ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN ALOR
Budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian bagian organisasi Munandar (2001:263) mengemukakan bahwa motivasi merupakan faktor-faktor yang mengarahkan dan mendorong perilaku atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk usaha yang keras.Kondalkar (2007:54) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja kpegawai, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kab. Alor Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu spss. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya organisasi berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai dengan nilai konstanta sebesar 8,883 yang menunjukan bahwa ketika semuah jika variabel bebas 0 maka besar kinerja Y adalah 8,883 ditambah dengan variance yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas. Koefesien regresi X1 sebesar -0,038 menyatakan bahwa apabila penurunan variabel Budaya Organisasi (X1) sebesar satu satuan maka akan menyebabkan penunuran kinerja sebesar -0,038 satuan dengan asumsi semua variabel konstan. Koefesian regresi Motivasi kerja (X2) sebesar 0,551 menyatakan bahwa apabila peningkatan variabel Motivasi kerja (X2) sebesar satu satuan maka akan menyebabkan kenaikan kinerja sebesar 0,551 satuan dengan asumsi semua variabel konstan. dan nilai thitung < ttabel (t-hitung -0.210 < t-tabel 1.70113) untuk variabel budaya organisasi (X1) atau Ha ditolak dan H0 diterima, dan nilai sig. 0,835>0,05 dan nilai thitung > ttabel (2,542>1,70113) untuk variabel motivasi kerja (X2) atau H0 ditolak dan Ha diterima. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi instansi maka perusahaan harus memperhatikan dan meningkatkan motivasi kerja karyawan diantaranya gaji, hubungan kerja, pengakuan atau penghargaan, dan peluang untuk maju karena berdasarkan hasil penelitan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.