ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pengaruh Penggunaan Enzim Lipase Terhadap Kualitas Keju
Klaes. M. A)* Ledo. M. E. S) ** Daud. Y)**
Enzim Lipase berperan dalam pembebasan lemak susu sehingga memberikan flavor pada keju. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan enzim lipase terhadap kualitas keju ditinjau dari parameter rasa, aroma, tekstur, warna dan asam lemak bebas pada keju. Metode yang digunakan ialah metode eksperimen, metode titrasi dan metode uji hedonik dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 taraf perlakuan 3 kali ulangan dan 1 kontrol yaitu kontro kontrol(+) dengan variasi konsentrasi lipase mild di peroleh total 15 unit percobaan. Data yang di peroleh dianalisis secara kuantitatif dan kaualitatif dengan menggunakan uji anova. Dalam penelitian ini yang diuji yaitu kadar asam lemak bebas dan uji hedonik. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kadar asam lemak bebas palmitat dan asam lemak oleat tertinggi terdapat pada kontrol positif (+) tanpa variasi konsentrasi lipase, dengan rata-rata asam palmitat 8,2% dan rata-rata asam oleat 9,0% Sedangkan hasil uji hedonik pada keju diperoleh dari tingkat kesukaan panelis tidak teratih pada warna, rasa, aroma dan tekstur memiliki kesukaan tertinggi pada perlakuan P3 dengan variasi konsentrasi lipase dari kecambah biji kesambi 0,75 g dengan nilai rata-rata warna(14,8), rasa (14,6), aroma (14,8), tekstur (14,4). Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan enzim lipase dari kecambah biji kesambi terhadap kualiatas keju memiliki pengaruh yang sangat nyata pada kadar asam lemak, dan juga uji hedonik warna, rasa, aroma dan tekstur keju.
Kata kunci: Lipase, keju,asam Lemak bebas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “PENGARUH LAMA PERKECAMBAHAN TERHADAP AKTIVITAS EKSTRAK KASAR LIPASE DARI BIJI KESAMBI (Schleichera oleosa)’’ Pinto, S, R. )* **) Ledo, S, E, M **) Solle, L, R, H Enzim lipase merupakan Salah satu enzim yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan bioteknologi. Lipase dapat dihasilkan dari hewan, mikroba (bakteri, yeast, fungi) dan tumbuhan, salah satunya tumbuhan kesambi. Bagian tumbuhan kesambi yang dapat menghasilkan lipase adalah pada biji. Perkecambahan merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang berkembang menjadi tumbuhan muda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perkecambahan terhadap aktivitas ekstrak kasar lipase dan kadar protein dari biji kesambi .Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen dengan variasi waktu perkecambahan, yang dianalisi menggunaakan regresi linear sederhana dan deskriptif kuantitatif dengan rumus uji aktivitas lipase dan aktivitas spesifik. Berdasarkan hasil penelitan yang didapatkan uji aktivitas hidrolisis lipase pada kecambah biji kesambi tertinggi adalah hari ke 12 sebesar 46,66 U/mL, sedangakan kadar protein tertinggi pada hari ke 4 sebesar 6,91 mg/mL, dan aktivitas spesifik tertinggi pada hari ke 12 sebesar 15,40 U/mg . Sehingga semakin lama proses perkecambahan biji kesambi, maka semakin tinggi aktivitas lipase dan aktivitas spesifiknya. Kata Kunci :Lipase, Perkecambahan, Uji Aktivitas Hidrolisis Keterangan: *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “PEMANFAATAN BIJI KAYU BESI PANTAI (MILLETIA PINNATA L.) UNTUK SINTESIS LIPASE MELAUI SOLID STATE FERMENTATION (SSF)” Karata M. M* Ledo M.E.S** Sabuna A. Ch** Biji kayu besi pantai mengandung minyak nabati sehingga dapat digunakan untuk bahan baku biodiesel. Menurut penelitian Arpiwi dkk (2013), komposisi utama asam lemak minyak kayu besi pantai M. pinnata L. terdiri dari asam oleat (51%), linoleat (19%), palminat (11%) dan stearat (6%) Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah biji kayu besi pantai M. pinnata L. dapat digunakan sebagai media pertumbuhan fungi lipolitik yang diisolasi dari biji Milletia pinnata L untuk sintesis lipase. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dilakukan dalam 4 tahap yaitu 1) Isolasi fungi Lipolitik Indegenus dari biji kayu besi pantai; 2) fermentasi substrat padat pada bungkil biji kayu besi pantai; 3) ekstraksi enzim lipase; 4) analisis lipase menggunakan metode titrasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada isolasi fungi lipolitik terdapat lima ciri yang berbeda yaitu pada isolat FLMK1 warna koloni kuning kecoklatan dan warna spora kuning tua dengan aktivitas lipase 602,5 U/mL, isolat FLMK2 warna koloni hijau tua dan warna spora cokelat kehitaman dengan aktivitas lipase 452,5 U/mL, isolat FLMK3 warna koloni cokelat dan spora berwarna cokelat tua dengan aktivitas lipase 502,5 U/mL, isoalat FLMK4 warna koloni hitam dan spora berwarna hitam dengan aktivitas lipase 515 U/mL, isolat FLMK5 warna koloni cokelat dan spora berwana hitam dengan aktivitas lipase 562,5U/mL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aktivitas enzim lipase ada isolat FLMK1 dengan ciri koloni berwarna kuning yang tertinggi adalah 602,5 U/mL dan yang terendah adalah 452,5 U/mL pada isolat yang ke dua. Kata kunci : Biji kayu besi pantai(Milletia pinnata L), SSF, Lipase Keterangan * : Peneliti **: Pembimbing