ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu kegiatan penggerak ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat yang ada di Indonesia, dan masih menjadi fondasi kokoh dalam memajukan perekonomian di Indonesia.
(Eni dan Krisan, 2014) menyatakan bahwa latar belakang pendidikan akuntansi dapat memberikan kompetensi bagi seseorang mengenai Ilmu Akuntansi.Kompetensi merupakan kemampuan untuk melaksanakan suatu pekerjaan.
(Andriani & Zuliyati, 2015). Pelatihan mengenai akuntansi akan menentukan baik/buruknya pemilik/manajer dalam menguasai teknis akuntansi
Sri Mulyani (2014) menyatakan bahwa rendahnya penggunaan dan pemahaman praktek akuntansi di Indonesia disebabkan rendahnya pendidikan dan kurangnya pemahaman terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dari manajer pemilik (owner manager).
Holmes dan Nicholls (1988) yaitu kemampuan perusahaan dalam mengelola usaha dengan memerhatikan besarnya aset, jumlah karyawan, dan pendapatan yang diperoleh selama satu periode akuntansi.
Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM di Kelurahan Oesapa. Yang menjadi persoala dalam penelitian ini adalah: Bagaimana latar belakang pendidikan berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa? Bagaimana pelatihan akuntansi berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan oesapa?Bagaimana pemahaman akuntansi akuntansi berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa?Bagaimana skala usaha berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latar belakang pendidikan terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa, untuk mengetahui pengaruh pelatihan akuntansi terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa, untuk mengetahui pengaruh pemahaman akuntansi terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa, dan untuk mengetahui pengaruh skala usaha terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa. Populasi dalam penelitian ini adalah 76 UMKM di Keluraha Oesapa.Sampel dalam peelitian ini adalah 12 UMKM yang sesuai dengan kriteria yang penulis tentukan.Metode analisis menggunakan analisis regresi linear berganda.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang pendidikan tidak memiliki pengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan hal ini dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung -3,452 < ttabel 1,833 dengan taraf signifikanya 0,011 yang mengandung makna t hitung < t tabel (-3,452 < 1,883) dimana Ho diterima dan Ha di tolak, dengan demikian dapat disimpulkanbahwa tidak ada pengaruh dari variabel latar belakang pendidikan terhadap penyusunan laporan keuangan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pelatihan akuntansi tidak berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan hal ini dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung -2,239 < ttabel 1,833 dengan taraf signifikanya 0,060 yang mengandung makna t hitung < t tabel (-2,239 < 1,883) dimana Ho diterima dan Ha di tolak, dengan demikian dapat disimpulkanbahwa tidak ada pengaruh dari variabel pelatihan akuntansi terhadap penyusunan laporan keuangan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman akuntansi tidak berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuanganhal ni dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung -3,021 < ttabel 1,833 dengan taraf signifikanya 0,019 yang mengandung makna t hitung < t tabel (-3,021 < 1,883) dimana Ho diterima dan Ha di tolak, dengan demikian dapat disimpulkanbahwa tidak ada pengaruh dari variabel pemahaman akuntansi terhadap penyusunan laporan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa skala usaha berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan hal ini dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung 4,206 > ttabel 1,833 dengan taraf signifikanya 0,004 yang mengandung makna t hitung > t tabel (4,206 > 1,883) dimana Ha diterima dan Ho di tolak, dengan demikian dapat disimpulkanbahwa ada pengaruh dari variabel skala usaha terhadap penyusunan laporan keuangan.
Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,808. Hal ini berarti 80% variasi variabel penyusunan laporan keuangan (Y) ditentukan oleh keempat variabel independen yaitu latar belakang pendidikan (X1) pelatihan akuntansi (X2) pemahaman akuntansi (X3) skala usaha (X4) Sedangkan sisanya 20% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
Dari hasil perhitungan uji F dapat diketahui bahwa nilai Fhitung adalah 7.357 dengan tingkat signifikan 0,012, sedangkan ftabel 4,256 dengan signifikan 0,05. Dengan demikian fhitung > ftabel yakni 7,357 > 4,256 Nilai 7,357 lebih besar dari 4,256 menunjukkan fhitung lebih besar dari ftabel, artinya Ha diterima, Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara latar belakang pendidikan, pelatihan akuntansi, pemahaman akuntansi dan skala usaha terhadap penyusunan laporan keuangan.
Implikasi terapan dalam penelitian ini adalah hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi para pelaku UMKM di Kelurahan Oesapa agar dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya penyusunan/pembukuan akuntansi agar dapat meningkatkan perkembangan usaha mereka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga (goal) Bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat maksimal
secara umum Pelatihan yang paling banyak dilakukan oleh Bank BTPN Cabang Kupang adalah Training Legal Audit and Writing yang bertujuan melakukan Penilaian terhadap tingkat keamanan perusahaan, terutama dalam hal Legal Risk Aspect.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Kantor Bank BTPN Cabang Kupang”.
Dalam penelitian ini Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin mempelajari sifat-sifatnya. Oleh karena itu populasi dalam penelitian ini 56 karyawan.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Kuesioner dengan angket tertutup.
Analisis ini dipakai untuk mengetahui pengaruh variablel independen yaitu pengaruh pendidikan (XI) dan pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap variabel dependen yaitu produktivitas kerja karyawan (Y). Adapun rumus analisis linear berganda adalah sebagai berikut :Y a+b1XI + b2X2.
Dalam penelitian ini penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi(b1) sebesar 0,273 artinya jika pengaruh pendidikan (X1) Mengalami kenaikan1%, maka produktivitas kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,273. Koofisien bernilai negatif artinya terjadi pengaruh yang negatif antara pengaruh pendidikan (X1) dengan produktivitas kerja karyawan (Y) dengan demikian apabila pengaruh pendidikan diperhatikan dengan baik oleh perusahaan agar menciptakan evektivitas organisasi dalam hal ini produktivitas kerja karyawan akan mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan uji yang diperoleh sesuai dengan teori yang disampaikan, dimana teori Menurut (Hasibuan, 2019:10) Mengatakan manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungsn dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu mewujudkan tujuan perusahaan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Implikasi dari penelitian ini menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di atas dapat dipahami bahwa suatu pengelolaan sumber daya manusia merupakan suatu proses yang berhubungan dengan implementasi indikator fungsi-fungsi pengelolaan atau manajemen yang berperan penting dan efektif dalam menunjang tercapainya tujuan individu, lembaga, maupun organisasi atau perusahaan.
Berdasarkan pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh pendidikan (X1) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan variabel pengaruh pendidikan (X1) ditemukan Thitung 2,588 lebih kecil dari Ttabel 1,67412 dan tingkat Sig 0,012 lebih besar dari 0,05. 2. Pengaruh pelatihan tenaga kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada Kantor Bank Tabungan Pensiunan Cabang Kupang. Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi (b2) sebesar 0,316 artinya jika pelatihan tenaga kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1% maka produktivitas kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,316. Koofisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) dengan demikian apabila Pelatihan tenaga kerja memiliki gaji insentif dan tunjangan yang baik maka dapat meningkatkan tingkat produktivitas kerja karyawan. Peningkatan produktivitas merupakan masalah sistem dalam arti tertentu, karena ada banyak segi dari pekerjaan dan kegiatan perusahaan yang mempunyai dampak terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja. Definisi produktivitas menurut Nasution (2002:203) menjelaskan bahwa : Produktivitas merupakan rasio antara hasil kegiatan (output) dan segala pengorbanan (biaya) untuk mewujudkan hasil (input). Dimana peningkatan produktivitas akan meningkatkan pendapatan karyawan yang akan menambah daya beli masyarakat. Berdasarkan penjelasan diatas menunjukan bahwa adanya pengaruh pelatihan tenaga kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Sehingga apabila semakin tinggi tingkat pelatihan tenaga kerja semakin baik maka akan semakin meningkat produktivitas kerja karyawan. Selain itu berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) hal ini dibuktikan diperolehnya Thitung 0,316 lebih kecil dari Ttabel 1,67412 dan tingkat Sig 0,348 lebih besar dari 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA MIKRO KECIL DAN MENENGAH YANG BERADA PADA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang, dimana sebuah negara berkembang sangat fokus akan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kearah yang lebih baik. Salah satuyang membangun pertumbuhan ekonomi yaitu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Kementrian Koperasi danUMKM, 2014).
Kontribusi tersebut akan baik apabila berbagai permasalahan yang masih dihadapi UMKM tersebut dapat diatasi dan salah satunya adalah permasalahan dalam memanfaatkan informasi akuntansi dalam berbagai pengambilan keputusan usahanya. Dibanyak penelitian, permasalahan ini diduga kuat bersumber dari kurangnya persepsi dan pemahaman pengelola dalam bidang akuntansi. Belkaoui (2000:35) dalam Kristian (2010), mendefinisikan informasi akuntansi sebagai informasi kuantitatif tentang entitas ekonomi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam menentukan pilihan-pilihan diantara alternatif-alternatif tindakan. Penggunaan informasi akuntansi itu untuk perencanaan strategis, pengawasan manajemen danpengawasa operasional. Informasi akuntansi merupakan bagian yang terpenting dari seluruh nformasi yang diperlukan manajemen terutama yang berhubungan dengan data keuangan suatu perusahaan(Baridwan, 2000: 1).
Menurut Puspitawati & Anggadini(2014), informasi akuntansi merupakan rangkaian aktivitas dalam pemrosesan data dari aktivitas bisnis pengolahan data keuangan perusahaan dengan menggunakan sistem informasi komputer yang terintegrasi secara harmonis. Holmes dan Nicholls 2008 juga berpendapat bahwa informasi akuntansi merupakan informasi kuantitatif tentang entitas ekonomi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam menetukan pilihan-pilihan diantara alternatif-alternatif tindakan,serta bermanfaat untuk perencanaan strategis, pengawasan manajemen operasional. Informasi yang dihasilkan mengenai bisnis perusahaan dapat mengetahui kondisi perusahaan di masa lalu, masa kini, dan juga untuk menentukan langkah perusahaan di masa depan untuk mencapai tujuan perusahaan khususnya dalam pengelolaan UMKM.
Pendidikan menggambarkan proses pemilik/manajer untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan teknis serta kemampuan organisasi (Budiyanto, 2014). Pendidikan yang pernah ditempuh oleh pemilik/manajer UMKM memengaruhi pemahaman mengenai usaha yang sedang dijalankan dan pentingnya penggunaan informasi akuntansi bagi usaha mereka. Pendidikan yang rendah akan membuat informasi akuntansi semakin jarang untuk digunakan karena kurangnya pemahaman.
Hidayat(2020), Skala usaha adalah kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola usaha yang didasarkan atas banyaknya karyawan, dan jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode. Semakin besar skala usaha suatu perusahaan maka semakin tinggi penggunaan informasi akuntansi dalam perusahaan tersebut(Fitoriah,2019).
Disamping tingkat produksitifitas, perusahaan sangat tergantung pada jumlah tenaga kerja yang harus dipekerjakan, jadi semakin banyak jumlah tenaga kerja yang dikerjakan menunjukan bahwa tingkat produktifitas yang cukup tinggi dialami oleh perusahaan khususnya pada perusahaan kecil menengah, sehingga kebutuhan perusahaan terhadap informasi yang akan dibutukan juga akan semakin meningkat. (Holmes, Scott, 2011).
Tujuan dari penelitian iniuntuk mengetahui pengaruh jenjang pendidikan,skala usaha,pengaruh umur dan pelatihan akuntansi terhadap Penggunaan informasi akuntansi pada UMKM. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin. Metode pengujian data yang digunakan adalah uji regresi berganda dan uji nilai selisih multak. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenjang pendidikan berpengaru positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, skala usaha tidak berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, umur perusahaan berpengaru positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, pelatihan akuntansi berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM.
Menurut Solovida (2010), pelatihan akuntansi yang dimaksud adalah pelatihan akuntansi yang diselenggarakan oleh suatu lembaga pendidikan luar sekolah maupun lembaga pendidikan tinggi, atau balai pelatihan departemen atau dinas tertentu. Elemen penelitian ini adalah skala dikotomi.
Kata Kunci:UMKM, Usaha mikro Kecil Dan Menengah, Penggunaan Informasi Akuntansi, Jenjang Pendidikan, Skala Usaha, Umur perusahaan, Pelatihan Akuntansi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang:Permainan bola voli merupakan permainan beregu bola besar yang memerlukan keterampilan dan kerja sama yang baik. Kerja sama yang terjalin akan menghasilkan sebuah prestasi yang baik pula. Tanpa kerja sama mustahil sebuah kemenangan akan didapatkan.Untuk itu diperlukan teknik-teknik permainan yang beragam, baik individu maupun tim.
Tujuan penelitian: Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan di atas penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui latihan fisik pada club bola volly bank ntt
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif. Penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan prilaku orang-orang yang diamati.
Hasil dan pembahasan:Latihan fisik adalah kemampuan memfungsikan organ-organ tubuh dalam melakukan aktivitas fisik. Kemampuan fisik sangat penting untuk mendukung mengembangkan aktifitas psikomoto.Gerakan yang terampil dapat dilakukan apabila kemampuan fisiknya memadai.
Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian, pelatih,dan pemain memperaktekkan empat macam cara yaitu :kekuatan, daya tahan, kelincahan, dengan kecepatan. Selasai dari latihan tersebut peneliti dan pemain melakukan pendinginan dengan cara ke dua kaki di luruskan lalu setiap 2 orang melakukan gerakan tangan kiri dan kanan secara bergantian ayunkan ke dua tangan ke samping kiri dan kanan dengan dengan hitungan 1-8 hitungan. Kemudian setiap dua orang pemain saling berpasangan untuk memukul belakang bahu kiri dan kanan secara bergantian dengan menggunakan tangan kiri dan kanan dalam gerakan pelan-pelan. Latihan di mulai tepat jam 3 sore dan setiap satu gerakan : Gerakan pertama latihan kekuatan terambil waktu 5 menit gerakan yang ke dua daya tahan 12 menit gerakan ke 3 kelincahan 20 menit gerakan Selesaii latihan tepat pada jam 17 lewat 20 menit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Dalam penelitian ini adalah Latihan taekwondo di SMPN 4 Loli masi kurang optimal dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada dalam lingkungan latihan taekwondo dan latihan taekwondo di SMPN 4 loli masi cenderung monoton.maka dari itu latihan selalu di lakukan ber ulang ulang
Tujuan penelitian: Sehubungan dengan masalah yang akan dibahas, maka adapun tujuan penyusunan penelitian ini adalah untuk mengetahui latihan taekwondo di SMPN 4 loli.
Metode penelitian: Dalam penelitian ini motode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat pola latihan taekwondo, yakni pola latihan fisik, pola latihan teknik, pola latihan taktik dan pola latihan mental. Agar pola latihan taekwondo mencapai hasil latihan yang maksimal, maka program atau bentuk latihan disusun hendaknya mempertimbangkan kemampuan dasar setiap siswa dan mengembangkan kemampuan seorang siswa yang telah direncanakan secara sistematis dan terstruktur dalam jangka waktu yang lama, agar dapat meningkatkan kemampuan gerak baik dari segi: latihan fisik, teknik dan taktik yang sudah di ajari oleh pelatih.
Simpulan: Mengembangkan kemampuan latihan siswa dan patut di pertahankan yaitu bagaimana kedisiplinan dalam mengikuti latihan taekwondo yaitu kedisiplinan waktu, mengikuti arahan pelati, dan benar-benar latihan dengan tulus dalam mengikuti latihan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang:Latihan adalah suatu bentuk aktivitas untuk meningkatkan ketrampilan (kemahiran) berolahraga dengan menggunakan berbagai peralatan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan cabang olahraga.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Pola Latihan Teknik Dasar di Sekolah Sepak Bola Bali United Kristal Kota Kupang.
Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dan pembahasan: Sekolah Sepak Bola Bali United Kristal Kota Kupang terbagi dalam kelompok umur mulai dari U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, dan U-18. Program latihan bagi kelompok siswa U12yang meliputi model latihan teknik, taktik, fisik dan mental. Pola latihan siswa usia 12 tahun di SSB Bali United Kristal Kota Kupang meliputi: (a) Pembukaan latihan dan Pemanasan;(b) latihan Inti yang meliputi Dribbling skill, passing skill, control skill, heading skill, shooting skill. (c). latihan tambahan berupa game bagi para memain dan (d) penutup/pendinginan selama 3-5 menit.
Simpulan: Pola latihan teknik dasar sepak bola di Sekolah Sepakbola Bali United Kristal Kota Kupang sudah berjalan sesuai sistimatis dan terprogramkan secara baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Gerak dasar pencak silat merupakan gerakan terencana, terarah, terkoordinasi dan terkendali yang memiliki aspek sebagai kesatuan, yaitu aspek mental, spritual, beladiri, olahraga, dan seni budaya. Teknik guntingan merupakan cara menjatukan lawan dengan cara menjepit kedua tungkai kaki dan sasaran pinggang atau tungkai lawan sehingga lawan kehilangan keseimbangan sehingga jatuh. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui metode latihan teknik guntingan depan pada siswa PSHT Ranting Penfui Timur. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Prinsip latihan pada organisasi bela diri PSHT merupakan unsur paling mendasar dalam meningkatkan kualitas setiap siswa yang berlatih. Teknik guntingan dilaksanakan dari tahapan awalan atau sikap pasang, tahapan pelaksanaan dan gerakan lanjutan. Latihan guntingan depan yang digunakan bagi siswa PSHT ranting Penfui Timur menggunakan metode latihan tahap pertahap hingga siswa menguasai teknik guntingan depan. Simpulan: Penguasaan akan teknik guntingan depan dalam PSHT haruslah melalui tahapan sikap awal, pelaksanaan dan gerakan lanjutan. Siswa PSHT haruslah menguasai teknik tersebut secara bertahap, sebab gerakan tersebut haruslah dilaksanakan secara cepat dan tepat
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
DISIPLIN ROHANI
Suatu Tinjauan Eksegetis Terhadap Surat 1 Timotius 4:6-16 dan Impliikasinya Bagi Anggota GMIT Masa Kini
Ardin L. Bulu Bani
Program Studi Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
Email: [email protected]
Dampak negatif dari era modernisasi membawa orang Kristen di masa ini tidak mampu untuk menahan diri dari aktivitas-aktivitas kriminal sebagai bentuk dari dampak persaingan hidup yang semakin tinggi. Nasihat Paulus untuk Timotius sebagai pemimpin Jemaat agar melatih diri dalam ibadah mengandung pengertian bagi Timotius untuk selalu melatih dirinya dalam ibadah. Nasihat inilah yang kemudian di kembangkan dengan sebuah istilah disiplin rohani. Secara umum disiplin rohani dipahamai sebagai praktek atau kegiatan yang dilakukan dalam rangka membangun relasi dan komunikasi dengan Tuhan secara pribadi. Untuk membangun hubungan yang baik dengan Tuhan diperlukan kedisiplinan dan pola pengaturan yang baik. Banyak orang Kristen di masa kini tidak mengerti dan memahamami dengan perkataan Palus dalam 1 Timotius 4:7b. Penulis menemukan bahwa dalam era modernisasi banyak orang yang kehilangan pemahaman dan pengajaran yang baik tentang Yesus dalam dirinya sehingga mudah terjebak dalam dampak negatif Modernisasi itu.
Penulis tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam melalui karya ilmiah dengan melakukan studi eksegetis dari teks 1 Timotius 4:6-16. Teks tersebut adalah sebuah nasihat dari Paulus untuk timotius mengenai cara-cara yang harus digunakan Timotius dan secara tidak langsung kepada jemaat Efesus agar mampu melewati ancaman-ancaman pengajaran sesat dan perkembangan budaya-budaya penyembahan berhala. Penulis ingin mencari tahu maksud dari pada disiplin Rohani yang merupakan penekanan penting dari pada teks 1 Timotius 4 :6-16, untuk mendapatkan pemahaman yang baru tentang disiplin rohani dari pandangan Paulus, penulis mencari tahu konteks orang Kristen masa kini dan membandingkannya dengan konteks di jemaat Efesus. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk melihat konteks kehidupan jemaat. Hal itu dilakukan dengan melakukan wawancara kepada beberapa tokoh yang di rasa mampu untuk memberikan sumbangsih pemikiran yang berkaitan dengan disiplin rohan. Untuk menyelesaikan tulisan ini penulis menggunakan metode penulisan deskriptif, analitif, reflektif. Penulis menggunakan metode penafsiran Historis Kritis untuk menjangkau teks asli dalam konteks agar menemukan kerygmanya, kemudian bisa dihubungkan dengan konteks masa kini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI “ANALISIS PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR POS INDONESIA CABANG KUPANG” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Pos Indonesia Cabang Kupang, baik secara persial maupun simultan. Pegawai yang ada pada kantor pos tersebut merupakan faktor penting dalam meningkatkan efektifitas kinerja perusahaan. Dalam penelitian ini besar sampelnya adalah 45 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode slovin. Metode slovin merupakan metode yang digunakan untuk menghitung jumlah sampel apabila perlu dari sebuah populasi yang tidak diketahui secara pasti. Variabel bebasnya adalah Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia serta variabel terikat adalah Kinerja Pegawai. Analisis data yang dilakukan melalui analisis regresi linier berganda, uji t, uji f dan r² menggunakan data primer berupa hasil kuesioner tentang pelatihan, pengembangan SDM dan kinerja pegawai. Empat metode data ini guna mencari pengaruh pelatihan dan pengembangan SDM. Hasil yang diperoleh yakni pada variabel bebas pelatihan (X1) didapatkan Thitung (3,001) > Ttabel (2,018), variabel pengembangan (X2) Thitung (3,338) > Ttabel (2,018) maka variabel pelatihan (X1) berpengaruh secara persial terhadap variabel kinerja pegawai (Y), variabel pengembangan (X2) berpengaruh secara parsial terhadap variabel kinerja pegawai. Hasil uji F menunjukkan bahwa Fhitung (30,028) > Ftabel (3,220), dan signifikansi 0,000 alpha, dan taraf signifikansi 0,05, maka tolak Ho dan terima Ha yaitu variabel bebas (pelatihan dan pengembangan) secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen (kinerja pegawai) secara positif dan signifikan.Hasil koefisien determinasi (R²) menunjukkan penyesuaian R-squared sebesar 0,588 atau 58,8% yang berarti variasi variabel kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh variabel pelatihan dan pengembangan, dan sisanya sebesar 41,2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel penelitian. Akhirnya bahwa Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Pos Indonesia Cabang Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MODEL LATIHAN SHOOTING SEPAK BOLA PADA PS ANGKASA KUPANG
Falerio Funan 1, Andreas J. F. Lumba2, Fredik Edison Nope3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Model Latihan shooting adalah suatu bentuk atau cara dalam suatu proses latihan yang menggunakan bentuk-bentuk dan bervariasi. Shooting merupakan faktor penentu dalam mencapai tujuan dari permainan sepakbola
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini yang dilakukan oleh peneliti adalah Untuk mengetahui proses pelaksanaan latihan shooting di PS Angkasa Kupang.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu rangkaian kegiatan untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian sesuai dengan kenyataan yang dilihat dan didengar peneliti secara langsung, dengan membutuhkan waktu selama ± 2 (dua) bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Proses model latihan shooting yang di terapkan PS Angkasa Kupang sangat efektif dan dilaksanakan berdasarkan program yang sudah di siapkan. Model latihan shooting yang di gunakan antara lain 1) Shooting menggunakan punggung kaki, 2) Shooting menggunakan kaki bagian dalam, 3) Shooting menggunakan kaki bagian luar. Dengan variasa tengangan bola diam, bola bergerak, dan melewati rintangan.
Simpulan: Dengan adanya pengembangan latihan yang dilaksanakan oleh PS Angkasa ini sangat membantu para atlet dalam mengembangkan bakatnya di bidang olahraga yang diminatinya. Sehingga dapat memberikan nilai positif kepada setiap atlet dalam menekuni setiap latihan yang diberikan.
Kata kunci: Latihan shooting, PS Angkasa kupang
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Tinjauan Tentang Pola Latihan Fisik Bola Voli Putra Di Club BANK NTT Kota Kupang
Juan Roberto Diaz1*, Andreas J. F. Lumba 2, Christin P. M. Rajagukguk 3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Pola Latihan fisik Bola Voli Di Club BANK NTT Kota Kupang pada saat ini atlet melakukan latihan smesh/spike guna meningkatkan ketepatan, focus atlet untuk mengumpulkan poin yang banyak. Sebagian dari mereka melakukankan servis agar lawan tidak dapat menerima bola dengan baik, melakukan blok pada lawan yang akan melakukan spike.
Tujuan penelitian: Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas maka, yang tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pola latihan fisik, teknik, taktik, dan mental di Club bola voli putra BANK NTT Kota Kupang.
Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer di peroleh dari hasil wawancara langsung dengan pelatih dan atlet. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Pola latihan fisik bola voli pada atlet di Club Bank NTT dimulai dari peran pelatih, program latihan, proses dan teknik permainan, evaluasi latihan. hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa program latihan bola voli Club Bank NTT melewati beberapa tahapan yaitu latihan fisik, taktik, strategi dan latihan mental telah di lakukan dengan baik.
Simpulan: Program latihan bola voli di Club Bank NTT Kota Kupang dari pola latihan yang di buat pelatih yang meliputi latihan fisik, taktik, strategi dan mental sudah terprogram dan terlaksana dengan baik.
Kata kunci: Pola Latihan fisik Bola voli ,BANK NTT Kota Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TINJAUAN TENTANG PRESTASI DI KLUB BOLA VOLI PUTRAEXODUSPENKASE KOTAKUPANG2021
SemirikusPenu1*,RamonaM.Mae2, FredikE.Nope3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan IlmuPendidikan, UniversitasKristen ArthaWacana,Kupang, Indonesia
[email protected]
Latarbelakang:olaharagaadalahrutinitasyangdapatdilakukanseseorangsebagai bagaian dari upaya menjaga kesehatan baik rohani maupun jasmaninya.Disisi lain olahraga adalah segala kegiatan sistematis untuk mendorong, membina,serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial (UU No. 3 tahun 2005tentangsistem keolahragaan nasiaonal).
Tujuan penelitian: Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas maka, yangtujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Prestasi di klub bola voliputraExodus PenkaseKotaKupangTahun 2021.
Metodepenelitian:Penelitianinimenggunakanmetodedeskiriptifkualitatif
Hasildan pembahasan:Sumber data primer diperolehdarihasilwawancaralangsung dengan Pelatih dan atlet Club Bola Volley Putra Penkase Kota upang.Teknikpengumpulandatamelaluiwawancara,observasi,dandokumentasi.Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusiondrawing/verificatio. Hasil dan pembahasan pelatih klub terhadap proses prsetasi diklub bola voli putra exodus penkase berdasarkan Hasil penelitian menunjukkanbahwa untuk memperoleh prestasi atlet yang baik maka pelatih menerapkan polalatihan,program latihan,taktik dan tekniklatihan yangbaik.
Simpulan: Prestasi di klub bola voli putra exodus penkase meningkat walaupundiukurmelaluisimulasipertandingankarenaketiadaanpertandinganyangdisebabkanoleh Pandemic19.
Katakunci:Prestasi, Polalatihan,programlatihan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Pola latihan merupakan segala daya dan upaya untuk meningkatkan secara menyeluruh kondisi fisik dengan proses yang sistematis dan berulang-ulang dengan kian hari kian bertambah jumlah beban latihan, waktu atau intensitasnya.
Tujuan penelitian: Sehubungan dengan masalah yang akan dibahas, maka adapun tujuan penyusunan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola latihan atlet usia dini pada perguruan pencak silat Satria Muda Indonesia Kota Kupang.
Metode penelitian: Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik analalisis data.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pembinaan teknik dan latihan yang meliputi unsur-unsur organisasi pembinaan agar latihan mencapai hasil prestasi yang optimal, maka program atau bentuk latihan disusun hendaknya mempertimbangkan kemampuan dasar setiap atlet usia dini dan mengembangkan kemampuan seorang atlet yang telah direncanakan secara sistematis dan terstruktur dalam jangka waktu yang lama untuk meningkatkan kemampuan gerak baik dari segi: (a) Latihan fisik, Latihan ini khusus ditujukan untuk mengembangkan dan meningkatkan kondisi fisik atlet, yang mencakup komponen-komponen fisik. (b) Latihan teknik, Latihan untuk memahirkan teknik-teknik gerakan. (c) Latihan taktik, Latihan untuk menumbuhkan perkembangan daya tafsir pada atlet, strategi, taktik pertahanan dan penyerangan. (d) Latihan mental pada saat proses latihan. Meningkatkan kemampuan para pembina dan pelati dalam melaksanakan pembinaan sehingga akan tercapai sasaran yang di peroleh atlet usia dini dengan baik.
Simpulan: Mengembangkan kemampuan gerak atlet yang patut diperhatikan adalah sikap pasang awal yang harus di perhatikan karena teknik memerlukan kecepatan dan konsentrasi dan kordinasi yang baik maka atlet yang tadinya tidak mampu menjadi mampu dalam melakukan gerakan teknik tesebut dengang baik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG Andi Deryes Faot ABSTRAKSI Perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, baik sekarang maupun akan datang tentunya tidak bisa terlepas dari penerapan manajemen.Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting sebagai potensi penggerak seluruh aktivitas didalam suatu organisasi segala potensi yang dimiliki sumber daya manusia dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk meraih keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Dessler (2003:36) yaitu : Strategic Human Resource Management is the linking of Human Resource Management with strategic role and objectives in order to improve business performance and develop organizational cultures and foster innovation and flexibility”. Terlihat bahwa para pimpinan organisasi harus mengaitkan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dengan strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja serta mengembangkan budaya organisasi yang akan mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas. Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Hafid, et.al. 2014:30). Simamora (2004 : 273) Pelatihan (training) mengandung maksud untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan serta merubah sikap/perilaku karyawan ke arah yang produktif. Pelatihan mempunyai manfaat pada karier jangka panjang karyawan, untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di masa yang akan datang. Istilah kinerja berasal dari kata Job performance atau actual performance (prestasi kinerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara dalam Subekhi dan Jauhar,2012:193). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai pada lembaga pemasayarakatan perempuan kelas II B Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dan jumlah Populasi sebanyak 68 orang pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil uji parsial pertama penelitian ini menunjukan variabel pendidikan (X1) tidak berpengaruh secara signifikan kinerja pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang, hal ini terlihat dari signifikansi pendidikan (X1) 0,779 > 0,01 dan nilai t hitung 0,2822,431 t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Hasil uji regresi kedua secara parsial kedua signifikansi pada variabel pelatihan diketahui nilai signifikansi variabel pelatihan (X2) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B kupang sebagai berikut. nilai signifikansi variabel pelatihan 0,0000,01 dan t hitung 5,588 > 2,431 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan variabel pelatihan (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Kemudian pada uji simultan (uji F)diketahui nilai signinifikansi untuk variabel pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) secara simultan terhadap variabel Kinerja (Y) adalah sebesar 0,0000,01 dan nilai F hitung 15,611>F tabel 2.43145 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh pendidikan (X1) dan pelatiahan (X2) secara simultan terhadap Kinerja pegawai (Y). Selanjutnya hasil uji koefisien determinasi (uji R2) diketahui nilai R squre 0,428 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel pendidikan (X1) dan pendidikan (X2) secara simultan terhadap variabel kinerja (Y) adalah sebesar 45,8% sisanya dijelaskan oelh variabel-variabel lain yang tidak ikut dalam analisis.Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai sehingga Penelitian selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Dalam olahraga pencak silat khususunya ada berbagai macam gerak dasar serta teknik yang dapat dipelajari. Salah satunya gerak dasar teknik tendangan belakang, tendangan ini dapat digunakan sebagai tendangan balasan kepada lawan namun apabila atlet melakukan tendangan belakang ini harus diperhitungkan antara jarak dengan lawan dan dilakukan dengan cepat karena posisi badan membelakangi lawan.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gerak dasar teknik tendangan belakang pada atlet pencak silat di perguruan Tapak Suci Kota Kupang.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan pelatih dan atlet tapak suci. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display dan conclusion drawing/verification.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Analisis gerak dasar teknik tendangan belakang pada atlet tapak suci kota kupang di lihat dari teknik tendangan yang benar mulai dari sikap awal, sikap pelaksanaan sampai dengan sikap akhir sedikit kurang sesuai dengan teori. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa atlet pada saat proses pelaksanaan tendangan belakang sikap tubuh yang sedikit kurang sesuai dengan teori. Namun pelatih sudah melakukan perannya sesuai dengan kegiatan serta proses juga sudah maksimal.
Simpulan: Gerak dasar teknik tendangan belakang di perguruan tapak suci kota kupang berkaitan dengan proses pelaksanaan tendangan belakang belum sesuai dengan teori namun program latihan sudah terlaksana dengan baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK LATIHAN FISIK DI KLUB BOLA VOLI PUTRA ANAK TIMOR MANDIRI SELAMA PANDEMI COVID-19 Nikson Missa1*, Andreas Johanis Fredik Lumba2, Jimmy Ch. Atty3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia Email. [email protected] Latar belakang:Berdasarkan latar belakang masalah, prestasi seorang atlet sangat ditentukan oleh kualitas latihan, program latihan dan pelaksanaan latihan yang baik. Latihan memerlukan keseriusan atlet dalam melaksanakan latihan tanpa dibatasi ruang dan waktu, namun sejak Pandemi covid-19 melanda dunia maka pelaksanaan latihan secara konvensional ditiadakan sehingga latihan dilakukan secara mandiri. Selama pandemic covid-19, proses latihan memerlukan strategi, metode latihan yang kreatif dari pelatih dan atlet sehingga kebugaran atlet tetap terjaga walaupun dalam keadaan pandemic. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui latihan fisik di klub bola voli Putra ATM selama pandemi covid-19. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. sampel pada penelitian ini manager, pelatih dan atlet Klub Bola Voli Putra ATM. Hasil dan pembahasan:Sudah menjadi tanggung jawab pelatih dalam memberikan arahan dan bimbingan bagi atlet dalam melakukan latihan fisik walaupun latihan fisik dibatasi dengan keadaan pandemi covid-19. Keberhasilan atlet dalam melakukan latihan fisik tidak selamanya diperoleh melalui latihan berkelompok atau latihan sebagaimana sebelum pandemi covid-19 tetapi keberhasilan latihan fisik atlet dapat diperoleh dimasa pandemi covid -19 dengan cara penerapan strategi, metode dan durasi latihan yang baik dan tepat serta fasilitas latihan yang memadai. Simpulan:Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pelatih memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan latihan fisik yaitu dengan menerapkan strategi, metode dan durasi yang sesuai dengan kondisi pandemi covid-19 serta menyediakan fasilitas latihan fisik sehingga dapat memperlancar latihan fisik atlet. Namun latihan fisik yang diberikan oleh pelatih masih bersifat umum, dan tidak sesuai dengan komponen latihan fisik pada olahraga bola voli, di mana komponen latihan fisik yang paling dominan adalah power, agility dan flexibility. Kata kunci: Fasilitas latihan, Latihan fisik, dan peran Pelatih di masa pandemic covid-19
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
MODIFIKASI MEDIA PIPA LOMPAT GAWANG UNTUK LATIHAN KEMAMPUAN SMASH PEMAIN BOLA VOLI PADA VALYANS CLUB
Marianus Kristo Asbanu1*, M. Rambu P. Wasak2, Julian J. Leko.3
123Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia
[email protected]
Latar belakang: Masalah yang sering dihadapi oleh pemain dalam permainan bola voli adalah masalah teknik dasar dan peralatan. Minimnya sarana dan prasarana media latihan yang dimiliki Tim Valyans club menuntut pelatih untuk lebih kreatif dalam memberdayakan dan mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana yang ada sesuai dengan kondisi pemain. Peralatan yang dibutuhkan pada saat latihan teknik dasar melompat dalam permainan Bola voli diantaranya adalah Modifikasi media pipa lompat gawang.
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menerapkan modifikasi media pipa lompat gawang untuk latihan kemampuan smash pemain bola voli putra pada Valyans club.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naturalistik
Hasil dan pembahasan: Hasil dan pembahasan penelitian, peneliti memodifikasi media latihan pemain Valyans Club dengan menggunakan media pipa lompat gawang untuk latihan kemampuan smash pada pemain bola voli putra dan diperoleh jawaban melalui hasil wawancara yaitu saat latihan, pelatih akan menggunakan media pipa lompat gawang pada Valyans Club untuk meningkatkan kemampuan smash karena pemain merasa sangat puas dan merasa lebih menguntungkan apabila menggunakan media pipa lompat gawang.
Simpulan: Media modifikasi merupakan media latihan yang dapat meningkatkan kualitas latihan dan prestasi pemain yang aktif dan menghasilkan pemain yang berprestasi serta berkembang ke arah yang lebih baik. Penggunaan media modifikasi pipa lompat gawang untuk gerakan melompat pada pemain sehingga dapat membentuk otot tungkai. Penggunaan media modifikasi pipa lompat gawang dapat meningkatkan prestasi dan memacu pemain pada saat latihan teknik dasar melompat melewati media pipa lompat gawang pada pemain Valyans Club.
Kata kunci: Modifikasi media, lompat gawang, latihan kemampuan smash
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao dan Untuk mengetahui pelatihan kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalah Sumber daya manusia yang kompeten tentu saja membuat perusahaan akan lebih berkembang dan maju sehingga menentukan kesuksesan dari perusahaan itu sendiri dan dikembangkan melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan yang sesuai/layak serta kompetitif. Banyak perusahaan mengadakan pelatihan kerja/training sebelum karyawan memulai kerja, karena dengan pelatihan kerja dapat memperbaiki performa dan juga kemampuan dari karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukan Zul (2016:23). Sumber daya yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang mampu menciptakan suatu inovatif melalui kreatifitas dan imajinasi. Arianty (2016:2). Salah satu ukuran keberhasilan kinerja individu, tim atau organisasi terletak pada produktivitasnya. Apabila produktivitasnya tinggi atau bertambah, dinyatakan berhasil. Apabila lebih rendah dari standar atau menurun, dikatakan tidak atau kurang sukses. Wibowo (2014:93). Produktivitas merupakan pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan. Dengan adanya produktivitas kerja diharapkan pekerjaan akan terlaksana secara efisien dan efektif, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Arianty (2016:134). Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah memberikan pendidikan dan pelatihan kerja. Sasaran obyek penilaian produktivitas adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap karyawan. Dengan demikian maka jelas bahwa pendidikan dan pelatihan kerja mempunyai peranan penting dalam produktivitas kerja karyawan. Pendidikan (formal) didalam suatu organisasi adalah suatu proses pengembangan ke arah yang diinginkan oleh organisasi yang bersangkutan. Sedangkan pelatihan (training) adalah merupakan bagian dari suatu proses pendidikan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan khusus. Pendidikan dan pelatihan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi Notoatmodjo, (2015:16-17). Pelatihan merupakan salah satu usaha yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Arianty (2016:120). Pelatihan merupakan proses untuk membentuk dan membekali karyawan dengan menambah keahlian, kemampuan, pengetahuan dan perilakunya Kasmir ( 2018:126). Pemberian latihan atau pendidikan kepada pegawai disuatu perusahaan merupakan tanggung jawab setiap Manajer. Adanya pelatihan dan pendidikan bagi seseorang, juga dapat menjamin tersedianya tenagatenaga kerja yang memiliki keahlian, terlatih atau terdidik dan yang dapat menggunakan pikirannya secara kritis. Selain hal tersebut. Hasil penelitian adalah yang pertama hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel tingkat pendidikan (X1) diperoleh koefisien sebesar 0.005 t hitung 3,144 dan niali signifikan 0,002 yang berarti jika variabel tingkat pendididkan sesuai dengan harapan maka akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0,005 satuan. Dengan kata lain tingkat pendidikan akan sesuai dengan produktivitas kerj karyawan. Ini dibuktikan dengan t-hitung > t- tabel (3.144 > 1.697) hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho ditolak maka membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan yaitu tingkat pendidikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olaraga Kab. Rote Ndao, dan yang kedua Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pelatihan kerja (X2) diperoleh koefisien sebesar 0.417, t hitung 0.30 dan niali signifikan 0.007 yang berarti jika variabel pelatihan kerja sesuai harapan maka akan meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0.007 satuan. Dengaan kata lain pelatihan kerja akan meningkat sejalan dengan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelatihan kerja mempunyai pengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Ini dibuktikan dengan dengan t hitung t tabel (0.514 1.691) yang berarti t hitung pada variabel pelatihan kerja adalah lebih kecil dari t tabel hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho1 diterima maka ini membuktikan bahwa ada pengaruh pelatihan kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor yang sangat krusial dalam mencapai tujuan dan perkembangan perusahaan. Perusahaan dengan teknologi tercanggih sekali pun tidak akan memiliki perubahan yang berarti jika tidak dikelola orang yang dapat menggunakannya secara optimal. Karyawan harus cepat beradaptasi jika ada perubahan dalam pekerjaan maupun perusahaan sehingga karyawan berpengalaman sekali pun tetap harus melakukan pelatihan (Levy, 2010). Program pelatihan karyawan dapat meningkatkan perusahaan dapat diperoleh melalui program pelatihan karyawan. Menurut Tohardi (2017:100) Produktivitas yang berkualitas akan menimbulkan kinerja karyawan yang bermutu dimana proses kinerja karyawan yang akan memberikan kulitas yang akan menguntungkan perusahaan. Kompetensi merupakan perpaduan bidang tertentu yang dimiliki seseorang untuk menggapai tujuan perusahaan, seperti pengetahuan, sikap, keterampilan, serta karakteristik pribadi melalui kegiatan pelatihan dan pengembangan kompetensi (Aprilyani, 2021). Permasalahan yang di ambil oleh peneliti pada objek adalah mobil yang di uji masih banyak kekurangannya seperti roda kendaraan yang tidak layak di pakai atau di gunakan sehingga membuat pegawai tidak bisa melakukan pengujian kendaraan dengan baik maka produktivitas kerja pegawai tidak berjalan efesien.Menurut Sugiyono (2018:130) mengemukakan bahwa populasi sebagai wilayah secara umum yang terdiri atas obyek/subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah 80 karyawan Pada Dinas UPT pengujian kendaraan bermotor kota kupang. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. (Sugiyono,2004:91). Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin. Menurut Sugiyono (2018) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Teknik analisis data adalah suatu metode atau cara untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan, yang terutama adalah masalah yang tentang sebuah penelitian. Regresi linier berganda memberikan hasil pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dalam bentuk persamaan regresi (Priyatno, 2011:238). Analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara masukan hasil pengelolahan data angket responden kedalam tabel distribusi frekuensi. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Uji statistik t pada dasarnya Uji t menunjukkan sebeapa jauh pengaruh satu variable independen secara individual dalam meneranglkan variasi variable dependen. Uji F digunakan untuk menujukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model memiliki pengaruh secara bersama- sama atau simultan terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati koefisien regresi (b1) sebesar -0,163 artinya jika pelatihan (X1) mengalami kenaikan 1%, maka kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar -0,163 atau -16,3% Selain itu, berdasarkan pengujian hipotesis pertama yaitu pelatihan (X1) produktivitas kerja (Y). Diketahui bahwa variabel pelatihan (X1) ditemukan t hitung -1,671 lebih kecil dari t tabel 1.66901 dan tingkat sig. 0,100 oleh karna itu nilai sig 0,05 Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linier berganda dan di dapati Koefisien regresi (b1) sebesar -0,163 artinya jika pelatihan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1% maka kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar -0,163 atau 16,3% Koefisien bernilai positif artihnya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara pelatihan (X1) terhadap produktivitas kerja pegawai (Y). Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi (b2) sebesar 0,941 artinya jika kompetensi (X2) mengalami kenaikan sebesar 1% maka produktivitas kerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,941. Selain itu berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilalukan terdapat adanya pengaruh kompetensi (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). hal ini dibuktikan diperolehnya Thitung 9,344 lebih besar Ttabel 1,66901 dan tingkat sig 0,000 lebih besar dari 0,05. Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linier berganda dan di dapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,941 artinya jika kompetensi mengalami kenaikan 1%, maka variabel kierja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,941 atau 94,1%. Koefisien bernilai positif artihnya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi (X2) terhadap produktivitas kerja pegawai (Y). Berdasarkan hasil analisis diatas diketahui bahwa variabel pelatihan, menunjukan bahwa metode pelatihan masih kurang sehingga perluh disarankan peningkatkan metode pelatihan agar dapat menambah wawasan sesuai dengan kebutuhan saya. Berdasarkan hasil analisis diatas bahwa variabel kompetensi, menunjukan bahwa pengetahuan dalam penggunaan komputer dan lainnya masih rendah sehingga perlu disarankan untuk meningkatkan pengetahuan dalam menggunakan peralatan seperti komputer dan lainnya agar dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelolah sistem informasi dan teknologi. Berdasarkan hasil analisis diatas bahwa variabel produktivitas kerja, menunjukan bahwa kualitas hasil kerja sesuai standar yang ditentukan masih rendah sehingga disarankan perlu untuk meningkatkan produktivitas kualitas kerja agar dapat mengembangkan kinerja serta kualitas kerja di bidangnya masing-masing. Kata Kunci : Pelatihan, Kompetensi, Dan Produktivitas Kerja Pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ‘’PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTORIMIGRASIKELAS 1 KUPANG’’ Dalam menghadapi era persaingan yang semakin ketat, masalah sumber daya manusia menjadi pusat perhatian bagi organisasi untuk tetap dapat bertahan dalam menjalani persaingan tersebut.Produktivitas kerja pegawai bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha.Maksud dari produktivitas adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang dipergunakan selama berkerja (Afandi, 2018:91). Pelatihan kerja adalah sarana untuk mengasah kemampuan dan memberikan nasihat dengan cara yang etis sehingga pekerja dapat memenuhi tanggung jawab mereka untuk bekerja seefisien mungkin sambil memenuhi tujuan bisnis. Handoko (2005,hal208) Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standard-standar organisasional. Berdasarkan dari permasalah yang diuraikan diatas, maka terdapat dua rujukan penelitian, maka saya tertarik untuk menulis dengan judul yang sama Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang”. Dengan persoalan yang berbeda dalam satu intansi.Menurut Sugiyono (2012:72), “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya’.Berdasarkan pendapat diatas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang berjumlah 55 orang, sampel ditentukan menggunakan data karyawan yang megikuti pelatihan kerja, yaitu berjumlah 43 responden pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear bergandadengan bantuan SPSS.Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai (Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerja sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275).Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui constan regresi a sebesar 21,552.Sedangkan koefisien Regresi b1 0,179 dan b2 0,420. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Pengaruh Pelatihan Kerja(X1) dan Disiplin Kerja (X2) Produktivitas Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y 21,552 + 0,179 X1+ 0,420 X2. Diketahui nilai n=43 k=2 dan Rumus untuk menghitung T𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 T (𝑎/2: 𝑛 – 𝑘 1 T (0,05/2 43 -2-1) (0,025 40) jadi T 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 2.021. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan mengenai pengujian hipotesis uji T (terpisah) adalah sebagai berikut :Uji hipotesis pertama yaitu ada Pelatihan Kerja (X1) Produktivitas Kerja (Y). Diketahui bahwa variabel Pelatihan Kerja (X1) ditemukan T hitung 1,423 dari T tabel 2.021 dan tingkat sig. 0,162 dari t sig 0,05. Maka terbukti H0 diterima dan Ha ditolak.Artinya bahwa Pelatihan Kerja(X1) tidak pengaruh segnifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y).Atau dapat dikatakan bahwa semakin kecil pelatihan kerja yang diikuti oleh pegawai, maka produktivitas kerja semakin menurun.Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Disiplin Kerja (X2) dan Produktivitas Kerja (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan T hitung 2,577 T tabel 2,021 dan tingkat sig 0,014 T 0,05 . Maka terbukti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kerja, atau dapat dikatakan bahwa semakin baik disiplin kerja pegawai, maka produktivitas kerja akan semakin baik. Uji F adalah uji signifikansi persamaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel berikut terikat (Y). Pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi 0,05 maka variabel bebas secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika F hitung F tabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. maka ditarik kesimpulannya mengenai pengujian hipotesis uji F (Bersama-sama) diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n : 43 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F (k: df 2 n – k – 1 F : 2 : 40) jadi Ftabel 2,45 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 7,310 lebih besar F tabel 2,45 dan tingkat Sig 0,002 oleh karna itu nilai Sig0,05) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel Pelatihan Kerja (X1) dan Variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Produktivitas Kerja (Y). pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,268 atau 26,8%. Hal ini berarti besarnya hubungan Pelatihan Kerja dan Disiplin kerja terhadap Produktivitas kerja karyawan adalah 26,8%. Sedangkan hubungan sebesar 73,2% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti.