti
Keterangan: * = Peneliti
**= Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumusan masaalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah apa penyebab terjadinya tindak pidana cukai ? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya tindak pidana cukai. Penelitian ini bersidfat deskriptif dengan jenis penelitian yaitu penelitian normatif, yang terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab terjadinya tindak pidana cukai. Sedangkan Variabel terikat adalah putusan pengadilan terhaap pelaku tindak pidana cukai. Berdasarkan hasil peneletian dan pembahasan maka penyebab terjadinya tindak pidana cukai adalah :: 1) Keinginan untuk mendapatkan keuntungan 2) Rendahnya kesadaran hukum 3) Kurangnya Pengawasan Mengacu pada kesimpulan, maka saran yang dapat penulis berukan dalam penelitian ini adalah Kepada Pemerintah, dalam hali ini Direktorat Bea dan Cukai untuk meningkatkan sosialisasi semua peraturan yang berkaitan dengan larangan mengedarkan barang dikenai cukai tanpa dilekati oleh pita cukai. Serta meningkatkan pengawasan terhadap pelaku tindak pidana cukai. Kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha untuk mematuhi aturan hukum yang berlaku dan meningkatkan kesadaran hukum terkait pelekatan pita cukai pada barang-barang yyang dikenai pita cukai terutama minuman beralkohol dan rokok, agar tidak menimbulkan permasalahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses pengolahan seperti dendeng ikan perlu memperhatikan dan mempertahankan komponen ikan dengan cara memberikan bahan tambahan yang digunakan agar kualitas dendeng ikan tetap terjaga.Salah satu bahan tambahan yang digunakan dalam menjaga mutu dendeng ikan yaitu cuka.Cuka alami adalah cuka yang difermentasi dari nira lontar secara tradisional,sedangkan cuka sintesis adalah cuka yang diperoleh dari proses kimiawi dengan penambahan zat kimia seperti etanol, asetoin, diasetil dan ester asetat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cuka alami dan cuka sintesis terhadap kadar protein dendeng ikan tongkol Euthynnus affinis.Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan.Perlakuan tersebut dibagi atas 1 perlakuan kontrol dan 3 perlakuan konsentrasi cukayang terdiri atas 2 perlakuan(CA 15%, CA 20% dan CA 25%) dan (CS 15%, CS 20% dan CS 25%) dengan 3 kali pengulangan. Analisis data menggunakan uji Anova dan uji Tukey HSD.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji anovacuka alami dan cuka sintesis secara simultan berpengaruh nyata terhadap protein dendeng ikan tongkol dengan nilai signifikansi 0,0000,05. Hasil uji Tukey HSD menunjukkan bahwa konsentrasi CS 25% memiliki tingkat perbedaan yang lebih nyata yakni (0,4103). Kemudian hasil uji total kadar protein menunjukkan bahwa kadar protein tertinggi terdapat pada konsentrasi 3(CS 25%) yaitu 2,360%. Sedangkan semua perlakuan untuk cuka alami memiliki kadar nilai protein yang lebih rendah daripada perlakuan kontrol dan semua perlakuan cuka sintesis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumput laut merupakan salah satu komoditas hasil laut yang sedang
ditingkatkan pemanfaatanya, perkembangan budidaya rumput laut harus pula
diikuti dengan perkembangan industri pengolahannnya, karena nilai tambah
rumput laut sebagian besar terletak pada industri pengolahanya.yang menjadi
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan tingkat
penerimaan panelis terhadap lawar rumput laut yang diproses dengan persentase
cuka yang berbeda.
Adapum tujuan dan manfaat dari penelitian adalah untuk mengetahui nilai
pH dan tingkat penerimaan organoleptik lawar rumput laut, dan manfaat dari
penelitian ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang lawar
rumput sehinga dapat dimanfaatkan secara luas.
Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode Rancangan Acak Lengkap
dengan perlakuan dimana masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan
perlakuan persentase cuka yang berbeda berkisar antara 20%, 30% dan 40% hasil
uji dapat disimpulkan bahwa nilai pH pada olahan lawar rumput laut pada
persentase cuka 40% memiliki nilai rata-rata terendah dibandingkan dengan
perlakuan persentase cuka 20%, dan 30% dan penerimaan panelis pada parameter
warna dan rasa tertinggi pada persentase cuka 30%, parameter aroma dan tekstur