Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

56 hasil
Subjek: Kinerja pegawai
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA KUPANG Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. sumber daya manusia sebagai penggerak organisasi dalam mencapai tujuannya, maka upaya – upaya organisasi dalam mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik harus terus dilakukan, dengan adanya karyawan- karyawan yang bekerja secara baik ini, maka diharapkan hasil kerja (kinerja) dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab di berikan terhadap karyawan. Salah satu upaya yang dapat menentukan proses prima khususnya dalam organisasi apalagi organisasi pemerintah tergantung pada kinerja. Kinerja merupakan performance atau unjuk rasa. Kinerja juga dapat pula diartikan sebagai prestasi kerja atau hasil unjuk kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah 43 orang pegawai pada kantor dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang dengan sampel keseluruhan pegawai yaitu 43 orang. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui kompensasi dalam kategori rendah, motivasi berada dalam kategori rendah serta kinerja karyawan juga berada pada kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,001 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,489 yang berarti semakin baik kompensasi semakin tinggi kinerja pegawai dan sebaliknya. Sedangkan motivasi berpengaruh positif juga terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,033 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,395 yang berarti semakin baik motivasi maka semakin tinggi pula kinerja pegawai. Kata Kunci : Kompensasi, Motivasi dan Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA KUPANG Dalam sebuah organisasi, gaya kepemimpinan seorang pemimpin adalah hal yang penting diperhatikan. Kepemimpinan dalam sebuah organisasi dituntut untuk biasa membuat individu-individu dalam organisasi yang dipimpinnya biasa berperilaku sesuai dengan yang diinginkan oleh pemimpin untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan secara luas yang meliputi proses mempengaruhi untuk menentukan tujuan perusahaan, maka kepemimpinan harus dapat memotivasi perilaku pegawai untuk mencapai tujuan dan mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya dengan memastikan kepemimpinan tersebut telah cakap dalam literasi digital. Karena keberhasilan dalam kepemimpinan dapat menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, untuk menjaga kelangsungan operasional perusahaan dalam mencapai tujuannya, maka diperlukan dorongan yang dapat meningkatkan kinerja pegawai dan gaya kepemimpinan yang dapat mendukung pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya tergantung pada keberhasilan dari para individu (sumber daya manusia) perusahaan itu sendiri dalam menjalankan tugas mereka masing-masing. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang perlu dikelola dengan baik oleh perusahaan. Dimana pengelolaan sumber daya manusia harus dilakukan secara profesional agar dihasilkan sumber daya manusia yang kompeten sehingga nantinya dapat meningkatkan kinerja dari individu dan lembaga. Namun kunci dari keberhasilan dalam pengelolaan tersebut terutama bagi para pegawai salah satunya adalah bagaimana kepemimpinan yang digunakan oleh seorang pemimpin. Dalam proses menciptakan kinerja yang efektif, kepemimpinan dari seorang pemimpin memiliki peran yang sangat krusial dan merupakan suatu unsure kunci dalam keefektifan organisasi dalam mewujudkan reformasi birokrasi (Rego et al., 2017) Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Variabel bebas sering disebut juga sebagai variabel independen, stimulus, prediktor, dan antecedent merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Gaya kepemimpinan (X1) dan Kompensasi (X2), sedangkan variabel terikat sering disebut sebagai variabel dependen, merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Kinerja Pegawai (Y). meode yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda Berdasarkan analisis regresi linear berganda pada tabel diperoleh analisis persamaan regresi untuk nilai α 7,747 β(X1) 0,381 β(X2) 0,519 sehingga persamaan regresinya yang dihasilkan adalah: Y 7,747 + 0,381X1 + 0,519X2 Dengan konstanta sebesar 7,747, dinyatakan bahwa jika tidak ada pengaruh gaya kepemimpinan, maka kinerja pegawai sebesar 4,549. Nilai koefisien regresi (X1) sebesar 0,381 dinyatakan bahwa setiap meningkatkan (karena tanda positif) gaya kepemimpinan maka akan meningkat kinerja pegawai sebesar 0,381. Nilai koefisien regresi (X2) sebesar 0,519 dapat diartikan bahwa jika meningkatkan variabel kompensasi maka akan meningkat kinerja pegawai sebesar 0,519. Karena nilai koefisien regresi bernilai positif (+), maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa Gaya Kepemimpinan (X1) dan Pemberian Kompensasi (X2) berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang. 1. Gaya Kepemimpinan (X) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang berada pada kategori baik dengan tingkat persentase sebesar 85,63 persen. Ditinjau dari indikator gaya kepemimpinan konsultatif, gaya kepemimpinan partisipatif, gaya kepemimpinan delegatif dan gaya kepemimpinan direktif. 2. Secara umum Kinerja Pegawai (Y) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang berada pada ketegori tinggi dengan tingkat persentase 87,27 persen. Ditinjau dari indikator kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu. 3. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Pemberian Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang, dengan tingkat pengaruh yang tergolong dalam kategori kuat, sebagaimana yang diketahui koefisien korelasi 0,742 berada pada interval 0,60-0,799 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan dan Pemberian Kompensasi memiliki pengaruh yang kuat terhadap Kinerja Pegawai. Besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini ditunjukkan dengan rs 0,787 dan hipotesis untuk uji keberartian korelasi ini adalah Ada Hubungan yang sangat kuat antara Kompensasi Finansial dengan kinerja pegawai adalah (2) Hasil pengukuran besaran koefisien perubahan terhadap kinerja pegawai sebesar 53,5%. Besar penentu (determinasi) yakni 0,535 atau 53,5% memberi petunjuk bahwa kinerja pegawai 53,5% dipengaruhi oleh kompensasi yang diberikan perusahaan, sedangkan 46,5% lainnya ditentukan oleh faktor lain berupa motivasi, budaya organisasi, gaya kepemimpinan, lingkungan kerja. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Pemberian Kompensasi, Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KETERAMPILAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keterampilan kerja dan Lingkungan Kerja merupakan salah satu factor dan fungsi dalam pengembangan sumber daya manusia yang sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai dalam suatu organisasi. Keterampilan dan lingkungan adalah rancangan suatu sistem dalam proses pengubahan sikap dan tata laku sesorang maupun peningkatan atau perolehan kemahiran dalam rangka pendewasaan dalam suatu bidang atau organisasi. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, dan memberikan kontribusi pada ekonomi. Dengan demikian, kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan kerja dan lingkungan kerja. Penelitian ini melatar belakang data keterampilan pegawai pada Badan Kepegawaian , Pendidikan dan pelatihan Daerah di Kota Kupang mengalami Fluktuasi setiap bulannya baik dari bulan Juli sampai September pada Tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil Pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang sebanyak 67 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah yakni berjumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesiner, kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Menyebarkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang sebagai responden pada penelitian ini. Analisis pendahuluan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memasukan hasil pengolahan data dalam angket responden kedalam data distribusi frekuensi. Dengan menggunakan kriteria tiga kotak (theree box method). Analisi lanjutan dalam penelitian ini menggunakan persamaan regresi linear berganda, uji koefisien regresi secara parsial (Uji t), uji hipotesis (uji F) dan Koefisien determinasi (R2) Hasil penelitian menunjukan teori bahwa secara parsial menununjukkan Variabel Keterampilan Kerja (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan Hasil uji regresi secara parsial menunjukkan bahwa variabel Lingkungan kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODAL MANUSIA, KOMITMEN KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan sampel 27 responden yang bekerja di Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Kuesioner sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis menggunakan deskriptif, regresi linear berganda dengan uji hipotesis yaitu uji t (Simultan), uji F (persial) dan koefisien determinasi (R2). Pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan mengenai Pengaruh Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa variable bebas Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu Kinerja Pegawai. Pengaruh modal manusia terhadap kinerja pegawai dari hasi perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi modal manusia sebesar 0,144 selain itu, signifikan 0,005 < 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel moadal manusia mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Komitmen kerja terhadap kinerja pegawai berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk komitmen kerja sebesar 0,442 selain itu, signifikan 0,001< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel komitmen kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk komitmen kerja sebesar 0,766 selainitu, signifikan 0,000< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel kepuasan kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Dari hasil analisi regresi dapat diketahui bahwa secara Bersama-sama variable independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadapat variable dependen. Hal ini dibuktikan dari nilai f hitung 240.264 lebih besar dibandingkan nilai f table sebesar 2,99 dengan nilai signifikan 0,000 karena niali signifikan jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat dikatakan bahwa modal manusia, komitmen kerja, kepuasan secara Bersama-sama atau secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai kantor kecamatan taebenu kabupaten kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PARIWISATA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PARIWISATA KOTA KUPANG Sumber daya manusia adalah kunci pokok yang harus diperhatikan, dengan segala kebutuhannya dalam sebuah organisasi. Sumber daya manusia juga merupakan ujung tombak yang akan menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan organisasi dan juga merupakan faktor penting yang dapat menentukan maju mundur serta hidup matinya suatu organisasi. Oleh karena itu dalam dunia bisnis yang berkembang semakin pesat saat ini serta perkembangan pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih maka hal itu akan membawa perubahan pola kehidupan pegawai. Sumber daya manusia juga merupakan sumber yang berperan aktif terhadap jalannya suatu organisasi dan proses pengambilan keputusan. Kinerja Pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya Kecerdasan emosional merupakan kemampuan pengendalian diri, semangat dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri. Kecerdasan spiritual sebagai rasa moral, kemampuan menyesuaikan aturan yang kaku yang sejalan dengan pemahaman dan cinta serta kemampuan setara untuk melihat kapan cinta dan pemahaman sampai pada batasannya Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Kuesioner dengan angket tertutup. Menurut Umar (2011:49) teknik angket merupakan suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan atau pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut. Menurut Riduwan (2007:27) angket tertutup adalah angket yang disajikan sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristiknya dengan cara memberikan tanda silang atau tanda checklist. Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pernyataan-pernyataan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut :untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidaksetuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan penyajian data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dalam pembahasan ini akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Pembahasan ini merupakan jawaban atas permasalahan, sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas yaitu Kecerdasan Emosional teterhadap variabel terikat yaitu Kinerja Pegawai, Pengaruh Kecerdasan Spiritual terhadap Kinerja Pegawai Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,586 artinya jika Kecerdasan Emosional (X1) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,586. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh antara Kecerdasan Emosional (X1) dengan Kinerja Pegawai (Y). Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya pengaruh Kecerdasan Emosional (X1) terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel Kecerdasan Emosional (X1) ditemukan t hitung = 3,098 lebih besar t tabel = 2,039 dan tingkat Sig. = 0,004 lebih kecil dari 0,05. Pengaruh Kecerdasan Spiritual (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,455 artinya jika Kecerdasan Spiritual (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,455. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh antara Kecerdasan Spiritual (X2) dengan Kinerja Pegawai (Y). Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa menunjukan adanya pengaruh antara Kecerdasan Spiritual terhadap Kinerja Pegawai, sehingga apabila Kecerdasan Spiritual dijalankan dengan baik maka semakin meningkatnya Kinerja Pegawai dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh Kecerdasan Spiritual (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung = 2,087 lebih besar t tabel= 2,039 dan tingkat Sig. = 0,045 lebih kecil 0,05. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial Kecerdasan Emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Kota Kupang. Secaraparsial Kecerdasan Spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Kota kupang. Kata Kunci :Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN ETOS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BIRO UMUM KANTOR GUBERNUR PROVINSI NTT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN ETOS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BIRO UMUM KANTOR GUBERNUR PROVINSI NTT Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu elemen utama yang sangat penting dalam sebuah organisasi menjadi bagian tumbuh kembangnya lembaga/organisasi tersebut. Sebagai salah satu elemen utama dalam sebuah organisasi sumber daya manusia juga memegang kendali bagi realisasi perjalanan lembaga atau organisasi sekaligus motor penggerak mencapai tujuan lembaga/ organisasi tersebut. Setiap sumber daya manusia atau pegawai yang bekerja dalam suatu organisasi diharapkan memberikan kinerja yang optimal dimana pegawai tersebut bekerja. Iklim organisasi adalah serangkaian deskripsi dari karakteristik organisasi yang bertahan dalam jangka waktu lama. Karakteristik ini membedakan satu organisasi dari organisasi lain dan mempengaruhi perilaku orang-orang yang termasuk dalam organisasi tersebut. Iklim organisasi merupakan suatu keadaaan yang menunjukan suatu kehidupan yang saling berinteraksi, sehingga menimbulkan rasa senang atau tidak senang terhadap bidang pekerjaannya. Arti interaksi yang dimaksud adalah adanya hubungan antara atasan dengan bawahan serta bawahan dengan bawahan lainnya. Iklim organisasi sangat dipengaruhi oleh individu yang berada dalam suatu organisasi tersebut. Etos kerja merupakan sikap, pandangan, kebiasaan, ciri-ciri atau sifat mengenai cara bekerja yang dimiliki seseorang, suatu golongan atau suatu bangsa (Dodi, dkk, 2013). Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Nurhasanah, 2019) Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang bersumber dari hasil wawancara terstruktur terhadap responden. Instrumen dalam pengumpulan data primer ini adalah kuesioner yang disusun secara sistematis, dalam bentuk sistematis, dalam bentuk daftar cek dalam bentuk Semantic Differencial scale (Cooper dan Emory, 2002, p337). Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuruan sikap dengan menggukan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval.Pertanyaan-pertanyan dalam angket tertutupdibut dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sngat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan penyajian data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dalam pembahasan ini akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Pembahasan ini merupakan jawaban atas permasalahan, sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas yaitu Iklim Organisasi terhadap Kinerja Pegawai,Pengaruh Etos Kerja Terhadap Kinerja Pegawai dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,373 artinya jika Iklim Organisasi (XI) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,373. Koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh signifikan antara Iklim Organisasi (X1) dengan Kinerja Pegawai (Y). Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya pengaruh Iklim Organisasi (X1) terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel Iklim Organisasi (X1) ditemukan t hitung = 4,072 lebih besar t tabel = 2,007548 dan tingkat Sig. = 0,000 lebih kecil dari 0,05 . Pengaruh Etos Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,738 artinya jika Etos Kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,738 Koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh antara Etos Kerja (X2) dengan Kinerja Pegawai (Y). Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa menunjukan adanya pengaruh antara Etos Kerja terhadap Kinerja Pegawai, sehingga apabila Etos Kerja dijalankan dengan baik maka semakin meningkatnya Kinerja Pegawai dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh Etos Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung = 5,625 lebih besar t tabel= 2,00758 dan tingkat Sig. = 0,000 lebih kecil 0,05. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial Etos Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Biro Umum Kantor Gubernur Provinsi NTT. Kata Kunci : Iklim Organisasi, Etos Kerja , Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS KESEHATAN KABUPATEN LEMBATA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui pengaruh manajemen sumber daya manusia terhadap Kinerja pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. 2) Mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap Kinerja pegawai di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata dan 3) Untuk mengetahui pengaruh manajemen sumber daya manusia dan budaya organisasi secara bersama-sama (simultan) terhadap Kinerja pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental design dan dihitung menggunakan SPSS 22.00 for windows. Data yang diperoleh melalui kuesioner kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif menggunakan alat distribusi frekuensi dan analisis regresi linear berganda yang hasilnya diolah menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini melalui perhitungan analisis regresi linear berganda, diperoleh hasil bahwa; 1) Sumber daya manusia mempunyai dampak yang signifikan terhadap kinerja organisasi. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikan pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa nilai signifikansi dari variabel sumber daya manusia (X1) adalah 0,00<0,05 dan nilai t-hitung 7,202>2,368 sehingga menunjukan bahwa sumber daya manusia (X1) berpengaruh terhadap kinerja pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. 2) Budaya organisasi (X2) mempunyai dampak yang signifikan terhadap kinerja. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikan pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa nilai signifikansi dari variabel budaya organisasi (X2) adalah 0,01<0,05 atau 2,485>2,368 sehingga menunjukan bahwa budaya organisasi (X2) berpengaruh terhadap kinerja pada Dinas KesehatanKabupaten Lembata. 3) Manajemen sumber daya manusia dan budaya organisasi secara simultan mempunyai dampak yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikan pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa nila f-hitung 0,00<0,005 atau f-hitung 38,469>3,10 sehingga diketahui bahwa manajemen sumber daya manusia dan budaya organisasi mempunyai dampak yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, adapun saran yaitu kepada pemerintah Kabupaten Lembata terkhusunya Dinas Kesehatan untuk terus meningkatkan kinerja pegawai dengan memperhatikan sumber daya manusia dan budaya organisasi agar seluruh pegawai dapat bekerja semaksimal mungkin untuk melayani maysarakat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA KANTOR IMIGRASI KELAS 1 TPI KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTARAK ANALISIS PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA KANTOR IMIGRASI KELAS I TPI Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk menganalsisi pengaruh pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja aparatur sipil negara pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalah Sumber daya manusia mempunyai peran utama dalam setiap kegiatan organisasi. Sebagai kunci pokok, sumber daya manusia akan menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan organisasi. Tuntutan organisasi untuk memperoleh, mengembangkan dan mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas semakin mendesak sesuai dengan dinamika lingkungan yang selalu berubah. Dengan keadaan seperti itu, maka sangat perlu bagi suatu instansi pemerintah melaksanakan suatu kegiatan yang dapat memberikan manfaat dan kontribusi besar terhadap kinerja pegawai. Pengembangan sumber daya manusia mengandung tugas untuk mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu lembaga secara optimal, sehingga sumber daya manusia dapat bekerja secara maksimal untuk bersama-sama mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi organisasi. Pada organisasi pemerintahan, kinerja pegawai dalam melakukan tugas atau pekerjaan, sering tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. Mereka sering melakukan kesalahan yang tidak seharusnya terjadi, misalnya 2 sering tidak masuk kerja dan tidak sungguh-sungguh mematuhi peraturan jam kerja. Hal ini akan berakibat tidak baik bagi organisasi karena pekerjaan menjadi sering tidak dapat selesai pada waktu yang ditentukan atau banyak waktu yang tidak terpakai dengan baik. Selain itu, fenomena masih adanya pegawai yang memanfaatkan waktu kerja untuk melakukan hal-hal lain di luar pekerjaannya. Hal ini berakibat pada rendahnya kinerja pegawai karena perhatiannya terbagi dengan aktifitasnya di luar dari kewajibannya sebagai pelayan publik, sehingga pegawai tersebut tidak secara total memberikan pengabdian diri pada organisasi. Organisasi merupakan proses menghimpun pekerjaan yang orang-orang atau kelompok-kelompok harus melakukan dengan kekuasaan yang diperlukan untuk pelaksanaannya, sehingga kewajiban-kewajiban yang dilakukan demikian itu memberikan saluran-saluran terbaik bagi penyelenggara usaha yang efisien, teratur, positif, dan terkoordinasikan, jumlah aparatur sipil negara pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang berjumlah 55 (lima puluh lima) orang. Pegawai atau karyawan dapat mendapat Pendidikan dan pelatihan sebagai instrumen utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mencakup peningkatan pengetahuan, peningkatan keahlian dan keterampilan, perubahan sikap dan perilaku, serta koreksi terhadap kelemahan kinerja. Dengan kata lain pendidikan dan pelatihan dianggap sebagai instrumen kebijakan yang paling efektif untuk mencapai kompetensi kerja yang dipersyaratkan oleh suatu jabatan, berikut jumlah data aparatur sipil negara yang mengikuti. Dengan hasil penelitian Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi sederhana dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pengembangan sumber daya manusia (X1) diperoleh koefisien sebesar 0.032 Thitung 0.900 dan nilai signifikan 2.372 yang berarti jika varaibel pengembangan sumber daya sesuai dengan harapan maka akan meningkat pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada aparatur sipil negara (ASN) Pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang. Dengan kata lain pengembangan sumber daya manusia akan sesuai akan sesuai dengan kinerja pegawai. Ini di buktikan dengan t-hitung > t- tabel (2.372 > 1,674) hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho ditolak maka membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan yaitu pengembangan sumber daya manusia terhadap kinerja pegawai pada aparatur sipil negara (ASN) Pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang.Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut Penelitian menunjukan bahwa pengembangan sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap kinerka pegawai pada pada aparatur sipil negara (ASN) Pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH FASILITAS KANTOR, PRIORITAS KERJA DAN DUKUNGAN PIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA UPTD SARANA PRASARANA OLAHRAGA DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA PROVINSI NTT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Analisis Pengaruh Fasilitas Kantor, Prioritas Kerja Dan Dukungan Pimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT Peningkatan pengetahuan, kerja, perubahan sikap, perilaku, koreksi terhadap kekurangan-kekurangan ketrampilan kerja dibutuhkan untuk meningkatkan kerja pegawai. Fasilitas kantor dan prioritas kerja akan memberikan kesempatan bagi pegawai mengembangkan keahlian dan kemampuan baru dalam bekerja agar apa yang diketahui dan dikuasai saat ini maupun untuk masa mendatang dapat membantu pegawai untuk mengerti apa yang sebenarnya dikerjakan dan mengapa harus dikerjakan. Sedangkan dengan supportive boss yang diberikan pimpinan pada pegawai, maka pegawai mampu megembangkan rasa kepemilikan terhadap kelompok. Pentingnya pengelolaan terhadap penelitian ini disebabkan karena faktor manusia sebagai pelaku utama dalam setiap kegiatan operasional suatu instansi. Semakin baik kemampuan SDM yang dimiliki maka akan semakin baik hasil yang dicapai, dan begitu juga sebaliknya tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas akan menghambat tercapainya tujuan instansi tersebut. Melalui perencanaan Sumber Daya Manusia yang matang, kerja pegawai dapat ditingkatkan.Hal ini dapat diwujudkan melalui adanya pemberian motivasi dari seorang pimpinan (supportive boss) fasilitas kantor dan prioritas kerja yang baik. Sehingga setiap pegawai dapat menghasilkan sesuatu yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi. Fasilitas kantor yang digunakan setiap instansi bermacam-macam bentuk,jenis dan manfaatnya. Semakin besar aktivitas suatu perusaan maka semakin lengkap pula fasilitas dan sarana pendukung dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut. Fasilitas kantor itu mencakup atau meliputi saran dan prasarana kantor. Karakteristik fasilitas kantor yang mencakup sarana dan prasarana pendukung dalam proses aktivitas perubahan atau organisasi. Fasilitas kantor pada setiap instansi akan berbeda dalam bentuk dan jenisnya, tergantung pada jenis usaha dan besar kecilnya instansi tersebut. Berdasarkan pengertian tersebut ,maka sarana kantor berkaitan dengan mesin dan peralatan,perlengkapan kantor, peralatann kantor, dan peralatan investaris lainnya. Prioritas kerja merupakan salah satu cara yang sangat ampuh untuk meraih kesuksesan dalam berakarir.Sebagai manusia skala prioritas utama anda dalam kehidupan tentunya adalah karir yang sukses karena tentunya pegawai bekerja untuk mendapatkan banyak uang. Di dunia kerja prioritas dari seorang pegawai adalah memberikan hasil pekerjaan yang maksimal karena mereka adalah ujung tombak dari instansinya. Dukungan pimpinan dalam lingkungan kerja sangat penting terhadap perilaku bawahan. Ketika perhatian yang lebih besar ditunjukan oleh pimpinan bagi pegawai,maka pegawai mampu mengembangkan rasa kepemilikan terhadap kelompok.Bagaimana pegawai didukung dalam pekerjaannya juga merupakan kunci untuk mengurangi turnover dalam suatu instansi.Salah satu yang berperan penting dalam terciptanya kerja yang baik dari pegawai adalah dukungan atasan. Kinerja pegawai merupakan suatu hasil yang dicapai oleh pegawai tersebut dalam pekerjaan menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu. Menurut Robbins (2003) bahaw kinerja pegawai adalah sebagai fungsi dari interaksi antara kemampuan dan motivasi. Dalam studi manajemen kinerja pekerja atau pegawai ada hal yang memerlukan pertimbangan yang penting sebab kinerja individual seorang pegawai dalam organisasi merupakan bagian dari kinerja organisasi ,dan dapat menentukan kinerja dari organisasi tersebut. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas fasilitas kantor, prioritas kerja dan dukungan pimpinan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT berjumlah 42 orang dan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai berjumlah 42 orang dan dilakukan pennetuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penilitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fasilitas kantor, prioritas kerja dan dukungan pimpinan terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial fasilitas kantor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT . Prioritas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT dan Dukungan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT. Sedangkan secara stimultan fasilitas kantor, prioritas kerja dan dukungan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan secara Bersama-sama terhadap kinerja pegawai UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 26,959 sedangkan regresi b1 = 0,177, b2 = 0,131 dan b3 = 0,279. Dengan demikian persaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh fasilitas kantor (X1), prioritas kerja (X2) dan Dukungan pimpinan (X3) terhadap kinerja pegawai adalah sebagai berikut : Y =26,959+ 0,177 X1 + 0,133 X2 + 0,279 X3 + e. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel fasilitas kantor (X1) terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel fasilitas kantor (X1) di temukan t hitung = -1,110 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 dan tingkat signifikan = 0,227. Oleh karena itu nilai Sig.< 0,05 maka Ho (b1=0) ditolak Ha (b1>0) diterimah yaitu variabel fasilitas kantpr (X1) memiliki pengaruh negatif dan signifikan secara Parsial terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh prioritas kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa variabel prioritas kerja (X2) ditemukan t hitung = 0,674 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 dan tingkat Sig = 0,506. Oleh karena itu nilai Sig<0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1>0) diterimah yaitu prioritas kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan secara Parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Berikut hasil Uji hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh dukungan pimpinan (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) diketahui bhawa variabel dukungan pimpinan (X3) ditemukan t hitung = 1,421 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 dan tingkat Sig = 0,167. Oleh karena itu nilai Sig<0,05 maka Ho (b1= 0) ditolak Ha (b1>0) diterima yaitu variabel dukungan pimpinan (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara Parsial terhadap kinerja pegawai (Y). untuk hasil Uji F didapati F hitung =1,675 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,197 oleh karena itu nilai Sig<0,05 maka Ho (b1=0) maka Ho ditolak dan Ha (b1>0) diterimah artinya variabel fasilitas kantor (X1) dan variabel Prioritas kerja (X2) dan Dukungan pimpinan (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koofisien determinasi (R2) adalah = 0,162 atau 16,2%. Hal ini berarti besarnya pengaruh fasilitas kantor, prioritas kerja dan dukungan pimpinan terhadap kinerja pegawai adalah = 16,2%. Sedangkan pengaruh sebesar sebesar 83,8% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : Fasilitas Kantor, Prioritas Kerja, Dukungan Pimpinan, Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI NTT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK WELDI JULIANA PALLO 16410261, Analisis Pengaruh Kemampuan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur. Skripsi,Jurusan Manajemen,Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Jusuf Aboladaka,SE,M.Si dan Pembimbing 2 ibu Hermyn B.Hina,S.E.,M.Si. Peneliti menemukan bahwa Pegawai pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur berjumlah 92 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu motivasi pegawai bagian operasional,mengetahui tingkat kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan dan pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan mengambil responden adalah pegawai bagian operasional. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada 92 orang dan hanya 52 kuisioner yang kembali dan dapat diolah oleh penulis.ada tiga tekhnik analisis yang digunakan untuk menganalisis data,yaitu analisis tingkat motivasi,analisis tingkat kemampuan kerja pegawai dan analisis regresi linear berganda. Analisis pertama dilakukan untuk mengetahui tingkat motivasi pegawai bagian operasional,analisis kedua dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan kerja pegawai bagian operasional dan analisis ketiga dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai ditinjau dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat motivasi karyawan bagian operasional pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan hasil jawaban responden termasuk dalam kategori tinggi (56%) tingkat kemampuan pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyaraka dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menyelesaikan pekerjaan berdasarkan hasil jawaban responden termasuk dalam kategori rendah (44%). Hasil dengan analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa terdapat pengaruh motivasi pegawai terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan demikian diketahui bahwa tinggi rendahnya kemampuan menyelesaikan pekerjaan pegawai lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain dari motivasi,mungkin seperti lingkungan kerja, sistim kerja dan lain-lain. Kata kunci : Kemampuan kerja,Motivasi kerja dan Kinerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID19 (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NAIBONAT)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID19 (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NAIBONAT) Setiaporganisasi/perusahaanpastimempunyaitujuan yang harusdicapai dan sumberdayamanusiamerupakansumberpentingdalammencapaitujuanperusahan. Saat ini, semuaorganisasibisnisharusmempersiapkandiridenganbenar agar mampuberadaptasi di era globalisasisekarangsehinggamampuuntukbersaing dan dapatmenjawabsemuatantangandimasa yang akandating.sumberdayamanusia yang berkualitasdapatmemberikankontribusi yang positifdenganbekerjaefektif dan efisienpegawai yang memilikikinerjapositifadalahpegawai yang kompetendimana proses belajarharusmenjadibudayadariperusahansehinggaketerampilanpegawaiterusterpeliharasehinggapegawaidapatbekerjasesuaiharapanperusahaan. Tujuan penelitianiniuntukmengetahuiseberapabesarnyakepuasankerja, stress kerjapegawai, pada RSUD Naibonatsemakinmeningkatsehinggakinerjapegawaiakanikutmenurun. Dengansemakinbanyaknyapasien covid-19 makaakanmenimbulkanstres pada pegawaisehinggakepuasankerjapegawaiakanikutmenurunsertaberdampakburuk pada kinerjapegawai pada RSUD Naibonat. Konseppenelitiandalamskripsiiniadalahkinerjapegawai, kepuasankerja dan stress kerja. Kinerja pegawaidalampenelitianiniadalahhasildarisuatu proses yang mengacu dan diukurselamaperiodewaktutertentuberdasarkanketentuanataukesepakatan yang telahditetapkansebelumnya. Menurut Wibowo (2015:141) kepuasankerjamempunyaipengaruhpositifmoderat pada kinerja. Orang yang mempunyaitingkatkepuasankerjalebihtinggicenderungmempunyaitingkatkinerjatugaslebihtinggii, tingkat citizenship behavior lebihtinggi dan tingkatperilakukontraproduktiflebihrendah. Streskerjadalampenelitianiniadalahhal-hal yang mengganggupikiranpegawaidalammelaksanakanpekerjaanyaitukekhawatiran, perasaangelisah, tekanan, dan frustasi yang dapatberdampak pada psikismaupunfisik. Penelitianinimenggunakanmetodekuantitatif. Denganjumlahpopulasisebanyak 200 orang pegawai. Sampel dalampenelitianiniadalahsebanyak 100 orang pegawai.Denganmenggunakanrumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukandenganmenyebarkankuesioner pada responden, kemudian data dianalisismenggunakanteknik uji korelasi ranks spearman menggunakan SPSS. Dari hasilpenelitian, dalamanalisislanjutan yang menggunakananalisisdeskriptifpresentasediketahuibahwakepuasankerja pada RSUD Naibonatberadadalamkategori sangat baik, streskerjakaryawandalamkategoricukuptinggi, dan kinerjapegawaidalamketegoribaik. Indikatordarimasing-masingvariabeltersebut juga dideskripsikandenganbantuantabeldistribusifrekuensi. Dalam analisislanjutan yang menggunakanteknikanalisis uji korelasi rank spearman diketahuibahwakepuasankerjamempunyaihubunganpositifdengankinerjapegawai yang ditunjukkandengannilai sig(2-tailed) sebesar 0,000 dan correlation coefficient sebesar 0,479 yang berartisemakinbaikkepuasankerja, semakintinggi pula kinerjapegawai, dan sebaliknya. Sedangkanstreskerjamempunyaihubungannegatif dengankinerjapegawai yang ditunjukkandengannilai sig(2-tailed) sebesar 0,018 dan correlation coefficient sebesar -0,237 yang berartisemakintinggistreskerja, semakinrendahkinerjapegawai, dan sebaliknya. Kata Kunci :KepuasanKerja, StresKerja, Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN PENYELESAIAN KONFLIK TERHADAP KINERJA PEGAWAI, PADA KANTOR DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang mengfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan tertentu sumber daya manusia sebagai pengelolaan sistem, agar sistem ini berjalan tertentu dalam pengelolaannya harus memperhatikan beberapa aspek penting seperti pelatihan, pengembangan, motivasi, dan aspek-aspek lainnya. Sumber daya manusia merupakan aset organisi sebagai kepemimpinan yang sangat vital, karena itu peran dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya. Salah satu hal penting yang harus di miliki oleh pegawai adalah kinerja pegawai memiliki peranan yang sangat penting karena kinerja merupakan bentuk hasil akhir dari proses pegawai yang menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar maka akan memiliki kinerja yang tinggi. Seorang pimpinan atau kepala Suatu organisasi akan di akui sebagai seorang pemimpin jika dapat mengarahkan bawahannya kearah pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa besar pengaruh kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai baik secara simultan mau parsiel. Metode penelitian yang di gunakan adalah regresi linear berganda dengan jumlah populasi 30 responden maka mengambil sampel dari semua jumlah populasi.teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah menyebarkan kuesioner. metode analisis data yang di gunakan adalah analisis regresi linear berganda, analisis korelasi, berganda, uji hipotesis, dan analisis koefesien determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai berpengaruh posetif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalaah dengan cara memperhatikan pengembangan sumber daya manusia pegawai, kepuasan kerja pegawai. Pengembangan sumber daya manusia melalui kepemimpinan transformasional merupakan hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu pengembangan sumber daya manusia dan kinerja pegawai merupakan komponen penting dalam memberi motivasi bagi pegawai dalam bekerja. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan di lokasi, penelitian yaitu apakah pengaruh kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepengaruh kepemimpinan dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Kupang konsep penelitian dalam skripsi ini adalah, kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai.menurut Simamora ( 2003 : 45 ), kinerja adalah ukuran keberhasilan organisasi dalam mencapai misinya. Sedangkan Riniwati mendefenisikan kinerja adalah unsur pencatatan hasil kerja SDM dari waktu ke waktu sehingga di ketahui sejauh mana hasil kerja SDM dan perbaikan apa yang harus di lakukan agar di masa mendatang lebih baik. Untuk mencapai sasaran dan tujuan perusahaan, organisasi di susun dalan unit-unit kerja yang lebih kecil, dengan pembagian kerja, sistem kerja dan mekanisme kerja yang jelas. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analis deskriptif prestase di ketahui bahwa pengaruh kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Kupang berada dalam kategori rendah.pengembangan sumber daya manusia, pegawai dalam kategori rendah dan kinerja pegawai juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana di ketahui bahwa kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai di tunjukan dengan nilai segnifikan sebesar 0,025 dan nilai koefisien regresi sebesar 2,0,56 yang berarti sama tinggi pula kinerja pegawai, sebaliknya pengembangan sumber daya manusia berpengaruh posetif terhadap pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 7,460 yang berarti semakin baik sumber daya manusia kinerja pegawai semakin tinggi pula kinerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR KECAMATAN MAULAFA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber Daya Manusia merupakan faktor utama dalam menentukan tujuan sebuah organisasi. Salah satu langkah strategis untuk mengembangkan kemampuan organisasi yakni upaya penyempurnaan perilaku manusia sebagai sumber daya yang memegang peranan penting dalam menyelenggarakan tugas- tugas organisasi, sehingga berdasarkan penjelasan tersebut perlu diketahui bahwa sumber daya manusia memiliki peranan dan posisi yang sangat strategis dalam suatu organisasi, artinya unsur manusia memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan organisasisecara efektif, efisien, dan produktif.Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan organisasi. Walaupun banyak sumber daya, sarana dan prasarana lainnya, tanpa ada sumber daya manusia maka kegiatan organisasi tersebut tidak akan berjalan dengan baik.Untuk nenentukan kualitas suatu organisasi maka perlu untuk melihat suatu Kinerja Pegawai. Untuk itu perlu dilakukan penilaian kinerja secara periodik yang berorientasi pada masa lalu atau masa yang akan datang. Penilaian disini dimaksudkan untuk mengetahui apakah bentuk kerja dari pegawai sudah memenuhi standar kerja yang diharapkan atau belum. Oleh sebab itu Kinerja pegawai dapat mempengaruhi seberapa banyak mereka memberikan kontribusi kepada organisasi atau instansi tersebut. Setiap pekerjaan memiliki kriteria pekerjaan yang spesifik, atau dimensi kerja yang mengidentifikasi elemen-elemen yang paling penting dari suatu pekerjaan. Organisasi atau instansi perlu mengetahui berbagai kelemahan dan kelebihan pegawai, hal ini dilihat berdasarkan pada banyaknya faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya kurangnya disiplin karyawan dan tingginya beban kerja yang diberikan organisasi atau instansi tersebut. Sehingga berdasarkan penjelasan tersebut maka perlu bagi instansi atau organisasi untuk mempertimbangkan serta memperbaiki kelemahan dan menguatkan kelebihan dalam rangka meningkatkan produktifitas dan pengembangan pegawai sehingga kinerja pegawai pada setiap instansi harus dioptimalkan demi tercapainya tujuan organisasi atau instansi tersebut. Dari penjelasan tersebut diatas maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meganaisis apakah terdapat pengaruh disiplin kerja dan beban kerja terhadap kinerja pegawai. Objek yang peneliti akan teliti dalam penelitan ini adalah pada kantor Kecamatan Maulafa dan sampel yang dijadikan dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang ada pada kantor Kecamatan Maulaf yaitu sebanyak 24 orang pegawai. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan menyatakan bahwa secara terpisahterdapat pengaruh dan signifikan Disiplin Kerja (X1) terhadap Kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan analisis regresi linear berganda dan didapati koefisien regresi (β1) sebesar 0.484 yang artinya bahwa jika Disiplin Kerja mengalami peningkatan 1 poin maka Kinerja Pegawai akan bertambah. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Selain dari pada itu hasil penelitian ini dibuktikan dari uji t menunjukan tingkat signifikan sebesar 0.000 < 0.05 dan t hitung sebesar 4.201 > t tabel sebesar 1.721. Sedangkan untuk variabel beban kerja terdapat pengaruh yang signifikan Beban Kerja (X2) terhadap Kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan Maulafa Kota Kupang.Hal ini dibuktikan dengan analisis regresi linear berganda dan didapati koefisien regresi(β2) sebesar 0.295 yang artinya bahwa jika Beban Kerja mengalami peningkatan 1 poin maka Kinerja Pegawai akan bertambah. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif Beban terhadap Kinerja Pegawai.Selain dari pada itu hasil penelitian ini dibuktikan dari uji t menunjukan tingkat signifikan sebesar 0.021 < 0.05 dan t hitung sebesar 2.503> t tabel sebesar 1.721. Sehingga Berdasarkan hasil analisis yang dilakaukan oleh peneliti maka dapat memberikan beberapa saran bagi Kantor Kecamatan Maulafa dimasa yang akadatang, oleh karena itu hal yang perlu untuk diperhatikan oleh Kantor Kecamatan Maulafa berkaitan dengan disiplin kerja adalah kuantitas kerja pegawai, selain dari pada itu perlu adanya pengawasan yang ketat dan sanksi yang keras agar pegawai lebih disiplin dalam mematuhi peraturan kantor. Sedangkan untuk beban kerja pegawai, hal yang perlu untuk diperhatikan oleh Kantor Kecamatan Maulafa adalah harus lebih meningkatkan hal-hal yang menyangkut dengan penggunaan waktu kerja untuk menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab mereka, sehingga mereka dapat menggunakan waktu kerja dengan sebaik mungkin agar dapat meningkatkan kenerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENEMPATAN SUMBER DAYA MANUSIA,LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROTOKOL DI KANTOR BUPATI MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENEMPATAN SUMBER DAYA MANUSIA,LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROTOKOL DI KANTOR BUPATI MALAKA Pada dasarnya kinerja pegawai merupakan suatu hasil yang di capai oleh pegawai tersebut dalam pekerjaannya.menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu .semakin banyak aspek aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan individu,maka akan semakin tinggi tingkat kinerja yang dirasakan .(as’ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi ,maka pegawai akan merasakan kinerja yang baik dalam diri mereka. Ardana, 2012:18). pegawai yang ditempatkan pada posisi tertentu harus memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efesien. Proses penempatan pegawai yang tidak tepat akan menyebabkan kinerja yang kurang optimal (Naliebrata, 2007:20). Senada dengan pernyataan diatas, Noah dan Metiboba (2012:54) menyatakan ada keyakinan dan cara terbaik bagi suatu organisasi dapat efisien serta efektif mencapai tujuan organisasi dengan menempatkan orang-orang terbaik di posisi yang tepat. Kesesuaian antara kemampuan sumber daya manusia dengan penempatan pekerjaannya dapat menunjukkan suatu prestasi, bahkan kinerja bagi organisasi tersebut. Keberhasilan suatu organisasi bukan kemenangan mutlak seorang pemimpin tapi merupakan keberhasilan suatu tim, adanya jalinan kerja sama antara sang pemimpin dan teamnya merupakan syarat mutlak keberhasilan suatu organisasi, tapi tak dapat dipungkiri sang pemimpin berperan dalam keberhasilan suatu organisasi dan timnya juga jangan dianggap sebelah mata, kurang berperan, timnya jangan dianggap sepele dalam mecapai tujunan organisasi Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas hubungan penempatan sumber daya manusia,Lingkuangan kerja fisik dan kepemimpinan yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 304 orang dari jumlah populasi sebanyak 34 orang pegawai yang bekerja di Bagian Protokol Kantor Bupati Malaka . Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fiisk dan kepemimpinan terhadap kepuasan kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial penempatan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka,secara parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signinifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka dan kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Bupati Malaka. Sedangkan secara simultan penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 7.782 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.318.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan sumber daya manusia (X1) lingkungan kerja fisik (X2) dan kepemi pinan (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 7,782+ 0,508 X1 + 0,318 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh penempatan sumber daya manusia (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel penempatan sumber daya manuisa(X1) ditemukan t hitung = 3.905 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel penempatan sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai pegawai (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja fisik(X2) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel lingkungan kerja fisik(X2) ditemukan t hitung = 2.468 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,020. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 18.335 lebih besar F tabel = 2,98 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik(X2) dan variable kepemimpinan (X3) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.576 atau 57,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai adalah 57,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Penempatan sumber daya manusia, lingkungan kerja fisik,kepemimpinan, Kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN EFEKTIF KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR UPT KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber Daya Manusia harus mampu memberikan pedoman mengenai persyaratan pengadaan dan pengembangan sumber daya manusia yang seharusnya dikerjakan, dilingkungan sebuah organisasi atau perusahaan (Nawawi 2005:104). Sumber Daya Manusia mempunyai posisi yang sangat penting dalam perusahaan, mengingat kinerja organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia. Kinerja Pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya,(Marwansyah 2012:3) berpendapat bahwa sebagai pendayagunaan sumber daya manusia didalam organisasi, yang dilakukan melalui fungsi–fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja dan hubungan industrial. Kinerja Pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara 2011:67). kinerja pegawai adalah hasil kerjapegawai baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator ketaatan pada aturanadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 8 dengan jumlah responden 12 orang, diikuti dengan yang memilih 9 dengan jumlah 8 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 10 dengan jumlah resonden 3 orang. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator frekuensi kehadiranadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 19 orang, diikuti dengan yang memilih 10 dengan jumlah 7 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 8 dan 6 dengan jumlah responden 1 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variabel disiplin kerja (X1) berpengaruh secara signifikansi terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang, hal ini dilihat dari singnifikasi stres kerja (X1) nilai thitung 1,404< 2.056 ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditetima Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh positif pada variabel disiplin kerja (X1) terhadap kinerja pegawai(Y). Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dapat diukur dari variabel disiplin kerja (X1) yang memiliki 3 indikator sesuai dengan jawaban responden dalam penelitian ini. 2. Pengaruh efektif kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator kerja timadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 10 orang, diikuti dengan yang memilih 8 dengan jumlah 9 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 7 dengan jumlah responden 5 orang. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator konsistensiadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 15 orang, diikuti dengan yang memilih 10 dengan jumlah 11 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 8 dengan jumlah responden 1 orang. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator adaptasiadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 11 orang, diikuti dengan yang memilih 8 dengan jumlah 10 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 10 dengan jumlah responden 1 orang. Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel efektif kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) thitung 2,420 > 2.056 ttabel,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti berarti terdapat pengaruh positif pada variabel efektif kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Maka dapat diindikasikan bahwa efektif kerja yang baik akan memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang. Kata Kunci:Disiplin Kerja, Efektif Kerja Dan Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG Andi Deryes Faot ABSTRAKSI Perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, baik sekarang maupun akan datang tentunya tidak bisa terlepas dari penerapan manajemen.Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting sebagai potensi penggerak seluruh aktivitas didalam suatu organisasi segala potensi yang dimiliki sumber daya manusia dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk meraih keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Dessler (2003:36) yaitu : Strategic Human Resource Management is the linking of Human Resource Management with strategic role and objectives in order to improve business performance and develop organizational cultures and foster innovation and flexibility”. Terlihat bahwa para pimpinan organisasi harus mengaitkan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dengan strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja serta mengembangkan budaya organisasi yang akan mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas. Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Hafid, et.al. 2014:30). Simamora (2004 : 273) Pelatihan (training) mengandung maksud untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan serta merubah sikap/perilaku karyawan ke arah yang produktif. Pelatihan mempunyai manfaat pada karier jangka panjang karyawan, untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di masa yang akan datang. Istilah kinerja berasal dari kata Job performance atau actual performance (prestasi kinerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara dalam Subekhi dan Jauhar,2012:193). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai pada lembaga pemasayarakatan perempuan kelas II B Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dan jumlah Populasi sebanyak 68 orang pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil uji parsial pertama penelitian ini menunjukan variabel pendidikan (X1) tidak berpengaruh secara signifikan kinerja pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang, hal ini terlihat dari signifikansi pendidikan (X1) 0,779 > 0,01 dan nilai t hitung 0,2822,431 t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Hasil uji regresi kedua secara parsial kedua signifikansi pada variabel pelatihan diketahui nilai signifikansi variabel pelatihan (X2) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B kupang sebagai berikut. nilai signifikansi variabel pelatihan 0,0000,01 dan t hitung 5,588 > 2,431 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan variabel pelatihan (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Kemudian pada uji simultan (uji F)diketahui nilai signinifikansi untuk variabel pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) secara simultan terhadap variabel Kinerja (Y) adalah sebesar 0,0000,01 dan nilai F hitung 15,611>F tabel 2.43145 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh pendidikan (X1) dan pelatiahan (X2) secara simultan terhadap Kinerja pegawai (Y). Selanjutnya hasil uji koefisien determinasi (uji R2) diketahui nilai R squre 0,428 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel pendidikan (X1) dan pendidikan (X2) secara simultan terhadap variabel kinerja (Y) adalah sebesar 45,8% sisanya dijelaskan oelh variabel-variabel lain yang tidak ikut dalam analisis.Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai sehingga Penelitian selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERUM BULOG KANWIL NTT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERUM BULOG KANWIL NTT Di zaman yang serbamodern ini perusahaan-perusahaan dituntut untuk selalu berkembang dan mampu bersaing mengikuti kemajuan zaman agar dapat mencapai tujuan perusahaan tersebut dengan baik. Tidak bisa dipungkiri untuk mencapai produktivitas yang tinggi dalam perusahaan juga harus dilihat bagaimana kinerja karyawan, lingkungan kerja fisik dan penempatan kerjadalamperusahaan. Berkembangnya suatu perusahaan atau organisasi pasti tidak terlepas dari SumberDayaManusianya.Sumberdayamanusiayangungguldankompetenpastimenghasilkan kemajuan yang pesat untuk perusahaannya. Salah satu upaya yang dapat menentukan proses prima khususnya dalam organisasi apalagi organisasi pemerintah tergantung pada kinerja. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh lingkungan fisik terhadap kinerja karyawan dan pengaruh penempatan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan di Perum Bulog Kanwil NTT, karena penulis menemukan bahwa terdapat penempatan kerja masih harus disesuaikan dengan keahlian dan keterampilan karyawan sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan pada Perum Bulog NTT. Konsep dalam penelitian ini adalah lingkungan kerja fisik, penempatan kerja karyawan dan kinerja karyawan. Menurut Siagian (2014 : 57) menyatakan bahwa “lingkungan kerja fisikmadalah semua keadaan yang berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan”.Menurut Tohardi dalam Priansa (2016:125), menyatakan bahwa penempatan adalah menempatkan pegawai pada pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan atau pengetahuannya atau dengan kata lain proses mengetahui karakter atau syarat-syarat yang diperlukan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tugas.Simamora, (2006:34). kinerja pegawai merupakan prestasi kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang dapat dilihat secara nyata dengan standar kerja yang telah ditetapkan organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 43 oarng pegawai karyawan dan sampel sebanyak 43 orang karyawan. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesionerpada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui Lingkungan kerja fisik dalam kategori sedang, Penempatan kerja berada dalam kategori sedang serta kinerja karyawan juga berada pada kategori sedang. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,001 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,489 yang berarti semakin baik lingkungan kerja fisik semakin tinggi kinerja karyawan dan sebaliknya. Sedangkan Penempatan kerja berpengaruh positif juga terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,033 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,395 yang berarti semakin baik penempatan kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Manajemen dan Standar Operasional Prosedur terhadap Kinerja Pegawai pada kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA KUPANG. Sumber daya manusia adalah salah satu kunci pokok yang menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam melaksanakan kegiatannya dan memiliki peranan yang sangat penting sebagai pelaku yang terlibat dalam menjalankan sebuah organisasi. Pegawai yang memiliki kinerja yang tinggi dan baik dapat menunjang tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. selain itu, kinerja pegawai yang baik akan menghasilkan produk atau jasa dengan kuantitas dan kualitas yang baik sesuai dengan standar sehingga mendapat kepercayaan masyarakat. Untuk menghasilkan kinerja yang tinggi, organisasi membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan mempunyai tenaga kerja yang memadai. Kinerja Pegawai sendiri merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Manajemen Dan Standar Operasional Prosedur Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang. Jenis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 37 orang dari jumlah populasi sebanyak 60 pegawai. Teknik pengambilan data berupa menyebarkan kuesioner kepada seluruh pegawai. sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 37 orang pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang. Nilai thitung 2,449>ttabel 2,032 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu variabel Sistem Informasi Manajemen (X1) yaitu berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). nilai thitung 4,323>ttabel 2.032 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu variabel Standar Operasional Prosedur (X2) yaitu pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). Nilai Fhitung sebesar 51,458 dengan nilai Ftabel adalah 3,27 sehingga nilai Fhitung>Ftabel atau 51,458>3,27 dan tingkat signifikan 0,0000,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel Sistem Informasi Manajemen (X1) dan Standar Operasional Prosedur (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen dan Standar Operasional Prosedur secara simultan dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, dapat dilihat Nilai Adjusted R Square sebesar 0,737. Angka tersebut menunujukan bahwa sebesar 73,7%. Kinerja Pegawai (Variabel terikat) dapat dijelaskan oleh variabel Sistem Informasi Manajemen dan Standar Operasional Prosedur. Sisanya 26.3% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH EFIKASI DIRI DAN LOKUS KENDALI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS SOSIAL

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PENGARUH EFIKASI DIRI DAN LOKUS KENDALI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS SOSIAL PROVINSI Oleh : Novita Baunsele Nim : 17411170 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui‘‘Analisis Pengaruh Efikasi Diri dan Lokus Kendali Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Sosial Provinsi NTT” Dinas Sosial secara administratis menjadi salah satu dari Organiasasi Perangkat Daerah dalam Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dasar pembentukan instansi yang membidangi urusan sosial sejatiya merupakan wujud tanggung jawab pemerintah, Urusan Sosial merupakan salah satu urusan wajib pelayanan dasar dalam keseluruhan tata urusan pemerintahan sebagaimana diatur dalam UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Regulasi tersebut menegaskan bahwa Urusan Pemerintahan Wajib adalah Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh semua Daerah. Dalam urusan wajib tersebut terdapat Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal 11 UU 23 Tahun 2014 adalah Urusan Pemerintahan Wajib yang sebagian substansinya merupakan Pelayanan Dasar. Ini menegaskan penting eksistensi dari sebuah instansi penyelenggara urusan sosial di daerah, adapun beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam sebuah organisasi yaitu efikasi diri dan lokus kendali, organisasi dapat berjalan lancar dan baik apabila dibantu dan di dukung oleh efikasi diri dan lokus kendali yang baik agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efisien. Organisasi didorong untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang efektif dan efisien. Kinerja menjadi gambaran mengenai tingkat suatu kegiatan tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam mewujudkan tujuan,sasaran,visi dan misi organisasi. Terdapat faktor- faktor yang dapat menpengaruhi kinerja pegawai yaitu, faktor internal pegawai , faktor lingkungan internal organisasi dan faktor lingkungan eksternal organisasi. Efikasi diri merupakan keyakinan diri menggambarkan akan dapat menyelesaikan masalah , serta keyakinan akan kemampuan diri akan sukses. Lokus kendali adalah bagaimana individu merasa atau melihat garis atau hubungan antara tingkah laku dan akibatnya, apakah dia dapat menerima tanggung jawab atau tidak atas tindakannya. Meskipun perubahan penilaian kinerja pegawai lebih baik. Tetapi terdapat permasalahan yang ada dilapangan yang sudah dilaksanakan, beberapa diantaranya terdapat permasalahan individu yang dihadapi pegawai. Lokus kendali merupakan cara pandang seseorang dalam menanggapi suatu kejadian yang akan dalam kehidupannya. Lokus kendali berkaitan dengan sikap kerja seseorang dan citra diri yang dimilikinya, lokus kendali di bagi menjadi dua yaitu: lokus kendali internal dan lokus kendali eksternal. Pegawai dinas sosial provinsi ntt yang cenderung memiliki lokus kendali eksternal akan merasa setiap kejadian yang dialami dalam hidupnya berada diluar kendalinya, orang dengan lokus kendali internal yang dominan akan merasa memiliki peranan atau kekuatan dalam setiap hal yang terjadi dalam hidupnya. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kauntitas yang di capai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara efikasi diri, lokus kendali dan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Provinsi NTT. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara memberikan kuesioner (daftar Pertanyaan) yang diberikan kepada responden untuk diminta tanggapannya terhadap Efikasi Diri,Lokus Kendali dan kinerja pegawai. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif, populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor Dinas Sosial Provinsi NTT yang berjumlah 100 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisoner kepada responden kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis data kuantitatif menggunakan persamaan regresi linear berganda dengan uji hipotesis pertamadiketahui bahwa untuk variabel efikasi diri (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) ditemukan tabel hitung sebesar 0,467 1,672. Efikasi Diri tidak berpengaruh signifikat terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Lokus Kendali (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) ditemukan nilai hitung sebesar 5,555 > 1,672. lokus Kendali berpengaruh signifikat terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan tabel hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisisen determinasi r2 adalah 0,355 atau 35,5%. Hal ini berarti besarnya pengaruh Efikasi Diri dan Lokus Kendali terhadap kinerja Pegawai adalah 35,5% sedangkan pengaruh sebesar 64,5% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

xiii ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN FATULEU TENGAH KABUPATEN KUPANG Teknologi selalu mengalami perkembangan untuk memenuhi kebtuhan manusia yang berkembang dari waktu kewaktu dan dapat memberikan kemudahan bagi manusia untuk menjalankan segala aktivitas. Sistem Infomasi Akuntansi merupakan sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaa tuntuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis. Penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi merupakan informasi yang diberikan kepada perusahaan yang diwajibkan oleh undang-undang atau peraturan lainnya. Penggunaan dari informasi akan semakin meningkat seiring dengan semakin dapat mengenali kebutuhan, dengan mengenali karakteristik pribadinya yaitu factor-faktor yang mungkin akan berpengaruh dalam penggunaannya. Kinerja pegawai merupakan tindakan atau pelaksanaan tugas pemeriksaan yang telah diselesaikan olehpegawai sebagai evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan atasan, rekan kerja, diri sendiri dan bawahan langsung. Kinerja pegawai dapat ditingkatkan atau dapat menjadi maju dan mencapai tingkat yang lebih baik dengan mengidentifikasi dan menganalisis aktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan fatuleu kabupaten kupang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental design dan dihitung menggunakan SPSS 22. Data yang diperoleh melalui kuesioner kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif menggunakan alat distribusi frekuensi dan analisis regresi linear sederhana yang hasilnya diolah menggunakan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail