Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Etanol
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Aktifitas Antioksidan Ekstrak Etanol, Etil Asetat, Dan n-Heksan Kulit Buah Pala (Myristica fragrans) Menggunakan Metode 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrayl (DPPH)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Uji Aktifitas Antioksidan Ekstrak Etanol, Etil Asetat, Dan n-Heksan Kulit Buah Pala (Myristica fragrans) Menggunakan Metode 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrayl (DPPH) Mokola. K. Y ) * Nitsae.M ) ** Daud.Y) ** Metode DPPH merupakan metode pengukuran aktivitas antioksidan yang stabil, sederhana, mudah, dan menggunakan sampel dalam jumlah yang sedikit dengan waktu yang singkat, sesuai untuk komponen antioksidan yang bersifat polar karena kristal DPPH hanya dapat larut dan memberikan absorbansi maksimum pada pelarut etanol maupun metanol (Hanani, dkk, 2005). Parameter yang digunakan untuk menunjukan aktivitas antioksidan adalah efiensi (EC50) atau konsentrasi inhibisi (IC50) (konsentrasi substrat untuk menghasilkan 50% reduksi dari DPPH) (Molyneux,2003). Semakin rendah nilai IC50 menunjukan bahwa antioksidan semakin besar.). Dalam penelitian ini menggunakan kulit buah pala (Myristica fragrans) untuk mengetahui aktifitas antioksidan. Metode penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis untuk menguji aktifitas antioksidan ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan. Hasil penelitian menunjukan bahwa panjang gelombang maksimum metode DPPH adalah 514,92 nm dengan nilai regerasi y = 0,2294x-0,0126 dan nilai R2 = 0,998. Hasil uji antioksidan secara berturut-turut untuk fraksi etanol menunjukkan aktifitas antioksidan yang paling baik dengan nilai IC50 nya adalah 73,219 ppm. Kata Kunci : Etanol, Etil Asetat, Dan n-Heksan Kulit Buah Pala (Myristica fragrans) Menggunakan Metode 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl (DPPH)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DOSIS RAGI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI FERMENTASI SINGKONG KARET (Manihot glaziovii)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ragi (saccharomyces cerevisiae) pada pembuatan bioetanol dari singkong karet (Manihot glaziovii) melalui proses fermentasi dan mengetahui tingkat dosis ragi (Saccharomyces cerevisiae) yang terbaik (optimum) terhadap peningkatan kadar bioetanol melalui proses fermentasi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pengumpulan data. Variabel bebas berupa dosis ragi sedangkan variabel terikat adalah kadar bioetanol dan berat jenis bioetanol. Dalam penelitian ini dosis ragi yang digunakan kontrol/tampa ragi, 10 gram, 20 gram, dan 30 gram. Sedangkan singkong karet yang digunakan 500 gram masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis ragi (Saccharomyces cerevisiae) sangat berpengaruh terhapat kadar bioetanol maupun berat jenis bioetanol yang dihasilkan dari singkong karet melalui proses fermentasi. Kadar bioetanol dan berat jenis bioetanol tertinggi terdapat pada perlakuan empat (R3) dengan dosis ragi 30 gram adalah 26,572% dan 0,9743 g/ml.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail