Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Diaken
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIAKEN: "Suatu Tinjauan Etis Kristiani terhadap Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Diaken dalam Pelayanan di Jemaat GMIT Eno' Sonhalan Hapit, Klasis Fatuleu Timur"

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan dalam gereja merupakan perwujudan nyata dari iman Kristen yang harus tercermin melalui tindakan konkret para pelayan Tuhan, termasuk diaken. Diaken memiliki peran sentral dalam pelayanan sosial, pastoral, dan liturgis yang berdampak langsung pada kehidupan jemaat. Namun, dalam praktik pelayanan di Jemaat GMIT Eno’ Sonhalan Hapit, ditemukan bahwa pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagian diaken belum konsisten dan kurang mencerminkan komitmen penuh terhadap panggilan pelayanan. Beberapa diaken melaksanakan tugasnya dengan baik, tetapi masih ada yang kurang aktif, khususnya dalam pelayanan kasih seperti menjenguk orang sakit dan mendampingi jemaat yang bergumul. Kondisi ini menunjukkan perlunya penelaahan mendalam terhadap pelaksanaan praktik pelayanan diaken di tengah jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis reflektif, didukung studi pustaka untuk memperoleh data sekunder. Kajian ini mengacu pada pemikiran Joe E. Trull dan James E. Carter mengenai enam kriteria utama bagi pelayan Tuhan pendidikan, kompetensi, otonomi, pelayanan, dedikasi, dan etika Kristiani sebagai acuan dalam menilai mutu pelaksanaan pelayanan diaken secara konkret. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pelaksanaan pelayanan para diaken di Jemaat GMIT Eno’ Sonhalan Hapit, sehingga memperkuat kesaksian gereja di tengah masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANAN PELAYANAN PENATUA DAN DIAKEN DALAM MENINGKATKAN PANCA TUGAS PANGGILAN GEREJA DI JEMAAT IMANUEL EAHUN KLASIS ROTE TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERANAN PELAYANAN PENATUA DAN DIAKEN DALAM MENINGKATKAN PANCA TUGAS PANGGILAN GEREJA DI JEMAAT IMANUEL EAHUN KLASIS ROTE TIMUR *(Oan.A.M) **(Pellu.H.L) **(Tnunay.P) ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : bagaimana peran Penatua dan Diaken dalam melaksanakan Panca Pelayanan di Jemaat Imanuel Eahun?. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk peran pelayanan Penatua dan Diaken dalam meningkatkan panca tugas panggilan gereja di Jemaat Imanuel Eahun Klasis Rote Timur. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian terdiri dari 10 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penatua dan Diaken dalam menjalankan tugas/tanggungjawab mereka sebagai pelayan itu telah mereka lakukan walaupun dalam pelayanan mereka dihadapkan dengan beberapa kendala tetapi mereka berupaya untuk meningkatkan kemajuan pelayanan. Berdasarkan hasil analisis data maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut: Peran penatua adalah memberitakan Firman Tuhan kepada anggota-anggota jemaat dan mencari tahu apakah Firman itu bertumbuh dan menghasilkan buah atau tidak, memberitakan injil serta mengajak anggota jemaat untuk beribadah dan menggembalakan kawanan domba Allah. Peran diaken adalah bekerja sebagai seorang hamba atau pelayan untuk melayani setiap anggota jemaat dan bersama-sama dengan penatua mengatur keperluan untuk pelayanan sakramen. Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: Bagi penatua dan diaken yang melakukan pelayanan hendaklah pelayanan itu tetap dilakukan sesuai dengan perannya masing-masing dan melakukannya dengan kasih yang diajarkan Tuhan. Kata Kunci : Peranan pelayanan Penatua dan Diaken

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Diaken dan Pelayanannya (Suatu Studi Pembangunan Jemaat Terhadap Pelayanan Diaken di Jemaat GMIT Marturia Oetete-Tarus, Klasis Kupang Tengah)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pekerjaan diaken pada umumnya disebut sebagai pelayanan dari kasih atau kemurahan kristiani karena memperlihatkan kasih Allah dalam Kristus, mengurus dan membagi-bagikan persembahan jemaat, dan menyadarkan jemaat. Diaken dapat melakukan tugas mulai dari menata bunga, memberi makan orang-orang miskin dan berbagi dalam tanggung jawab pastoral gereja. Diaken dianggap hanya sebatas memungut kolekte dan melayani meja perjamuan. Dari penjelasan di atas, itu semua merupakan realita pemahaman jemaat pada umumnya tentang tugas dan pelayanan seorang diaken. Realita ini terjadi juga di Jemaat GMIT Marturia Oetete Tarus. Kurangnya Pemahaman tentang tugas dan pelayanan diaken menimbulkan masalah yang serius. Masalah ini datang dari kinerja diaken yang tidak maksimal, di mana salah seorang diaken mengantar diakonia kepada jemaat melalui perantaraan tukang ojek. Dari masalah ini timbullah pengeluhan dari jemaat tentang tugas dan pelayanan diaken yang sesungguhnya. Masalah ini telah di keluhkan oleh jemaat namun, tindakan dari pihak gereja pun belum maksimal. J. L. Ch Abineno dalam bukunya “ Diaken, Diakonia dan Diakonat Gereja” menyatakan bahwa tugas diaken yang sesungguhnya adalah memelihara orang miskin dan sakit. Artinya ada diaken yang bertugas memelihara orang-orang miskin dan ada juga diaken yang bertugas dalam pelayanan orang sakit, ini adalah tugas diaken yang sesungguhnya. Untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, maka metode yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang meneliti berdasarkan metodologi penelitian suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Jenis penelitian kualitatif ini salah satunya yaitu Fenomenologi yang merupakan salah satu metode penelitian dalam studi kualitatif. Dalam menyelesaikan penulisan ini, maka metode penulisan yang dipakai oleh penulis adalah deskriptif-analisis-reflektif. Metode analisis digunakan untuk mengungkapkan faktor-faktor penyebabnya. Sedangkan refleksi teologis dimaksudkan untuk meninjau secara teologis tugas dan pelayanan diaken pada masa kini. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis menemukan bahwa masalah yang terjadi di GMIT Marturia Oetete-Tarus, datang dari berbagai faktor salah satunya adalah untuk menjadi seorang diaken tidak secara keseluruhan semuanya dipilih menjadi calon diaken. Namun ada juga yang memberi diri untuk melayani. faktor lain juga yang mempengaruhi datang dari faktor lingkungan, faktor pekerjaan, faktor kesediaan, faktor kurangnya Penggembalaan dan pemahaman materi tentang tugas dan pelayanan diaken. Berdasarkan hasil penelitian lapangan dan analisis maka penulis menemukan bahwa masalah tentang pemahaman tugas dan pelayanan diaken yang terjadi di GMIT Marturia Oetete-Tarus sesungguhnya dapat di selesaikan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan menggunakan beberapa teks alkitab yaitu Kisah Para Rasul 6:1-7 dan 1 Timotius 3:8-13. Penulis juga menggunakan teori pembangunan jemaaat salah satunya yaitu teori yang mengaktifkan gaya kepemimpinan yang terbuka dengan membangun relasi antara individu dan kelompok. Gaya kepemimpinan yang dimaksud ialah kepemimpinan tidak hanya dijalankan oleh orang yang telah diangkat sebagai seorang pemimpin namun kepemimpinan dilakukan secara bersama-sama sehingga anggota merasa berpartisipasi dalam pelayanan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TUNAIKAN TUGASMU SUATU TINJAUAN NARATIF TERHADAP LUKAS 22:39-46 DAN IMPLIKASINYA BAGI PELAKSANAAN DOA BERSAMA (MALAM MEDITASI) SEBELUM PENAHBISAN PENATUA, DIAKEN, DAN PENGAJAR DI JEMAAT GMIT IMANUEL BEUMOPU

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Gereja sebagai tempat di mana orang-orang yang percaya kepada Kristus bersekutu, memerlukan orang-orang yang nantinya berjabat gerejawi (Penatua, Diaken, dan Pengajar) untuk membantu dalam pelayanan. Majelis Jemaat itu terdiri dari Pendeta, Penatua, Diaken, dan Pengajar. Kesemuanya ini bekerja sama dalam Kristus untuk melayani jemaat-Nya. Menyadari akan tugas dan tanggung jawab yang akan dilakukan, ada doa bersama yang dilakukan dalam bentuk malam meditasi. Penulis menemukan fakta saat melakukan wawancara bersama calon-calon Penatua, Diaken, dan Pengajar bahwa adanya pemahaman yang kurang dari calon Penatua, Diaken, dan Pengajar GMIT Imanuel Beumopu mengenai malam meditasi yang dilakukan, sehingga bagi sebagian Penatua, Diaken, dan Pengajar malam meditasi itu tidak membawa dampak. Dalam teks Injil Lukas 22:39-46, di Bukit Zaitun, Yesus menunjukkan cara berdoa dan makna doa yang dalam. Yesus berdoa dalam keheningan dan dalam doa tersebut Yesus meminta kekuatan kepada Bapa-Nya untuk penderitaan salib yang akan dialami-Nya. Tugas terakhir Yesus untuk mati di kayu salib, Ia percayakan pada kehendak Bapa dan dalam doa penyerahan-Nya itu membawa kekuatan kepada-Nya. Yesus mau untuk para murid juga terus berdoa agar tidak jatuh ke dalam pencobaan, tetapi mereka malah tertidur dan tidak melakukan seperti yang Yesus perintahkan. Teks Injil Lukas 22:39-46 memberi makna yang baik bagi malam meditasi. Malam meditasi secara Kristiani dilakukan dengan fokus hanya kepada Kristus. Dalam malam meditasi seseorang diminta untuk melihat dalam keheningan batin apa yang Kristus kehendaki. Sebagai Penatua, Diaken, dan Pengajar doa dalam bentuk malam meditasi menolong agar identitas sebagai kawan sekerja Allah tetap nampak, dan doa dalam bentuk malam meditasi bisa membuat Penatua, Diaken, dan Pengajar melihat secara dalam apa yang menjadi kehendak Kristus dalam diri mereka sebagai pelaku-pelaku pelayanan. Metode penafsiran naratif menolong untuk menghubungkan antara teks dan konteks. Metode penafsiran naratif dengan unsur-unsur naratif yang digunakan untuk menafsir teks, memperlihatkan makna lebih dalam dari setiap kejadian, sikap, dan suasana dalam teks yang menolong dalam memberi makna untuk pelayanan doa bersama dalam bentuk malam meditasi. Dengan teks Lukas 22:39-46 dan metode penafsiran naratif, penulis berusaha untuk menghasilkan makna yang baik bagi pelayanan doa bersama dalam tulisan yang berjudul TUNAIKAN TUGASMU Suatu Tinjauan Naratif Terhadap Lukas 22:39-46 dan Implikasinya bagi Pelaksanaan Doa Bersama (Malam Meditasi) Sebelum Penahbisan Penatua, Diaken, dan Pengajar di Jemaat GMIT Imanuel Beumopu”.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail