Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: Dan Kinerja Pegawai
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODAL MANUSIA, KOMITMEN KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan sampel 27 responden yang bekerja di Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Kuesioner sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis menggunakan deskriptif, regresi linear berganda dengan uji hipotesis yaitu uji t (Simultan), uji F (persial) dan koefisien determinasi (R2). Pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan mengenai Pengaruh Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa variable bebas Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu Kinerja Pegawai. Pengaruh modal manusia terhadap kinerja pegawai dari hasi perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi modal manusia sebesar 0,144 selain itu, signifikan 0,005 < 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel moadal manusia mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Komitmen kerja terhadap kinerja pegawai berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk komitmen kerja sebesar 0,442 selain itu, signifikan 0,001< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel komitmen kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk komitmen kerja sebesar 0,766 selainitu, signifikan 0,000< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel kepuasan kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Dari hasil analisi regresi dapat diketahui bahwa secara Bersama-sama variable independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadapat variable dependen. Hal ini dibuktikan dari nilai f hitung 240.264 lebih besar dibandingkan nilai f table sebesar 2,99 dengan nilai signifikan 0,000 karena niali signifikan jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat dikatakan bahwa modal manusia, komitmen kerja, kepuasan secara Bersama-sama atau secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai kantor kecamatan taebenu kabupaten kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI NTT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK WELDI JULIANA PALLO 16410261, Analisis Pengaruh Kemampuan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur. Skripsi,Jurusan Manajemen,Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Jusuf Aboladaka,SE,M.Si dan Pembimbing 2 ibu Hermyn B.Hina,S.E.,M.Si. Peneliti menemukan bahwa Pegawai pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur berjumlah 92 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu motivasi pegawai bagian operasional,mengetahui tingkat kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan dan pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan mengambil responden adalah pegawai bagian operasional. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada 92 orang dan hanya 52 kuisioner yang kembali dan dapat diolah oleh penulis.ada tiga tekhnik analisis yang digunakan untuk menganalisis data,yaitu analisis tingkat motivasi,analisis tingkat kemampuan kerja pegawai dan analisis regresi linear berganda. Analisis pertama dilakukan untuk mengetahui tingkat motivasi pegawai bagian operasional,analisis kedua dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan kerja pegawai bagian operasional dan analisis ketiga dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai ditinjau dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat motivasi karyawan bagian operasional pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan hasil jawaban responden termasuk dalam kategori tinggi (56%) tingkat kemampuan pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyaraka dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menyelesaikan pekerjaan berdasarkan hasil jawaban responden termasuk dalam kategori rendah (44%). Hasil dengan analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa terdapat pengaruh motivasi pegawai terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan demikian diketahui bahwa tinggi rendahnya kemampuan menyelesaikan pekerjaan pegawai lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain dari motivasi,mungkin seperti lingkungan kerja, sistim kerja dan lain-lain. Kata kunci : Kemampuan kerja,Motivasi kerja dan Kinerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN EFEKTIF KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR UPT KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber Daya Manusia harus mampu memberikan pedoman mengenai persyaratan pengadaan dan pengembangan sumber daya manusia yang seharusnya dikerjakan, dilingkungan sebuah organisasi atau perusahaan (Nawawi 2005:104). Sumber Daya Manusia mempunyai posisi yang sangat penting dalam perusahaan, mengingat kinerja organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia. Kinerja Pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya,(Marwansyah 2012:3) berpendapat bahwa sebagai pendayagunaan sumber daya manusia didalam organisasi, yang dilakukan melalui fungsi–fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja dan hubungan industrial. Kinerja Pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara 2011:67). kinerja pegawai adalah hasil kerjapegawai baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator ketaatan pada aturanadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 8 dengan jumlah responden 12 orang, diikuti dengan yang memilih 9 dengan jumlah 8 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 10 dengan jumlah resonden 3 orang. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator frekuensi kehadiranadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 19 orang, diikuti dengan yang memilih 10 dengan jumlah 7 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 8 dan 6 dengan jumlah responden 1 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variabel disiplin kerja (X1) berpengaruh secara signifikansi terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang, hal ini dilihat dari singnifikasi stres kerja (X1) nilai thitung 1,404< 2.056 ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditetima Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh positif pada variabel disiplin kerja (X1) terhadap kinerja pegawai(Y). Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dapat diukur dari variabel disiplin kerja (X1) yang memiliki 3 indikator sesuai dengan jawaban responden dalam penelitian ini. 2. Pengaruh efektif kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator kerja timadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 10 orang, diikuti dengan yang memilih 8 dengan jumlah 9 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 7 dengan jumlah responden 5 orang. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator konsistensiadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 15 orang, diikuti dengan yang memilih 10 dengan jumlah 11 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 8 dengan jumlah responden 1 orang. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada indikator adaptasiadalah sebagai berikut: responden tertinggi memilih 9 dengan jumlah responden 11 orang, diikuti dengan yang memilih 8 dengan jumlah 10 orang, dan yang terendah adalah responden yang memilih 10 dengan jumlah responden 1 orang. Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel efektif kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) thitung 2,420 > 2.056 ttabel,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti berarti terdapat pengaruh positif pada variabel efektif kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Maka dapat diindikasikan bahwa efektif kerja yang baik akan memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang. Kata Kunci:Disiplin Kerja, Efektif Kerja Dan Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG Andi Deryes Faot ABSTRAKSI Perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, baik sekarang maupun akan datang tentunya tidak bisa terlepas dari penerapan manajemen.Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting sebagai potensi penggerak seluruh aktivitas didalam suatu organisasi segala potensi yang dimiliki sumber daya manusia dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk meraih keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Dessler (2003:36) yaitu : Strategic Human Resource Management is the linking of Human Resource Management with strategic role and objectives in order to improve business performance and develop organizational cultures and foster innovation and flexibility”. Terlihat bahwa para pimpinan organisasi harus mengaitkan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dengan strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja serta mengembangkan budaya organisasi yang akan mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas. Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Hafid, et.al. 2014:30). Simamora (2004 : 273) Pelatihan (training) mengandung maksud untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan serta merubah sikap/perilaku karyawan ke arah yang produktif. Pelatihan mempunyai manfaat pada karier jangka panjang karyawan, untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di masa yang akan datang. Istilah kinerja berasal dari kata Job performance atau actual performance (prestasi kinerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara dalam Subekhi dan Jauhar,2012:193). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai pada lembaga pemasayarakatan perempuan kelas II B Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dan jumlah Populasi sebanyak 68 orang pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil uji parsial pertama penelitian ini menunjukan variabel pendidikan (X1) tidak berpengaruh secara signifikan kinerja pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang, hal ini terlihat dari signifikansi pendidikan (X1) 0,779 > 0,01 dan nilai t hitung 0,2822,431 t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Hasil uji regresi kedua secara parsial kedua signifikansi pada variabel pelatihan diketahui nilai signifikansi variabel pelatihan (X2) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B kupang sebagai berikut. nilai signifikansi variabel pelatihan 0,0000,01 dan t hitung 5,588 > 2,431 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan variabel pelatihan (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Kemudian pada uji simultan (uji F)diketahui nilai signinifikansi untuk variabel pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) secara simultan terhadap variabel Kinerja (Y) adalah sebesar 0,0000,01 dan nilai F hitung 15,611>F tabel 2.43145 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh pendidikan (X1) dan pelatiahan (X2) secara simultan terhadap Kinerja pegawai (Y). Selanjutnya hasil uji koefisien determinasi (uji R2) diketahui nilai R squre 0,428 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel pendidikan (X1) dan pendidikan (X2) secara simultan terhadap variabel kinerja (Y) adalah sebesar 45,8% sisanya dijelaskan oelh variabel-variabel lain yang tidak ikut dalam analisis.Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai sehingga Penelitian selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH EFIKASI DIRI DAN LOKUS KENDALI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS SOSIAL

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PENGARUH EFIKASI DIRI DAN LOKUS KENDALI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS SOSIAL PROVINSI Oleh : Novita Baunsele Nim : 17411170 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui‘‘Analisis Pengaruh Efikasi Diri dan Lokus Kendali Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Sosial Provinsi NTT” Dinas Sosial secara administratis menjadi salah satu dari Organiasasi Perangkat Daerah dalam Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dasar pembentukan instansi yang membidangi urusan sosial sejatiya merupakan wujud tanggung jawab pemerintah, Urusan Sosial merupakan salah satu urusan wajib pelayanan dasar dalam keseluruhan tata urusan pemerintahan sebagaimana diatur dalam UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Regulasi tersebut menegaskan bahwa Urusan Pemerintahan Wajib adalah Urusan Pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh semua Daerah. Dalam urusan wajib tersebut terdapat Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pasal 11 UU 23 Tahun 2014 adalah Urusan Pemerintahan Wajib yang sebagian substansinya merupakan Pelayanan Dasar. Ini menegaskan penting eksistensi dari sebuah instansi penyelenggara urusan sosial di daerah, adapun beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam sebuah organisasi yaitu efikasi diri dan lokus kendali, organisasi dapat berjalan lancar dan baik apabila dibantu dan di dukung oleh efikasi diri dan lokus kendali yang baik agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efisien. Organisasi didorong untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang efektif dan efisien. Kinerja menjadi gambaran mengenai tingkat suatu kegiatan tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam mewujudkan tujuan,sasaran,visi dan misi organisasi. Terdapat faktor- faktor yang dapat menpengaruhi kinerja pegawai yaitu, faktor internal pegawai , faktor lingkungan internal organisasi dan faktor lingkungan eksternal organisasi. Efikasi diri merupakan keyakinan diri menggambarkan akan dapat menyelesaikan masalah , serta keyakinan akan kemampuan diri akan sukses. Lokus kendali adalah bagaimana individu merasa atau melihat garis atau hubungan antara tingkah laku dan akibatnya, apakah dia dapat menerima tanggung jawab atau tidak atas tindakannya. Meskipun perubahan penilaian kinerja pegawai lebih baik. Tetapi terdapat permasalahan yang ada dilapangan yang sudah dilaksanakan, beberapa diantaranya terdapat permasalahan individu yang dihadapi pegawai. Lokus kendali merupakan cara pandang seseorang dalam menanggapi suatu kejadian yang akan dalam kehidupannya. Lokus kendali berkaitan dengan sikap kerja seseorang dan citra diri yang dimilikinya, lokus kendali di bagi menjadi dua yaitu: lokus kendali internal dan lokus kendali eksternal. Pegawai dinas sosial provinsi ntt yang cenderung memiliki lokus kendali eksternal akan merasa setiap kejadian yang dialami dalam hidupnya berada diluar kendalinya, orang dengan lokus kendali internal yang dominan akan merasa memiliki peranan atau kekuatan dalam setiap hal yang terjadi dalam hidupnya. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kauntitas yang di capai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara efikasi diri, lokus kendali dan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Provinsi NTT. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara memberikan kuesioner (daftar Pertanyaan) yang diberikan kepada responden untuk diminta tanggapannya terhadap Efikasi Diri,Lokus Kendali dan kinerja pegawai. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif, populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor Dinas Sosial Provinsi NTT yang berjumlah 100 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisoner kepada responden kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis data kuantitatif menggunakan persamaan regresi linear berganda dengan uji hipotesis pertamadiketahui bahwa untuk variabel efikasi diri (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) ditemukan tabel hitung sebesar 0,467 1,672. Efikasi Diri tidak berpengaruh signifikat terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Lokus Kendali (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) ditemukan nilai hitung sebesar 5,555 > 1,672. lokus Kendali berpengaruh signifikat terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan tabel hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisisen determinasi r2 adalah 0,355 atau 35,5%. Hal ini berarti besarnya pengaruh Efikasi Diri dan Lokus Kendali terhadap kinerja Pegawai adalah 35,5% sedangkan pengaruh sebesar 64,5% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN PENGAWASAN PEMIMPIN DAN DISIPLIN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KAB. ALOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YUNIUS KAMALAI, 16411367 Analisis Hubungan pengawasan Pemimpin dann Disiplin Kerja Dengan kinerja pegawai pada dinas kearsipan dan perpustakaan kabupaten Alor Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Hermyn B. Hina,S.E.,M.Si dan Pembimbing 2 (dua) Ibu Alya E. Sjioen, SE.,MM Menurut Usman Effendi (2014:138) mengemukakan bahwa pengawasan merupakan fungsi manajemen yang paling esensial, sebaik apa pun kegiatan pekerjaan tanpa adanya dilaksanakan pengawasan pekerjaan itu tidak dapat dikatakan berhasil. Rivai dan Veithzal (2010:45) menyatakan bahwa disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peratura perusahaan dan norma-norma social yang berlaku. Menurut Moekijat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan dari Pengawasan emimpin dan Disiplin kerja Dengan kinerja kpegawai, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kab. Alor Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis Korelasi person. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengawasan pemimpin dan Disiplin kerja berhubungan signifikan dengan kinerja pegawai dengan nilai nilai R hitung sebesar 0,593 untuk variabel Pengawasan peimpin dan R hitung sebersar 0,643 yang menunjukan bahwa variabel Pengawasan pemimpin meemiliki hubungan yang sedang berdasarkan derajat hubungan person korelasi, sementara variabel Disiplin kerja memiliki derajat hubungan kuat, hal ini dibuktikan dengan pedoman derajat hubungan person korelasi. Pengawasan pemimpin dan Disiplin kerja juga terbukti melalui uji T test yang menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 3,009362928 > 1,701133, begitu juga dengan variabell Disiplin kerja juga terbukti berhubungan dengan Kinerja pegawai karena berdasarkan pengujian T test menunjukan bahwa T hitung > T tabel yaitu 2,78022079117 > 1,70113. Maka dari itu maka hipotesis untuk kedua variabel adalah Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja maka instansi harus memperhatikan dan meningkatkan Penawasan Pemimpin dan Disiplin kerja para pegawai khususnya dalam hal tanggung jawab dan kejujuran agar karyawan lebih memiliki rasa tanggung jawab dan kejujuran dan dapat meningkatkan kinerja dan dapat meencappai tujuan dari organisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan suatu perusahaan. Dalam perusahaan sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting oleh karena dipandang sebagai faktor pendorong yaang utama dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan (Murti dan Srimulyan, 2013). Semua tindakan yang diambil dalam setiap kegiatan diprakasai dan ditentukan oleh manusia yang menjadi anggota perusahaan (Reza, 2010). Oleh sebab itu perusahaan membutuhkan adanya sumber daya manusia yang potensial, baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan pengawasan yang merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan. Sebab itu sumber daya manusia merupakan tokoh sentral dalam perusahaan. Agar aktivitas manajemen perusahaan berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketerampilan tinggi serta usaha untuk mencapai kinerja yang baik. melalui kinerja yang diberikan oleh karyawan dengan hasil baik akan berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan tersebut. Kemampuan kerja merupakan salah satu unsur dalam kematangan berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan yang dapat diperoleh dari Pendidikan, pelatihan, dan suatu pengalaman. Sesungguhnya kemampuan ditunjuk seseorang baru Sebagian dari potensi yang terdapat pada dirinya sendiri. Motivasi kerja adalah suatu dorongan hidup yang harus dimiliki oleh seseorang karyawan dalam mencapai tujuan. Secara teori definisi tentang motivasi biasanya terkandung keinginan, dorongan dan insentif. Selain itu, motivasi juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi juga menjadi pendorong melaksanakan suatu kegiatan guna mendapatkan hasil yang terbaik. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Seperti halnya badan pusat statistik (BPS) kota Kupang dalam meningkatkan kinerja pegawainya selalu memperhatikan keadaan individu dengan mempertimbangkan keberadaan sumber daya manusia sebagai modal terbesar dalam organisasi tersebut. Salah satunya upaya instansi dalam mempertahankan kinerja pegawainya adalah dengan cara memenugi hak pegawai yang merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas kemampuan kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat statistic (BPS) Kota Kupang. dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang yang berjumlah 30 pegawai dan dilakukan penentuan sampel yaitu kebalikan dari populasi dengan menggunakan rumus slovin maka penelitian ini tetap berjumlah 30 pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. peneliti menggunakan Uji analisis regresi linier bergada, Uji t (parsial), Uji F (Simultan), dan Koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda dengan konstanta a sebesar 9,968, sedangkan koefisien regresi b1 = 0.382, b2 = 0.182. dengan demikian persamaan regresi linier berganda dapat memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan Motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 9.968 + 0.382 + 0.182 + e. selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel kemampuan kerja (X1) ditemukan t hitung = 3.605 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.001. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 1.988 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.057. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu motivasi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi R2 adalah 0.596 atau 59.6%. hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 59.6%. sedangkan pengaruh sebesar 40.4% disebabkan oleh faktor lain. Kata kunci : Kemampuan kerja, motivasi kerja dan kinerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PAGAWAI KANTOR DESA KAUNIKI, KECAMATAN TAKARI, KABUPATEN KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi berjudul “Pengaruh Kedisiplinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Desa Kauniki Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang” Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai kantor Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. 2) mengetahui pengaruh Lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai kantor Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. 3) mengetahui pengaruh kedisiplinan dan lingkungan kerja secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai Kantor Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang . Penelitian ini merupakan penelitian regresi linear beganda. Sampel yang digunakan adalah pegawai Kantor Desa Kauniki, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang sebanyak 33 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : displin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan kata lain bahwa Ha1 diterima. Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan kata lain bahwa H0 diterima. Disiplin kerja, lingkungan kerja dalam penelitian ini berhasil membuktika dengan Uji T digunakan untuk menguji apakah variabel independen yaitu disiplin kerja (X1) dan lingkungan kerja (X2) mempunyai pengaruh yang positif atau signifikan terhadapan variabel dependen yaitu kinerja kerja (Y). Kaidah pengambilan keputusan dalam uji t dengan menggunakan SPSS dengan tingkat signifikasi yang ditetapkan adalah 5%, adalah:  Jika nilai signifikasi > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak, dimana variabel bebas tidak dapat menjelaskan variabel terikat atau tidak ada pengaruh antara variabel yang diuji.  Jika nilai signifikasi 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, dimana variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat atau ada pengaruh antara variabel yang diuji. Tabel "Unstandardized Coefficients" memberikan informasi tentang persamaan regresi yaitu seberapa besar variabel Disiplin Kerja (X1) dan variabel Lingkungan Kerja (X2) memprediksi terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y). Adapun rumus persamaan regresi dalam analisis atau penelitian ini adalah sebagai berikut: Y= a + b1X1 + b2X2 + e atau Y = 4,827 + 0,497 (X1) + 0,110 (X2) +e. Konstanta sebesar 4.827 persen memiliki pengertian bahwasanya jika variabel disiplin kerja (X1) dan variabel. lingkungan kerja (X2), nilainya adalah 0, maka kinerja pegawai (Y) memiliki persentase sebesar 4, 827 persen. Koefisien regresi disiplin kerja X1 = 0,497, artinya bahwa apabila disiplin kerja naik 1, maka akan meningkatkan kinerja pegawai sebesar 0,497. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan yang positif antara variabel disiplin kerja (X1) dengan kinerja pegawai (Y) dimana semakin naik variabel disiplin kerja (X1) maka akan semakin meningkatkan kinerja pegawai (Y). Koefisien regresi lingkungan kerja X2 = 0,110 artinya bahwa, apabila lingkungan kerja naik 1 maka akan meningkatkan kinerja pegawai 0,110 persen. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan yang positif antara variabel lingkungan kerja (X2) dengan tingkat kinerja pegawai (Y) dimana semakin naik variabel lingkungan kerja (X2) maka semakin meningkatkan kinerja pegawai (Y). Kata Kunci : Kedisiplinan, Lingkungan kerja dan Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENEMPATAN KERJA, PENGALAMAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI ( Studi Kasus Kantor Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur )

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk bisa mengetahui tentang pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan berjumlah 34 pegawai. Semua populasi ini dijadikan unit pengamatan, sehingga penelitian ini termasuk penelitian populasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial(T), Uji Simultan (F), dan Uji Koefisien Determinasi(R2).Oleh karena itu maka dapat dibuktikan hasil perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear berganda dangan nilai konstanta a sebesar 7,168. Sedangkan untuk koefisien regresi b1 = 0,022, b2 = 0,333, b3 = 0,790. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan kerja (X1), pengalaman kerja (X2) dan lingkungan kerja (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y=7,168+0,022X1+ 0,333X2+ 0,790X3 +e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh penempatan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Ditemukan nilai signifikan 0,854 >0,05 dan nilai t hitung 0,186 t tabel 2,04227, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak berarti penempatan kerja (X1) tidak memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(Y). berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh pengalaman kerja (X2) terhadap kinerja pegawai, diketahui bahwa untuk variabel pengalaman kerja (Y). t hitung = 1,684 t tabel 2,04227 dan nilai signifikan = 0,103 oleh karena itu nilai sig0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu pengalaman kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Berikut ini hasil uji hipotesis ketiga yaitu dengan nilai signifikan sebesar 0,0010,05 dan nilai t hitung 3,699>2,04227 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima berarti lingkungan kerja(X3)berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai(Y). sedangkan untuk hasil pengujian Uji F Diketahui bahwa sig, untuk pengaruh (simultan) X1,X2 dan X3 terhadap Y adalag sebesar 0,0000,05 dan nilai Fhitung 22,120>Ftabel 2,91, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kota Kupang. Dan untuk hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui hasil uji koefisien determinasi R2 dengan nilai R Square sebesar 0,689 hal ini mengandung arti bahwa besar pengaruh variabel X1,X2 dan X3 secara simultan terhadap variabel Y adalah sebesar 68,9% dengan sisanya 31,1% disebabkan oleh faktor lain. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh variabel baik itu penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kesimpulan penelitian ini adalah setiap variabel bebas baik itu penempatan kerja, pengalaman kerja dan lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEADILAN PROSEDURAL DAN KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP KINERJA PEGAWAIPADA KANTOR DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN UPT KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI PENGARUH KEADILAN PROSEDURAL DAN KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINASLINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN UPT KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH KABUPATEN KUPANG Keadilan Prosedural danKompensasi Finansialmerupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan dengan baik oleh setiap penyelenggara suatu lembaga, perusahaan atau organisasi yang mempekerjakan pegawai dengan tuntutan mampu menghasilkan Kinerja yang tentunya harus membawa perubahan lebih baik bagilembaga, perusahaan atau organisasi tersebut. Keadilan Prosedural dan Kompensasi merupakan hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan Kinerja yang baik. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan dilokasi penelitian yaitu “apakah Keadilan Prosedural dan Kompensasi Finansialberpengaruh terhadap Kinerja Pegawai.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Keadilan Prosedural dan Kompensasi FinansialTerhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPT Kesatuaan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Keadilan Prosedural dan Kompensasi Finansialberpengaruh terhadap Kinerja Pegawai.Menurut Rakhmawati Hijiyanti (2013:87) Keadilan Prosedural adalah keadilan organisasi yang berhubungan dengan prosedur pengambilan keputusan oleh organisasi yang ditunjukkan kepada pegawai, perlakuan adil secara prosedur telah didemonstrasikan dapat meningkatkan kinerja dan kepuasan kerja.Menurut Bangun (2012:254), Kompensasi merupakan salah satu faktor penting dan menjadi perhatian pada banyak organisasi dalam mempertahankan dan menarik sumberdaya manusia yang berkualitas. Menurut Fajar dan Heru (2010:154).Menurut Mangkunegara (2000:67) mengungkapkan kinerja adalah tingkat prestasi kerja atau hasil kerja (output) baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai pegawai persatuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 30 pegawai. Sampel dalam penelitian ini juga adalah sebanyak 30 pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis mengunakan Analisis Regresi Linear Berganda mengunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa Keadilan Prosedural dan Kompensasi Finansial Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPT Kesatuhan Pengelolan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang berada dalam kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang mengunakan teknik Analisis Regresi Linear Berganda diketahui bahwa Kompensasi Finansialberpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,344 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,064 yang berarti semakin tinggi Keadilan Prosedural, semakin tinggi pula kinerja pegawai. Kompensasi jugaberpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,676 yang berarti semakin baik Kompensasisemakin tinggi pula kinerja pegawai. Kata Kunci :Keadilan Prosedural, Kompensasi Finansialdan Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KUALITAS KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI (STUDI KASUS PADA PEMBUATAN KARTU TANDA PENDUDUK DI KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KUPANG)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Dalam paradigma organisasi pemerintahan terdapat sejumlah aparatur yang diangkat dan ditugaskan untuk menjalankan tugas-tugas publik, sehingga aparatur harus dibina dan dikembangkan serta diatur penempatannya agar dapat bekerja secara optimal. Pengaturan dan penempatan aparatur tersebut marupakan bagian dari manajemen sumber daya manusia Menurut Flippo (2005:28) kualitas kerja adalah suatu hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia atau sumber daya lainnya dalam pencapaian tujuan atau sasaran perusahaan denga baik dan berdaya guna. Karena pada dasarnya untuk melihat sampai sejauh mana peranan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan, maka dapat dilihat dari hasil kerja seorang pegawai yang ada dalam perusahaan tersebut. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan pegawai pihak manajemen harus senantiasa memperhatikan faktor-faktor yang mendorong pegawai bekerja dengan produktif, salah satunya yaitu memperhatikan motivasi kerja pegawai. Motivasi itu penting karena motivasilah yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang diinginkan. Hal itu dapat dilihat dari pendapat Siagian (2003:138) yang menyatakan bahwa motivasi sebagai daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Menurut Hasibuan (2006) mengemukakan kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Savira Yenni (2020) dalam penelitian yang berjudul Pengaruh Kualitas Kerja, Pengembangan karir dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegwai Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat Daya, Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas kinerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat Daya yang bererti semakin tinggi kualitas kerja maka semakin meningkat kinerja pegawai. dan Penelitian terdahulu yang di lakukan Lisanapoati Madoing (2014) dalam penelitiannya yang berjudul Motivasi Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone Bolango.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Motivasi Kerja Di Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil masih kurang efektif hal ini disebabkan karena tidak adanya keterbukaan antara pimpinan dan bawahan, serta adanya kecemburuan sosial antara pegawai yang satu dengan yang lainnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Penelitian ini melatar belakang data pemohon dan percetakan KTP di Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang dari bulan Januarai sampai dengan Bulan Desember Tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang sebanyak 27 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sama dengan Populasi yakni berjumlah 27 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesiner, kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Menyebarkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang sebagai responden pada penelitian ini. Analisis pendahuluan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memasukan hasil pengolahan data dalam angket responden kedalam data distribusi frekuensi. Dengan menggunakan kriteria tiga kotak (theree box method). Analisi lanjutan dalam penelitian ini menggunakan persamaan regresi linear berganda, uji koefisien regresi secara parsial (Uji t), uji hipotesis (uji F) dan Koefisien determinasi (R2) Hasil penelitian menunjukan teori bahwa secara parsial menununjukkan Variabel Kualitas Kerja (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan Hasil uji regresi secara parsial menunjukkan bahwa variabel Motivasi kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Kata Kunci : Kualitas Kerja, Motivasi Kerja Dan Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Pengetahuan, Kemampuan dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja pegawai pada Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi NTT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN, KEMAMPUAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BPS PROPINSI NTT Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan atau juga proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup pegawai atau tenaga kerja lainya untuk menunjang aktivitas perusahaan atau organisasi demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu karyawan – karyawan harus dikelolah dengan baik sehingga dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis pengaruh dari Pengetahuan kerja (X1) Kemampuan Kerja (X2) dan Pengalaman Kerja (X3) terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Pusat Statistik Propinsi NTT. Penelitian ini dilakukan karena peneliti menganggap perlu mengetahui variabel yang diteliti pada Kantor BPS Propinsi NTT sehingga pimpinan instansi dapat menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menjalankan perusahaan sehingga dapa tercapainya visi, misi serta tujuan organisasi. Objek penelitian ini adalah Kantor BPS Propinsi NTT beralamat di Jl. Suprapto No.5, Oebobo, Kec. Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dengan penelitian sebanyak 30 pegawai. Dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dan penggujian secara simultan dan parsial. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah pengetahuan kerja, kemampuan kerja, pengalaman kerja, dan kinerja pegawai. “Pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran “. Dengan demikian Pengetahuan adalah merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu (Gazalba dalam Bakhtiar 2013:85). Menurut Robbins (2008: 52), kemampuan kerja adalah kapasitas individu untuk melaksanakan berbagai tugas dalam pekerjaan tertentu. Dimana kemampuan individu pada hakekatnya tersusun dari dua faktor yaitu: kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan mental,misalnya berfikir, menganalisis dan memahami. Kemampuan intelektual yang bagus dimiliki oleh pegawai diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi. Dengan demikian kemampuan intelektual yang tinggi juga secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kemajuan organisasi. Kemampuan fisik adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina,kecekatan, kekuatan dan keterampilan. Kinerja Karyawan adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh sesorang atau kelompok dalam suatu organisasi baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif,sesuai dengan kewenangan,tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara legal ,tidak melanggar hukum dengan sesuai moral maupun etika ( Rosyida 2010:11).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SDM DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PADA DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALIS STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas sumber daya manusia pada pegawai. sumber daya manusia merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan pegawai di tempat kerja untuk meningkatkan ketaatan pegawai terhadap peraturan organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai Analisis Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam upaya meningkatkan keinerja pegawai pada dinas peternakan kabupaten kupang, karena penulis menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi pegawai serta meningkatkan kinerja pegawai. Konsep dalam penelitian skripsi ini adalah Stratengi pengembamgan sumber daya manusi dan kinerja pegawai. Menurut Hasibuan, (2011:68). Strategi pengembangan Sumber Daya Manusia pada dasarnya tidak hanya melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan, namun ada banyak cara untuk mengembangkannya. Strategi pengembangan Sumber Daya Manusia. Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia merupakan perencanan mengenai cara bagaimana kualitas dari sumber daya manusia yang dimiliki mampu berkembang ke arah yang lebih baik, meningkat kemampuan kerja, skill dan memiliki loyalitas yang baik terhadap organisasi. Pengembangan sumber daya manusia dibutuhkan untuk kelangsungan sebuah organisasi atau organisasi berkembang secara lebih dinamis. Mangkunegara (2005:9) Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dapat dipandang sebagai proses maupun hasil pekerjaan. Kinerja merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Namun hasil pekerjaan itu sendiri juga menunjukkan kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 48 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 48 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis des kriptif presentase diketahuai bahwa. Strategi pengembangan sumber daya manusia dalam kategori sedang, dan kinerja pegawai juga berada dalam kategori sedang. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana diketahui bahwa Strategi pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,713 yang berarti semakin baik Strategi pengembangan sumber daya manusia, semakin tinggi pula kinerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRES KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR UPT KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh Stres Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang Nama : Fransiskus Xaverius Talo Nim : 17412553 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Manajemen ABSTRAKSI Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan cara memperhatikan stres kerja pegawai, kepuasan kerja pegawai. Stres Kerja dan Kepuasan Kerja merupakan hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu stres kerja dan kepuasan kerja merupakan komponen penting dalam memberikan motivasi bagi pegawai dalam berkerja. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan dilokasi penelitian yaitu apakah stres kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan Apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor UPT Kesatuaan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah stres kerja, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Mangkunegara (2000:67) mengungkapkan kinerja adalah tingkat prestasi kerja atau hasil kerja (Output) baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai pegawai persatuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Hasibuan (2011, 204) mengatakan bahwa pengertian stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir, dan kondisi seseorang. Menurut Hasibuan (2005), kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Di mana sikap ini dicerminkan oleh kedisiplinan, moral dan prestasi kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 30 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis mengunakan analisis regresi linear berganda mengunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang mengunkan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa Stres Kerja pada Kantor UPT Kesatuhan Pengelolan Hutan Wilayah Kabupaten Kuang berada dalam kategori rendah. Kepuasan Kerja Pegawai dalam kategori rendah dan Kinerja Pegawai juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang mengunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa stres kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,344 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,064 yang berarti semakin kurang stres kerja, semakin tinggi pula kinerja pegawai, sebaliknya. Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,676 yang berarti semakin baik kepuasan kerja semakin tinggi pula kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN TTS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN TTS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Analisis pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Sosial Kabupaten TTS” dengan jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui analisis pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten TTS.Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam sebuah perusahaan yaitu konflik kerja dan stres kerja,perusahaan dapat berjalan lancar dan baik apabila dibantu dan didukung oleh konflik kerja dan stres kerja yang baik agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efisien.konflik kerja merupakan perbedaan pendapat antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok,karena harus membagi sumber daya yang langka atau aktivitas kerja yang mempunyai status,tujuan,penilaian,atan pandangan yang berbeda. Stres kerja merupakan suatu bentuk tanggapan seseorang baik fisik maupun mental terhadap perubahan dilingkungannya yang dirasakan menggangu dan mengakibatkan dirinya terancam.Sedangka Kinerja pegawai adalah perilaku nyata yang dihasilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh pegawai sesuai dengan perannya dalam perusahaan serta melihata waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan dalam penyelesaian pekerjaannya.Pegawai memiliki peranan yang penting bagi sebuah Peusahaan melihat peranan penting pegawai maka sudah sepantasnya apabila perusahaan/Kantor menaruh perhatian lebih kepada pegawai tersebut. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif,populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor Dinas Sosial Kabupaten TTS yang berjumlah 30 orang pegawai.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linaer berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian,dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa konflik kerja,stres kerja dan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten TTS berada dalam kategori sedang indikator dari masing-masing variabel juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi.Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis data kuantitatif menggunakan persamaan regresi linier berganda dengan uji hipotesis pertama diketahui bahwa untuk variabel konflik kerja (X1) ditemukan T hitung sebesar 8.808 lebih besar dari T tabel 1,7056 maka Konfliki kerja (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Sedangkan untuk stres kerja (X2) ditemukan T hitung sebesar -3,752 lebih kecil dari T tabel 1,7056 maka variabel Stres kerja (X2) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan koefisien determinasi membuktikan variansi dalam kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh konflik kerja(X1) dan stres kerja (X2) melalui model sebesar 72,8%, sisanya 27,2% berasal dari variabel lain.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH STRES KERJA,URAIAN PEKERJAAN DAN PERILAKU TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “analisis hubungan stress kerja,uraian pekerjaan,perilaku pemimpin, terhadap kinerja pegawai dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang” jenis penelitian ini adalah berjenis desktiptif kuantitatif. Adapun hal yang paling penting yang perlu diperhatikan dalam kantor yakni stress kerja dan uraia pekerjaan serta perilaku pemimpin. Perusahaan dapat berjalan dengan baik apabila dibantu atau didukung oleh perilaku pemimpin yang baik agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efesien. Stress merupakan suatu hal yang dimiliki setiap pegawai karena kecakapan,kemampuan seorang pegawai dapat meyelesaikan pekerjaannya maupun tugas yang diberikan dinas. Uraian pekerjaan merupakan suatu informasi tertulis yang menguraikan tugas dan tanggu jawab, kondisi pekerjaan dalam mencapai tujuan. Uraian pekerjaan pegawai juga sangat beperan penting dalam perusahaan agar dapat mencapai tujuan dagar dapat mencapai tujuan perusahaan serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan selama orang masih berstatus sebagai pegawai, selain itu perilaku pemimpin juga perlu di perhatikan karena untuk mencapai hasi kerja yang efisien pegawai juga membutuhkan dukungan dari para anggota agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara stress kerja,uraian pekerjaan,perilaku pemimpin, terhadap kinerja pegawai serta untuk mengetahui hubungan antara stress kerja dengan kinerja pegawai, uraian pekerjaan dengan kinerja pegawai serta perilaku pemimping dengan kinerja pegawai pada dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang yang berjumlah 63 orang pegawai. Dengan sampel sebanyak 53 orang pegawai yang bekerja di dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesoner pada responden, kemudian data analisis menggunakan teknik uji korelasi product momen menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui banyak stress kerja,uraian pekerjaan,perilaku pemimpin,dan kinerja pegawaidinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten kupang berada dalam kategori sedang. Indikator dari masing-masing variable tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distrubusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi product momen diketahui bahwa stress kerja dan kinerja pegawai mempunyai hubungan yang positif dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,089 dan pearson correlation sebesar 0,236, dan uraian pekerjaan dengan kinerja pegawai yang mempunyai hubungan yang positif dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 dan pearson correlation sebesar 0,660, dan perilaku pemimpin dengan kinerja pegawai yang mempunyai hubungan yang positif dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,017 dengan pearson correlation sebesar 0,326.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pengelolaan SDM Dan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada SMPN 20 Kota Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pagawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas pengelolaan sumber daya manusia, dan teknologi informasi pada pegawai. pengelolaan sumber daya manusia merupakan salah satu hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu teknoligi informasi merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan kualitas kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai, pengaruh pengelolaan sumber daya (sdm) dan teknologi informasi terhadap kinerja pegawai pada sekolah menegah pertama (smpn 20) kota kupang karena penulis menemukan bahwa terdapat kurangnya tingkat SDM pegawai serta kurangnya tngkat teknologi informasi. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah pengelolaan sumber daya manusia, teknologi informasi dan kinerja pegawai. Mengungkapkan kinerja adalah Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Anwar Prabu, 2009). Menurut Kadir dan Triwahyuni (2003:2) “Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi” 12 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 47 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 47 orang pegawai.. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa pengelolaan SDM pada sekolah menegah pertama (smpn 20) kota kupang berada dalam kategori rendah. Teknlogi informasi dalam kategori rendah, dan kinerja pegawai juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa pengelolaan SDM berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,162 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,193 yang berarti semakin baik pengelolaan SDM, semakin tinggi pula kinerja pegawai, sedangkan Teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,184 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,156 yang berarti semakin baik Teknologi informasi semakin tinggi pula kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMPETENSI KARYAWAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN KABUPATEN MALAKA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini di latar belakangi Sumber daya Manusia (SDM) dapat menjadi modal utama dalam menunjang keberhasilan Organisasi apabila dikelola dengan baik dan pengelolaan tersebut sudah dimulai semenjak mereka akan dengan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Menurut hasibuan (2001) kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan dan kombinasi dalam dan luar pekerjaan.seorang karyawan akan dapat dengan lebih baik dan prestasi mereka akan meningkat pada saat mereka puas akan pekerjaan yang mereka lakukan. Oleh karena itu semua tantangan yang ada diorganisasi harus bisa dihadapi dengan sungguh-sungguh agar sasaran atau tujuan organisasi bisa tercapai, di antara sumber daya organisasi yang ada, sumber daya manusialah yang paling menentukan terhadap hasil yang ingiin dicapai organisasi.Aktivitas organisasi dapat berjalan dengan baik karena adanya kinerja organisasi yang baik pula, maka agar kinerja organisasi bisa optimal perlu dukungan kinerja karyawan yang optimal pula. Kinerja karyawan adalah suatu hasil kerja yang dicapaii seseorang dalam melaksanakan tugas-tugasnya atas kinerja, usaha dan kesempatan 9 (Prasttyo,2016). Untuk menciptakan dan meningkatkan kinerja yang tinggi serta tenaga kerja yang mampu berprestasi kerja secara optimal, diperlakukan kompetensi yang ada yang sesuai dengan pekerjaan karyawan yang dapat mendukung kinerja karyawan. Kompetensi adalah apa yang dibawah seseorang kedalam pekerjaan dalam bentuk jenis dan tingkatan yang berbeda (Budiman dkk,2016). Dengan demikian semua yang mencakup kompetensi yang dimilki seorang karyawan akan menentukan kinerja karyawan dalam bekerja semakin tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi kinerja seorang karyawan adalah kepuasan kerja. Menurut Wibowo dan Sutanto ( 2013) Kepuasan kerja adalah suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristiknya. Maka semakin terpenuhinya kepedulian dan kebutuhan pada karyawan maka akan timbul kepuasan kerja karyawan sehingga dapat menimbulkan meningkatnya kinerja karyawan. Kinerja adalah sesuatu yang dicapaiatauprestasi yang diperlihatkan atau kemampuan bekerja, dengan kata lain bahwa kinerja dapat diartikan sebagai prestasi kerja, jika kinerja adalah kuantitas dan kualitas pekerjaan yang diselesaikan oleh individu, maka kinerja merupakan output pelaksana tugas, kinerja mempunyai hubungan erat dengan seseorang dari pekerjaannyadan apa yang mereka peroleh. Orang yang paling banyak tidak merasa puas adalah mereka yang mempunyai keinginan yang paling banyak, namun mendapat sedikit, sedangkan yang paling merasa puas adalah orang yang mengingikan banyak dan mendapatkanya. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individu, setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda sesuai 10 dengan sistem nilai–nilai yang ada pada dirinya, Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Pada tabel 1.1 diatas dapat diketahui kinerja pegawai dinas kependudukan kabupaten malaka sangat memuaskan dan maksimal. Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu kepusan kerja, kompetensi karyawan dan kinerja pegawai dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang dapat dari 49 orang,kemudian di ambil sampel sebanyak 49 responden dan kemudian data di proses menggunakan analisis regresi linier berganda sampel yang digunakan adalah pegawai Dina Kependudukan Kabupaten Malaka dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan hasil analisis regresi dan di dapat persamaan regresi linear berganda Y= 6,034+0,295+e selain itu berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu pada variabel kepuasan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) diketahui bahwa untuk varibel kepuasan kerja di temukan t hitung lebih besar dari t tabelnilai thitung untuk koefesien (b1) adalah 2,637 sedangkan ttabel (α/2:n-k-1) = 2,012, berarti thitung> ttabel dimana Ha diterima, Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kepuasan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada kantor diinas Kependudukan Kabupaten Malaka dan uji kedua yaitu komptensi kryawan. nilai thitung untuk koefesien (b2) adalah 3,292 sedangkan ttabel (α/2:n-k-1) = 2,012, berarti thitung> ttabel dimana Ha diterima, Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kompetensi Karyawan berpengaruh signifikan terhadapKinerja Pegawai pada kantor dinas Kependudukan kabupaten malaka. Pada hasil uji di dapati juga nilai R Square sebesar sebesar 0,488. Hal ini berarti menunjukan bahwa Interaksi antara Kepuasan Kerja(X1),Kompetensi Karyawan(X2) memiliki hubungan yang kuat terhadap Kinerja Pegawai(Y). Nilai R squere sebesar 0,488 atau 48,8% artinya pengaruh variabel Kepuasan Kerja (X1), Kompetensi Karyawan(X2) terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesr 48,8% sedangkan sisanya 51,2% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN ALOR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian bagian organisasi Munandar (2001:263) mengemukakan bahwa motivasi merupakan faktor-faktor yang mengarahkan dan mendorong perilaku atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk usaha yang keras.Kondalkar (2007:54) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja kpegawai, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kab. Alor Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu spss. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya organisasi berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai dengan nilai konstanta sebesar 8,883 yang menunjukan bahwa ketika semuah jika variabel bebas 0 maka besar kinerja Y adalah 8,883 ditambah dengan variance yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas. Koefesien regresi X1 sebesar -0,038 menyatakan bahwa apabila penurunan variabel Budaya Organisasi (X1) sebesar satu satuan maka akan menyebabkan penunuran kinerja sebesar -0,038 satuan dengan asumsi semua variabel konstan. Koefesian regresi Motivasi kerja (X2) sebesar 0,551 menyatakan bahwa apabila peningkatan variabel Motivasi kerja (X2) sebesar satu satuan maka akan menyebabkan kenaikan kinerja sebesar 0,551 satuan dengan asumsi semua variabel konstan. dan nilai thitung < ttabel (t-hitung -0.210 < t-tabel 1.70113) untuk variabel budaya organisasi (X1) atau Ha ditolak dan H0 diterima, dan nilai sig. 0,835>0,05 dan nilai thitung > ttabel (2,542>1,70113) untuk variabel motivasi kerja (X2) atau H0 ditolak dan Ha diterima. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi instansi maka perusahaan harus memperhatikan dan meningkatkan motivasi kerja karyawan diantaranya gaji, hubungan kerja, pengakuan atau penghargaan, dan peluang untuk maju karena berdasarkan hasil penelitan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Deskripsi Pekerjaan Dan Spesifikasi Pekerjaan Terhadap Kinerja Pegawai Di Bagian Tata Pemerintahan Pada Kantor Walikota Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Deskripsi Pekerjaan Dan Spesifikasi Pekerjaan terhadap Kinerja Pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang” jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang yakni deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Kinerja pegawai dapat berjalan dengan baik apabila dibantu dan didukung oleh deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efisiensi. Deskripsi pekerjaan merupakan hasil analisis pekerjaan sebagai rangkaian proses menghimpun dan mengelola informasi mengenai suatu pekerjaan sesuai dengan tanggung jawab pegawai.keseluruhan kajian ringkasan informasi pekerjaan dan syarat-syarat pelaksanaan seorang pegawai sebagai hasil analisis tugas pokok dari uraian pekerjaan. Spesifikasi pekerjaan merupakan syarat-syarat atau kualifikasi dan persyaratan minimum yang harus dimiliki oleh seorang pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan. Spesifikasi pekerjaan dijadikan informasi dasar untuk memulai proses rekruitmen, seleksi dan penempatan pegawai dalam menentukan posisi atau jabatan seorang pegawai. Selain itu kinerja pegawai juga perlu diperhatikan guna mencapai hasil kerja yang dicapai oleh setiap aparatur sipil negara pada unit/organisasi sesuai dengan sasaran kinerja pegawai dan perilaku kerja. Penilaian kerja dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi dengan memperhatikan target, capaian, hasil dan manfaat yang dicapai, serta perilaku aparatur sipil negara. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan terhadap kinerja pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang. Penelitian ini merupakan analisis deskriptif, populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang yang berjumlah 30 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi liniear berganda uji t, uji F, dan uji R2 menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan menggunakan analisis regresi linier berganda diketahui bahwa deskripsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan kinerja pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang berada dalam kategori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan rekapitulasi jawaban responden. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis regresi linier berganda diketahui bahwa deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekejaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail