Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

1 hasil
Subjek: Tuna Rungu
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNA RUNGU DI SMPLB NEGERI PEMBINA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK STRATEGI PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNA RUNGU DI SMPLB NEGERI PEMBINA KUPANG Yustus Olang 1*, Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or 2, Ramona M. Mae, S.Pd., M.Or.3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupan, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Tunarungu merupakan seseorang yang mengalami gangguan pendengaran. Suatu keondisi kehilangan pendengaran ini menyebabkan seseorang tidak dapat menangkap berbagai ransangan, terutama melalui indra pendengarannya yang menyebabkan pendengarannya tidak berfungsi. Berdasarkan hasil observasi penulis diketahui bahwa jumlah peserta didik pada SMPLB Negeri Pembina Kupang pada Tahun Ajaran 2021/2022 adalah sebanyak 31 orang yang terbagi dalam 6 (enam) kelas kecacatan yakni Cacat tuna grahita sedang sebanyak 7 orang, cacat tuna grahita ringan sebanyak 9 orang, cacat autis sebanyak 6 orang, cacat tuna ganda sebanyak 4 orang, cacat tuna rungu sebanyak 3 orang dan cacat tuna daksa sebanyak 2 orang. Tujuan penelitian: untuk mengetahui Strategi Pembelajaran Penjasorkes pada siswa berkebutuhan khusus Tuna Rungu di SMPLB Negeri Pembina Kupang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan guru penjas. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian sebagaimana telah diuraikan terdahulu bahwa dalam pembelajaran Penjasorkes bagi siswa tuna rungu di SMPLB Negeri Pembina Kupang, guru Penjasorkes menggunakan metode bagian. Artinya proses pembelajarannya dilakukan pada setiap bagian hingga terangkai suatu gerakan yang lengkap; seperti dalam permainan bulu tangkis, siswa diajarkan cara service panjang, setelah itu diajarkan service pendek, smash, dan sebagainya. Hal ini patut diketahui bahwa dengan adanya pembelajaran bagian demi bagian dari suatu permainan merupakan suatu strategi yang diterapkan oleh guru Penjasorkes untuk disesuaikan dengan kemampuan siswa dalam memahami tahapan-tahapan permainan yang diajarkan. Simpulan: Guru Penjasorkes pada SMPLB Negeri Pembina Kupang dalam melakukan proses pembelajaran kepada siswa tuna rungu, metode yang digunakan adalah metode bagian; dimana materi permainan yang akan diajarkan kepada siswa tidak dilakukan secara keseluruhan tetapi dilakukan bagian demi bagian. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah siswa memahami materi pelajaran yang diajarkan dan sesuai kondisi dan kemampuan siswa dalam memahami pelajaran yang diajarkan. Kata kunci: Siswa Berkebutuhan Khusus; Tuna Rungu

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail