ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Cair (Limbah Sayur Dan Buah) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum) Bouka, E)* Bullu,N. I)** Nge, S. T)** Tomat (Lycopersicum esculentum) merupakan tanaman hortikultura yang sangat banyak manfaatnya, Manfaat tanaman tomat untuk kesehatan tubuh manusia diantaranya, menghilangkan jerawat, menghaluskan kulit, mengobati wasir, menurunkan darah tinggi, mencegah penyakit jantung, dan menangkal sel-sel kanke. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui respon penggunaan pupuk organik cair (limbah sayur dan buah) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dan mengetahui Perlakuan manakah yang akan memberikan respon terbaik pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dirancang menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Teknik pengumpulan data dilakukan 7 hari sekali setelah tanaman tomat muncul diatas tanah, dengan para meter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai),diameter batang (cm), umur berbunga, jumlah buah dan berat bobot buah (g). Data yang diperoleh dari pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun , diameter batang pada pengamatan terakhir dan hasil produksi tanaman tomat dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (Anova) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perlakuan dan jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata atau sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan antar pasangan perlakuan yang dibandingkan (Sastrosupadi, 2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah sayur dan buah berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Pemberian pupuk organik cair limbah sayur dan buah pepaya dengan konsentrasi 18% memberikan hasil yang optimum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (lycopersicum esculentum) dimana rata-rata tinggi tanaman 63,2 cm, jumlah daun 13 helai, diameter batang 2,6 cm, jumlah buah 8,5625 buah dan berat bobot buah 86.69 gram Kata kunci: POC, limbah sayur dan buah,tanaman tomat Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT Effect Of Using Liquid Organic Fertilizer (Vegetable And Fruit Waste) On The Growth And Yield Of Tomato Plants (Lycopersicum Esculentum) Bouka, E)* Bullu,N. I)** Nge, S. T)** Tomato (Lycopersicum esculentum) is a horticultural plant that has many benefits. The benefits of tomato plants for the health of the human body include eliminating acne, smoothing the skin, treating hemorrhoids, lowering high blood pressure, preventing heart disease, and warding off cancer cells. This study aims to determine the response to the use of liquid organic fertilizer (vegetable and fruit waste) on the growth and yield of tomato plants and to determine which treatment will give the best response to the growth and yield of tomato plants. This study was an experimental study designed using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The data collection technique was carried out every 7 days after the tomato plants appeared on the ground, with the parameters observed being plant height (cm), number of leaves (strands), stem diameter (cm), flowering age, fruit number and fruit weight (g). . The data obtained from the growth of plant height, number of leaves, stem diameter at the last observation and production yield of tomato plants were analyzed using variance (Anova) to determine whether there was a treatment effect and if there was a real or very significant treatment effect it would be followed by Duncan's test. at the 5% level to determine differences between treatment pairs being compared (Sastrosupadi, 2002). The results showed that the administration of POC from vegetable and fruit waste had a very significant effect on the growth and yield of tomato plants. The application of liquid organic fertilizer from papaya vegetable and fruit waste with a concentration of 18% gave optimum results for the growth and yield of tomato plants (Lycopersicum esculentum) where the average plant height was 63.2 cm, the number of leaves was 13, the stem diameter was 2.6 cm, number of fruit 8.5625 fruit and fruit weight 86.69 gram Keywords: POC, vegetable and fruit waste,tomato plants Information : *) Researchers **) Advisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman tomat (Solanum lycopersicum) merupakan sayur-sayuran yang berperan penting pada usaha peningkatan produksi hasil pertanian dan pemenuhan gizi masyarakat. Tomat memiliki komposisi zat mikro yang cukup baik, mengandung protein, karbohidrat, lemak kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A dan vitamin C. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pupuk Plant Growth Promoting Rhyzobacteria ( PGPR) dan kompos kotoran sapi pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum). Penelitian untuk mengetahui konsentrasi atau perlakuan terbaik penggunaan pupuk PGPR dan kompos kotoran sapi. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). A= kontrol tidak pakai pupuk PGPR dan kompos kotoran sapi B= menggunakan pupuk PGPR 15 g C= menggunakan pupuk kotoran sapi 20 g D= PGPR dan kompos kotoran sapi 25 g. Data yang di peroleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian di lanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf ( a = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk Plant Growth Promoting Rhyzobacteria (PGPR) Dan Kompos Kotoran Sapi Terhadap Hasil Tanaman Tomat ( Solanum lycopersicum) terhadap parameter pengukuran, semua parameter pengukuran pada perlakuan memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, bunga dan banyaknya buah. Pemberian pupuk pada 4 perlakuan dengan konsentrasi sebesar 25 g memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman jumlah helaian daun, bunga dan jumlah buah dibandingkan perlakuan lainnya
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DENGAN PATI UBI KAYU (Manihot esculenta) SEBAGAI PENSTABIL
Naisunis Y.I.D Loe* Malelak Zet ** BanoEt I.M. Regina
ABSTRAK
Penelitian ini dengan judul karakterisasi sifat fisik puding tomat (lycopersium esculentum) dengan pati ubi kayu (manihot esculenta) sebagai penstabil telah dilaksanakan pada Laborotarium Procesing dan di uji lanjut Laboratorium Eksakta pada bulan Februari 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakeristik sifat fisik puding tomat dengan pemanfaatan pati ubi kayu dan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis dengan pemanfaatan pati ubi kayu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ). Rancangan acak lengkap dapat didefinisikan sebagai rancangan dengan beberapa perlakuan yang disusun secara random untuk seluruh unit percobaan. Variabel bebas berupa puding tomat dan pati ubi kayu sebagai penstabil sedangkan variabel terikat adalah pengujian organoleptik ( warna, aroma, tekstur, dan rasa). Dalam penelitian pati yang digunakan 3,5 gram, 7 gram, dan 10 gram sesuai dengan perlakuannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberian pati dengan takaran yang berbeda, berpengaruh terhadap kualitas puding tomat (Lycopersium esculentum). Perlakuan penambahan pati pada puding tomat (Lycopersium esculentum) terbaik terdapat pada perlakuan 4 yaitu 3% gram pati (dari berat tomat 350 gram = 10,5 gram) yang menghasilkan warna (4,61) sangat suka, rasa (4,80) sangat suka, tekstur ( 4,72 ) sangat suka dan dengan aroma (4,52) sangat suka,.
Kata Kunci : pudding tomat, pati ubi kayu, uji organoleptic, RAL
*Peneliti
** Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam beberapa tahun terakhir kegiatan usaha tani telah berkembang pesat di beberapa kota termasuk di kabupaten kupang. semakin berkembang pesatnya usaha tani ini, membuat saya tertarik untuk meneliti sebagai pengaruh pemupukan bokashi terhadap tanaman tomat di daerah kabupaten kupang khususnya didesa oematnunu.dimana banyak masyarakat lebih menggunakan pupuk-pupuk lainya. Produksi tomat dipengaruhi berbagai factor antara lain teknik budidaya yang meliputi pengolahan lahan, persiapan bibit, pemeliharaan tanaman dan pemanenan. Pemeliharaan tanaman meliputi penyulaman, penyiangan, perempelan dan pemupukan.Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tomat adalah dengan pemupukan. Untuk mendapatkan hasil dan kualitas tomat yang tinggi selain pemberian pupuk anorganik juga diperlukan tambahan pupuk organik Berdasarkan latar belakang diatas, maka saya tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pemupukan Bokashi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum Iycopersicum) di Desa Oematnunu Kecamatan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik irigasi tetes untuk pertumbuhan tanaman tomat dengan menggunakan mulsa yang berbeda dilahan kering telah di laksanakan sejak awal bulan juni hingga awal agustus 2022 di kelurahan oesapa kecamatan kelapa lima kabupaten kota kupang provinsi nusa tenggara timur.Penelitian ini bertujuan ; (1) untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik irigasi tetes terhadap pertumbuhan tanaman tomat pada lahan kering. (2) untuk mengetahui pengaruh teknik irigasi tetes pada petak yang diberi mulsa plastik hitam, warna perak, jerami serta tanpa mulsa dan jerami.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan percobaan dilapangan. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu terdiri dari 4 perlakuan yaitu P1= Tanpa menggunakan Mulsa dan jerami, P2= mulsa plastik warna hitam P3= mulsa plastik perak dan P4= jerami padi. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Anova dan diuji lanjut dengan beda nyata terkecil (BNT) pada taraf nyata 5% dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun tanaman tomat dengan penerapan teknik irigasi tetes pada pertumbuhan tanaman tomat dilahan kering pengaruh nyata pada P1 (tanpa menggunakan mulsa dan jerami), P2 (mulsa plastik hitam), P3 (mulsa plastik perak), P4 (jerami padi).Sedangkan parameter bobot basah tanaman tomat dan bobot kering tanaman tomat perpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman tomat dan penggunaan mulsa yang berbeda.Bobot basah dan bobot kering tanaman tomat terlihat pada P1.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KONSENTRASI CMC ( Carboxy Methyl Cellulose ) TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA SARI BUAH TOMAT FAHIK N. F. MARIA¹⁾, MELKIANUS NUHAMARA²⁾, ADI R. R. A. A. D. I²⁾. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi CMC ( Carboxy Methyl Cellulose) terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik Sirup Tomat. Penelitian ini dilaksanakan di laboratoriun Prochesing pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase 0%, 0,1%, 0,2%, dan 0,3%. variabel yang diamati adalah, Viskositas, pH dan organoleptik yaitu rasa, warna, aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan CMC atau bahan penstabil berpengaruh terhadap karakteristik sifat fisik, kimia, dan organoleptik Sirup tomat yang dihasilkan. Perlakuan terbaik yaitu penambahan bahan penstabil (CMC) sebanyak 0.2% dengan sifat organoleptik yakni: skor Rasa 4 dengan kategori (sangat suka), skor Aroma3,93 dengan ketegori (sangat suka), skor warna 3,87 dengan kategori (sangat suka). Sedangkan hasil analisis viskositas dari setiap perlakuan yaitu 60 cp (0,%), 66 cp (0,1%), 76 cp (0,2%), 83 cp (0,3%) dan pH dari satiap perlakuan yaitu 2,93 (0%), 3,30 (0,1%), 3,36 (0,2%), 3,53 (0,3%). Kata kunci : Tomat, CMC, Sari Buah Tomat
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DARI AMPAS TEBU DAN LIMBAH TERNAK SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Solanum Lycoersium L). Du Santus, M. I,)* Solle, H. R. L,)** Daud, Y, )** Tomat (Solanum lycopersium L) merupakan salah satu komoditas horticultural yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia dan banyak manfaatnya bagi manusia, tingginya kebutuhan komsumsi mengakibatkan budidaya tanaman tomat yang tidak memperhatikan faktor lingkungan yaitu seringkali para petani menggunakan pupuk anorganik yang berlebihan sehingga mengakibatkan tanah menjadi padat. Pemberian perlakuan pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat karena kandungan haranya yang lengkap baik mikro maupun makro dan juga mampu memperbaiki kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersium L). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Anova dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberian pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi pada dosis 75 g lebih baik karena semakin banyak dosis pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi menyebabkan kandungan nitrogen bertambah sehingga pertumbuhan primer semakin optimal oleh karena itu disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik ampas tebu dan limbah ternak sapi berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersiumL) sehingga menghasilkan pengaruh yang signifikan. Kata kunci: pupuk organik, ampas tebu, kotoran sapi, tanaman tomat,
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT DI DESA BAUMATA KABUPATEN KUPANG
Magur S.T. * ) Nainiti N.P.P.E.**) Dethan J.J.S. **)
ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan di Lab Mekanisasi Pertanian FATETA, UKAW Kupang.Cropwat 8.0 adalah program berbasis windows yang digunakan untk menghitung kebutuhan air tanaman dan kebutuhan irigasi berdasarkan tanah,iklim, dan data tanaman. Cropwat 8.0 dapat dipergunakan untuk menghitung evapontranspirasi potensial, evapontranpirasi aktual,kebutuhan air irigasi satu jenis tanaman maupun beberapa jenis tanaman dalam satu hamparan, serta merencanakan pemberian air irgasi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi tanaman tomat dari tahap penanaman hingga panen dengan program Cropwat 8.0.Data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BMKG berupa data iklim selama 5 Tahun dengan periode pengamatan 2015 s.d. 2019 kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Cropwat 8.0. Berdasarkan data iklimnya diperolehEvapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan September yaitu 5,41 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,37 mm/hari. Semakin tinggi temperatur udara dan lama penyinaran maka nilai evapotranspirasi potensial (ETo) juga semakin tinggi. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,66 mm/hari.Kemudian kebutuhan air tanaman semakin besar setiap bulannya. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan Maret dekade ke-3 sebesar 45,6 mm/dec dan terendah pada bulan April dekade ke-2 sebesar 10,9 mm/dec.
Kata kunci : data klimatologi, irigasi, Cropwat 8.0, tomat
Keterangan
*) Peneliti
**) Pembimbing