Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: Wisata
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI OBJEK WISATA PANTAI MOTADIKIN DI DESA FAHILUKA, KECAMATAN MALAKA TENGAH, KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN MARIA DEWISRIANI M. TAHU (17382474) Potensi Objek Wisata Pantai Motadikin di Desa Fahiluka, Kecamaan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka: Dr. Beatrix M. Rehata, S.Pi, M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pengembangan pada sektor parawisata sangat perlu untuk dilakukan karena dapat memberikan dampak yang kuat terhadap perbaikan kualitas ekonomi masyarakat dan wilayah didaerah sekitar objek wisata itu sendiri. Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan Pantai Motadikin, maka perlu didororng oleh faktor pendukung lainnya, seperti sarana dan prasarana atau fasilitas yang lengkap, akses yang dapat dijangkau dengan mudah, atau pun faktor pendukung lainnya yang dapat membuat pengunjung atau wisatawan menjadi nyaman dan betah untuk menikmati wisata di Pantai Motadikin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November-Desember 2021 di wisata Pantai Motadikin, Desa Fahiluka. Metode yang digunakan yakni metode survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling mengunakan rumus slovin. Analisis data terhadap pengembangan potensi objek dan daya tarik wisata alam diuraikan secara deskriptif dan diolah mengunakan Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) dan menganalisis potensi wisata pantai mengunakan rumus SLOVIN. Secara umum pendidikan respoden pada saat wawancara masyarakat di Desa Fahiluka Tingkat pendidikannya adalah SD dengan presentase sebanyak 12,5%, SMP sebanyak 16,6%, SMA sebanyak 12,5%, Sarjana 25%, sedangkan mahasiswa sebanyak 33,3 Kehidupan masyarakat dalam tatanan sosial ekonomi sangat ditunjang oleh tingkat pendidikan. Kata Kunci :Potensi Objek, Wisata, Pantai, Motadikin.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN PARAWISATA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KABUPATEN BELU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada pengembangan Pariwista untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Kabupaten Belu merupakan wilayah dari Provinsi NTT yang mempunyai potensi pariwisata dimulai dari wisata Budaya, wisata Alam, kesenian tradisional, upacara tradisional serta tempat-tempat bersejarah lainnya. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui atraksi apa saja yang ada di pariwisata Kabupaten Belu. Selanjutnya Untuk mengetahui pengembangan aksesbilitas pariwisata untuk menuju ke objek wisata yang ada di Kabupaten Belu dan Untuk mengetahui pengembangan amenitas atau fasilitas apa saja yang menunjang pariwista di Kabupaten Belu.Untuk mengetahui kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah ( PAD ) di Kabupaten Belu Strategi pengembangan pariwisata sendiri merupakan sarana pariwista dan sarana pariwista yang meliputi atraksi, aksesbilitas, dan amenitas serta faktor pendorong dan faktor penghambat pengembangan objek wisata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Yang termasuk dalam teknik analisis data yaitu analisis pendahuluan dan analisis lanjutan serta menggunakan analisis swot. Dalam metode penelitian populasi, sampel dan teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam strategi pengembangan pariwisata meliputi atraksi, aksesbilitas, amenitas, dan pendapatan asli daerah, di dalam atraksi terdapat wisata alam, wisata buatan dan wisata budaya pengembang atraksi pariwisata alam dimulai dari kecamatan kakuluk mesak terdiri dari pantai pasir putih, kolam susuk, teluk gurita, air terjun atapupu, pantai afuik pantai sukaerlaran, pantai berluli, dan hutan mangrove di kecamatan tasifeto timur pantai motaain dari kecamatan lasiolat ada air terjun mauhalek dan panorama gunung lakaan sedangkan dari kecamatan lamaknen ada benteng tujuh lapis dana padang sabana fulan fehan dalam pariwisata buatan ada bendungan rotiklot, pos lintas batas Negara dan mangrove pantai aidila desa dualaus dalam pariwista budaya ada ksadan fatubesi, benteng tujuh lapis ( ranu hitu) dan perkampungan adat nualain. Aksesbilitas tersedianya tersedianya moda transportasi darat dan udaa yang disediakan pemerintah sedangkan swasta seperti Billy Travel, Timor Travel dan paradise Travel selain itu menggunakan transportasi pribadi dan amenitas itu sendiri adanya restoran atau rumah makan, toko cendra mata, hotel dan penginapan, puskesmas dan rumah sakit didalam penelitian ini menggunakan analisis swot menggunakan faktor internal dan eksternal dalam faktor internal itu sendiri ada faktor kekuatan dan faktor kelemahan sedangkan dalam faktor eksternal ada faktor peluang dan ancaman. Untuk mengetahui kontribusi sektor pariwisata itu sendiri realisasi pendapatan asli daerah dibagi pendapatan asli daerah di kali seratus persen untuk mengetahui kontribusi itu efektif atau tidaknya dapat dilihat dari hasil pembagian antara realisasi pendapatan asli daerah dibagi pendapatan asli daerah dikali seratus persen Kata Kunci : Strategi, Pengembangan Pariwisata, Pendapatan Asli Daerah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA PANTAI LODIK KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

LOZITO PIRES. Skripsi Tahun 2022, dengan judul: Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Lodik Kabupaten Malaka, Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini akan difokuskan pada strategi pengembangan agar dapat menarik minat wisatawan untuk dapat berkunjung serta mengetahui apa permasalahaan yang sedang di hadapi agar dapat mencari jalan keluar permasalahan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengembangan objek wisata pantai Loodik Kabupaten Malaka, serta dapat mengetahui strategi apa yang dapat dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya mengembangkan objek wisata dan juga menarik minat wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata Pantai Loodik Kabupaten Malaka. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yakni suatu metode analisis yang digunakan agar dapat mengetahu, menggambarkan atau memecahkan masalah secara sistematis dengan menggunakan metode analisi SWOT yang dimana sebagai instrument yang penting untuk mengetahui serta mengukur lingkungan untuk memperoleh strategi kekuatan, kelemahan, peluang dan juga ancaman yang diperlukan untuk dalam hal pengembangan lokasi pantai wisata Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data dengan Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam hal mengembangkan pariwisata pantai Loodik dibutuhkan kesadaran kerja sama dari semua pihak terkait baik itu pemerintah sebagai pendorong atau penggerak yang memberikan kewenangan yang penuh kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka dan pengelola lokasi pantai wisata Loodik agar dapat melakukan pengembangan dengan strategi-strategi pengembangan, pemeliharaan dan inofasi sehingga dapat mempertahankan yang sudah ada dan melengkapi hal yang menjadi penunjang agar menarik minat dari wisatawan. Kata Kunci : Pengembangan wisata, Pantai Loodik, Analisi SWOT

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH FASILITAS WISATA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG OBJEK WISATA PANTAI LASIANA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH FASILITAS WISATA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG OBJEK WISATA PANTAI LASIANA Pariwisata di masa sekarang menjadi semakin berkembang, hal tersebut dapat dilihat pada sebagian masyarakat yang menjadikan wisata sebagai suatu kebutuhan yang harus terpenuhi. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan suatu objek wisata, yaitu dengan memberikan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan calon pengunjung hal tersebut sangat berpengaruh pada keberlanjutan pariwisata di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada objek wisata Pantai Lasiana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Fasilitas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung pada objek wisata Pantai Lasiana. Variabel yang digunakan adalah Fasilitas Wisata dan Kualitas Pelayanan sebagai variabel bebas, sedangkan variabel Kepuasan Berkunjung adalah variable terikat. Menurut Spillane dalam (Marhanah & Wahadi, 2016) Fasilitas merupakan “sarana dan prasarana yang mendukung operasional objek wisata untuk mengakomodasi segala kebutuhan wisatawan, tidak secara langsung mendorong pertumbuhan tetapi berkembang pada saat yang sama atau sesudah atraksi berkembang”. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Fasilitas Wisata, Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pengunjung. Menurut Saydam (2010:226) mendefenisikan lingkunga kerja sebagai keseluruhan sarana prasarana kerja yang ada disekitar pegawai yang sedang melaksanakan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pekerja itu sendiri. Menurut John J. Sviokla dalam Tjiptono (2012:157) kualitas pelayanan merupakan kontribusi keberhasilan suatu perusahaan yang mampu menciptakan suatu persepsi positif dari pelanggan serta mampu menghasilkan suatu kepuasan dan loyalitas pelanggan. Menurut Kotler dalam (Kristanti & Farida, 2016) “Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 100 orang dari seluruh pengunjung wisata pantai Lasiana. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa. Fasilitas Wisata dalam kategori tinggi, Kualitas Pelayanan dalam kategori tinggi dan Kepuasan Pengunjung juga berada dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Fasilitas Wisata dan Kualitas Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Berkunjung pada wisatawan di wisata Pantai Lasiana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

strategi pengembangan fasilitas wisata dalam peningkatan kunjungan wisatawan pada objek wisata pantai tablolong kabupaten kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACK STRATEGI PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA DALAM PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA PANTAI TABLOLONG KABUPATEN KUPANG Pengembangan amenitas atau Fasilitas wisata merupakan kunci dalam keberhasilan suatu objek pariwisata, dimana secara keseluruhan kebutuhan wisatawan sangat erat dengan kualitas dan kuantitas pengembangan amenitas, dan di era globalisasi ini wisatawan tentu lebih memilih objek wisata yang memiliki daya tarik, fasilitas, dan akses yang lebih baik, sehingga para instansi/organisasi yang bergerak pada bidang pariwisata harus meningkatkan kualitas produk dari objek wisatanya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui startegi pengembangan fasilisata wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang dalam peningkatan kunjungan wisatawaan, strategi pengembangan yang dibutuhkan oleh Wisata Pantai Tablolong kecamatan Kupang Barat dengan cara menidentifikasi komponen pengembangan wisata dengan mengggunakan analisis SWOT. Datayang digunakan dalam penelitian ini adalah Data Deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan Dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini Dokumentasi dan wawancara sampel menggunakan Dokumen RENSTRA. Hasil wawancara atau pernyataan diolah menggunakan analisis SWOT. Analsis SWOT menghasilkan total bobot dan skor pada masing-masing faktor Internal (Kekatan dan Kelemhan), faktor Eksternal (Peluang dan Ancama). Total skor IFAS dan EFAS tersebut dimasukan kedalam diagram Cartesius untuk mengetahui pengembangan Wisata Pantai Tablolong berada pada posis berkembang atau bertumbuh. Untuk mengetahui bagaimana posisi Wisata Pantai Tablolong berdasarkan strategi yang didasarkan pada strategi kekuta dan peluang ( strategi SO), srategi kelemahan dan peluang (strategi WO) , strategi kekuatan dan ancaman (ST), dan strategi kelemahan dan ancaman(strategi WO). Faktor startegi internal dan eksternal dimasukan kedalam tabel IFAS( Internal Facktor Analysis Summary)dan EFAS ( Internal Factor Analysis Summary) untuk mengetahui posis dan strategi yang dibutuhkan. Hasil skor IFAS adalah 3,24 dan skor EFAS 3,54. Skor IFAS dan EFAS dimasukan ke kuadaran matrik internal dan ekternal, Hasilnya bahwa wisata Pantai Tablolong berada pada posisi kudaran I yaitu posisi pertumubuhan (urgen). Matrik space menyebutkan bahwa Wisata Pantai Tablolong berada pada posisi Agresif (berkembang).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI WISATAWAN DOMESTIK TERHADAP PELAYANAN WISATA PADA KAMPUNG ADAT BENA DI KABUPATEN NGADA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERSEPSI WISATAWAN DOMESTIK TERHADAP PELAYANAN WISATA PADA KAMPUNG ADAT BENA DI KABUPATEN NGADA Penelitian ini berjudul’’Persepsi Wisatawan Domestik Terhadap Pelayanan Wisata Pada Kampung Adat Bena di Kabupaten Ngada’’ Dengan persoalan penelitian dalam penelitian ini adalah: ( 1 ) Apakah jenis pelayanan wisata bagi wisatawan Domestik dan Manca negara?, ( 2 ) Bagaimana persepsi wisatawan terhadap pelayanan wisata pada kampong Bena di kabupaten Ngada? Serta tujuan dari penelitian ini adalah ‘’ untuk mengetahui jenis pelayanan wisata bagi wisatawan Domestik dan Mancarnegara pada kampong adat Bena. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang sudah pernah minimal satu kali berkunjung keobjek wisata kampong adat Bena, dengan sampel sebanyak 6 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan stu diDokumentasi. Analisis data menggunakan deskripsi kualitatif Hasil penelitian dari Persepsi wisatawan Domestik terhadap pelayanan wisata pada kampong adat Bena di kabupaten Ngada adalah: 1.) Atraksi, 2). Aksesibilitas, 3). Amenitas atau fasilitas wisata, 4). Promosi, 5). Pelakuusaha, 6) pelayanan wisata. persepsi wiatawan terhadap Atraksi Objek wisata kampung adat Bena merupakan sebuah objek wisata yang terletak di Kabupaten Ngada. Kampung adat Bena merupakan peninggalan dari masa Megalithikum kampung ini tepatnya di Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebu’u sekitar 19 Km dari kota Bajawa.Kampung adat Bena adalah warisan budaya yang kaya dan masih bisa dinikmati sampai hari ini, selain merupakan kampung Megalithikm kampung adat Bena juga memiliki pemandangan alam yang indah serta berhawa sejuk. Kamung ini memiliki 45 buah rumah adat Tradisional yang saling berhadap-hadapan. Para wisatawan yang berknjng tidak hanya dari wiatawan Domestik ada juga wisatawan Mancarnegara. Persepsi wisatawan terhadap Aksesibilitas Kampung adat Bena letaknya sekitar 19 Km dari kota Bajawa. Perjalanan menuju ke kampung adat Bena bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Akses jalanya sudah cukup halus dan beraspal tetapi jalanya masih berkelok-kelok dan naik turun, dan pada saat musim hujan akses jalan menuju kampung adat Bena rawan terjadinya longsor. Jalanya juga cukup terjal sehinngga wisatawan yang ingin berkunjung kesana harus menyewa kendaraan yang kuat untuk sampai kekampung adat Bena. Dan jika kamu datang dari bandara Turelelo so’a kamu bisa memulai perjalanan dengan travel ke kota Bajawa, setelah sampai di Kota Bajawa kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek atau travel dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Persepsi wisatawan terhadap Amenitas Di kampung adat Bena belum tersedianya penginapan seperti Homestay dan Hotel disekitaran objek wisata kampung adat Bena.jika ada wisatawan yang ingin bermalam disana mereka bisa menghubungi pengelola bagian seksi akomodasi dan penginapan untuk menyediakan penginapan dan penginapannya masih dirumah masyarakat dan biaya penginpan satu malam Rp. 200.000/orang disiapkan hanya dengan snack saja.Restoran dan toilet umum juga sudah tersedia disana. Promosi dan Pelaku usaha Dalam pengembangan promosi dalam pengelolaan objek wisata kampung adat bena peran masyrakat di Desa Tiworiwu ada pulah menyediakan pakayan adat dan cendra mata berupa selendang yang disewakan kepada wisatawan yang berkunjung ke kampung adat bena. Pengembangan dan pengelolaan objek wisata Kampung Adat Bena berdampak secara positif terhadap pendapatan masyrakat setempat, peningkatan pendapatan terjadi pada berbagai bidang, seperti penyediaan tempat parkir, guide, kios, pakayan adat dan restoran sekitar kampung adat bena.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GEREJA DAN PARIWISATA “Tinjauan Teologis Pembangunan Jemaat Terhadap Pelayanan Jemaat Terhadap Pelayanan Jemaat GMIT Imanuel Nemberala Dalam Konteks Pariwisata dan Implikasinya Bagi GMIT”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gereja GMIT Imanuel Nemberala berada di tengah-tengah kehidupan pariwisata yang memberi dampak bagi kehidupan jemaat dan masyarakat sekitar, yaitu dampak positif dan negatif. Pariwisata menjadi penunjang kehidupan bagi masyarakat dan gereja. Namun dari dampak yang ada, dampak negatif yang muncul dari pariwisata menjadi masalah yang perlu untuk diperhatikan tidak hanya pemerintah, namun juga gereja yang mana panggilan gereja tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga melihat masalah yang ada di sekitar gereja yang perlu untuk gereja selesaikan, karena para pelaku pariwisata yang ada di Nemberala juga merupakan jemaat gereja GMIT Imanuel Nemberala. Tulisan ini bertujuan untuk melihat apa peran gereja dalam upaya pembangunan jemaat di Jemaat GMIT Imanuel Nemberala dalam konteks pariwisata. Metode yang dipakai menggunakan metode penelitian pustaka dan metode penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dampak yang muncul khususnya dampak negatif, gereja GMIT Imanuel Nemberala belum memberi perhatian merespons akan dampak yang ada yang muncul dari pariwisata. Gereja GMIT Imanuel Nemberala mestinya memberi perhatian bagi perkembangan pariwisata. Gereja diundang untuk hadir sebagai pengingat dan pembawa shalom Allah, memastikan bahwa pembangunan pariwisata tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi tetapi juga menjaga martabat manusia dan kelestarian alam. GMIT perlu memberi perhatian terhadap masalah yang ada disekitarnya, karena itu bagian tugas panggilannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE TERHADAP LAJU TRANSPOR SEDIMEN DI KAWASAN EKOWISATA MANGROVE KELURAHAN OESAPA BARAT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN MARIANA NADUASTI PENY (16383510) Hubungan Kerapatan Mangrove Terhadap Laju Transpor Sedimen di Kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Oesapa Barat. Ir. Yohanes Merryanto S., M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing 1 dan Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing 2. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Mangrove memiliki berbagai manfaat, salah satunya mengendalikan transpor sedimen. Kelurahan Oesapa Barat memiliki vegetasi mangrove yang cukup luas di wilayah Kota Kupang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen di kawasan Ekowisata Mangrove Kelurahan Oesapa Barat. Metode purposive sampling pada kondisi kerapatan tinggi dan rendah untuk menghitung kerapatan mangrove. Penempatan sediment trap pada bagian depan, tengah dan belakang vegetasi mangrove untuk mengetahui laju transpor sedimen. Suhu perairan, kecepatan arus dan kedalaman perairan menjadi parameter yang diukur. Analisis korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen. Jenis mangrove yang ditemukan yaitu Avicennia alba, Lumnitzera racemose, Rhizopora mucronata dan Sonneratia alba. Hasil penelitian menunjukan hubungan kerapatan mangrove terhadap laju transpor sedimen bernilai -1 yang berarti kerapatan mangrove yang semakin tinggi menyebabkan laju transpor sedimen semakin rendah dan sebaliknya. Kata kunci: Kerapatan mangrove, laju transpor sedimen, ekowisata Kelurahan Oesapa Barat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAAN PADA OBYEK WISATA PANTAI LASIANA KOTA KUPANG.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kedalaman alam Indonesia yang merupakan Negara kepulauan sehingga begitu banyak potensi pariwisata yang dapat dikembangkan disetiap daerah. Selain menyimpan sejuta pesona wisata alam, Indonesia juga kaya akan wisata budayanya yang terbukti dengan begitu banyak peninggalan-peninggalansejarah serta keanekaragaman seni dan adat budaya masyarakat local maupun wisatawan manca Negara sehingga banyaknya potensi yang dimiliki menjadikan Indonesia sebagai salah satu daerah tujuan wisata. Untuk tetap menjaga kuantitas wisatawan, perlu diadakan pengukuran kepuasan wisatawan yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Untuk itu, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana pengaruh persepsi wisatawan dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan witsatawan pada objek wisata pantai lasiana kota kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan dan kualitas terhadap kepuasan pada obyek wisata pantai lasiana kota kupang. Untuk mengetahui factor mana yang paling dominan mempengaruhi kepuasan wisatawan pantai lasiana. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan. Penelitian yang dilakukan bersifat korelasi kuantitatif populasi yang dijadikan peneliti sebagai subjek penelitian adalah semua wisatawan pantai lasiana kota kupang. Teknik dalam pengambilan sampel yang digunakan adalah 100 wisatawan. Dengan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 16 yang berfungsi untuk membuktikan hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini diperoleh hasil pengaruh antara variabel persepsi wisatawan dan kepuasan pengunjung untuk mengetahui tersebut maka dilakukan hipotesis diketahui memiliki pengaruh positif antara variabel independen presepsi wisatawan dan kepuasan pengunjung. Pengujian melalui SPSS diketahui hasil uji hipotesis menggunakan teknik analisis hubungan atau product moment pearson memperoleh hasil r x y sebesar 0,559 (p>0,01) dengan sign 0,00 yang berarti hipotesis diterima karena menunjukan adanya hubungan positif antara presepsi wisatawan dan kepuasan pengunjung. %4 presepsi wisatawan dan kualitas pelayan berpengaruh terhadap kepuasan pengunjungdengan uji analisis regresi linear y=0,536 + 559 x 1 + 0,476 x 2. Nilai f =234.725 dan nilai signifikasi = 0.0005% ini berarti variabel persepsi wisatawan dan kualitas pelayanan simultan harus benar berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasanpengunjung. Sedangkannilai R2 yaitu 82,9% dan sisanya di pengaruhi oleh variabellain.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP OBJEK WISATA PANTAI WARNA DI KELURAHAN OESAPA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN THOFIN IMANUEL TEFSELE (15380060) Persepsi Masyarakat Terhadap Objek Wisata Pantai Warna di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang; Dr. BEATRIX M. REHATTA, S.Pi, M.Si dan DONNY M. BESSIE, S.Pi, M.Si (sebagai Pembimbing I dan II). Program Studi, Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pantai Oesapa memiliki potensi sumber daya alam yang dimilikinya diantaranya terdapat mangrove dan juga ikan pelagis kecil. Ekowisata merupakan sektor pariwisata yang berpotensi sebagai salah satu penunjang perkonomian nasional, ekowisata dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Persepsi perlu di teliti untuk mengetahui tanggapan langsung dari masyarakat atau pengunjung terhadap suatu obyek wisata sehingga nantinya dari persepsi tersebut dapat menjadi masukan serta evaluasi pihak pengelola. Pantai Warna dikembangkan sebagai objek wisata yang menarik untuk di kunjungi, karena memiliki panorama yang indah hamparan pasir putih yang lembut, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap objek wisata pantai warna di kelurahan oesapa, kecamatan kelapa lima, kota kupang Penelitian dilakukan di pantai warna kelurahan oesapa, kecamatan kelapa lima, kota kupang dari bulan april-mei tahun 2022. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling menggunakan rumus slovin. Analisis data digunakan adalah teknik analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa persepsi masyarakat objek wisata pantai warna oesapa, (1) keindahan pantai dengan skor rata-rata 3,20 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik, (2) Aksesbilitas dengan skor rata-rata 3,68 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori sangat baik, (3) sarana pondok wisata atau lopo dengan skor rata-rata 3,03 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik, (4) kafe dan kios dengan skor rata-rata 3,47 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik, (5) tempat sampah dengan skor rata-rata 1,72 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori tidak baik, (6) wc umum dengan skor rata-rata 1,30 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori tidak baik, (7) lahan parkir dengan skor rata-rata 3,11 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik, (8) pos keamanan dengan skor rata-rata 3,27 dengan persepsi masyarakat berada dalam kategori baik. Dengan demikian persepsi masyarakat secara keseluruhan berada dalam kategori baik. Kata Kunci : Potensi perikanan, persepsi, masyarakat, wisata pantai warna, oesapa

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI PASIR PUTIH DI KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI PASIR PUTIH DI KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU Pengembangan wisata adalah suatu usaha untuk mengembangkan atau memajukan suatu objek wisata agar objek wisata tersebut lebih baik dan dapat menarik pengunjung ditinjau dari segi tempat maupun benda-benda yang ada didalamnya untuk dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Objek wisata adalah segala sesuatu yang ada didaerah tujuan wisata yang merupakan daya tarik agar orang-orang ingin datang berkunjung tempat wisata untuk menikmati atraksi yang ada pada objek wisata. Hasil penelitian mengenai pengembangan obyek wisata berdasarkan analisis SWOT yang terdiri: 1) kekuatan adalah keindahan yang ada pada obyek wisata yang biasa dinikmati oleh wisatawan. 2) kelemahan adalah Saat ini Pantai pasir putih masih butuh banyak pembangunan dalam hal fasilitas yang dapat menunjang rasa nyaman wisatawan saat berkunjung.. 3) Peluang Lokasinya dekat dengan perbatasan timor leste sehingga dapat menarik wisatawan asing untuk berkunjung, 4) ancaman dilokasi obyek wisata ini belum mempunyai aliran listrik sehingga jam berkunjungnya terbatas. Dalam hasil penelitian tentang pengembangan amenitas atau fasilitas pada obyek wisata pantai pasir putih belum lengkap maka dengan adanya pengembangan obyek wisata dapat memperhatikan fasilitas wisata seperti lopo-lopo alat transpotasi dan listrik pada obyek wisata pantai Pasir Putih. Dalam pengembangan objek wisata adanya fasilitas pelayanan terhadap wisatawan, agar wisatawan lebih lama tinggal disuatu destinasi wisata. Pelayanan wisata yang baik dapat memberikan kenyaman bagi wisatawan serta keramahan masyarakat terhadap wisatawan dengan saling menghagai dan menghormati. Masyarakat dikawasan wisata dapat berintraksi dengan baik dengan terhadap para pengujung. Kata kunci : Pengembangan Obyek Wisata

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kabupaten Belu (Studi Kasus Pada Kantor Dinas Pendapatan Daerah)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul : Analisis Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PenadapatanAasli Daerah Kabupaten Belu, masalah yang diambil dalam penlitian ini adalah, Analisis Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Belu, serta yang menajdi persoalan dalam penelitian ini adalah Seberapa besar kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di Daerah Kabupaten Belu? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kontribusi pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD), adapun konsep dalam penilitian ini adalah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah : semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah, Pendapatan Asli Daerah dipisahkan menjadi empat jenis pendapatan, yaitu : pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, dan hasil pengelolaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) memiliki peran penting dalam rangka pembiayaan pembangunan di daerah. Berdasarkan pada potensi yang dimiliki masing- masing daerah, peningkatan dalam penerimaan PAD ini akan dapat meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan realisasi pendapatan sektor pariwisata pada Dinas Kabupaten Belu, sampel dalam penilitian ini adalah Laporan realisasi pendapatan sektor pariwisata pada tahun 2017-2020. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah, dengan cara mengumpulkan dokumen dokumen dan catatan-catatan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Dokumen-dokumen yang diperlukan dalam penulisan dalam penulisan skripsi ini antara lain sumber penerimaan Sektor Pariwisata Kabupaten Belu, data kontribusi sektor pariwisata Kabupaten Belu dan PAD Kabupaten Belu dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2020 dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kontribusi Pendapatan Sektor Pariwisata terhadap pendapatan asli daerah kabupaten belu tertinggi terjadi pada tahun 2017 dengan nilai kontribusi sebesar 0,72%, kontribusi terendah terjadi pada tahun anggaran 2020 yaitu sebesar 0,42% dengan rata-rata kontribusi pendapatan sektor pariwisata sebesar 0,27%. Sehingga dapat disimpilkan bahwa dalam kurun waktu yang diteliti, Pemerintah Kabupaten Belu belum dapat mengandalkan Pendapatan Sektor Pariwisata sebagai unggulan dalam penyusunan pendapatan asli daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI ABUDENOK DI KABUPATEN MALAKA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI ABUDENOK DI KABUPATEN MALAKA Pengembangan wisata adalah suatu usaha untuk mengembangagkan atau memajukan suatu objek wisata agar objek wisata tersebut lebih baik dan dapat menarik pengunjung ditinjau dari segi tempat maupun benda-benda yang ada didalamanya untuk dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Objek wisata adalah segala sesuatu yang ada didaerah tujuan wisata yang merupakan daya tarik agar orang-orang ingin datang berkunjung tempat wisata untuk menikmati atraksi yang ada pada objek wisata. Pengembangan objek wisata yang dapat dibahas dalam penelitian ini adalah berdasarkan konsep 3A2P dalam strategi pengembangan objek wisata. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengembangan objek wisata pantai Abudenok yang ada di Kabupaten Malaka. Penelitian ini, dibelakangi tentang pengembangan atraksi wisata, pengembangan aksesibilitas, pengembangan amenitas, pengembangan promosi dan pengembangan pelaku pariwisata pada objek wisata Pantai Abudenok yang terdapat di Kabupaten Malaka yang merupakan potensi yang dimiliki pada objek wisata. Adapun konsep dalam penelitian ini, adalah untuk mengetahui gambaran tentang pengembangan objek wisata Pantai Abudenok yang didalam dapat dijelaskan dalam penelitian ini adalah tentang pengembangan atraksi, aksesibilitas, amenitas, promosi dan pelaku pariwisata yang dapat dikembangakan pada objek wisata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan Desa Uma’toos Kabupaten Malaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung pada objek wisata yang dapat ditemuisecara kebetulan saat berada diobjek wisata Analisis data yang digunakan adalah analisis uji trianggulasi yaitu untuk menggali dan melakukan teknik pengolaan data kualitatif serta untuk mengecek kebenaran data atau informasi yang diperoleh dari berbagai sudut pandang yang berbeda-beda. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan objek wisata pada Pantai Abudenok masih sangat kurang oleh karena itu perlu adanya peningkatkan pembangunan dan pengembangan fasilitas-fasilitas wisata, akses jalan, dan promosi pada objek wisata agar dapat meningkatakan banyak kunjungan wisatawan pada masa yang akan datang. Kata kunci : Pengembangan Wisata dan Objek Wisata  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA NUAT BKAU (GUA KELELAWAR) DI DESA FATUKANUTU, KECAMATAN AMABI OEFETO KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul Penelitian yang diambil oleh Peneliti yaitu Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Nuat Bkau (Gua Kelelawar) di Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang. Persoalan penelitiannya yaitu bagaimana pengembangan kawasan pariwisata Nuat Bkau (Gua Kelelawar) dengan ketersediaan anggaran yang ada, serta bagaimana strategi atau upaya yang ditempuh oleh pemerntah desa setempat untuk mengembangkan kawasan objek wisata dimaksud. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan mengetahui ketersediaan anggaran sebagai penghambat pengembangan kawasan priwisata Nuat Bkau (Gua Kelelawar) dan mengetahui upaya dan strategi yang ditempuh oleh pemerntah setempat dalam mengembangkan kawasan pariwisata dimaksud. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan format kuisioner. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisa dan mengolah data yaitu menggunakan metode penelitian kuantitatif yang selanjutnya diolah menggunakan metode Anlisis SWOT. Hasil olahan data dimaksud menghasilkan beberapa strategi pengembangan kawasan pariwisata Nuat Bkau (Gua Kelelawar) antara lain “ Membangun sarana dan prasarana penunjang seperti meningkatkan akses jalan menuju lokasi objek wisata Nuat Bkau, peningkatan jalan yang memenuhi standar pelayanan, melakukan pengembangan Nuat Bkau dengan perencanaan/ pendekatan 5A (Attraction, Activity, Accomodation, Accessbility, Amently), melakukan pengembangan dengan mendesain kawasan wisata Nuat Bkau sedemikian rupa sehingga menarik untuk dikunjungi, menyediakan pernak-pernik seperti desain hiasan dinding, desain baju kaos dan lain sebagainya untuk diperjualbelikan, serta strategi lainnya yaitu menyediakan fasilitas pendukung seperti parkiran, faslitas olaraga berupa kolam renang dan lain sebaginya agar pengunjung dapat merasakan kenyamanan dan dapat terhibur dengah melakukan berbagai aktifitas di sekitar lokasi objek wisata.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Di Kawasan Pantai Konokar Ki'ik Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ekowisata mangrove merupakan objek wisata yang berwawasan lingkungan dimana wisata tersebut mengutamakan aspek keindahan yang alami dari hutan mangrove serta fauna yang hidup di sekitarnya tanpa harus merusak ekosistem tersebut untuk membuatnya lebih menarik wisatawan. Ekowisata merupakan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir yang dapat menambah pendapatan mereka. Selain itu dalam pengelolaan ekowisata dan strategi konservasi hutan mangrove, keterlibatan para stakeholders sangat berperan penting. Proyek ekowisata dapat berhasil jika stakeholders melaksanakan peran mereka dalam pengelolaan ekowisata maupun konservasi hutan mangrove. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2020, dengan tujuan untuk merumuskan strategi pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Strategi yang dipakai adalah progresif dimana pengembangan ekowisata hutan mangrove di Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu sedang berkembang, dan memiliki prioritas yang paling tepat dilakukan adalah (1) Meningkatkan sistem pengelolaan ekowisata mangrove lebih maksimal serta menjaga ekosistem mangrove dan fauna yang ada, guna menarik perhatian bagi setiap pengunjung yang datang, (2) Pengembangan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan wisata,(3) Membangun komitmen bersama antara instansi terkait dalam proses pengembangan ekowisata ke depan, (4) Pemanfaatan potensi dan ekosistem untuk pengembangan ekowisata yang menjunjung tinggi nilai kelestarian alam

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) DI MEDIA SOSIAL DAN ATRAKSI WISATA TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE WISATA ALAM FATUMNASI (Survei Pada Pengguna Facebook dan Instagram)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) DI MEDIA SOSIAL DAN ATRAKSI WISATA TEHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE WISATA ALAM FATUMNASI (Survei Pada Pengguna Facebook dan Instagram) Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh e-wom terhadap keputusan berkunjung dan pengaruh atraksi wisata terhadap keputusan berkunjung pada wisata alam Fatumnasi. Penelitian ini dilatar belakangi Dengan adanya media sosial online yang memiliki jangkauan luas seluruh dunia, masyarakat mulai mengubah cara promosi mereka dari yang bersifat konvensional menjadi bersifat modern yaitu mempromosikan menggunakan sosial media online berupa facebook. Salah satu kegiatan promosi yang sering dilakukan para pengguna facebook saat ini yaitu promosi wisata. Promosi objek wisata yang dilakukan melalui media sosial tersebut adalah cara yang bersifat baru dan dapat mendorong perkembangan wisatawan (Fatanti & Suyadnya, 2015). Selain itu, media sosial juga mampu memberikan dampak positif dalam media pemasaran objek wisata suatu daerah dilihat dari segi biaya, efektivitas serta kemudahan dalam menjalankan promosi melalui media ini sehingga menjadikan facebook semakin diminati banyak pihak dalam melakukan promosi dan Berdasarkan data dari tabel 1.1 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari tahun 2016 sampai tahun 2019 dan terjadi penurunan kunjungan wisatawan pada tahun 2020. . Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu e-wom, atraksi wisata, dan keputusan berkunjung. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang diambil sampel sebanyak 100 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis regresi linear berganda. Sampel yang digunakan adalah para pengguna media sosian Facebook dan Instagram yang pernah berkunjung ketempat wisata alam Fatumnasi. Dari hasil pengolahan data yang dikumpulkan tersebut diuji berdasarkan persamaan regresi linear berganda dengan uji hipotesis pertama yaitu bahwa untuk e-wom (X1) ditemukan t hitung = 4.664 lebih besar dari t tabel = 1.660 dan tingkat sig = 0,000. Oleh karena nilai sig 0,05 maka Ho (b1>0) diterima yaitu variable e-wom (X1) berpengaruh positif secara parsial teerhadap keputusan berkunjung (Y). dan uji hipotesis kedua yaitu bahwa untuk variable atraksi wisata (X2) ditemukan t hitung = 4.134 lebih besar dari t tabel = 1.660 dan tingkat sig = 0,000. Oleh karena nilai sig > 0,05, maka Ho (b2 = 0) ditolak dan H2 (b2>0) diterima yaitu variabel atraksi wisata (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap keputusan berkunjung (Y). dan dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 53,489 > F tabel 3,09 dengan sig = 0,000.oleh karena nilai sig0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel e-wom (X1) dan atraksi wisata (X2) secara simultan memiliki pengaruh terhadap keputusan berkunjung (Y). sedangkan nilai koefisien determinasi dalam penelitian ini adalah diketahui bahwa pengaruh e-wom terhadap keputusan berkunjung dengan nilai sebesar 0,006 dan hubungan yang terjadi antara lingkungan keluarga dengan minat berwirausaha juga sangat lemah dengan nilai sebesar 0,022. Penelitian ini menunjukan secara teori terbukti bahwa e-won berpengaruh positif terhadap keputusan berkunjung pada tempat wisata alam Fatumnasi. Dengan demikian semakin baik pemanfaatan dan pengelolaan e-wom maka akan semakin meningkat pula keputusan berkunjung pada wisata alam Fatumnasi. Penelitian ini juga menunjukan bahwa secara teori atraksi wisata memiliki pengaruh positif terhadap keputussan berkunjung pada wisata alam Fatumnasi. Dengan demikian semakin banyak atraksi wisata yang ada maka dapat meningkatkan keputusan berkunjung pada wisata alam Fatumnasi Kata kunci : e-wom, atraksi wisata, keputusan berkunjung

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI OBJEK WISATA MANGROVE LITIANAK DI DESA HOLULAI, KECAMATAN LOAHOLU, KABUPATEN ROTE NDAO

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN YUSMINA FATIN (17382420) Strategi Pengembangan Potensi Objek Ekowisata Mangrove Litianak Di Desa Holulai Kecamatan Loaholu Kabupaten Rote Ndao: ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si dan WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekowisata merupakan sektor pariwisata yang berpotensi sebagai salah satupenunjang perekonomian nasional, dari ekowisata juga dapat dimanfaatkan olehpemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Sarana dan prasaran juga merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menunjang suatu kegiatan wisata, agar setiap pengunjung mendapatkan kemudahan rasa nyaman dan merasa puas dalam berwisata. Mangrove Litianak merupakan salah satu ekowisata Hutan Mangrove yang berada di Desa Holulai dan banyak dikunjungi oleh wisatawan,laut yang jernih serta hamparan pasir putih, Lopo-lopo, Jembatan/trackyang indah menjadi potensi menarik bagi pengunjung. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021 di DesaHolulai.Metodeyangdigunakanyaknimetodesurvey.TeknikpengambilansampeldengancarapurposivesamplingmenggunakanrumusSlovin.Analisisdata terhadap potensi objek dan daya tarik wisata alam diuraikan secara deskriptifdandiolahmenggunakanPedomanAnalisisDaerahOperasiObjekdanDayaTarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) Dirjen PHKA tahun 2003 dan menganalisisstrategipengembanganmenggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekowisata Mangrove Litianak dengan tingkat penentuan alternatif strategi pengembangan ekowisata mangrove Litianak Desa Holulai sebesar 3,84. Dari hasil analisisSWOT, terdapat 3 prioritas utama yang diambil berdasarkan peringkat yaitu meningkatkan sistem pengelolaan ekowisata mangrove lebih maksimal serta menjaga ekosistem mangrove dan fauna yang ada, guna menarik perhatian bagi setiap pengunjung yang datang yaitu dengancara memberikan lebih banyak bantuan berupa bahan-bahan infrastruktur wisata yang ramah lingkungan untuk memperbaiki dan menjaga ekowisata yang lebih baik KataKunci:Strategi, Pengembangan, Ekowisata, Mangrove, SWOT, Litianak

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN TENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT DESA PROBUR UTARA DALAM MENGEMBANGKAN TEMPAT REKREASI PANTAI LANGLEKI SEBAGAI OBYEK WISATA DI KECAMATAN ALOR BARAT DAYA KABUPATEN ALOR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TINJAUAN TENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN TEMPAT REKREASI PANTAI LANGLEKI SEBAGAI OBYEK WISATA Apritunce plaikol1*, Ramona M. Mae2, Fredik E. Nope3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Dalam penelitian ini adalah hingga saat ini belum adanya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan tempat rekreasi pantai Langleki sebagai obyek wisata Tujuan penelitian:Dapat mengembangkan Pantai Langleki sebagai salah satu obyek wisata yang dapat dikenal di Kabupaten Alor sehingga dapat meningkatkan perekonomian pada masyarakat desa Probur Utara tersebut, sehingga kedepannya dapat memberikan perubahan melalui obyek wisata yang berada di desatersebut Metode penelitian:Dalam penelitian ini motode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian sesuai dengan kenyataan yang dilihat dan didengar peneliti secara langsung, dengan membutuhkan waktu selama 1 (satu) bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi masyarakat sangat berperan untuk berdirinya tempat wisata ini. Berawal dari pengusulan kebijakan dan pengharapan-pengharapan dari masyarakat untuk meningkatkan pendapatan ekonominya adalah nafas lega bagi sebagian masyarakat yang bisa turut bekerja didalamnya. Partisipasi masyarakat dalam bidang sarana dan prasarana adalah hal yang sangat berpengaruh besar dalam mengembangkan obyek wisata Pantai Langleki. Simpulan: Mengembangkan tempat rekreasi pantai Langleki sebagai obyek wisata sehingga kedepannya dapat memberikan perubahan pada Desa Probur Utara Katakunci: Partisipasi Masyarakat dalamMengembangkanTempatRekreasi Pantai LanglekisebagaiObyekWisata di DesaProbur Utara, KecamatanAlor Barat DayaKabupatenAlor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGELOLAAN ATRAKSI, AMENITAS DAN AKSESIBILITAS TERHADAP PENGEMBANGAN OBYEK WISATA MOTADIKIN DI KABUPATEN MALAKA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Objek wisata merupakan bagian yang sangat penting dalam perkembangan sebuah daerah tujuan wisata, objek wisata yang baik dapat memberikan opini yang positif terhadap wisatawan potensial untuk berkunjung ke suatau destinasi atau daerah tujuan wisata.Mengembangkan suatu objek wisata di suatu daerah tujuan wisata tidak bisa melepaskan komponen produk atraksi, aksesibilitas maupun fasilitas karena ketiga komponen ini dapat menjadikan daya tarik suatu objek wisata. Pengelolaan ketiga komponen produk pariwisata dengan baik maka akan berimplikasi positif terhadap citra objek wisata tersebut. Pengelolaan objek wisata dengan basis atraksi yang baik harus didukung oleh komponen aksibilitas dan amenitas, aksibilitas memberikan kemudahan kepada pengunjung untuk menjangkau suatu objek wisata sementara fasilitas dapat memenuhi kebutuhan pengunjung selama mereka menikmati atraksi di suatu objek wisata yang dipilihnya.Suatu tempat dapat dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata terutama perlu memenuhi 4 (empat) komponen kepariwisataan yang disebut 4A, yakni Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas dan Ansilari (Sugiama, 2014). Atraksi merupakan komponen yang signifikan dalam menarik wisatawan. Modal atraksi yang menarik kedatangan wisatawan itu ada tiga, yaitu: Natural Resources (alami), Atraksi wisata budaya, dan Atraksi buatan manusia itu sendiri. Modal kepariwisataan itu dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata ditempat dimana modal tersebut ditemukan. Keberadaan atraksi menjadi alasan serta motivasi wisatawan untuk mengunjungi suatu daya tarik wisata (DTW). Aksesibilitas adalah sarana dan infrastruktur untuk menuju destinasi. Akses jalan raya, ketersediaan sarana transportasi dan rambu-rambu penunjukjalan merupakan aspek penting bagi sebuah destinasi. Amenitasadalah segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di destinasi. Amenitas berkaitan dengan ketersediaan sarana akomodasi untuk menginap serta restoran atau warung untuk makan dan minum. Kebutuhan lain yang mungkin juga diinginkan dan diperlukan oleh wisatawan, seperti toilet umum, rest area, tempat parkir, klinik kesehatan, dan sarana ibadah sebaiknya juga tersedia di sebuah destinasi. Tentu saja fasilitas-fasilitas tersebut juga perlu melihat dan mengkaji situasi dan kondisi dari destinasi sendiri dan kebutuhan wisatawan. Tidak semua amenitas harus berdekatan dan berada di daerah utama destinasi. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Motadikin Malaka . Dengan teknik pengumpulan data melalui pembagian kuesioner kepada 100 responden di Motadikin. dan sampel dari penelitian ini adalah pengunjung Motadikin sebanyak 100 responden. Dalam. Sedangkan didalam pembahasannya digunakan metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi dilapangan secara sistematis. Adapun metode yang digunakan dalam menentukan sampel yang diambil menggunakan teknik non probability sampling yaitu incidental sampling dimana siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti pada Motadikin dapat dijadikan sebagai Sampel penelitian. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pengelolaan atraksi, amenitas dan aksesibilita tidak mempengaruhi pengembangan obyek wisata Motadikin.Hasil uji koefisien determinasi ( R2 )dapat diketahui besarnya koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0,21 yang menegandung penegrtian bahwa penagruh variabel pengelolaan atraksi (X1), pengelolaan2 amenitas(X2),dan pengelolaan aksesibilitas (X3), terhadap pengembangan obyek wisata (Y) adalah 21% dan sisanya 79% dipengeruhi variabel lain. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disajikan maka kiranya dapat memberikan manfaat pada pihak-pihak lain yang terkait atas penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Layanan Kepariwisataan terhadap Minat Kunjung Kembali dan Tingkat Kepuasan Wisatawan paada Obyek Wisata Kelaba Madja di Kabupaten Sabu Raijua

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan kepariwisataan terhadap tingkat kepuasan wisatawan dan minat kunjung kembali pada obyek wisata Kelaba Madja di Kabupaten Sabu Raijua. Pariwisata merupakan salah satu sektor industri andalan Indonesia,Sektor kepariwisataan memegang peranan penting dalam menumbuhkan perekonomian daerah,oleh karenanya mayoritas daerah di Indonesia bersaing dalam memperkenalkan potensi kepariwisataannya untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung kembali. Potensi kepariwisataan di Kabupaten Sabu Raijua sangat banyak dan beragam. Selain itu, Sabu Raijua memiliki berbagai macam destinasi wisata yang tersebar di masing masing kecamatan.Keberadaan destinasi wisata tersebut berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan domestik yang meningkat setiap tahunnya. Wisata alam menjadi jenis wisata yang paling banyak diminati (Brahmanto dkk., 2017). Mengingat bahwa pembelian ulang atau dalam pariwisata berupa kunjungan ulang menjadi parameter tingkat loyalitas wisatawan (Kertajaya, 2013 dan Tjiptono, 2015). Maka perlu diperhatikan layanan dan kepuasan wisatawan agar wisatawan yang datang dapat melakukan kunjungan ulang di kemudian hari. Karena pelayanan yang baik dapat memberikan kepuasan kepada wisatawan sehingga berdampak pada motifasi wisatawan untuk berkunjung kembali ke Kelaba Madja. Jika dilihat dari jumlah wisatawan yang berkunjung ke Provinsi NTT yang terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu tahun 2017 berjumlah 441.316 orang,tahun 2018 berjumlah 496.081 0rang dan tahun 2019 meningkat drastis menjadi 1.192.442 maka dapat disimpulkan bahwa para wisatawan yang memilih Sabu Raijua sebagai tujuan wisata masih tergolong rendah, Hal ini di pengaruhi oleh kepuasan pengunjung terhadap layanan pariwisata yang di tawarkan oleh para pengelola wisata yang ada di Kabupaten Sabu Raijua belum memenuhi prospek yang ada. Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu layanan kepariwisataan,tingkat kepuasan wisatawan dan minat kunjung kembali dan di ambil sampel oleh penulis sebanyak 92 responden dengan menggunakan kuisioner yang dibagikan secara online untuk teknik pengumpulan data. Kemudian data diproses menggunakan aplikasi spss 2016 diketahui bahwa hasil uji pada variabel layanan kepariwisataan menunjukan bahwa layanan kepariwisataan (X) secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepuasan wisatawan pada obyek wisata Kelaba Madja dengan nilai signifikan sebesar 0,001 yakni lebih kecil dari standar eror yang di tetapkan yaitu sebesar 0,05. Hasil uji pada variabel layanan kepariwisataan (X) terhadap minat kunjung kembali (Z1) yang dilakukan menunjukan bahwa layanan kepariwisataan secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat kunjung kembali dengan sig sebesar 0,587 yakni lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa pada variabel layanan keparwisataan Ho:b1 di terima dan Ho:b2 di tolak yang berarti tidak ada pengaruh positif antara variabel layanan kepariwisataan terhadap variabel minat kunjung kembali pada obyek wisata Kelaba Madja. Hasil uji pada variabel tingkat kepuasan wisatwan (Y1) terhadap variabel minat kunjung kembali (Z1) yang dilakukan menunjukan bahwa tingkat kepuasan wisatawan secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat kunjung kembali dengan nilai sig sebesar 0,000 yakni lebih kecil dari 0,05 . Hal ini menunjukan bahwa tingkat kepuasan wisatwan memiliki peranan penting dalam meningkatkan minat kunjung kembali, karena ketika wisatawan merasa puas maka tidak menutup kemingkinan wisatawan akan datang lagi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail