Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Jaring Insang
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pendapatan Nelayan Tangkap Pada Usaha Perikanan Jaring Insang (Gill Net)di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASRIDA NOFUS (15380087).ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kecamatan Sulamu merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang yang memiliki 6 Desa dan 1 Kelurahan yang memiliki potensi perikanan yakni Kelurahan Sulamu, Desa Pitai, Desa Pantai Beringin, Desa Oeteta, Desa Pariti dan Desa Bipolo, lima desa tersebut memiliki beberapa potensi perikanan yakni budidaya rumput laut, tambak garam, tambak ikan bandeng, ekosistem mangrove, dan melakukan penangkapan ikan kepiting dan kerang. Sedangkan ada dua desa yang memiliki potensi perikanan yang menggunakan alat tangkap jaring insang (gill net). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2022 di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Dalam penelitian ini jumlah sampel yang digunakan adalah 35 responden dari total populasi sebanyak 35 orang yang berasal dari dua lokasi yakni Kelurahan Sulamu berjumlah 25 orang dan Desa Pantai Beringin berjumlah 10 orang.Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah penerimaan, biaya tetap,pendapatan dan biaya penyusutan. Rata-rata hasil tangkapan di Kelurahan Sulamu sebesar 780kg/bulan sedangkan di Desa Pantai Beringin sebesar 650kg/bulan. Jadi total hasil tangkapan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar 1.430 kg/bulan.Rata-rata total biaya yang dikeluarkan pada usaha nelayan tangkap jaring insang (gill net) diKelurahan Sulamu sebesar Rp1.563.054,00/bulan dan di Desa Pantai Beringin sebesar 1.655.332,00/bulan. Jadi total hasil tangkapan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar 3.218.386,00/bulan.Rata-rata pendapatan bersih nelayan tangkapjaring insang (gill net) di Kelurahan Sulamu sebesar Rp7.800.000/bulan sedangkan di Desa Pantai Beringin sebesar Rp 5.200.000/bulan. Jadi total bersih pendapatan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar Rp13.000.000/bulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) DI PERAIRAN OESAPA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YOSUA DIKSON TAEMNANU (16382423) Analisis Tingkat Pendapatan Nelayan dengan Menggunakan Alat Tangkap Jaring Insang (Gill Net) di Perairan Oesapa Barat Kota Kupang. (di bawah bimbingan: ALFRED G. O. KASE, S.Pi., M.Si.,Ph.D dan Wilson L. Tisera, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Pendapatan nelayan adalah hasil yang diterima oleh seluruh nelayan, setelah melakukan kegiatan penangkapan ikan pada waktu tertentu. Namun hasil tangkapan ikan yang diperoleh belum bisa di katakan sebagai pendapatan, jika belum terjadi transaksi jual beli. Transaksi yang dimaksud yaitu transaksi jual beli antara nelayan dengan pembeli dan transaksi antara nelayan dengan bandar ikan. Alat tangkap ikan yang biasa digunakan di perairan Oesapa Barat adalah Jaring Insang. Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi produksi penangkapan ikan menggunakan kapal Jaring Insang adalah Trip penangkapan, ukuran mesin kapal, ukuran alat tangkap dan tenaga kerja. Realita yang terjadi di kalangan nelayan Oesapa Barat setelah produksi masih jarangnya nelayan yang menghitung detail analisis usaha nelayan secara ekonomi artinya mereka tidak pernah membuat perincian biaya-biaya yang dikeluarkan baik berupa biaya, tetap, variabel serta tidak pernah menghitung jumlah penerimaan dalam sekali produksi sehingga berapa keuntungan yang didapatkan dalam sekali produksi hampir tidak diketauhi. Hal ini disebabkan karena keterbatasan pendidikan dan pengetahuan nelayan itu sendiri, besar kecilnya pendapatan yang diperoleh nelayan sangat mempengaruhi motivasi nelayan itu sendiri dalam melakukan usaha nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Pendapatan Nelayan Dengan Menggunakan Alat Tangkap Jaring Insang (Gill Net) di Perairan Oesapa Barat Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Adapun objek dalam penelitian ini dikhususkan pada tingkat pendapatan nelayan yang menggunakan alat tangkap gill net di Perairan Pantai Oesapa Barat Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil Penelitian menunjukan Nelayan Gill Net di Oesapa Barat memperoleh keuntungan nelayan perbulan Rp Rp.4.037.752 dan berdasarkan analisis ekonomi BEP, ROI dan BCR ratio bahwa usaha penangkapan ikan layak di usahakan/dijalankanHasil tangkapan utama Pukat (Gill Net) adalah ikan Barakuda (Sphyraena borealis), ikan kembung (Rastrelliger kanagurta), ikan belang kuning (Caranx leptolepis), ikan tenggiri (Acanthocybiumsolandri), ikan bawal putih (Pampus argenteus), dan Ikan Belanak (Valamugil seheli).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN JARING INGSAN PERMUKAAN SIANG DAN MALAM DI PERAIRAN ESA AFENGMALE ,DESA TELUK KENARI KABUPATEN ALOR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Secara umum kondisi perikanan laut di Indonesia didominasi oleh perikanan rakyat yang menggunakan pantai sebagai daerah penangkapannya. Hampir 90% produksi ikan Indonesia disumbangkan dari perikanan pantai, yang secara umum merupakan perikanan skala kecil.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2021, bertempat di Perairan Esa Afengmale Desa Teluk Kenari Kabupaten Alor.Jaring insang merupakan jaring ikan dengan bentuk empat persegi panjang, mempunyai mata jaring sama ukurannya pada seluruh jaring, lebar jaring lebih pendek jika dibandingkan dengan panjangnya. Jumlah mesh depth lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah mesh size padaarah panjang jaring.Ditinjau dari segi jumlah individu maka terlihat ikan yang tertangkap pada malam hari 58.496 ekor lebih banyak dibandingkan dari pagi hari 29.760 ekor, hal ini karena ikan yang tertangkap pada malam hari salah satunya jenis tembang yang selalu bermigrasi dalam gerombolan besar. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan hal¬-hal sebagai berikut:Jumlah ikan yang paling banyak tertangkap pada siang hari yakni ikan terbang 17.500 ekor berat 533,75 kg yang paling sedikit tertangkap adalah ikan baronang 3.150 ekor berat 315 kg. Sedangkan jumlah penangkapan yang paling banyak didapat pada malam hari adalah ikan kombong 31.490 ekor berat 1.005,8 kg dan yang paling sedikit tertangkap pada malam hari adalah ikan cakalang 6 ekor berat 58 kg. Dengan total jumlah ikan yang tertangkap pada siang hari 29.760 ekor dan berat 2.047.75. Sedangkan jumlah total ikan yang tertangkap pada malam hari adalah 58.496 ekor dengan berat 3.411,8 kg.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) DI KECAMATAN BORONG KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ARSO SARGOSA SAU (15380136). Analisis Pendapatan Nelayan Tangkap Jaring Insang (Gill Net) Di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur WILSON L. TISERA., S.Pi M. Si, Ph.D dan DONNY M. BESSIE.,S.Pi, M.Si, sebagai pembimbing I dan II Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Jaring insang gill net merupakan alat tangkap yang sebagian besar digunakan oleh nelayan di Kecamatan Borong. Demikian kajian tentang analisis pendapatan nelayan tangkap jaring insang gill net yang diangkat dari jumlah produksi hasil rangkapan dan biaya operasional, harga jual yang dikeluarkan penting untuk dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui berapa besar pendapatan nelayan tangkap pada usaha perikanan Jaring Insang (Gill Net) di Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dan metode deskriptif, data skunder yang diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian ini menujukan besarnya jumlah rata-rata hasil tangkapan nelayan jaring insang gill net di Kecamatan Borong 1,950 kg/bulan besarnya rata-rata total biaya yang dikeluarkan pada usaha nelayan tangkap jaring insang gill net di Kecamatan Borong sebesar Rp. 13.212.766/ bulan, dan rata-rata pendapatan bersih nelayan tangkap jaring insang gill net di Kecamatan Borong sebesar Rp 19.287.270/ bulan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail