ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Warisan Budaya adalah produk/hasil budaya fisik dari tradisi dan prestasi spiritual dalam bentuk nilai dari masa lalu. Menurut UNESCO, warisan budaya terdiri dari dua bagian yaitu tangible cultural dan intangible cultural. Tangible cultural seperti: monumen, artefak, cagar budaya dan kawasan, intangible cultural seperti: bahasa ritual dan tradisi. Warisan budaya sangat penting untuk dilestarikan, hal ini adalah upaya menjaga sejarah bangsa. Bangunan Situs Gereja Kota Kupang merupakan sebuah bangunan dilindungi oleh Undang-Undang Benda Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010. Dalam penelitian penulis menggunakan metode studi lapangan, dalam memenuhi kebutuhan akan data-data penulisan memilih penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk membuat deskripsi, gambaran/lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang akan diteliti. Saat cendana mulai dikenal sebagai komoditi perdagangan, Kupang telah dikenal oleh bangsa-bangsa asing terutama China. Kristen yang mula-mula hadir di Kupang adalah Kristen Katolik yang dibawa oleh pedagang Portugis. Setelah kehadiran Portugis datang juga Belanda menyebarkan agama Kristen Protestan, Belanda pertama kali memerintah pada tahun 1613 kemudian tahun 1614 Belanda menghadirkan seorang Pdt di Kupang untuk kebutuhan keimanan orang-orang Belanda sendiri. Kehadiran seorang Pdt Belanda membuat raja Kupang ingin mengkristenkan seluruh warga Kupang. Hasil kristenisasi oleh Belanda membuat Kupang memiliki sebuah gedung gereja dengan arsitektur Eropa abad pertengahan yang dinobatkan sebagai situs berdasarkan SK: KM.51/OT.007/MKP/2004. Bangunan gereja situs Kota Kupang masih aktif digunakan sebagai tempah ibadah oleh lembaga GMIT. Bangunan situs tidak hanya mendapatkan pelayanan dari GMIT tetapi oleh pihak pemerintah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah pada KSP Kopdit Timau Indah Kupang”. Masalah yang diambil dari penelitian ini adalah pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah. Ada pun persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah koperasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan koperasi terhadap kepuasan nasabah dalam melakukan simpan pinjam.
Kualitas pelayanan merupakan konsep yang abstrak dan sukar dipahami, karena kualitas pelayanan memiliki karakteristik tidak berwujud, bervariasi, tidak tahan lama. kepuasan merupakan fungsi dari persepsi atau kesan atau kinerja dan harapan. Jika kinerja berada dibawah harapan, pelanggan tidak puas.
Metode penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan sumber data yang digunakan adalah data primer. Objek dalam penelitian ini adalah Kantor KSP Kopdit Timau Indah Kupang yang berlokasi di jln. H.R KOROH Sikumana, Kabupaten Kupang. Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari 50 responden. Pengumpulan data melalui observasi langsung dan survei yang diperoleh dengan cara pembagian kuesioner kepada responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan uji valididas, uji reabilitas, uji regresi linear sederhana, uji determinan dan uji T(Parsial) dengan menggunakan MS. Excel.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan nasabah koperasi timau Kupang. Pengaruh yang diberikan kedua variabel bebas tersebut bersifat positif artinya semakin tinggi kualitas pelayanan maka mengakibatkan semakin tinggi pula kepuasan nasabah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan di Rumah Makan Brutus Chiken Oesapa Kupang”. Rumusan masalah dalam penelitian adalah 1) Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan di rumah makan brutus chiken oesapa kupang? 2) Apakah harga perpengaruh terhadap kepuasan pelanggan di rumah makan brutus chiken oesapa kupang? Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan rumah makan dibrutus chiken oesapa kupang. 2) pengaruh harga terhadap kepuasan pelanggan di rumah makan brutus chiken oesapa kupang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 96 orang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental design dan dihitung menggunakan SPSS 22.00 for windows. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner. Variabel dalam penelitian ini adalah Kualitas Pelayanan, Harga dan Kepuasan Pelanggan.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif menggunakan alat distribusi frekuensi dan analisis regresi linear berganda yang hasilnya diolah menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini melalui perhitungan analisis regresi linear berganda, diperoleh hasil bahwa, 1) Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada Rumah Makan Brutus Chiken Oesapa Kupang. 2) Harga berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada Rumah Makan Brutus Chiken Oesapa Kupang. Berdasarkan hasil penelitian ini maka saran yang diberikan adalah pada variabel kualitas pelayanan, pernyataan kecepatan karyawan merespon pelanggan yang datang di Rumah Makan Brutus Chiken Oesapa Kupang paling rendah sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan. Pada variabel harga, pernyataan harga produk dirumah Makan Brutus Chiken yang rendah membuat konsumen ingin berbelanja kembali sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan. Pada variabel kepuasan pelanggan, pernyataan kecepatan karyawan merespon pelanggan yang datang di Rumah Makan Brutus Chiken Oesapa Kupang sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
DAERAH TERHADAP BELANJA MODAL UNTUK PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN KUPANG
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Terhadap Belanja Modal Untuk Pelayanan
Publik Di Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilatar belakangi Keuangan Daerah atau anggaran daerah merupakan rencana kerja pemerintah daerah dalam bentuk uang (rupiah) dalam satu periode tertentu. Selanjutnya Anggaran daerah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah adalah instrumen kebijakan yang utama bagi pemerintah daerah. Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005, Keuangan Daerah merupakan semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keuangan daerah merupakan semua hak dan kewajiban pemerintah daerah dalam bentuk uang (rupiah) yang dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan penyelenggaraan pemerintahan daerah Belanja modal yang dialokasikan oleh pemerintah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait dengan kinerja keuangan daerah diantaranya: PAD, desentralisasi fiskal, efektivitas keuangan daerah, dan efisiensi.
Dalam hal ini peneliti mengangkat 4 variabel yaitu PAD, desentralisasi fiscal, efektivitas, dan efisiensi. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang didapat pemerintah Kabupaten Kupang. Kemudian data diproses menggunakan analisis corelasi. Sampel yang digunakan adalah realisasi anggaran dari periode 2015-2019. Dari hasil pengolahan data diketahui Berdasarkan hasil uji pada variabel pendapatan asli daerah (X1) yang dilakukan menunjukan bahwa pendapatan asli daerah secara parsial memiliki hubungan (corelasi) yang sangat kuat terhadap belanja modal untuk Bpelayanan publik pada kabupaten kupang. Hal ini menggambarkan bahwa PAD yang semakin tinggi maka belanja modalnya semakin tinggi juga yang bisa di alokasikan oleh pemerintah daerah Pendapatan adi daerah yang meningkat akan memberikan manfaat untuk menyediakan fasilitas pedik melalui pembangunan sarana dan prasarana terutamanya pembangunan infrastuktur yang berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya hasil uji pada varibel Desentralisasi Fiskal (2) yang dilakukan menunjukan bahwa Desentralisasi Fiskal secara parsial memiliki hubungan (corelasi) yang cukup kuat terhadap Belanja modal untuk pelayanan pada Kabupaten Kupang. Hal ini menunjukan bahwa pemerintah dearah mampu melaksanakan otonomi daerah, menggali sumber-sumber keuangan sendiri, mengelola dan menggunakan keuangan sendiri yang sakup memadai untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daearah dan penyediaan barang public.
Selanjutnya hasil uji variabel pada Efektivitas Keuangan Daerah (X3) yang dilakukan menunjukan bahwa Efektivitas Keuangan Daerah secara parsial memiliki hubungan (corelasi) yang sangat kuat terhadap Belanja modal untuk pelayanan publik pada Kabupaten Kupang. Hal ini menunjukan dengan adanya hubungan yang kuat dimana pemerintah daerah memiliki kemampuan dalam merealisasikan PAD yang direncanakan dibandingkan dengan target yang ditetapkan berdasarkan potensi riil daerah.
Selanjutnya hasil uji variabel pada Efisiensi Keuangan Daerah (X4) yang dilakukan menunjukan bahwa Efisiensi Keuangan Daerah secara parsial memiliki hubungan (corelasi) yang sangat kuat terhadap Belanja modal untuk pelayanan publik pada kabupaten kupang. Hal ini menunjukan bahwa semakin baik efisiensi pengelolaan keuangan daerah semakin rendah berarti kinerja keuangan daerah dalam menghitung besarnya biaya yang dikeluarkan untuk merealisasikan seluruh pendapatan yang diterimanya, sehingga dapat diketahui cara memungut pendapatannya efisien atau tidak.
Kata kunci: Kinerja Keuangan, Belanja Modal Untuk Pelayanan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH FASILITAS DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS OELABA KECAMATAN ROTE BARAT LAUT
KABUPATEN ROTE NDAO
Puskesmas sebagai salah satu tempat pelayanan kesehatan yang paling penting untuk memberikan fasilitas dan kualitas pelayanan kepada seluruh masyarakat. Puskesmas diharuskan untuk selalu menjaga kepercayaan dan kepuasan pasien dengan memberikan fasilitas dan pelayanan yang bermutu. Puskesmas berarti harus memberikan fasilitas pelayanan kepada pasien didasarkan pada standart kualitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat, sehingga dapat memperoleh kepuasan yang ahkirnya dapat meningkatkan kpercayaan pasien terhadap Puskesmas Oelaba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:
Fasilitas adalah peralatan fisik harus ada sebelum suatu jasa yang dapat ditawarkan kepada pelanggan. Karena bentuk jasa tak bisa dilihat, tidak bisa dicium dan tidak bisa diraba maka wujud fisik penting sebagai ukuran dari pelayanan (Tjiptono, 2011:38).
Kualitas pelayanan adalah suatu tingkat keunggulan yang dirasakan seseorang terhadap suatu jasa yang suatu jasa yang diharapkan dari perbandingan atara keinginan dan kinerja yang dirasakan konsumen setelah membeli jasa tersebut. Menurut Arianto (2018:83) kualitas pelayanan dapat diartikan sebagai berfokus pada memenuhi kebutuhan dan persyaratan, serta pada ketepatan waktu untuk memenuhi harapan pelanggan. Sedangkan menurut Kasmir (2017:470) adalah tindakan atau perbuatan seseorang atau suatu organisasi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan, sesama karyawan dan juga pimpinan.
Kepuasan pasien terbentuk dari penilaian pelanggan terhadap mutu, kinerja hasil, dan pertimbangan biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh dari produk atau pelayanan yang diterima.. Dengan demikian kepuasan terjadi karena penilaian terhadap manfaat serta kenikmatan yang diperoleh lebih dari apa yang dibutuhkan atau diharapkan (Koencoro, 2007). Sedangkan Menurut Pohan dalam Anggriani, 2017 adalah harapan pasien yang timbul atas tindakan tenaga kesehatan sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan selama proses berinteraksi dalam upaya memberikan upaya.
Berdasrkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini penulis akan membahas Pengaruh Fasilitas Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Oelaba Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao
Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini mencakup semua pasien rawat jalan yang berobat/mengunakan jasa Puskesmas Oelaba sebanyak 1381 orang pasien.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulakan bahwa Secara parsial fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Oelaba Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Oelaba Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao. Sedangkan secara stimultan lingkungan kerja dan karasteristik individu berpengaruh positif dan signifikan secara Bersama-sama terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Oelaba Kecamatan Rote Barat Laut Kabupaten Rote Ndao.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 23.903 sedangkan koefisien regresi b1 = 0.281 dan b2 = 0.-185 Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh Fasilitas (X1) dan Kualitas pelayanan (X2) terhadap Kepuasan pasien adalah sebagai berikut : Y = 23.903+ = 0.281 X1 + 0.-185 X2 + e. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel Fasilitas (X1) terhadap variabel Kepuasan pasien (Y). diketahui bahwa untuk variabel Fasilitas (X1) di temukan t hitung = 3.452 lebih besar dari t tabel = 1,66196 dan tingkat signifikan = 0.001. Oleh karna itu nilai Sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel fasilitas (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kepuasan pasien (Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kualitas pelayanan (X2) terhadap kepuasan pasien (Y). diketahui bahwa variabel kualitas pelayanan (X2) ditemukan t hutung = -2.917 lebih besar dari t tabel = 1,66196 dan tingkat sig. = 0.004. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel kualitas pelayanan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 8.130 lebih besar dari F tabel = 3,10 dan tingkat Sig = 0.002 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya variabel fasilitas (X1) dan variabel kualitas pelayanan (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap variabel kepuasan pasien (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah 0.134 atau 13.4%. Hal ini berarti besar pengaruhnya fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien adalah 13.4%. Sedangkan pengaruh sebesar 87,6% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Fasilitas Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Skripsi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Untuk mengetahui hal tersebut maka digunakan analisis regresi linear sederhana dengan menggunakan uji koefisiensi regresi parsialal (uji t) dan menggunakan aplikasi software SPSS 16.0.
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh wajib pajak yang membayar pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat kabupaten Kupang yang berjumlah 1.925 Wajib Pajak dari populasi tersebut dengan menggunakan Rumus Slovin dalam penarikan jumlah sampel mendapatkan 96 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menyebarkan kuesioner kepada 96 responden dan penelitian pustaka melalui jurnal dan website.
Teknik analisis data yang digunakan adalah uji kualitas data, uji analisis regresi linear sederhana, uji koefisien determinasi dan uji parsiel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak berdasarkan hasil pengujian dengan uji koefisiensi regresi parsial (uji t) didapatkan t hitung 3.952 dengan nilai Sig. 0,000. Hal ini berarti variabel kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
“PENGARUH PELAYANAN FISKUS TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK BUMI DAN BANGUNAN ( STUDI PADA BADAN PENDAPATAN DAERAH KOTA KUPANG)
Pajak merupakan penerimaan Negara yang mempunyai peranan sangat penting dalam menopang perekonomian Negara, yaitu digunakan dalam pembiayaan Negara dengan tujuan kesejahteraan masyarakat. Negara sendiri harus lebih giat dalam menghimpun pajak untuk memperoleh penerimaan secara optimal dari sektor pajak. Pencapaian tujuan tersebut diperlukan adanya kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat. Negara dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik agar masyarakat berperan aktif dalam melaksanakan kegiatan perpajakan.
Pelayanan fiskus adalah pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarkat yang mempuanyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan peraturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan. Kepatuhan wajib pajak adalah salah satu keadaan dimana wajib pajak memenuhi semua kewajiaban perpajakan dan melaksanakan hak perpajakannya. Pelayanan yang baik akan mendorong kepatuhan wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. Untuk dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak yaitu dengan cara mendengar, mencari tahu dan berupaya untuk memenuhi apa yang diinginkan oleh wajib pajak terkait dengan hak dan kewajiban perpajakannya. Bahwa pelayanan fiskus merupakan layanan yang diberikan kepada masyarakat oleh pajak untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak itu sesuai dengan peraturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh langsung variabel pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research, dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang disebarkan kepada 100 orang Wajib Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Kupang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis SPSS. Hasil analisis penelitian diperoleh koefisien regresi variabel sebesar 0.196 yang berarti variabel pelayanan fiskus berpengaruh signifikan terhadap kepatuahan wajib pajak bumi dan bangunan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang dan pengujian secara parsial (t) memperoleh hasil sebesar 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan pelayanan fiskus berpengaruh secara nyata dalam upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang.
Pelayanan fiskus memiliki pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan di Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Hal ini menunjukkan bahwa wajib pajak patuh dalam membayar pajak apabila pelayanan fiskus baik.
Pelayanan fiskus yang baik dapat menjadi modal utama dan menjadi hal penting untuk menarik perhatian wajib pajak. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pelayanan yang diberikan fiskus, maka semakin tinggi kepatuhan wajib pajak.
Saran yang dapat diberikan oleh peneliti untuk instansi terkait diharapkan mempertahankan serta meningkatkan pelayanan fiskus terhadap kepatuhan Wajib Pajak, diantaranya yaitu meningkatkan lagi sistem pelayanan prima yang sudah berjalan di Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang sehingga kepatuhan Wajib Pajak akan meningkat. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kepada petugas pajak di seksi pelayanan secara berkala yang diharapkan menambah kemampuan petugas pajak dalam menjalankan sistem pelayanan prima.
Kata Kunci: Pelayanan Fiskus, Kepatuhan Wajib Pajak
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TREHADAP KEPUASAN PELANGGAN DALAM PENGGUNAAN JASA PENGIRIMAN BARANG PADA JALUR NUGRAHA EKAKURIR CABANG KUPANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Harga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Dalam Penggunaan Jasa Pengiriman Barang. Sehinngga persoalan dalam penelitian ini adalah apakah harga dan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dalam penggunaan jasa pengiriman barang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif, dengan jumalh populasi yang digunakan adalah sebanyak 35 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa item dari tiap variabel dinyatakan valid, dilihat dari Korelasi Pearson tiap item lebih besar dari 0,3338dan tiap variabel dinyatakan reliabel, dilihat dari Cronbach’s Alpha lebih besar dari 60. Berdasarkan hasil pengujian regresi linier berganda dalam bentuk standar dari persamaan regresinya adalah Y = 0,037+ -0,010 X1+ 0,032X2+ε.
Berdasarkan perhitungan uji hipotesis t diketahui bahwa variabel Harga secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Jasa Pengiriman Barang Jalur Nugraha Eka Cabang Kupang. Hal ini terlihat dari nilai t hitung -0,304 yang lebih kecil dari t tabel sebesar 2,040 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, yang berarti bahwa variabel Harga tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan.
Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis t diketahui bahwa variabel Kualitas Pelayanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Jasa Pengiriman Barang Jalur Nugraha Eka Cabang Kupang. Hal ini terlihat dari nilai t hitung29.035 yang lebih besar dari t tabel sebesar 2,040 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa variabel Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan.
Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis f diketahui bahwa variabel Harga dan Kualitas Pelayanan secara bersama-sama berpengaruh signifikan dan positif terhadap Kepuasan Pelanggan pada Jasa Pengiriman Barang Jalur Nugraha Eka Cabang Kupang. Hal ini terlihat dari nilai F hitung (746.126) > F tabel (2,68) maka H0 di tolak, artinya bahwa Harga dan Kualitas Pelayanan berpengaruh secara simultan terhadap Kepuasan Pelanggan.
Kata Kunci : Harga (X1), Kualitas Pelayanan (X2) dan Kepuasan Pelanggan (Y)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan dunia usaha dan persaingan bisnis yang semakin ketat dan kompetitif, menuntut dan menyadarkan para pelaku bisnis untuk mampu bersaing. Sistem persaingan tersebut dapat mempengaruhi perkembangan atau tidaknya suatu bisnis.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh harga terhadap loyalitas konsumen yang menginap di Hotel Matahari Atambua; 2) mengetahui pengaruh periklanan terhadap loyalitas konsumen yang menginap di Hotel Matahari Atambua; 3) mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen yang menginap di Hotel Matahari Atambua.
Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan sebagai alat tukar untuk memperoleh sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya. Dalam hubungannya dengan loyalitas pelanggan terutama pada jasa perhotelan kesesuaian harga yang diukur melalui tingkat harga, potongan harga dan metode pembayaran dapat mempengaruhi keinginan konsumen untuk menginap. Ketika harga yang ditawarkan pihak hotel terus sesuai dengan kriteria harga yang mereka inginkan maka akan membuat mereka kambali untuk menginap sehingga akan meningkatkan loyalitas mereka terhadap hotel. Iklan yang diberikan melalui informasi tentang keunggulan atau keuntungan advertising dan public relation dapat mempengaruhi loyalitas konsumen terhadap suatu produk. Dalam kaitannya dengan loyalitas pelanggan dalam sangat erat karena ketika promosi-promosi yang dilakukan selalu efektif dalam menarik minat pelanggan maka dapat mempengaruhi keinginan mereka untuk membeli kembali produk dan jasa yang ditawarkan, maka hal tersebut dapat meningkatkan loyalitas mereka terhadap perusahaan. Kualitas pelayanan adalah sebagai seberapa jauh perbedaan antara kenyataan dan harapan para pelanggan atas layanan yang mereka terima. Kualitas pelayanan dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para pelanggan atas layanan yang benar-benar mereka terima. Kaitannya dengan loyalitas pelanggan dalam bidang perhotelan ketika hotel memberikan kualitas pelayanan yang baik dan dapat memuaskan keinginan dari pelanggan, maka hal tersebut akan mempengaruhi keinginan pelanggan tersebut untuk kembali menginap dan menggunakan jasa dari hotel tersebut yang akan berdampak terhadap loyalitas pelanggan dari hotel tersebut. Loyalitas konsumen merupakan komitmen konsumen untuk bertahan secara mendalam dengan tujuan untuk berlangganan kembali atau melakukan pembelian ulang produk atau jasa terpilih secara konsisten dimasa yang akan datang, meskipun pengaruh situasi dan usaha-usaha pemasaran mempunyai potensi untuk menyebabkan perubahan perilaku.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna jasa Hotel Matahari Atambua sejak tahun 2018 hingga bulan Juli 2022 yakni sebanyak 4.890 orang. Sedangkan teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Rao Purba. Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang. Kemudian data responden dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda, Uji t dan Uji F yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 26.0.
Dari hasil analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa, variabel harga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 72,66, variabel periklanan berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 73,67, variabel kualitas pelayanan juga berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 68,88, dan variabel loyalitas konsumen berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 84,96.
Hasil analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta b sebesar 9.173. Hasil Uji t menunjukkan bahwa harga berpebgaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen (t-hitung 2.762 > nilai t-tabel 1,985,); periklanan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen (t-hitung 2.278 > nilai t-tabel 1,985); kualiitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen (t-hitung 4.048 > nilai t-tabel 1,985). Sedangkan hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan harga, promosi dan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap loyalitas konsumen yang menginap di Hotel Matahari Atambua dengan nilai (F-hitung 6,969 > F-tabel 2,698)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas pelayanan berpusat pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan serta ketetapan penyampaian untuk mengimbangi harapan pelanggan. Pelayanan di Hotel Le-Detadu adalah segala macam bentuk pelayanan yang diberikan oleh pihak hotel selama tamu atau konsumen tersebut berada dihotel, meliputi pelayanan yang diberikan oleh receptionist, bell boy, room service, security, cleaning service, dan lain-lain.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas jasa pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada hotel Le- Detadu di Kota kupang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey, data diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada 74 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di Hotel Le-Detadu Kota Kupang, sampel yang diambil ditetapkan. Metode sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang pernah mengginap di hotel Le-Detadu Kota Kupang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data linear berganda, dan untuk menguji hipotesis digunakan uji t (secara parsial), Uji f (simultan) dan uji R² (Koefisien Determinasi). Data yang dikumpulkan akan diolah dengan analisis regresi linear berganda Y=a b1X1+b2X2+e serta melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji f (simultan). Data yang digunakan akan diolah dengan analisis linear berganda Y=a+ b1 diperoleh X1 =0,557 nilai t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan nilai t tabel untuk kesalahan 5% maka diperoleh t hitung < t tabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Selanjutnya data diperoleh X2 =0,017 nilai t hitung > t tabel sehingga HO diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Kualitas jasa pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada hotel Le-Detadu Kota Kupang, sedangkan fasilitas hotel tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada Hotel Le-Detadu di Kota Kupang.
Berdasarkan hasil uji f analisis regresi linear berganda maka dapat diketahui signifikan untuk variabel kualitas jasa pelayanan (X1) terhadap kepuasan pelanggan pada hotel Le-Detadu di Kota Kupang, sedangkan fasilitas hotel tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada hotel Le-Detadu di Kota Kupang adalah 0,000 < 0,05 dan nilai f hitung lebih besar f tabel (15.260 > 35,5) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan (bersama-sama) untuk variabel kualitas jasa pelayana (X1) berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan (Y), sedangkan fasilitas hotel tidak berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan (Y).
Pengaruh Variabel Kualitas Jasa Pelayanan (X1) Terhadap Kepuasan Pelanggan (Y)
Hasil penelitian pada variabel kualitas jasa pelayanan (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan (Y) pada Hortel Le-Detadu Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung 5.126 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada Hotel Le-Detadu Kota Kupang. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zainal Pragogi, H. Agustian Burda (2020) Dengan judul penelitian pengaruh harga, fasilitas, dan kualitas pelayanan, terhadap kepuasan konsumen Hotel Borobudur Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasana konsumen.
Pengaruh Variabel Fasilitas Hotel (X2)Terhadap Kepuasan Pelanggan (Y)
Hasil penelitian padea variabel fasilitas hotel (X2) menunjukan bahwa fasilitas hotel tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan pelanggan (Y) pada hotel Le-Detadu Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang dimiliki nilai t hitung sebesar 0,164 sehingga variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat kepuasan pelanggan pada hotel Le-Detadu Kota Kupang. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zainal Pragogi, H. Agustian Burda (2020) Dengan judul penelitian pengaruh harga, fasilitas, dan kualitas pelayanan, terhadap kepuasan konsumen Hotel Borobudur Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dan kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh terhadap kepuasana konsumen
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN BARISTA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI CAFFE SA’O MPIG ARABIKA BAJAWA
NAMA PEMBIMBING : I. JUSUF ABOLADAKA, SE,. M.SI
: II. ALYA E. SJIOEN, SE,. MM
NAMA PENULIS : HENDRIKUS LAKO
NIM : 16413555
FAKULTAS : EKONOMI
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
TAHUN PENULISAN : 2022
Penelitian ini berjudul “PengaruhKualitasProduk Dan KualitasPelayanan Barista TerhadapKepuasanKonsumen Di CaffeSa’oMpigArabikaBajawa”.
Perkembangan usaha kuliner semakin meningkat seiring dengan pert
umbuhan gaya hidup masyarakat, pola pekerjaan serta peningkatan penghasilan masyrakat, pola pekerjaan serta peningkataan penghasilan masyarakat, terutama pada masyarakat perkotaan, salah satu bentuk usaha kuliner adalah caffe. Caffeadalahsuaturestorankecil yang beradadiluar hotel yang memilikipilihanmakanan yang sangatterbatasdantidakmenjualminuman yang beralkholtinggi, tetapitersediaminumansejenisbir, soft drink, teh, kopi, cake, cemilandan lain-lain (Budiningsi, 2009:51).
Teknikpengumpulan data dalampenelitianinimenggunakankuesioner.Kuesionermerupakanteknikpengumpulandata yang dilakukandengancaramemberiseperangkatpertanyaanatauperyataantertuliskepadarespondenuntukdijawab (Sugiyono 2013:199). Padapenelitianini, penelitiakanmembagikankuesionerkepadatamu yang datang di Sa’o MPIG ArabikaBajawa. Kuesionermerupkansejumlahpertanyaantertulis yang digunakanuntukmemperolehinformasidarirespondendalamartilaporantentangpribadinya, atauhal-hal yang diketahui.
Populasidalampenelitianiniadalahpelanggan yang berkunjungdanmenggunakanjasaCaffepadabulanJuni 2019 dengan total 1.629 pelanggan.Penentuansampeldalampenelitianinimenggunakanteknik probability sampling yaitueksidental sampling, denganmenggunakanrumusSlovinsehingga di dapatsampelsebanyak 73 responden.Berdasarkanhasilrekapitulasikarakteristikrespondenberdasarkanjeniskelamin yang paling dominanadalah yang berjeniskelaminpriasebanyak 47 orang denganpresentasi 64% dan yang berjeniskelaminwanitasebanyak 26 orang denganpresentasi 36% dari total responden.Kemudianberdasarkanusia yang paling tertinggiadalahresponden yang berusia 20-29 tahunsebanyak 34 orang denganpresentasi 47%. Berdasarkanjenispekerjaansemuarespondendalampenelitianiniberprofesisebagaiwiraswastayaitu 29 orang denganpresentasi 40%.
Berdasarkanhasilrekapitulasiperhitunganjawabankuesionerdenganjumlah 14 item pernyataan yang dibagikanpada 73 respondententangtentangvariabel X1, X2 dan Y diperoleh rata-rata sebesar 3,66% danberadapadakategorisetuju/kuat, halinidibuktikanmelaluihasilrekapitulasipengolahan data yang diperolehnilaitertinggisebesar 3,34 dannilaiterendahsebesar 3,53.
Teknikpengumpulan data dilakukanmelaluipenyebarankuesioner, studipustakadandokumentasi.Data yang telahdikumpulkankemudiandianalisismenggunakanuji t, uji f dananalisisregresi linear berganda.Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwavariabelkualitasproduk (X1) danvariabelkualitaslayanan barista (X2) memilikipengaruhpositifdansignifikanterhadapvariabelkepuasankonsumen (Y), karenamemilikinilai sig t danmasing-masingsebesar 0,000 dan 0,004 <tingkatkesalahan 0,1. Hasilregresimenunjukkanbahwanilai R2 sebesar 0,884, sehinggadapatdisimpulkanbahwa, kualitasprodukdankualitaspelayanan barista yang diterapkanolehcaffeSa’oMpigArabikaBajawamempunyaipengaruh yang signifikanterhadapkepuasankonsumensebesar 88,4% dansisanya 11,6% dipengaruhiolehfaktor lain yang tidakditelitidalampenelitianini.
Kata kunci: Pengaruh, KualitasProduk, KualitasPelayanan Barista danKepuasanKonsumen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR DINAS SOSIAL KABUPATEN KUPANG (STUDI KASUS PELAYANAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) KELURAHAN NAIBONAT KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG) Organisasi merupakan wadah atau tempat yang digunakan beberapa orang untuk melakukan kerja sama. Organisasi akan berkembang dengan baik tergantung pada sumber daya yang tersedia, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya. sumber daya manusia sangat dibutuhkan dalam organisasi swasta maupun pemerintah dalam aktivitas pelayanan. Aktivitas pelayanan dalam suatu organisasi atau lembaga akan sangat berperan dalam wkelancaran kegiatan organisasi. Pelayanan dalam organisasi khususnya kantor dituntut untuk cepat dan tepat. Hal tersebut merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Bagi organisasi publik, pelayanan yang baik tercermin dari setiap efektivitas dan efisiensi kegiatan yang dilakukan. Pada dasarnya pelayanan publik merupakan segala kegiatan yang dilaksanankan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan dan pelaksanan ketentuan peraturan perundan-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik Dan Disiplin Kerja Terhadap Kepuasan Masyarakat Di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kupang (Studi Kasus Pelayanan Program Keluarga Harapan (Pkh) Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang) Jenis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 41 orang dari jumlah populasi sebanyak 372 masyrakat Penerima Program Keluarga Harapan PKH/pegawai Dinassosial Kabupatenkupang. Teknik pengambilan data berupa menyebarkan kuesioner kepada seluruh masyrakat Penerima Program Keluarga Harapan/Pegawai Dinaas Sosial Kabupaten Kupang. sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 41orang. Nilai variabel Kualitas Pelayanan Publik (X1) ditemukan thitung1.792 2.02439 maka H0 ditolak dan Ha diterima yaitu variabel Kualitas Pelayanan Publik (X1) yaitu berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y). Pengaruh Displin Kerja (X2) terhadap Kepuasan Masyarakat (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan thitung0.246 ttabel>2.02439 maka H0 diterima dan Ha ditolak yaitu variabel Kualitas Displin Kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y). Nilai Fhitung 2.319 dengan nilai Ftabel 3.24 sehingga tingkat signifikan 0.133>0.05 maka H0 ditterima Ha ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik (X1) dan Disiplin Kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat (Y) pada Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kupang. Dapat dilihat Nilai dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi pada nilai Adjusted R Square 0.236. hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 23,6% sisanya 76.4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao. Persoalan dalam penelitian ini adalah 1) Apakah Manajemen Sumber Daya Manusia Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan, 2) Apakah Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan. Tujuan yang ingin dicapai adalah : 1) Untuk Mengetahui Bagaimana Manajemen Sumber Daya Manusia Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan; 2) Untuk Mengetahui Budaya Organisasi Berpengaruh Terhadap Kualitas Pelayanan; Manfaat Akademik dari penelitian ini adalah Secara Akademik diharapkan penelitian ini sebagai masukan bagi Fakultas Ekonomi khususnya Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia. Kampus Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW), dan sekaligus sebagai bahan refenrensi bagi peniliti berikutnya, sedangkan manfaat secara praktis penelitian ini dapat menjadi informasi, masukan bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, dalam pelaksanaan tugas berkaitan dengan pelayanan. Konsep dari penelitian ini meliputi 1) Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia, indikatornya adalah 1) Kualitas intelektual meliputi pengetahuan dan keterampilan, 2) Pendidikan, 3) Memahami bidangnya, 4) Kemampuan, 5) Semangat kerja, 6) Kemampuan perencanaan pengorganisasian. Konsep Budaya Organisasi, indikatornya adalah Norma, Nilai dominan/nilai-nilai utama, aturan dan iklim organisasi atau lingkungan kerja. Konsep Kualitas Pelayanan, indikatornya adalah 1) Keandalan, 2) Daya tanggap, 3) Jaminan, 4) Empati dan 5) Bukti Fisik. Kerangka Berpikir penelitian ini menggambarkan pengaruh dari masing-masing fariabel bebas terhadap fariabel terikat. Hopotesis dalam penelitian ini adalah 1) Diduga Manajemen Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap kualitas pelayanan 2) Diduga Budaya Organisasi berpengaruh terhadap kualitas pelayanan. Untuk menjawab persoalan dengan mengacu pada hipotesisi, maka berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = 6,166 + -0,498 X1 + -0,340 X2. Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut a) Nilai konstanta sebesar 6,166 menunjukkan bahwa jika variabel Penagruh Sumber Daya Manusia dan Budaya Organisasi sama dengan nol maka Kualitas Pelayanan bernilai 6,166. b) Koefisien regresi pengaruh manajemen sumber daya manusia sebesar 0,498artinya jika manajemen sumber daya manusia mengalami kenaikan sebesar 1 %, maka kualitas pelayanan akan meningkat sebesar 0,498.Dengan demikian apabila koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara sumber daya manusia dengan kualitas pelayanan. c) Koefisien regresi budaya organisasi sebesar 0,340 menunjukkan bahwa apabila budaya organisasi mengalami peningkatan 1%, maka kualitas pelayanan sebesar 0,340. Perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh 1) Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh sumber daya manusia (X1) terhadap kualitas pelayanan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel pengaruh sumber daya manusia (X1) ditemukan Thitung = 5,167 lebih besar t table =2,028 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,000 maka Ho (b1= 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengaruh sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kualitas pelayanan (Y). 2) Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh budaya organisasi (X2) terhadap kualitas pelayanan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel budaya organisasi (X2) ditemukan Thitung = 2,169 lebih besar Ttable = 2,028 dan tingkat Sig. =0,037. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b2=0) ditolak dan Ha(b2≠0) diterima yaitu variabel budayaorganisasi (X2) berpengaruh positif secaraparsial terhadap kualitas pelayanan(Y). Hal ini berarti besarnya pengaruh sumber daya manusia dan budaya organisasi terhadap kualitas pelayanan adalah 82% sedangkan 18% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwaPelaksanaan pelayanan kepada masyarakat atau publik telah menjadi isu strategis, karena tingkat kinerja kualitas pelayanan akan menetukan baik buruknya suatu pelayanan kepada masyarakat dan pada gilirannya menentukan citra dari aparatur sipil negara. Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Pada dasarnya harapan masyarakat Kabupaten Rote Ndao adalah perkiraan atau keyakinan masyarakat tentang pelayanan yang diterimanya akan memenuhi harapan. Kepuasan masyarakat dapat diketahui dengan melihat kualitas pelayanan dari masing-masing indikator yang telah ditentukan, dimulai dengan menganalisis setiap item atau sub indikator yang ada dalam setiap indikator. Dengan kesimpulan tersebut saran dari penelitian ini adalah 1) Memberikan kesempatan kepada pegawai untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui pendidikan dan pelatihan. 2) Diberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pegawai agar dapat mengutarakan pendapat demi kenyamanan, dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing 3) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, harus mampu membekali setiap pegawai dengan pengetahuan dan kemampuan yang profesional dalam melayani masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH FASILITAS WISATA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG OBJEK WISATA PANTAI LASIANA Pariwisata di masa sekarang menjadi semakin berkembang, hal tersebut dapat dilihat pada sebagian masyarakat yang menjadikan wisata sebagai suatu kebutuhan yang harus terpenuhi. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan suatu objek wisata, yaitu dengan memberikan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan calon pengunjung hal tersebut sangat berpengaruh pada keberlanjutan pariwisata di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada objek wisata Pantai Lasiana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Fasilitas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung pada objek wisata Pantai Lasiana. Variabel yang digunakan adalah Fasilitas Wisata dan Kualitas Pelayanan sebagai variabel bebas, sedangkan variabel Kepuasan Berkunjung adalah variable terikat. Menurut Spillane dalam (Marhanah & Wahadi, 2016) Fasilitas merupakan “sarana dan prasarana yang mendukung operasional objek wisata untuk mengakomodasi segala kebutuhan wisatawan, tidak secara langsung mendorong pertumbuhan tetapi berkembang pada saat yang sama atau sesudah atraksi berkembang”. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Fasilitas Wisata, Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pengunjung. Menurut Saydam (2010:226) mendefenisikan lingkunga kerja sebagai keseluruhan sarana prasarana kerja yang ada disekitar pegawai yang sedang melaksanakan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pekerja itu sendiri. Menurut John J. Sviokla dalam Tjiptono (2012:157) kualitas pelayanan merupakan kontribusi keberhasilan suatu perusahaan yang mampu menciptakan suatu persepsi positif dari pelanggan serta mampu menghasilkan suatu kepuasan dan loyalitas pelanggan. Menurut Kotler dalam (Kristanti & Farida, 2016) “Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 100 orang dari seluruh pengunjung wisata pantai Lasiana. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa. Fasilitas Wisata dalam kategori tinggi, Kualitas Pelayanan dalam kategori tinggi dan Kepuasan Pengunjung juga berada dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Fasilitas Wisata dan Kualitas Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Berkunjung pada wisatawan di wisata Pantai Lasiana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK BENTUK-BENTUK PELAYANAN ANAK DAN REMAJA SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI JEMAAT GMIT EBENHAEZER SUMLILI TAHUN 2021. Toulay M. J. (*) Natonis A. D. (**) Manggoa M (**) Bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja sebagai upaya pembentukan karakter anak di Jemaat GMIT Ebenhezer Sumlili Tahun 2021.Pelayanan anak dan remaja merupakan salah satu tempat di mana anak-anak dibimbing untuk bertumbuh dalam pengetahuan dan pengenalan yang benar tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat satu-satunya bagi manusia, pelayanan anak dan remaja atau (PAR) bertujuan untuk memotivasidan mendorong anak-anak untuk mengenal lebih jauh lagi tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Guru Agung. Masalah dalam penelitian ini adalah apa upaya bentuk-bentuk pelayanan bagi anak-anak dan remaja (PAR) dalam menjangkau anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan PAR. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja dalam pembentukan krakter anak-anak PAR di jemaat Ebenhaezer Sumlili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Deskriptif Kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu Observasi, Dokumentasi dan Wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja (PAR) dalam menjangkau anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan PAR di Jemaat Ebenhaezer yaitu pelayanan rutin sekolah minggu dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan yang ditunjukkan melalui nilai-nilai sikap, bertanggung jawab, kebaikan, kerajianan, ketaatan, teladan dan sikap disiplin. Kata Kunci: Pelayanan Anak,Pembentukan Karakter, Pengetahuan, Sikap dan tindakan. Keterangan: Penulis (*) Pembimbing (**).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERSEPSI WISATAWAN DOMESTIK TERHADAP PELAYANAN WISATA PADA KAMPUNG ADAT BENA DI KABUPATEN NGADA
Penelitian ini berjudul’’Persepsi Wisatawan Domestik Terhadap Pelayanan Wisata Pada Kampung Adat Bena di Kabupaten Ngada’’ Dengan persoalan penelitian dalam penelitian ini adalah: ( 1 ) Apakah jenis pelayanan wisata bagi wisatawan Domestik dan Manca negara?, ( 2 ) Bagaimana persepsi wisatawan terhadap pelayanan wisata pada kampong Bena di kabupaten Ngada? Serta tujuan dari penelitian ini adalah ‘’ untuk mengetahui jenis pelayanan wisata bagi wisatawan Domestik dan Mancarnegara pada kampong adat Bena. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang sudah pernah minimal satu kali berkunjung keobjek wisata kampong adat Bena, dengan sampel sebanyak 6 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan stu diDokumentasi. Analisis data menggunakan deskripsi kualitatif Hasil penelitian dari Persepsi wisatawan Domestik terhadap pelayanan wisata pada kampong adat Bena di kabupaten Ngada adalah: 1.) Atraksi, 2). Aksesibilitas, 3). Amenitas atau fasilitas wisata, 4). Promosi, 5). Pelakuusaha, 6) pelayanan wisata. persepsi wiatawan terhadap Atraksi Objek wisata kampung adat Bena merupakan sebuah objek wisata yang terletak di Kabupaten Ngada. Kampung adat Bena merupakan peninggalan dari masa Megalithikum kampung ini tepatnya di Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebu’u sekitar 19 Km dari kota Bajawa.Kampung adat Bena adalah warisan budaya yang kaya dan masih bisa dinikmati sampai hari ini, selain merupakan kampung Megalithikm kampung adat Bena juga memiliki pemandangan alam yang indah serta berhawa sejuk. Kamung ini memiliki 45 buah rumah adat Tradisional yang saling berhadap-hadapan. Para wisatawan yang berknjng tidak hanya dari wiatawan Domestik ada juga wisatawan Mancarnegara. Persepsi wisatawan terhadap Aksesibilitas Kampung adat Bena letaknya sekitar 19 Km dari kota Bajawa. Perjalanan menuju ke kampung adat Bena bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Akses jalanya sudah cukup halus dan beraspal tetapi jalanya masih berkelok-kelok dan naik turun, dan pada saat musim hujan akses jalan menuju kampung adat Bena rawan terjadinya longsor. Jalanya juga cukup terjal sehinngga wisatawan yang ingin berkunjung kesana harus menyewa kendaraan yang kuat untuk sampai kekampung adat Bena. Dan jika kamu datang dari bandara Turelelo so’a kamu bisa memulai perjalanan dengan travel ke kota Bajawa, setelah sampai di Kota Bajawa kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek atau travel dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Persepsi wisatawan terhadap Amenitas Di kampung adat Bena belum tersedianya penginapan seperti Homestay dan Hotel disekitaran objek wisata kampung adat Bena.jika ada wisatawan yang ingin bermalam disana mereka bisa menghubungi pengelola bagian seksi akomodasi dan penginapan untuk menyediakan penginapan dan penginapannya masih dirumah masyarakat dan biaya penginpan satu malam Rp. 200.000/orang disiapkan hanya dengan snack saja.Restoran dan toilet umum juga sudah tersedia disana. Promosi dan Pelaku usaha Dalam pengembangan promosi dalam pengelolaan objek wisata kampung adat bena peran masyrakat di Desa Tiworiwu ada pulah menyediakan pakayan adat dan cendra mata berupa selendang yang disewakan kepada wisatawan yang berkunjung ke kampung adat bena. Pengembangan dan pengelolaan objek wisata Kampung Adat Bena berdampak secara positif terhadap pendapatan masyrakat setempat, peningkatan pendapatan terjadi pada berbagai bidang, seperti penyediaan tempat parkir, guide, kios, pakayan adat dan restoran sekitar kampung adat bena.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gereja dalam pelayanan pastoral memiliki panggilan untuk melaksanakan tugas penggembalaan dengan merawat, melindungi, memelihara, serta menolong umat sebagai domba-domba Allah. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, gereja tidak terlepas dari berbagai persoalan umat, salah satunya adalah kekerasan dalam rumah tangga yang berdampak serius bagi anak-anak sebagai saksi. Pengalaman menyaksikan kekerasan seringkali meninggalkan trauma psikologis yang mengganggu rasa aman dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum lokasi penelitian di Jemaat GMIT Sono, mengkaji upaya gereja dalam penyembuhan trauma anak-anak usia 5–12 tahun yang menyaksikan kekerasan, serta menganalisis upaya tersebut dalam tinjauan teologi pastoral.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan dan studi literatur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Mata Jemaat Sion Oepuah terdapat anak-anak usia 5–12 tahun yang mengalami trauma psikologis, ditandai dengan gejala ketakutan, gangguan tidur, menarik diri dari lingkungan sosial, dan keinginan untuk membalas dendam. Upaya gereja dalam pendampingan trauma masih bersifat umum dan belum menyentuh kebutuhan emosional anak secara khusus. Dalam tinjauan teologi pastoral, gereja dipahami sebagai komunitas penyembuhan (healing community) yang menghadirkan ruang aman bagi umat. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk berperan lebih aktif, terstruktur, dan berkelanjutan dalam pendampingan pastoral guna menolong anak-anak mengalami pemulihan dan keutuhan hidup.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kekerasan seksual merupakan realitas yang terus dihadapi gereja dan menimbulkan luka yang tidak selalu berakhir ketika peristiwa kekerasan berhenti. Dalam konteks ini, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berhadapan dengan pengalaman trauma para korban yang berlangsung secara berkelanjutan dalam tubuh, ingatan, dan relasi sosial mereka. Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran teologi trauma Shelly Rambo, khususnya konsep Remaining, sebagai luka yang menubuh, serta menelaah implikasinya bagi sikap dan pelayanan pastoral GMIT dalam merespons kasus kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis kontekstual. Sumber data primer berasal dari karya-karya Shelly Rambo, terutama Spirit and Trauma: A Theology of Remaining dan Resurrecting Wounds: Living in the Afterlife of Trauma, sedangkan sumber data sekunder meliputi literatur teologi trauma, dokumen gerejawi GMIT, serta laporan pendampingan Rumah Harapan GMIT pada periode 2020–2024. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Remaining menolong gereja untuk memahami trauma sebagai penderitaan yang tidak sepenuhnya selesai, melainkan tetap hadir dan bekerja dalam kehidupan para penyintas. Dalam konteks GMIT, kehadiran Rumah Harapan menunjukkan komitmen pastoral gereja terhadap korban kekerasan seksual. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan pastoral GMIT masih cenderung berfokus pada pemulihan yang cepat dan belum sepenuhnya mengintegrasikan pengakuan atas luka yang menubuh ke dalam sistem pastoral, disiplin gereja, dan spiritualitas jemaat. Oleh karena itu, skripsi ini menegaskan pentingnya pengembangan sikap pastoral yang lebih peka terhadap trauma, yang tidak mengabaikan tubuh yang terluka, ingatan yang rapuh, dan relasi sosial yang retak, serta bersedia tinggal bersama luka sebagai bagian dari kesetiaan iman Kristen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan teknologi digital membawa dampak yang signifikan bagi kehidupan remaja, khususnya dalam proses pencarian identitas diri. Remaja hidup di tengah arus informasi yang cepat, budaya media sosial, dan tuntutan untuk membangun citra diri yang ideal, sehingga sering kali mengalami kebingungan identitas, tekanan psikologis, serta ketergantungan pada pengakuan eksternal. Kondisi ini juga dialami oleh remaja di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana remaja mencari dan membentuk identitas diri di era digital, serta bagaimana gereja berperan dalam mendampingi proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika pencarian identitas diri remaja pada era digital dan merumuskan bagaimana remaja dapat memahami dan mencari identitas diri pada era digital saat ini dengan baik, penelitian ini juga ingin menegaskan peran gereja sebagai komunitas iman yang aman, menerima, dan mendampingi remaja dalam pergumulan hidup mereka, sehingga remaja dapat membangun identitas diri yang berakar pada iman Kristen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskpsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi. Kajian ini memanfaatkan teori perkembangan remaja, refleksi teologis berdasarkan Alkitab, serta pemikiran Andrew Root tentang pelayanan remaja yang berpusat pada relasi dan pengalaman hidup sebagai ruang perjumpaan dengan Allah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas diri remaja di era digital cenderung rapuh apabila dibangun di atas standar budaya digital seperti popularitas dan citra diri. Oleh karena itu, gereja memiliki peran penting untuk menghadirkan pendidikan agama kristen yang berpusat pada relasi, pendampingan yang setia, dan komunitas yang menerima remaja apa adanya. Bagi Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan, implikasi pendidikan agama Kristen ini menegaskan bahwa gereja perlu menjadi ruang aman yang menolong remaja memahami dan menemukan identitas diri mereka sebagai pribadi yang dikenal, dikasihi, dan dipanggil Allah di tengah tantangan era digital.
Kata Kunci: Remaja, Identitas diri, Era digital, Pelayanan Pastoral, GMIT Gunung Sinai Naikolan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari realitas kehidupan jemaat GMIT Pniel Sikumana yang menghadapi tantangan dalam membangun persekutuan antargenerasi. Pembagian pelayanan ke dalam Unit Pembantu Pelayanan (UPP) dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan kategorial jemaat, namun dalam praktiknya kerap memunculkan jarak relasional, minimnya interaksi lintas generasi, serta kecenderungan pelayanan yang berjalan secara terpisah. Kondisi ini menimbulkan persoalan teologis mengenai sejauh mana gereja sungguh menghidupi koinonia sebagai persekutuan yang mencerminkan identitas gereja sebagai keluarga Allah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman dan pemaknaan warga jemaat GMIT Pniel Sikumana terhadap kehidupan persekutuan antargenerasi, serta merefleksikannya dalam terang teologi gereja sebagai rumah iman (homemaking) guna merumuskan implikasi teologis bagi kehidupan bergereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Metode ini dipilih untuk menaruh perhatian pada pengalaman hidup dan pemaknaan subjek penelitian terhadap realitas persekutuan jemaat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatoris, wawancara mendalam (in-depth interview), dan studi dokumen terhadap dokumen gereja serta literatur yang relevan. Lokus penelitian adalah Jemaat GMIT Pniel Sikumana, Klasis Kota Kupang Barat. Informan berjumlah delapan orang yang dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari pendeta, unsur kategorial jemaat, pengajar PART, dan lansia. Metode penulisan yang digunakan bersifat deskriptif, analitis, dan reflektif, dengan memanfaatkan kerangka teologis homemaking dari Elizabeth Caldwell sebagai alat analisis. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa kehidupan persekutuan jemaat masih menghadapi tantangan relasional antargenerasi, namun sekaligus menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Pendekatan homemaking menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi rumah bersama yang aman, inklusif, dan relasional, di mana setiap generasi hadir sebagai subjek yang saling membangun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa homemaking merupakan pendekatan teologis yang relevan untuk memperkuat koinonia dan memperkaya praksis kehidupan bergereja di GMIT Pniel Sikumana.