ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Komitmen Organisasional Dan Kepuasan Kerja Terhadap Perilaku Kewarganegaraan Organisasional Pada Perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Komitmen Organisasional Dan Kepuasan Kerja Terhadap Perilaku Kewarganegaraan Organisasional Pada Perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. Tujuan penelitian yaitu: Untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasional terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka dan Untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka.
Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu populasi yakni 72 perawat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka. Dan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perawat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka sebanyak 45 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan Teknik analisis data menggunakan Analisi Regresi Linear berganda, Uji Parsial (Uji t), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R2).
Berdasarkan persamaan regresi linear berganda: Y= 0,331+0,643+0,552+e diketahui bahwa bahwa nilai konstan a sebesar 0,331, sedangkan koefisien b1 adalah 0,643 dan b2 adalah 0,552. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa Nilai konstan sebesar 0.331 artinya jika nilai komitmen organisasional (X1) dan kepuasan kerja (X2) sama dengan nol, maka perilaku kewarganegaraan organisasional (Y) memiliki nilai sebesar 0.331. Sedangkan Koefisien regresi (b1) sebesar 0.643 artinya jika komitmen organisasional (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka perilaku kewarganegaraan organisasional (Y) akan meningkat sebesar 0.643. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara komitmen organisasional (X1) dengan perilaku kewarganegaraan organisasional (Y). Dan koefisien regresi (b2) sebesar 0.552 artinya jika kepuasan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka perilaku kewarganegaraan organisasional (Y) akan meningkat sebesar 0.552. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara kepuasan kerja (X2) dengan perilaku kewarganegaraan organisasional (Y).
Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasional dan kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka.
1) Hasil penelitian ini membuktikan bahwa komitmen organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka.
2) Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kewarganegaraan organisasional pada perawat Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun Kabupaten Malaka.
Kata Kunci : Komitmen Organisasional, Kepuasan Kerja, Perilaku Kewarganegaraan Organisasional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, BUDAYA ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI PEMERINTAH DAERAH PADA ORGANISASI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh komitmen organisasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap laporan keuangan organisasi pemerintah daerah pada Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah kabupaten Timor Tengah Selatan”.
Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam sebuah organisasi yaitu komitmen organisasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja, organisasi dapat berjalan lancar dan baik apabila dibantu dan didukung oleh komitmen organisasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja yang baik agar dapat mencapai mencapai kinerja pegawai yang efisien. Komitmen organisasi adalah derajat dimana karyawan terlibat dalam organisasinya dan berkeinginan untuk tetap menjadi anggotanya, dimana didalamnya mengandung sikap kesetiaan dan kesediaan karyawan untuk bekerja secara maksimal bagi organisasi tempat karyawan tersebut bekerja. budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai, dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan internal. kepuasan kerja adalah suatu sikap karyawan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi, kerja sama antar karyawan, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis.
Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja di Badan Pengelola Keungan dan Aset Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang pegawai yang menjalankan sistem akuntansi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner kepada responden kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis linear berganda menggunakan SPSS.
Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif variabel diketahui bahwa komitmen organisasi berada pada nilai rata-rata terendah dengan deviasi tinggi sedangkan budaya organisasi berada pada nilai rata-rata tertinggi dengan deviasi rendah dan kepuasan kerja berada pada nilai rata-rata rendah dengan deviasi rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakann teknik analisis regresi linear berganda diketahui hasil pengumpulan data tersebut menggunakan persamaan linear berganda dengan uji hipotesis pertama diketahui bahwa untuk komtmen organisasi (X1)ditemukan T hitung sebesar 0.105 lebih kecil dari T tabel 1,703 maka komitmen organisasi (X1) secara parsial tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan (Y). sedangkan untuk budaya organisasi (X2) di temukan T hitung sebesar 0.000 lebih kecil dari T tabel 1.703 maka variabel budaya organisasi (X2) secara parsial tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan (Y). dan untuk kepuasan kerja (X3) ditemukan T hitung 3,344 lebih besar dari T tabel 1,703 maka variabel kepuasan kerja (X3) berpengaruh terhadap laporan keuangan (Y).
Kata kunci: komitmen organisasi, budaya organisasi, kepuasan kerja, laporan keuangan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Kompensasi Karyawan terhadap Turnover intention, kepuasan kerja karyawan terhadap turnover dan juga mengetahui pengaruh komitmen organisasional karyawan terhadap turnover intention. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, sampel yang berdasarkan pada karyawan koperasi telekomunikasi seluler kisel kupang di peroleh sampel 50 orang. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh kompensasi (X1), Kepuasan Kerja (X2), dan Komitmen Organisasional (X3) terhadap Turnover intention (Y) (Uji f) dan Uji Koefisien determinasi (R2)) dari hasil penelitian yang dilakukan kompensasi (X1), kepuasan kerja (X2) dan komitmen organisasional (X3) secara multak berpengaruh positif terhadap turnover intention (Y) pada koperasi telekomunikasi seluler kisel hal ini membuktikan bahwa hasil dari pengujian ini dapat di analisis regresi linear berganda dan nilai konstanta sebesar 19,200 Sedangkan nilai koefisien b1 0,763, b2 0,637, b3 0,525 dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan kompensasi (X1), kepuasan kerja (X2) dan komitmen organisasional (X3) terhadap turnover intention (Y) adalah sebagai berikut Y = -19,200+0,763+0,637+0,525+e. dengan demikian persamaan regresi linear berganda ini dapat diartikan sebagai berikut : nilai konstanta 19,200 artinya jika nilai kompensasi (X1) kepuasan kerja (X2) dan Komitmen organisasional (X3) sama dengan nol maka turnover intention menurun sebesar -19,200 poin.koefisien regresi b1 sebesar 0,763 artinya jika kompensasi mengalami kenaikan sebesarb 1 poin maka Turnover intention akan meningkat sebesar 0,752 dengan asumsi variabel lain konstannya koefisien regresi b2 sebesar 0,637 artinya jika kepuasan kerja mengalami kenaikanj sebesar 1 poin maka turnover intention akan meningkat sebesar 0,637 Koefisien regresi b3 sebesar 0,525 artinya jika komitmen organisasi meningkat sebesar 1 poin maka turnover intention akan meningkat sebesar 0,525.Toleransi yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 5%=(a=0,05) sebagai batasan .keiteria t tabel =t(a/2:n-k-1=t(0,05 / 50-4-1=50=1,67591.kriteria pengujian hipotesis dalam uji koefisien secara parsial atau terpisa adalah sebagai berikut:jika Thitung>Ttabel :maka Ha diterima dan H0 ditolak jika Thitug Ttabel maka Ha ditolak dan Ho diterima. Pengujian hipotesis pertama pengaruh kompensasi X1 Terhadap Turnover Intention Y berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikan 0,000 0,05 dan Thitung 4,606 >1,67591 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak artinya ada pengaruh yang singnifikan antara variabel kompensasi X1 terhadap turnover intention Y .pengujian hipotesisi kedua pengaruh kepuasan kerja X2 terhadap turnover intention Y berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikan 0,006 0,05 dan Thitung 2,534>Ttabel 1,67591 sehinga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel kepuasan kerja terhadap turnover intention. Pengujian hipotesis ketiga pengaruh komitmen organisasi X3 terhadap turnover intention Y bedasarkan tabel diatas bahwa nilai signifikan 0,0040,05 dan Thitung 3.015 >Ttabel 1,67591 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel komitmen organisasi X3 terhadap turnover intention Y. Dapat dilihat dari adjusterd R aquare yang diperoleh sebesar 0,473.Hal ini menunjukan bahwa 47,3 % dapat dijelaskan oleh kompensasi X1 kepuasan kerja X2 dan Komitmen organisasi X3 dan sisanya 52,7 dipengaruhi oleh faktor yang tidak dimasukan dalam penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS HUBUNGAN DISIPLIN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN SABU RAIJUA Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam sebuah organisasi.Kinerja pegawai negeri sipil mempengaruhi seberapa banyak mereka memberikan kontribusi kepada lembaga seperti kedisiplinan dan komitmen organisasi. Mengingat betapa pentingnya masalah disiplin kerja dan komitmen organisasi bagi instansi, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ini. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan disiplin kerja dengan kinerja pegawai negeri sipil pada Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sabu Raijua, dan untuk mengetahui hubungan komitmen organisasi dengan kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pertanian Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasi. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pertanian Kabupaten Sabu Raijua dengan jumlah populasi 129 orang dan sampel 31 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis pendahuluan dan analisis lanjutan korelasi Pearson product momen. Hasil penelitian analisis lanjutan menunjukan bahwa pegawai negeri sipil dominan memiliki konsep disiplin kerja yang sangat tinggi pada indikator tingkat kehadiran setuju 21 orang (67,8%), konsep komitmen organisasi yang sangat tinggi pada indikator tingkat normatif sangat setuju ditujukan kepada 20 orang (64,5%), dan konsep kinerja yang sangat tinggi pada indikator tingkat kualitas kerja setuju 19 orang (61,3%). Hasil pengujian signifikansi korelasi, menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel disiplin kerja dengan variabel kinerja dan kedua variabel memiliki hubungan yang kuat di buktikan dengan nilai rhitung> rtabel (0,512>0,361) dan memiliki hubungan yang kuat dengan arah yang positif. Dan variabel komitmen organisasi dengan variabel kinerja menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan di buktikan dengan nilai rhitung> rtabel (0,649>0,361) dan memiliki hubungan yang kuat dengan arah yang positif. Besarnya pengaruh variabel X1, X2 terhadap variabel Y menggunakan rumus determinan r2, yaitu sebesar 42,6% dan sisanya 57,5% dipengaruhi oleh faktor lain. ,
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ Analisis Hubungan Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Non Organisasional Dalam Mngukur Komitmen Organisasi Pada PT. Telkom Witel NTT Kupang”.Skripsi ini ditulis oleh Maria Metriana Dahu Mali, NIM 17412205, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalus Minat Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Faktor Personal (X1), Faktor Organisasional (X2), dan Faktor Non Organisasional (X3) terhadap Komitmen Organisasi (Y) Karyawan PT Telkom Witel NTT Kupang. Penelitian yang penulis lakuka disini adalah Penelitian Lapangan (Field Research) dengan menggunakan Statistik Deskriptif dengan bantuan tabel dalam jumlah presentase. Penelitian ini dilakukan di PT. Telkom Witel NTT Kupang dan Sampel dari penelitian ini sebanyak 65 orang sebagai responden. Dalam mengumpulka Data Penulis menggunakan Kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis Koefisien Korelasi. Hasil dari penelitian yang ini menunjukan bahwa Variabel Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Organisasional berhubungan positif dan Signifikan terhadap Komitmen Organisasi yakni Semakin baik Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Non Organisasional maka semain baik juga Komitmen Organisasi. Faktor Personal merupakan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi Individu sangat memperngaruhi tingkat Komitmen Individu. Karyawan yang lebi bekerja lama dan tua tingkat Komitmennya lebih tinggi dibandingkan dengan Karyawan yang belum Lama bekerja dan usianya Masih muda. Jenis kelamin juga mempengaruhi Komitmen seseorang terhadap Organisasi, Karyawan Perempuan cenderung Lebih komit Terhadap Organisasional dibandingkan dengan Karyawan Laki-Laki. Menurut Larson (2005) bahwa pegawai yang mempunyai komitmen yang tinggi akan berusaha lebih dari pada mereka yang mempunyai komitmen yang rendah. Dalam bekerja disebuah organisasional atau perusahaan, seorang pekerja setidaknya pernah mengalami masalah, bahkan terkadang masalah yang dihadapi bisa mengancam perasaan untuk berkomitmen dengan organisasional atau perusahaan tersebut, misalnya ditegur dengan keras akibat kurang tanggap dalam menjalankan tugas, dipindah tugaskan dan diberikan beban pekerjaan yang melebihi deskripsi pekerjaan. Kata Kunci: Faktor Personal, Faktor Organisasional, Faktor Non Organisasional, dan Komitmen Organisasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Pengaruh komitmen organisasi dan profesionalisme Kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor sinode gereja masehi injili timor di kupang”. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Profesionalisme kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang.. Serta Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penulis dapat merumuskan persoalan penelitian sebagai berikut: 1. Apakah Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang?. 2. Apakah Profesionalisme Kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang? Konsep Pemikiran dalam penelitian ini sebagai adalah (1). Komitmen Organisasional dalam penelitian ini adalah bentuk sikap dimana individu merasa menjadi bagian dari organisasi dan merasa ingin tetap menjadi bagian dari organisasi serta dengan sungguhsungguh memberikan waktu, kesempatan yang dimiliki dan mencurahkan segala potensi diri yang dimilikinya tanpa adanya perasaan terpaksa untuk tetap berusaha mewujudkan apa yang menjadi tujuan organisasi dan memiliki kebanggaan menjadi bagian dari organisasi tersebut. (2).Komitmen profesional dalam penelitian adalah tingkat loyalitas individu pada profesinya seperti yang dipersepsikan oleh individu. (3).Kinerja dalam penelitian ini adalah hasil yang dicapai oleh pegawai menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2014). Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang yang berjumlah 78 orang. Sampel penelitian yang diambil adalah sebanyak 20 orang pegawai. Metode pengambilan sampel menggunakan sampel xi probabilitas/acak dengan cara stratifikasi (Stratified Random Sampling) karena jumlah pegawai yang bekerja lebih dari 3 tahun. Dalam pengorganisasian penelitian, Pada tahap pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket (kuisioner). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Semantic Differential Scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala penelitian secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : Kuat–lemah, baik–buruk, tidak setuju – setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pertanyaan – pertanyaan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1- 10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai Pada tahap analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara memasukkan hasil pengolahan data angket responden ke dalam data tabel distribusi frekuensi. Pada tahap ini akan dideskripsikan indikator empirik dari konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner.teknik analisis yang digunakan adalahtabel distribusi frekuensi. Pada tahap Analisis lanjutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda adalah hubungan secara linear antara dua variabel atau lebih variabel independen (X1,X2) dengan variabel (Y).Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu, Pengaruh Komitmen Organisasi dan Profesionalisme Kerja terhadap Kinerja pegawai pada kantor Sinode GMIT kupang, Persamaan regresi linear berganda Berdasarkan hasil pengujian, sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Dari hasil pengujian Komitmen Orgasisasi mempunyai pengaruh terhadap Kinerja, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,416 dengan tingkat signifikansi 0.020. xii 2. Dari hasil pengujian Profesionalisme Kerja mempunyai pengaruh terhadap Kinerja, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,048 dengan tingkat signifikansi 0,037. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan Sebagai berikut: 1. Bagi Pihak Sinode Gmit harus lebih kinerja pegawai, atasan perlu melakukan upaya peningkatan kualitas kerja. Agar pegawai dapat dituntut bekerja dengan baik. 2. Pihak Sinode Gmit perlu meningkatkan komitmen organisasi agar memecahkan masalah perusahaan bersama karyawan yang lain serta perlu mempelajari atau membaca litelatur agar lebih berwawasan, mengaktualisi diri, mengerti tugas yang dikerjakan. 3. Bagi peneliti selanjutnya, dianjurkan untuk menganalisis lebih dalam lagi dan lebih spesifik, sehingga hasil yang didapatkan juga lebih maksimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA ( PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM NUSA KENARI ) KABUPATEN ALOR Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasi Terhadap Semangat Kerja karyawan pada PDAM Nusa Kenari Kabupaten Alor “Sumber daya bagi setiap jenis organisasi baik yang mencari keuntungan maupun yang tidak mencari keuntungan merupakan sumber daya yang sangat penting. Tanpa adanya sumber daya lainya yang terdapat dalam organisasi tersebut tidak ada artinya. Oleh karena itu perusahaan perlu memahami faktor- faktor yang menyebabkan timbulnya semangat kerja pada karyawana yang puas dengan pekerjaan yang dimilikinya dan komitmen yang kuat terhadap organisasi yang mempunyai kemampuan dan upaya yan tinggi dan mendukung tujuan organisasi sehingga karyawan dengan tingkat upaya yang tinggi akan memiliki semangat kerja yang tinggi pula. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh kepuasan kerja (X_1) dan komitmen organisasi (X_2) terhadap semangat kerja karyawan (Y) pada Perusahaan Daerah Air Minum Nusa Kenari kabupaten Alor.Penelitian ini di lakukan karena penelitian menganggap perlu mengetahui variabel yang diteliti pada PDAM Nusa Kenari Kabupaten Alor sehingga pemimpin dapat menyiapkan sumber daya yang berkualitas dalam menjalankan tugas dn tanggung jawab terhadap perusahaan sehingga dapat mencapai visi,misi serta tujuan organisasi. Objek penelitian ini adalah Perusahaan Daerah Air Minum Nusa Kenari Kabupaten Alor,Nusa Tenggara Timur. Tim 85813. Penelitian ini dilakukan oleh pria dan wanita. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada populasi peneliti dan sampel peneliti . Hasil penelitian dilakukan secara bersama- sama antara semua variabel yang diteliti menggambarkan terhadap pengaruh bersama- sama antara semua variabel yang diteliti. Bahwa terdapat pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap semangat kerja karyawan. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui banyak kepuasan kerja ,komitmen organisasi dan semangat kerja karyawan berada dalam kategori sedang. Indikator dari masing-masing variable tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distrubusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan dapat menggunakan teknik analisis uji regresi linear berganda yang diketahui bahwa kepuasan kerja hasil uji t_tabel pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa t_hitung sebesar 11.491 dan nilai〖 t〗_(tabel ) 1,70814.dengan tingkat singnifikan sebesar 0,000. karena t_hitung lebih besar dari t_tabel dan tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan. Berdasarkan hasil uji t_tabel dapat diketahui bahwa nilai t_hitung sebesar – 3,946 dan nilai 〖 t〗_tabel 1,70814 dengan tingkat signifikan sebesar 0,05 karena nilai t_hitung lebih kecil dari nilai t_tabel dan tingkat signifikan lebih besar 0,05 yaitu 0,01 maka dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasitidak berpengaruh secara signifikan terhadap semangat kerja karyawan pada PDAM Nusa Kenari Kabupaten Alor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANTONIA JUBLINA PELLO; NIM: 17191861 “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Keterlambatan Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang” dibawah bimbingan Bapak JUSUF ABOLADAKA, SE.,M.Si selaku Pembimbing I dan Ibu MESRI W.N. Manafe, SE, M.Sc selaku Pembimbing II. Masalah yang telah diangkat dalam penelitian ini, maka persoalan penelitian dapat dijelaskan bahwa Secara empiris apakah ada pengaruh antara variabel latar belakang pendidikan (X1), Kinerja Kerja (X2), Hubungan Eksekutif Dan Legislatif (X3), Komitmen Organisasi (X4) dan variabel Gaya Kepemimpinan (X5) terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah, untuk menguji pengaruh antar variabel penelitian dimana, variabel latar belakang pendidikan (X1), Kinerja Kerja (X2), Hubungan Eksekutif Dan Legislatif (X3), Komitmen Organisasi (X4) dan variabel Gaya Kepemimpinan(X5) terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) Pada Pemerintah Kabupaten Kupang. Teknik Analisis Data terdiri dari Analisis Pendahuluan dan Analisis Lanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengujian hipotesis dengan menggunakan Alat analisis regresi berganda. Dengan hasil penelitian sebagai berikut estimasi secara serempak bahwa Variabel latar belakang pendidikan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang.. sedangkan pada Variabel Kinerja Kerja (X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang. Akan tetapi pada Variabel hubungan Eksekutif Dan Legislatif (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterlambatan Penyusunan APBD (Y). Sedangkan pada Variabel Komitmen Organisasi (X4) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap variabel Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang. Pada Variabel Gaya Kepemimpinan (X5) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keterlambatan Penyusunan APBD (Y) pada pemerintah Kabupaten Kupang. Kata Kunci : Latar Belakang Pendidikan , Kinerja Kerja, hubungan Eksekutif Dan Legislatif, Komitmen Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Keterlambatan Penyusunan APBD
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan komitmen organisasional budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang. Adapun objek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah KSP. Kopdit Swati Sari Kupang. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah kuesioner yang diisi secara mandiri oleh 30 orang responden dengan menggunakan angket tertutup. Alat analisis yang digunakan adalah uji korelasi dengan skala ordinal. Hasil dari penelitian ini membuktikan dan memberi kesimpulan bahwa: (1) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (2) budaya organisasi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (3) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan singnifikan dengan budaya organisasi pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul ‘analisis pengaruh kepuasan kerja, motivasi kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT. BPR Timor Raya
Makmur Kupang. Organisasi/ perusahaan yang kuat mempunyai kemampuan dalam menciptakandan menjaga kepuasan kerja karyawan sehingga akan memberikan rangsangan kepada karyawan untuk bekerja dengan baik sesuai standar yang telah di tetapkan serta memiliki motivasi dan komitmen yang tinggi terhadap perusahaan.pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individu karena setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda beda sesuai dengan nilainilai yang berlaku dalam setiap individu.Salah satu penentuan utama yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan adalah kinerja karyawan.usaha untuk meningkatkan kinerja karyawan,diantaranya dengan memperhatikan kepuasan kerja, motivasi kerja dan komitmen organisasi dalam perusahaan. Kinerja kerja karyawan merupakan hasil proses yang kompleks,baik berasal dari iri pribadi karyawan (internal factor), keadaan lingkungan perusahaan (eksternal factor) maupun upaya strategi dari perusahaan.kinerja yang baik tentu saja merupakan harapan bagi semua perusahaan dan intansi yang memperkerjakan karyawan,sebab kinerja karyawan dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.karyawan yang puas dengan apa yang di perolehnya dari perusahaan akan memberikan rangsangan kepada karyawan untuk bekerja dengan baik sesuai standar yang telah di tetapkan serta memiliki komitmen yang tinggi terhadap perusahaan.jika kepuasan kerja da motivasi kerja karyawan tinggi maka kinerja kerja juga tinggi, tetapi sebaliknya jika kepuasan kerja dan motivasi kerja karyawan rendah maka kinerja karyawan tersebut akan rendah. Tujuan dari penelitian adalah untuk menjawab tiga persoalan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, kedua apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, dan ketiga apakah komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan mengunakan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan dalam perusahan tersebut. Tekknik dalam pengambilan mengunakan sampling jenuh atau sensus yang berjumlah 21 responden.metode pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang disebarkan kepada seluruh karyawan PT. BPR Timor Raya Makmur Kupang berupa pernyataan tentang pengaruh kepuasan kerja, motivasi kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan. Data kemudian diperoleh dan diolah mengunakan alat bantu SPSS versi 16.00. maka dalam penelitian ini ditentukan dengan jumlah sampel yang dihitung mengunakan rumus kriteria tiga kota three-box method dengan tingkat kesalaha 10%.dan dari hasil presentase sampel yang di dapatkan dari masing-masing golongan secara acak adalah 21 orang sebagai responden. Untuk menguji pengaruh variabel indenpenden yaitu variabel kepuasan kerja, variabel motivasi kerja dan variabel komitmen organisasi terhadap variabel denpenden kinerja karyawan digunakan alatanalisis statistic inferensial yaitu Regresi linear berganda,uji T, uji F dan uji R2. Analisis lanjutan sedangkan dalam analisis pendahuluan digunakan analisis deksriptif yaiut untuk mengetahui jawaban responden atas indikator-indikator dari variabel indenpenden dan dependen. Hasil penelitian diketahui jumlah jumlah karyawan 21 orang yang berjenis kelamin laki-laki 13 orang (61,19%),dan perempuan 8 orang (38,81%) maka jumlah karyawan laki-laki lebih banyak dari karyawan perempuan, jumlah status perkawinan yang menikah sebanyak 14 responden dengan presentase 66,67% belum menikah sebanyak 7 responden dengan presentase 33,33%.dan tingkat pendidikan pada PT. BPR Timor Raya Makmur Kupang sangat baik dapat di ketahui dengan jumlah pendidikan SMA berjumlah 4 orang (19,05%),tingkat pendidikan Diplomad 2 orang (09,52%), dan jumlah pendidikan S1 15 orang (71,43%). Berdasarkan persamaan regresi linear berganda, nilai konsanta yang di peroleh sebesar 1,639 menunjukan bahwa kepuasan kerja (X1) , motivasi kerja (X2) dan komitmen organisasi (X3) di anggap konstan menyebabkan kinerja karyawan (Y) meningkat sebesar 1,639,dengan nilai koefisien β1 sebesar 0,286 jika variabel kepuasan kerja( X1) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) akan menigkat 0,286, nilai koefisien β2 sebesar 0,508 jika variabel motivasi kerja (X2) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) meningkat 0,286, dan nilai koefisien β3 sebesar 0,482 jika variabel komitmen organisasi (X3) meningkat 1 poin maka variabel kinerja karyawan (Y) meningkat sebesar 0,482.dengan hal tersebut menunjukan bahwa variabel kepuasan kerja (X1), motivasi kerja (X2) dan komitmen organisasi (X3) memiliki arah yang positif terhadap kinerja karyawan (Y). Teknik hasil analisis data pada penelitian ini menunjukan secara parsial menghasilkan variabel kepuasan kerja (X1) pengaruh positif terhadap kinerja karyawan (X) dengan hasil uji thitung sebesar 2.244 lebih besar dari ttabel sebesar 2,03693.untuk variabel motivasi(X2) kerja pengaruh positif terhadap kinerja karyawan(Y) dengan hasil uji thitung 2.283 lebih besar dari nilai ttabel 203693, dan untuk variabel komitmen organisasi (X3) pengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y) dengan hasil uji thitung sebesar 2.490 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 2,03693, dengan pengambilan keputusan bahwa HO ditolak. Hasil perhitungan nilai uji F nilai Fhitung sebesar 46.301 lebih besar dari Ftabel 3,20, maka sebagaimana di simpulkan bahwa kepuasan kerja (X1), motivasi kerja (X2), dan komitmen organisasi (X3) secara simultan mempunyai pengaruh secara positif terhadap kinerja kerja (Y).pada nilai koefisien Determinan (R2) di ketahui nilai adjusted R square sebesar 0,891 atau 89,1%. Dalam pengujian hipotesis juga diketahui bahwa variabel kepuasan kerja (X1), motivasi kerja (X2) dan komitmen
organisasi (X3) dapat mempengaruhi kinerja karyawan (Y) sebesar 89,1%.sedangkan sisanya sebesar 10,9% disebabkan oleh factor lainya yang tidak diteliti dalam variabel tersebut. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dam komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.uji F menunjukan bahwa secara bersama-sama(simultan)kepuasan kerja, motivasi kerja dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dan uji R2 secara bersama –sama (simultan) antara variabel lepuasan kerja (X1), motivasi kerja (X2), dan komitmen organisasi (X3) terhadap kinerja karyawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang. Latar belakang dari penelitian ini adalah berdasarkan survei yang dilakukan oleh peneliti bahwa bahwa komitmen dari para pegawai Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang ini sudah baik, namun masih terdapat beberapa pegawai yang belum komitmen dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Selain itu faktor lingkungan kerja juga perlu diperhatikan. Salah satunya kondisi yang nyaman baik dari segi fisik berupa peralatan kerja, suhu tempat kerja, kesesakan dan kepadatan, kebisingan dan luas ruang kerja. Seperti beberapa hal yang ditemukan peneliti bahwa terdapat bengkel di belakang Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang dan juga kesesakan dalam ruang kerja. Hal ini dapat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi para pegawai dalam bekerja sehingga dapat berpengaruh pada kinerja pegawai. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa keefektifan kinerja pegawai pada kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang dinyatakan belum efektif karena dilihat dari indikator atau alat uji yang telah ditetapkan dan hasil penilaian dari setiap pegawai dari setiap pegawai sesuai dengan indikator tersebut. Nilai yang ditetapkan sebagai indikator dalam menguji keefektifan kinerja pegawai dengan nilai mulai dari 80 sampai pada nilai 90 dikatakan efektif, tetapi sesuai dengan hasil yang diperoleh beberapa pegawai belum mencapai nilai keefektifan. Dan dalam upaya untuk mencapai tujuan penelitian ini dan menyelesaikan persoalan tersebut, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa pembagian kuesioner kepada pegawai di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang. Dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis data kuantitatif menggunakan persamaan regresi linier berganda dengan uji hipotesis pertama diketahui bahwa untuk variabel komitmen organisasi (X1) ditemukan t hitung sebesar 2,554 lebih besar dari ttabel 1,670 maka hipotesis diterima yaitu komitmen oganisasi (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Sedangkan uji hipotesis kedua untuk variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hitung sebesar 4,923 lebih besar dari t tabel 1,670 maka hipotesis diterima yaitu variabel lingkungan kerja (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Dan koefisien determinasi membuktikan variansi dalam kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh komitmen organisasi (X1) dan lingkungan kerja (X2) melalui model sebesar 30,2 %, sisanya 69,8 % berasal dari variabel lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistikterbukti bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang. Berkaitan dengan komitmen organisasi pada kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, sebaiknya perlu memperhatikan lingkungan kerja dan meningkatkan kinerja pegawai dengan mengikuti arahan atau wewenang yang telah ditentukan oleh Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, serta harus menyelesaikan pekerjaan yang telah diberikan secara bertahap agar pekerjaan dapat terselesaikan tepat waktu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini berjudul: “Pengaruh Kecerdasan Intelektual Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor BPKPD (Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malaka” Dalam organisasi pemerintah sumber daya manusia (SDM) disebut Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berguna untuk dapat mengeluarkan tenaga, pikiran, bakat, kreativitasnya serta mewujudkan tujuan organisasi. Dalam pencapaian tujuan organisasi, salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan kinerja sumber daya manusia/pegawai. Kinerja atau prestasi adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab. Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Malaka merupakan salah satu instansi keuangan yang dimiliki oleh pemerintah kabupaten malaka, dan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah (BPKPD) memiliki sumberdaya manusia yang berstatus pegawai negeri. Seperti pemikiran yang telah tersimpan di benak masyarakat Indonesia mengenai pegawai negeri adalah pekerjaan yang mudah dan tanpa tekanan dari instansi tempat bekerja. Akan tetapi pada faktanya pegawai negeri juga memiliki target kinerja setiap tahunnya. Oleh karena itu jika pegawai tidak memiliki kinerja baik akan terlihat pada laporan kinerja pegawai setiap tahun dan akibatnya dapat memperoleh peringatan. Oleh karena itu pada penelitian ini, peneliti akan meneliti di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Malaka. Dan pada penelitian ini akan meneliti apakah kecerdasan intelektual dan komitmen yang dimiliki oleh pegawai dapat meningkatkan kinerja pegawai di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Malaka. Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Kecerdasan Intelektual dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai pada kantor BPKPD Kabupaten Malaka. Berdasarkan rumusan masalah diatas maka yang menjadi persoalan penelitian ini adalah: 1. Apakah Kecerdasan Intelektual berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada kantor BPKPD Kabupaten Malaka. 2. Apakah Komitmen Organisasional berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada kantor BPKPD Kabupaten Malaka. Tujuan penelitian: 1. Untuk mengetahui pengaruh Kecerdasan Intelektual terhadap Kinerja Pegawai pada kantor BPKPD Kabupaten Malaka. 2. Untuk mengetahui pengaruh Komitmen Organisasional terhadap Kinerja Pegawai pada kantor BPKPD Kabupaten Malaka. Populasi Menurut Husaini Usman (2006 ) Populasi ialah semua nilai baik hasil perhitungan maupun pengukuran, baik kuantitatif maupun kualitatif, dari karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas. Populasi dalam penelitian ini adalah 45 orang pegawai kantor Badan Pengelolaan Keuangan Dan Pendapatan Daerah (BPKPD) di Kabupaten Malaka. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Suhartanto, 2014). Sampel dalam penelitian ini adalah semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel,dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 responden. Teknik yang digunakan untuk mengumpul data adalah data primer berupa jawaban respoden atas pernyataan yang disajikan dalam kuesioner. Kuesioner (daftar pertayaan) yang diberikan kepada perangkat kerja bagian keuangan di kabupaten malaka tentang Pengaruh Kecerdasan Intelektua dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Pegawai. Berdasarkan hasil uji regresi, diketahui bahwa variabel kecerdasan intelektual berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan hal ini nilai signifikan 0,017> 0,05 dan t hitung 2.496 2,051. sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima artinya bahwa terdapat pengaruh X1 terhadap Y. Dari hasil penelitian ini mengidentifikasi bahwa tingginya kecerdasan intelektual yang dimiliki oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya dengan baik akan meningkatkan kinerja pegawai pada kantor BPKPD Kabupaten Malaka. Berdasarkan hasil uji regresi diketahui variabel komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan hal ini nilai signifikan X2 terhadap Y sebesar 0,040 0,05 dan t hitung 2.129> 2,051 sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 ditolak, artinya tidak terdapat pengaruh X2 terhadap Y. Dari hasil penelitian ini disebabkan karena komitmen organisasi yang berdasarkan fakta yang ada menunjukan kurangnya perasaan, sikap dan perilaku pegawai dalam mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari organisasi, tidak terlibat dalam proses kegiatan organisasi dan tidak loyal terhadap organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Kata Kunci: Kecerdasan Intelektual, Komitmen Organisasi, Kinerja Pegwai.