ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gamal (Gliricidia sepium) adalah tanaman dalam golongan Leguminosae, dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga 30 m di atas permukaan laut (DPL) dan di tanah yang kurang subur yang dimanfaatkan sebagai pagar hidup, dan pupuk hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antibakteri ekstrak kulit batang gamal terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, dan untuk mengetahui daya hambat ekstrak kuli batang gamal terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi UKAW Kupang, dengan menggunakan metode eksperimen dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang di amati zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian dianalisis menggunakanan analisis ANOVA satu jalur dengan uji lanjut Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh uji antibakteri ekstrak kulit batang gamal (Gliricidia Sepium) berpengaruh terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan tidak memberi pengaruh terhadap bakteri Escherichia coli. Konsentrasi ekstrak kulit batang gamal yang memberi pengaruh sangat tinggi terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan zona hambat sebesar 10,67 mm kategori kuat dan pada bakteri Escherichia coli dengan zona hambat 7,67 mm kategori sedang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang memiliki potensi sumberdaya alam melimpah sehingga menjadi peluang dalam mengembangkan sumberdaya manusianya. Salah satunya adalah pembuatan pewarna alami yang dari bagian tumbuh-tumbuhan. Biji buah pinang adalah salah satu bagian dari tumbuhan pinang (Areca catechu L.) yang dapat dimanfaatkan menjadi pewarna alami karena memiliki kandungan pigmen pewarna dan juga mengandung senyawa kimia sebagai antibakteri. Staphylococcus aureus dapat ditemukan pada saluran pernapasan, saluran pencernaan, kain, dan kulit yang mengakibatkan penyakit infeksi kulit. Kandungan senyawa aktif yang bersifat antibakteri pada biji buah pinang yaitu polyphenol, flavonoid, tanin, dan alkaloid (Wael dkk., 2017). Penelitian ini bertujuan mengetahui daya hambat pewarna alami biji buah pinang dan konsentrasi hambat minimal pewarna alami biji buah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, pada bulan Oktober – November 2020. Metode penelitian menggunakan difusi cakram dan plate count agar kemudian data dianalisis dengan ANOVA satu arah dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F hitung 11,305 dengan nilai sig 0,003 (0,003 0,05). Artinya bahwa pewarna alami biji buah pinang (Areca catechu L.) berpengaruh signifikan terhadap jumlah koloni Staphylococcus aureus. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa kontrol memiliki tingkat perbedaan sangat nyata dengan perlakuan 1, perlakuan 2, dan perlakukan 3. Semakin naik konsentrasi perlakuan pewarna alami biji buah pinang (Areca catechu L.) menyebabkan daya hambat pertumbuhan bakteri makin baik dan jumlah koloni bakteri yang tumbuh semakin menurun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK EKSTRAK ETANOL DAUN AJERAN (Bidens pilosa L) SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus Seko MH)* SabunaCh)** NgginakJ)** Tumbuhanajeranmemiliki kandungan senyawa kimia sepertiflavanoid, saponindan fenol yang berpotensi sebagaiantibakteri.Antibakteriadalahzat yang dapatmembunuhataumenekanpertumbuhanataureproduksibakteri. Tujuan penelitian ini untukmengetahuiekstraketanoldaunajeran (BidenspilosaL) sebagaipenghambatantibakeriStaphylococcus aureus. Metode yang digunakanadalahmetodekuantitatifmenggunakanRancanganAcakLengkap, dengan 5 perlakuandan 3 ulangan. AnalisismenggunakanujiAnovasatujalur (One Way Anova). Jikaadapengaruh yang signifikanmakadilanjutkandenganuji DMRT. Hasil uji daya hambat ekstrak etanol daun ajeran menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Nilai rata-rata zona hambat ekstrak daun ajeran terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureusyang memiliki daya hambat terbaik terdapat pada perlakuan 4 yaitu 6,83 mm. Nilai rata-rata koloni bakteri ekstrak daun ajeran terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureusyang memiliki daya hambat terbaik 4 yaitu 2,00 CFU/mL.Dalam penelitian ini perlakuanekstraketanoldaunajeranmemilikipengaruhdayaantibakteri yang signifikanterhadappertumbuhanbakteriStaphylococcus aureus.Uji lanjut DMRT menunjukan bahwa (perlakuan P1 10,67 CFU/mL) memiliki nilai yang berbeda nyata. Kata kunci: Tumbuhan ajeran, Staphylococcus aureus, Zona hambat, koloni bakteri