ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Semangat kerja merupakan suatu keadaan yang timbul dari dalam diri individu yang menyebabkan individu tersebut dapat melakukan pekerjaan tersebut dalam suasana senang sehingga bekerja dengan giat, cepat, dan lebih baik. Semangat kerja adalah sikap mental yang menunjukan kegairan unruk melaksanakan pekerjaanya sehingga mendorong untuk mampu bekerja sama dan dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya dengan rasa tanggu jawab tergadap pekerjaan yang diberikan. Semangat kerja adalah keiginan kesanggupan seseorang mengerjakan pekerjaanya dengan baik serta berdisplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal (Hasibuan, 2009:75). Menurut Siangan (2003:57) mengartikan bahwa semangat kerja pegawai menunjukan sejauh mana pegawai bergairah dalam melakukan tugas dan tanggung jawab di dalam kantor. Semangat kerja dalam sebuah kantor merupakan suatu masalah yang sangat penting untuk di bahas. Setiap permasalahan yang terkait dengan semangat juga merupakan isu strategi bagi kantor yang memprogram masalah sumber daya manusia. Menurut Kadarisma (2014:278) motivasi pimpinan adalah penggeak atau pendoronG sebagai seseorang untuk melalukan pekerjaanya dengan lebih baik. Menurut Rizal dan Radiman (2019) pengawasan pimpinan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mentapkan pekerjaa apa yang sudah dilaksanaan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksaan pekerjaan sesuai rencana semula. Menurut Semangat kerja adalah keingginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaanya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai produktivitas yang maksimal, semangat kerja adalah tingkat laku pengawai yang bekerja dengan kondisi lebih optimal sehingga mencerminkan keadaan dimana kantor dapat mencapaii tujuan yang diharapkan. Dengan semangat kerja yang tinggi merupakan suatu reaksi yang positif dengan kata lain dapat menyelesaikan pekerjaan dengan hasil yang lebih baik, maka semangat kerja mempunyai pengaruh terhadap aktivitas kantor, sehinga kantor atau organisasi mengingikan pengawai yang mempunyai semangat kerja yang tinggi (Hasibuan,2009:94) Tujuan Peneliti ini adalah untuk mengetahui apakah semamgat kerja pegawai Yang dimaksud dengan semangat kerja pegawai penelitian ini adalah tingkat dimana para pegawai mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. Hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu instansi pemerintah yang melayani administrasi publik. Pelayanan publik ini meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pendaftaran penduduk meliputi pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Surat Pindah, sedangkan pencatatan sipil meliputi pembuatan kutipan akta kelahiran, kutipan akta kematian, kutipan akta perceraian, pencatatan pengakuan anak dan pengesahan anak, pencatatan perubahan nama, dan pencatatan perubahan kewarga negaraan. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi (X1), sangat berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. . Hal ini terlihat dari signifikan motivasi (X1) 0,132 > 0,05 dan nilai thitung 1,069>2,014 tabel. Sehigga dapat disampulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel motivasi (X1) terhadap semangat kerja pegawai (Y) pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Hasil uji regresi secara parsial signifikan pada variabel diketahaui nilai signifikan variabel pengawasan pimpinan (X2) pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel pengawasan pimpinan (X2) 0,289 > 0,05 dan thitung 0,1,884 2,014 t-tabel, sehigga dapat disampulkan bahwa H0 terima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel pengawasan pimpinan (X2) terhadap semanagat kerja pegawai (Y) pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka Kata Kunci: Motivasi Pegawai, Dan Pengawasan Pimpinan Terhadap Semangat Kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Meningkatkan kinerja pegawai, diantaranya dengan memperhatikan pengawasan dari atasan kepada pegawai. Pengawasan pimpinan merupakan tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk mengetahui apakah jalannya pekerjaan dan hasilnya sesuai dengan rencana Tercapainya tujuan suatu lembaga atau organisasi tidak hanya tergantung pada peralatan modern, sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru lebih tergantung pada manusia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, pada lingkungan instansi, pegawai yang berkualitas adalah pegawai yang melaksanakan pekerjaannya dan mampu memberikan hasil kerja yang baik atau mempunyai prestasi kerja yang tinggi yang dibutuhkan oleh instansi untuk mencapai tujuan. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya Dan juga gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi dan Pendukung utama untuk mencapai tujuan organisasi yaitu menunjukkan kerapihan dan ketelitian hasil kerja dengan tidak mengabaikan volume pekerjaan, menunjukkan banyaknya jumlah jenis pekerjaan yang dilakukan dalam suatu waktu sehingga efisien dan efektifitas dapat terlaksana sesuai dengan tujuan, ketersediaan pegawai untuk berpartisipasi dengan pegawai yang lain baik di dalam maupun di luar pekerjaan sehingga pekerjaan akan semakin baik, menunjukkan seberapa besar pegawai dalam menerima melaksanakan pekerjaannya dan mempertanggung jawabkan hasil kerja, dan adanya inisiatif dari dalam diri anggota organisasi untuk melakukan pekerjaan serta mengatasi masalah dalam pekerjaan tanpa menunggu perintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab dua persoalan yaitu Untuk menganalisis pengaruh pengawasan pimpinan terhadap kinerja pegawai dan kedua. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat berjumlah 70 orang sehingga ditarik jumlah sampel dari penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 41 orang sebagai responden. Sedangkan di dalam pembahasannya menggunakan alat analisis regresi linear berganda Untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu variabel pengawasan pimpinan, variabel displin kereja dan variabel kinerja pegawai terhadap dependen kinerja pegawai mengugunakan alat analisis statistic regresi liner berganda,uji T,uji F,uji . Analisis lanjutan sedangkan analisis pendahuluan digunakan analissi deskriptif yaitu untuk mengetahui jawaban responden atas indikator indikator dari variabel independen dan dependen.
Hasil penelitian diketahui jumlah pegawai 41 orang jenis kelamin laki-laki sebanyak 26 orang orang atau sebesar 63,41% dan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 15 orang atau sebesar 36,55%. Maka jumlah jenis kelamin laki-laki lebih banyak dari pada jenis kelamin perempuan. Jumlah responden berdasarkan umur bahwa dari 41 orang responden yang berumur 23-29 tahun sebanyak 8 orang atau sebesar 20% , sedangkan 30-35 tahun sebanyak 9 orang atau 21% sedangkan 35-40 tahun sebanyak 8 orang atau sebesar 20%, sedangkan 41-46 sebanyak 6 orang atau sebesar 15% dan 47-52 sebanyak 7 orang atau sebesar 17% dan 53-60 sebanyak 3 orang atau 7%. Jumlah responden berdasarkan lama bekerja dari 41 orang responden dengan masa kerja 0-4 tahun berjumlah 8 orang atau sebesar 19,51 % dan masa kerja 5-8 tahun berjumlah 10 orang atau sebesar 24,39 % dan masa kerja 9-11 tahun berjumlah 8 orang atau sebesar 19,51 % dan masa kerja 12-15 tahun berjumlah 6 orang atau sebesar 14,63 % dan masa kerja 16-20 tahun berjumlah 7 orang atau sebesar 17,07 %, dan masa kerja 21-25 berjumlah 2 orang atau sebesar 4,87 %. Dalam hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengawasan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat . Hal ini dibuktikan dengan nilai thitunglebih besar (15,911) dari nilai ttabel(2,021) dan pengujian hipotesis yaitu tingkat signifikan sebesar 0,001. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja berpegaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat. Hal ini dibuktikan dengan nilaithitung lebih besar 51,857 dari nilai t tabel(2,021) dan tingkat signifikan sebesar 0,000 Dalam hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengawasan pimpinan dan disiplin kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadapkinerja pegawai pada kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat. . Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung lebih besar (747.500) dari nilai Ftabel(3,23) dan hasil pengujian hipotesis dengan tingkat signifikannya adalah sebesar 0,000 Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengawasan pimpinan berpengaruh pada bahwa berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, pengawasan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja pegawai uji f menunjukkan bahwa secara bersama-sama (simultan ) pengawasan pimpinan dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan uji uji . Secara bersama-sama (simultan) antara variabel pengawasan pimpinan (X1), disiplin kerja (X2), terhadap kinerja pegawai (Y).