Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Cabai
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pupuk Organik Cair Sabut Kelapa (C. nucifera) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (C. Frutenscens L)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai rawit (C. frutescens L) adalah salah satu tanaman holtikultura dari jenis sayuran yang memiliki buah kecil dengan rasa yang pedas. Selain buahnya, bagian lain dari tanaman cabai rawit seperti batang, daun, dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair sabut kelapa (C. nucifera) terhadap pertumbuhan tanaman Cabai rawit (C. frutescens L). Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk organik cair sabut kelapa (C. nucifera) terhadap pertumbuhan tanaman Cabai rawit (C. frutescens L). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) perlakuan 1 = 0 mL POC sabut kelapa, perlakuan 2 = 100 mL POC sabut kelapa, perlakuan 3 = 200 mL POC sabut kelapa, perlakuan 4 = 300 mL POC sabut kelapa, perlakuan 5 = 400 mL POC sabut kelapa yang masing-masing diencerkan dalam 5.000 mL air dan kelas kontrol (tanpa perlakuan) = air tanpa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji jarak berganda Duncan atau Duncan’s New MultipleRange Test (DMRT) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dan keseluruhan nilai perlakuan dari setiap pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi tanaman, jumlah helaian daun, jumlah buah. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari sabut kelapa terhadap parameter pengukuran, semua parameter pengukuran pada perlakuan memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun dan banyaknya buah. Pemberian pupuk pada 5 perlakuan dengan konsentrasi sebesar 400mL memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman jumlah helaian daun dan jumlah buah dibandingkan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI HIJAU BESAR (Capsicum annum var.annum)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi seperti protein, gula, serat, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, zat besi, magnesium dan juga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatannya selain sebagai bumbu masak dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan baku berbagai industri makanan, minuman serta dapat meningkatkan citarasa dan selera makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk cair dari campuran kulit bawang merah (Allium cepa L) terhadap pertumbuhan tanaman cabai hijau besar (Capsicum annum var.annum.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk cair dari campuran air kulit bawang merah yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada tanaman cabai hijau besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 pengulangan dan 5 perlakuan yaitu perlakuan 1 = 0 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 2 = 50 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 3 = 75 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 4 = 100 POC kulit bawang merah, perlakuan 5 = 150 POC kulit bawang merah, dan kontrol = air tampa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD (Least Significant Different) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dengan keseluruhan nilai perlakuan dan pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi batang dan jumlah daun. berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari kulit bawang merah terhadap parameter pengukuran, semua parameter pengukuran pada perlakuan memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Dari pemberian pupuk pada perlakuan 1 = 0 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 2 = 50 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 3 = 75 ml POC kulit bawang merah, perlakuan 4 = 100 POC kulit bawang merah, perlakuan 5 = 150 POC kulit bawang merah, pada perlakuan 5 dengan konsentrasi sebesar 150 ml yang memberikan pengaruh yang paling signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun dibandingkan perlakuan lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN LUMUT DAUN (Bryopsida) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN LUMUT DAUN (Bryopsida) SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Hailitik, E.T.)* Rupidara, A.D.N.)** Solle, H.R.L.)** Media tanam merupakan media yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan untuk tanaman dapat bertumbuh dan berkembang. Komponen media tanam adalah tanah dan bahan organik. Lumut memiliki sifat yang menyerupai spons yakni dapat menyimpan air dan berfungsi untuk menjaga kelembaban serta sebagai absorban. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui pengaruh media tanam lumut yang mengandung unsur hara terhadap parameter pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah, 2). untuk mengetahui komposisi jenis media mana yang memberikan hasil paling baik terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah. Jenis penelitian yakni penelitian eksperimen dengan RAL dengan 4 jenis perlakuan dengan komposisi lumut yang berbeda yaitu perlakuan 1 (kontrol = 0 gram lumut + 2 kg tanah) perlakuan 2 (25%,125 gram lumut + 2 kg tanah) perlakuan 3 (30%, 150 gram lumut + 2 kg tanah) perlakuan 4 (35%, 175 gram lumut + 2 kg tanah). Sampel terdiri dari 20 pohon cabai merah pada setiap polybag ditanam 1 pohon dengan jumlah ulangan 5 dan jumlah total polybag 20 buah. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam lumut berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dengan nilai F 3,822 > α0,05 3,24, diameter batang dengan nilai F 4,1276 > α0,05 3,24, sedangkan hasil uji Anova menunjukan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dengan nilai F 0,43 α0,05 3,24 dan jumlah buah dengan nilai F 0,59 α0,05 3,25. Komposisi lumut yang optimal untuk tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan jumlah buah cabai merah adalah pada perlakuan 4 dengan komposisi media 175g lumut : 2kg tanah. Kata kunci: Lumut, media tanam, pertumbuhan, cabai merah Keterangan: )*Peneliti )**Pembimbing I )**Pembimbing II ABSTRAK The Influence Of The Addition Of Leaf Moss (Bryopside) As A Planting Medium On The Growth And Production Of Red Chili Plants (Capsicum annuum L.) Hailitik, E.T.)* Rupidara, A.D.N.)** Solle, H.R.L.)** Planting media is a medium that contains the nutrients needed for plants to grow and develop. The components of the planting medium are soil and organic matter. Moss has properties that resemble a sponge, which can store water and function to maintain moisture and as an absorbent. This study aims to 1). determine the effect of mossy-planted mution containing the nutritional to the growth parameters and production of red chili crops, 2). to know the composition of which type of media that delivers the best results to growth and red chili production. This type of research is the experimental research with RAL with 4 types of treatment with different moss composition of treatment 1 (control = 0 grams of moss + 2 kg of soil) treatment 2 (25%, 125 grams of moss + 2 kg soil) treatment 3 (30%, 150 grams moss) + kg soil) treatment 4 (35%, 175 grams moss) + kg soil). The sample consists of 20 red chili trees on every polybag planted 1 tree with the number of replication 5 and the total number of polybag 20 pieces. Data analysis using One Way Anova test. The results showed that the composition of the moss growing media had a significant effect on plant height with a significant value F 3.822> α0,05 3.24, stem diameter with a significant value F 4.1276> α0,05 3.24, but had no significant effect on the number of leaves F 0.43 α0,05 3.24 and the number of fruits F 0.59 α0,05 3.25. The optimal composition of moss for plant height, number of leaves, stem diameter and number of red chilies was in treatment 4 with a media composition of 175g moss : 2kg soil. Keywords: moss, planting medium, growth, red chili Information: )*Researcher )**Advisor I )**Advisor II

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK GERGAJI KAYU JATI (Tectona grandis) DAN ARANG SEKAM PADI SEBAGAI MEDIA TANAM UNTUK CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam mendukung produktivitas tanaman cabai rawit (C. frutescens L) secara intensif perlu dilakukan penyediaan bibit yang berkualitas di persemaian. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas bibit yaitu serbuk gergaji kayu jati dan arang sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah serbuk gergaji kayu jati dan arang sekam padi sebagai media tanam cabai rawit (C. frutescens L). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yang dilaksanakan di Polybag yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu 4 P0 = 3kg Tanah Humus,P1 = 2kg Tanah Humus + 1kg Arang Sekam Padi P2 = 2kg Tanah Humus + 1kg Serbuk Gergaji Kayu P3 = 2kg Tanah Humus + 0,5kg Arang Sekam + 0,5kg Serbuk Gergaji Kayu .Perlakuan yang dilakukan dengan 3 kali pengulangan menghasilkan 12 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah helai daun, dan banyaknya buah. Pengamatan ini dilakukan selama 120 hari.Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan denganuji jarak berganda Duncan atau Duncan’s New MultipleRange Test (DNMRT) pada taraf 5%.Berdasarkan hasil penelitian, P3 (Tanah Humus :Arang Sekam : Serbuk Gergaji Kayu; 2 : 0,5 : 0,5) memberikan pengaruh yang signifikan dalam pertumbuhan tanaman cabai rawit (C. frutescens L) dengan rata-rata tinggi tanaman 40,56 cm, jumlah helaian daun 28,75 helaidan jumlah buah denganrata-rata 32,33 buah. Penggunaan serbuk gergaji kayu jati dan arang sekam padi memberikan pertumbuhan bibit yang lebih baik dibanding media tanam serbuk gergaji maupun arang sekam padi saja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kecepatan Tetesan Pada Emiter Infus Terhadap Pertumbuhan Cabai keriting

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil kecepatan tetesanpemberian air irigasi pada sistem irigasi tetes untuk pertumbuhan dan produksi cabai keriting dilaksanakan sejak pertengahan desember hingga pertengahan maret 2022 di Lab Mekanisasi Pertanian UKAW Kupang. Penelitian ini merupakan aksperimen yang di atur dalam rancangan acak lengkap(RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan : perlakuan satu (60) menit, perlakuan II (80) menit, perlakuan III (100) menit, danperlakuan IV dua (120 menit). Hasil penelitian ini di peroleh jumlah pemberian air irigasi tetes dan hasil pengukuran tinggi tanaman cabai keriting. Dari hasil analisis dan pembahasan yang di ketahui bahwa perlakuan terbaik pada tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan D dengan tinggi (63,00 cm), perlakuan terbaik pada jumlah daun tanaman dengan jumlah tertinggi pada perlakuan D dengan jumlah tertinggi (7,55 cm), perlakuan terbaik pada diameter batang tanaman dengan jumlah tertinggi pada perlakuan D (4,05 cm).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH EKSTRAK DAUN SELASIH (Ocimum basilicum L.) DAN DAUN SIRIH (Piper betle L.) SEBAGAI ATRAKTAN LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas holtikultura yang bernilai ekonomis. Cabai sering terserang hama lalat buah salah satunya hama Bactrocera dorsalis. Daun selasih (Ocimum basilicum L.) dan daun sirih (Piper betle L.)memiliki kandungan senyawa aktif maka dapat mencegah lalat buah untuk mendekati aromanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun selasih dan daun sirih sebagai atraktan lalat buah pada tanaman cabai Salah upaya untuk mengatasi hama lalat buah pada tanaman dengan menggunakan atraktan. Jenis penelitian ini eksprimen dengan menggunakan metode kuantitatif yang terdiri 3 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 (Kontrol), P1 (25%+75%), P2 (50%+50%),P3 (75%+25%). Hasil penelitian. P0: tidak menangkap hama lalat buah, P1: menangkap 3 ekor hama lalat buah, P2: menangkap 4 ekor hama lalat buah, P3: menangkap 10 ekor hama lalat buah, data dari perlakuan yang menangkap lalat buah paling banyak yaitu P3 menangkap 10 ekor hama lalat buah. Data analisis menggunakan ANOVA berbantuan SPSS menunjukkan bahwa nilai thitung 7,80 > 3,24dari nilai ttabel. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa “Terdapat pengaruh signifikan penggunaan ekstrak daun selasih dan daun sirih sebagai atraktan lalat buah lalat buah pada tanaman cabai”.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Dari Campuran Air Kelapa Dan Daun Gamal (Gliricidia sepium) Sebagai Pupuk Organik Cair Dan´Aplikasinya Pada Tanaman Cabai Lokal (Capsicum frutescens L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi seperti protein, gula, serat, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, zat besi, magnesium dan juga mempunyai nilai ekonomi tinggi. Pemanfaatannya selain sebagai bumbu masak dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan baku berbagai industri makanan, minuman serta dapat meningkatkan citarasa dan selera makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk cair dari campuran air kelapa dan daun gamal (Gliricidia sepium) terhadap pertumbuhan tanaman cabai padi (Capsicum frutescens L.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk cair dari campuran air kelapa dan daun gamal (Gliricidia sepium) yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada tanaman cabai padi (Capsicum fretescens L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 pengulangan dan 5 perlakuan yaitu perlakuan 1 = 8% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 2 = 12% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 3 = 16% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 4 = 20% POC daun gamal dan air kelapa, perlakuan 5 = 50% POC daun gamal dan air kelapa, dan kontrol = air tampa POC. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan dengan uji LSD (Least Significant Different) pada taraf 5%. Parameter dengan nilai rata-rata dengan keseluruhan nilai perlakuan dan pengulangan yang diamati diantaranya yaitu tinggi batang, jumlah daun, dan lebar daun. berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk organik cair dari air kelapa dan daun gamal terhadap tumbuhan cabai, semua parameter pengukuran memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Pemberian pupuk pada perlakuan 4 dengan konsentrasi sebesar 20% memberikan pengaruh yang paling signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun dibandingkan perlakuan lainnya

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) JENIS CAKRA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) JENIS CAKRA PARERA JEFRIANUS*) , NUBATONIS M.L**) , MALELAK ZET**) ABSTRAK Proses penanganan pasca panen cabai rawit jenis cakra selama transportasi dan penyimpanan sementara merupakan permasalahan yang kritis karena susut yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh optimasi suhu dan waktu penyimpanan terhadap kualitas cabai rawit yang terbaik. Setelah dipanen dan dilakukan sortasi, cabai rawit ditimbang sebanyak 100g untuk setiap perlakuan pada penyimpann suhu yang berbeda. Proses penyimpana di lemari pendingin dilakukan pada suhu 3oC, 5 OC, 10OC, 15OC, 17OC. Hasil penelitian selama penyimpanan 22 hari, menunjukkan terjadinya penururnan susut bobot, perubahan tekstur dan perubahan warna cabai rawit pada suhu penyimapanan 17oC yaitu susut bobot 38%, nilai tekstur 8,7 s/g dan nilai tingkat kecerahan warna cabai rawit, terdapat suhu penyimpanan 17oC dengan warana sangat merah. Kata Kunci: cabai rawit, suhu penyimpanan, umur simpan *) peneliti **) pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN HORMON NAA (Naphthalene Acetic Acid) DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH CABAI RAWIT PADI (Capsicum frutescens L.) SECARA IN VITRO

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

“Pengaruh Pemberian Hormon NAA (Naphthalene Acetic Acid) Dan Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Benih Cabai Rawit Padi (Capsicum frutescens L.) Secara In Vitro” Punuf , E. M. E) * Solle, H. R. L.) ** Hendrik, A. Ch.)** ABSTRAK Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) termasuk famili terong-terongan dan tergolong tanaman semusim atau tanaman berumur pendek. Setiap daerah mempunyai istilah untuk tanaman cabai rawit, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) cabai rawit dikenal dengan nama cabai rawit padi karena ukuranya kecil menyerupai padi, dan rasanya sangat pedas dari cabai rawit lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon benih cabai rawit padi terhadap pemberian hormon NAA dan air kelapa muda secara in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu hormon NAA dengan 4 taraf konsentrasi, dan Air kelapa muda dengan 4 taraf konsentrasi, sehimgga terdapat 16 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam ANOVA, kemudian dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil ANOVA menunjukan bahwa hormon NAA dan air kelapa muda berpengaruh signifikan (ρ 0,05) terhadap parameter pengamatan daya kecambah, tinggi tanaman, dan jumlah daun, kemudian dilanjutkan uji DMRT menunjukan daya kecambah tertinggi pada perlakuan NAA 2 Mg/L dan Air kelapa muda 25% dengan daya kecambah 56,7%, tinggi tanaman 5,92 cm, dan jumlah daun 2,67 helai. Dengan demikian hormon NAA dan air kelapa muda berpengaruh nyata pada setiap para meter pengamatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail