Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

37 hasil
Subjek: Pantai
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAM FILUM MOLLUSCA DI PANTAI AKLE DESA NAIKEAN KECAMATAN SEMAU SELATAN KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “ Keanekaragaman filum Mollusca Di Pantai Akle Desa Naikean Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang ”. Suku, S. D)* Ngginak, J)** Bullu, L. N)** Mollusca berasal dari bahasa latin yaitu Molluscus yang berarti lunak. Mollusca adalah hewan invertebrate tidak memiliki kerangka, tidak memiliki tulang belakang, memiliki tubuh yang lunak dan termasuk hewan yang berdarah dingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman Mollusca di pantai Akle Desa Naikean Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022, menggunakan metode deskriptif, teknik pengambilan sampel dengan metode line transek pengamatan pada petak, analisis data penelitian menggunakan teknik deskriptif kualitatif untuk menentukan indeks keanekaragaman,indeks kelimpahan dan indeks dominasi dan pengukuran parameter lingkungan.dari hasil penelitian pada stasiun dapat disimpulkan bahwa di pantai Akle Desa Naikean Mollusca yang teridentifikasi dihitung menggunakan rumus Shannon & Wiener adalah 1,53. Jika angka inidibandingkan dengan tetapan kategori maka angka ini berada pada nilai Hʼ<1 tergolong rendah, indeks kelimpahan Mollusca tertinggi adalah pada spesies Acanthopleura gemmate dengan nilai indeks kelimpahan 0,25 dan hasil perhitungan indeks dominansi pada stasiun berkisar antara 0,16-0,58. Nilai indeks dominansi tertinggi terdapat pada spesies Acanthopleura gemmate dengan nilai 0,58 dan kondisi parameter lingkungan di panttai Akle Desa Naikean sebagai berikut suhu 25(˚C), pH 7,10 dan salinitas 33%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di pantai Akle dapat disimpulkan bahwa Mollusca yang ditemukan terdiri dari 5 spesies antara lain T. linecata, Acanthopleura gemmate, Cryptochiton sp, Octopus sp dan Loligo sp. Kata kunci: Mollusca, Identifikasi, Pantai Akle, Keanekaragaman. Keterangan: * Penulis ** Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN PIGMEN ALGA MERAH Rhodophyta DI PERAIRAN PANTAI BOLOK NUSA TENGGARA TIMUR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN CRISTIANI SOI MEO (18380034). Analisis Kandungan Alga Merah Glacilaria salicornia Di Perairan Pantai Bolok Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. ALFRED G.O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan Ir. YOHANES MERRYANTO S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Gracilaria salicornia adalah makroalga dari kelas Rhodophyta yang memiliki kandungan fikoeritrin, pigmen selain dibutuhkan oleh makroalga untuk fotosintesis, merupakan salah satu jenis rumput laut merah berukuran makro.Glacilaria salicornia saat ini, pigmen yang berasal dari organisme laut khususnya makroalga telah menjadi perhatian sejumlah peneliti, pigmen yang dihasilkan oleh alga merah Glacilaria salicornia memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat bagi manusia, oleh karena pentingnya peranan pigmen, sehingga menjadi pendorong untuk melakukan penelitian dengan judul Analisis komposisi Kandungan Pigmen Alga Merah Glacilaria salicornia di Perairan Pantai Bolok Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi komposisi pigmen yang diekstrak dari alga merah Glacilaria salicornia. yang tumbuh secara non budidaya karena masih minimnya penelitian tentang alga merah di Perairan Kupang Pantai Bolok Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan pada Juli 2022 di Perairan Pantai Bolok, Kabupaten Kupang, dilanjutkan ekstraksi rumput di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana dan UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Penelitian ini telah dilaksanakan selama 1 bulan yaitu pada Juli 2022, bertempat di Pantai Bolok Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan pada kondisi pantai surut, sampel yang diambil di cuci bersih menggunakan air laut lalu di masukan kedalam cool box dan dilanjutkan maserasi di Laboratorium Biologi FKIP dilanjutkan analisis spketrofotometer dan analisis Rf di laboratorium UPTD Kesehatan Provinsi. Pengukuran parameter lingkungan berupa suhu, salinitas,pH dan arus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis pigmen yang teridentifikasi pada alga coklat Glacilaria salicornia terdapat 4 jenis pigmen terdiri dari pigmen kuning jenis β-karoten, pigmen oranye jenis xantofil, pigmen hijau kecoklatan jenis klorofil b, pigmen hijau tua tipe klorofil a dan pigmen hijau muda jenis klorofil a. Nilai Rf (Retardation factor) pada setiap spot pigmen alga merah Glacilaria salicornia menunjukan bahwa nilai Rf yang paling tinggi yaitu 0,81 (spot 1) pigmen kuning jenis β-karoten dan nilai Rf yang paling rendah yaitu 0,24 (spot 7) pigmen hijau muda jenis klorofil a . Hasil analisis spektrofotometer Puncak pertama terdapat pada panjang gelombang 468 nm dengan nilai absorbansi 2,5107, puncak kedua terdapat pada panjang gelombang 482 nm dengan nilai absorbansi 2,4963 dan pada puncak ketiga dengan nilai panjang gelombang 498 nm dengan nilai absorbansi 1,102. Kata kunci: Pigmen, Glacilaria salicornia, Rf (Retardation factor), Pantai Bolok

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI OBJEK WISATA PANTAI MOTADIKIN DI DESA FAHILUKA, KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN MARIA DEWISRIANI M. TAHU (17382474) Potensi Objek Wisata Pantai Motadikin di Desa Fahiluka, Kecamaan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka: Dr. Beatrix M. Rehata, S.Pi, M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pengembangan pada sektor parawisata sangat perlu untuk dilakukan karena dapat memberikan dampak yang kuat terhadap perbaikan kualitas ekonomi masyarakat dan wilayah didaerah sekitar objek wisata itu sendiri. Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan Pantai Motadikin, maka perlu didororng oleh faktor pendukung lainnya, seperti sarana dan prasarana atau fasilitas yang lengkap, akses yang dapat dijangkau dengan mudah, atau pun faktor pendukung lainnya yang dapat membuat pengunjung atau wisatawan menjadi nyaman dan betah untuk menikmati wisata di Pantai Motadikin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November-Desember 2021 di wisata Pantai Motadikin, Desa Fahiluka. Metode yang digunakan yakni metode survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling mengunakan rumus slovin. Analisis data terhadap pengembangan potensi objek dan daya tarik wisata alam diuraikan secara deskriptif dan diolah mengunakan Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) dan menganalisis potensi wisata pantai mengunakan rumus SLOVIN. Secara umum pendidikan respoden pada saat wawancara masyarakat di Desa Fahiluka Tingkat pendidikannya adalah SD dengan presentase sebanyak 12,5%, SMP sebanyak 16,6%, SMA sebanyak 12,5%, Sarjana 25%, sedangkan mahasiswa sebanyak 33,3 Kehidupan masyarakat dalam tatanan sosial ekonomi sangat ditunjang oleh tingkat pendidikan. Kata Kunci :Potensi Objek, Wisata, Pantai, Motadikin.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Nunhila dan Nunbaun Delha, Kota Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PAULUS B. TAOLIN (16384223) Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Nunhila dan Nunbaun Delha, Kota Kupang. Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi., M.Si selaku Pembimbing I dan Donny M, Bessie, S.Pi, M.Si, selaku Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Makroalga merupakan tumbuhan thallus (Thallophyta) dimana organ-organ berupa akar, batang dan daunnya tidak terdiferensiasi dengan jelas (tidak sejati). Pesisir pantai Nunhila dan Nunbaun Delha Kecamatan Alak Kota Kupang, Merupakan salah satu daerah pesisir yang memiliki potensi sumberdaya makroalga yang cukup melimpah. Makroalga di Nunhila dan Nunbaun Delha memiliki keanekaragaman spesies (biodiverisity) yang tinggi namun organime ini sangat rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan atau tekanan ekologis baik secara alami seperti gelombang arus dan musim menjadi faktor pemicu perubahan habitat makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di kawasan perairan Pantai Nunhila dan Nunbaun Delha. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga yang ditemukan perairan pantai Nunhila dan Nunbaun Delha berasal dari 3 divisi Chlorophyta terdiri dari 4 spesies yaitu Chaetomorpha intestinali, Ulva Reticulata, Enteromorpha intestinalis dan Ulva lactuca. Divisi Phaeophyta terdiri dari 2 spesies yaitu Sargassum sp dan Padina australis. Divisi Rhodophyta terdiri dari 3 jenis yaitu Gracilaria salicornia, Acanthophora specifera dan Gigartina sp. Nilai indeks keanekaragaman Pantai Nunhila 0,89 dan Nunbaun Delha 0,89 (H') tergolong rendah, indeks keseragaman Pantai Nunhila yaitu 0,93 dan Nunbaun Delha 0,93 (E) tergolong merata dan indeks dominansi (D) Pantai Nunhila 0,13 dan Nunbaun Delha 0,14 menunjukan tidak ada jenis yang mendominansi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS LAMUN (Seagrass) DI PANTAI RAE MEA KECAMATAN SABU TIMUR KABUPATEN SABU RAIJUA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KeanekaragamanJenisLamun (Seagrass) Di Pantai Rae Mea KecamatanSabuTimurKabupatenSabuRaijua Lede.M.W.N)* Ballo.A)** Bullu.I. N)** Diberbagaiwilayahpesisir Indonesia, terdapattigaekosistem yang khas yang salingterkaityaitupadanglamun, mangrove danterumbukarang. Ekosistemlamunmerupakansalahsatuekosistemlautdangkal yang mempunyaiperananpentingdalamkehidupanberbagai biota laut.Lamun (Seagrass) adalahtumbuhanberbunga (Angiospermae) yang dapattumbuhdenganbaikdalamlingkunganlautdangkal.Lamunterbagimenjadiduafamili, yaitufamiliCymodoceaes(9 marga, 35 jenis) danfamiliHydrcharitacea (3 marga, 15 jenis) (Den Hartogdkk, 2000). Tujuan penelitian ini adalah Untukmengetahuikeanekaragamanjenis-jenislamun (Seagrass) yang ada di pantai Rae Mea KecamatanSabuTimurKabupatenSabuRaijua.Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodeobservasidigunakanuntukpengambilan data awal, studipustakadigunakandalammengidentifikasijenislamun (seagrass). Transekgarisdigunakanuntukmenentukan area pengambilansampel. Teknikanalisis data dalampenelitianinimengunakanteknikdeskriptifkuantitatifyaitumendeskripsikancirimorfologi, klasifikasisertamencariIndeksNilaiPenting (INP) danIndeksKeanekaragaman (H’)darijenislamun (seagrass) yang ditemukan di padaseluruhstasiun/transek di Pantai Rae Mea. Berdasarkanpenelitian yang telahdilakukan di Pantai Rae Mea KecamatanSabuTimurKabupatenSabuRaijuatentangkeanekaragamanLamun (seagrass),makadapatdisimpulkanbahwaterdapat 300 individudari 5 spesiesjenisLamun (seagraas)denganmasing-masingspesiesmemilikiIndeksNilaiPenting yang bervariasi. Yaknijenis Cymodocearotundata(63,96%),Enhalusacoroides(56,28%), Haloduleuninervis (86,42%), Thalassiahemprincii (41,04%) Siringodium isoetifolium (52,27%). Dan keseluruhandari 5 jenis Lamun (seagraas)yang ditemukanmemilikiIndeksKeanekaragaman yang sedangyakni (1,57). Kata Kunci : Lamun (seagrass), keanekaragaman, Pantai Rae Mea Keterangan :* Peneliti ** Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pendapatan Nelayan Tangkap Pada Usaha Perikanan Jaring Insang (Gill Net)di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASRIDA NOFUS (15380087).ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kecamatan Sulamu merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang yang memiliki 6 Desa dan 1 Kelurahan yang memiliki potensi perikanan yakni Kelurahan Sulamu, Desa Pitai, Desa Pantai Beringin, Desa Oeteta, Desa Pariti dan Desa Bipolo, lima desa tersebut memiliki beberapa potensi perikanan yakni budidaya rumput laut, tambak garam, tambak ikan bandeng, ekosistem mangrove, dan melakukan penangkapan ikan kepiting dan kerang. Sedangkan ada dua desa yang memiliki potensi perikanan yang menggunakan alat tangkap jaring insang (gill net). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2022 di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Dalam penelitian ini jumlah sampel yang digunakan adalah 35 responden dari total populasi sebanyak 35 orang yang berasal dari dua lokasi yakni Kelurahan Sulamu berjumlah 25 orang dan Desa Pantai Beringin berjumlah 10 orang.Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah penerimaan, biaya tetap,pendapatan dan biaya penyusutan. Rata-rata hasil tangkapan di Kelurahan Sulamu sebesar 780kg/bulan sedangkan di Desa Pantai Beringin sebesar 650kg/bulan. Jadi total hasil tangkapan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar 1.430 kg/bulan.Rata-rata total biaya yang dikeluarkan pada usaha nelayan tangkap jaring insang (gill net) diKelurahan Sulamu sebesar Rp1.563.054,00/bulan dan di Desa Pantai Beringin sebesar 1.655.332,00/bulan. Jadi total hasil tangkapan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar 3.218.386,00/bulan.Rata-rata pendapatan bersih nelayan tangkapjaring insang (gill net) di Kelurahan Sulamu sebesar Rp7.800.000/bulan sedangkan di Desa Pantai Beringin sebesar Rp 5.200.000/bulan. Jadi total bersih pendapatan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar Rp13.000.000/bulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS BIVALVIA DI PESISIR PANTAI SULAMANDA DESA MATA AIR KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANGStudi Ekologi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yusuf B. Ndapa (16384071) Struktur Ekologi Bivalvia di Pesisir Pantai Sulamanda, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang: Alfred G. O. Kase, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Secara ekologi, pesisir pantai Sulamanda memiliki habitat bagi keberlangsungan hidup bivalvia. Kehadiran beberapa bivalvia ekonomis di pesisir pantai Sulamanda menjadikannya sebagai bahan pangan untuk masyarakat di sekitar pesisir pantai tersebut salah satunya adalah Anadara sp. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas bivalvia meliputi keanekaragaman, keseragaman, dominansi, kepadatan dan kelimpahan jenis di pesisir pantai Sulamanda Desa Mata Air. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2021, di pesisir Pantai Sulamanda, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi langsung lapangan. Penentuan lokasi sampling menggunakan teknik purposive sampling dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode transek kuadran yang diletakkan tegak lurus dengan garis pantai pada saat air laut surut di lokasi keberadaan bivalvia. Analisis data dilakukan secara kuantitatif meliputi indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks kelimpahan. Hasil penelitian ini meliputi: Komposisi jenis bivalvia antara lain Stasiun I sebanyak 4 spesies dari 4 famili, Stasiun II sebanyak 3 spesies dari 3 famili, dan Stasiun III sebanyak 8 spesies dari 8 famili. Indeks keanekaragaman bivalvia yang ditemukan di ketiga stasiun tergolong keanekaragaman rendah. Indeks keseragaman di stasiun II tergolong dalam kondisi tertekan dan memiliki keseragaman rendah dan stasiun I dan III dikatakan bahwa ekosistem kurang stabil dan mempunyai keseragaman sedang. Indeks dominansi bivalvia di pantai Sulamanda Desa Mata Air tergolong sedang. Kelimpahan jenis bivalvia tertinggi terdapat di stasiun II adalah jenis Gemma gemma sebesar 91,567 individu/m², dan terendah di stasiun III yaitu jenis Anadara granosa sebesar 0,033 individu/m². Kepadatan relatif bivalvia tertinggi adalah Gemma gemma sebesar 95% di stasiun II, diikuti oleh Ostrea sp sebesar 59,5% di stasiun III dan Ostrea sp sebesar 47,7%. Kelimpahan tertinggi bivalvia adalah Gemma gemma sebanyak 119,43 individu/² dan Ostrea sp sebanyak 61,76 individu/m². Kata Kunci: Bivalvia, Struktur komunitas, Kelimpahan, Keanekaragaman, Pantai Sulamanda

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS DAN KEANEKARAGAMAN BIVALVIA DI PANTAI TABLOLONG KUPANG BARAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DALAM BENTUK BUKU SAKU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK IDENTIFIKASI JENIS-JENIS DAN KEANEKARAGAMAN BIVALVIA DI PANTAI TABLOLONG KUPANG BARAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DALAM BENTUK BUKU SAKU Ina,. T. A)* Nge, T. S )** Manu, S. N. T)** Bivalvia merupakan organisme yang termasuk dalam filum moluska yang umumnya ditemukan dan hidup di daerah intertidal. Bivalvia yang secara khas memiliki dua bagian cangkang, yang keduanya kurang lebih simetris dan belahan yang diikat oleh ligament sebagai pengikat yang kuat dan elastis. Bivalvia dapat ditemukan hidup diperairan laut, payau dan tawar. Informasi dari jenis Bivalvia tersebut dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi peserta didik dalam bentuk buku saku. Buku saku merupakan alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan informasi tentang materi pelajaran dan lainnya, sehingga dapat mengembangkan potensi siswa menjadi pembelajaran yang mandiri.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Jenis-jenis bivalvia, untuk mengetahui keanekaragaman bivalvia, untuk mengetahui pemanfaatan hasil penelitian tentang bivalvia di pantai tablolong dapat dijadikan sebagai sumber belajar dalam bentuk buku saku. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan di lapangan, dianalisis secara Deskriptif Kuantitatif. Indeks keragaman jenis ini digunakan untuk mengetahui keberagaman jenis bivalvia diperairan Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Filum mollusca kelas bivalvia yang ditemukan dikategorikan menjadi 8 spesies yaitu : Anadara antiquate (kerang bulu), Vasticardium lomboke, Asaphis violascens, Gafrium pectinatum, Barbatia amygdalumtostum, Barbatia Trapezina, Trachycardium flavum,dan Anadara passa. Nilai indeks keanekaragaman Bivalvia pada perairan Pantai Tablolong Kupang tergolong sedang, dengan nilai H’ tertinggi pada Transek III yaitu 1,82 dengan nilai H’ 1,8292303. Pengukuran parameter lingkungan meliputi parameter fisik yaitu suhu lingkungan Transek 1: 280C, Transek 2: 290C, Transek 3: 300C sedangkan parameter kimia yang meliputi salinitas Transek 1, 2 dan 3: 25%, dan pH lingkungan Transek 1: 7,12, Transek 2: 7,26, Transek 3: 7,39. Sedangkan pemanfaatan Hasil Penelitian Bivalvia Di Pantai Tablolong Sebagai Sumber Belajar Dalam Bentuk Buku Saku diperoleh hasil Uji kelayakan dari Uji ahli materi dengan skor sebesar 88,09%, Uji ahli desain dengan skor sebesar 94,64%, Uji ahli media dengan skor sebesar 97,5%, uji kelompok kecil dengan skor sebesar 89,58% dan uji kelompok besar dengan skor sebesar 85,52%. Hal tersebut menunjukkan bahwa buku saku jenis-jenis bivalvia berada dalam kualifikasi sangat baik dan tidak perlu direvisi. Kata kunci : Jenis-jenis Bivalvia di Pantai Tablolong, Buku Saku Keterangan * : Peneliti ** : Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strukrutur Komunitas Gastropoda di Zona Intertidal Pantai Lalendo (Inokiu), Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Pantai Lalendo memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar perairan didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di Pantai Lalendo (Inokiu) dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Maret-April 2022 di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di samping PT Tom,Stasiun II di depan budidaya Mutiara, Stasiun III di samping budidaya mutiara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 stasiun pengamatan di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) diperoleh 23 spesies dari 15 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah;Cerithium coloumna,Stasiun II adalahCanarium microurceus dan stasiun III adalahMargistrombus marginatus.Struktur komunitas gastropoda di zona intertidal pantaiLalendo ( Inokiu) tergolong diversitas sedang.Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata.Dominansi Gastropoda di zona intertidal Pantai Lalendo ( Inokiu) tergolong rendah. Kata kunci: Struktur komunitas, gastropoda, zona intertidal, pantai Lalendo Abstract Lalendo Pantai BeachIt has a sloping topography with a sandy beach substrate type with few rocks and the bottom of the waters is dominated by fine grained white sand and seagrass. Many marine biota found on the beach Lalendo ( Inokiu ) is used by local people, especially gastropods. Gastropods have an important role in ecological studies and are often used as indicators to assess changes that occur in the aquatic environment. Diversity organisms, both the number of species and the number of individual members of the species determine the character of the community. The purpose of this study was to determine the structure of gastropod community found in the coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency. This research was conducted in March -April 202 2 in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency at 3 (three) stations, namely Station I beside PT Tom , Station II at front cultivation Mutiara , Station III in side cultivation pearl . The method used in this research is a survey method. The results showed that the types of gastropods found at 3 observation stations in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) obtained 2 3 species from 1 5 families. The highest abundance of Gastropods at station I was; Cerithium coloumna , Station II is Canarium microurceus and station III is Margistrombus marginatus . Structure community gastropods in the intertidal zone Lalendo beach ( Inokiu ) is classified as medium diversity . The value of the uniformity of Gastropod species is close to the value of one, so the uniformity between species is the same or even. Gastropod dominance in the Coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) is low. Keywords: Structure community , gastropod , zone intertidal , beach Lalendo

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi filum echinodermata diperairan pantai namosain dikelurahan namosain kecamatan alak kota kupang nusa tenggara timur

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Echinodermata merupakan salah satu hewan yang paling penting dalam ekosistem laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen rantai makanan, pemakan sampah organik dan hewan kecil lainnya sehingga mempunyai peran sebagai pembersih lingkungan laut terutama pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi filum echinodermata yang ada di Pantai Namosain Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Nusa Tenggara Timur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode transek. Hasil penelitian menunjukan jenis Echinodermata yang ditemukan di Pantai Namosain Kelurahan Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Nusa Tenggara Timur terdapat tiga kelas Echinodermata yang ditemukan pada penelitian ini yaitu kelas Asteroidea,Ophiuroidea, Echinoidea dan 4 spesies Echinodermata, Protoreaster Nodosus, Macrophiotix Belii, Diadema Setosum, Echinothrix Calamaris. Jenis Echinodermata yang memiliki kelimpahan tertinggi pada waktu pengamatan yakni 0,435 ind/m² denganfrekuensi 54,28% diikuti oleh spesies Echinothrix Calamaris meiliki kelimpahan 0,104 ind/m² dan frekuensi 48,57%, Protoreaster nodosus 0,048 ind/m² frekuensi 40%, dan Macrophiotix Belii 0,019 ind/m² frekuensi 22,85%. hal ini disebabkan karena tempat ini merupakan daerah pemukiman penduduk, ada beberapa aktivitas yang dilakukan oleh mereka seperti mencari jenis hewan-hewan laut dan juga digunakan sebagai tempat rekreasi. Penutup saran yang dapat disampaikan yaitu perlu adanya tindakan pencegahan segera agar masyarakat menjaga dan melindungi kelestarian pantai Namosain sehingga ekosistem pantai tetap terjaga sehingga dapat melindungi persediaan keanekaragaman hayati yang bermanfaat di dalam ekosistem Namosain. Dengan adanya penelitian ini semoga bermanfaat untuk ilmu pengetahuan dan menjadi rujukan untuk penelitian selanjutnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA PANTAI LODIK KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LOZITO PIRES. Skripsi Tahun 2022, dengan judul: Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Lodik Kabupaten Malaka, Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini akan difokuskan pada strategi pengembangan agar dapat menarik minat wisatawan untuk dapat berkunjung serta mengetahui apa permasalahaan yang sedang di hadapi agar dapat mencari jalan keluar permasalahan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengembangan objek wisata pantai Loodik Kabupaten Malaka, serta dapat mengetahui strategi apa yang dapat dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya mengembangkan objek wisata dan juga menarik minat wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata Pantai Loodik Kabupaten Malaka. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yakni suatu metode analisis yang digunakan agar dapat mengetahu, menggambarkan atau memecahkan masalah secara sistematis dengan menggunakan metode analisi SWOT yang dimana sebagai instrument yang penting untuk mengetahui serta mengukur lingkungan untuk memperoleh strategi kekuatan, kelemahan, peluang dan juga ancaman yang diperlukan untuk dalam hal pengembangan lokasi pantai wisata Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data dengan Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam hal mengembangkan pariwisata pantai Loodik dibutuhkan kesadaran kerja sama dari semua pihak terkait baik itu pemerintah sebagai pendorong atau penggerak yang memberikan kewenangan yang penuh kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka dan pengelola lokasi pantai wisata Loodik agar dapat melakukan pengembangan dengan strategi-strategi pengembangan, pemeliharaan dan inofasi sehingga dapat mempertahankan yang sudah ada dan melengkapi hal yang menjadi penunjang agar menarik minat dari wisatawan. Kata Kunci : Pengembangan wisata, Pantai Loodik, Analisi SWOT

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI OEJAIN DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESIKE M. R TAFULI (16384150). Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Teres, Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu daerah yang menyediakan habitat bagi makroalga adalah perairan Pantai Teres yang terletak di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Daerah ini merupakan salah satu daerah pesisir pantai yang memiliki potensi sumberdaya alam cukup melimpah termasuk makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di perairan Pantai Teres yang ditinjau dari kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan frekuensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan dan metode survei. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode transek sebanyak 5 transek dengan jumlah kuadran tiap-tiap transek adalah 5 kuadran. Pengukuran kualitas perairan meliputi suhu, salinitas, arus, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis makroalga yang ditemukan di Perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen terdiri dari 3 divisi yaitu Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta serta 11 spesies. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Bornetella oligospora (sebesar 64,44 ind/m2), dan kepadatan relatif adalah Bornetella oligospora (sebesar, 43,80%). Kepadatan jenis dan relatif terendah adalah Sargassum sp. Dimana kepadatan jenis (sebesar 33,88 ind/m2) dan kepadatan relatif (sebesar 0,98%). Keanekaragaman jenis makroalga di perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen tergolong rendah, keseragaman jenis makroalga tergolong tidak merata dengan nilai E mendekati 0, dominansi jenis makroalaga dengan nilai artinya terdapat spesies yang mendominasi spesies lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan stabil. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi dengan rata-rata (sebesar 1), dengan frekuensi kemunculan terbanyak adalah jenis Bornetella oligospora. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi (1) dan frekuensi relatif tertinggi (sebesar 24)%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONTRIBUSI EKONOMI ISTRI NELAYAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN KELURAHAN NUNHILA (PANTAI BATU KEPALA), DAN KELURAHAN NUN BAUN SABU KECAMATAN ALAK, KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MARIA ELYSABETH PANDIE (15380123). Kontribusi Ekonomi Istri Nelayan Terhadap Pendapatan Keluarga Nelayan Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si dan ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Perempuan memiliki kontribusi yang berarti terhadap kondisi ekonomi rumah tangga nelayan. Peran wanita nelayan dari berbagi lapisan sosial yang berbeda dalam usaha perikanan maupun non-perikanan diharapkan dapat berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi ekonomi istri nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan di Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Penelitian ini telah dilaksanan pada bulan Januari 2021 di Kelurahan Nunhila (Pantai Batu Kepala) dan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi istri nelayan di Kelurahan Nunhila dan Kelurahan Namosain bekerja sebagai penjual ikan, kios, penjual sayur, penjual lauk, dan tenun kain. Kontribusi istri nelayan terhadap pendapatan keluarga nelayan di Kelurahan Nunhila yaitu 26.02% dan Kelurahan Namosain adalah sebesar 22.35%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEPADATAN SAMPAH LAUT DI PANTAI PASIR PANJANG KOTA KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN Stefanus Pangky Lamawato (15380063). Identifikasi Kepadatan Sampah Laut Di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang Nusa Tenggara Timur: WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.Ddan ROCKIE R. L SUPIT, S.Pi. M.Si, sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Perairan Pasir Panjang merupakan perairan yang berada dekat dengan pemukiman penduduk, pasar ikan dan tempat wisata. Kurangnya kesadaran masyarakat sekitar akan kebersihan pantai membuat ekosistem ini penuh dengan sampah plastik dan lain lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepadatan sampah laut di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan di Pantai Pasir Panjang Kota Kupang pada bulan April 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey dan metode deskriptif kualitatif dengan cara wawancara dengan responden, kemudian pengumpulan terhadap sampel sampah laut dilakukan dengan cara membuat garis transek sabuk (belt) dengan menarik garis transek sepanjang 100 m dan lebar 25 m pada keenam transek. Sampel yang didapat akan ditimbang dalam satuan gram dan kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Hasil analisis kategori jenis sampah yang terdapat di Pantai Pasir Panjang adalah jenis sampah plastik, karet, kaca, logam, dan lain-lain. Berdasarkan hasil analisis di lokasi penelitian tersebut komposisi jenis sampah yang paling dominanadalah kategori sampah plastik. Komposisi potongan sampah plastik dengan potongan terbanyak terdapatpadatransek 6 yaitu sebanyak 167 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,0668 pot/m2 dan berat sebanyak 0,36 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik yaitu 45,88% potongan dengan berat kepadatan 19,15% gram, sedangkan komposisi potongan sampah plastik terendah terdapat pada transek 1yaitu sebanyak 41 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,0164 pot/m2 dan berat 0,08 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik 51,25% potongan dengan berat 12,50% gram. Kata Kunci : Sampah Laut, Kepadatan, Jumlah dan Total Berat, Pantai pasir Panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kesehatan Hutan Mangrove Dengan Menggunakan Metode Hemispherical Photography di Pantai Abudenok, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FILIPUS YACOBUS FENDIRIKUS SERAN (18380046). Analisis Kesehatan Hutan Mangrove Dengan Menggunakan Metode Hemispherical Photography di Pantai Abudenok, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing I dan Ir. YOHANES MERRYANTO, S. M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di daerah pasang surut dengan karakterisktik tanah berlumpur atau berpasir serta memiliki kemampuan adaptasi sangat baik ketika daerah pasang surut mengalami surut terendah sampai pasang tertinggi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Metode ini dipilih karena memiliki kelebihan seperti waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan lebih minimum dengan cangkupan wilayah yang telah mewakili kondisi tutupan mangrove di kawasan Pantai Abudenok. Penentuan titik stasiun penelitian dilakukan dengan pengamatan secara langsung dilapangan ketika survei pendahuluan (ground check). Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi vegetasi mangrove yang ditemukan berdasarkan identifikasi morfologi seperti ciri dari bentuk akar, buah dan daun di Pantai Abudenok sebanyak 5 (lima) jenis dari 3 (tiga) famili yaitu Avicenniaceae, Sonneratiaceae dan Rhizophoraceae. Dari keseluruhan stasiun penelitian, nilai persentase tutupan mangrove tertinggi terdapat pada stasiun II dengan nilai persentase 71,40%, selanjutnya diikuti oleh stasiun III dengan nilai persentase 53,51% dan nilai persentase terendah terdapat pada stasiun I dengan nilai persentase 44,72%. Nilai rata-rata persentase tutupan mangrove seluruh stasiun memperoleh nilai mencapai 56,54%. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 201 tahun 2004 tentang Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove, hal ini dapat dikatakan status kondisi tutupan mangrove tergolong dalam kondisi sedang atau baik. Hasil analisis data kerapatan mangrove berdasarkan tingkat pohon pada berbagai vegetasi mangrove didapatkan hasil yang berbeda-beda pada setiap stasiun. Jumlah total kerapatan pohon seluruh jenis mangrove pada setiap stasiun berkisar antara 933,32-1466,66 pohon/ha. Nilai rata-rata kerapatan mangrove di Pantai Abudenok mencapai 1188,88 pohon/ha dengan kondisi kerapatan mangrove di Pantai Abudenok tergolong sedang atau baik. Kerapatan jenis tertinggi pada stasiun I adalah jenis Avicennia officinalis dan Rhizophora stylosa (433,33 pohon/ha), stasiun II tertinggi pada jenis Avicennia officinalis (533,33 pohon/ha), dan pada stasiun III nilai tertinggi pada jenis Rhizophora stylosa (500 pohon/ha).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis kesesuaian dan daya dukung dalam pengembangan wisata pantai teluk gurita kecamatan kakuluk Mesak kabupaten belu

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN Yanuarius Tabora (16381911). Analisis Potensi dan Daya Dukung Dalam Pengembangan Wisata Pantai Teluk Gurita Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu Pembimbing 1 Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi, M.Si dan Pembimbing 2 Adi N. T. Langga, S.Pi., M.Si, M.Sc. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Wilayah pesisir merupakan daerah pertemuan antara daratan dan lautan yang mempunyai fungsi seperti: sarana transportasi, pelabuhan, rekreasi pantai dan sarana industri agrobisnis. Suatu wilayah pesisir terdapat satu atau lebih sistem lingkungan (ekosistem dan sumber daya pesisir). Wilayah pesisir dan lautan memiliki potensi sumberdaya energi yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain sumberdaya energi, sumberdaya alam pesisir memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi Informasi tentang pengembangan wisata Pantai Teluk Gurita sebagai objek wisata bahari dan menganalisa potensi serta daya dukung yang digunakan sebagai faktor penentu dalam pengembangan di kawasan pariwisata Pantai Teluk Gurita. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat kualitatif, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau langsung dari objek/subjek yang diamati. Hasil penelitian kesesuaian kawasan menunjukan bahwa wilayah yang dimaksud berpotensi untuk pengembangan wisata pantai kategori rekreasi pantai karena termasuk dalam kategori sangat sesuai yakni tidak memiliki faktor-faktor pembatas yang besar dalam pengelolaan sumberdaya alam namun tidak ada pembatas yang kurang signifikan atau tidak signiffikan sama sekali. Daya dukung kawasan wisata berdasarkan hasil analisa aktifitas wisata yang dilakukan yaitu sebanyak 779 orang per harinya dan khusus pada hari libur. Hal ini berarti kawasan wisata pantai Teluk Gurita mempunyai daya dukung yang besar sehingga dapat dikembangkan lagi dalam penggunaan kawasannya. Kata kunci: potensi, daya dukung,Pantai Teluk Gurita

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEPADATAN SAMPAH LAUT (Marine debris) DI PANTAI MOTADIKIN DAN PANTAI MAUBESI KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pantai Motadikin dan Pantai Maubesi merupakan daerah pesisir yang dekat dengan pemukiman penduduk, dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai daerah penangkapan ikan bagi nelayan, serta menjadi daerah tujuan wisata bagi masyarakat Kabupaten Malaka. Adanya aktivitas penduduk, nelayan dan pengunjung wisata akan berdampak buruk terhadap keberadaan sampah laut di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan kepadatan sampah laut yang ada di wilayah pesisir Pantai Motadikin dan Pantai Maubesi Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Penelitian dilakukan di perairan Pantai Motadikin dan Pantai Maubesi selama satu bulan yaitu pada bulan Mei 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey, kemudian pengumpulan terhadap sampel sampah laut dilakukan dengan cara membuat garis transek sabuk (belt) dengan menarik garis transek sepanjang 100 m dan lebar 10 m di stasiun I dan II, setiap stasiun dibagi kedalam 3 (tiga) garis transek. Hasil analisis kategori jenis sampah yang terdapatkan di Pantai Motadikin dan Pantai Maubesi adalah jenis sampah plastik, karet, kaca, logam, dan lain-lain (kain dan kertas) dengan kategori jenis sampah yang paling dominan adalah kategori sampah plastik. Komposisi potongan sampah plastik dengan potongan terbanyak terdapat pada Pantai Motadikin yaitu sebanyak 1.246 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,42 pot/m2 dan berat sebanyak 4,41 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik yaitu 73% potongan dengan berat kepadatan 41% gram, sedangkan komposisi potongan sampah plastik terendah terdapat pada Pantai Maubesi yaitu sebanyak 1.055 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,35 pot/m2 dan berat 5,23 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik 70% potongan dengan berat 41% gram.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN MAKRO ALGA DI PANTAI KANATANG KECAMATAN KANATANG KABUPATEN SUMBA TIMUR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan pesisir merupakan habitat berbagai organisme yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu organisme yang menghuni perairan pesisir adalah Makroalga.Secara ekologis makroalga merupakan tempat asuhan dan perlindungan bagi jenis-jenis ikan tertentu (nursery ground), sebagai tempat mencari makan alami ikan-ikan hewan herbivora.Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui, Jenis Makro Alga di pantai kanatang Kecematan Kanatang Kabupaten Sumba Timur.Penelitimenyiapkanalatdanbahan yang akandipergunakanuntuk penelitian.penentuan titik awal, sehingga dapat memperoleh gambaran umum mengenai lokasi penelitian.Tentukan titik awal sebagai lokasi penelitian, dalam hal ini titik awal (T1) di tandai dengan kayu patok dan menentukan kuadran 1 (K1) dan lebar tiap kuadran adalah 1 X 1 meterMelakukan pengamatan pada setiap transek yang telah ditentukan dan setiapgaristransekdiberisebuahkuadranukuran 1m x 1m denganjarak interval per plot 10 meter.Sampling dilakukansaat air lautsurut.Hasil penelinitian dari perhitungan keanekaragaman menggunakan Shannon Weiner dihasilkan bahwa keanekaragaman Makro Alga Di Pantai Kanatang yaitu 1,64. Hal inidiketahui bahwa Indeks Keanekaragaman diPantai Kanatang ini tergolong dalamka tegorisedang. Keanekaragaman Makro Alga akan dikatakan tinggi apabila memiliki nilai H' ≥ 3,dikatakan keanekaragaman sedang apabila memiliki nilai 1 H'< 3, dan keanekaragaman rendah apabila memiliki nilai H' ≤ 1. Hal ini diketahui bahwa Indeks Keanekaragaman di Pantai Kanatang ini tergolong dalam kategori rendah. Kesimpulan Berdasarkan penilitian yang telah dilakukan di pantai kanatang maka dapat di simpulkan bahwa wilayah ini hanya di temukan 7 jenis makro alga yaitu padina australis,sargasum polycystum, spinosum Sp SargasumEucheumaCottani. dengan jumlah 14 individu, dan untuk perhitungan mengunakan shannon-winer indeks keanekaragaman jenis adalah 0,191 termasuk dalam kategori sedang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (DOTY) DOTY DI PESISIR PANTAI OELUA KECAMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Yovita Bui Kali(16382016) Analisis Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezii(Doty) Doty Di Pesisir Pantai Oelua Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao : Donny M.Bessie, S.Pi.M.Si., Wilson L.Tisera,S.Pi.M.Si.,Ph.D Sebagai Pembimbing I dan II, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Desa Oelua merupakan salah satu Desa yang berada Dikecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao Letaknya dipesisir Pantai Oelua. Wilayah Pesisirnya bisa dimanfaatkan untuk dijadikan budidaya rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya rumput laut kappaphycus alvarezii(Doty) Doty Dipesisir Pantai Oelua Kecamatan Rote Barat Laut Kabupten Rote Ndao. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus-September2020.metode yang digunakan metode lepas dasar dan analisis data yang digunakan sanagat sesui, sesuai dan tidak sesuai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan budidaya rumput laut baik faktor fisika dan kimia termasuk dala kategori sangat sesuai terdiri dari Derajat Keasaman, Oksigen Terlarut, Pencemaran, Keterlingungan, Substrat, Salinitas, Nitrat dan Fosfat.dan Faktor fisika dan kimia termasuk dalam kategori sesuai terdiri dari Arus, dan Kecerahan, dan juga Faktor fisika kimia yang termasuk dalam kategori tidak sesuai terdiri dari suhu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KERUSAKAN PANTAI Suatu Tinjauan Eko-teologi terhadap Kerusakan Pantai Akibat Aktivitas Penambangan Pasir dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Manuoen, Klasis Rote Timur”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada permasalahan kerusakan pantai akibat aktivitas penambangan pasir yang dilakukan oleh Jemaat GMIT Imanuel Manuoen. Aktivitas penambangan tersebut terus berlangsung meskipun jemaat menyadari dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Fokus penelitian ini berangkat dari realitas kerusakan lingkungan pesisir yang semakin meningkat dari waktu ke waktu sebagai akibat dari berbagai aktivitas manusia, yang berdampak signifikan baik bagi keberlangsungan kehidupan manusia maupun bagi kelestarian alam itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kehidupan jemaat, menganalisis penyebab serta dampak kerusakan pantai, dan mengkaji implikasi kerusakan tersebut bagi Jemaat GMIT Imanuel Manuoen, Klasis Rote Timur. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang bertujuan untuk memahami pengalaman hidup dan realitas jemaat dalam keterlibatannya pada aktivitas penambangan pasir. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tinjauan ekoteologi, khususnya teori ekofeminisme Sally McFague tentang The Body of God. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama. Pertama, penyebab utama kerusakan pantai adalah dominasi pandangan antroposentris, meningkatnya tuntutan ekonomi, serta budaya jemaat yang cenderung memandang alam semata-mata sebagai objek eksploitasi. Kedua, kerusakan pantai memberikan dampak yang signifikan tidak hanya terhadap keberlanjutan kehidupan jemaat, tetapi juga terhadap keseimbangan ekosistem lingkungan pesisir. Ketiga, kerusakan pantai tidak hanya merupakan persoalan ilmiah dan ekologis, melainkan juga mencerminkan krisis moral dan spiritual, sehingga gereja memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran ekologis jemaat. Keempat, perspektif alam semesta sebagai tubuh Allah mendorong jemaat untuk memandang alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai bagian dari tubuh Allah yang harus dihargai, dirawat, dan dilestarikan sebagai wujud tanggung jawab iman kepada Sang Pencipta.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail