Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Konflik Kerja
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KONFLIK KERJA, STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA LABORATORIUM PENGUJIAN DINAS PUPR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KONFLIK KERJA, STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA LABORATORIUM PENGUJIAN DINAS PUPR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NAMA : RANDY YUSTENS WEWO NIM : 18410307 Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem sebuah manajemen perusahaan, dimana manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh terhadap kinerja dan aktivitas yang ada didalamnya sehingga dalam hal ini ada begitu banyak hal mengenai sistem dan peraturan kerja. Oleh karena itu salah satu faktor yang menjadi pendukungnya berjalanya SDM yaitu kerja sama agar dalam menjalankan sistem manajemen yang ada selain itu dalam meningkatkan mutu kualitas karyawan dan mengadakan pelatihan dan dasar-dasar pemahaman cara kerja yang efektif dan efisien dikarenakan itu sebagai wadah dan cara menilai program itu biasa diterima atau tidak dalam keseimbangan sebenarnya, mengacu pada hal ini ada berbagai macam hal yang akan dibahas dalam kerja. Masalah kerja yaitu adanya jam kerja yang berlebihan atau melewati batas kerja waktu normal sehingga dapat tejadinya konflik kerja, stres kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan Di Dinas PUPR Prov. NTT menilai dari permasalahan kerja yang ada didalam perusahaan atau pun diluar masalah secara pasti dan tidak disengaja masalah selalu saja hadir ketika dalam bekerja baik secara umum dan kecil di lingkungan kerja. Konflik kerja adalah permasalahan yang terjadi ketika bekerja atau sedang melaksanakan aktivitas dalam bekerja, stres kerja sendiri berasal dari konflik kerja karena masalah yang timbul akibat kerja menjadi lebh nyata dan sangat berpengaruh sekali baik itu secara transparan maupun linier, beban kerja dalam hal setelah seseorang melaksanakan pekerjaan nya tapi tidak biasa menuntaskannya maka akan berdampak menjadi beban untuk diri sendiri yang dimana pekerjaan tersebut harus dituntaskan baik itu perlahan tapi berjalan sesuai koridornya. Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT beralamat di JL. SK. Lerik Depan Balai Kota Kupang Walikota –Kupang Telp. (0380) 831806. Tugas pokok Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT adalah merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengujian melalui pembinaan dan pengawasan teknis pelaksanaan urusan pekerjaan umum, pelayanan jasa uji mutu dan pengembangan jalan, jembatan dan sumber daya air serta keciptakaryaan. Berdasarkan pokok permasalahan di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh konflik kerja terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, untuk mengetahui pengaruh Stres kerja terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, untuk mengetahui apakah beban kerja produk berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Konflik kerja adalah ketidaksesuaian diantara lebih dari dua anggota atau suatu faksi ( dalam suatu lembaga atau perusahaan) yang perlu memeca sumber daya yang sedikit atau aktivitas kerja dan karena fakta bahwa mereka memiliki kontras status, arah, perhitungan, atau pemahaman. b. Stres kerja adalah suatu keadaan krisis yang mengakibatkan adanya kesenjangan tubuh maupun psikis, yang mempengaruhi perassan, jalan pikiran, dan keadaan individu. Stres yang berlebihan dapat mempengaruhi kompotensi seseorang untuk beradapatsi dengan lingkungan sekitar.. Sebagai dampaknya, pada diri karyawan muncul berbagai macam fenomena stres yanng dapat menghambat pelaksanaan pekerjaan. c. Beban kerja adalah volume dari hasil keja atau catatan tentang hasil pekerjaan yang dapat menunjukan volume yamg dapat dihasilkan oleh sejumlah pegawai dalam jumlah tertentu d. Kinerja karyawan yaitu hasil yang didapatkan suatu lembaga baik lembaga tercantum berkarakter berorientasi keuntungan dan tidak berorientasi keuntungan yanng didapatkan semasa satu kurun batas. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebesar 32 orang responden. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode survei berupa penyebaran kuesioner kepada responden. Data yang dibutuhkan berupa berupa data primer dan data sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara persial Variabel konflik kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, secara persial Variabel stress kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT, secara persial Variabel beban kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT dan secara simultan variabel stress kerja, konflik kerja dan beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Laboratorium Pengujian Dinas PUPR Prov. NTT. Kata Kunci :Konflik Kerja, Stres Kerja, Beban Kerja Dan Kinerja Karyawan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG Setiap perusahaan pasti memiliki target tertentu yang harus dicapai. Dalam pencapaian targetnya, perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mendayagunakan manusia atau proses memperoleh, memajukan, mengembangkan, dan memelihara tenaga kerja sampai sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien, Fauji (2013). Tugas manajemen sumber daya manusia adalah mengelola unsur manusia dengan baik supaya mendapatkan karyawan yang puas akan pekerjaannya. Menejemen yang telah dipercaya oleh perusahaan dituntut untuk memperhatikan semangat kerja karyawan agar mendapatkan hasil yang diharapkan oleh perusahaan. Menurut Nitisemito (2002: 160) semangat kerja adalah Melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga dengan demikian pekerjaan akan lebih diharapkan lebih cepat dan lebih baik. Semangat kerja dapat diartikan sebagai suatu iklim atau suasana kerja yang terdapat didalam suatu organisasi yang menunjukkan rasa kegairahan dalam melaksanakan pekerjaan dan mendorong mereka untuk bekerja secara lebih baik dan lebih produktif. Semangat kerja merupakan hal penting yang harus dijalani oleh setiap karyawan di perusahaan manapun karena semangat kerja menggambarkan perasaan senang individu atau kelompok terhadap pekerjaannya. Menurut Utari (2020: 2) menjelaskan bahwa upaya meningkatkan semangat kerja karyawan pada sebuah perusahaan, tidak hanya kesejahteraan berupa gaji yang layak atau fasilitas yang memadai yang perlu diperhatikan, melainkan perlu memperhatikan kondisi psikologis karyawan. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis karyawan yaitu stress kerja dan konflik kerja. Sehingga faktor yang paling dominan menyebabkan turunnya semangat kerja adalah konflik kerja dan stres kerja. Objek yang akan peneliti teliti dalam penelitian ini adalah Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat Kupang merupakan Bank Perkreditan yang didirikan oleh Yayasan TLM pada tahun 2008 untuk melayani pinjaman kredit kecil, menengah dan simpanan. Demikian halnya BPR TLM (Tanaoba Lais Manekat) dengan jumlah karyawan total sebanyak 73 orang, yang terdiri dari 70 karyawan dengan 3 direktur (direktur utama, direktur kredit, direktur kepatuhan). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh Negatif variabel Konflik Kerja terhadap Semangat Kerja Karyawan pada Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai t hitung = -0.868 lebih kecil dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.388. Oleh karena nilai sig > 0,05. Sedangkan variabel independen stres kerja berpengaruh negatif Kerja terhadap Semangat Kerja Karyawan pada Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat Kupang. Hal ini dibukikan dengan perolean nilai t hitung sebesar = -0.642 lebih kecil dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.523. Oleh karena nilai sig >0,05. Kata Kunci :Semangat Kerja, Konflik Kerja, Stres Kerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN TTS

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN TTS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Analisis pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Dinas Sosial Kabupaten TTS” dengan jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui analisis pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten TTS.Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam sebuah perusahaan yaitu konflik kerja dan stres kerja,perusahaan dapat berjalan lancar dan baik apabila dibantu dan didukung oleh konflik kerja dan stres kerja yang baik agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efisien.konflik kerja merupakan perbedaan pendapat antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok,karena harus membagi sumber daya yang langka atau aktivitas kerja yang mempunyai status,tujuan,penilaian,atan pandangan yang berbeda. Stres kerja merupakan suatu bentuk tanggapan seseorang baik fisik maupun mental terhadap perubahan dilingkungannya yang dirasakan menggangu dan mengakibatkan dirinya terancam.Sedangka Kinerja pegawai adalah perilaku nyata yang dihasilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh pegawai sesuai dengan perannya dalam perusahaan serta melihata waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan dalam penyelesaian pekerjaannya.Pegawai memiliki peranan yang penting bagi sebuah Peusahaan melihat peranan penting pegawai maka sudah sepantasnya apabila perusahaan/Kantor menaruh perhatian lebih kepada pegawai tersebut. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif,populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor Dinas Sosial Kabupaten TTS yang berjumlah 30 orang pegawai.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linaer berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian,dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa konflik kerja,stres kerja dan kinerja pegawai pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten TTS berada dalam kategori sedang indikator dari masing-masing variabel juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi.Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis data kuantitatif menggunakan persamaan regresi linier berganda dengan uji hipotesis pertama diketahui bahwa untuk variabel konflik kerja (X1) ditemukan T hitung sebesar 8.808 lebih besar dari T tabel 1,7056 maka Konfliki kerja (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Sedangkan untuk stres kerja (X2) ditemukan T hitung sebesar -3,752 lebih kecil dari T tabel 1,7056 maka variabel Stres kerja (X2) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan koefisien determinasi membuktikan variansi dalam kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh konflik kerja(X1) dan stres kerja (X2) melalui model sebesar 72,8%, sisanya 27,2% berasal dari variabel lain.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PETERNAKAN PROVINSI NTT

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Setiap organisasi sangat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir, bertindak serta terampil dalam mewujudkan keberhasilan suatu organisasi. Kinerja merupakan tingkat pencapaian hasil atas terlaksananya tugas tertentu. Sedangkan kinerja organisasi merupakan tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi. Usaha untuk meningkatkan kinerja pegawai, diantaranya adalah dengan memperhatikan terjadinya konflik di dalam lingkungan kerja. Konflik dapat juga berakibat stres yang secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Stres atau tekanan dalam jiwa seorang karyawan akan berdampak pada kinerja karyawan. Perumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi NTT”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konflik kerja terhadap kinerja karyawan dan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja pegawai. Jumlah responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 100 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner. Dan penelitian ini menggunakan skala interval. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan teknik pengujian hipotesisnya uji t,uji F dan uji R2 (koefisien determinasi). Berdasarkan analisis data yang dilakukan maka hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Y = 33,453 + 0,340 + 0.171X2. Nilai konstanta : 33,453 artinya apabila nilai dari variabel konflik kerja (X1), dan stres kerja (X2) sama dengan nol maka variabel kinerja karyawan (Y) =22.286 nilai konstanta yang diperoleh sebeser 33,453 menunjukan bahwa apabila konflik kerja dan stress kerja dianggap konstan dapat meyebabakan kinerja pegawai meningkat sebesar 33,453. Nilai koefisien regresi variabel konflik kerja sebesar 0,340. Artinya jika variabel konflik kerja meningkat sebesar satu satuan maka menyebabkan kinerja pegawai meningkat sebesar 0,340 dengan anggapan bahwa variabel lainnya konstan. Nilai koefisien stress kerja sebesar 0,171 artinya jika variabel stress kerja meningkat sebesar satu satuan maka menyebabkan kinerja pegawai meningkat sebesar 0,171 dengan anggapan bahwa variabel lainnya konstan. Berdasarkan tabel output spss bahwa Pengaruh konflik kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur, diketahui hasil uji t tabel pada aplikasi spss dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 3.544 dan nilai t tabel sebesar 1.9847 dengan tingkat signifikan sebesar 0,01. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dan tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,001, maka dapat disimpulkan bahwa konflik kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi NTT. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pengaruh stress kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi NTT, berdasarkan hasil uji t tabel pada aplikasi spss dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 2.217 dan nilai t tabel sebesar 1,9847 dengan tingkat signifikan sebesar 0,05. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dan tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,029 maka dapat disimpulkan bahwa stress kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi NTT. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis maka kesimpulan sebagai berikut Konflik Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Stress berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail