ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suatupenelitiantelahdilakukandengantujuanmengetahuipengaruhpenambahanperekatpada biopeletpadacampuranarangsekamdaundaunkesambi.Bahanyangdigunakanyaituarangsekamdan daunkesambidiolahmenjadipartikelpenggilingan.Penelitiandilakukandengan5perlakuanyaitu ukuran10meshsampai60mesh,rancanganyangdigunakanadalahrancanganacaklengkapdandi lanjutkandenganujiduncan.Setiapperlakuanmengalami7pengulangansetiapbiopeletdibuatdengan bahandasar1000gr.Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwaperlakuanpenambahan perekatmemberikanpengaruhpadapengamatankerapatandannilaikalorbahan.PerlakuanB(ukuran butiran20mesh)adalahperlakuanterbaikmenghasilkannilaikalortertinggi38,86Jkadarair tertinggi25,71%,danberatjenisterendah0,040gr/cm
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SuatupenelitiantelahdilakukandengantujuanmengetahuiPengaruhcampurandaunkesambidan tongkoljagungterhadapkualitasbiopelet.Rancanganpercobaanyangdigunakandalampenelitianini adalahRancanganAcakLengkap.Perlakuanyangdiujiadalahkombinasidaunkesambidantongkol jagungsebagaibahanbakubiopeletantaralain:A.(Campurandaunkesambi80%+ 20% tongkol jagung)B.(Campurandaunkesambi60%+40%tongkoljagung)C.(Campurandaunkesambi40%+ 60%)D(Campurandaunkesambi20%+80%).Pembuatanbiopeletdiawalidenganpengecilan ukuran,pengayakandilakukanmenggunakandenganalatpengayakdenganukuran30mesh.Pencetakan dilakukanmenggunakanpipadiameter1mmpanjang 9mmdanpengeringanbiopeletdikeringkan dibawahsinarmatahariselama±6jam.Variabelpengamatanmeliputikadarair,beratjenis,nilaikalor. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa perlakuanpencampurandaunkesambidantongkoljagung memberikanpengaruhpadapengamatanberatjenisdannilaikalordenganperlakuanA(Campuran daunkesambi80%+tongkoljagung20%) adalahperlakuanterbaikdanmenghasilkannilaikalor tertinngi29,83J,beratjenistertinggi0,052gr/cm3dankadarairterendah22,83%biopeletcampuran daunkesambidantongkoljagungterbai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH CAMPURAN LIMBAH KULIT BUAH KELOR ( KBK ) DAN PEREKAT BERBAHAN TAPIOKA DALAM PEMBUATAN BIOPELET TERHADAP ENERGI YANG DI HASILKAN Muti H. Yetron* Bunga Habba, J. F** Jemseng Abineno** Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Pembuatan biopelet menggunakan Kulit Buah Kelor (KBK) merupakan biomassa padat (pellet) yang dapat diolah sebagai pengganti energi alternatif. Biomassa dalam bentuk pellet dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar padat. Biopellet atau pellet yang berasal dari biomassa dikonversi dan dapat dimanfaatkan sebagai energi bahan bakar menggunakan teknik densifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran limbah kulit buah kelor (KBK) dan perekat berbahan tapioka, serta untuk mengetahui campuran yang tepat antar limbah kulit buah kelor dan perekat berbahan tapioka dalam pembuatan biopelet terhadap energi yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan perlakuan variasi campuran limbah kulit buah kelor (K) dan perekat berbahan tapioka (T). Adapun perlakuan yang diuji coba adalah perlakuan A (100% vs 0), B (80% vs 20%), C (70% vs 30%), D (60% vs 40%0, E (50% vs 50%). Total bahan kulit buah kelor dan tapioka pada tiap sampel 1 kg. Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga menghasilkan 25 unit percabaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dinalisis menggunakan Analisis Varian (Anova) untuk mengetahui pengaruh perlakuaan dan dilanjutkan dengan analisis Duncan untuk mengetahui perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pertama hingga perlakuan ke-5 (terakhir) hasil yang dihasilkan maksimal. Biopelet, Kulit Buah Kelor (KBK), Moringa Oleifera (kelor) *peneliti **pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN PEREKAT PADA BIOPELET CAMPURAN TONGKOL JAGUNG DAN DAUN KESAMBI Riga N. B* Makaborang M ** Dethan J. J. S*** Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Bahan sumber biomassa limbah pertanian yang ketersediaanya melimpah adalah tongkol jagung dan daun kesambi. Daun kesambi berkhasiat sebagai obat eksem, obat kudis, obat koreng dan obat radang telinga. Namun dalam keadaan modern sekarang ini biomassa dari tongkol jagung dan daun kesambi yang dicampur dapat dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan rumah tangga seperti memasak, memanggang, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Dari hasil penelitian perlakuan penambahan perekat berpengaruh nyata terhadap kadar air, pengembangan diameter, kerapatan, dan kalori biopelet pada tingkat kepercayaan P>0.05. Hasil uji jarak berganda Duncan menunjukkan bahwa perlakuan A (Perekat 5%) menghasilkan kadar air tertinggi 14.38 %, perlakuan A (Perekat 5%) yang menghasilkan pengembangan diameter 14.87 %, perlakuan A (Perekat 5%) yang menghasilkan kerapatan 647.52 kg/m3, Perlakuan A (Perekat 5%) yang menghasilkan kalori 1294.69 j.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH UKURAN PARTIKEL TONGKOL JAGUNG (Zea mays) TERHADAP BIOPELET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF TERBARUKAN Ama E. Y. T* Bunga F. J. H ** Makaborang M *** Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Suatu penelitian telah dengan tujuan mengetahui pengaruh ukuran partikel tongkol jagung terhadap kualitas biopelet. Bahan yang digunakan yaitu tongkol jagung kering.Tongkol jagung diolah menjadi partikel dengan penggilingan. Penelitian dilakukan dengan 3 perlakuan, yaitu ukuran partikel 20 mesh, 40 mesh dan 60 mesh, Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Setiap perlakuan mengalami 6 pengulangan. Setiap biopelet dibuat dengan bahan dasar 30 gr untuk menghasilkan biopelet diameter awal sebelum pengeringan 11,22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah perlakuan C (ukuran partikel lolos 60 mesh) menghasilkan nilai kadar air terrendah 11,82%, masa jenis tertinggi 468.52 kg/m3, nilai pengembangan diameter biopelet terrendah 46.49%, dan nilai kalor tertinggi 1243.69 J.