ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budaya organisasi merupakan sistem makna bersama yang dianut oleh seluruh anggota yang membedakan satu organisasi itu dari organisasi- organisasi lain. Penerapan budaya organisasi yang kondusif dan menyenangkan dapat menjadi kekuatan yang mampu mengarahkan perilaku karyawan pada pencapaian tujuan organisasi melalui kinerja yangdiberikan.
Budaya organisasi yang kuat berguna untuk mengarahkan perilaku, karena membantu karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik sehingga setiap karyawan diawalkarirnya perlu memahami budaya organisasi dan bagaimana budaya itu diterapkan didalam sebuah perusahaan/organisasi. Tanpa adanya budaya organisasi jalannya roda perusahaan tidak memiliki pedoman atau acuan dalam bertindak dan memecahkan masalah. Dengan adanya budaya organisasi perusahaan mencerminkan nilai dan norma penentu arah organisasi untuk mencapai visi dan misi perusahaan.
Selain Budaya organisasi yang mempengaruhi kepuasan karyawan, pemberian kompensasi juga mempengaruhi kepuasan karyawan. Kompensasi merupakan bagian dari hubungan timbal balik antara organisasi dengan sumber daya manusia. Faktor lain yang memengaruhi kinerja seorang karyawan adalah pemberian kompensasi. Kompensasi merupakan hubungan timbal balik antara organisasi dengan karyawan. Menurut Hasibuan dalam jurnal (Rizal & Surya, 2018) menyatakan bahwakompensasi sebagai semua pendapatan dalam bentuk uang, barang, baikyang diterima secara langsung atau tidak langsung oleh karyawan sebagaiimbalan atas layanan yang diberikan oleh perusahaan.
Selain berpegang pada budaya organisasi, pihak manajemen perlu memberikan kepuasan kerja pada setiap karyawannya seperti memberikan gaji yang dikenal menjadi signifikan, tetapi kompleks secara kognitif dan merupakan faktor multidimensi, kemudian promosi jabatan yang membuat karyawan berlomba-lomba dalam melakukan yang terbaik atas rekam jejak kinerjanya supaya mendapatkan reward naik jabatan atau promosi jabatan, dan kondisi kerja yang baik.
Pemberian kompensasi menurut Hasibuan (2017:119) merupakan semua pendapatan yang berbentuk uang barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Pembentukan system kompensasi yang efektif merupakan bagian penting dari manajemen sumber daya manusia karna membantu menarik dan mempertahankan pekerjaan- pekerjaan yang berbakat. Selain itu sistim kompensasi perusahaan memilki dampak terhadap kinerja strategis.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara budaya organisasi dengan pemberian kompensasi serta kepuasan kerja pada pegawai kantor Walikota Kupang di bagian tata pemerintahan.
Menurut Irma & Gawi, 2016, Faktor kepuasan kerja pegawai sangat pentingartinya bagi perusahaan karena dengan adanya kepuasan bagi pegawai,diharapkan nantinya akan semakin meningkatkan kinerja dan berimbas pada peningkatan produktivitas perusahaan secara menyeluruh, atau dalam ilmu manajemen jasa dikenal dengan istilah“happy employee,happy customer”,yang berarti sebelum memuaskan pelanggan, harus terlebih dahulu memberi kepuasan bagi pekerja, sehingga pekerja pun akan dengan senang hati dan tulus ikhlas memberi pelayanan yang optimal bagi customernya.
Metode dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan menjadikan pegawai pada bidang tata pemerintahan kantor Walikota Kupang sebagai populasi dan sampel yang berjumlah 30 orang.
Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah penyebaran kuesioner dengan angket tertutup. Kuesioner ini berisi tentang sejumlah pertanyaan atau pernyataan mengenai variable penelitian yaitu budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai dengan teknik analisis data meliputi analisis pendahuluan, analisis lanjutan, yang mana kedua alat analisis ini mempresentasikan indicator empiric dari konsep budaya organisasi dan pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai, berdasarkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang selanjutnya dilakukan uji korelasi rank spearman merupakan bagian daristatistik non parametrik yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel.
Uji korelasi ranks pearman dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut: (1) Jika signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, dan Ha diterima, yang berarti terdapat hubungan antar variable budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai, (2) Jika signifikansi > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak, yangberarti tidak terdapat hubungan antar variabel budaya organisasi, pemberian kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai
Dari hasil penelitian yang dilakukan melalui analisis pendahuluan dan analisis lanjutan, maka penulis memberikan kesimpulan sesuai dengan persoalan penelitian yang telah dilakukan yaitu (1) berdasarkan hasil analisis hubungan budaya organisasi terhadap kinerja pegawaikantorWali Kota Kupang bagian tata pemerintahan memiliki hubungan tidak yang searah, (2) berdasarkan hasil analisis hubungan pemberian kompensasi terhadap kinerja pegawai kantor Wali Kota Kupang bagian tata pemerintahan memiliki hubungan tidak searah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber daya manusia merupakan faktor penentu keberhasilan pelaksanaan organisasi yang efektif. Walaupun didukung dengan sarana dan prasarana serta sumber daya yang berlebihan, tetapi tanpa dukungan sumber daya manusia yang andal dan mempunyai kinerja yang optimum kegiatan perusahaan tidak akan terselesaikan dengan baik.
Menurut Sedarmayanti (2011), lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok. Kondisi lingkungan kerja dikatakan baik atau sesuai apabila manusia dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat,aman dan nyaman. Kesesuain lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam jangka waktu yang lama, lebih jauh lagi lingkungan-lingkungan kerja yang kurang baik dapat menuntut tenaga kerja dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung diperolehnya rancangan sistem kerja efisien.
Budaya organisasi yang mempengaruhi kinerja karyawan selain lingkungan kerja dan disiplin kerja. Robbins (2008) mengemukkan bahwa budaya organisasi mencerminkan sifat-sifat dan ciri-ciri yang dirasakan terdapat dalam lingkungan kerja dan timbul karna kegiatan organisasi yang dilalukan secara sadar atau tidak dan diangap mempengaruhi, perilaku serta kepribadian organisasi.
Rivai, (2014) Kinerja Karyawan merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa kinerja adalah pencapaian hasil kerja seseorang atau kelompok, baik berupa prestasi kerja ataupun kreatifitas karyawan bekerja dalam periode waktu tertentu sesuai dengan tugas yang diberikan, yang diprakarsai oleh pimpinan organisasi atau perusahaan untuk mencapai hasil yang maksimal seperti tujuan perusahaan yang diharapkan. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya lingkungan kerja, dan budaya organisasi.
Penilaian kinerja merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja karyawan, karena dengan penilaian kinerja akan diketahui seberapa baik seseorang telah bekerja sesuai dengan sasaran yang ingin dicapainya. Dengan demikian kinerja karyawan perusahaan akan membaik seiring dengan internalisasi budaya korporat. Karyawan yang sudah memahami keseluruhan nilai-nilai tersebut sebagai suatu kepribadian organisasi.
Kuantitas dimana besaran yang dihasilkan dalam bentuk uang, sejumlah unit atau kegiatan yang diselesaikan. Teknik penelitian ini menggunakan Kuesioner dalam angket tertutup dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju.
Dalam penelitian ini peneliti akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antar variabel bebas lingkungan kerja dan budaya organisasi terhadap variabel terikat kinerja karyawan. Penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,426 artinya lingkungan kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar 1% maka kinerja karyawan (Y) mengalami peningkatan sebesar 0,426. Koefisisen tidak bernilai signifikan artinya tidak terjadi pengaruh signifikan antara lingkungan kerja(X1) dengan kinerja karyawan (Y). Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan ada pengaruh lingkungan kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel lingkungan kerja (X1) ditemukan t hitung : 6.903 ˂ t tabel : 1.664 dan tingkat signifikan 0.000 < 0,05. Penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda didapati koefisien regresi (b2) sebesar 0,248 artinya jika budaya organisasi (X2) mengalami kenaikan sebesar 1% maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,248. Koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh antara budaya kerja (X2) kinerja karyawan (Y). Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan terdapat ada pengaruh budaya kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung sebesar : 4,386 < t tabel : 1.664 dan tingkat signifikan : 0,000 ˂ 0,05.
Berdasarkan hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa secara parsial lingkungan kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) di PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. Secara parsial budaya organisasi (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) di PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. Dan secara simultan lingkungan kerja danbudaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, BUDAYA ORGANISASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI PEMERINTAH DAERAH PADA ORGANISASI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh komitmen organisasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap laporan keuangan organisasi pemerintah daerah pada Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah kabupaten Timor Tengah Selatan”.
Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam sebuah organisasi yaitu komitmen organisasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja, organisasi dapat berjalan lancar dan baik apabila dibantu dan didukung oleh komitmen organisasi, budaya organisasi dan kepuasan kerja yang baik agar dapat mencapai mencapai kinerja pegawai yang efisien. Komitmen organisasi adalah derajat dimana karyawan terlibat dalam organisasinya dan berkeinginan untuk tetap menjadi anggotanya, dimana didalamnya mengandung sikap kesetiaan dan kesediaan karyawan untuk bekerja secara maksimal bagi organisasi tempat karyawan tersebut bekerja. budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai, dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan internal. kepuasan kerja adalah suatu sikap karyawan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi, kerja sama antar karyawan, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis.
Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja di Badan Pengelola Keungan dan Aset Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang pegawai yang menjalankan sistem akuntansi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner kepada responden kemudian data dianalisis menggunakan teknik analisis linear berganda menggunakan SPSS.
Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif variabel diketahui bahwa komitmen organisasi berada pada nilai rata-rata terendah dengan deviasi tinggi sedangkan budaya organisasi berada pada nilai rata-rata tertinggi dengan deviasi rendah dan kepuasan kerja berada pada nilai rata-rata rendah dengan deviasi rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakann teknik analisis regresi linear berganda diketahui hasil pengumpulan data tersebut menggunakan persamaan linear berganda dengan uji hipotesis pertama diketahui bahwa untuk komtmen organisasi (X1)ditemukan T hitung sebesar 0.105 lebih kecil dari T tabel 1,703 maka komitmen organisasi (X1) secara parsial tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan (Y). sedangkan untuk budaya organisasi (X2) di temukan T hitung sebesar 0.000 lebih kecil dari T tabel 1.703 maka variabel budaya organisasi (X2) secara parsial tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan (Y). dan untuk kepuasan kerja (X3) ditemukan T hitung 3,344 lebih besar dari T tabel 1,703 maka variabel kepuasan kerja (X3) berpengaruh terhadap laporan keuangan (Y).
Kata kunci: komitmen organisasi, budaya organisasi, kepuasan kerja, laporan keuangan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui pengaruh manajemen sumber daya manusia terhadap Kinerja pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. 2) Mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap Kinerja pegawai di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata dan 3) Untuk mengetahui pengaruh manajemen sumber daya manusia dan budaya organisasi secara bersama-sama (simultan) terhadap Kinerja pegawai di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental design dan dihitung menggunakan SPSS 22.00 for windows. Data yang diperoleh melalui kuesioner kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif menggunakan alat distribusi frekuensi dan analisis regresi linear berganda yang hasilnya diolah menggunakan program SPSS.
Hasil penelitian ini melalui perhitungan analisis regresi linear berganda, diperoleh hasil bahwa; 1) Sumber daya manusia mempunyai dampak yang signifikan terhadap kinerja organisasi. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikan pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa nilai signifikansi dari variabel sumber daya manusia (X1) adalah 0,00<0,05 dan nilai t-hitung 7,202>2,368 sehingga menunjukan bahwa sumber daya manusia (X1) berpengaruh terhadap kinerja pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. 2) Budaya organisasi (X2) mempunyai dampak yang signifikan terhadap kinerja. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikan pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa nilai signifikansi dari variabel budaya organisasi (X2) adalah 0,01<0,05 atau 2,485>2,368 sehingga menunjukan bahwa budaya organisasi (X2) berpengaruh terhadap kinerja pada Dinas KesehatanKabupaten Lembata. 3) Manajemen sumber daya manusia dan budaya organisasi secara simultan mempunyai dampak yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikan pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa nila f-hitung 0,00<0,005 atau f-hitung 38,469>3,10 sehingga diketahui bahwa manajemen sumber daya manusia dan budaya organisasi mempunyai dampak yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, adapun saran yaitu kepada pemerintah Kabupaten Lembata terkhusunya Dinas Kesehatan untuk terus meningkatkan kinerja pegawai dengan memperhatikan sumber daya manusia dan budaya organisasi agar seluruh pegawai dapat bekerja semaksimal mungkin untuk melayani maysarakat
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao. Persoalan dalam penelitian ini adalah 1) Apakah Manajemen Sumber Daya Manusia Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan, 2) Apakah Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan. Tujuan yang ingin dicapai adalah : 1) Untuk Mengetahui Bagaimana Manajemen Sumber Daya Manusia Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan; 2) Untuk Mengetahui Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan; Manfaat Akademik dari penelitian ini adalah Secara Akademik diharapkan penelitian ini sebagai masukan bagi Fakultas Ekonomi khususnya Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia. Kampus Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), dan sekaligus sebagai bahan refenrensi bagi peniliti berikutnya, sedangkan manfaat secara praktis penelitian ini dapat menjadi informasi, masukan bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, dalam pelaksanaan tugas berkaitan dengan pelayanan. Konsep dari penelitian ini meliputi 1) Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia, indikatornya adalah 1) Kualitas intelektual meliputi pengetahuan dan keterampilan, 2) Pendidikan, 3) Memahami bidangnya, 4) Kemampuan, 5) Semangat kerja, 6) Kemampuan perencanaan pengorganisasian. Konsep Budaya Organisasi, indikatornya adalah Norma, Nilai dominan/nilai-nilai utama, aturan dan iklim organisasi atau lingkungan kerja. Konsep Kualitas Pelayanan, indikatornya adalah 1) Keandalan, 2) Daya tanggap, 3) Jaminan, 4) Empati dan 5) Bukti Fisik. Kerangka Berpikir penelitian ini menggambarkan pengaruh dari masing-masing fariabel bebas terhadap fariabel terikat. Hopotesis dalam penelitian ini adalah 1) Diduga Manajemen Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap kualitas pelayanan 2) Diduga Budaya Organisasi berpengaruh terhadap kualitas pelayanan. Untuk menjawab persoalan dengan mengacu pada hipotesisi, maka berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = 6,166 + -0,498 X1 + -0,340 X2. Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut a) Nilai konstanta sebesar 6,166 menunjukkan bahwa jika variabel Penagruh Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi sama dengan nol maka Kualitas Pelayanan bernilai 6,166. b) Koefisien regresi pengaruh manajemen sumber daya manusia sebesar 0,498artinya jika manajemen sumber daya manusia mengalami kenaikan sebesar 1 %, maka kualitas pelayanan akan meningkat sebesar 0,498.Dengan demikian apabila koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara sumber daya manusia dengan kualitas pelayanan. c) Koefisien regresi budaya organisasi sebesar 0,340 menunjukkan bahwa apabila budaya organisasi mengalami peningkatan 1%, maka kualitas pelayanan sebesar 0,340. Perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh 1) Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh sumber daya manusia (X1) terhadap kualitas pelayanan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel pengaruh sumber daya manusia (X1) ditemukan Thitung = 5,167 lebih besar t table =2,028 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,000 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengaruh sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kualitas pelayanan (Y). 2) Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh budaya organisasi (X2) terhadap kualitas pelayanan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X2) ditemukan Thitung = 2,169 lebih besar Ttable = 2,028 dan tingkat Sig. =0,037. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b2=0) ditolak dan Ha(b2≠0) diterima yaitu variabel budayaorganisasi (X2) berpengaruh positif secaraparsial terhadap kualitas pelayanan(Y). Hal ini berarti besarnya pengaruh sumber daya manusia dan budaya organisasi terhadap kualitas pelayanan adalah 82% sedangkan 18% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwaPelaksanaan pelayanan kepada masyarakat atau publik telah menjadi isu strategis, karena tingkat kinerja kualitas pelayanan akan menetukan baik buruknya suatu pelayanan kepada masyarakat dan pada gilirannya menentukan citra dari aparatur sipil negara. Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Pada dasarnya harapan masyarakat Kabupaten Rote Ndao adalah perkiraan atau keyakinan masyarakat tentang pelayanan yang diterimanya akan memenuhi harapan. Kepuasan masyarakat dapat diketahui dengan melihat kualitas pelayanan dari masing-masing indikator yang telah ditentukan, dimulai dengan menganalisis setiap item atau sub indikator yang ada dalam setiap indikator. Dengan kesimpulan tersebut saran dari penelitian ini adalah 1) Memberikan kesempatan kepada pegawai untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui pendidikan dan pelatihan. 2) Diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pegawai agar dapat mengutarakan pendapat demi kenyamanan, dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing 3) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, harus mampu membekali setiap pegawai dengan pengetahuan dan kemampuan yang profesional dalam melayani masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh budaya organisasi, gaya kepemimpinan, sistem informasi akuntansi dan standar akuntansi pemerintah terhadap kinerja organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Objek dalam penelitian ini adalah Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang.Responden diminta untuk menjawab daftar pernyataan dalam formulir kuesioner. Penyebaran kuesioner sebanyak 128 responden ke seluruh bagian sekretariat Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang.Pengelolahan dan analisis data menggunakan metode regresi linear berganda dengan SPSS versi 25.0. Hasil berdasarkan uji analisis data menunjukan bahwa variabel t bugaya organiasi, gaya kepemimpinan, sistem informasi akuntansi dan standar akuntansi pemerintah berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Berdasarkan nilai uji t menunjukan bahwa variabel budaya organisasi, gaya kepemimpinan, sistem informasi akuntansi dan standar akuntansi pemerintah berpengaruh secara simultan terhadap kinerja organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Pengujian yang telah dilakukan ini menunjukan bahwa H1, H2, H3, H4 diterima dan H0 ditolak artinya kinerja organisasi berpengaruh positif dan signifikan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Efektivitas Penerapan Akuntasi Sektor Publik (Studi Kasus Pada Skpd Kabupaten Sabu Raijua)” Budaya organisasi adalah suatu sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota organisasi yang membedakan dengan organisasi lainnya. Warididn dan Masrurukhin (2006) menyatakan budaya organisasi diartikan sebagai nilai-nilai, simbolsimbol yang dimengerti dan dipatuhi bersama, yang dimiliki suatu organisasi sehingga anggota organisasi merasa satu keluarga dan menciptakan suatu kondisi anggota organisasi tersebut merasa berbeda dengan organisasi lain, Efektivitas penerapan akuntansi dapat dipengaruhi oleh budaya organisasi. Budaya organisasi tersebut berpengaruh terhadap tindakan manajer, pengambilan keputusan, dan juga termasuk pemilihan sistem kontrol. Dengan demikian, budaya organisasi mempengaruhi perilaku pekerja untuk efektivitas praktek akuntansi, seperti, integrasi informasi keuangan, pembentukan pelaporan, diseminasi laporan keuangan, informasi akuntansi dapat dipercaya (Hanpuwadal, Nupakorn dan Ussahawanitchakit, Phapruke, 2010), yang menjadi persoalan dalam penelitian ini, yaitu bagaimana Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Evektifitas Penerapan Akuntansi Sektor Publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh budaya organisasi terhadap evektifitas penerapan akuntansi sektor publik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap penerapan efektivitas akuntansi sektor public. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan regresi linear sederhana, sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: Hasil penelitian ini membuktikan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap efektivitas penerapan akuntansi sektor publik dimana nilai sig sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya
kepemimpinan, motivasi kerja dan budaya organisasi dengan kepuasan kerja
pegawai di sekolah usaha perikanan menengah (supm) kupang. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner.
Gaya Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja dan
kepuasan dalam bekerja, Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap
karyawan adalah budaya organisasi yang baik. Suatu instansi dapat berkembang
jika dalam segala kegiatan didukung oleh motivasi dan budaya organisasi dari para
karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan motivasi kerja adalah dengan
memperhatikan kepuasan kerja karyawan. Gaya kepemimpinan merupakan salah
satu komponen penting untuk meningkatkan motivasi dan kepuasan dalam bekerja
di tempat kerja. Selain itu, budaya organisasi juga perlu diperlihatkan karena
budaya organisasi yang baik dari para karyawan lebih meningkatan kinerja
terutama saat pandemi covid-19 saat ini.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya
kepemimpinan, motivasi kerja dan budaya organisasi dengan kepuasan kerja pegawai serta bagaimana hubungan antara ketiga variabel tersebut pada kepuasan
kerja di sekolah usaha perikanan menengah (supm) kupang.
Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah gaya kepemimpinan, motivasi
kerja, dan budaya organisasi dengan kepuasan kerja.
• Menurut Badeni (2017:149) gaya kepemimpinan merupakan keseluruhan
pola tindakan pemimpin secara eksplisit dan implisit.
• Menurut Badeni (2017:77) Motivasi adalah kemauan untuk mengelurkan
upaya yang tinngi untuk mencapai tujuan organisasi.
• Menurut Krietner dan kinicki dalam Zuki (2016:33) mengatakan Budaya
Organisai adalah suatu wujud anggapan yang dimiliki,diterima secara
implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut
rasakan,pikirkan dan bereaksi terhadap lingkungannya yang beraneka
ragam.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan
sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada SUPM
Kupang yang berjumlah 40 orang.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada
responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi Product
Moment Pearson dengan menggunakan bantuan program SPSS. Dalam analisis
pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif persentase diketahui bahwa
Gaya Kepemimpinan pada Supm Kupang berada dalam kategori baik, Motivasi
kerja karyawan dalam kategori cukup baik, dan budaya organisasi dalam ketegori
baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan
teknik analisis uji korelasi Product Moment Pearson diketahui bahwa Gaya
kepemimpinan mempunyai hubungan positif dengan Kepuasan kerja Berdasarkan
hasil perhitungan pada tabel 4.31 di dapatkan nilai korelasi sebesar 0,597 yang
artinya terdapat hubungan yang kuat antara gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja
sedangkan dari output juga dapat dilihat bawha nilai uji signifikansi 2-arah (sig 2-
tailed) bernilai 0,000 < 0,05 (H0 ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara variabel gaya kepemimpinan dan variabel
kepuasan kerja.
Berdasarkan pada tabel 4.32 nilai korelasi product moment pearson sebesar
0,565 yang artinya terdapat yang kuat antara motivasi kerja dan kepuasan kerja.
korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Nilai
signifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti
H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat
signifikan antara variabelmotivasi kerja dengan variabel kepuasan kerja.
Berdasarkan pada tabel 4.33 nilai korelasi product moment pearson sebesar
0,595 yang artinya terdapat yang kuat antara budaya organisasi dan kepuasan kerja.
korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Nilai
signifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti
H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat
signifikan antara variabel budaya organisasi dengan variabel kepuasan kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI, TERHADAP KINERJA PEGAWAI Studi Kasus Karyawan Tetap Pada PT. TELKOM WITEL NTT ( Kupang ) Skripsi ini ditulis oleh RIKARDUS JEHADUT, NIM 17412094 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai. Populasi penelitian ini adalah seluruh Karyawan Tetap Pada PT. TELKOM WITEL NTT ( Kupang ) yang berjumlah 72 orang. Sampel yang diambil 30 respomdem. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan kuesioner, sedangkan dalam pembahasannya alat analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis dapat ketahui konstan regresi a sebesar 48.399 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0,145 b² adalah 0,002. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kecerdasan emosional (X1) dan budaya organisasi (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= 48.399 + 0,145 X1 + 0,002 X2 + e. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan dan parsial kecerdasan emosional dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada PT. Telkom Witel NTT Kupang. Pada uji (t) menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kecerdasan emosional (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kecerdasan emosional (X1) nilai t hitung = 5.513 lebih besar t table = 0,804 dan tingkat Sig. = 0,000 Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima yaitu variabel kecerdasan emosiona (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Uji hipotesis kedua yaitu ada budaya organisasi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X2) nilai t hitung = 5,513 lebih besar t table = 0,074 dan tingkat Sig. = x 0,942 Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima yaitu variabel budaya organisasi (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terahir pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.154 atau 15,4% Hal ini berarti besarnya pengaruh kecerdasan emosional dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai adalah 15,4% Sedangkan pengaruh sebesar 2,87% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, Budaya Organisasi, Kinerja Pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan komitmen organisasional budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang. Adapun objek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah KSP. Kopdit Swati Sari Kupang. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah kuesioner yang diisi secara mandiri oleh 30 orang responden dengan menggunakan angket tertutup. Alat analisis yang digunakan adalah uji korelasi dengan skala ordinal. Hasil dari penelitian ini membuktikan dan memberi kesimpulan bahwa: (1) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (2) budaya organisasi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (3) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan singnifikan dengan budaya organisasi pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian bagian organisasi Munandar (2001:263) mengemukakan bahwa motivasi merupakan faktor-faktor yang mengarahkan dan mendorong perilaku atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk usaha yang keras.Kondalkar (2007:54) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja kpegawai, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kab. Alor Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu spss. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya organisasi berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai dengan nilai konstanta sebesar 8,883 yang menunjukan bahwa ketika semuah jika variabel bebas 0 maka besar kinerja Y adalah 8,883 ditambah dengan variance yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas. Koefesien regresi X1 sebesar -0,038 menyatakan bahwa apabila penurunan variabel Budaya Organisasi (X1) sebesar satu satuan maka akan menyebabkan penunuran kinerja sebesar -0,038 satuan dengan asumsi semua variabel konstan. Koefesian regresi Motivasi kerja (X2) sebesar 0,551 menyatakan bahwa apabila peningkatan variabel Motivasi kerja (X2) sebesar satu satuan maka akan menyebabkan kenaikan kinerja sebesar 0,551 satuan dengan asumsi semua variabel konstan. dan nilai thitung < ttabel (t-hitung -0.210 < t-tabel 1.70113) untuk variabel budaya organisasi (X1) atau Ha ditolak dan H0 diterima, dan nilai sig. 0,835>0,05 dan nilai thitung > ttabel (2,542>1,70113) untuk variabel motivasi kerja (X2) atau H0 ditolak dan Ha diterima.
Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi instansi maka perusahaan harus memperhatikan dan meningkatkan motivasi kerja karyawan diantaranya gaji, hubungan kerja, pengakuan atau penghargaan, dan peluang untuk maju karena berdasarkan hasil penelitan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Analisis Hubungan Budaya Organisasi dan Pemberdayaan Karyawan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT.Nindya Karya (Persero) Cabang Kupang. Skripsi ini ditulis oleh RUNITA RAWA MANDAPU, NIM 17412139 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW).
Latar belakang dalam penelitian ini yaitu rasa berdaya dan tanggung jawab tidak dimiliki anngota tim maka tidak akan pernah menyadari potensinya untuk berkembang,selain itu juga kurang mendapatkan pengalaman atas masalah dan kurang menyadari bahwa tugas tersebut sangat berarti bagi tim dalam sebuah organisasi. Jika rasa penguatan dan kewajiban terkandung dalam suatu kelompok kerja, maka kemampuan dalam menyelesaikan siklus kerja akan meningkat dan kesadaran berkembang menjadi bagian penting dalam kerja sama, dan pergaulan juga akan lebih berhasil. Oleh karena itu sesuai dengan perkembangan zaman,tidak dapat dihindari bahwa semua komponen latihan ,termasuk organisasi, harus menjaga standar atau bahkan harus mengimbangi adanya upaya perubahan yang diakibatkan globalisasi.
Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemui dilokasi penelitian yaitu apakah budaya organisasi mempunyai hubungan terhadap kepuasan kerja karyawan dan Apakah pemberdayaan karyawan mempunyai hubungan terhadap kepuasan kerja karyawan. Kemudian penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan budaya organisasi,pemberdayaan karyawan terhadap kepuasan kerja pada PT.Nindya karya (persero) Cabang Kupang. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) menggunakan Statistik Deskriptif dengan bantuan tabel dalam jumlah persentase. Penelitian ini dilakukan di PT.Nindya Karya (persero) Cabang Kupang dan populasi dari penelitian ini sebanyak 102 orang sehingga ditarik jumlah sampel dari penelitian inidengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 45 orang sebagai responden. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan kuesioner.
Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis korelasi linear sederhana. Dari hasil penelitian yang dilakukan hasil output/uji korelasi dimana nilai signifikansi lebih besar dari tingkat alpha ( 0,070>0,05), maka kesimpulannya adalah menolak Ha dan menerima H0 yang berarti bahwa tidak terdapat korelasi atau hubungan antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja karyawan pada PT.Nindya Karya (persero) cabang kupang. Terlihat nilai pearson correlationsebesar 0,273 yang berarti kekuatan hubungan antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja termasuk dalam kategori korelasi lemah. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik budaya organisasi maka semakin tinggi kepuasan kerja karyawan.
Maka sebaliknya jika budaya organisasi tidak baik maka kepuasan kerja karyawan pun menurun. Sedangkan dari hasil output/uji korelasi dimana nilai signifikansi lebih besar dari tingkat alpha ( 0,418>0,05), dimana nilai ini lebih besar dari 0,05 ( 0,418>0,05) maka kesimpulannya adalah menolak Ha dan menerima H0 yang berarti tidak terdapat korelasi atau hubungan antara pemberdayaan karyawan dengan kepuasan kerja karyawan pada PT.Nindya Karya (persero) cabang kupang. Terlihat nilai pearson correlationsebesar -0,124 yang berarti kekuatan hubungan antara pemberdayaan karyawan dengan kepuasan kerja termasuk dalam kategori korelasi sangat lemah. Karena pearson correlation bernilai negatif, maka arah hubungan dari keduanya adalah hubungan tidak searah yang berarti semakin tinggi pemberdayaan karyawan maka semakin rendah kepuasan kerja karyawan. Dan sebaliknya jika pemberdayaan karyawan rendah maka kepuasan kerja karyawan akan semakin tinggi. Melalui penelitian ini, penulis menyampaikan beberapa saran yang kiranya dapat membantu pihak PT.Nindya Karya yang dijadikan sebagai input yaitu dengan diketahui bahwa budaya organisasi dan kepuasan kerja dalam korelasi lemah. Hal ini perlu diperhatikan, bahkan ditingkatkan agar budaya organisasi dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan dapat tetap terjaga dengan baik. Dan dengan diketahui bahwa Pemberdayaan karyawan berada dalam korelasi lemah, maka perlu diperhatikan agar pemberdayaan karyawan yang dialami karyawan tidak semakin tinggi, terutama pada indikator pertanggunggjawaban. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak berlarut-larut dengan pendekatan pemberdayaan karyawan yang telah dijelaskan dalam landasan teori.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Paradigma layanan publik berevolusi dari layanan yang terpusat untuk memberikan fokus yang lebih berorientasi pada layanan dalam mengelola pemerintah yang didorong oleh pelayanan kepada masyarakat. Untuk terwujudnya implementasi pelayanan publik diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kemampuan untuk melayani, memenuhi kebutuhan, merespons pengaduan masyarakat secara memuaskan, sesuai dengan harapannya melalui kebijaksanaan, instrumen hukum yang dijadikan referensi dalam control ( Hadian,2017). Kinerja adalah ukuran keberhasilan suatu organisasi, baik secara organisasi produksi atau organisasi penyedia layanan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah salah satu organisasi yang bergerak dibidang layanan yang juga membutuhkan kinerja sebagai tolak ukur keberhasilannya ( Pawirosumanto & Sarjana, 2017) Indikator untuk mengukur kinerja pegawai meliputi kualitas kerja yang artinya mutu pekerjaan yang dihasilkan, kuantitas kerja yang artinya upaya untuk meningkatkan angka unit yang diproduksi dan hasil dari aktifitas kerja, lalu ketepatan waktu artinya ketepatan memaksimalkan waktu yang tersedia, menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat dan mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan kebutuhan dan efektivitas artinya menggunakan fasilitas yang tersedia dan memaksimalkan pekerjaan yang diselesaikan. Dewasa ini muncul beberapa fenomena dalam organisasi salah satunya belum optimalnya kinerja pegawai. Indikasinya tercermin dari rendahnya tingkat ketercapaian sasaran kerja pegawai dengan target yang telah ditetapkan ( Sari & Hadijah,2016).
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu instansi pemerintah yang melayani administrasi publik. Pelayanan publik ini meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pendaftaran penduduk meliputi pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Surat Pindah, sedangkan pencatatan sipil meliputi pembuatan kutipan akta kelahiran, kutipan akta kematian, kutipan akta perceraian, pencatatan pengakuan anak dan pengesahan anak, pencatatan perubahan nama, dan pencatatan perubahan kewarganegaraan. Budaya organisasi merupakan sistem makna bersama yang dianut oleh seluruh anggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain. Penerapan budaya organisasi yang kondusif dan menyenangkan dapat menjadi kekuatan yang mampu mengarahkan perilaku karyawan pada pencapaian tujuan organisasi melalui kinerja yang diberikan (Donny & Tri,2017). Budaya organisasi yang kuat berguna untuk mengarahkan perilaku, karena membantu karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik sehingga setiap karyawan di awal karirnya perlu memahami budaya organisasi dan bagaimana budaya itu diterapkan didalam perusahaan(Paramita, Lumbanraja & Absah, 2018). Tanpa adanya budaya organisasi jalannya roda perusahaan tidak memiliki pedoman atau acuan dalam bertindak dan mememcahkan masalah. Selain berpegang pada budaya organisasi, pihak manajemen perlu memberikan kepuasan kerja pada setiap karyawannya seperti memberikan gaji yang dikenal signifikan, tetapi kompleks secara kognitif dan merupakan faktor multidimensi, kemudian promosi jabatan yang membuat karyawan berlomba-lomba dalaam melakukan yang terbaik atas rekam jejak kinerjanya supaya mendapatkan reward naik jabatan atau promosi jabatan, dan kondisi kerja yang baik.
Faktor kepuasan kerja pegawai sangat penting artinya bagi perusahaan karena dengan adanya kepuasan bagi pegawai, diharapkan nantinya akan semakin meningkatkan kinerja dan berimbas pada peningkatan produktivitas perusahaan secara menyeluruh atau dalam ilmu manajemen jasa dikenal dengan istilah “ happy employee, happy customer”, yang berarti sebelum memuaskan pelanggan, harus terlebih dahulu member kepuasan bagi pekerja, sehingga pekerja pun akan dengan senang hati dan tulus ikhlas member pelayanan yang optimal bagi customernya ( Ima & Gawi, 2016). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Pengaruh Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik pengambilan data kusioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 49 orang dan jumlah populasi sebanyak 49 orang karyawan yang bekerja di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka.
Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhada kinerja pegawai Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka. Sedangkan secara simultan budaya organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 10.490 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.211.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan budaya organisasi (X1) dan kepuasan kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 10,490+ 0,211 X1 + 0,452 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh budaya organisasi (X1) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X1) ditemukan t hitung = 3.341 lebih besar t table = 2.4048 dan tingkat Sig. = 0,002.berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh rekan kerja (X2) terhadap keputusan kerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kepuasan kerja (X2) ditemukan t hitung = 6.525 lebih besar t table = 2.4048 dan tingkat Sig. = 0,000. Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 22.164 lebih besar F tabel = 5.93 dan tingkat Sig. = 0,000). berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2 ) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.833 atau 82,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai adalah 82,6%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk menegetahui Seberapa besar peranan budaya organisasi terhadap loyalitas pada PT. Bank NTT cabang Oelamasi Kabupaten Kupang, dan Untuk Mengetahui Seberapa besar peranan pengembangan karir terhadap loyalitas pada PT. Bank NTT cabang Oelamasi Kabupaten Kupang. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalah PT Bank NTT adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang Jasa seperti perbankan dengan ukran yang besar tentunya memrlukan karyawan yang cukup banyak. Dengan demikian faktro sumber daya manusia yang ada harus dapat di kelolah dan dipeliharadengan sebaik baiknya oleh perusahaan agar dapat bekerja secara optimal tanpa adanya masalah yang berarti serta karyawan tersebut diharapkan memiliki loyalitas kerja yang tinggi terhadap perusahaan, sehingga tujuan perusahaan dapat terwujut. Pesaingan perbankan di Indonesia dewasa ini baik perbankan konvensional dan syariah sangat intens dan ketat. Berdasarkan data situs Bank NTT terdapat 22 kantor cabang di Propinsi Nusa Tenggara Timur dan PT bank NTT cabang Oelamasi merupakan salah satu cabang dari 22 jaringan kator cabang PT Bank NTT. Salah satu faktor yang menentukan tercapainya tujuan dari suatu organisasi adalah loyalitas para pegawainya. Dengan adanya loyalitas dan sikap kerja yang positif, pegawai tersebut akan selalu melaksanakan pekerjaan dengan baik, sehingga pegawai merasakan adanya kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan. Selama ini manajemen PT. Bank NTT Cabang Oelmasi selalu melakukan sistem training atau pelatihan untuk karyawan baru. Sistem training tersebut dilaksanakan selama tiga bulan 16 yang bertujuan untuk mengenalkan karyawan baru dengan pekerjaannya agar ia lebih cekatan dan terampil dalam menghadapi pekerjaan tersebut, selain itu training juga dilaksanakan agar karyawan memahami sasaran apa yang ingin dicapai oleh perusahaan dan training juga dilaksanakan selama tiga bulan dan dalam pelakasanaan training dilksanakan dengan baik maka perusahaan akan menberikan SK 80 % kepada yang bersangkutan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Seberapa besar peranan budaya organisasi terhadap loyalitas pada PT. Bank NTT cabang Oelamasi Kabupaten Kupang dan Seberapa besar peranan pengembangan karir terhadap loyalitas pada PT. Bank NTT cabang Oelamasi Kabupaten Kupang dapat di buat kesimpulan sebagai berikut : Responden yang merupakan karyawan–karyawati di Bank NTT Cabang Oelamasi menunjukan pernyataan yang baik terhadap setiap item jawaban yang diberikan. Nilai Hasil Pengujian H1 menunjukan variabel Budaya Organisasi (X1) terhadap variabel Loyalitas (Y) sebesar 0,369, hasil ini menunjukan bahwa peranan budaya oraganisasi memiliki hubungan yang kuat sehingga dapat meningkatkan loyalitas kerja karyawan Bank NTT cabang Oelamasi sehingga Hasil dari penelitian H1 menunjukan bahwa peranan budaya oraganisasi sangat kuat sehingga dapat meningkatakan loyalitas kerja karyawan Bank NTT cabang Oelamasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variabel Pengembangan Karir (X2) terhadap variabel Loyalitas (Y) sebesar 0,386. Hasil ini menunjukan bahwa Pengembangan Karir memiliki korelasi terhadap Loyalitas kerja Karyawan Bank NTT Cabang Oelamasi.Sehingga Hasil dari penelitian H2 menunjukan bahwa Pengembangan Karir memiliki korelasi terhadap Loyalitas kerja Karyawan Bank NTT Cabang Oelamasi.