ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Makrozoobenthos adalah organisme dasar yang berukuran relatif besar yaitu lebih dari 1 mm. Keberadaan organisme ini di dasar perairan sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi perairan. Perubahan-perubahan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai aktifitas baik secara alami seperti sedimentasi dan aktifitas non-alami seperti penambangan bauksit. Keberadaan dan kelimpahan beberapa jenis makrozoobenthos sebagai hewan bentik sangat dipengaruhi oleh kondisi habitatnya yaitu sedimen dasar dan kualitas air. Sedimen dasar selain sebagai habitat komunitas makrozoobenthos juga menyediakan sumber bahan makanan bagi beberapa jenis makrozoobenthos. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi jenis, Kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi di Perairan Nitneo Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei langsung yaitu teknik pengumpulan data dengan menghitung dan mengukur langsung di lapangan. Penentuan stasiun di lokasi penelitian menggunakan metode purposive random sampling dan metode transek. Hasil penelitian menunjukan Jumlah jenis makrozoobenthos yang ditemukan di Perairan Nitneo Kecamatan Kupang Barat terdiri dari 14 family, 15 genus dan 15 spesies makrozoobenthos.Kelimpahan jenin makrozoobenthos tertinggi yaitu Protoreaster nodosus dengan nilai kelimpahan jenis dan terendah yaitu Libnia emarginata dan Pseudorhombus arsius . Kelimpahan relative tertinggi yaitu Protoreaster nodosus dan kelimpahan relative terendah yaitu Libnia emarginata. Hasil perhitungan indeks keanekaragaman diperoleh nilai 0,1 termasuk dalam kategori rendah, perhitungan indeks keseragaman diperolen nilai 0,09 dengan kategori rendah dan Indeks dominansi pada lokasi penelitian sebesar 0,15 dikategorikan tidak ada jenis yang mendominansi
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FRANSISKUS ALDI PALA (18380019) Struktur Komunitas Karang Di Perairan Pantai Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi.,M.Si sebagai Pembimbing II, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Terumbu karang merupakan ekosistem laut tropis yang paling kompleks dan produktif. Struktur komunitas mempunyai beberapa indeks ekologi yang meliputi indeks keanekaragaman, indeks Keseragaman dan dominansi. Ketiga indeks ini saling berkaitan dan mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Struktur Komunitas Karang di Perairan Pantai Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang meliputi, persentase penutupan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2022, di Perairan Pantai Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan LIT (Line Intercept Transect) dengan menggunakan empat transek dan panjang masing-masing transek yaitu 50 meter. penelitian menunjukan persentase tutupan karang di Perairan Pantai Bolok, pasir berkisar antara 0%-32%, patahan karang berkisar antara 20%-88%, karang lunak berkisar antara 0%-1%, karang mati yang di tumbuhi alga 0%-65% dan karang keras berkisar antara 10%-25%. Komposisi jenis karang yang ditemukan 10 genus, 15 spesies dan 57 individu. Struktur komunitas karang Indeks keanekaragaman yang didapat 1,07 (0,75 E≥ 1) menunjukkan keanekaragam sedang, Nilai indeks keseragaman sebesar 0,89 (0,75 E≥ 1) tergolong keseragaman tinggi, Nilai dominansi 0,10 (0,5 ˂ C ≤ 0,75) menunjukkan dominansi sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekosistem mangrove di Desa Tanah Merah merupakan tempat bermuaranya seluruh bahan pencemar yang membawa berbagai macam bahan pencemar berasal dari daratan masuk ke dalam perairan laut. Oleh karena itu, pada ekosistem mangrove akan mudah dijumpai berbagai jenis bahan pencemar yang berasal dari kegiatan manusia biasa membuang sampah ke sungai atau, sehingga sampah tersebut terbawa arus dan terperangkap di daerah mangrove. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis sampah dan kepadatan sampah yang terdapat pada hutan mangrove di Desa Tanah Merah. Penelitian ini telah dilakukan di ekosistem mangrove Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang selama satu bulan yaitu pada bulan Juni 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey, kemudian pengumpulan terhadap sampel sampah laut dilakukan dengan cara membuat garis transek sabuk (belt) dengan menarik garis transek sepanjang 100 m dan lebar 5 m setiap garis transek dengan jarak antar transek 450 m. Sampel yang di sortir berdasarkan jenis kemudian ditimbang dalam satuan gram dan dilakukan pengolahan data analisis menggunakan Microsoft Excel. Jenis sampah yang terdapat di Hutan Mangrove Desa Tanah Merah yang terindetifikasi adalah sampah jenis kantong plastik, karung, sepatu, kaleng, karet ban, kain, tali nilon, pecahan kaca, kertas, botol plastik, gelas plastik, botol kaca. Berdasarkan hasil analisis di setiap transek penelitian tersebut jumlah jenis sampah yang paling dominan adalah kategori sampah jenis kantong plastik di transek I, II, dan IV dan transek III yang paling dominan adalah gelas plastik. Diketahui jumlah potongan jenis sampah di Desa Tanah Merah dengan didominasi oleh jenis sampah kantong plastik yaitu total sebanyak 842 potongan, dengan nilai kepadatan mutlaknya 0,42 potongan dan kepadatatan relatif 46 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
YOSEP KAREL LANGMA’A (15380027) Analisis Hasil Tangkapan Ikan Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang : Beatrix M. Rehatta, S.Pi., M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Provinsi NTT ini memiliki potensi yang cukup besar bagi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan untuk melakukan kegiatan penangkapan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya nelayan.
Teluk Kupang merupakan kawasan pesisir dan laut yang terletak di bagian barat Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan Teluk Kupang menyimpan berbagai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil tangkapan ikan menggunakanalat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang yang meliputi komposisi jenis ikan, produksi hasil tangkapan dan Nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) dengan penelitian ini menggunakan metode survei
Hasil penelitian menunjukan Komposisi jenis hasil tangkapan utama Mini Purse Seine yang terdapat di Perairan Teluk Kupang yaitu; ikan Layang, Selar, Lemuru, kembung, Tongkol dan Tembang, hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap yaitu ikan tembang dengan jumlah 10.500 individu dengan presentase 34,56% sedangkan jenis hasil tangkapan terendah yaitu ikan Selar dengan jumlah 2.520 individu dengan presentase 8,29 %. Dan produksi hasil tangkapan tertinggi pada jenis ikan tembang berkisar dari 341,19hari/kg-678,96 hari/kg dengan rata-rata 1500.00 kg dan nilai terendah berkisar dari 63,23 kg-198,20 kg dengan rata-rata 360,00 kemudian nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) hasil tangkapan Mini Purse Seine berkisar antara 6,85-68,00 dari 6 jenis ikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MELKIANUS APOLISON NAHAK (16381542) Stuktur Komunitas Makro Alga Di Pesisir PLTU Bolok, Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D dan Alfred G. O. Kase S.Pi, M.Si.,Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Salah satu organisme yang di temukan di Perairan PLTU Bolok yang memiliki peranan cukup penting bagi ekosistem maupun masyarakat sekitar adalah makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga yang terdiri dari komposisi jenis, frekuensi, kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di pesisir PLTU Bolok. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan survey, sedangkan metode sampling pengambilan data yang di gunakan adalah metode transek kuadran. Pada stasiun ditetapkan 4 garis transek, dengan jarak antar transek 50 m. Pada masing-masing transek ditetapkan 5 kuadrant, dengan jarak antara kuadrant 5. Pengambilan kualitas air meliputi suhu, salinitas, kecepatan arus dan pH.
Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga di pesisir PLTU Bolok terdiri dari 13 spesies yaitu Ulva lactuca, Halimeda Macroloba, Ulva reticulate, Chaetomorpha crassa, Halimeda Opuntia, Avrainvillea erecta, Padina gymnospora, Sargassum policystum, Dictyota deliculata, Hypnea valentiae, Hypnea cervicornis, Glacilaria salicornia, Amphiroa fragilissima. Kepatan jenis dan relative tertinggi dimiliki oleh Ulva lactuca, dengan nilai masing-masing 31,15ind/m² dan 60%. Niali indeks keanekaragaman tergolong rendah (0,66), indeks keseragaman (E) tergolong merata (0,59), dan indeks dominansi (D) menunjukan tidak ada jenis makroalga yang mendominansi (0,39).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pantai Motadikin dan Pantai Maubesi merupakan daerah pesisir yang dekat dengan pemukiman penduduk, dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai daerah penangkapan ikan bagi nelayan, serta menjadi daerah tujuan wisata bagi masyarakat Kabupaten Malaka. Adanya aktivitas penduduk, nelayan dan pengunjung wisata akan berdampak buruk terhadap keberadaan sampah laut di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi dan kepadatan sampah laut yang ada di wilayah pesisir Pantai Motadikin dan Pantai Maubesi Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Penelitian dilakukan di perairan Pantai Motadikin dan Pantai Maubesi selama satu bulan yaitu pada bulan Mei 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey, kemudian pengumpulan terhadap sampel sampah laut dilakukan dengan cara membuat garis transek sabuk (belt) dengan menarik garis transek sepanjang 100 m dan lebar 10 m di stasiun I dan II, setiap stasiun dibagi kedalam 3 (tiga) garis transek. Hasil analisis kategori jenis sampah yang terdapatkan di Pantai Motadikin dan Pantai Maubesi adalah jenis sampah plastik, karet, kaca, logam, dan lain-lain (kain dan kertas) dengan kategori jenis sampah yang paling dominan adalah kategori sampah plastik. Komposisi potongan sampah plastik dengan potongan terbanyak terdapat pada Pantai Motadikin yaitu sebanyak 1.246 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,42 pot/m2 dan berat sebanyak 4,41 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik yaitu 73% potongan dengan berat kepadatan 41% gram, sedangkan komposisi potongan sampah plastik terendah terdapat pada Pantai Maubesi yaitu sebanyak 1.055 potongan dengan jumlah kepadatan mutlak 0,35 pot/m2 dan berat 5,23 g/m2 dan jumlah kepadatan relatif sampah plastik 70% potongan dengan berat 41% gram.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TIMOTEUS DUA BLOLONG (16383164) Analisis Komposisi Jenis Dan Kepadatan Makro Epifit Pada Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezzi Dengan Metode Lepas Dasar Di Perairan Baobolak Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata. WILSON L.TISERA,S.Pi.,M.Si.,Ph.D, ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya pesisir yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan merupakan komoditas ekspor di sektor budidaya perikanan indonesia karena permintaanya tinggi di pasar dunia. Perairan pantai Baobolak merupakan salah satu perairan pantai yang terletak di Lembata bagian Selatan. Hasil rumput laut merupakan sumber pendapatan yang menjanjikan bagi sebagian besar penduduk Desa Baobolak, yang berada di Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan kepadatan epifit yang terdapat pada rumput laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Baobolak Kecamatan, Nagawutung Kabupaten Lembata. Hasil penelitian menujukan pertumbuhan berat Kappaphycus alvarezii non epifit memiliki nilai kisaran pertumbuhan lebih tinggi yakni 114,68 gram – 287,70 gram dengan laju pertumbuhan spesifik 4,93% / hari sedangkan yang terjangkit epifit 110,42 gram – 169,88 gram dengan laju spesifik 4,69% / hari.Kepadatan jenis makro epifit pada Kappaphycus alvarezii berada pada kisaran 110,4-176,20 ind/m2 . Kepadatan jenis yang tertinggi yaitu Hypnea cervicrnis dengan nilai 176,20 ind/m2 dan kepadatan jenis yang terendah yaitu ulva lacuta dengan nilai 110,4 ind/m2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Alga epifit merupakan salah satu pesaing yang dapat menghambat pertumbuhan rumput laut yang dibudidaya serta menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan makroepifit pada budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Desa Hundihuk Kecamatan Rote Barat Laut. Metode budidaya yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Lepas Dasar. Pengamatan dilakukan terhadap Kappaphycus alvarezii yang ditempeli epifit dan yang tidak. Parameter utama yang diambil adalah jenis dan jumlah individu epifit dalam rangka mengatahui komposisi jenis dan kepadatan mikroepifit. Pengambilan sampel dilakukan setiap minggu sebanyak tujuh minggu. Selain itu, diambil juga data pertumbuhan harian, pertumbuhan spesifik serta parameter fisik-kimia perairan yang meliputi suhu, salinitas, arus, pH dan DO. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kappaphycus alvarezii yang ditempeli epifit menunjukan berat akhir pada minggu ketujuh yang lebih rendah (184,47 gram) dibandingkan tanpa epifit (260,09 gram). Untuk pertumbuhan spesifik dan pertumbuhan harian, Kappaphycus alvarezii yang ditempeli epifit menunjukan pertumbuhan yang lebih rendah (rata-rata 4,675% dan 1,36 gram per hari) dibandingkan tanpa epifit (rata-rata 4,868% dan 2,37 gram per hari). Kepadatan Jenis epifit spesies Ceramium boydenii dan Neosiphonia sp yang menempeli Kappaphycus alvarezii berfluktuasi setiap minggunya. Rata-rata Kepadatan Jenis dan relatif Ceramium boydenii lebih tinggi (2,370 ind/m2, dan 54,09%) lebih tinggi dibandingkan Neosiphonia sp (2,317 ind/m2 dan 45,91%). Nilai pengukuran faktor fisik-kimia perairan berada pada kisaran normal untuk pertumbuhan Kappaphycus alvarezii yang dibudidaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Secara umum kondisi perikanan laut di Indonesia didominasi oleh perikanan rakyat yang menggunakan pantai sebagai daerah penangkapannya. Hampir 90% produksi ikan Indonesia disumbangkan dari perikanan pantai, yang secara umum merupakan perikanan skala kecil.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2021, bertempat di Perairan Esa Afengmale Desa Teluk Kenari Kabupaten Alor.Jaring insang merupakan jaring ikan dengan bentuk empat persegi panjang, mempunyai mata jaring sama ukurannya pada seluruh jaring, lebar jaring lebih pendek jika dibandingkan dengan panjangnya. Jumlah mesh depth lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah mesh size padaarah panjang jaring.Ditinjau dari segi jumlah individu maka terlihat ikan yang tertangkap pada malam hari 58.496 ekor lebih banyak dibandingkan dari pagi hari 29.760 ekor, hal ini karena ikan yang tertangkap pada malam hari salah satunya jenis tembang yang selalu bermigrasi dalam gerombolan besar. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan hal¬-hal sebagai berikut:Jumlah ikan yang paling banyak tertangkap pada siang hari yakni ikan terbang 17.500 ekor berat 533,75 kg yang paling sedikit tertangkap adalah ikan baronang 3.150 ekor berat 315 kg. Sedangkan jumlah penangkapan yang paling banyak didapat pada malam hari adalah ikan kombong 31.490 ekor berat 1.005,8 kg dan yang paling sedikit tertangkap pada malam hari adalah ikan cakalang 6 ekor berat 58 kg. Dengan total jumlah ikan yang tertangkap pada siang hari 29.760 ekor dan berat 2.047.75. Sedangkan jumlah total ikan yang tertangkap pada malam hari adalah 58.496 ekor dengan berat 3.411,8 kg.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI KOMPOSISI PANGAN LOKAL KAPARAK BERBASIS POTENSI DAERAH DI SUMBA TIMUR Yakobus Damu Wulang*), A. I. Medah**), Regina I. M. Banoet**) ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makanan lokal sesuai dengan potensi daerah untuk mengebangkan makanan lokal di Sumba Timur.Satuan sampel penelitian ini adalah desa yang dipilih secara acak bertingkat.pemilihan sampel pertama adalah memilih 20% Kecamatan secara acak nama kecamatan terpilih,di lanjutkan dengan pemilihan 20% Desa. Pada kecamatan kepada Responden pada desa sampel dipilih berdasarkan komunikasi dengan kepala wilayah atau Desa, yakni sebanyak satu orang Responden yang sering membuat kaparak di Desa tersebut.hasil pertanian seperti Padi, Jagung, Ubi jalar, Ubi Kayu, Kedelai, Kacang Tanah dan Kacang Hijau dapat diolah menjadi makanan lokal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HERMAN OKTOVIANUS TASOIN (14380041). Studi Komposisi Jenis
Ikan Pelagis Kecil Berdasarkan Alat Tangkap Berbeda di Perairan Teluk Kupang.
Ir Izaak Angwarmasse M.Si dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai
pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Ikan pelagis kecil adalah sumberdaya ikan ekosnomis penting dan sebagai
komponen utama secara ekologis di ekosistem laut. Sumberdaya ikan ini
termasuk sumberdaya neritik yang dominan ditemukan di sekitar pantai. (neritic
population). Pemanfaatan sumberdaya ikan pekagis kecil di perairan Teluk
Kupang dengan berbagai jenis alat tangkap. Dua jenis alat tangkap yang berperan
sebagai penghasil ikan pelagis kecil adalah bagan apung dan mini purse seine.
Penelitian ini berertjuan untuk mengetahui studi komposisi ikan pelagis
kecil yang tertangkap berdasarkan alat tangkap berbeda di perairan Teluk Kupang.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2020 dengan menggunakan metode
deskritif survey. Metode deskritif survei yaitu melalui teknik eksplorasi dan
eksperimental fishing terhadap ikan pelagis kecil pada alat tangkap mini Purse
seine dan bagan apung yang beroperasi di perairan Teluk Kupang.
Komposisi hasil tangkapan pada alat tangkap Bagan apung, jenis ikan
yang memiliki proporsi dominan pada alat tangkap mini Purse seine yaitu jenis
ikan kembung (Rastrelliger kanagurta.) sebesar 55,50% (545 kg), diikuti jenis
ikan tembang (Sardinellla fimbriata) sebesar 32,08% (315 kg) jenis ikan Peperek
(Leiognathus equulsu.) 11,10% (109 kg) dan jenis ikan tongkol (Euthynnus
affinis) sebesar 1,32% (13 kg). Sedangkan komposisi jenis ikan pada alat tangkap
bagan apung yaitu jenis ikan teri (Stolephous indicus), sebesar 72,21% (932 kg),
diikuti jenis ikan Peperek (Leiognathus equulsu.) 15% (191 kg ) jenis ikan
tembang (Sardinellla fimbriata) sebesar 11,78% (150 kg). Pada alat tangkap mini
Purse seine diperoleh jenis ikan kembung (Rastreliger kanagurta) dan ikan
tongkol (Euthynnus affinis) sedangkan pada bagan apung tidak mendapatkan hasil
tangkapan kedua jenis ikan tersebut. Hal ini karenakan pada sifat dari alat tangkap
bagan apung yaitu pasif atau tidak bergerak untuk mengejar ikan, sedangkan sifat
jenis ikan kembung (Rastreliger kanagurta) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis)
yaitu perenang aktif. Selain itu habitat dari jenis ikan kembung (Rastreliger
kanagurta) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) cenderung ke daerah lepas pantai
(Oceanik), sedangkan daerah penangkapan alat tangkap bagan cenderung ke
daerah teluk atau daerah perairan dekat pantai (neritik). Pada alat tangkap mini
Purse seine tidak memperoleh jenis ikan teri dikarenakan ukuran mata jaring yang
digunakan yaitu 1 inchi dan 1,5 inchi sedangkan untuk mendapatkan jenis hasil
tangkapan ikan teri harus menggunakan ukuran mata jaring yg lebih kecil yaitu
0,2 inchi. Selain itu juga dipengaruhi oleh habitat dari ikan teri yaitu lebih
cenderung ke daerah dekat pantai sedangkan daerah penangkapan alat tangkap
mini Purse seine di daerah lepas pantai (Oceanik