BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk
kerukunan antarumat beragama serta upaya mempertahankan kerukunan tersebut
dalam kehidupan masyarakat Kampung Seydon dan Kampung Weileng,
Kecamatan Alor Barat Laut. Fokus penelitian meliputi kerukunan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, kehidupan beragama, kerja
sama sosial lintas agama, dialog antarumat beragama, serta mekanisme
penyelesaian konflik berbasis adat, budaya, dan nilai keagamaan. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tokoh
masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan warga, serta observasi dan
dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunan antarumat beragama di
Kampung Seydon dan Weileng terwujud secara nyata dalam kehidupan sehari-
hari. Masyarakat mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila,
khususnya persatuan, kemanusiaan, dan musyawarah, tanpa membedakan latar
belakang agama. Kerja sama lintas agama terlihat dalam kegiatan sosial seperti
kerja bakti, pembangunan fasilitas umum, dan pelestarian lingkungan, yang
melibatkan umat Kristen dan Islam secara aktif dan setara. Dialog dan
musyawarah lintas agama menjadi sarana utama dalam mencegah konflik dan
menyelesaikan permasalahan secara damai. Selain itu, adat dan budaya lokal,
seperti sumpah adat dan upacara perdamaian, berperan penting sebagai pengikat
moral dan spiritual dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerukunan umat beragama di Kampung
Seydon dan Weileng merupakan proses sosial yang berkelanjutan, dibangun
melalui sikap saling menghormati, keterbukaan, dialog, kerja sama sosial, serta
dukungan kuat dari tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Kerukunan tersebut
tidak hanya menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis, tetapi juga
menjadi teladan bagi penguatan persatuan dan integrasi sosial di tengah
masyarakat multikultural.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-
bentuk kontribusi perempuan dalam pengajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK)
di Jemaat GMIT Kota Kupang dari tahun 2020 sampai 2025. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 20 informan
(pendeta, majelis jemaat, dan jemaat perempuan), observasi lapangan, dan
dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik dengan tahapan
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kontribusi perempuan dalam pengajaran PAK sangat
signifikan dan multidimensi. Bentuk kontribusi meliputi: (1) peran sebagai
pengajar langsung dalam berbagai kelompok usia (PAR, Taruna, Katekisasi)
dengan pendekatan kreatif dan kontekstual; (2) peran sebagai pemimpin,
penggagas, dan inovator program pelayanan PAK; (3) peran sebagai pendidik
utama dalam keluarga yang menjadi fondasi pendidikan iman anak; serta (4) peran
sebagai integrator pengajaran dalam tugas pastoral dan diakonia. Kepekaan
emosional, kemampuan multitasking, ketekunan, dan totalitas menjadi
karakteristik yang mendukung efektivitas kontribusi mereka. Tantangan utama
yang dihadapi meliputi konflik peran, keterbatasan literatur, dan tekanan sosial-
keluarga, namun didukung oleh kepercayaan jemaat, jejaring internal, dan
landasan teologis yang inklusif. Kontribusi perempuan memberikan dampak nyata
terhadap pembentukan iman generasi muda, penguatan keluarga Kristen,
dinamika pelayanan, dan pemberdayaan sesama perempuan. Penelitian ini
merekomendasikan peningkatan dukungan sarana, pelatihan berkelanjutan, dan
penguatan kolaborasi untuk mengoptimalkan peran strategis perempuan dalam
pendidikan iman jemaat.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN,
PENGEMBANGAN KARIR DAN KOMPENSASI KARYAWAN
TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PADA PT. CIPTA LAKU
LESTARI
Dalam era globalisasi saat ini, dunia kerja mengalami perubahan yang
sangat cepat seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya persaingan
bisnis. Setiap perusahan dituntut untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang
berkualitas, berkomitmen tinggi, dan loyal terhadap organisasi.
PT. Cipta Laku Lestari adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang
produksi dan distribusi sabun dan deterjen. Perusahaan ini berlokasi di Kupang,
Nusa Tenggara Timur, Indonesia dan memiliki fokus pada kegiatan usaha seperti
produksi sabun dan deterjen serta distribusi produk tersebut ke pengecer dan
konsumen akhir. PT. Cipta Laku Lestari juga dikenal sebagai distributor barang-
barang kelontong seperti mie instan dan sabun, menandakan perannya dalam rantai
pasok barang kebutuhan sehari-hari di wilayah tersebut.
Pada penelitian ini peneliti memilih meneliti pada PT Cipta Laku Lestari,
dikarenakan PT Cipta Laku Lestari Kupang merupakan salah satu perusahaan yang
bergerak dalam bidang distribusi dan perdagangan, tentu sangat bergantung pada
kinerja sumber daya manusianya. Dalam menjalankan aktivitas usahanya,
perusahaan ini memiliki karakteristik pekerjaan yang beragam sesuai dengan posisi
dan tanggung jawab masing-masing karyawan. Selain itu, perusahaan juga terus
berupaya mengembangkan karir karyawan serta memberikan kompensasi
karyawan yang layak sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka. Ketiga
aspek tersebut menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi tingkat loyalitas
karyawan terhadap perusahaan, sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut dalam
konteks PT Cipta Laku Lestari.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Galang Supra Yudha, Rike
Kusuma Wardhani, dan Nuraidya Fajariah (2022) dengan judul “Pengaruh
Karakteristik Pekerjaan, Pengembangan Karir, dan Kompensasi Terhadap
Loyalitas Karyawan pada PT. Shopee Express Hub Kediri”. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa karakteristik pekerjaan berpengaruh signifikan dan positif
terhadap loyalitas karyawan dengan nilai uji t sebesar 0,002<0,05, sebaliknya
pengembangan karir tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap loyalitas
karyawan dengan nilai uji t sebesar 0,461>0,05, sebaliknya kompensasi karyawan
memiliki Pengaruh secara langsung terhadap loyalitas karyawan dengan nilai uji t
sebesar 0,003<0,05. Namun secara simultan, Karakteristik Pekerjaan,
Pengembangan Karir, dan Kompensasi karyawan berpengaruh positif terhadap
Loyalitas Karyawan sebesar 24,5%.
Penelitian lainnya oleh Viola Herliana Dan Indra Budi Sumantoro (2024)
dengan judul “Pengaruh Kompensasi, Job Security, Dan Pengembangan Karir
Terhadap Loyalitas Karyawan pada Lampung Post”. Hasil dari penelitian
menyimpulkan bahwa nilai uji T hitung sebesar 0,713 < uji T table sebesar 1,650
dan nilai signifikansi 0,476 > 0,05 menunjukkan bahwa secara parsial kompensasi
karyawan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan pada
Lampung Post. Sebaliknya Job Security Dan Pengembangan Karir berkontribusi
signifikan terhadap loyalitas karyawan sebesar 71%, dengan pengembangan karir
memiliki pengaruh paling besar diantara ketiga variabel. Yang menunjukkan bahwa
job security dan pengembangan karir berpengaruh terhadap loyalitas karyawan
pada lampung post.
Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini, peneliti akan
membahas tentang “Analisis Pengaruh Karakteristik Pekerjaan,
Pengembangan Karir Dan Kompensasi Karyawan Terhadap Loyalitas
Karyawan Pada PT. Cipta Laku Lestari”.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Cipta Laku
Lestari, yang berjumlah 257 orang, dengan sampel yang menggunakan rumus
slovin sebanyak 72 karyawan di PT Cipta Laku Lestari. Teknik pengumpulan
analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
antara Karakteristik Pekerjaan, Pengembangan Karir dan Kompensasi Karyawan
Terhadap Loyalitas Karyawan, peneliti menggunakan uji Analisis Regresi Linear
Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F), dan Koefisien Determinasi (R2).
Dari hasil penelitian yang digunakan peneliti dapat menyimpulkan bahwa
secara parsial Karakteristik Pekerjaan (X1) berpengaruh berpengaruh signifikan
dan positif terhadap Loyalitas Karyawan (Y), Pengembangan Karir (X2)
berpengaruh signifikan dan positif terhadap Loyalitas Karyawan (Y), dan
Kompensasi (X3) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Loyalitas Karyawan
(Y). Sedangkan secara simultan Karakteristik Pekerjaan (X1), Pengembangan Karir
(X2) dan Kompensasi (X3) memiliki pengaruh signifikan terhadap Loyalitas
Karyawan pada PT. Cipta Laku Lestari. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil
pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstanta
sebesar 24,207 poin sedangkan koefisien regresi b1 = 0,838; b2 = 0,712; dan b3 =
1,189. Dengan demikin persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan
pengaruh Karakteristik Pekerjaan (X1), Pengembangan Karir (X2), dan
Kompensasi (X3) terhadap Loyalitas Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y=
24,207 + 0,838 X1 + 0,712 X2 + 1,189 X3 +e.
Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu Karakteristik Pekerjaan (X1)
berpengaruh terhadap Loyalitas Karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel
Karakteristik Pekerjaan (X1) Nilai T hitung 6,053 > 1.995 dengan tingkat sig 0,000
< 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial Karakteristik
Pekerjaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap Loyalitas Karyawan.
Berikutnya hasil uji hipotesis kedua yaitu Pengembangan Karir (X2) ditemukan
Nilai T hitung 3,657 > 1,995 dengan tingkat sig 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan
Ha diterima, artinya secara parsial Pengembangan Karir berpengaruh signifikan
terhadap Loyalitas Karyawan. Dan hasil uji hipotesis ketiga yaitu Kompensasi (X3)
ditemukan Nilai T hitung 6,701 > 1,995 dengan tingkat sig 0,000 < 0,05, maka H0
ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial Kompensasi berpengaruh signifikan
terhadap Loyalitas Karyawan.
Untuk pengujian F, dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka
perolehan F hitung 227,880 > F tabel 2,74 dan tingkat Sig. F 0,000 < 0,05. Maka, H0
(b1= 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima. Artinya bahwa secara simultan
karakteristik pekerjaan (X1), pengembangan karir (X2), dan kompensasi (X3)
berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap loyalitas karyawan (Y). Dan
hasil hitung koefisien determinasi (R²) diperoleh nilai adjusted R2 adalah 0,906 atau
90,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh karakteristik pekerjaan, pengembangan
karir dan kompensasi terhadap loyalitas karyawan adalah 90,6% . Sedangkan
pengaruh sebesar 9,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam
penelitian ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media pembelajaran visual gambar dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas II pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di Sekolah Dasar Negeri Kuasaet, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang Tahun Ajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya keaktifan belajar siswa yang ditandai dengan minimnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, seperti kurangnya keberanian bertanya, menjawab pertanyaan, serta mengemukakan pendapat. Kondisitersebutdisebabkanolehpenggunaanmetodepembelajaranyang masih bersifat konvensional dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang menarik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 16 siswa kelas II SD Negeri Kuasaet. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas guru dan keaktifan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran visual gambar dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa secara signifikan. Peningkatan terlihat pada aspek keaktifan fisik, seperti membaca, mendengarkan, menulis, dan memberi tanggapan, serta pada aspek keaktifan psikis, seperti memperhatikan, berpikir, dan mengingat materi pembelajaran. Penggunaan media visual gambar mampu menarik perhatian siswa, mempermudah pemahaman materi, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan. Dengan demikian, media pembelajaran visual gambar efektif digunakan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di sekolah dasar.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA
ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA
PT.RAMAYANA LESTARI SENTOSA TBK KOTA KUPANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan
dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Ramayana Lestari
Sentosa Tbk Kota Kupang. Dalam dunia bisnis yang kompetitif, sumber daya
manusia merupakan faktor penentu keberhasilan organisasi. Oleh karena itu, kepemimpinan yang efektif dan budaya organisasi yang kuat menjadi dua
komponen penting dalam mendorong peningkatan kinerja karyawan. PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk merupakan salah satu perusahaan ritel besar di
Kota Kupang yang memiliki lebih dari 60 karyawan dengan berbagai latar
belakang pendidikan dan usia, sehingga dinamika hubungan antara pemimpin dan
bawahan menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasional perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
deskriptif dan verifikatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan
PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang yang berjumlah 43 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus, sehingga
seluruh populasi dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang
berisi indikator-indikator dari variabel gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan kinerja karyawan. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda, uji t (parsial), uji F (simultan), dan koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui
besarnya pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Artinya, semakin baik gaya
kepemimpinan yang diterapkan oleh manajemen, maka semakin tinggi pula
tingkat kinerja karyawan. Pemimpin yang mampu memberikan arahan, menjadi
teladan, dan memberikan dukungan emosional terbukti mampu menciptakan
motivasi kerja dan meningkatkan loyalitas bawahan. Selanjutnya, budaya
organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Budaya organisasi yang menekankan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, komunikasi yang baik, dan fokus terhadap hasil mampu meningkatkan
produktivitas dan kualitas kerja karyawan. Secara simultan, gaya kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi pengaruh sebesar 92%, sedangkan sisanya sebesar 8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini
seperti motivasi, kompensasi, dan lingkungan kerja. Hasil ini membuktikan bahwa
kepemimpinan yang efektif dan budaya organisasi yang kuat merupakan pilar
utama dalam membangun kinerja yang optimal pada PT. Ramayana Lestari
Sentosa Tbk Kota Kupang. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkuat teori-teori kepemimpinan dan
perilaku organisasi yang menyatakan bahwa pemimpin berperan penting dalam
membentuk nilai, norma, dan perilaku kerja di lingkungan organisasi. Pemimpin
yang memiliki gaya partisipatif, komunikatif, dan berorientasi pada
pengembangan sumber daya manusia cenderung menciptakan budaya kerja yang
positif dan produktif. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap
pengembangan teori budaya organisasi yang amenekankan pentingnya keselarasan
antara nilai-nilai perusahaan dan perilaku individu dalam mencapai tujuan
bersama.
Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi kepada pihak
manajemen PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang untuk memperkuat
pola kepemimpinan yang lebih partisipatif, memberikan penghargaan kepada
karyawan berprestasi, serta menumbuhkan budaya kerja yang kondusif, terbuka, dan inovatif. Pimpinan perlu memperhatikan komunikasi dua arah agar tercipta
hubungan kerja yang harmonis antara atasan dan bawahan. Selain itu, budaya
organisasi yang berorientasi pada hasil dan kepentingan karyawan harus terus
dikembangkan untuk menjaga motivasi dan komitmen kerja. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan sebuah
organisasi tidak hanya ditentukan oleh strategi bisnis dan sumber daya fisik, tetapi
juga oleh kualitas kepemimpinan dan budaya organisasi yang mampu mendorong
karyawan untuk bekerja lebih produktif, inovatif, dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan lain yang ingin
meningkatkan kinerja karyawan melalui penerapan gaya kepemimpinan yang
efektif dan pembentukan budaya organisasi yang kuat
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BULU TANGKIS PADA
SISWA KELAS V SD NEGERI OTAN
Addy G.A.Koen1, David Loba 2, Jimmy Ch Atty, 3
Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Penelitian ini membahas tentang pembelajaran teknik dasar bulu
tangkis pada siswa kelas VI SD Negeri Otan
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran
teknik dasar bulu tangkis pada siswa kelas VI SD Negeri Otan. penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan
melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 7 orang
dan guru penjas orkes.
Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa proses
pembelajaran mengetahui pembelajaran teknik dasar bulu tangkis pada siswa
kelas VI SD Negeri Otan melibatkan beberapa tahapan, yaitu: (1) Tahap
persiapan, meliputi pemanasan dan penjelasan materi; (2) Tahap pelaksanaan,
meliputi latiha teknik teknik dasar bulu tangkis dengan bimbingan guru; dan (3)
Tahap penutup, meliputi evalusai dan pendinginan. Guru menggunakan berbagai
metode pembelajaran, seperti demonstrasi dan pemberian umpan balik. Siswa
menunjukan antusiasme dan moivasi yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran.
Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam proses pembelajaran, seperti
siswa tidak bisa melakukan teknik dasar bulu tangkis dengan baik dan benar.
Simpulan: Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam
proses pembelajaran teknik dasar bulu tangkis sudah terstruktur sesuai tahapan
demi tahapan. Dalam proses pembelajaran bulu tangkis di SD Negeri Otan yaitu:
1. Pendahuluan ada pemanasan dan Penjelasan materi/tujuan pembelajaran, 2. Inti
pembelajaran ada demonstrasi gerakan dan latihan bertahap dan 3. Penutup ada
pendinginan, evaluasi pembelajaran, pemberian tugas atau latihan mandiri dan
motivasi dan penutup. Hasil pembelajaran teknik dasar bulu semunya memenuhi
kriteria tuntas, dapat dilihat dari hasil observasi penilaian teknik dasar bulu
tangkis di SD Negeri Otan menggunakan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 75,
dari hasil penelianan dari 12 orang siswa semuahnya mampu melakukan teknik
dasar bulu tangkis dengan baik dan benar semuah siswa memenuhi kriteria tuntas
atau mendapat nilai 75 keatas
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
xiv
ABSTRAK
KEMAMPUAN SHOOTING PEMAIN SEPAK BOLA FKIP UKAW
Randi A.K. Lape1*, Anderias J. F. Lumba2, Andry Sinlaeloe3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Kemampuan shooting dalam sepak bola adalah keterampilan
teknis pemain dalam menendang atau menembak bola ke arah gawang lawan
dengan tujuan mencetak gol. Kemampuan ini mencakup aspek teknik, akurasi,
kekuatan, kecepatan, dan pengambilan keputusan saat melakukan tendangan.
Tujuan penelitian: (1) untuk mengetahui kemampuan shooting pemain sepak
bola FKIP UKAW.
Metode penelitian: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan persentase. Statistik
deskriptif adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang
pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, penafsiran, dan penarikan kesimpulan
dari data yang berbentuk angka-angka.
Hasil dan pembahasan: Shooting menggunakan punggung kaki bagian luar,
penelitian dengan 8 responden dari 2 responden memiliki jumlah nilai 21 kategori
baik nilai presentasi 25%, 2 responden memiliki nilai 12 dan 19 kategori sedang
nilai presetntasi 25%, , 3 responden memilki nilai 9,11 dan 13 kategori kurang
nilai prsentasi 37,5% sedangkan 1 responden memilki nilai 8 kategori buruk nilai
presentasi 12,5%.
Simpulan: tingkat kemampuan Shooting menggunkan punggung kaki bagian luar
2 responden dengan kategori baik dengan nilai presentasi 25%, 2 responden
dengan kategori sedang nilai presetntasi 25%, 3 responden dengan kategori
kurang nilai prsentasi 37,5% dan 1 responden dengan kategori buruk nilai
presentasi 12,5%. Dari 8 orang pemain dengan nilai prsentasi 100%
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul:” PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
DALAM PEMBUATAN E-KTP TERHADAP TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT
DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DI KOTA KUPANG”
Pelayanan publik tentu tidak terlepas dari kehidupan masyarakat karena pada
hakikatnya setiap manusia membutuhkan pelayanan publik sebagai bagian yang tidak
terpisahkan, tentunya pelayanan publik menjadi tugas utama dari instansi pemerintahan
karena fungsi utama pemerintahan guna melaksanakan segala kegiatan pemerintah yang
nanti hasilnya akan memberikan pelayanan kepada warga negara karena pelayanan
menjadi tangung jawab pemerintah.
Berdasarkan undang-undang nomor 25 tahun 2009 mengenai pelayanan publik,
dimana setiap penyelenggara pelayanan publik, baik yang memberikan pelayanan secara
langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat haruslah wajib menyusun,
menetapkan, maupun menerapkan standar pelayanan untuk setiap jenis pelayanan sebagai
tolak ukur dalam penyelenggaraan pelayanan disetiap instansi.
Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Nofa Irma Kumala, 2018)
yang menghubungkan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat dan
menunjukkan hasil bahwa kualitas pelayanan masyarakat berpengaruh terhadap
kepuasan, hasil penelitian menunjukan bahwa dari variabel bukti fisik menunjukan bahwa
tersedia fasilitas yang memadai dan nyaman seperti ruang tunggu pelayanan, tempat
parkir, tempat ibadah, dan toilet.lalu untuk variabel reabilitas menunjukan bahwa petugas
pelayanan melayani dengan tanggap dan dapat diandalkan dan pembuatan E-ktp tepat
pada waktunya, lalu untuk variabel daya tanggap menunjukan bahwa tersedianya layanan
informasi bagi pemohon seperti papan persyaratan, papan prosedur pelayanan, dan papan
jangka waktu penyelesaian,lalu petugas pelayanan memberikan pelayanan secara cepat
tanpa menunda pekerjaan, dan terdapat kotak pengaduan layanan, variabel jaminan
menunjukan hasil yang baik dimana petugas pelayanan memberikan penjelasan dan
informasi dengan sangat baik dan jelas dengan komunikasi yang baik, lalu kedisiplinan
petugas dalam bekerja dan kejujuran petugas juga keahlian maupun ketrampilan petugas
yang memadai, lalu variabel empati menunjukan petugas pelayanan sungguh-sungguh
mengutamakan kepentingan masyarakat, lalu jam operasional yang nyaman bagi semua
masyarakat dengan pelayanan yang berkualitas.
Salah satu pelayanan publik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kota
Kupang juga dituntut memberikan pelayanan yang berkualits dan sesuai dengan harapan
masyarakat kota Kupang. Maka kualitas pelayanan ini diukur menggunakan 5 dimensi
seperti wujud fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati.
Berdasarkan kebijakan dan kewenangan pemerintah pada Dinas Kependu dukan
dan Pencatatan Sipil kota Kupang maka pemerintah wajib melakukan pelayanan publik
kepada masyarakat seperti yang telah ditetapkan dalam perundang- undangan, tetapi
dalam jalanannya pelayanan terkadang didapati adanya persyaratan yang berbelit-belit,
lalu pelayanan yang terkadang terkesan lambat, selain itu jaringan yang tidak stabil
sehingga masyarakat harus menunggu sedikit lama, dan terkadang tidak transparansi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan
publik terhadap kepuasaan masyarakat pada kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil kota Kupang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
survey dan kuisioner dalam bentuk link google form yang disebarkan kepada masyarakat
yang datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, dengan
indikator yang digunakan ialah wujud fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan
empati.
Penelitian ini menggunakan teknik analisis regeresi linear sederhana antara
variabel kualitas pelayanan X dan Kepuasan masyarakat Y dengan SPSS 23 dan Excel
2010 sebagai alat bantu uji statistik.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang
berkunjung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang. Sampel dalam
penelitian ini ialah 100 orang.
Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling
yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu yang
relevan dengan tujuan penelitian karena tidak seluruh masyarakat kota Kupang memiliki
pengalaman dalam pembuatan E-ktp.
Hasil penelitian ini menunjukan indikator wujud fisik, kehandalan, ketanggapan,
jaminan, dan empati berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat di Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil di kota Kupang.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kepentingan akademik yang
kemudian dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi kedepannya.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Desa Benlutu, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan pada tahun 2024. BUMDes merupakan lembaga ekonomi desa yang dibentuk untuk mengelola potensi lokal secara profesional guna mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan BUMDes diharapkan dapat menjadi penggerak pembangunan ekonomi desa melalui pengelolaan unit usaha, pemanfaatan aset desa, serta pemberdayaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Desa, anggota pengurus BUMDes, anggota BPD, dan para aparat desa. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan peran BUMDes berdasarkan indikator modal, motivasi, kepemimpinan, sarana dan prasarana, partisipasi masyarakat, serta dukungan pemerintah desa, kemudian dikaitkan dengan indikator peningkatan pendapatan desa seperti hasil usaha, hasil aset desa, kerja sama, gotong royong, Dana Desa, dan Alokasi Dana Desa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Benlutu berperan cukup strategis dalam meningkatkan PADes melalui unit usaha penyewaan alat pertanian, penyewaan fasilitas desa, dan pengelolaan pasar desa. Keberadaan BUMDes dapat meningkatkan pendapatan desa secara bertahap serta menciptakan peluang kerja bagi masyarakat. Faktor utama yang mendukung adalah kemampuan sumber daya desa, serta keikutsertaan masyarakat dan bantuan dari pemerintah desa. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan modal, kapasitas manajerial pengurus, dan akses pasar yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan unit usaha agar peranan BUMDes dalam meningkatkan PADes dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
This research aims to identify the motivation and challenges faced by second-grade
students at UPTD SMP Negeri 2 Kupang in learning English. The study employed
a descriptive quantitative method using two instruments: a questionnaire and
interviews. The data were collected from 22 students as respondents. Which is
70.25% of students indicating a medium level of intrinsic motivation, and 68% of
students also indicating a medium level of extrinsic motivation. The results show
that 76.18% of the students have a high level of motivation in learning English,
indicating a generally positive attitude toward the subject. However, 73.63% of the
students also reported facing several challenges during the learning process. These
challenges include a lack of sustained motivation, limited instructional support, fear
of making mistakes, and the complexity of English phonology. The combination of
questionnaire and interview data supports a deeper understanding of the students'
learning experiences. The findings suggest that although students are motivated to
learn English, targeted efforts are needed to overcome the specific barriers they face
in the classroom.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa
dalam pembelajaran bahasa Inggris menggunakan media Pop-Up Book di SMP
Negeri 1 Amanatun Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuantitatif dan desain penelitiannya adalah Pre-Experimental. Sampel untuk
penelitian ini adalah 30 siswa. Data dikumpulkan menggunakan tes kosakata yang
diberikan sebelum dan sesudah pengaplikasian. Analisis data menggunakan
analisis statistik sederhana dan uji-t. Temuan menunjukkan peningkatan yang
signifikan dalam penguasaan kosakata siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari
50,33 pada pra-tes menjadi 77,33 pada pasca-tes. Hasil uji-t menunjukkan bahwa
nilai-t (17,24) lebih tinggi dari nilai tabel-t (1,69), menunjukkan bahwa hipotesis
alternatif (H1) diterima. Kesimpulannya, penggunaan media Buku Pop-Up
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan penguasaan kosakata
siswa kelas tujuh di SMP Negeri 1 Amanatun Selatan.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekuitas, pembiayaan dan dana pihak ketiga terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan-perusahaan jasa keuangan sub sektor perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020 hingga 2024. Dalam konteks manajemen keuangan Pertumbuhan laba merupakan indikator penting yang mencerminkan kinerja dan daya saing suatu perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis. Oleh karena itu variabel-variabel yang memengaruhi laba baik yang bersumber dari struktur modal internal maupun dana eksternal menjadi objek kajian yang relevan dan strategis untuk diteliti lebih lanjut.
Ekuitas sebagai representasi dari modal sendiri perusahaan merefleksikan kekuatan permodalan yang dapat dimanfaatkan untuk mendanai aktivitas operasional maupun investasi jangka panjang. Pembiayaan yang dalam konteks ini mencakup penyaluran dana dalam bentuk kredit atau pembiayaan produktif lainnya mencerminkan strategi manajemen dalam mengelola aset keuangan guna menghasilkan pendapatan. Sementara itu dana pihak ketiga menggambarkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan yang dihimpun melalui produk-produk simpanan seperti giro, tabungan, dan deposito digunakan kembali sebagai sumber pembiayaan oleh pihak bank.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu dengan menetapkan kriteria tertentu dalam pemilihan sampel yang relevan dengan tujuan penelitian. Dari total 50 perusahaan perbankan yang menjadi populasi. sebanyak 24 perusahaan memenuhi kriteria dan dijadikan sampel. Pengamatan dilakukan selama empat tahun berturut-turut. sehingga diperoleh total 120 observasi data. Data dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh simultan dan parsial dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, disertai uji t, uji f serta pengujian koefisien determinasi (R²).
Hasil penelitian menunjukan banwa ( 1) Ekuitas berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Hal ini dibuktikan dengan t-hitung lebih besar dari t-tabel (3,012.>1,980) dan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 atau (0,003<0,05). (2) Pembiyaan tidak berpengaruh berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Hal ini dibuktikan koefisien regresi sebesar t-hitung lebih kecil dari t tabel (0,127<1,980) dan nilai signifikan lebih besar dari 0.05 atau ( 0,899>0,005. ( 3) Dana Pihak Ketiga tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar t-hitung lebih kecil t tabel (0,436>1.980) dan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 atau 0.664>0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap Nilai
Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan dan Kebijakan Hutang Sebagai Variabel
Intervening pada Perusahaan Sektor Teknologi yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) Periode 2020-2023” penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh struktur kepemilikan terhadap nilai perusahaan dengan kinerja keuangan
dan kebijakan hutang sebagai variabel intervening pada perusahaan sektor
teknologi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2023. Nilai
perusahaan merupakan indikator penting yang mencerminkan persepsi investor
terhadap kinerja dan prospek perusahaan di masa depan. Struktur kepemilikan
diyakini mampu memengaruhi pengambilan keputusan manajerial yang pada
akhirnya berdampak pada kinerja keuangan, kebijakan hutang, dan nilai
perusahaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder
yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor teknologi yang
terdaftar di BEI selama periode penelitian. Sampel penelitian ditentukan
menggunakan metode purposive sampling. Variabel struktur kepemilikan
diproksikan dengan insider ownership, kinerja keuangan diproksikan dengan
xiii
Return on Assets (ROA), kebijakan hutang diproksikan dengan Debt to Equity
Ratio (DER), dan nilai perusahaan diproksikan dengan Price to Book Value
(PBV). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji
asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji hipotesis, serta uji mediasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kepemilikan berpengaruh
terhadap nilai perusahaan, kinerja keuangan, dan kebijakan hutang. Kinerja
keuangan terbukti berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, demikian pula
kebijakan hutang yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Selain itu, hasil uji
mediasi menunjukkan bahwa kinerja keuangan dan kebijakan hutang mampu
memediasi hubungan antara struktur kepemilikan dan nilai perusahaan. Temuan
ini mengindikasikan bahwa struktur kepemilikan yang tepat dapat meningkatkan
nilai perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peningkatan
kinerja keuangan dan pengelolaan kebijakan hutang yang optimal.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul: Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes)
Studi Desa Gaura, Kecamatan Laboya Barat, Kabupaten Sumba Barat. Badan
usaha milik desa (BUMDes) merupakan salah satu instrument penting dalam
meningkatkan perekonomian desa melalui pengelolaan potensi lokal. Dalam
upaya mencapai tujuan tersebut, tata kelola bumdes yang baik menjadi kunci
utama. Tata kelola bumdes mencakup perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan
pengawasan pengguna dana yang dikelola BUMDes. Badan Usaha Milik Desa
(Bumdes) sebagai bagian dari sumber pendapatan asli desa yang diharapkan
dapat mendorong desa untuk mengelola sumber daya termasuk pembangunan
ekonomi, dan mendorong pemerintah desa untuk lebih mandiri dalam
pengelolaan pemerintahan desa sehingga BUMDes perlu dibentuk untuk
mengelola perekonomian masyarakat pedesaan.
Peranan BUMDes merupakan membangun serta meningkatkan
kemampuan serta keahlian ekonomi warga desa, pada biasanya buat tingkatkan
kesejahteraan ekonomi serta sosialnya, berfungsi secara aktif dalam upaya
mempertinggi mutu kehidupan manusia serta warga, memperkokoh
perekonomian rakyat selaku bawah kekuatan serta ketahanan perekonomian,
berusahauntuk mewujudkan serta meningkatkan perekonomian warga desa,
menolong para warga buat tingkatkan penghasilannya sehingga bisa tingkatkan
pemasukan serta kemakmuran warga.
Penerapan tata kelola yang sesuai dengan prinsip good governance
belum banyak di terapkan di BUMDes karena masih minimnya sumber daya
manusia yang memadai. Seperti yang terjadi pada salah satu BUMDes di daerah
Gaura, yang terletak di Desa Gaura, Kecamatan Laboya Barat, Kabupaten
Sumba Barat, Indonesia. Kurang transparannya BUMDes tersebut dalam
mengelola aset ekonomi membuat banyak pihak mulai hilang kepercayaan.
Berpijak kepada AD/ART yang ada, BUMDes tersebut mestinya taat dan patuh
kepada aturan yang sudah disepakati. Selain itu, kurang bertanggung jawabnya
pihak-pihak yang terkait.
Faktor-faktor yang dapat membantu keberhasilan dari kinerja BUMDes
ialah adanya jiwa patriotisme semangat, adanya keterampilan, dilakukannya
pelatihan, tingkat pendidikan, pengalaman, kejujuran (perilaku etis), adanya rasa
tanggung jawab, keseriusan, kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,
kerja tim yang baik, komunikasi yang transparan antara manajer BUMDes, sikap
pantang menyerah dalam upaya mencapai target kinerja, religiusitas, kepuasan
kerja, gaya kepemimpinan visioner (transformasional), kehadiran mekanisme
insentif.
Tujuan penelian yaitu Untuk mengetahui Tata Kelola Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes) Di Desa Gaura, Kecamatan Laboya Barat, Kabupaten
Sumba Barat.
Untuk mengetahui dampak-dampak dalam Kelola Badan Usaha Milik
Desa (BUMDes) Di Desa Gaura Kecamatan Laboya Barat Kabupaten Sumba
Barat.
Berdasarkan penelitian ini di atas maka peneliti tertarik mengambil
Judul: Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Studi Desa Gaura,
Kecamatan Laboya, Kabupaten Sumba Barat
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul Analisis Penerapan Biaya Kualitas Pada Pabrik
Tahu Beta Kota Kupang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan biaya kualitas pada
Pabrik Tahu Beta Kota Kupang serta mengetahui sejauh mana penerapan
tersebut dapat mendukung efisiensi biaya produksi dan peningkatan mutu
produk. Dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, industri kecil
seperti pabrik tahu dituntut untuk mampu menghasilkan produk berkualitas
dengan biaya yang efisien. Biaya kualitas menjadi salah satu pendekatan penting
dalam pengendalian mutu karena mencakup seluruh biaya yang berkaitan
dengan upaya pencegahan, penilaian, serta kegagalan produk baik sebelum
maupun sesudah sampai kepada konsumen.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan
pemilik dan bagian produksi, observasi di lokasi penelitian, serta dokumentasi
data biaya produksi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan
Pabrik Tahu Beta yang berjumlah 8 orang. Data dianalisis dengan
mengidentifikasi dan mengklasifikasikan komponen biaya kualitas yang
terdiri dari biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan
biaya kegagalan eksternal, kemudian membandingkannya dengan kondisi
aktual di perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pabrik Tahu Beta belum
menerapkan sistem pencatatan biaya kualitas secara terstruktur. Perusahaan
masih berfokus pada biaya produksi utama seperti biaya bahan baku, tenaga
kerja, dan biaya overhead pabrik tanpa melakukan pengelompokan biaya
kualitas secara khusus. Data tahun 2023 menunjukkan total produksi sebesar
29.948 papan tahu, dengan produk tidak terjual sebanyak 111 papan yang
mengakibatkan kerugian sebesar Rp6.496.000. Kerugian tersebut termasuk
dalam kategori biaya kegagalan internal karena produk mengalami kecacatan
atau tidak memenuhi standar sebelum atau saat proses distribusi.
Selain itu, pengendalian kualitas masih bersifat sederhana dan belum
didukung oleh sistem akuntansi manajemen yang memadai. Biaya pencegahan
seperti pelatihan karyawan dan pemeliharaan mesin masih terbatas, sedangkan
biaya penilaian hanya dilakukan melalui pemeriksaan visual tanpa standar
operasional tertulis. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan biaya kualitas
belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan pemborosan bahan baku dan
ketidakefisienan proses produksi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan biaya kualitas yang lebih
terstruktur dan sistematis sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi
produksi dan mutu produk tahu. Dengan mengidentifikasi serta
mengendalikan komponen biaya kualitas secara tepat, Pabrik Tahu Beta dapat
menekan biaya kegagalan, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta
memperkuat daya saing usaha di Kota Kupang. Penelitian ini diharapkan dapat
menjadi referensi bagi pelaku usaha kecil dan menengah dalam menerapkan
konsep biaya kualitas sebagai strategi pengendalian mutu dan peningkatan
profitabilitas usaha.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Permasalahan krisis energi dan tingginya emisi dari bahan bakar fosil
mendorong pengembangan energi terbarukan berbasis biomassa lokal. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efisiensi pembakaran lima
jenis bahan bakar biomassa padat, yaitu arang kayu kesambi, briket tempurung
kelapa, briket tempurung kemiri, briket daun kesambi, dan briket kulit buah asam
jawa. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter lama nyala, suhu maksimum,
kenaikan suhu (ΔT), dan persentase sisa abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
briket daun kesambi memiliki performa termal paling unggul dengan suhu
maksimum tertinggi (97,2°C), ΔT tertinggi (68,2°C), dan sisa abu terendah (41%).
Sementara itu, arang kayu kesambi menunjukkan keunggulan dalam waktu
pencapaian suhu maksimum tercepat (30 menit). Briket kulit buah asam jawa
menunjukkan efisiensi terendah di semua parameter. Temuan ini mengindikasikan
bahwa daun kesambi yang selama ini dianggap limbah memiliki potensi besar
sebagai bahan bakar alternatif yang efisien, ramah lingkungan, dan layak
dikembangkan di tingkat komunitas. Penelitian ini memperkuat kontribusi
akademik dalam pengembangan energi terbarukan berbasis sumber daya lokal.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arus kas operasi, investasi, dan pendanaan
pada perusahaan manufaktur sub sektor industri barang konsumsi periode 2021–2025.
Perusahaan yang menjadi objek penelitian adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk
(INDF), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
(ICBP), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Persoalan dalam penelitian ini
adalah bagaimana kondisi dan perkembangan arus kas operasi, arus kas investasi, dan
arus kas pendanaan pada perusahaan manufaktur yang go public sub sektor industri
barang konsumsi, serta sejauh mana arus kas tersebut mencerminkan kinerja keuangan
perusahaan. Informasi arus kas sangat penting karena menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan kas, membiayai aktivitas investasi, dan memenuhi
kewajiban pendanaan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis arus kas operasi, arus kas investasi,
dan arus kas pendanaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) sub sektor industri barang konsumsi selama periode 2021–2025.
Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep laporan arus kas yang
terdiri dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan sebagai alat untuk menilai
kinerja keuangan dan keberlanjutan usaha perusahaan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur sub sektor
industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu sebanyak 79
perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling
sehingga diperoleh empat perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian, yaitu PT
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk
(INDF), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), dan PT Mayora Indah Tbk
(MYOR).
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa
laporan keuangan tahunan perusahaan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis laporan arus kas dengan
membandingkan perkembangan arus kas operasi, investasi, dan pendanaan selama
periode penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas operasi pada keempat perusahaan
x
cenderung bernilai positif dan stabil, yang menandakan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan kas dari kegiatan operasional. Arus kas investasi umumnya bernilai
negatif yang menunjukkan adanya aktivitas investasi untuk ekspansi dan
pengembangan usaha.
Sementara itu, arus kas pendanaan mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh
kebijakan pembayaran dividen, pelunasan utang, serta pendanaan eksternal. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis
laporan arus kas, meliputi identifikasi arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas
pendanaan, serta perhitungan rasio arus kas. Data penelitian diperoleh dari laporan
keuangan tahunan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas operasi
keempat perusahaan secara umum menunjukkan kinerja yang stabil dengan
kemampuan menghasilkan kas positif, yang mencerminkan aktivitas operasional
berjalan baik. Namun, arus kas investasi cenderung negatif karena adanya aktivitas
penanaman modal dan pembelian aset tetap yang cukup besar. Sementara itu, arus kas
pendanaan berfluktuasi sesuai dengan kebijakan perusahaan dalam pembayaran
dividen, penerimaan pinjaman, serta pelunasan utang.
Analisis rasio arus kas juga menunjukkan adanya perbedaan kondisi likuiditas,
solvabilitas, dan fleksibilitas keuangan antar perusahaan, yang dipengaruhi oleh
kebijakan manajemen masing-masing. Dengan demikian, hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan informasi tambahan bagi investor, akademisi, dan pihak
manajemen dalam mengevaluasi kinerja keuangan serta pengambilan keputusan
investasi pada perusahaan manufaktur sub sektor industri barang konsumsi. Penelitian
selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel penelitian dan memperluas objek
penelitian agar hasil yang diperoleh lebih komprehensif
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Kewirausahaan memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan
ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi tingkat pengangguran,
khususnya di kalangan lulusan perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai agen perubahan
diharapkan tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu
menjadi pencipta lapangan kerja. Namun, pada kenyataannya, tidak semua
mahasiswa memiliki minat yang kuat untuk berwirausaha. Perbedaan minat tersebut
dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan kewirausahaan dan
efikasi diri yang dimiliki oleh mahasiswa.
Pengetahuan kewirausahaan merupakan pemahaman individu mengenai
konsep, prinsip, dan proses kewirausahaan, mulai dari pengenalan peluang usaha,
pengelolaan risiko, perencanaan bisnis, hingga pengambilan keputusan usaha.
Pengetahuan yang baik tentang kewirausahaan diyakini mampu membentuk pola
pikir positif terhadap dunia usaha serta meningkatkan kesiapan individu untuk
memulai usaha secara mandiri.
Sementara itu, efikasi diri merupakan keyakinan seseorang terhadap
kemampuan dirinya dalam mengorganisasikan dan melaksanakan tindakan yang
diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks kewirausahaan, efikasi
diri berperan penting dalam membangun kepercayaan diri mahasiswa untuk
menghadapi tantangan, ketidakpastian, serta risiko yang melekat pada aktivitas
berwirausaha.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan
kewirausahaan dan efikasi diri terhadap minat berwirausaha mahasiswa Fakultas
Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, baik secara parsial maupun
simultan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif
dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa
Program Studi Manajemen jalur minat kewirausahaan angkatan 2021 yang berjumlah
36 orang.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh,
sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen kuesioner tertutup
yang disusun berdasarkan indikator-indikator variabel penelitian, yaitu pengetahuan
kewirausahaan, efikasi diri, dan minat berwirausaha. Skala pengukuran yang
digunakan adalah skala interval dengan rentang nilai 1 sampai 10. Data yang telah
dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda
dengan bantuan program IBM SPSS. Tahapan analisis data meliputi analisis
pendahuluan untuk menggambarkan karakteristik responden dan deskripsi variabel
penelitian, serta analisis lanjutan yang mencakup uji regresi, uji parsial (uji t), uji
simultan (uji F), dan uji koefisien determinasi (R²).
Hasil analisis pendahuluan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan
kewirausahaan mahasiswa berada pada kategori sedang. Hal ini mengindikasikan
bahwa mahasiswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai kewirausahaan,
namun belum sepenuhnya mendalam dalam aspek perencanaan dan pengelolaan
usaha secara komprehensif. Efikasi diri mahasiswa juga berada pada kategori sedang,
yang berarti mahasiswa cukup percaya diri terhadap kemampuannya, tetapi masih
ragu dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian usaha. Sementara itu, minat
berwirausaha mahasiswa berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa
sebagian mahasiswa memiliki ketertarikan untuk berwirausaha, namun belum
sepenuhnya menjadikan kewirausahaan sebagai pilihan karier utama. Hasil analisis
regresi linear berganda menunjukkan bahwa secara parsial pengetahuan
kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha
mahasiswa. Artinya, semakin tinggi tingkat pengetahuan kewirausahaan yang
dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi pula minat mereka untuk berwirausaha.
Efikasi diri juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat
berwirausaha, yang menunjukkan bahwa keyakinan terhadap kemampuan diri
menjadi faktor penting dalam mendorong mahasiswa untuk memilih kewirausahaan
sebagai alternatif karier.
Secara simultan, pengetahuan kewirausahaan dan efikasi diri berpengaruh
signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas
Kristen Artha Wacana Kupang. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa
pengembangan minat berwirausaha mahasiswa tidak dapat dilepaskan dari
peningkatan pengetahuan kewirausahaan dan penguatan efikasi diri. Pendidikan
kewirausahaan yang tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga pada
pengalaman praktik dan pembentukan kepercayaan diri, sangat diperlukan untuk
menumbuhkan minat berwirausaha yang lebih kuat.
Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan
pertimbangan bagi pihak perguruan tinggi dalam merancang dan mengembangkan
kurikulum serta program kewirausahaan yang lebih efektif dan aplikatif. Selain itu,
penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi
pengembangan ilmu kewirausahaan serta menjadi referensi bagi penelitian
selanjutnya yang mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi minat berwirausaha di
kalangan mahasiswa.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Malaka Barat District.Malaka Regency.Rice is one of the main commodities that supports the
local economy in the village .Thisstudy uses a descriptive approach with a quantitative analysis
method to measure and evaluate the income obtained by rice farmers.Data were collected
through direct surveys to farmers using questionnaires that include information on production
cocts .harvest yields.and rice selling prices.The result of the analysis show that the average
income of rice farmers in.Motaulun Village fluctuates which is influenced by variations
between farmers who use modern technology and those who still rely on traditional
methods.This study concludes that increasing farmer income can be achieved through
improving cultivation technology and more efficient resource management.These findings are
expected to provide recommendations for related parties to improve the welfare of rice famers
in the area