Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Kelurahan Sulamu
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BIOEKOLOGI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PERAIRAN SULAMU KELURAHAN SULAMU KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ARSI ANAT LEOKUNA (19380003). Analisis Bioekologi Lokasi Budidaya rumput Laut di Perairan Sulamu Kelurahan Sulamu Kabupaten.WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, P.hD. dan IMANUEL J. EMOLA, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kelurahan Sulamu Merupakan Salah satu Kelurahan yang berada di Kecamatan, Sulamu yang memiliki potensi sumber daya hayati pesisir yang cukup besar.juga potensi budidaya rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bioekologi lokasi budidaya rumput laut di Perairan Sulamu Kelurahan Sulamu Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan April 2023, di Perairan Sulamu Kelurahan Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode Servei dengan melakukan observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengambilan Sampel Makro alga menggunakan metode garis transek kuadtran dengan ukuran 1x1 m.. untuk memperoleh data lamun sebagai objek penelitian di gunakan metode transek kuatran. Pengambilan sampel Echinodermata menggunakan metode belt transet. Data makro alaga yang diambil adalah kepadatan, indeks keanekaragaman,dan indeks dominasi. Data lamu yang di ambil Kerapatan jenis dan relatif , frekoensi jens relatif dan penutupan lamun. Echinodermata yang di ambil yaitu kepadatan keanekaragaman dan dominasi . Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kelimpahan jenis dan relatif makroalga tertinggi adalah ditemukan pada jenis Ulva intestinalis dengan nilai kepadatan yaitu (10,00 individu/m2 38,12%). Sedangkan kepadatan jenis dan relatif relatif terendah adalah jenis graciralia sp dengan jumlah nilai (1,87 individu/m2 dan 1,73 individu/m2). Indeks keseragaman indeks keanekaragaman dan indeks dominasi makro alga tertinggi sebesar (0,504, 0,449, 0,093). Nilai kerapatan jenis relatif Lamun tertinggi terdapat pada halodule pinifolia dengan nilai kerapatan (19,47 m2, 38,65 %). Sedangkan nilai terendah kerapatan jenis dan relatif pada jenis enhalus acoroides dengan jumlah nilai (4,00m2,7,94%). Nilai frekonesi jenis dan relatif tertinggi terdapat jenis halodule pinifolia dengan nilai frekoensi (19,467m2 ). Sedangkan nilai terendah jenis frekoensi dan relatif terdapat pada jenis enhalus acoroides dengan nilai (4,000m2). Nilai penutupan jenis dan relatif tertinggi dengan jumlah nilai 3,86 dan terendah paada jenis enhalus acoroides dengan jumlah nilai (0,79%).Penutupan relatif tertinggi halodule pinifolia sebesar 38,65% dan penutupan relatif terendah pada jenis enhalus acoroides dengan jumlah nilai (7,94%). Kepadatan jenis dan relatif echinodermata tertinggi adalah di temukan pada jenis Ophiactidae dengan jumlah nilai 113 individu/m2 dan kelimpahan terendah pada jenis Halothuriidae dengan jumlah nilai (37 individu/m2 ). Kepadatan speseis tertinggi pada spesies macrophiotrix belli dengan jumlah nilai (3,00 individu/m2). sedangkan kepadatan spiesies terendah paada spesies linckia laevigata dengan jumlah nilai (0,10 individu/m2). Perhitungan indeks keanekaragaman, dominasi echinodermata (0,504, 0,449 dan 0,093).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pendapatan Nelayan Tangkap Pada Usaha Perikanan Jaring Insang (Gill Net)di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASRIDA NOFUS (15380087).ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kecamatan Sulamu merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang yang memiliki 6 Desa dan 1 Kelurahan yang memiliki potensi perikanan yakni Kelurahan Sulamu, Desa Pitai, Desa Pantai Beringin, Desa Oeteta, Desa Pariti dan Desa Bipolo, lima desa tersebut memiliki beberapa potensi perikanan yakni budidaya rumput laut, tambak garam, tambak ikan bandeng, ekosistem mangrove, dan melakukan penangkapan ikan kepiting dan kerang. Sedangkan ada dua desa yang memiliki potensi perikanan yang menggunakan alat tangkap jaring insang (gill net). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April 2022 di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yang dilakukan dengan teknik wawancara langsung dan dilengkapi kuisioner sebagai alat bantu berupa daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Dalam penelitian ini jumlah sampel yang digunakan adalah 35 responden dari total populasi sebanyak 35 orang yang berasal dari dua lokasi yakni Kelurahan Sulamu berjumlah 25 orang dan Desa Pantai Beringin berjumlah 10 orang.Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah penerimaan, biaya tetap,pendapatan dan biaya penyusutan. Rata-rata hasil tangkapan di Kelurahan Sulamu sebesar 780kg/bulan sedangkan di Desa Pantai Beringin sebesar 650kg/bulan. Jadi total hasil tangkapan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar 1.430 kg/bulan.Rata-rata total biaya yang dikeluarkan pada usaha nelayan tangkap jaring insang (gill net) diKelurahan Sulamu sebesar Rp1.563.054,00/bulan dan di Desa Pantai Beringin sebesar 1.655.332,00/bulan. Jadi total hasil tangkapan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar 3.218.386,00/bulan.Rata-rata pendapatan bersih nelayan tangkapjaring insang (gill net) di Kelurahan Sulamu sebesar Rp7.800.000/bulan sedangkan di Desa Pantai Beringin sebesar Rp 5.200.000/bulan. Jadi total bersih pendapatan nelayan tangkap jaring insang (gill net) di Kecamatan Sulamu sebesar Rp13.000.000/bulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGETAHUAN AKUNTANSI DAN SKALA USAHA TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI STUDI PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KELURAHAN SULAMU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kelurahan Sulamu Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan akuntansi dan skala usaha secara parsial terhadap penggunaan informasi akuntansi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  di Kelurahan Sulamu, serta menganalisis pengaruh pengetahuan akuntansi dan skala usaha secara simultan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  di Kelurahan Sulamu. Variabel dalam penelitian ini adalah Pengetahuan Akuntansi (X1), Skala Usaha (X2), dan Penggunaan Informasi Akuntansi (Y). Populasi dalam penelitian ini yaitu UMKM yang berada di Kelurahan Sulamu sebanyak 149 usaha sedangkan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 60 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik, analisis linear berganda, uji koefisien determinasi, uji t dengan bantuan Software SPSS. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh bahwa pengetahuan akuntansi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Ditemukan juga bahwa skala usaha berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor kebutuhan yang ditentukan oleh ukuran usaha lebih dominan dari pada kemampuan memahami akuntansi dalam menentukan penggunaan informasi akuntansi sehingga penggunaan informasi akuntansi tidak tergantung pada seberapa paham seseorang tentang akuntansi, melainkan pada seberapa besar atau kompleks usaha yang di kelola karena skala usaha yang berbeda membuat informasi akuntansi menjadi perlu atau tidak perlu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail