ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project dalam bidang tenaga listrik PLTMG (peaker) 40 MW kupang”. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah : pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prestasi Kerja terhadap kepuasan kerja karyawan dan Untuk menganalisis pengaruh karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang sebanyak 30 karyawan yang terpilih sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner sedangkan teknis analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji f), dan koefisien determinasi (R2). Berdasarkan persamaan regresi linear berganda Y= 18,791 + 0.453 X1 + 0.256 X2. Diketahui konstan regresi sebesar 18.791 sedangkan koefesien regresi (b1) sebesar 0,453 artinya jika nilai prestasi kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kepuasan kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,453 atau 45,3% maka terbukti hipotesisi yang menyatakan prestasi kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Artinya semakin baik prestasi kerja karyawan (X1) maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji parsial (uji t) variabel prestasi kerja (X1). Diketahui uji t, thitung = 3,939 dan ttabel =1,703 dapat disimpulkan bahwa Jika nilai thitung 3,939>ttabel 1,703 dan tsignifikan 0,0001
Kata kunci : Prestasi kerja,karakteristik pekerjaan, dan kepuasan kerja karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan sampel 27 responden yang bekerja di Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Kuesioner sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis menggunakan deskriptif, regresi linear berganda dengan uji hipotesis yaitu uji t (Simultan), uji F (persial) dan koefisien determinasi (R2).
Pembahasan dalam penelitian ini menjelaskan mengenai Pengaruh Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa variable bebas Modal Manusia, Komitmen Kerja dan Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap variabel terikat yaitu Kinerja Pegawai. Pengaruh modal manusia terhadap kinerja pegawai dari hasi perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi modal manusia sebesar 0,144 selain itu, signifikan 0,005 < 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel moadal manusia mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Komitmen kerja terhadap kinerja pegawai berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk komitmen kerja sebesar 0,442 selain itu, signifikan 0,001< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel komitmen kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh Kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien regresi untuk komitmen kerja sebesar 0,766 selainitu, signifikan 0,000< 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel kepuasan kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Dari hasil analisi regresi dapat diketahui bahwa secara Bersama-sama variable independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadapat variable dependen. Hal ini dibuktikan dari nilai f hitung 240.264 lebih besar dibandingkan nilai f table sebesar 2,99 dengan nilai signifikan 0,000 karena niali signifikan jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat dikatakan bahwa modal manusia, komitmen kerja, kepuasan secara Bersama-sama atau secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai kantor kecamatan taebenu kabupaten kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budaya organisasi merupakan sistem makna bersama yang dianut oleh seluruh anggota yang membedakan satu organisasi itu dari organisasi- organisasi lain. Penerapan budaya organisasi yang kondusif dan menyenangkan dapat menjadi kekuatan yang mampu mengarahkan perilaku karyawan pada pencapaian tujuan organisasi melalui kinerja yangdiberikan.
Budaya organisasi yang kuat berguna untuk mengarahkan perilaku, karena membantu karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik sehingga setiap karyawan diawalkarirnya perlu memahami budaya organisasi dan bagaimana budaya itu diterapkan didalam sebuah perusahaan/organisasi. Tanpa adanya budaya organisasi jalannya roda perusahaan tidak memiliki pedoman atau acuan dalam bertindak dan memecahkan masalah. Dengan adanya budaya organisasi perusahaan mencerminkan nilai dan norma penentu arah organisasi untuk mencapai visi dan misi perusahaan.
Selain Budaya organisasi yang mempengaruhi kepuasan karyawan, pemberian kompensasi juga mempengaruhi kepuasan karyawan. Kompensasi merupakan bagian dari hubungan timbal balik antara organisasi dengan sumber daya manusia. Faktor lain yang memengaruhi kinerja seorang karyawan adalah pemberian kompensasi. Kompensasi merupakan hubungan timbal balik antara organisasi dengan karyawan. Menurut Hasibuan dalam jurnal (Rizal & Surya, 2018) menyatakan bahwakompensasi sebagai semua pendapatan dalam bentuk uang, barang, baikyang diterima secara langsung atau tidak langsung oleh karyawan sebagaiimbalan atas layanan yang diberikan oleh perusahaan.
Selain berpegang pada budaya organisasi, pihak manajemen perlu memberikan kepuasan kerja pada setiap karyawannya seperti memberikan gaji yang dikenal menjadi signifikan, tetapi kompleks secara kognitif dan merupakan faktor multidimensi, kemudian promosi jabatan yang membuat karyawan berlomba-lomba dalam melakukan yang terbaik atas rekam jejak kinerjanya supaya mendapatkan reward naik jabatan atau promosi jabatan, dan kondisi kerja yang baik.
Pemberian kompensasi menurut Hasibuan (2017:119) merupakan semua pendapatan yang berbentuk uang barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Pembentukan system kompensasi yang efektif merupakan bagian penting dari manajemen sumber daya manusia karna membantu menarik dan mempertahankan pekerjaan- pekerjaan yang berbakat. Selain itu sistim kompensasi perusahaan memilki dampak terhadap kinerja strategis.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara budaya organisasi dengan pemberian kompensasi serta kepuasan kerja pada pegawai kantor Walikota Kupang di bagian tata pemerintahan.
Menurut Irma & Gawi, 2016, Faktor kepuasan kerja pegawai sangat pentingartinya bagi perusahaan karena dengan adanya kepuasan bagi pegawai,diharapkan nantinya akan semakin meningkatkan kinerja dan berimbas pada peningkatan produktivitas perusahaan secara menyeluruh, atau dalam ilmu manajemen jasa dikenal dengan istilah“happy employee,happy customer”,yang berarti sebelum memuaskan pelanggan, harus terlebih dahulu memberi kepuasan bagi pekerja, sehingga pekerja pun akan dengan senang hati dan tulus ikhlas memberi pelayanan yang optimal bagi customernya.
Metode dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menjadikan pegawai pada bidang tata pemerintahan kantor Walikota Kupang sebagai populasi dan sampel yang berjumlah 30 orang.
Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah penyebaran kuesioner dengan angket tertutup. Kuesioner ini berisi tentang sejumlah pertanyaan atau pernyataan mengenai variable penelitian yaitu budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai dengan teknik analisis data meliputi analisis pendahuluan, analisis lanjutan, yang mana kedua alat analisis ini mempresentasikan indicator empiric dari konsep budaya organisasi dan pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai, berdasarkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang selanjutnya dilakukan uji korelasi rank spearman merupakan bagian daristatistik non parametrik yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel.
Uji korelasi ranks pearman dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut: (1) Jika signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, dan Ha diterima, yang berarti terdapat hubungan antar variable budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai, (2) Jika signifikansi > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak, yangberarti tidak terdapat hubungan antar variabel budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai
Dari hasil penelitian yang dilakukan melalui analisis pendahuluan dan analisis lanjutan, maka penulis memberikan kesimpulan sesuai dengan persoalan penelitian yang telah dilakukan yaitu (1) berdasarkan hasil analisis hubungan budaya organisasi terhadap kinerja pegawaikantorWali Kota Kupang bagian tata pemerintahan memiliki hubungan tidak yang searah, (2) berdasarkan hasil analisis hubungan pemberian kompensasi terhadap kinerja pegawai kantor Wali Kota Kupang bagian tata pemerintahan memiliki hubungan tidak searah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya Manusia adalah salah satu faktor penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan untuk mencapai suatu tujuan dan sasarannya melalui usaha kooperatif sekelompok orang didalamnya, sehingga dapat dikatakan sumber
daya manusia adalah salah satu faktor penentu berhasilnya atau tidak suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etika kerja dan stress kerja terhadap kepuasan kerja karyawan, pengaruh stress kerja terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT.PLN (persero ) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur
yang berjumlah 112 orang teknik sampel yang di gunakan adalah teknik random atau sampling acak dengan demikian sampel yang digunakan dalam peneliti ini adalah 87 orang karyawan PT.PLN (persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adaalah kuesioner.
Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan SPSS Adapun penjelasan dari persaman regresi linear berganda adalah sebagai berikut Y=4,306+0,801+0,589, nilai konstanta kepuasan kerja (Y) = 4,306 artinya jika etika kerja (X1) dan stress kerja (X2) sama dengan nol maka, kepuasan kerja (Y) sebesar 4,306, nilai koefsien etika kerja (X1) = 0,801 artinya etika kerja (X1) mengalami kenaikan satu poin maka, kepuasan kerja (Y) sebesar 0,801, nilai koefiseien stress
kerja (X2) = 0,589 artinya apabila stress kerja (X2) mengalami kenaikan satu poin maka, kepuasan kerja (Y) sebesar 0, 598. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, Dari hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien etika kerja (X1) sebesar 0.801 selain itu signifikan 0.000<0,05 sehinga dapat dikatakan bahwa variabel etika kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan . Dimana etika kerja
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, dan terdapat pengaruh singnifikan stress kerja terhadap kepuasan kerja karyawan , Berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koeefisien stress kerja (X2) sebesar 0,589, selain itu signifikan
xvii 0,000<0,05 sehinga dapat disimpulkan bahwa variabel stress kerja mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Pada PT. PLN (persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab IV sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: Hasil penelitian membuktikan bahwa Etika kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan
pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilayah Nusa tenggara Timur, Hasil Penelitian membuktikan bahwa stress kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada pada PT.PLN (persero) Unit Induk Wilayah Timur. Adapun
saran penelitian Yaitu Untuk meningkatkan kepuasan kerja, ada baiknya perusahaan lebih memperhatikan etika kerja setiap karyawannya, dengan selalu memperhatikan sikap kerja yang terjadi di antara karyawan agar kepuasan kerja dapat ditingkatkan.hendaknya stress kerja tersebut juga benar-benar diperhatikan seperti beban kerja yang berlebih, agar jangan terjadi tumpang tindih pekerjaan bagi karyawan. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar penelitian ini dapat dijadikan
bahan referensi, untuk penelitian selanjutnya
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Komitmen Organisasional Dan Kepuasan Kerja Terhadap Perilaku Kewarganegaraan Organisasional Pada Perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Komitmen Organisasional Dan Kepuasan Kerja Terhadap Perilaku Kewarganegaraan Organisasional Pada Perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. Tujuan penelitian yaitu: Untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasional terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka dan Untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka.
Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu populasi yakni 72 perawat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. Dan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perawat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan Teknik analisis data menggunakan Analisi Regresi Linear berganda, Uji Parsial (Uji t), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R2).
Berdasarkan persamaan regresi linear berganda: Y= 0,331+0,643+0,552+e diketahui bahwa bahwa nilai konstan a sebesar 0,331, sedangkan koefisien b1 adalah 0,643 dan b2 adalah 0,552. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa Nilai konstan sebesar 0.331 artinya jika nilai komitmen organisasional (X1) dan kepuasan kerja (X2) sama dengan nol, maka perilaku kewarganegaraan organisasional (Y) memiliki nilai sebesar 0.331. Sedangkan Koefisien regresi (b1) sebesar 0.643 artinya jika komitmen organisasional (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka perilaku kewarganegaraan organisasional (Y) akan meningkat sebesar 0.643. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara komitmen organisasional (X1) dengan perilaku kewarganegaraan organisasional (Y). Dan koefisien regresi (b2) sebesar 0.552 artinya jika kepuasan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka perilaku kewarganegaraan organisasional (Y) akan meningkat sebesar 0.552. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara kepuasan kerja (X2) dengan perilaku kewarganegaraan organisasional (Y).
Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasional dan kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka.
1) Hasil penelitian ini membuktikan bahwa komitmen organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka.
2) Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka.
Kata Kunci : Komitmen Organisasional, Kepuasan Kerja, Perilaku Kewarganegaraan Organisasional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, BUDAYA ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI PEMERINTAH DAERAH PADA ORGANISASI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh komitmen organisasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap laporan keuangan organisasi pemerintah daerah pada Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah kabupaten Timor Tengah Selatan”.
Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam sebuah organisasi yaitu komitmen organisasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja, organisasi dapat berjalan lancar dan baik apabila dibantu dan didukung oleh komitmen organisasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja yang baik agar dapat mencapai mencapai kinerja pegawai yang efisien. Komitmen organisasi adalah derajat dimana karyawan terlibat dalam organisasinya dan berkeinginan untuk tetap menjadi anggotanya, dimana didalamnya mengandung sikap kesetiaan dan kesediaan karyawan untuk bekerja secara maksimal bagi organisasi tempat karyawan tersebut bekerja. budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai, dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan internal. kepuasan kerja adalah suatu sikap karyawan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi, kerja sama antar karyawan, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis.
Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja di Badan Pengelola Keungan dan Aset Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang pegawai yang menjalankan sistem akuntansi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner kepada responden kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis linear berganda menggunakan SPSS.
Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif variabel diketahui bahwa komitmen organisasi berada pada nilai rata-rata terendah dengan deviasi tinggi sedangkan budaya organisasi berada pada nilai rata-rata tertinggi dengan deviasi rendah dan kepuasan kerja berada pada nilai rata-rata rendah dengan deviasi rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakann teknik analisis regresi linear berganda diketahui hasil pengumpulan data tersebut menggunakan persamaan linear berganda dengan uji hipotesis pertama diketahui bahwa untuk komtmen organisasi (X1)ditemukan T hitung sebesar 0.105 lebih kecil dari T tabel 1,703 maka komitmen organisasi (X1) secara parsial tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan (Y). sedangkan untuk budaya organisasi (X2) di temukan T hitung sebesar 0.000 lebih kecil dari T tabel 1.703 maka variabel budaya organisasi (X2) secara parsial tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan (Y). dan untuk kepuasan kerja (X3) ditemukan T hitung 3,344 lebih besar dari T tabel 1,703 maka variabel kepuasan kerja (X3) berpengaruh terhadap laporan keuangan (Y).
Kata kunci: komitmen organisasi, budaya organisasi, kepuasan kerja, laporan keuangan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Komunikasi yang terjadi tersebut disebut dengan komunikasi organisasi untuk menghasilkan suatu pemahaman, kesatuan pengalaman, dan satu pengertian dalam mencapai tujuan. Kesatuan pengalaman tersebut membentuk suatu iklim komunikasi yang merupakan persepsi-persepsi mengenai pesan dan peristiwa yang terjadi dengan pesan yang terjadi dalam organisasi.
Orang-orang yang menjadi anggota suatu organisasi hidup dalam lingkup organisasi dan berinteraksi membentuk sistem sosial yang dalam perkembangannya tidak lepas dari pengaruh lingkungan baik lingkungan eksternalnya maupun lingkungan internalnya. Artinya selain harus hidup dengan perubahan lingkungan yang terkadang susah diprediksi, anggota organisasi juga harus menghadapi perubahan yang ada dalam lingkungan organisasi tersebut. Organisasi selamanya unik seperti halnya sidik jari dan lapisan salju, masing-masing organisasi memiliki budaya, tradisi, dan metode tindakannya sendiri yang secara keseluruhan menciptakan iklimnya (Davis, 2001)
Kepuasan kerja merupakan sebuah keadaan emosi positf yang di hasilkan dari evaluasi pengalaman kerja seseorang (Mathias,2011:158), Suparyadi, (2015:473), kepuasan kerja merupakan hasil evaluasi dari membandingkan atau analisis oleh pikiran,dan merasakan antara harapan dengan kenyataan atau hasil dari upaya-upaya yang di lakukan oleh seseorang.Robbins,(2013:74) menyatakan bahwa kepuasan keja perasaan positif tentang pekerjaan,yang di hasilkan dari evaluasi kerateristiknya,seseorang dengan tingkat tingi kepuasan kerja memengang perasaan positif tentang pekerjaannya,sementara orang dengan tingkat rendah memengang perasaan negatif.
Kepuasan kerja adalah perasaan dan penilaian seseorang atas pekerjaannya, khususnya mengenai kondisi kerja menyangkut harapan, kebutuhan dan keinginan. Kepuasan kerja merupakan tingkat kesenangan yang dirasakan seseorang atas peranan atau pekerjaannya dalam organisasi yang bisa memicu kenyamanan kerja dan sebaliknya, pelatihan sebagai modal keahlian untuk melkukan sebuah pekerjaan dan kompensasi sebagai faktor pemenuhan kepuasan pekerja atas usaha yang telah dikontribusikan untuk organisasi.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Analisis Pengaruh Iklim Organisasi, Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Kantor Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air Cabang Betun Kabupaten Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 31 orang dan jumlah Populasi sebanyak 31 orang karyawan pegawai. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui.Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-5 untuk mendapakan data yang bersifat ordinal dan di beri skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan variabel Iklim organisasi (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada kantor koperasi kredit (Kopdit) pintu air cabang betun kabupaten malaka, hal ini terlihat dari signifikansi iklim organisasi (X1) 0,278> 0,05 dan nilai t hitung 1,223> 2,05183 t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada berpengaruh antara variabel iklim organisasi (X1) terhadap kepuasan kerja (Y) pada pada kantor koperasi kredit (Kopdit) pintu air cabang betun kabupaten malaka
Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel kompensasi (X2) pada kantor koperasi kredit (Kopdit) pintu air cabang betun kabupaten malaka, hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel kompensasi (X2) 0,670 > 0,05 dan thitung 2,287 < 2,05183 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel k0mpensasi (X2) terhadap kepuasan kerja (Y) pada kantor koperasi kredit (Kopdit) pintu air cabang betun kabupaten malaka. Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi Produktivitas Karyawan, seperti Motivasi kerja, Kualitas, Kuantitas, pelaksanaan tanggung jawab, dan kondisi fisik pekerjaan. Peneliti selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap Produktivitas karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul : Analisis Pengaruh Beban Kerja Dan Pengembangan Karir Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Kantor Bappeda Kabupaten Malaka. Skripsi ini ditulis oleh Meyanti Joelina Klau NIM 18410203 Fakultas Ekonomi, program studi manajemen jalur minat manajemen sumber daya manusia, Universitas Kristen Arta Wacana Kupang. Penelitioan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara beban kerja terhadap kepuasan kerja karyawan dan juga mengetahui pengaruh pengembangan karir terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, sampel yang berdasarkan pada karyawan bappeda kabupaten malaka di peroleh sampel 35 orang. teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh beban kerja (X1) dan pengembangan karir (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) (uji f) dan uji koefisien determinasi(R2) dari hasil penelitin yang dilakukan beban kerja (X1) dan pengembangan karir (X2) secara mutlak berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) pada bappeda hall ini membuktikan bahwa hasil dari pengujian ini dapat di analisis regresi linear berganda dan nilai konstanta sebesar –2,652 sedangkan nilai koefisien b1 0,752, b2 : 0,330 dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan beban kerja (X1) dan Pengembangan karir (X2) terhadap kepuaan kerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut Y = -2,652+0,752+0,330+e . dengan demikian persamaan regresi linear berganda ini dapat diartikan sebagai berikut : nilai konstantan -2,652 artinya jika nialai beban kerja (X1) dan pengembangan karir (X2) sama dengan nol maka kepuasan kerja karyawan menurun sebesar -2,652 poin.koefisien regresi b1 sebesar 0,752 artinya jika beban kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 poin maka kepuasan kerja karyawan (Y) bakan meningkat sebesar 0,752. Dengan asumsi variable lain konstanyan .koefisien regresi b2 sebesar 0,330 artinya jika pengembangan karir mengalami kenaikan sebesar 1 poin maka kepuasan karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,330 poin dengan asumsi variable lain konstantan. Toleransi yang ditetapkan dalam penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Kompensasi Karyawan terhadap Turnover intention, kepuasan kerja karyawan terhadap turnover dan juga mengetahui pengaruh komitmen organisasional karyawan terhadap turnover intention. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, sampel yang berdasarkan pada karyawan koperasi telekomunikasi seluler kisel kupang di peroleh sampel 50 orang. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh kompensasi (X1), Kepuasan Kerja (X2), dan Komitmen Organisasional (X3) terhadap Turnover intention (Y) (Uji f) dan Uji Koefisien determinasi (R2)) dari hasil penelitian yang dilakukan kompensasi (X1), kepuasan kerja (X2) dan komitmen organisasional (X3) secara multak berpengaruh positif terhadap turnover intention (Y) pada koperasi telekomunikasi seluler kisel hal ini membuktikan bahwa hasil dari pengujian ini dapat di analisis regresi linear berganda dan nilai konstanta sebesar 19,200 Sedangkan nilai koefisien b1 0,763, b2 0,637, b3 0,525 dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan kompensasi (X1), kepuasan kerja (X2) dan komitmen organisasional (X3) terhadap turnover intention (Y) adalah sebagai berikut Y = -19,200+0,763+0,637+0,525+e. dengan demikian persamaan regresi linear berganda ini dapat diartikan sebagai berikut : nilai konstanta 19,200 artinya jika nilai kompensasi (X1) kepuasan kerja (X2) dan Komitmen organisasional (X3) sama dengan nol maka turnover intention menurun sebesar -19,200 poin.koefisien regresi b1 sebesar 0,763 artinya jika kompensasi mengalami kenaikan sebesarb 1 poin maka Turnover intention akan meningkat sebesar 0,752 dengan asumsi variabel lain konstannya koefisien regresi b2 sebesar 0,637 artinya jika kepuasan kerja mengalami kenaikanj sebesar 1 poin maka turnover intention akan meningkat sebesar 0,637 Koefisien regresi b3 sebesar 0,525 artinya jika komitmen organisasi meningkat sebesar 1 poin maka turnover intention akan meningkat sebesar 0,525.Toleransi yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 5%=(a=0,05) sebagai batasan .keiteria t tabel =t(a/2:n-k-1=t(0,05 / 50-4-1=50=1,67591.kriteria pengujian hipotesis dalam uji koefisien secara parsial atau terpisa adalah sebagai berikut:jika Thitung>Ttabel :maka Ha diterima dan H0 ditolak jika Thitug Ttabel maka Ha ditolak dan Ho diterima. Pengujian hipotesis pertama pengaruh kompensasi X1 Terhadap Turnover Intention Y berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikan 0,000 0,05 dan Thitung 4,606 >1,67591 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak artinya ada pengaruh yang singnifikan antara variabel kompensasi X1 terhadap turnover intention Y .pengujian hipotesisi kedua pengaruh kepuasan kerja X2 terhadap turnover intention Y berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikan 0,006 0,05 dan Thitung 2,534>Ttabel 1,67591 sehinga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel kepuasan kerja terhadap turnover intention. Pengujian hipotesis ketiga pengaruh komitmen organisasi X3 terhadap turnover intention Y bedasarkan tabel diatas bahwa nilai signifikan 0,0040,05 dan Thitung 3.015 >Ttabel 1,67591 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel komitmen organisasi X3 terhadap turnover intention Y. Dapat dilihat dari adjusterd R aquare yang diperoleh sebesar 0,473.Hal ini menunjukan bahwa 47,3 % dapat dijelaskan oleh kompensasi X1 kepuasan kerja X2 dan Komitmen organisasi X3 dan sisanya 52,7 dipengaruhi oleh faktor yang tidak dimasukan dalam penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KERJA SAMA TIM TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI HYPERMART BUNDARAN PU KOTA KUPANG
Lingkungan kerja merupakan segala kondisi yang ada yang berada disetiap pekerja, sehingga baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi diri dalam melaksanakan tugas yang di bebankan. Lingkungan kerja merupakan suatu tempat yang terdapat sejumlah kelompok dimana di dalamnya terdapat beberapa fasilitas pendukung untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan visi dan misi perusahaan (Sedarmayanti, 2013:23). Menurut Mangkunegara (2013:105) lingkungan kerja adalah semua aspek fisik kerja, psikologis kerja, dan peraturan kerja yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan pencapaian produktivitas.
Kerja sama tim merupakan suatu kebutuhan dalam mewujudkankeberhasilan kerja. Menurut (Triatmanto, 2017: 51) Kerjasama tim adalah pengelompokan dua ataupun lebih orang yang berhubungan dan penyerasiantentang sebuah kegiatan beserta usaha agar meraih sasaran spesifik. Menurut Sarwono (2011:139) kerjasama merupakan bentuk kelompok yang terdiri dari lebih dari seseorang yang melakukan tugas dengan sejumlah peraturan dan prosedur. Menurut Meintere (2016 :126) tim yang efektif adalah adalah sebuah tim yang memungkinkan anggotanya untuk menghasikan penyelesaian tugas yang lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan hasil kerja perorangan karna hasil kerjanya merupakan hasil kontribusi anggota-anggota tim secara bersama-sama.
Kepuasan kerja merupakan hal yang positif dalam meningkatkan kualitas kerja di setiap orang bekerja, sehingga kenyamanan dan tingkat kualitas kerja dapat diukur dengan mengetahui seberapa puas seseorang menekuni pekerjaannyaKepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi luar dan dalam pekerjaan. Menurut Robbins ( 2008 ;170 ) Kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang individu terhadap pekerjaa. Menurut (Wirawan, 2013 :732). Kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan dengan bagaimana cara pekerja memandang pekerjaan mereka. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh lingkungan kerja dan kerja sama tim berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dari jumlah populasi sebanyak 67 orang karyawan yang bekerja di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan kerja sama tim terhadap kepuasan kerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang dan kerja sama tim berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Sedangkan secara simultan lingkungan kerja dan kerja sama tim berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan di Hypermart Bundaran PU Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 11.585 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.327, b² adalah 0.328.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh lingkungan kerja (X1) dan kerja sama tim (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 11.585+ 0,327 X1 + 0,328 X2. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh lingkungan kerja (X1) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel lingkungan kerja(X1) ditemukan t hitung = 1.994 lebih besar t table = 1,687 dan tingkat Sig. = 0,002. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan kerja karyawan (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kerja sama tim (X2) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kerja sama tim(X2) ditemukan t hitung = 2.337 lebih besar t table = 1,687 dan tingkat Sig. = 0,004. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kerja sama tim (X2) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 7.244 lebih besar F tabel = 2,87 dan tingkat Sig. = 0,002. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja dan variable kerja sama tim (X2) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.681 atau 68,1%. Hal ini berarti besarnya pengaruh lingkungan kerja dan kerja sama tim terhadap kepuasan kerja karyawan adalah 68,1%. Sedangkan pengaruh sebesar 31,9% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Lingkungan Kerja, Kerja Sama Tim, Kepuasan Kerja Karyawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KERJA TENAGA KESEHATAN AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK DI KOTA KUPANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara apa yang diterima dengan harapan-harapannya. Rasa puas seseorang dalam bekerja merupakan salah satu hal terpenting untuk menjaga kualitas sumber daya manusia tersebut agar dapat berperan aktif dalam kemajuan suatu organisasi atau perusahaan. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti pemberian upah atau kompensasi, pemimpin dengan cara dan sikap dalam memimpin, serta dukungan dari teman atau rekan kerja. Selain itu juga faktor kondisi lingkungan kerja, rasa nyaman dalam bekerja, dan hal lain seperti penyediaan fasilitas kerja adalah aspek yang cukup penting dalam kepuasan seseorang. Apabila dari setiap aspek ini karyawan mendapatkan kepuasan tersebut, karyawan cenderung akan bertahan pada perusahan, walaupun tidak semua aspek yang mempengaruhi kepuasan kerja terpenuhi. Dengan demikian, tingkat kepuasan seseorang dalam bekerja tergantung dari bagaimana pengelolaan sumber daya manusia tersebut oleh perusahaan atau organisasi. Penelitian ini melatar belakangi dari beban kerja yang bertambah akibat pandemik Covid-19 yang terjadi di Indonesia terkhususnya di Kota Kupang. Jika beban kerja ini bertambah maka akan mempengaruhi pada kualitas atau kinerja dari tenaga kesehatan ATLM tersebut. Disamping itu, beban kerja bukan hanya berbicara tentang penambahan pekerjaan, tetapi beban kerja ini dipengaruhi juga oleh resiko dari Covid-19 tersebut, yang nyatanya memiliki resiko yang besar sampai menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, jika instansi ingin mempertahankan kualitas atau kinerja dari tenaga kesehatan maka instansi kesehatan tersebut harus dapat mengelola SDM atau tenaga kesehatan ATLM dengan baik, salah satunya dengan cara mengetahui kepuasan dari tenaga kesehatan ATLM tersebut. Dengan demikian, untuk mengetahui kepuasan tersebut, maka perlu dilakukannya analisis indikator-indikator apa saja yang xvi mempengaruhi kepuasan kerja tersebut. Masalah dalam penelitian adalah bagaimana tingkat kepuasan kerja tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik di Kota Kupang pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik pada masa pandemi Covid-19 di Kota Kupang. Populasi dari penelitian ini adalah tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik di Kota Kupang sebanyak 271 orang. Sampel dari penelitian ini diambil sebanyak 5% dari total populasi yaitu 13 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuesioner secara terbuka. Kuesioner terbuka adalah kuesioner penelitian yang memberi kesempatan kepada responden untuk menuliskan pendapat pribadinya atau jawaban sendiri terhadap daftar pertanyaan atau pernyataan yang diberikan, tanpa memberikan petunjuk jawaban kepada responder berupa jawaban ya, tidak dan lain sebagainya. Sarana dalam penyebaran kepada responden dengan menggunakan Google Form. Analisis pendahuluan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif, yang dari hasil pengolahan data kuesioner responden tersebut lalu dimasukkan ke dalam distribusi frekuensi untuk mempermudah proses menganalisis data atau mendeskripsikan fenomena yang terjadi pada responden. Analisis lanjutan dalam penelitian ini adalah memberikan penjelasan satu persatu secara deskriptif dari setiap responden dengan jumlah pertanyaan sebanyak 3 butir yang berupa tanggapan-tanggapan terhadap indikator kepuasan kerja yang dialami responden dalam hal ini tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik di Kota Kupang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setiap responden memiliki kepuasan yang berbeda-beda, ada yang mengalami kepuasan pada semua indikator yaitu indikator teman atau rekan kerja, upah atau kompensasi, fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan pemimpin. Adapun yang mengalami kepuasan pada beberapa indikator saja seperti teman atau rekan kerja, fasilitas, lingkungan kerja dan pemimpin, tetapi tidak merasa puas dengan upah yang diterima dan pemimpin atau atasan. Adapun juga yang mengalami ketidakpuasan pada beberapa indikator seperti upah/kompensasi, dan pemimpin, namun responden masih mendapat xvii kepuasan pada indikator lainnya, namun ketidakpuasan yang dialami responden pada kedua indikator tersebut mempengaruhi perasaan puas responden terhadap indikator-indikator lainnya, yang pada akhirnya berdampak pada ketidakpuasan dan juga telah dibuktikan dari kesimpulan hasil dari pertanyaan yang diajukan. Hal ini menunjukkan bahwa pada tempat kerja atau instansi kesehatan tersebut tidak atau belum dapat memberikan kepuasan yang diharapkan oleh tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik pada aspek atau indikator upah dan pemimpin. Dengan demikian, bahwa tingkat kepuasan yang dialami responden tergantung pada instansi kesehatan mana yang mereka tempati dalam bekerja serta bagaimana instansi kesehatan mengelola atau menciptakan kepuasan tersebut kepada setiap tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik di Kota Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber daya manusia merupakan aset utama yang sangat berperan dalam menentukan keberliasilan dan keberlangsungan strata organisasi. Organisasi tidak akan mampu berjalan dengan efektif tanpa adanya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki motivast yang tinggi, serta kepuasan dalam menjalankan tugasnya. Dalam konteks lembaga penyiaran publik seperti Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang, kinerja pegawai menjadi salah satu faktor yang sangat penting karena keberhasilan organisasi dalam memberikan pelayanan informasi, pendidikan, dan hiburan kepada masyarakat sangat ditentukan oleh kualitas dan semangat kerja para pegawainya. Motivasi kerja merupakan dorongan internal maupun eksternal yang membuat seseorang mau dan rela mengerahkan kemampuan, waktu, dan tenaganya untuk mencapai tujuan organisasi. Pegawai yang memiliki motivasi tinggi cenderung menunjukkan semangat kerja yang kuat, disiplin, serta tanggung jawab yang besar dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Menurut Mangkuprawira (2017), motivasi kerja dapat meningkatkan kinerja seseorang melalui dorongan untuk mencapai prestasi tertentu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun organisasi. Di sisi lain, kepuasan kerja memiliki pengaruh yang tidak kalah penting terhadap kinerja pegawai. Kepuasan kerja menggambarkan sejauh mana seseorang merasa senang dan puas terhadap pekerjaannya, baik dari segi gaji, hubungan dengan rekan kerja, lingkungan kerja, maupun peluang pengembangan karier. Robbins (2015) menjelaskan bahwa kepuasan kerja yang tinggi akan menghasilkan perilaku kerja positif seperti loyalitas, disiplin, dan komitnien yang kuat terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai RRI Kupang yang berjumlah 79 orang, sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian (sampel jenuh). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta uji koefisien determinasi (R2) untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Hal ini berarti bahwa semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki pegawai RRI Kupang, maka semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan. Demikian pula dengan variabel kepuasan kerja (X2), yang juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pegawai yang merasa puas terhadap pekerjaannya akan cenderung bekerja lebih baik, memiliki tanggung jawab yang tinggi, serta mampu memberikan kontribusi maksimal dalam menjalankan tugasnya. Secara simultan, kedua variabel independen yaitu motivasi kerja (X1) dan kepuasan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang. Hasil koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, dan sistem penghargaan. Berdasarkan basil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi motivasi kerja dan kepuasan kerja yang dimiliki pegawai, maka semakin baik pula kinerja yang ditunjukkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Olen karena itu, pihak manajemen RRI Kupang disarankan untuk terus meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja pegawai melalui pemberian penghargaan yang adil, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif memperhatikan kesejahteraan karyawan, serta memberikan kesempatan pengembangan karier yang lebih luas. Dengan demikian, diharapkan kualitas pelayanan dan kinerja lembaga dapat meningkat secara berkelanjutan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan ilmu manajemen number daya manusia, khususnya terkait hubungan antara motivasi kerja, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai di instansi pemerintahan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi lembaga-lembaga publik lainnya untuk mengembangkan strategi peningkatan kinerja pegawai yang lebih efektif dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENEMPATAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA KUPANG Kepuasan kerja merupakan suatu bentuk sikap dari rasa puas dan bahagia akan pekerjaannya saat ini. Rasa puas ini didapat karena perusahaan dapat memenuhi kebutuhan karyawan dengan baik seperti tercapainya tujuan kerja, dinamika lingkungan kerja, dan aspek-aspek lainnya yang menunjang karyawan dalam bekerja. Rasa puas akan pekerjaan ini dapat tercerminkan melalui beberapa sikap yang berubah seperti tingkat moral, disiplin, motivasi, produktivitas, capaian dan prestasi kerja yang tinggi. Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang merupakan Organisasi Perangkat Daerah Tipe B yang memiliki Tugas dan Fungsi sebagaimana termuat dalam Peraturan Walikota Kupang Nomor 60 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang. Sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang membantu Walikota Kupang melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah di Bidang Keuangan dan Aset Daerah, maka perlu didukung juga oleh sumber daya manusia yang berkualitas, terampil serta handal dibidangnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah Penempatan Kerja, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Negeri Sipil pada Badan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Penempatan Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja serta Kepuasan Kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pegawai Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang adalah sebanyak 44 orang dan dengan menggunakan rumus Slovin (toleransi kelonggaran 10 persen) maka sampel penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan Analisis Pengaruh Linear Berganda menggunakan Software SPSS versi 26. Dalam analisis pendahuluan akan dijelaskan data-data hasil tabulasi penelitian untuk di analisis guna melihat kecenderungan data menurut indikator dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dengan skala pengukuran Interval Dalam analisis lanjutan penelitian menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Regresi linear berganda digunakan untuk memprediksi permintaan dimasa akan datang berdasarkan data masa lalu untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (dependen) Siregar (2012). Berdasarkan penjelasan tersebut maka dari hasil pengujian SPSS didapatkan hasil pengujian regresi linier berganda dengan persamaan regresi Dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh Fhitung = 3198.970 lebih besar dari F tabel = 2,33 dan tingkat sig = 0.000 oleh karena itu nilai sig 0.05 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya Penempatan Kerja (X1), Lingkungan Kerja (X2) dan Motivasi kerja (X3) memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap Kepuasan Kerja (Y). Pada hasil uji Koefisien determinasi merupakan suatu alat untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.Besarnya koefisien determinasi berkisar antar angka 0 sampai dengan 1, besar koefisien determinasi mendekati angka 1, maka semakin besar pengaruh variabel indevenden. Hasil uji R2 pada penelitian ini diperoleh nilai sebesar 0,988. Hal ini menunjukkan bahwa Kepuasan Kerja dipengaruhi oleh variabel Penempatan kerja, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja sebesar 98,8% sedangkan sisanya sebesar 0,012% di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja berasal dari kata prestasi kerja (performance). Sebagaimana dikemukakan oleh Mangkunegara (2015:32) bahwa istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai seseorang) yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Sastrohadiwiryo (2013:43) bahwa kinerja tergantung pada kemampuan pembawaan (ability), kemampuan yang dapat dikembangkan (capacity), bantuan untuk terwujudnya performance (help), insentif materi maupun non materi (incentive), lingkungan (environment), dan evaluasi (evaluation). Kinerja dipengaruhi oleh kualitas fisik individu (ketrampilan dan kemampuan, pendidikan dan keserasian), lingkungan (termasuk insentif dan non insentif) dan teknologi. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini Peneliti akan membahas Loyalitas kerja dan Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap Kinerja karyawan pada PT. PLN (persero) Unit Induk Wilayah NTT..Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT. PLN (persero) Unit Induk Wilayah NTT berjumlah 105 orang dan dilakukan penentuan sampel menunggunkan rumus slovin maka penelitian ini berjumlah 83 orang. Teknik pengumpulan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini mengetahui pengaruh Loyalitas Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan dan Uji Kooefesien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, Peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara Loyalitas Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT dan Kepuasan kerja berpengaruh berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah xv NTT . secara simultan Loyalitas Kerja, dan Kepuasan kerja terdapat pengaruh secara Bersama-sama secar signifikan terhadap Kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar -4,278, Sedangkan Kooefeisen regresi b1 =0,442, b2 =1,008. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan pengaruh Loyalitas Kerja (X1) dan Kepuasan Kerja (X2) terhahap Kinerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= -4,278+ 0,442 X1 + 1,008 X2. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada Loyalitas Kerja (X1) Kinerja Karyawan (Y). Diketahui variabel Loyalitas Kerja (X1) di temukan t hitung = 6.404 lebih besar dari t tabel = 1,671 dan tingkat signifikan = 0,000 oleh karena itu nilai sig 0,05 terbukti bahwa T hitung > T table artinya Ho ditolak dan Ha diterima Maka dapat disimpulkan bahwa Loyalitas Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Berikut Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Kepuasan Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y) diketahui bahwa variabel Kepuasan Kerja Karyawan (X2) ditemukan t hitung = 14,534 lebih besar dari t tabel = 1,671 dan tingkat sig = 0,000. Maka terbukti bahawa T hitung > T tabel. Artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa Kepuasan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Untuk hasil Uji F didapati F hitung = 2585,338 lebih besar dari F tabel = 2,33 dan tingkat sig = 0,000 oleh karena itu nilai sig 0,05 maka H0 ( b1=0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima artinya variabel Loyalitas Kerja (X1) dan Variabel Kepuasan Kerja (X2) memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji kofesien determinasi (R2) adalah 0,985 atau 98,6%. Hal ini berarti besar pengaruhnya Loyalitas Kerja dan kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan adalah 98,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 0,015% disebabkan oleh faktor lain.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT BOSOWA BERLIAN MOTOR KOTA KUPANG Oleh: Maria G N Bahan Nim : 18410300 ABSTRAK Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap karyawan akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai-nilai yang berlaku dalam dirinya. Semakin banyak aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan ( as’ ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi, maka akan timbul kepuasan bekerja dalan diri mereka. Kepuasan kerja menurut Hasibuan (2007:202) adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam, pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi luar dan dalam pekerjaan. Menurut Robbins (2008;170) kepuasan kerja merupakan sikap umum seseorang individu terhadap pekerjaannya. Jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran dari pekrjaan yang dilakukan. Sehinggah kepuasan kerja bukan hal yang sederhana, baik dalam arti dalam konsepnya maupun dalam arti analisisnya, karena kepuasan mempunyai konotasi yang beraneka ragam meskipun demikina tetap relevan untuk mengatakan bahwa kepuasan kerja merupakan suatu cara pandang seseorang baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif tentang pekerjaanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang berjumlah 38 orang yang terdiri dari Branch Manager 4 orang, koordinator 4 orang, Administration 6, Supervisor Lcv 6 orang, Supersor Pc, Supervicor cv 4 oarang dan Mekanik 10 orang dan dilakukan penentual sampel menggunakan rumus solvin maka sampel penelitian ini berjumlah 38 orang. Teknik yang digunakan yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang, Penelitian ini menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan (Uji F), dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang, komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Sedangkan secara stimultakan gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal berpengaruh positif dan singnifikan secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Bosowa Berlian Motor Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 3,810 sedangkan koefisien b1 = 0,400, koefisien b2 = 0,248. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan pengaruh gaya kepemimpinan (X1), Komunikasi interpersonal (X2) terhadap kepuasan kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 3,810 + 0,400 (X1) + 0,248 (X2) + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel gaya kepemimpinan (X1) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel gaya kepemimpinan (X1) ditemukan t hitung = 4,815 lebih besar dari t tabel = 2,082 dan tingkat signifikan 0,000 oleh karena itu nilai sig. 0,05 maka Ho (b1= 0) ditolak Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel gaya kepemimpinan (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kepuasan kerja karyawan (Y). Berikut hasil uji Hipotesis kedua yaitu komunikasi interpersonal (X2) ditemukan t hitung = 2,703 lebih kecil dari t tabel =2,028 dan tingkat signifikan =0,011. Oleh karena itu nilai sig > 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterima dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu komunikasi interpersonal (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung = 25,379 lebih besar F tabel = 4,11 dan tingkat sig = 0,000 oleh karena itu nilai sig 0,05 maka Ho (b1 =0 ) maka Ho ( b1 = 0 ) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0 ) diterima artinya variabel gaya kepemimpinan ( X1) dan komunikasi interpersonal (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Berdasarkan perolehan hasil uji koofisien determinasi ( R2) adalah 0,592 atau 59,2%. Hal ini berarti besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi interpersonal terhadap kepuasan kerja keryawan adalah 59,2% Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Komunikasi Interpersonal Kepuasan Kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Manajemen Sumber Daya Manusia berperan aktif dan dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku, dan penentu terwujudnya tujuan organisasi. Tujuan tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif karyawan meskipun alat-alat yang dimiliki perusahaan begitu canggi. Alat-alat canggih yang dimiliki perusahaan tidak ada manfaatnya bagi perusahaan, jika peran karyawan tidak diikutsertaka Perekrutan tenaga kerja dimaksudkan untuk pengadaan dan penarikan tenaga kerja guna mengisi posisi dan formasi yang belum terisi maupun bagian atau tugas baru yang diciptakan dalam organisasi. Agar dapat memperoleh tenaga kerja yang benarbenar cakap dan sesuai dengan harapan organisasi maka sebelum perekrutan tenaga kerja dilakukan hendaknya berbagai faktor yang berkaitan dengan perekrutan harus mendapat perhatian organisasi agar perekrutan tenaga kerja tersebut dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini Peneliti akan membahas Rekrutmen dan Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada kantor Pos Indonesia Cabang Kupang.Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitati.Populasi dan sampel dalam penelitian ini Pos Indonesia Cabang Kupang berjumlah 80 orang dan dilakukan penentuan sampel menunggunkan rumus slovin makan penelitian ini berjumlah 44 orang. Teknik pengumpulan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini mengetahui pengaruh Rekrutmen dan Kepuasan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan dan Uji Kooefesien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, Peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial rekrutmen berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan pada kantor Pos Indonesia Cabang Kupang dan Kepuasan kerja berpengaruh berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada kantor Pos Indonesia Cabang Kupang. secara simultan rekrutmen, dan Kepuasan kerja terrdapat pengaruh secara Bersama-sama secara positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 19,695, Sedangkan Kooefeisen regresi b1 = 0,303, b2 = 0.344. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan pengaruh Rekrutmen (X1) dan Kepuasan Kerja (X2) terhahap Produktivitas Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y=19,695+ 0,303 X1 + 0,344 + e. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada Rekrutmen (X1) Produktivitas Kerja Karyawan (Y). Diketahui variabel Rekrutmen (X1) di temukan t hitung = 1.274 lebih kecil dari t tabel = 2.018 dan tingkat signifikan = 210 oleh karena itu nilai sig > 0,05 maka maka H0 (b1=0) diterimah Ha (b1 > 0) ditolak yaitu variabel Rekrutmen (X1) memiliki pengaruh positif secara Parsial terhadap variabel Produktivitas Kerja Karyawan (Y). Berikut Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Kepuasan Kerja (X2) dan Produktivitas Kerja Karyawan (Y) diketahui bahwa variabel Kepuasan Kerja Karyawan (X2) ditemukan t hitung = 2.189 lebih besar dari t tabel = 2,018 dan tingkat sig = 0,034. Oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 > 0) diterimah yaitu Kepuasan Kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Produktivitas Kerja Karyawan.Untuk hasil Uji F didapati F hitung = 6,502 lebih besar dari F tabel = 3,22 dan tingkat sig = 0,003 oleh karena itu nilai sig 0,05 maka H0 ( b1=0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima artinya variabel Rekrutmen (X1) dan Variabel Kepuasan Kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil ujikkofesien determinasi (R2) adalah 0,236% atau 23,6%. Hal ini berarti besar pengaruhnya Rekrutmen dan kepuasan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan adalah 23,6%.Sedangkan pengaruh sebesar 76,4% disebabkan oleh faktor lain
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada kantor Kecamatan Malaka Barat dan Untuk mengetahui kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Kecamatan malaka Barat. Berdasarkan urain latar belakang maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pegawai yang ada pada kantor kecamatan malaka barat kabupaten Malaka, dan sampel yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Kuesiner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui.Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuj-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesiner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan variabel gaya kepemimpinan (X1) berpengaruh secara positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan malaka barat kabupaten Malaka, hal ini terlihat dari signifikansi gaya kepemimpinan (X1) 0,946 > 0,05 dan nilai thitung 2.240 >2,056 tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel gaya kepemimpinan (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan malaka barat kabupaten Malaka. Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel kepuasan kerja (X2) pada Kantor Kecamatan malaka barat kabupaten Malaka, hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel kepuasan kerja (X2) 0,053 > 0,05 dan t hitung 0,195 2,056 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan malaka barat kabupaten Malaka. Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor - faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai, seperti Motivasi kerja, Kualitas, Kuantitas, pelaksanaan tanggung jawab, dan kondisi fisik pekerjaan. Peneliti selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh Stres Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang Nama : Fransiskus Xaverius Talo Nim : 17412553 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Manajemen ABSTRAKSI Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan cara memperhatikan stres kerja pegawai, kepuasan kerja pegawai. Stres Kerja dan Kepuasan Kerja merupakan hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu stres kerja dan kepuasan kerja merupakan komponen penting dalam memberikan motivasi bagi pegawai dalam berkerja. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan dilokasi penelitian yaitu apakah stres kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan Apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor UPT Kesatuaan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah stres kerja, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Mangkunegara (2000:67) mengungkapkan kinerja adalah tingkat prestasi kerja atau hasil kerja (Output) baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai pegawai persatuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Hasibuan (2011, 204) mengatakan bahwa pengertian stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir, dan kondisi seseorang. Menurut Hasibuan (2005), kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Di mana sikap ini dicerminkan oleh kedisiplinan, moral dan prestasi kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 30 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis mengunakan analisis regresi linear berganda mengunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang mengunkan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa Stres Kerja pada Kantor UPT Kesatuhan Pengelolan Hutan Wilayah Kabupaten Kuang berada dalam kategori rendah. Kepuasan Kerja Pegawai dalam kategori rendah dan Kinerja Pegawai juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang mengunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa stres kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,344 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,064 yang berarti semakin kurang stres kerja, semakin tinggi pula kinerja pegawai, sebaliknya. Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,676 yang berarti semakin baik kepuasan kerja semakin tinggi pula kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA ( PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM NUSA KENARI ) KABUPATEN ALOR Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasi Terhadap Semangat Kerja karyawan pada PDAM Nusa Kenari Kabupaten Alor “Sumber daya bagi setiap jenis organisasi baik yang mencari keuntungan maupun yang tidak mencari keuntungan merupakan sumber daya yang sangat penting. Tanpa adanya sumber daya lainya yang terdapat dalam organisasi tersebut tidak ada artinya. Oleh karena itu perusahaan perlu memahami faktor- faktor yang menyebabkan timbulnya semangat kerja pada karyawana yang puas dengan pekerjaan yang dimilikinya dan komitmen yang kuat terhadap organisasi yang mempunyai kemampuan dan upaya yan tinggi dan mendukung tujuan organisasi sehingga karyawan dengan tingkat upaya yang tinggi akan memiliki semangat kerja yang tinggi pula. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh kepuasan kerja (X_1) dan komitmen organisasi (X_2) terhadap semangat kerja karyawan (Y) pada Perusahaan Daerah Air Minum Nusa Kenari kabupaten Alor.Penelitian ini di lakukan karena penelitian menganggap perlu mengetahui variabel yang diteliti pada PDAM Nusa Kenari Kabupaten Alor sehingga pemimpin dapat menyiapkan sumber daya yang berkualitas dalam menjalankan tugas dn tanggung jawab terhadap perusahaan sehingga dapat mencapai visi,misi serta tujuan organisasi. Objek penelitian ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum Nusa Kenari Kabupaten Alor,Nusa Tenggara Timur. Tim 85813. Penelitian ini dilakukan oleh pria dan wanita. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada populasi peneliti dan sampel peneliti . Hasil penelitian dilakukan secara bersama- sama antara semua variabel yang diteliti menggambarkan terhadap pengaruh bersama- sama antara semua variabel yang diteliti. Bahwa terdapat pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap semangat kerja karyawan. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui banyak kepuasan kerja ,komitmen organisasi dan semangat kerja karyawan berada dalam kategori sedang. Indikator dari masing-masing variable tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distrubusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan dapat menggunakan teknik analisis uji regresi linear berganda yang diketahui bahwa kepuasan kerja hasil uji t_tabel pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa t_hitung sebesar 11.491 dan nilai〖 t〗_(tabel ) 1,70814.dengan tingkat singnifikan sebesar 0,000. karena t_hitung lebih besar dari t_tabel dan tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan. Berdasarkan hasil uji t_tabel dapat diketahui bahwa nilai t_hitung sebesar – 3,946 dan nilai 〖 t〗_tabel 1,70814 dengan tingkat signifikan sebesar 0,05 karena nilai t_hitung lebih kecil dari nilai t_tabel dan tingkat signifikan lebih besar 0,05 yaitu 0,01 maka dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasitidak berpengaruh secara signifikan terhadap semangat kerja karyawan pada PDAM Nusa Kenari Kabupaten Alor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN KEPEMIMPINAN, LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN TENAGA KERJA PADA PUSKESMAS BATUTUA KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPTEN ROTE NDAO Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “AnalisisHubunganKepemimpinan, Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Tenaga Medis Dan Non Medis Puskesmas Batutua Kecamatan Rote Barat Daya Kabupten Rote Ndao ”jenis penelitian ini adalah berjenis deskriptif kuantitatif. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam perusahaan yakni kepemimpinan dan lingkungan kerja.Suatu organisasi atau perusahan dapat berjalan dengan baik apabila dibantu atau didukung oleh kepmimpinan dan lingkungan kerjayang baik agar dapat mencapai kepuasan kerja yang efesien. Kepemimpinan merupakan tulang punggung organisasi karena tampa kepemimpinan yang baik akan sulit untuk mencapai tujuan organisasi, bahkan untuk beradaptasi dengan perubahan yang sedang terjadi didalam maupun diluar organisasi.Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar pekerja dan dapat mempengaruhi dalam bekerja meliputi pengaturan penerangan, pengontrolan suara gaduh, pengaturan kebersihan tempat kerja dan pengaturan keamanan tempat kerja. Selain itu kepuasan kerja juga perlu diperhatikan karena untuk mencapai hasil kerja yang efisien karyawan juga membutuhkan dukungan dari para anggota agar mencapai hasil yang tujuan yang ditargetkan perusahaan. Tujuan penelitian Untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan, lingkungan kerja,kepuasan kerja serta untuk mengetahui hubungan antar Hubungan Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Tenaga Medis Dan Non Medis Puskesmas Batutua Kecamatan Rote Barat Daya Kabupten Rote Ndao. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah setengah dari tenaga medis dan non medis pada Puskesmas Batutua Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao yang berjumlah 50 orang tenaga medis dan non medis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesoner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik ujikorelasi product moment menggunakan SPSS. Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Tenaga Medis Dan Non Medis Puskesmas Batutua Kecamatan Rote Barat Daya Kabupten Rote Ndao. Dan pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis kuantitatif menggunakan korelasi product moment dengan hipotesis pertama diketahui bahwa variabel kepemimpinan dan kepuasan kerja memiliki nilai signifikan sebesar 0,000 dan pearson correlation sebesar 0,885 maka hubungan kepemimpinan terhadap kepuasan kerja memiliki hubungan yang sangat kuat. Dan variabel kedua dimana kepemimpinan dan kepuasan kerja memiliki nilai signifinkasi sebesar 0,000 dan pearson correlation sebesar 0,775 maka hubungan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja memiliki hubungan yang kuat. Penelitian ini menunjukan bahwa secara statistik terbukti bahwa kepemimpinan memiliki hubungan positif terhadap kepuasan kerja tenaga medis dan non medis pada Puskesmas Batutua Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao dan juga lingkungan kerja memiliki hubungan yang positif terhadap kepuasan kerja tenaga medis dan non medis pada Puskesmas Batutua Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao. Berkaitan dengan kepemimpinan pada Puskesmas Batutua Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao sebaiknya perlu dipertahankan kualitas kepemipinannya.Dan lingkungan kerja perlu di bersihkan dan diperhatikan agar terhindar dari bau tidak sedap untuk meningkatkan semangat kerja Tenaga Medis Dan Non Medis Pada Puskesmas Batutua Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao.