Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kecerdasan Emosional
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PARIWISATA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PARIWISATA KOTA KUPANG Sumber daya manusia adalah kunci pokok yang harus diperhatikan, dengan segala kebutuhannya dalam sebuah organisasi. Sumber daya manusia juga merupakan ujung tombak yang akan menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan organisasi dan juga merupakan faktor penting yang dapat menentukan maju mundur serta hidup matinya suatu organisasi. Oleh karena itu dalam dunia bisnis yang berkembang semakin pesat saat ini serta perkembangan pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih maka hal itu akan membawa perubahan pola kehidupan pegawai. Sumber daya manusia juga merupakan sumber yang berperan aktif terhadap jalannya suatu organisasi dan proses pengambilan keputusan. Kinerja Pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya Kecerdasan emosional merupakan kemampuan pengendalian diri, semangat dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri. Kecerdasan spiritual sebagai rasa moral, kemampuan menyesuaikan aturan yang kaku yang sejalan dengan pemahaman dan cinta serta kemampuan setara untuk melihat kapan cinta dan pemahaman sampai pada batasannya Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Kuesioner dengan angket tertutup. Menurut Umar (2011:49) teknik angket merupakan suatu pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan atau pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut. Menurut Riduwan (2007:27) angket tertutup adalah angket yang disajikan sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristiknya dengan cara memberikan tanda silang atau tanda checklist. Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pernyataan-pernyataan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut :untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidaksetuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan penyajian data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dalam pembahasan ini akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Pembahasan ini merupakan jawaban atas permasalahan, sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas yaitu Kecerdasan Emosional teterhadap variabel terikat yaitu Kinerja Pegawai, Pengaruh Kecerdasan Spiritual terhadap Kinerja Pegawai Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,586 artinya jika Kecerdasan Emosional (X1) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,586. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh antara Kecerdasan Emosional (X1) dengan Kinerja Pegawai (Y). Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya pengaruh Kecerdasan Emosional (X1) terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel Kecerdasan Emosional (X1) ditemukan t hitung = 3,098 lebih besar t tabel = 2,039 dan tingkat Sig. = 0,004 lebih kecil dari 0,05. Pengaruh Kecerdasan Spiritual (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,455 artinya jika Kecerdasan Spiritual (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,455. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh antara Kecerdasan Spiritual (X2) dengan Kinerja Pegawai (Y). Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa menunjukan adanya pengaruh antara Kecerdasan Spiritual terhadap Kinerja Pegawai, sehingga apabila Kecerdasan Spiritual dijalankan dengan baik maka semakin meningkatnya Kinerja Pegawai dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh Kecerdasan Spiritual (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung = 2,087 lebih besar t tabel= 2,039 dan tingkat Sig. = 0,045 lebih kecil 0,05. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial Kecerdasan Emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Kota Kupang. Secaraparsial Kecerdasan Spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Kota kupang. Kata Kunci :Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI ( Study Kasus Karyawan Tetap Pada PT. Telkom Witel NTT Kupang )

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI, TERHADAP KINERJA PEGAWAI Studi Kasus Karyawan Tetap Pada PT. TELKOM WITEL NTT ( Kupang ) Skripsi ini ditulis oleh RIKARDUS JEHADUT, NIM 17412094 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Populasi penelitian ini adalah seluruh Karyawan Tetap Pada PT. TELKOM WITEL NTT ( Kupang ) yang berjumlah 72 orang. Sampel yang diambil 30 respomdem. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan kuesioner, sedangkan dalam pembahasannya alat analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis dapat ketahui konstan regresi a sebesar 48.399 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0,145 b² adalah 0,002. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kecerdasan emosional (X1) dan budaya organisasi (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 48.399 + 0,145 X1 + 0,002 X2 + e. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan dan parsial kecerdasan emosional dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada PT. Telkom Witel NTT Kupang. Pada uji (t) menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kecerdasan emosional (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kecerdasan emosional (X1) nilai t hitung = 5.513 lebih besar t table = 0,804 dan tingkat Sig. = 0,000 Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima yaitu variabel kecerdasan emosiona (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Uji hipotesis kedua yaitu ada budaya organisasi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X2) nilai t hitung = 5,513 lebih besar t table = 0,074 dan tingkat Sig. = x 0,942 Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima yaitu variabel budaya organisasi (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terahir pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.154 atau 15,4% Hal ini berarti besarnya pengaruh kecerdasan emosional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai adalah 15,4% Sedangkan pengaruh sebesar 2,87% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, Budaya Organisasi, Kinerja Pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail