Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

48 hasil
Subjek: TUHAN
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UMKM DALAM PELAPORAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN DI DAERAH KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi UMKM Dalam Pelaporan Kewajiban Perpajakan Di Daerah Kota Kupang (Studi Kasus Pada UMKM Di Kota Kupang). Adapun persoalan yang diangkat adalah (1)Apakah kesadaran wajib pajak mempengaruhi UMKM dalam pelaporan kewajiban perpajakan, (2)Apakah pemahaman perpajakan mempengaruhi UMKM dalam pelaporan kewajiban perpajakan, (3)Apakah sanksi perpajakan mempengaruhi UMKM dalam pelaporan kewajiban perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Untuk mengetahui apakah kesadaran wajib pajak mempengaruhi UMKM dalam pelaporan kewajiban perpajakan, (2)Untuk mengetahui apakah pemahaman perpajakan mempengaruhi UMKM dalam pelaporan kewajiban perpajakan, (3)Untuk mengetahui apakah sanksi perpajakan mempengaruhi UMKM dalam pelaporan kewajiban perpajakan. Adapun konsep dari penelitian ini adalah Kesadaran Wajib Pajak, Pemahaman Perpajakan, dan Sanksi Pajak. Kesadaran wajib pajak adalah pemahaman yang mendalam pada seseorang yang terwujud dalam pemikiran, sikap, dan tingkah laku untuk melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan karena memahami bahwa pajak sangat penting untuk pembiayaan dan pembangunan. Pemahaman peraturan perpajakan adalah suatu proses dimana wajib pajak memahami dan mengetahui tentang peraturan dan undang- undang serta tata cara perpajakan dan menerapkannya untuk melakukan kegiatan perpajakan seperti, membayar pajak, melaporkan SPT, dan sebagiannya. Sanksi pajak dapat juga diartikan juga sebagai alat kontrol yang mengontrol agar wajib pajak tetap memenuhi kewajiban perpajakannya dikarenakan dengan adanya kerugian yang akan didapat oleh wajib pajak apabila tidak membayarkan pajak yang secara otomatis akan membuat wajib pajak harus berpikir apabila tidak ingin memenuhi kewajiban perpajakannya. Populasi dalam penelitian ini adalah Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Di Kota Kupang. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan membagikan kuisioner yang telah dibuat oleh peneliti kepada responden. Teknik Analisis Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah Analsisi Regresi Sederhana. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesadaran Wajib Pajak berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Kota Kupang, (2) Pemahaman Perpajakan berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Kota Kupang, (3) Sanksi Perpajakan berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Kota Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEPATUHAN WAJIB PAJAK BERDASARKAN REALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) PADA BADAN PENDAPATAN DAERAH KOTA KUPANG PER TAHUN 2012 - 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan judul ini maka persoalan dalam penelitian ini adalah: Seberapa besar tingkat kepatuhan wajib pajak berdasarkan realisasi penerimaan Pajak bumi dan bangunan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang? Penelitian ini dilakukan di Badan Pendapatan Daerah kota kupang (Bapenda). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepatuhan wajib pajak berdasarkan realisasi penerimaan Pajak bumi dan bangunan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan realisasi penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan pada Badan pendapatan Daerah Kota Kupang Tahun 2012 – 2021. pengambilan data dalam penelitian ini akan menggunakan teknik pengumpulan data diantaranya yaitu : Dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil penelitian dari analisis kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) yang ada pada Badan Pendapatan Daerah kota Kupang, pada tahun 2012 dengan presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 106,88% sehingga dapat dikatakan bahwa kepatuhan wajib pajak sangat patuh. Dan tahun 2013 dengan presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 83,53% sehingga dikatakan cukup patuh. pada tahun 2014 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 118,50% sehingga dapat dikatakan sangat patuh. Dan pada tahun 2015 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 108,64% sehingga masih dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2016 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 112,24% sehingga masih dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2017 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 109,75% sehingga dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2018 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 104,63% sehingga dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2019 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 100,87% sehingga masih dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2020 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 90.92% sehingga dikatakan patuh. Pada tahun 2021 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 90.93% sehingga dikatakan patuh. Namun dapat dikatakan bahwa pada tahun 2014 sampai 2021 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak mengalami penurunan terus dari tahunn ke tahun. Hal ini jika dilihat berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh narasumber, diketahui bahwa penurunan ini diakibatkan oleh Pandemi Covid 19, sehingga adanya kebijakan dari pemerintah agar para wajib pajak diberi kelonggaran sementara waktu untuk tidak melakukan pembayaran pajak. Kepatuhan wajib pajak masyarakat Kota Kupang, tentunya ada aturan-aturan yang mengatur sehingga mengikat masyarakat untuk harus patuh terhadap pembayaran pajak. Aturan ini diatur pada pasal 51 ayat 1, 2 dan 3 Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pajak Daerah berbunyi (1) Walikota dapat menerbitkan surat tagihan pajak daerah (STPD) jika: a. pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar; b. dari hasil penelitian SPTPD terdapat kekurangan pembayaran sebagai akibat salah tulis dan/atau salah hitung; c. wajib pajak dikenakan sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. (2) Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam STPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b ditambah dengan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan untuk paling lama 15 (lima belas) bulan sejak saat terutangnya pajak. (3) SKPD yang tidak atau kurang dibayar setelah jatuh tempo pembayaran dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan dan ditagih melalui STPD. Berdasarkan isi aturan tersebut maka dapat diketahui bahwa, Badan pendapatan daerah Kota Kupang dengan tegas berupaya agar seluruh wajib pajak di Kota Kupang patut untuk membayar pajak agar terhindar dari sanksi pajak yang akan membebani para wajib pajak. Menurut Suandy (2014:12) menjelaskan bahwa pada dasarnya faktor yang menghambat pembayar pajak adalah masalah kesadaran masyarakat, dimana masyarakat perlu diberi pengarahan bahwa pajak merupakan kewajiban dan hak setiap warga negara untuk ikut serta dalam pembangunan. Kesadaran dalam membayar pajak muncul dari motivasi wajib pajak. Jika kesadaran wajib pajak tinggi yang berasal dari motivasi untuk membayar pajak, maka kepatuhan untuk membayar pajak pun akan tinggi dan pendapatan untuk daerah sektor pajak semakin meningkat. Terdapat salah satu faktor yang mempengaruhi wajib pajak dalam patuh membayar Pajak Bumi dan Bangunan, faktor tersebut adalah sanksi pajak. Fungsi sanksi adalah digunakan sebagai cara untuk mengatur sekelompok populasi untuk memenuhi aturan yang ditentukan. Sanksi ditujukan kepada wajib pajak yang tidak mematuhi aturan perpajakan atau melakukan pelanggaran berupa kecurangan terhadap peraturan perpajakan yang berlaku. Dari pembahasan dan analisis tentang kepatuhan wajib pajak yang ada di Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) yang meliputi realisasi dan target pajak bumi dan bangunan (PBB) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang pertahun 2012 sudah tergolong sangat patuh karena jumlah realisasinya melebihi jumlah yang ditargetkan. Dan pada tahun 2013 dapat dikatakan cukup patuh karna realisasi yang diterima tidak sesuai denga target yang diharapkan.Sedangkan pada tahun 2014 sampai 2019 dapat dikatakan sangat patuh karna realisasi penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) selalu melebihi target yang ditetapkan. Dan pada tahun 2020-2021 mengalami penurunan akibat Covid 19 sehingga jumlah target dan realisasi pada tahun tersebut dikategorikan patuh

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGETAHUAN PAJAK, SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK UMKM ORANG PRIBADI DIKELURAHAN FATULULI KECAMATAN OEBOBO KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepatuhan perpajakan adalah upayah tanggung jawab wajib pajak kepada Tuhan bagi pemerintah dan rakyat sebagai kegiatan pemenuhan kewajiban dan hak perpajakannya..Kepatuhan wajib pajak memiliki kesediaan untuk memenuhi kewajiban pajaknya sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa perlu diadakannya pemeriksaan investigasi,peringatan ataupun ancaman dan penerapan sanksi baik hukum maupun administrasi).Kepatuhan wajib pajak menjadi aspek penting mengingat sistem perpajakan Indonesia menganut system self assesment,yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung,membayar,dan melaporkan kewajibannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan pajak dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi.Penelitian ini meupakan jenis penelitian yang menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi di Kelurahan Fatululi dan sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pajak tidak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi sedangkan sanksi pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor Di Kecamatan Nekamese Bersama Samsat Kabupaten Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Untuk mengetahui hal tersebut maka digunakan analisis regresi linear sederhana dengan menggunakan uji koefisiensi regresi parsialal (uji t) dan menggunakan aplikasi software SPSS 16.0. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh wajib pajak yang membayar pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat kabupaten Kupang yang berjumlah 1.925 Wajib Pajak dari populasi tersebut dengan menggunakan Rumus Slovin dalam penarikan jumlah sampel mendapatkan 96 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menyebarkan kuesioner kepada 96 responden dan penelitian pustaka melalui jurnal dan website. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji kualitas data, uji analisis regresi linear sederhana, uji koefisien determinasi dan uji parsiel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak berdasarkan hasil pengujian dengan uji koefisiensi regresi parsial (uji t) didapatkan t hitung 3.952 dengan nilai Sig. 0,000. Hal ini berarti variabel kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNADAKSA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, Proses Pembelajaran Penjasorkes Pada Siswa Berkebutuhan Khusus tunadaksa di SLB Negeri Pembina Kupang harus sesuai dengan kondisi dan hambatan yang dialami anak dan guru juga harus mampu melayani setiap anak. Tujuan penelitian: Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran penjasorkes pada siswa berkebutuhan khusus tunadaksa di SLB Negeri Pembina Kupang. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengaan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Sampel pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PJOK, dan dua orang siswa tunadaksa kelas VIII di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Kupang. Hasil dan pembahasan: Hasil Penelitian ini menunjukkan, bahwa dalam proses pembelajaran penjasorkes pada siswa berkebutuhan khusus tunadaksa berjalan dengan baik. Materi yang diajarkan sesuai dengan kondisi dan hambatan yang dialami oleh anak-anak dan guru juga mampu melayani setiap anak sehingga anak-anak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik yang diberikan oleh guru. Dalam hal ini, kaitannya dengan materi pembelajaran penjasorkes anak-anak lebih senang dengan permainan bulutangkis, karena permainan bulutangkis mereka dianggap tidak terlalu sulit. Simpulan: Proses pembelajaran penjasorkes pada siswa berkebutuhan khusus tunadaksa di SLB Negeri Pembina Kupang berjalan dengan baik. Materi yang diajarkan sesuai dengan kondisi dan hambatan yang dialami anak-anak. Dalam proses pembelajaran penjasorkes anak-anak lebih senang dengan pembelajaran permainan bulutangkis

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Dimasa Pandemi Covid-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah Analisis Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada Distibutor Ayam Potong Di Kota Atambua). Adapun persoalan yang diangkat adalah Bagaimana Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Masa Pandemi? (Studi Pada Distributor Ayam Potong Di Kota Atambua). Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kepatuhan wajib pajak UMKM di masa pandemi covid-19. Adapun konsep dari penelitian ini adalah Terdapat dua kepatuhan Wajib Pajak yaitu kepatuhan formal dan kepatuhan material. Kepatuhan formal adalah keadaan dimana wajib pajak memenuhi kewajiban perpajakannya secara formal berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang. Misalnya ketentuan tentang batas waktu pelaporan. Jadi, yang dipenuhi oleh Wajib Pajak hanyalah memenuhi ketentuan penyampaian SPT sebelum batas waktu. Kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak secara formal dilihat dari aspek kesadaran wajib pajak untuk mendaftarkan diri, ketepatan waktu dalam membayar pajak, ketepatan waktu dalam menyampaikan SPT, dan pelaporan wajib pajak melakukan pembayaran tepat waktu. Kepatuhan material yaitu semua material perpajakan dapat dipenuhi secara hakekat (substantif), artinya berlandaskan dengan Undang-Undang perpajakan. Populasi dalam penelitian ini adalah distributor ayam potong di Kota Atambua Kabupaten Belu. Sampel dalam penelitian ini adalah 2 responden, karena penulis ingin membuat perbandingan dari kedua Distributor Ayam Potong tersebut mengenai kepatuhan wajib pajak UMKM di masa pandemi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan wawancara secara langsung kepada responden dan dokumentasi dengan mengumpulkan data-data Laporan Penjualan dan Laporan Pembayaran Pajak di tahun 2020. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak UMKM dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dinilai cukup karena adanya pandemi covid-19 yang menyebabkan omset penjualan pelaku UMKM menurun. Selain itu juga dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman dan kurangnya pengetahuan wajib pajak tentang adanya pemberian insentif pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah, sehingga tidak semua pelaku UMKM mendapatkan dan memanfaatkan insentif pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PELAYANAN FISKUS TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (Studi Empiris: Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

“PENGARUH PELAYANAN FISKUS TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BUMI DAN BANGUNAN ( STUDI PADA BADAN PENDAPATAN DAERAH KOTA KUPANG) Pajak merupakan penerimaan Negara yang mempunyai peranan sangat penting dalam menopang perekonomian Negara, yaitu digunakan dalam pembiayaan Negara dengan tujuan kesejahteraan masyarakat. Negara sendiri harus lebih giat dalam menghimpun pajak untuk memperoleh penerimaan secara optimal dari sektor pajak. Pencapaian tujuan tersebut diperlukan adanya kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat. Negara dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik agar masyarakat berperan aktif dalam melaksanakan kegiatan perpajakan. Pelayanan fiskus adalah pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarkat yang mempuanyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan peraturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan. Kepatuhan wajib pajak adalah salah satu keadaan dimana wajib pajak memenuhi semua kewajiaban perpajakan dan melaksanakan hak perpajakannya. Pelayanan yang baik akan mendorong kepatuhan wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. Untuk dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak yaitu dengan cara mendengar, mencari tahu dan berupaya untuk memenuhi apa yang diinginkan oleh wajib pajak terkait dengan hak dan kewajiban perpajakannya. Bahwa pelayanan fiskus merupakan layanan yang diberikan kepada masyarakat oleh pajak untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak itu sesuai dengan peraturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh langsung variabel pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research, dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang disebarkan kepada 100 orang Wajib Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Kupang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis SPSS. Hasil analisis penelitian diperoleh koefisien regresi variabel sebesar 0.196 yang berarti variabel pelayanan fiskus berpengaruh signifikan terhadap kepatuahan wajib pajak bumi dan bangunan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang dan pengujian secara parsial (t) memperoleh hasil sebesar 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan pelayanan fiskus berpengaruh secara nyata dalam upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Pelayanan fiskus memiliki pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan di Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Hal ini menunjukkan bahwa wajib pajak patuh dalam membayar pajak apabila pelayanan fiskus baik. Pelayanan fiskus yang baik dapat menjadi modal utama dan menjadi hal penting untuk menarik perhatian wajib pajak. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pelayanan yang diberikan fiskus, maka semakin tinggi kepatuhan wajib pajak. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti untuk instansi terkait diharapkan mempertahankan serta meningkatkan pelayanan fiskus terhadap kepatuhan Wajib Pajak, diantaranya yaitu meningkatkan lagi sistem pelayanan prima yang sudah berjalan di Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang sehingga kepatuhan Wajib Pajak akan meningkat. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kepada petugas pajak di seksi pelayanan secara berkala yang diharapkan menambah kemampuan petugas pajak dalam menjalankan sistem pelayanan prima. Kata Kunci: Pelayanan Fiskus, Kepatuhan Wajib Pajak

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERSEPSI DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH(UMKM) SETELAH TERBITNYA PP NO. 23 TAHUN 2018 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN DARI USAHA YANG DITERIMA ATAU DIPEROLEH WAJIB PAJAK YANG MEMILIKI PEREDARAN BRUTO TERTENTU DI KELURAHAN OESAPA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Menurut Mardiasmo ( 2009:1 ) pajak merupakan iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang – undang ( dapat dipaksakan ) serta tidak mendapat jasa timbal balik secara langsung dapat digunakan dalam pembiayaan pengeluaran umum. Penerimaan pajak merupakan salah satu pilar utama dalam APBN yang di gunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja Negara dalam rangka pembangunan. Pemungutan pajak memang bukan sesuatu yang mudah, selain peran serta pegawai pajak kesadaran masyarakat juga di tuntut untuk membayar pajak. Pada umumnya masyarakat (wajib pajak) cenderung menghindari diri dari pembayaran pajak. Kecerderungan ini terjadi karena tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah dan kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap peraturan perpajakan. Dari tahun ke tahun pemerintah terus mengupayakan agar wajib pajak dapat dengan mudah untuk membayar pajak dan meringankan besar tarif pajak sehingga wajib pajak tidak merasa dirugikan dan pemerintah diuntungkan malainkan memiliki keadilan pada kedua belah pihak. Penelitian yang dilakukan oleh Sanasti Ayuningtyas (2019) dengan judul penelitian pengaruh faktor-faktor pelaksanaan pp no 23 tahun 2018 terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM, menunjukkan bahwa tarif pajak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Dengan demikian kepatuhan wajib pajak juga dapat tercapai apabila ada penetapan tarif yang jelas, selain itu tarif pajak juga harus bersifat adil dalam menentukan subjek dan objek pajaknya, Berdasakan latar belakang di atas, Masalah dalam penelitian ini adalah : “Persepsi dan Kepatuhan Wajib Pajak Pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Dan Menengah) setelah Terbitknya PP. No 23 Tahun 2018 Tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto di Kelurahan Oesapa” Penelitian ini mengambil sampel sebayak 6 UMKM dengan identitas sebegai berikut Identitas UMKMSampelPenelitian Identitas UMKM Nama UMKM Alamat Usaha Jenis Usaha Lama Usaha Ijin Usaha Jumlah Tenaga Kerja Arif Jaya Oesapa RT 023/ RW 008 Perdagangan 7 Tahun SITU-SIUP 4 Orang Sulfan mandu Oesapa RT 023/ RW 008 Perdagangan 6 Tahun SITU- SIUP 6 Orang Girinatha Oesapa RT 023/ RW 008 Perdagangan 22 Tahun SITU-SIUP 3 Orang Rizky Indah Jati Oesapa RT 023/ RW 008 Industri 18 Tahun SITU-SIUP 3 Orang Toko Salwa Oesapa RT 023/ RW 008 Perdagangan 10 Tahun SITU-SIUP 4 Orang Paman Armin Oesapa RT 023/ RW 008 Perdagangan 7 Tahun SITU-SIUP 4 Orang Sumber : Hasil penelitian Analisis atas persoalan penelitian tersebut, menunjukkan bahwa semua responden memiliki persepsi yang cenderung sama yakni mereka memahami dan mentaati pemberlakuan peraturan tersebut, baik dari sisi isi PP, kewajiban wajib pajak dan pembayaran bahkan pemotongan pajak. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kemudahan pembayaran pajak, menurut responden, sistem yang jelas dan mempermudah ewajib pajak dalam melakukan pembayaran, dari sisitanggapan responden atas keringanan pembayaran pajak dari PP sebelumnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenaan tarif pajak lebig rungan dari PP sebelumya dan bahkan sangat ringan. Tanggapan responden atas kemudahan dan tarif pembayaran, hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden memberikan tanggapan positif, PP tersebut mempermudah dan memberikan ruang kepada masyarakat kecil untuk berkembang dalam dunia usaha Hasil analisis menunjukkan bahwa 5 responden melaporkan SPT tepat waktu, hanya 1 responden yang terlambat melapor karena kesibukan dengan pekerjaan dan lupa melaporkan SPT, walau demikian, semua responden membayar tepat waktu sesuai dengan ketentuan yakni bulan Maret setiap tahunnya. Hal yang sama dengan waktu pengisian formulir Pajak, selalu tepat waktu bagi 6 responden. Ada responden yang mengunakan jasa pihak ketiga untuk menghitung jumlah pajak, sedangkan ada responden yang menghitung sendiri jumlah pajak, walau menghitung sendiri tetapi selalu berkonsultasi dengan pijak perpajakan berkaitan dengan kebenaran perhtungan pajak. Dari 6 responden, 3 responden pernah menunggak pajak, 3 responden lainnya tidak pernak menunggak pembayaran pajak, hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi responden yang menunggak, diakibatkan kesibukan dalam mengurus usaha, sehingga tidak sempat melakukan pembayaran pajak tersebut. Berdasarkan hasil analisis dan bahasan maka beberaa saran pengembangan dimasa datang adalah sebagai berikut: 1. Perlu ditingkat sosialisasi pemberlakuka PP No. 23 Tahun 2018 dan peraturan lain kepada UMKM sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan kepatuhan dalam memberikan kewajiban kepada negara. 2. Persepsi wajib pajak atas PP tersebut sangat positif, situasi ini perlu dipertahankan dimasa datang serta tingkatkan kepatuhan wajib pajak atas pembayaran pajak 3. Bagi peneliti lanjutan, hasil penelitian ini menjadi bahan untuk dikembangkan, terutama berkaitan dengan jenis peraturan pajak yang diberlakukan bagi UMKM

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNA RUNGU DI SMPLB NEGERI PEMBINA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK STRATEGI PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNA RUNGU DI SMPLB NEGERI PEMBINA KUPANG Yustus Olang 1*, Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or 2, Ramona M. Mae, S.Pd., M.Or.3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupan, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Tunarungu merupakan seseorang yang mengalami gangguan pendengaran. Suatu keondisi kehilangan pendengaran ini menyebabkan seseorang tidak dapat menangkap berbagai ransangan, terutama melalui indra pendengarannya yang menyebabkan pendengarannya tidak berfungsi. Berdasarkan hasil observasi penulis diketahui bahwa jumlah peserta didik pada SMPLB Negeri Pembina Kupang pada Tahun Ajaran 2021/2022 adalah sebanyak 31 orang yang terbagi dalam 6 (enam) kelas kecacatan yakni Cacat tuna grahita sedang sebanyak 7 orang, cacat tuna grahita ringan sebanyak 9 orang, cacat autis sebanyak 6 orang, cacat tuna ganda sebanyak 4 orang, cacat tuna rungu sebanyak 3 orang dan cacat tuna daksa sebanyak 2 orang. Tujuan penelitian: untuk mengetahui Strategi Pembelajaran Penjasorkes pada siswa berkebutuhan khusus Tuna Rungu di SMPLB Negeri Pembina Kupang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan guru penjas. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian sebagaimana telah diuraikan terdahulu bahwa dalam pembelajaran Penjasorkes bagi siswa tuna rungu di SMPLB Negeri Pembina Kupang, guru Penjasorkes menggunakan metode bagian. Artinya proses pembelajarannya dilakukan pada setiap bagian hingga terangkai suatu gerakan yang lengkap; seperti dalam permainan bulu tangkis, siswa diajarkan cara service panjang, setelah itu diajarkan service pendek, smash, dan sebagainya. Hal ini patut diketahui bahwa dengan adanya pembelajaran bagian demi bagian dari suatu permainan merupakan suatu strategi yang diterapkan oleh guru Penjasorkes untuk disesuaikan dengan kemampuan siswa dalam memahami tahapan-tahapan permainan yang diajarkan. Simpulan: Guru Penjasorkes pada SMPLB Negeri Pembina Kupang dalam melakukan proses pembelajaran kepada siswa tuna rungu, metode yang digunakan adalah metode bagian; dimana materi permainan yang akan diajarkan kepada siswa tidak dilakukan secara keseluruhan tetapi dilakukan bagian demi bagian. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah siswa memahami materi pelajaran yang diajarkan dan sesuai kondisi dan kemampuan siswa dalam memahami pelajaran yang diajarkan. Kata kunci: Siswa Berkebutuhan Khusus; Tuna Rungu

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMENUHI PELAKSANAAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN PB1 DAN PPH PASAL 4 AYAT 2 ( Studi Pada Pelaku Usaha Restoran Di Kabupaten Rote Ndao)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepatuhan wajib pajak merupakan suatu ketaatan untuk melakukan ketentuan-ketentuan atau aturan-aturan perpajakan yang diwajibkan atau diharuskan untuk dilaksanakan. Dalam system self assessment, wajib pajak diberikan keleluasaan untuk menghitung, menyetor, melaporkan sendiri kewajiban perpajakannya. Kepatuhan Wajib Pajak juga merupakan faktor utama yang mempengaruhi realisasi penerimaan pajak, dimana tingkat kepatuhan Wajib Pajak dalam hal ini dinilai dengan prilaku Wajib Pajak, dalam melaksanakan kewajiban mengisi dan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) secara benar, lengkap, jelas, dan tepat waktu sesuai dengan perundang-undangan perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kepatuhan wajib pajak pada Narrow Restaurant dan Seed Resort yang berlokasi di Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi. Informan ditentukan dengan teknik snow ball sampling, yaitu Penggalian data melalui wawancara mendalam dari satu responden ke responden lainnya. Fokus yang diteliti dalam penelitian ini adalahuntuk mengetahui kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi pelaksanan kewajiban perpajakan PB1 dan PPh pasal 4 ayat (2) pada usaha Narrow Restaurant dan Seed Resort. Hasil tinjauan menunjukan bahwa dalam proses penyetoran serta proses pelaporan pajak PPh pasal 4 ayat (2) pada Narrow Restaurant dan Seed Resort telah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Akan tetapi masih terdapat salah satu restoran yaitu Narrow Restaurant yang belum memahi proses perhitungan mengenai besaran Pajak Penghasilan yang harus dibayarkandan juga dari hasil yang diteliti seringkali terlambat dalam proses penyetoran serta proses pelaporan pajak PPh pasal 4 ayat (2) maka dapat dikatakan Narrow Restaurant perlu memberikan perhatian lebih dalam pelaksanan kewajiban pajak, diharapakan agar tidak melebihi dari batas waktu yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil yang diteliti dapat disimpulkan bawah Narrow Restaurant dan Seed Resort tersebut telah memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku di indonesia. Penelitian yang dilakukan mengenai kepatuhan wajib pajak padaNarrow Restaurant dan Seed Resort dapat ditarik kesimpulan bahwa Pemilik Narrow Restaurant dan Seed Resort sudah memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak dalam hal pembayaran PajakRestoran PB1 sebesar 10% (Perda No. 1 tahun 2012).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PENINGKATAN PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA DOSEN FAKULTAS EKONOMI UKAW KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan batas tidak kena pajak pada pajak subjektif yang diberikan kepada wajib pajak, yang ditentukan dari keadaan diri wajib pajak dan status perpajakannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh peningkatan PTKP terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada dosen fakultas ekonomi ukaw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang memiliki NPWP yang berjumlah 24 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peningkatan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) memberikan pengaruh yang positif dan Signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak orang Pribadi Dosen Fakultas Ekonomi UKAW, yakni meliputi kepatuhan dalam membayar pajak tepat waktu, mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) dengan benar, melaporkan SPT tepat waktu, dan melunasi denda/sanksi administrasi. Sehingga Peningkatan Penghasilan Tidak Kena Pajak bisa mendorong Wajib Pajak Orang Pribadi Dosen Fakultas Ekonomi UKAW Kupang untuk tetap patuh atau taat terhadap pemerintah dan signifikan sebesar 96,4%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GEREJA DIASPORA : DARI GEDUNG KE KEHIDUPAN Suatu Tinjauan Teologis terhadap Pemikiran Y.B. Mangunwijaya tentang Gereja Diaspora dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua, Klasis Kota Kupang Timur.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kehidupan bergereja di konteks perkotaan kerap dipahami secara sempit sebagai aktivitas yang berpusat pada gedung gereja, liturgi, dan struktur kelembagaan. Cara pandang ini sering kali menutupi realitas sosial yang lebih dalam, khususnya pengalaman kemiskinan struktural yang dialami sebagian anggota jemaat. Penelitian ini berangkat dari persoalan tersebut dengan memfokuskan kajian pada konsep Gereja Diaspora yang dikemukakan oleh Y. B. Mangunwijaya dan implikasinya bagi kehidupan Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua sebagai gereja perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merefleksikan secara teologis realitas kemiskinan struktural dalam kehidupan jemaat serta menelaah bagaimana pemikiran Gereja Diaspora dapat menjadi kerangka teologis bagi pembaruan pelayanan gereja. Penelitian ini juga bertujuan menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk hadir bukan semata sebagai organisasi religius, melainkan sebagai organisme iman yang hidup, bertumbuh, dan berpihak pada kehidupan umat yang rentan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan refleksi teologis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap karya-karya Y. B. Mangunwijaya, kajian Alkitab, serta analisis kontekstual berdasarkan data sosial dan pekerjaan Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua. Pendekatan ini memungkinkan pembacaan kritis atas realitas jemaat sebagai “tanda-tanda zaman” yang menantang gereja untuk merefleksikan kembali identitas dan panggilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan yang dialami sebagian jemaat GMIT Kaisarea merupakan bentuk kemiskinan struktural yang tidak dapat direduksi sebagai persoalan individual. Dalam terang pemikiran Mangunwijaya, kemiskinan tersebut menjadi locus teologis yang menguji kesetiaan iman dan kesaksian gereja. Konsep Gereja Diaspora menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk bergerak dari pemusatan pada gedung menuju kehadiran nyata dalam kehidupan umat. Dengan demikian, GMIT Kaisarea dipahami sebagai “Kebun Anggur Tuhan yang Berbunga,” yakni komunitas iman yang merawat keberagaman, memperjuangkan martabat manusia, dan menghadirkan Injil sebagai daya yang membebaskan di tengah realitas perkotaan yang timpang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GEMBALA YANG SEJATI: "Suatu Tafsir HistorIs Kritis Terhadap Kitab Mazmur 23:1-6 dan Implikasinya Bagi Korban Bencana Longsor di Jemaat GMIT Efata SoE. Klasis SoE

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Realitas penderitaan tidak dapat terlepas dalam kehidupan manusia yang bergumul dengan pengalaman hidup. Salah satunya adalah penderitaan akibat bencana longsor yang terjadi di Desa Kuatae, sehingga berdampak pada wilayah pelayanan Jemaat GMIT Efata SoE. Bencana tersebut menyebabkan ketakutan, putus asa dan hilang harapan dari jemaat. Ditemukan banyak jemaat yang terpaksa harus mengungsi karena rumah yang rusak. Mereka cenderung mempertanyakan tentang tujuan hidup, makna penderitaan dan peran Tuhan dalam peristiwa yang dialami. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana jemaat memahami kehadiran Tuhan sebagai gembala dalam peristiwa bencana longsor dan bagaimana Tuhan sebagai gembala yang diyakini Daud dapat menjadi sumber penghiburan dan kekuatan bagi jemaat dalam proses pemulihan akibat bencana longsor. Tulisan ini disajikan menggunakan metode kritik historis dengan pendekatan tafsir pada Mazmur 23:1-6, yang melibatkan analisis konteks sejarah, kritik sastra, latar belakang konsep gembala Israel, bidang kehidupan dan tafsir ayat per ayat. Tiga kerygma yang ditemukan: 1) Tuhan sebagai Gembala yang Sejati dan Penyedia Hidangan. 2) Penyertaan Tuhan dalam Lembah Kekelaman dan Marabahaya. 3) Tinggal di dalam Rumah Tuhan Sepanjang Masa sebagai Tanda Syukur. Kesimpulannya bahwa keyakinan Daud pada Tuhan sebagai gembala yang membaringkan, menuntun, membimbing, memulihkan dan menyediakan hidangan mampu menjawab kebutuhan jemaat. Dari penyertaan-Nya dalam situasi bencana dan persekutuan dengan-Nya. Penelitian ini bermanfaat bagi pemulihan dan penghiburan jemaat untuk menyakini Tuhan sebagai gembala dalam bencana yang dialami. Selain itu, agar gereja dapat memaknai peran mereka selaku gembala.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TANGGUNG JAWAB UTUSAN TUHAN Suatu Tafsir Naratif terhadap Keluaran 4:1-17 dan Implikasinya bagi Tanggung Jawab Penatua, Diaken dan Pengajar sebagai Utusan Tuhan di Jemaat GMIT Kemah Ibadat Airnona

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketika seseorang diutus untuk menjalankan suatu tugas atau kewajiban, kerap kali seseorang cenderung merasa ragu dan rendah diri yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri melainkan juga datang dari luar, sehingga bertolak dari faktor yang mempengaruhi orang tersebut dapat membuat dirinya tidak dapat menjalankan tugas tanggung jawab sebagai perutusan yang diberikan dengan maksimal. Dalam upaya mengatasi masalah terhadap upaya melaksanakan tanggung jawab yang diemban oleh seorang utusan, khususnya sebagai utusan Tuhan dibutuhkan iman yang teguh, kesetiaan dan kedisiplinan yang baik. Penulis tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam melalui karya ilmiah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir naratif untuk menganalisis teks Keluaran 4:1-17. Tulisan ini berupaya untuk memahami konteks pengutusan Tuhan kepada Musa, bagaimana sikap dan respon Musa terhadap pengutusan Tuhan kepadanya, sehingga dapat dipelajari dari sikap dan respon Musa serta tindakan Tuhan dalam menolong Musa untuk menjalankan tugas tanggung jawabnya sebagai utusan Tuhan. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukkan karakteristik dari Musa, yang walaupun awalnya memiliki keraguan, namun pada akhirnya ia tetap dengan setia menjalankan tugas tanggung jawab perutusan yang diberikan Allah kepadanya. Sikap tanggung jawab inilah yang kemudian penulis kaitkan dengan bagaimana Penatua, Diaken dan Pengajar dalam menjalankan tugas perutusannya dengan bertanggung jawab dan bagaimana GMIT Kemah Ibadat Airnona dapat menjadi wadah yang baik dalam mempersiapkan para utusan Tuhan, yakni Penatua, Diaken dan Pengajar. Agar sebagai utusan Tuhan tidak usah ragu dalam menjalankan tugas tanggung jawab pelayanan melainkan harus memiliki iman, kesetiaan serta kedisiplinan yang baik agar pesan Tuhan dapat tersampaikan kepada umat ciptaan-Nya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TINGKAT PENDAPATAN KESADARAN WAJIB PAJAK DAN PELAYANAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (Studi Kasus Pada Kecamatan Kota Waingapu)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta wajib pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Sesuai dengan Undang-Undang perpajakan, membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban, tetapi merupakan hak dari setiap warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah tingkat pendidikan. Wajib pajak yang berpendidikan dan memperoleh pengetahuan pajak, akan lebih patuh dalam memenuhi kewajiban pajaknya dari pada yang kurang memperoleh informasi. Penelitian Ikhsan (2007) tentang kajian faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan Wajib Pajak menyimpulkan bahwa tingkat pendidikan Wajib Pajak secara statistik berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Faktor kedua yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah Penghasilan atau pendapatan. Faktor penghasilan dapat dijadikan salah satu alasan wajib pajak pajak tidak patuh membayar pajak. Masyarakat yang miskin akan kesulitan dalam membayar pajak, oleh karena itu masyarakat lebih cenderung untuk memenuhi kebutuhan pokoknya terlebih dahulu. Penelitian yang dilakukan oleh Chaerunnisa (2010) menunjukkan bahwa tingkat penghasilan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT tahunan. Faktor ketiga yang mempengaruhi kepatuhan pajak adalah kesadaran wajib pajak. Tingkat kesadaran wajib pajak dapat dicerminkan dari bagaimana kesungguhan dan keinginan wajib pajak dalam mentaati ketentuan perpajakan yang berlaku. Kepatuhan pajak identik dengan kesediaan seorang wajib pajak dalam memenuhi peraturan perpajakannya. Dalam bentuk yang paling sederhana, kepatuhan dianggap sebagai istilah yang menggambarkan kesediaan wajib pajak untuk membayar pajak (Kirchler, 2010). Penelitian yang dilakukan oleh Kundalini (2016) menemukan bahwa faktor kesadaran wajib pajak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak Faktor keempat yang menjadi pengaruh kepatuhan pajak adalah pelayanan pajak. Karena bentuk pelayanan yang baik dapat menarik perhatian dari masyarakat. Pelayanan yang dikelola dengan baik diharapkan dapat memenuhi harapan masyarakat, karena masyarakat memiliki peran besar untuk perbandingan standar evaluasi tingkat motivasi (Afrial 2009). Lena Elitan 2007:46 memaparkan bahwasannya pelayanan merupakan produk yang faktor utamanya perlengkapan yang tidak ada wujudnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuantitatif dengan Teknik Analisis Regresi Linear berganda menggunakan sofware SPSS versi 25. Jumlah populasi sebanyak 8.626 dengan sampel sebanyak 100 wajib pajak bumi dan bangunan. Dalam menentukan jumlah sampel dari populasi penulis menggunakan metode pengambilan sampel Purposive sampling. Purposive sampling dimana merupakan metode penetapan responden untuk dijadikan sampel berdasarkan pada kriteria tertentu. Dari hasil uji regresi linear sederhana menggunakan spss versi 25, variabel tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 2.202 > t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,0300,05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, variabel tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 1.218 t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,226> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HO diterima dan H2 ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, variabel kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar 3.412 > t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,0010,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan HO ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan, dan variabel pelayanan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan ditunjukkan dengan hasil uji t hitung sebesar -621 t-tabel 1.985, dan nilai signifikasinya uji t sebesar 0,536> 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa HO diterima dan H4 ditolak. Dari data tersebut diartikan bahwa pelayanan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Hasil output SPSS untuk uji Determinasi / Squared (R2) diketahui nilai R Squard sebesar 0,313 (31,3%). Hal tersebut memilki arti bahwa kemampuan variabel independen dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen sebesar 31,3%, sedangkan sisanya sebesar 0,687 (68,7%) sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Dari pembahasan diatas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu bahwa hipotesis pertama tingkat pendidikan berpengaruh pada kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Dengan memiliki tingkat pendidikan yang tinggi akan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memahami suatu hal atau keadaan. Hipotesis kedua tingkat pendapatan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat pendapatan belum tentu meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hipotesis ketiga tingkat kesadaran wajib pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. diartikan semakin tingginya kesadaran wajib pajak menandakan pelaksanaan serta pemahaman kewajiban perpajakan semakin baik serta wajib pajak akan makin termotivasi. Hipotesis keempat kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. diartikan Walaupun kualitas pelayanan yang dilakukan aparat pajak sudah sangat optimal, namun wajib pajak menganggap bahwa kualitas pelayanan tersebut merupakan standar yang harus dilakukan oleh aparat otoritas pajak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TUHAN DALAM RITUAL MATE MANU (Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual tentang Tuhan dalam Kepercayaan Asli Orang Ngada)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tulisan ini berisi uraian tentang Tuhan dalam ritual mate manu dalam kepercayaan asli orang Ngada. Pertanyaan penelitian adalah apakah konsep orang Bajawa tentang Tuhan dalam ritual mate manu, kemudian bagaimana tinjauan teologi kontekstual dalam ritual mate manu dan implikasi bagi spiritualitas Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa. Melalui pertanyaan-pertanyaan ini, maka tujuan yang dicapai adalah mengetahui dan menganalisis konsep Tuhan menurut orang Bajawa dalam ritual mate manu, kemudian meninjau ritual mate manu menurut teologi kontekstual dan sekaligus menganalisis implikasi bagi spiritualitas Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa. Deskripsi dan analisa dibangun di atas pandangan orang Bajawa tentang Tuhan dalam ritual mate manu. Suatu tinjauan teologi kontekstual dan implikasi ritual mate manu bagi spiritualitas Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa menjadi muara dari tesis ini. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dengan menggunakan teknik wawancara mendalam terhadap sejumlah responden di Bajawa. Selain itu kajian literatur dilakukan untuk memperkuat analisa dan refleksi teologis. Hasil penelitian membuktikan, bahwa hati dan usus dari ayam/manu menjadi simbol penting dalam pemahaman iman orang Bajawa. Hati dan usus ayam/mamu menjadi tanda bagi orang Bajawa dalam memahami pesan dan maksud Tuhan untuk kehidupan mereka kedepannya. Lebih dari itu, ritual mate manu memberikan implikasi bagi spiritualitas Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa yang ditunjukan melalui sikap inklusif atau saling menerima perbedaan akan tradisi atau praktik budaya yang dimiliki oleh orang Bajawa. Kata Kunci: Tuhan, Ritual mate manu, Model Antropologis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH NORMA SUBJEKTIF, KEWAJIBAN MORAL, PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN DAN TAX AMNESTY TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN USAHA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul : “PENGARUH NORMA SUBJEKTIF, KEWAJIBAN MORAL, PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN DAN TAX AMNESTY TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BADAN USAHA.” Menurut pasal 1 Undang-Undang No. 16 Tahun 2009 tentang KUP berbunyi: “Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapat imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Oleh karena tidak memberikan keuntungan secara langsung, maka setiap wajib pajak memiliki keinginan untuk meminimalkan pembayaran pajaknya. Pembayaran pajak menyebabkan pengeluaran sumber daya keuangan perusahaan, yang berarti penundaan pendanaan untuk kepentingan lain. Dalam hal keinginan untuk meminimalkan pembayaran pajaknya, ada kalanya wajib pajak melakukannya dengan melanggar peraturan perpajakan. Baik melalui penyelundupan pajak, manipulasi data transaksi yang berdampak pajak, maupun persekongkolan dengan oknum petugas pajak. Hal tersebut merupakan perbuatan yang tidak terpuji dan apabila terbukti melanggar peraturan perpajakan dapat berdampak pada kerugian yang lebih besar dari penghematan pajak yang dilakukan (Kaha, 2021).Banyak faktor yang berhubungan dengan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, diantaranya ada tax amnesty sebagai faktor eksternal (Sari, 2017) dan juga tiga faktor internal yang berhubungan dengan kepatuhan wajib pajak yaitu: norma subjektif, kewajiban moral serta pemahaman peraturan perpajakan (Sudirman, 2020). Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang berkaitan dengan kepatuhan wajib pajak badan usaha. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah : Apakah faktor norma subjektif, kewajiban moral, pemahaman peraturan perpajakan dan tax amnesty berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut : 1. Diduga norma subjektif berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. 2. Diduga kewajiban moral berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. 3. Diduga pemahaman peraturan perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. 4. Diduga tax amnesty berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha. Kepatuhan wajib pajak merupakan suatu tindakan patuh dan sadar terhadap ketertiban perhitungan, pembayaran dan pelaporan kewajiban perpajakan masa dan tahunan dari wajib pajak orang pribadi maupun badan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.Norma subjektif adalah pengaruh dari lingkungan sosial seperti kerabat, orang dekat, figur serta lingkungan sosial pada umumnya dari seorang individu dalam berperilaku.Kewajiban moral merupakan perbuatan atau tindakan yang harus dilaksanakan oleh seseorang sesuai dengan rasa yang berlaku di masyarakat.Pengetahuan dan pemahaman akan peraturan perpajakan adalah proses dimana wajib pajak mengetahui tentang perpajakan dan mengaplikasikan pengetahuan itu untuk membayar pajak. Tax amnesty merupakan kebijakan pemerintah dibidang perpajakan yang memberikan kesempatan bagi wajib pajak untuk mengungkapkan harta yang belum dilaporkan dengan membayar uang tebusan, tanpa dikenai sanksi administrasi maupun sanksi pidana dibidang perpajakan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah wajib pajak badan usaha pada KPP Pratama Kupang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 wajib pajak badan usaha yang telah mengikuti program tax amnesty. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.(Sugiyono, 2018). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer atau data diperoleh secara langsung melalui kuesioner yang disebarkan kepada wajib pajak badan usaha yang ada di KPP Pratama Kupang. variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah norma subjektif, kewajiban moral, pemahaman peraturan perpajakan, tax amnesty dan kepatuhan wajib pajak badan usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Penelitian ini menggunakan teknis analisis regresi linear berganda agar dapat mengetahu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan menggunakan aplikasi SPSS 26sebagai alat bantu uji statistik.Hasil penelitian menunjukan variabel norma subjektif berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha, kewajiban moral berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha, pemahaman peraturan perpajakan dan tax amnesty tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak badan usaha pada KPP Pratama Kupang.Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kepentingan akademik yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk penelitian kedepannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HAKIKAT MANUSIA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hakikat adalah kenyataan yang sebenarnya (sesungguhnya). Hakikat berhubungan dengan makna atau arti sesungguhnya dari sesuatu hal. Di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, kehadiran berbagai macam perangkat teknologi yang superjenius mampu mengalahkan kehebatan manusia sebagai penciptanya dari sudut pandang kemampuan bekerja dan daya inteligensi (AI). Contohnya seperti munculnya robot/humanoid Sophia dan Erika, manusia sudah tidak lagi memberdayakan potensi-potensi dan akal budi yang ada padanya. Akal budi yang merupakan anugerah bagi manusia sekarang dapat diduplikasikan bagi teknologi-teknologi yang ada. Hal ini membuat kita bertanya-tanya tentang bagaimana hakikat manusia. Apakah manusia itu, di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini? Bagaimana manusia memahami dirinya dan sesama? Pertanyaan mengenai hakikat manusia juga muncul dalam Mazmur 8, di mana pemazmur membahas tentang manusia. Akan tetapi, dalam teks ini pemazmur tidak berangkat dari suatu defenisi pasti tentang manusia melainkan dia berangkat dari pertanyaan tentang manusia itu sendiri. Penulis melihat bahwa pemazmur di sini memiliki suatu cara pandang yang berbeda atau semacam perhatian khusus dan unik terhadap manusia dari pada teks-teks lain yang mungkin juga berbicara mengenai manusia. Hal inilah yang menjadi titik kegelisahan sekaligus pemicu bagi penulis untuk mengkaji kembali teks Mazmur 8 dalam kaitannya dengan identitas/hakikat manusia menurut kitabMazmur. Hasil penafsiran menunjukkan bahwa siapa manusia tidak dapat terpisahkan dari siapa Tuhan. Artinya bahwa berbicara mengenai manusia sebagai ciptaan tidak dapat terlepas dari Tuhan sebagai penciptanya. Sekalipun manusia adalah ciptaan yang lemah dan rapuh, serta berdosa, manusia tetaplah makhluk yang diciptakan oleh Allah menurut gambar dan rupa-Nya. Dalam kelemahan dan kerapuhan manusia yang hanyalah ciptaan, nyata kemuliaan dan keagungan Allah melalui gambar diri manusia yang tidak dapat tergantikan ataupun di geser oleh apapun itu. Tuhan membuat manusia menjadi kepala atas ciptaan-ciptaan, memerintah dan berkuasa sebagai wakil Tuhan di bumi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ESTIMASI PENGARUH PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG (Ipomea aquatica ) BERDASARKAN CROPWAT 8.0 DI WILAYAH SEMI ARID

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung dengan pemberian air berdasarkan analisis kebutuhan air menggunakan Cropwat 8.0. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa Data klimatologi selama kurang lebih 5 tahun menyangkut data hujan bulanan, data kelembaban, data lama penyinaran dan kecepatan angin, data suhu maksimum minimum data, data tanaman dan bahan-bahan untuk budidaya tanaman kangkung. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari Lima (5) perlakuan dan tiga (3) ulangan yaitu P1 (hasil estimasi Cropwat), P2 (Hasil estimasi cropwat ditamban 50%), P3 (Hasil estimasi Cropwat ditambah 25%), P4 (Hasil estimasi cropwat dikurangi 25%), dan P5 (Hasil estimasi cropwat dikurangi 50%) Kebutuhan air tanaman kangkung dipengaruhi kondis iklim dan koefisien tanaman yang berubah setiap fasenya. Evaotranspirasi tanaman (ETc) dengan menggunakan software CropWat 8.0 selama masa pertumbuhan adalah 294.8. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengurangan pemberian air dari estimasi Cropwat memberikan pengaruh terbaik untuk tanaman kangkung di wilayah semi arid. Berdasarkan hasil penelitian untuk usaha tanaman kangkung di wilayah semi arid terberat terjadi pada P2 dan P3 yaitu masing – masing perlakuan adalah 16 gram . Hasil ini cukup sesuai dengan kondisi di lapangan untuk merencanakan awal musim tanam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEBUTUHAN TRAKTOR PADAPENGOLAHAN TANAH GUNA MEWUJUDKAN JADWAL TANAM PADI SERENTAK PADA MUSIM TANAM PERTAMA DAERAH IRIGAS DAHULU RASA DI DESA MATA AIR KECAMATAN KUPANG TENGAH

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Traktor merupakan salah satu penerapan teknologi di bidang pertanian. Tujuan adanya pengalihan teknologi tersebut yaitu untuk meringankan beban dalam melakukan pengolahan lahan pertanian, terutama dengan luas lahan yang tidak sedikit dan jenis tanah yang cukup sulit untuk diolah. Pengolahan tanah di daerah P3A Dahulu Rasa bisa berjalan sesuai yang diharapkan demi mewujudkan tanam padi serentak pada musim tanam pertama apabila kebutuhan traktor terpenuhi dan menejemen pengoperasiannya dibuat dengan baik..Tujuandaripenelitian di iniadalah : Untuk mengetahui kebutuhan traktor pada pengolahan tanah guna mewujudkan jadwal tanam padiserentak pada musim tanam pertama di daerah P3A Dahulu Rasa Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah..Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani sawah di daerah P3A Dahulu Rasa Desa Mata Air. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari:Petani pemilik traktor, petani pemakai traktor operator traktor dan pengurus P3A. Tingkat kebutuhan traktor untuk pengolahan tanah di daerah P3A Dahulu Rasa untuk pengolahan tanah pertama menggunkan traktor roda 4 dan traktor tangan sedangankan untuk pengolahan tanah kedua semua masih menggunakan traktor tangan. Pada pengolahan tanah dengan menggunakan traktor dari pengolahan tanah pertama dan kedua membutuhkan waktu 8 hari dan juga membutuhkan 1 unit traktor roda 4 dan 10 unit traktor tangan.Sedangkan untuk tingkat kecukupan traktor di daerah P3A Dahulu Rasa sudah sangat melebihi dari apa yang dibutuhkan namun masih kurang dalam manajemen pengoperasian traktor bagi petani pemilik dan juga operator sehingga sering terjadi keterlambatan dan juga kendala dalam pengolahan tanah bagi petani...

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail