Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Kinerja pegawai.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PARIWISATA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PARIWISATA KOTA KUPANG Sumber daya manusia adalah kunci pokok yang harus diperhatikan, dengan segala kebutuhannya dalam sebuah organisasi. Sumber daya manusia juga merupakan ujung tombak yang akan menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan organisasi dan juga merupakan faktor penting yang dapat menentukan maju mundur serta hidup matinya suatu organisasi. Oleh karena itu dalam dunia bisnis yang berkembang semakin pesat saat ini serta perkembangan pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih maka hal itu akan membawa perubahan pola kehidupan pegawai. Sumber daya manusia juga merupakan sumber yang berperan aktif terhadap jalannya suatu organisasi dan proses pengambilan keputusan. Kinerja Pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya Kecerdasan emosional merupakan kemampuan pengendalian diri, semangat dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri. Kecerdasan spiritual sebagai rasa moral, kemampuan menyesuaikan aturan yang kaku yang sejalan dengan pemahaman dan cinta serta kemampuan setara untuk melihat kapan cinta dan pemahaman sampai pada batasannya Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Kuesioner dengan angket tertutup. Menurut Umar (2011:49) teknik angket merupakan suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan atau pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut. Menurut Riduwan (2007:27) angket tertutup adalah angket yang disajikan sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristiknya dengan cara memberikan tanda silang atau tanda checklist. Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pernyataan-pernyataan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut :untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidaksetuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan penyajian data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dalam pembahasan ini akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Pembahasan ini merupakan jawaban atas permasalahan, sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas yaitu Kecerdasan Emosional teterhadap variabel terikat yaitu Kinerja Pegawai, Pengaruh Kecerdasan Spiritual terhadap Kinerja Pegawai Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,586 artinya jika Kecerdasan Emosional (X1) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,586. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh antara Kecerdasan Emosional (X1) dengan Kinerja Pegawai (Y). Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya pengaruh Kecerdasan Emosional (X1) terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel Kecerdasan Emosional (X1) ditemukan t hitung = 3,098 lebih besar t tabel = 2,039 dan tingkat Sig. = 0,004 lebih kecil dari 0,05. Pengaruh Kecerdasan Spiritual (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,455 artinya jika Kecerdasan Spiritual (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,455. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh antara Kecerdasan Spiritual (X2) dengan Kinerja Pegawai (Y). Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa menunjukan adanya pengaruh antara Kecerdasan Spiritual terhadap Kinerja Pegawai, sehingga apabila Kecerdasan Spiritual dijalankan dengan baik maka semakin meningkatnya Kinerja Pegawai dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh Kecerdasan Spiritual (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung = 2,087 lebih besar t tabel= 2,039 dan tingkat Sig. = 0,045 lebih kecil 0,05. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial Kecerdasan Emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Kota Kupang. Secaraparsial Kecerdasan Spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Kota kupang. Kata Kunci :Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN ETOS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BIRO UMUM KANTOR GUBERNUR PROVINSI NTT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN ETOS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BIRO UMUM KANTOR GUBERNUR PROVINSI NTT Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu elemen utama yang sangat penting dalam sebuah organisasi menjadi bagian tumbuh kembangnya lembaga/organisasi tersebut. Sebagai salah satu elemen utama dalam sebuah organisasi sumber daya manusia juga memegang kendali bagi realisasi perjalanan lembaga atau organisasi sekaligus motor penggerak mencapai tujuan lembaga/ organisasi tersebut. Setiap sumber daya manusia atau pegawai yang bekerja dalam suatu organisasi diharapkan memberikan kinerja yang optimal dimana pegawai tersebut bekerja. Iklim organisasi adalah serangkaian deskripsi dari karakteristik organisasi yang bertahan dalam jangka waktu lama. Karakteristik ini membedakan satu organisasi dari organisasi lain dan mempengaruhi perilaku orang-orang yang termasuk dalam organisasi tersebut. Iklim organisasi merupakan suatu keadaaan yang menunjukan suatu kehidupan yang saling berinteraksi, sehingga menimbulkan rasa senang atau tidak senang terhadap bidang pekerjaannya. Arti interaksi yang dimaksud adalah adanya hubungan antara atasan dengan bawahan serta bawahan dengan bawahan lainnya. Iklim organisasi sangat dipengaruhi oleh individu yang berada dalam suatu organisasi tersebut. Etos kerja merupakan sikap, pandangan, kebiasaan, ciri-ciri atau sifat mengenai cara bekerja yang dimiliki seseorang, suatu golongan atau suatu bangsa (Dodi, dkk, 2013). Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Nurhasanah, 2019) Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang bersumber dari hasil wawancara terstruktur terhadap responden. Instrumen dalam pengumpulan data primer ini adalah kuesioner yang disusun secara sistematis, dalam bentuk sistematis, dalam bentuk daftar cek dalam bentuk Semantic Differencial scale (Cooper dan Emory, 2002, p337). Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuruan sikap dengan menggukan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval.Pertanyaan-pertanyan dalam angket tertutupdibut dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sngat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan penyajian data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dalam pembahasan ini akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Pembahasan ini merupakan jawaban atas permasalahan, sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas yaitu Iklim Organisasi terhadap Kinerja Pegawai,Pengaruh Etos Kerja Terhadap Kinerja Pegawai dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,373 artinya jika Iklim Organisasi (XI) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,373. Koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh signifikan antara Iklim Organisasi (X1) dengan Kinerja Pegawai (Y). Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya pengaruh Iklim Organisasi (X1) terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel Iklim Organisasi (X1) ditemukan t hitung = 4,072 lebih besar t tabel = 2,007548 dan tingkat Sig. = 0,000 lebih kecil dari 0,05 . Pengaruh Etos Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,738 artinya jika Etos Kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,738 Koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh antara Etos Kerja (X2) dengan Kinerja Pegawai (Y). Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa menunjukan adanya pengaruh antara Etos Kerja terhadap Kinerja Pegawai, sehingga apabila Etos Kerja dijalankan dengan baik maka semakin meningkatnya Kinerja Pegawai dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh Etos Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung = 5,625 lebih besar t tabel= 2,00758 dan tingkat Sig. = 0,000 lebih kecil 0,05. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial Etos Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Biro Umum Kantor Gubernur Provinsi NTT. Kata Kunci : Iklim Organisasi, Etos Kerja , Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH FASILITAS KANTOR, PRIORITAS KERJA DAN DUKUNGAN PIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA UPTD SARANA PRASARANA OLAHRAGA DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA PROVINSI NTT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Analisis Pengaruh Fasilitas Kantor, Prioritas Kerja Dan Dukungan Pimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT Peningkatan pengetahuan, kerja, perubahan sikap, perilaku, koreksi terhadap kekurangan-kekurangan ketrampilan kerja dibutuhkan untuk meningkatkan kerja pegawai. Fasilitas kantor dan prioritas kerja akan memberikan kesempatan bagi pegawai mengembangkan keahlian dan kemampuan baru dalam bekerja agar apa yang diketahui dan dikuasai saat ini maupun untuk masa mendatang dapat membantu pegawai untuk mengerti apa yang sebenarnya dikerjakan dan mengapa harus dikerjakan. Sedangkan dengan supportive boss yang diberikan pimpinan pada pegawai, maka pegawai mampu megembangkan rasa kepemilikan terhadap kelompok. Pentingnya pengelolaan terhadap penelitian ini disebabkan karena faktor manusia sebagai pelaku utama dalam setiap kegiatan operasional suatu instansi. Semakin baik kemampuan SDM yang dimiliki maka akan semakin baik hasil yang dicapai, dan begitu juga sebaliknya tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas akan menghambat tercapainya tujuan instansi tersebut. Melalui perencanaan Sumber Daya Manusia yang matang, kerja pegawai dapat ditingkatkan.Hal ini dapat diwujudkan melalui adanya pemberian motivasi dari seorang pimpinan (supportive boss) fasilitas kantor dan prioritas kerja yang baik. Sehingga setiap pegawai dapat menghasilkan sesuatu yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi. Fasilitas kantor yang digunakan setiap instansi bermacam-macam bentuk,jenis dan manfaatnya. Semakin besar aktivitas suatu perusaan maka semakin lengkap pula fasilitas dan sarana pendukung dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut. Fasilitas kantor itu mencakup atau meliputi saran dan prasarana kantor. Karakteristik fasilitas kantor yang mencakup sarana dan prasarana pendukung dalam proses aktivitas perubahan atau organisasi. Fasilitas kantor pada setiap instansi akan berbeda dalam bentuk dan jenisnya, tergantung pada jenis usaha dan besar kecilnya instansi tersebut. Berdasarkan pengertian tersebut ,maka sarana kantor berkaitan dengan mesin dan peralatan,perlengkapan kantor, peralatann kantor, dan peralatan investaris lainnya. Prioritas kerja merupakan salah satu cara yang sangat ampuh untuk meraih kesuksesan dalam berakarir.Sebagai manusia skala prioritas utama anda dalam kehidupan tentunya adalah karir yang sukses karena tentunya pegawai bekerja untuk mendapatkan banyak uang. Di dunia kerja prioritas dari seorang pegawai adalah memberikan hasil pekerjaan yang maksimal karena mereka adalah ujung tombak dari instansinya. Dukungan pimpinan dalam lingkungan kerja sangat penting terhadap perilaku bawahan. Ketika perhatian yang lebih besar ditunjukan oleh pimpinan bagi pegawai,maka pegawai mampu mengembangkan rasa kepemilikan terhadap kelompok.Bagaimana pegawai didukung dalam pekerjaannya juga merupakan kunci untuk mengurangi turnover dalam suatu instansi.Salah satu yang berperan penting dalam terciptanya kerja yang baik dari pegawai adalah dukungan atasan. Kinerja pegawai merupakan suatu hasil yang dicapai oleh pegawai tersebut dalam pekerjaan menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu. Menurut Robbins (2003) bahaw kinerja pegawai adalah sebagai fungsi dari interaksi antara kemampuan dan motivasi. Dalam studi manajemen kinerja pekerja atau pegawai ada hal yang memerlukan pertimbangan yang penting sebab kinerja individual seorang pegawai dalam organisasi merupakan bagian dari kinerja organisasi ,dan dapat menentukan kinerja dari organisasi tersebut. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas fasilitas kantor, prioritas kerja dan dukungan pimpinan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT berjumlah 42 orang dan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai berjumlah 42 orang dan dilakukan pennetuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penilitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fasilitas kantor, prioritas kerja dan dukungan pimpinan terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial fasilitas kantor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT . Prioritas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT dan Dukungan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT. Sedangkan secara stimultan fasilitas kantor, prioritas kerja dan dukungan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan secara Bersama-sama terhadap kinerja pegawai UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 26,959 sedangkan regresi b1 = 0,177, b2 = 0,131 dan b3 = 0,279. Dengan demikian persaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh fasilitas kantor (X1), prioritas kerja (X2) dan Dukungan pimpinan (X3) terhadap kinerja pegawai adalah sebagai berikut : Y =26,959+ 0,177 X1 + 0,133 X2 + 0,279 X3 + e. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel fasilitas kantor (X1) terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel fasilitas kantor (X1) di temukan t hitung = -1,110 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 dan tingkat signifikan = 0,227. Oleh karena itu nilai Sig.< 0,05 maka Ho (b1=0) ditolak Ha (b1>0) diterimah yaitu variabel fasilitas kantpr (X1) memiliki pengaruh negatif dan signifikan secara Parsial terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh prioritas kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa variabel prioritas kerja (X2) ditemukan t hitung = 0,674 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 dan tingkat Sig = 0,506. Oleh karena itu nilai Sig<0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1>0) diterimah yaitu prioritas kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan secara Parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Berikut hasil Uji hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh dukungan pimpinan (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) diketahui bhawa variabel dukungan pimpinan (X3) ditemukan t hitung = 1,421 lebih kecil dari t tabel = 2,05183 dan tingkat Sig = 0,167. Oleh karena itu nilai Sig<0,05 maka Ho (b1= 0) ditolak Ha (b1>0) diterima yaitu variabel dukungan pimpinan (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara Parsial terhadap kinerja pegawai (Y). untuk hasil Uji F didapati F hitung =1,675 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,197 oleh karena itu nilai Sig<0,05 maka Ho (b1=0) maka Ho ditolak dan Ha (b1>0) diterimah artinya variabel fasilitas kantor (X1) dan variabel Prioritas kerja (X2) dan Dukungan pimpinan (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koofisien determinasi (R2) adalah = 0,162 atau 16,2%. Hal ini berarti besarnya pengaruh fasilitas kantor, prioritas kerja dan dukungan pimpinan terhadap kinerja pegawai adalah = 16,2%. Sedangkan pengaruh sebesar sebesar 83,8% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci : Fasilitas Kantor, Prioritas Kerja, Dukungan Pimpinan, Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID19 (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NAIBONAT)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI MASA PANDEMI COVID19 (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH NAIBONAT) Setiaporganisasi/perusahaanpastimempunyaitujuan yang harusdicapai dan sumberdayamanusiamerupakansumberpentingdalammencapaitujuanperusahan. Saat ini, semuaorganisasibisnisharusmempersiapkandiridenganbenar agar mampuberadaptasi di era globalisasisekarangsehinggamampuuntukbersaing dan dapatmenjawabsemuatantangandimasa yang akandating.sumberdayamanusia yang berkualitasdapatmemberikankontribusi yang positifdenganbekerjaefektif dan efisienpegawai yang memilikikinerjapositifadalahpegawai yang kompetendimana proses belajarharusmenjadibudayadariperusahansehinggaketerampilanpegawaiterusterpeliharasehinggapegawaidapatbekerjasesuaiharapanperusahaan. Tujuan penelitianiniuntukmengetahuiseberapabesarnyakepuasankerja, stress kerjapegawai, pada RSUD Naibonatsemakinmeningkatsehinggakinerjapegawaiakanikutmenurun. Dengansemakinbanyaknyapasien covid-19 makaakanmenimbulkanstres pada pegawaisehinggakepuasankerjapegawaiakanikutmenurunsertaberdampakburuk pada kinerjapegawai pada RSUD Naibonat. Konseppenelitiandalamskripsiiniadalahkinerjapegawai, kepuasankerja dan stress kerja. Kinerja pegawaidalampenelitianiniadalahhasildarisuatu proses yang mengacu dan diukurselamaperiodewaktutertentuberdasarkanketentuanataukesepakatan yang telahditetapkansebelumnya. Menurut Wibowo (2015:141) kepuasankerjamempunyaipengaruhpositifmoderat pada kinerja. Orang yang mempunyaitingkatkepuasankerjalebihtinggicenderungmempunyaitingkatkinerjatugaslebihtinggii, tingkat citizenship behavior lebihtinggi dan tingkatperilakukontraproduktiflebihrendah. Streskerjadalampenelitianiniadalahhal-hal yang mengganggupikiranpegawaidalammelaksanakanpekerjaanyaitukekhawatiran, perasaangelisah, tekanan, dan frustasi yang dapatberdampak pada psikismaupunfisik. Penelitianinimenggunakanmetodekuantitatif. Denganjumlahpopulasisebanyak 200 orang pegawai. Sampel dalampenelitianiniadalahsebanyak 100 orang pegawai.Denganmenggunakanrumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukandenganmenyebarkankuesioner pada responden, kemudian data dianalisismenggunakanteknik uji korelasi ranks spearman menggunakan SPSS. Dari hasilpenelitian, dalamanalisislanjutan yang menggunakananalisisdeskriptifpresentasediketahuibahwakepuasankerja pada RSUD Naibonatberadadalamkategori sangat baik, streskerjakaryawandalamkategoricukuptinggi, dan kinerjapegawaidalamketegoribaik. Indikatordarimasing-masingvariabeltersebut juga dideskripsikandenganbantuantabeldistribusifrekuensi. Dalam analisislanjutan yang menggunakanteknikanalisis uji korelasi rank spearman diketahuibahwakepuasankerjamempunyaihubunganpositifdengankinerjapegawai yang ditunjukkandengannilai sig(2-tailed) sebesar 0,000 dan correlation coefficient sebesar 0,479 yang berartisemakinbaikkepuasankerja, semakintinggi pula kinerjapegawai, dan sebaliknya. Sedangkanstreskerjamempunyaihubungannegatif dengankinerjapegawai yang ditunjukkandengannilai sig(2-tailed) sebesar 0,018 dan correlation coefficient sebesar -0,237 yang berartisemakintinggistreskerja, semakinrendahkinerjapegawai, dan sebaliknya. Kata Kunci :KepuasanKerja, StresKerja, Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENEMPATAN SUMBER DAYA MANUSIA,LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROTOKOL DI KANTOR BUPATI MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENEMPATAN SUMBER DAYA MANUSIA,LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROTOKOL DI KANTOR BUPATI MALAKA Pada dasarnya kinerja pegawai merupakan suatu hasil yang di capai oleh pegawai tersebut dalam pekerjaannya.menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu .semakin banyak aspek aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan individu,maka akan semakin tinggi tingkat kinerja yang dirasakan .(as’ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi ,maka pegawai akan merasakan kinerja yang baik dalam diri mereka. Ardana, 2012:18). pegawai yang ditempatkan pada posisi tertentu harus memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efesien. Proses penempatan pegawai yang tidak tepat akan menyebabkan kinerja yang kurang optimal (Naliebrata, 2007:20). Senada dengan pernyataan diatas, Noah dan Metiboba (2012:54) menyatakan ada keyakinan dan cara terbaik bagi suatu organisasi dapat efisien serta efektif mencapai tujuan organisasi dengan menempatkan orang-orang terbaik di posisi yang tepat. Kesesuaian antara kemampuan sumber daya manusia dengan penempatan pekerjaannya dapat menunjukkan suatu prestasi, bahkan kinerja bagi organisasi tersebut. Keberhasilan suatu organisasi bukan kemenangan mutlak seorang pemimpin tapi merupakan keberhasilan suatu tim, adanya jalinan kerja sama antara sang pemimpin dan teamnya merupakan syarat mutlak keberhasilan suatu organisasi, tapi tak dapat dipungkiri sang pemimpin berperan dalam keberhasilan suatu organisasi dan timnya juga jangan dianggap sebelah mata, kurang berperan, timnya jangan dianggap sepele dalam mecapai tujunan organisasi Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas hubungan penempatan sumber daya manusia,Lingkuangan kerja fisik dan kepemimpinan yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 304 orang dari jumlah populasi sebanyak 34 orang pegawai yang bekerja di Bagian Protokol Kantor Bupati Malaka . Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fiisk dan kepemimpinan terhadap kepuasan kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial penempatan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka,secara parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signinifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka dan kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Bupati Malaka. Sedangkan secara simultan penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 7.782 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.318.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan sumber daya manusia (X1) lingkungan kerja fisik (X2) dan kepemi pinan (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 7,782+ 0,508 X1 + 0,318 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh penempatan sumber daya manusia (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel penempatan sumber daya manuisa(X1) ditemukan t hitung = 3.905 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel penempatan sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai pegawai (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja fisik(X2) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel lingkungan kerja fisik(X2) ditemukan t hitung = 2.468 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,020. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 18.335 lebih besar F tabel = 2,98 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik(X2) dan variable kepemimpinan (X3) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.576 atau 57,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai adalah 57,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Penempatan sumber daya manusia, lingkungan kerja fisik,kepemimpinan, Kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG Andi Deryes Faot ABSTRAKSI Perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, baik sekarang maupun akan datang tentunya tidak bisa terlepas dari penerapan manajemen.Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting sebagai potensi penggerak seluruh aktivitas didalam suatu organisasi segala potensi yang dimiliki sumber daya manusia dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk meraih keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Dessler (2003:36) yaitu : Strategic Human Resource Management is the linking of Human Resource Management with strategic role and objectives in order to improve business performance and develop organizational cultures and foster innovation and flexibility”. Terlihat bahwa para pimpinan organisasi harus mengaitkan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dengan strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja serta mengembangkan budaya organisasi yang akan mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas. Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Hafid, et.al. 2014:30). Simamora (2004 : 273) Pelatihan (training) mengandung maksud untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan serta merubah sikap/perilaku karyawan ke arah yang produktif. Pelatihan mempunyai manfaat pada karier jangka panjang karyawan, untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di masa yang akan datang. Istilah kinerja berasal dari kata Job performance atau actual performance (prestasi kinerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara dalam Subekhi dan Jauhar,2012:193). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai pada lembaga pemasayarakatan perempuan kelas II B Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dan jumlah Populasi sebanyak 68 orang pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil uji parsial pertama penelitian ini menunjukan variabel pendidikan (X1) tidak berpengaruh secara signifikan kinerja pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang, hal ini terlihat dari signifikansi pendidikan (X1) 0,779 > 0,01 dan nilai t hitung 0,2822,431 t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Hasil uji regresi kedua secara parsial kedua signifikansi pada variabel pelatihan diketahui nilai signifikansi variabel pelatihan (X2) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B kupang sebagai berikut. nilai signifikansi variabel pelatihan 0,0000,01 dan t hitung 5,588 > 2,431 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan variabel pelatihan (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Kemudian pada uji simultan (uji F)diketahui nilai signinifikansi untuk variabel pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) secara simultan terhadap variabel Kinerja (Y) adalah sebesar 0,0000,01 dan nilai F hitung 15,611>F tabel 2.43145 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh pendidikan (X1) dan pelatiahan (X2) secara simultan terhadap Kinerja pegawai (Y). Selanjutnya hasil uji koefisien determinasi (uji R2) diketahui nilai R squre 0,428 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel pendidikan (X1) dan pendidikan (X2) secara simultan terhadap variabel kinerja (Y) adalah sebesar 45,8% sisanya dijelaskan oelh variabel-variabel lain yang tidak ikut dalam analisis.Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai sehingga Penelitian selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEADILAN PROSEDURAL DAN KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP KINERJA PEGAWAIPADA KANTOR DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN UPT KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI PENGARUH KEADILAN PROSEDURAL DAN KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINASLINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN UPT KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH KABUPATEN KUPANG Keadilan Prosedural danKompensasi Finansialmerupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan dengan baik oleh setiap penyelenggara suatu lembaga, perusahaan atau organisasi yang mempekerjakan pegawai dengan tuntutan mampu menghasilkan Kinerja yang tentunya harus membawa perubahan lebih baik bagilembaga, perusahaan atau organisasi tersebut. Keadilan Prosedural dan Kompensasi merupakan hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan Kinerja yang baik. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan dilokasi penelitian yaitu “apakah Keadilan Prosedural dan Kompensasi Finansialberpengaruh terhadap Kinerja Pegawai.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Keadilan Prosedural dan Kompensasi FinansialTerhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPT Kesatuaan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Keadilan Prosedural dan Kompensasi Finansialberpengaruh terhadap Kinerja Pegawai.Menurut Rakhmawati Hijiyanti (2013:87) Keadilan Prosedural adalah keadilan organisasi yang berhubungan dengan prosedur pengambilan keputusan oleh organisasi yang ditunjukkan kepada pegawai, perlakuan adil secara prosedur telah didemonstrasikan dapat meningkatkan kinerja dan kepuasan kerja.Menurut Bangun (2012:254), Kompensasi merupakan salah satu faktor penting dan menjadi perhatian pada banyak organisasi dalam mempertahankan dan menarik sumberdaya manusia yang berkualitas. Menurut Fajar dan Heru (2010:154).Menurut Mangkunegara (2000:67) mengungkapkan kinerja adalah tingkat prestasi kerja atau hasil kerja (output) baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai pegawai persatuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 30 pegawai. Sampel dalam penelitian ini juga adalah sebanyak 30 pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis mengunakan Analisis Regresi Linear Berganda mengunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa Keadilan Prosedural dan Kompensasi Finansial Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPT Kesatuhan Pengelolan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang berada dalam kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang mengunakan teknik Analisis Regresi Linear Berganda diketahui bahwa Kompensasi Finansialberpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,344 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,064 yang berarti semakin tinggi Keadilan Prosedural, semakin tinggi pula kinerja pegawai. Kompensasi jugaberpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,676 yang berarti semakin baik Kompensasisemakin tinggi pula kinerja pegawai. Kata Kunci :Keadilan Prosedural, Kompensasi Finansialdan Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI ( Study Kasus Karyawan Tetap Pada PT. Telkom Witel NTT Kupang )

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI, TERHADAP KINERJA PEGAWAI Studi Kasus Karyawan Tetap Pada PT. TELKOM WITEL NTT ( Kupang ) Skripsi ini ditulis oleh RIKARDUS JEHADUT, NIM 17412094 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Populasi penelitian ini adalah seluruh Karyawan Tetap Pada PT. TELKOM WITEL NTT ( Kupang ) yang berjumlah 72 orang. Sampel yang diambil 30 respomdem. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan kuesioner, sedangkan dalam pembahasannya alat analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis dapat ketahui konstan regresi a sebesar 48.399 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0,145 b² adalah 0,002. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kecerdasan emosional (X1) dan budaya organisasi (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 48.399 + 0,145 X1 + 0,002 X2 + e. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan dan parsial kecerdasan emosional dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada PT. Telkom Witel NTT Kupang. Pada uji (t) menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kecerdasan emosional (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kecerdasan emosional (X1) nilai t hitung = 5.513 lebih besar t table = 0,804 dan tingkat Sig. = 0,000 Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima yaitu variabel kecerdasan emosiona (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Uji hipotesis kedua yaitu ada budaya organisasi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X2) nilai t hitung = 5,513 lebih besar t table = 0,074 dan tingkat Sig. = x 0,942 Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima yaitu variabel budaya organisasi (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terahir pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.154 atau 15,4% Hal ini berarti besarnya pengaruh kecerdasan emosional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai adalah 15,4% Sedangkan pengaruh sebesar 2,87% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, Budaya Organisasi, Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail