Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: fisik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN LATIHAN FISIK PADA CLUBBOLA VOLI PUTRI BANK NTT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang:Permainan bola voli merupakan permainan beregu bola besar yang memerlukan keterampilan dan kerja sama yang baik. Kerja sama yang terjalin akan menghasilkan sebuah prestasi yang baik pula. Tanpa kerja sama mustahil sebuah kemenangan akan didapatkan.Untuk itu diperlukan teknik-teknik permainan yang beragam, baik individu maupun tim. Tujuan penelitian: Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan di atas penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui latihan fisik pada club bola volly bank ntt Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif. Penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan prilaku orang-orang yang diamati. Hasil dan pembahasan:Latihan fisik adalah kemampuan memfungsikan organ-organ tubuh dalam melakukan aktivitas fisik. Kemampuan fisik sangat penting untuk mendukung mengembangkan aktifitas psikomoto.Gerakan yang terampil dapat dilakukan apabila kemampuan fisiknya memadai. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian, pelatih,dan pemain memperaktekkan empat macam cara yaitu :kekuatan, daya tahan, kelincahan, dengan kecepatan. Selasai dari latihan tersebut peneliti dan pemain melakukan pendinginan dengan cara ke dua kaki di luruskan lalu setiap 2 orang melakukan gerakan tangan kiri dan kanan secara bergantian ayunkan ke dua tangan ke samping kiri dan kanan dengan dengan hitungan 1-8 hitungan. Kemudian setiap dua orang pemain saling berpasangan untuk memukul belakang bahu kiri dan kanan secara bergantian dengan menggunakan tangan kiri dan kanan dalam gerakan pelan-pelan. Latihan di mulai tepat jam 3 sore dan setiap satu gerakan : Gerakan pertama latihan kekuatan terambil waktu 5 menit gerakan yang ke dua daya tahan 12 menit gerakan ke 3 kelincahan 20 menit gerakan Selesaii latihan tepat pada jam 17 lewat 20 menit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN TENTANG POLA LATIHAN FISIK BOLA VOLI PUTRA DI CLUB BANK NTT KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tinjauan Tentang Pola Latihan Fisik Bola Voli Putra Di Club BANK NTT Kota Kupang Juan Roberto Diaz1*, Andreas J. F. Lumba 2, Christin P. M. Rajagukguk 3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pola Latihan fisik Bola Voli Di Club BANK NTT Kota Kupang pada saat ini atlet melakukan latihan smesh/spike guna meningkatkan ketepatan, focus atlet untuk mengumpulkan poin yang banyak. Sebagian dari mereka melakukankan servis agar lawan tidak dapat menerima bola dengan baik, melakukan blok pada lawan yang akan melakukan spike. Tujuan penelitian: Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas maka, yang tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pola latihan fisik, teknik, taktik, dan mental di Club bola voli putra BANK NTT Kota Kupang. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer di peroleh dari hasil wawancara langsung dengan pelatih dan atlet. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Pola latihan fisik bola voli pada atlet di Club Bank NTT dimulai dari peran pelatih, program latihan, proses dan teknik permainan, evaluasi latihan. hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa program latihan bola voli Club Bank NTT melewati beberapa tahapan yaitu latihan fisik, taktik, strategi dan latihan mental telah di lakukan dengan baik. Simpulan: Program latihan bola voli di Club Bank NTT Kota Kupang dari pola latihan yang di buat pelatih yang meliputi latihan fisik, taktik, strategi dan mental sudah terprogram dan terlaksana dengan baik. Kata kunci: Pola Latihan fisik Bola voli ,BANK NTT Kota Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENEMPATAN SUMBER DAYA MANUSIA,LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROTOKOL DI KANTOR BUPATI MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENEMPATAN SUMBER DAYA MANUSIA,LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAGIAN PROTOKOL DI KANTOR BUPATI MALAKA Pada dasarnya kinerja pegawai merupakan suatu hasil yang di capai oleh pegawai tersebut dalam pekerjaannya.menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan tertentu .semakin banyak aspek aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan individu,maka akan semakin tinggi tingkat kinerja yang dirasakan .(as’ad 2008 103-104). Manusia dalam hidup mempunyai kebutuhan mendasar yang tidak mungkin dapat dihilangkan, karena kebutuhan tersebut mendasari perilaku seseorang. Jika seseorang dalam bekerja merasa kebutuhannya sudah terpenuhi ,maka pegawai akan merasakan kinerja yang baik dalam diri mereka. Ardana, 2012:18). pegawai yang ditempatkan pada posisi tertentu harus memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efesien. Proses penempatan pegawai yang tidak tepat akan menyebabkan kinerja yang kurang optimal (Naliebrata, 2007:20). Senada dengan pernyataan diatas, Noah dan Metiboba (2012:54) menyatakan ada keyakinan dan cara terbaik bagi suatu organisasi dapat efisien serta efektif mencapai tujuan organisasi dengan menempatkan orang-orang terbaik di posisi yang tepat. Kesesuaian antara kemampuan sumber daya manusia dengan penempatan pekerjaannya dapat menunjukkan suatu prestasi, bahkan kinerja bagi organisasi tersebut. Keberhasilan suatu organisasi bukan kemenangan mutlak seorang pemimpin tapi merupakan keberhasilan suatu tim, adanya jalinan kerja sama antara sang pemimpin dan teamnya merupakan syarat mutlak keberhasilan suatu organisasi, tapi tak dapat dipungkiri sang pemimpin berperan dalam keberhasilan suatu organisasi dan timnya juga jangan dianggap sebelah mata, kurang berperan, timnya jangan dianggap sepele dalam mecapai tujunan organisasi Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas hubungan penempatan sumber daya manusia,Lingkuangan kerja fisik dan kepemimpinan yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 304 orang dari jumlah populasi sebanyak 34 orang pegawai yang bekerja di Bagian Protokol Kantor Bupati Malaka . Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengaruh penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fiisk dan kepemimpinan terhadap kepuasan kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial penempatan sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka,secara parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signinifikan terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka dan kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Bupati Malaka. Sedangkan secara simultan penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Bagian Protokol di Kantor Bupati Malaka. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan nilai konstan a sebesar 7.782 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.508, b² adalah 0.318.Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh penempatan sumber daya manusia (X1) lingkungan kerja fisik (X2) dan kepemi pinan (X3) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 7,782+ 0,508 X1 + 0,318 X2 + e. Selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh penempatan sumber daya manusia (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel penempatan sumber daya manuisa(X1) ditemukan t hitung = 3.905 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel penempatan sumber daya manusia (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai pegawai (Y). berikutnya hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja fisik(X2) terhadap kinerja pegawai(Y). Diketahui bahwa untuk variabel lingkungan kerja fisik(X2) ditemukan t hitung = 2.468 lebih besar t table = 1,703 dan tingkat Sig. = 0,020. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil pengujian Uji F diadapati F hitung = 18.335 lebih besar F tabel = 2,98 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik(X2) dan variable kepemimpinan (X3) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.576 atau 57,6%. Hal ini berarti besarnya pengaruh penempatan sumber daya manusia,lingkungan kerja fisik dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai adalah 57,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Penempatan sumber daya manusia, lingkungan kerja fisik,kepemimpinan, Kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI KUALITAS AIR PADA SUMBER MATA AIR KALI DENDENG KELURAHAN FONTEIN KECAMATAN KOTA RAJA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air adalah salah satu komponen utama yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini. Air bersih harus memenuhi syarat kesehatan berupa faktor fisik, kimia, biologi serta bebas dari pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mata air Kali Dendeng di Kelurahan Fontein Kecamatan Kota Raja Kota kupang. berdasarkan Parameter Fisika (Suhu dan TSS), Parameter Kimia (pH dan COD), dan Parameter Mikrobiologi (Fecal Coliform). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada ketiga titik sampel air. Sampel 1 (mata air) sampel 2 (aliran) sampel 3 (mengairi). Suhu pada mata air (sampel 1) 27°C, (sampel 2) 26°C, (sampel 3) 28°C. pH pada mata air (sampel 1) 6,85 (sampel 2) 6,72, (sampel 3) 6,79. Jumlah bakteri Fecal Coliform pada sampel 1 (330), sampel 2 (270), sampel 3 (130). Dari hasil penelitian ini maka yang memenuhi standar baku mutu air yang telah ditetapkan dalam PP No. 82 tahun 2001 untuk kualitas air kelas I yaitu Temperatur, COD, TSS dan pH sedangkan indikator yang melebihi standar baku mutu air yaitu Fecal Coliform. Disarankan kepada masyarakat Kelurahan Fotein dan pihak Kelurahan untuk memperhatikan kebersihan di sumber mata air Kali Dendeng agar terhindar dari pencemaran dan tidak menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui air jika air tersebut dikonsumsi oleh masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perubahan Fisik dan Laju Pengeringan Ikan Tembang, Ikan Kembung, Ikan Papetek menggunakan Panas Matahari

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengeringan ikan merupakan salah satu cara pengawetan ikan yang dilakukan dengan cara mengurangi kadar air ikan sehingga aktifitas mikroorganisme dapat dikurangi. Tujuan pengeringan adalah mengurangi kadar air bahan sampai pertimbangan mikro organisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau bahkan berhenti sama sekali dengan demikian bahan yang dikeringkan mempunyai waktu simpan yang lama. Tujuan dari penelitian ini yaitu Mengetahui perubahan fisik ikan tembang, ikan kembung, ikan papetek menggunakan panas matahari dan Mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi laju pengeringan pada ikan tembang, ikan kembung, ikan papetek menggunakan panas matahari. Hasil pengujian dan hasil pengamatan pada Penelitian ini dibahas secara deskriprif dan pengujian pada variabel yang diamati, yaitu menggunakan Metode kuantitatif, metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengujian di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: Terjadi perubahan ukuran, berat, warna, tekstur yang lebih padat dan keras karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik ikan tembang, ikan kembung, ikan papetek dengan lama pengeringan 3 hari penjemuran pada masing-masing jenis ikan, memperoleh nilai susut berat rata-rata ikan tembang dari 3 ulang 67,60 gram, nilai rata-rata susut berat ikan kembung dari 3 kali ulangan 68,30 gram, nilai rata-rata susut berat ikan papetek dari 3 kali ulangan 76,52 gram, kadar air 13,92%, 21,48%, 22,36%. Rata-rata Kelembaban menghasilkan nilai 38,3 Rh, Panas Matahari menghasilkan nilai 42,4ºC dan kecepatan angin 3,11, faktor mempengaruhi laju penjemuran pada ikan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LATIHAN FISIK DI KLUB BOLA VOLI PUTRA ANAK TIMOR MANDIRI SELAMA PANDEMI COVID-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK LATIHAN FISIK DI KLUB BOLA VOLI PUTRA ANAK TIMOR MANDIRI SELAMA PANDEMI COVID-19 Nikson Missa1*, Andreas Johanis Fredik Lumba2, Jimmy Ch. Atty3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia Email. [email protected] Latar belakang:Berdasarkan latar belakang masalah, prestasi seorang atlet sangat ditentukan oleh kualitas latihan, program latihan dan pelaksanaan latihan yang baik. Latihan memerlukan keseriusan atlet dalam melaksanakan latihan tanpa dibatasi ruang dan waktu, namun sejak Pandemi covid-19 melanda dunia maka pelaksanaan latihan secara konvensional ditiadakan sehingga latihan dilakukan secara mandiri. Selama pandemic covid-19, proses latihan memerlukan strategi, metode latihan yang kreatif dari pelatih dan atlet sehingga kebugaran atlet tetap terjaga walaupun dalam keadaan pandemic. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui latihan fisik di klub bola voli Putra ATM selama pandemi covid-19. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. sampel pada penelitian ini manager, pelatih dan atlet Klub Bola Voli Putra ATM. Hasil dan pembahasan:Sudah menjadi tanggung jawab pelatih dalam memberikan arahan dan bimbingan bagi atlet dalam melakukan latihan fisik walaupun latihan fisik dibatasi dengan keadaan pandemi covid-19. Keberhasilan atlet dalam melakukan latihan fisik tidak selamanya diperoleh melalui latihan berkelompok atau latihan sebagaimana sebelum pandemi covid-19 tetapi keberhasilan latihan fisik atlet dapat diperoleh dimasa pandemi covid -19 dengan cara penerapan strategi, metode dan durasi latihan yang baik dan tepat serta fasilitas latihan yang memadai. Simpulan:Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pelatih memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan latihan fisik yaitu dengan menerapkan strategi, metode dan durasi yang sesuai dengan kondisi pandemi covid-19 serta menyediakan fasilitas latihan fisik sehingga dapat memperlancar latihan fisik atlet. Namun latihan fisik yang diberikan oleh pelatih masih bersifat umum, dan tidak sesuai dengan komponen latihan fisik pada olahraga bola voli, di mana komponen latihan fisik yang paling dominan adalah power, agility dan flexibility. Kata kunci: Fasilitas latihan, Latihan fisik, dan peran Pelatih di masa pandemic covid-19

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERUM BULOG KANWIL NTT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN PENEMPATAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERUM BULOG KANWIL NTT Di zaman yang serbamodern ini perusahaan-perusahaan dituntut untuk selalu berkembang dan mampu bersaing mengikuti kemajuan zaman agar dapat mencapai tujuan perusahaan tersebut dengan baik. Tidak bisa dipungkiri untuk mencapai produktivitas yang tinggi dalam perusahaan juga harus dilihat bagaimana kinerja karyawan, lingkungan kerja fisik dan penempatan kerjadalamperusahaan. Berkembangnya suatu perusahaan atau organisasi pasti tidak terlepas dari SumberDayaManusianya.Sumberdayamanusiayangungguldankompetenpastimenghasilkan kemajuan yang pesat untuk perusahaannya. Salah satu upaya yang dapat menentukan proses prima khususnya dalam organisasi apalagi organisasi pemerintah tergantung pada kinerja. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh lingkungan fisik terhadap kinerja karyawan dan pengaruh penempatan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan di Perum Bulog Kanwil NTT, karena penulis menemukan bahwa terdapat penempatan kerja masih harus disesuaikan dengan keahlian dan keterampilan karyawan sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan pada Perum Bulog NTT. Konsep dalam penelitian ini adalah lingkungan kerja fisik, penempatan kerja karyawan dan kinerja karyawan. Menurut Siagian (2014 : 57) menyatakan bahwa “lingkungan kerja fisikmadalah semua keadaan yang berbentuk fisik yang terdapat disekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi karyawan”.Menurut Tohardi dalam Priansa (2016:125), menyatakan bahwa penempatan adalah menempatkan pegawai pada pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan atau pengetahuannya atau dengan kata lain proses mengetahui karakter atau syarat-syarat yang diperlukan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tugas.Simamora, (2006:34). kinerja pegawai merupakan prestasi kerja, yakni perbandingan antara hasil kerja yang dapat dilihat secara nyata dengan standar kerja yang telah ditetapkan organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 43 oarng pegawai karyawan dan sampel sebanyak 43 orang karyawan. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesionerpada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui Lingkungan kerja fisik dalam kategori sedang, Penempatan kerja berada dalam kategori sedang serta kinerja karyawan juga berada pada kategori sedang. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,001 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,489 yang berarti semakin baik lingkungan kerja fisik semakin tinggi kinerja karyawan dan sebaliknya. Sedangkan Penempatan kerja berpengaruh positif juga terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,033 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,395 yang berarti semakin baik penempatan kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA BEAT (Studi Kasus Pada Mahasiswa, Karyawan Dan Dosen UKAW)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul, ”Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Beat Pada Mahasiswa, Karyawan dan Dosen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang”. Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah : Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Beat Pada Mahasiswa, Karyawan dan Dosen Universitas Kristen Artha Wacana . Tujuan penelitian yaitu: Untuk mengetahui produk, harga, tempat, periklanan, people, proses, bukti fisik berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen ukaw. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni populasi pada mahasiswa, karyawan dan dosen ukaw yang terpilih sebagai responden. Dan sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pengguna sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen ukaw sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner sedangkan Teknik analisis data menggunakan metode penelitian deskriptif. Dalam pembahasan penelitian menggunakan regresi linear berganda Y=8,008+0,021X1+0,096X2+0,058X3+0,210X4+0,019X5+0,138X6+0,152X7 +e Berdasarkan persamaan regresi linear berganda diatas, maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstanta yang diperoleh sebesar 8,008 menunjukkan bahwa apabila Produk, Harga, Tempat, Periklanan, Orang, Proses dan Bukti fisik dianggap sebagai konstanta menyebabkan keputusan pembelian meningkat sebesar 8,008. Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah di bahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan yaitu: bahwa produk, harga, tempat, people (orang), proses, bukti fisik tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sedangkan variabel promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen ukaw. 1. Hasil membuktikan bahwa variabel produk tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana. 2. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel harga tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana. 3. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel tempat tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana. 4. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana. 5. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel people (orang) tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana. 6. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel proses tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana. 7. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel bukti fisik tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI UPT PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS PERHUBUNGAN KOTA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem transportasi mempunyai peran vital dalam pembangunan nasional. Untuk itu perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai, diantaranya adalah tersedianya kendaraan bermotor yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Selain memberikan manfaat besar, kendaraan bermotor juga tidak terlepas dari permasalahan yang ditimbulkannya, seperti kecelakaan, kemacetan, kebisingan suara dan pencemaran udara akibat emisi gas buang. Untuk itulah pengujian kendaraan bermotor dilaksanakan agar setiap kendaraan bermotor wajib uji memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sesuai dengan ambang batas yang telah ditetapkan (UU No. 22, 2009). Pada UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor dibawah naungan Dinas Perhubungan Kota Kupang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah Daerah yang menangani dan mengelola jasa Pengujian Kendaraan Bermotor atau dalam istilah di masyarakat lebih dikenal dengan nama “Uji KIR”. Jenis pelayanan yang ingin peneliti bahas dalam penelitian ini ialah jenis pelayanan pengujian berkala sistem drive thru, karena ini merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Kupang untuk mempercepat waktu pelayanan pengujian. Jadi, pengemudi bisa langsung melaksanakan proses pengujian dari proses daftar hingga akhir tanpa perlu turun dari kendaraan lagi. Dalam suatu organisasi karyawan dapat melakukan pekerjaan dengan baik bila ditunjang oleh keadaan lingkungan kerja yang memadai (Irianti, 2013). Sowmya dan Panchanatham (2011), berpendapat jika perusahaan ingin membuat situasi lingkungan kerja yang nyaman, hendaknya lebih memperhatikan penataan ruang kerja seperti penempatan peralatan kerja, penerangan, kebisingan, dan kenyamanan yang nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan sehingga mereka merasa betah bekerja di ruangannya. Stres diartikan suatu kondisi terhadap situasi eksternal yang berdampak pada perilaku seseorang (Luthans, 2006). Menurut Ivancevich, et al, (2007) mendefinisikan stres kerja sebagai perasaan tegang, gelisah atau khawatir, semua perasaan merupakan manifestasi dari pengalaman stres, suatu terprogram yang kompleks untuk mempersepsikan ancaman yang dapat menimbulkan hasil yang positif maupun negatif. Jadi, dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan kondisi fisik dan psikologis seseorang yang ditunjukkan melalui sikap atau perilaku seperti kecemasan, ketegangan, gelisah, yang disebabkan oleh suatu permasalahan yang mengganggu pikiran seseorang yang tidak dapat diselesaikannya sendiri. Menurut Robbins (2008), indikator yang digunakan untk mengukur tingkatan stres tersebut yaitu pertama dengan melihat kondisi dari gejala fisiologis, seperti sakit kepala, meningkatnya tekanan darah dan laju detak jantung. Yang kedua kondisi gejala psikologis, seperti ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, depresi, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan. Dan yang ketiga kondisi gejala perilaku, seperti kemangkiran, perubahan kebiasaan makan, meningkatkan konsumsi rokok dan alkohol. Menurut Rezaei dan Baalousha (2011), kinerja itu bersifat individual, karena dalam melaksanakan tugasnya masing-masing individu karyawan mempunyai kemampuan yang berbeda, dan dengan meningkatnya kinerja berarti meningkatkan mutu dan standar perusahaan. Kinerja karyawan memegang peranan penting dalam suatu organisasi. Kinerja karyawan merupakan nafas dari kelangsungan hidup perusahaan. Untuk itu adakalanya perusahaan mengadakan suatu acara di luar kegiatan perusahaan seperti outbound dengan tujuan untuk mengajak para karyawan refreshing sejenak dari rutinitas pekerjaan sehari-hari dan membangkitkan kembali semangat bekerja serta meningkatkan kerjasama antar karyawan. Kinerja juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan kerja fisik. Dinas perhubungan kota kupang ingin membuat situasi lingkungan kerja yang nyaman, hendaknya lebih memperhatikan penataan ruang kerja seperti penempatan peralatan kerja, penerangan, kebisingan, dan kenyamanan yang nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan sehingga mereka merasa betah bekerja di ruangannya. Selain kinerja, lingkungan kerja fisik juga dapat mempengaruhi stres kerja. sebagian besar stres kerja berawal dari lingkungan kerja yang buruk dan berdampak pada pekerjaan. Jika seseorang stres dalam pekerjaannya, maka ia tidak akan dapat memberikan 100% kemampuan terbaiknya sehingga efisiensi kerjanya akan terpengaruh. Terdapat banyak hal yang mampu mempengaruhi keterlambatan pengujian tersebut, atau dengan kata lain rendahnya kinerja pegawai di UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota kupang salah satunya adalah Stres Kerja. Stres diartikan suatu kondisi terhadap situasi eksternal yang berdampak pada perilaku seseorang. Tuntutan pekerjaan yang tinggi akan memicu timbulnya stres pada karyawan dan pada akhirnya akan mempengaruhi kinerjanya.Populasi merupakan subyek atau obyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik spesifik yang telah dipilih oleh peneliti untuk diteliti. Populasi penelitian ini adalah 80 karyawan Pada Dinas UPT pengujian kendaraan bermotor kota kupang. Menurut arikunto (2017) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Arikunto mengatakan bahwa apabila subjeknya kurang dari 100, maka seluruh populasi menjadi sample penelitian. Di mana semua anggota populasi digunakan menjadi sampel sehingga sampel dalam penelitian ini seluruh pegawai sebanyak 80 pegawai. Menurut Sugiyono (2018:2019) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Pada tahap analisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen. Yaitu Lingkungan kerja fisik (X1) dan stres kerja (X2) terhadap Kinerja pegawaI (Y) Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai(Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerjan sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275). Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Stres Kerja (X2) terhadap kinerja Pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y 2.451 + 0.434 X1 +0. 480 X2 1. Nilai konstantan sebesar 2,451 artinya jika Iklim Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Stres kerja (X2) sama dengan nol, maka kinerja pegawai (Y) memiliki nilai sebesar 2,451. 2. Koefisien regresi (b1) sebesar 0 ,434 artinya jika Lingkungan Kerja Fisik (X1) mengalami kenaikan sebesar 1% maka kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0 ,434 atau 43,4. 3. Koefisien regresi (b2) sebesar 0, 480 artinya jika Stres Kerja mengalami kenaikan 1%, maka variabel kinerja Pegawai (Y) akan akan meningkat sebesar 0, 480 atau 48,0. 1. Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh lingkungan kerja fisik (X1) terhadap kinerja Pegawai (Y). Diketahui bahwa variabel lingkungan kerja fisik (X1) ditemukan t hitung 5,254 lebih besar dari t tabel 1,99125 dan tingkat sig. 0.000 oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b10) ditolak Ha (b10) diterimah yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X1) memiliki pengaruh signifikan secara Parsial terhadap variabel kinerja Pegawai (Y). 2. Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Stres Kerja (X2) dan kinerja Pegawai (Y) diketahui bahwa variabel Stres Kerja (X2) ditemukan t hitung 6,857 lebih besar dari t tabel 1,99125 dan tingkat sig 0, 000 Oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima yaitu Stres Kerja memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja Pegawai. diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n 80 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F( k:df 2 n – k – 1 (F (277) jadi Ftabel 3, 12 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 54,258 lebih besar Ftabel 3,12 dan tingkat Sig 0,000 oleh karna itu nilai Sig 0,05 maka H0(b1 0) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan stres kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara secara stimultan terhadap kinerja Pegawai (Y). diketahui besarnya koofisien determinasi R2 adalah 0,574 atau 57,4%. Hal ini berarti besarnya hubungan Lingkungan Kerja Fisik dan Stres Kerja terhadap kinerja Pegawai adalah 57,4%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,6% disebabkan oleh faktor lain. Kata Kunci : Lingkungan Kerja Fisik, Stres Kerja Dan Kinerja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BIRO ORGANISASI SETDA PROVINSI NTT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAO KINERJA PEGAWAI PADA BIRO ORGANISASI SETDA PROVINSI NTT Sumber daya manusia adalah asset yang paling berharga dimiliki oleh Organisasi, instansi dan perusahaan, sebab keberadaan sumber daya manusia sangat menentukan terhadap dinamisasi mobilisasi instansi. Oleh karena itu banyak organisasi yang berusaha meningkatkan kualitas sumber dayanya untuk memaksimalkan dukungan dalam aktivitas pekerjaannya. Salah satu aspek utama manajemen sumber daya manusia adalah pengukuran kinerja pegawai. Yang dimana pengukuran kinerja yang baik adalah yang dapat mendukung suatu pegawai untuk mencapai tujuan organisasi atau instansi yang optimal. Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu instansi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tdak melanggar hkum dan sesuai dengan norma dan etika. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja atau perilaku kerja yang telah dicapai dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam satu periode (Kasmir, 2016:182). Kinerja pegawai memang menjadi fokus perhatian pemerintah dan seluruh departemen perusahaan. Perhatian yang begitu besar terhadap masalah kinerja dapat dipahami karena menyangkut efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya manusia dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu perusahaan atau instansi. Dalam meningkatkan kinerja sumber daya manusia didalam suatu organisasi atau instansi factor lingkungan menjadi sangat berpengaruh. Lingkungan kerja dapat dianggap sebagai tempat ataupun lokasi interaksi seluruh pegawai dalam bekerja baik secara personal atau kelompok. Lingkungan kerja berpengaruh terhadap kondisi diri para pegawai dalam menjalankan tugas-tugas dan menyelesaikan tuga-tugas tersebut dengan efisien dan efektif. Menurut Judith (2016: 183) lingkungan kerja yang baik sangat berpengaruh dan diharapkan untuk dapat meningkatkan kinerja pegawai dalam instansi tersebut. Selanjutnya menurut Sedarmayanti (2009:22) menyatakan lingkungan kerja dibagi menjadi 2 yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik yang terdapat disekitar tempat kerja dimana dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik merupakan suatu keadaan lingkungan kerja dalam bentuk material dan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Adapun lingkungan kerja fisik adalah suatu unsur yang harus didayagunakan oleh suatu instansi sehingga menimbulkan rasa nyaman (Joseph, 2016) Lingkungan kerja non fisik merupakan semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja baik hubungan kerja dengan atasan dan bawahan ataupun sesama rekan kerja. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Dalam penelitian ini metode yang digunakan kuantitatif. Populsai dan sampel dalam penelitian ini pegawai berjumlah 35 orang dilakukan penentuan sampel mengunakan random sampling maka sampel berjumlah 34 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja. Peneliti menggunakan menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji simultan dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peniliti dapat menimpulkan bahwa secara Parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Sedangkan secara Simultan lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada Biro Organisasi Setda Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil penguji yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a 14,374 sedangkan koofisien regresi linear berganda b1 = 0,237 dan b2 = 0,471. Dengan begitu persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh lingkunag kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : 14,376 + 0,237 (X1) + 0,471(X2) + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada variable lingkungan kerja fisik (X1) terhadap variabel kinerja pegawai (Y) ditemukan T hitung = 3,569 lebih besar dari t table = 2,040 dan tingakt signifikan = 0,001. Oleh karena itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠0) diterimah yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X1) berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Berikut hasil Uji Hipotesi kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja non fisik (X2) terhadap kinerja peagwai (Y). Diketahui bahwa variabel lingkungan kerja non fisik (X2) ditemukan T hitung = 2 879 lebih besar dari T table 2,040 dan tingakn Sig. 0,007. Oleh karean itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1=1) ditolak dan Ha (b2 ≠0) diterima yaitu variabel lingkungungan kerja non fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 10,153 lebih besat dari F tabel = 3,30 dan tingkat Sig. = 0,000 oleh karena itu nilai Sig. 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b2 ≠ 0) diterima artinya variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan lingkungan kerja non fisik (X2) berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel kinerjs pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah 0,396 atau 39,6%. Hal ini berartinbesar pengaruhnya lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja adalah 39,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 60,4% disebabkan oleh factor lain. Kata Kunci : Lingkungan kerja fisik, Lingkungan Kerja Non Fisik, Kinerja Pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 di JHON’S HOTEL KOTA KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 di JHON’S HOTEL KOTA KUPANG Latar belakang dalam penelitian ini bahwa daftar kepuasan pelanggan pada Jhon’s Hotel di Kota Kupang dari tahun 2018-2020 mengalami penurunan dan berdasarkan hasil penelitian terdahulu dari Nadapdap Kristanty tahun 2015 dan penelitian berikut yang dilakukan oleh Usulu Dwicahya Ichtiar, Tumbel Altje tahun 2019, hasil analisis menunjukan secara serempak dalam hal ini Uji F, factor Produk, Harga, Promisi, Distribusi, Orang, Proses dan Customer service berpengaruh terhadap jumlah pelanggan. Bauran pemasaran merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi pembeli atau konsumen atau bauran pemasaran atau disebut dengan istilah bauran pemasaran adalah bagian penting yang berpengaruh langsung dalam aktifitas pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bauran pemasaran dalam meningkatkan kepuasan pelanggan pada masa pandemi covid-19 di Jhon’s Hotel Kota Kupang. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah strategi yang digunakan di Jhon’s Hotel Kota Kupang yang terpilih sebagai responden dalam penelitian ini. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 orang yang terpilih sebagai responden.dalam penelitia ini digunakan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sedangkan teknik analisis data mengunakan analisis yang bersifat deskripsi. Dalam pembahasan peneliti mengunakan Regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel Produk terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada masa Pandemi Covid- 19 di Jhon’s Hotel Kota Kupang. 2. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel harga tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada masa Pandemi Covid-19 di Jhon’s Hotel Kota Kupang. 3. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel tempat tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada masa Pandemi Covid-19 di Jhon’s Hotel Kota Kupang. 4. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel Promosi tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada masa Pandemi Covid-19 di Jhon’s Hotel Kota Kupang. 5. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel orang tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada masa Pandemi Covid-19 di Jhon’s Hotel Kota Kupang. 6. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel Proses tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada masa Pandemi Covid-19 di Jhon’s Hotel Kota Kupang. 7. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel bukti fisik tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada masa Pandemi Covid-19 di Jhon’s Hotel Kota Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODEL LATIHAN FISIK TERHADAP DAYA TAHAN OTOT LENGAN PEMAIN BOLA VOLI PUTRA PADA CLUB BANK NTT KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Vinsensius E. Leu. Nim. 16323969 dengan judul: “Model Latihan Fisik Terhadap Daya Tahan Otot Lengan Pemain Bola Voli Putra Pada Club Bank NTT Kota Kupang”. Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Dosen Pembimbing I: M. Rambu P. Wasak, S.Pd., M.Pd dan Pembimbing II: Alventur Baun, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : Model Latihan Fisik, Daya Tahan Otot Lengan. Latihan kondisi fisik kebugaran jasmani para pemain dapat dipertahankan atau ditingkatkan baik yang berhubungan dengan keterampilan maupun kesehatan secara umum. Latihan kondisi fisik adalah proses peningkatan aktivitas gerak jasmani yang dilakukan secara sistematis dan ditingkatkan secara progresif untuk mempertahankan kebugaran jasmani agar tercapai kemampuan kerja fisik yang optimal. Model latihan daya tahan otot pada prinsipnya harus dilakukan berulang kali pada sewaktu latihan. Latihan yang dilakukan harus sesuai dengan bagian otot yang akan ditingkatkan daya tahannya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui model latihan fisik daya tahan otot lengan pemaian bola voli putra pada Club Bank NTT Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif naturalistik. Hasil penelitian tentang model latihan fisik terhadap daya tahan otot lengan pemain bola voli putra pada Club Bank NTT Kota Kupang sebagai berikut: (1). Latihan akan berjalan sesuai dengan tujuan apabila diprogram sesuai dengan kaidah-kaidah latihan yang benar. Program latihan pada Club Bank NTT Kota Kupang sudah berjalan berdasarkan program yang dibuat oleh pelatih. Pelatih sangatlah antosias dalam menjaga kondisi fisik setiap atlet, (2). Model latihan untuk daya otot lengan yang lakukan atau terapkan pada atlet adalah push up, tarik karet elestis, pull up, dan bermain barbell. Model latihan ini, dilaksanakan pada setiap hari latihan. Dapat disimpulkan bahwa Proses peningkatan aktifitas gerak yang dilakukan secara sistematis dan ditingkatkan secara progresif sangatlah penting untuk mempertahankan daya tahan fisik. Latihan kondisi fisik para pemain dapat dipertahankan atau ditingkatkan dengan baik melalui penerapan model latihan yang akurat dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN POLA LATIHAN FISIK ATLET FUTSAL PUTRI HUTAMA MITRA NUSANTARA ANGELS (HMN)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK SKRIPSI MARIA BEATRIX SUGU DJAWA. TINJAUAN POLA LATIHAN FISIK ATLET FUTSAL PUTRI HMN ANGELS Skripsi Program Strata 1 (satu) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi-Olahraga, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing I Agustinus J. Nafie, S.Pd., M.Or.Pembimbing II Jimmy Ch. Atty, S.Pd., M.Fis. Kata kunci : Latihan Pola Fisik Atlet Futsal Putri Hutama Mitra Nusantara Angels (HMN) Tujuan Peneliti ini mendeskripsikan tinjauan pola latihan fisik atlet futsal putri HUTAMA MITRA NUSANTARA ANGELS (HMN). Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pola Latihan Fisik Atlet Futsal Putri HUTAMA MITRA NUSANTARA ANGELS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam upaya pengembangan olahraga khususnya cabang olahraga futsal di masa yang akan datang. Adapun kegunaan penelitian secara teoritis dijadikan sumbangan informasi ilmiah bagi para pelatih maupun pembina futsal sebagai salah satu pertimbangan dalam menyusun program latihan, khususnya pada pelatihan dan pengembangan olahraga futsal dengan bentuk latihan total (total training) untuk meningkatkan kemampuan fungsional pemain futsal puteri. Secara praktis dijadikan panduan bagi para pelatih dan pembina cabang olahraga futsal dalam menetapkan dan memilih metode dan bentuk latihan guna melaksanakan kegiatan pelatihan futsal terutama dalam meningkatkan kemampuan fungsional. Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif, dengan pengumpulan data penelitian diperoleh dengan teknik reduksi,display data,penerikan kesimpulan, teknik pengumpulan data : Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Langkah menganalisis data display. Hasil Penelitian ini mengungkapkan Futsal adalah permainan bola yang dimainkan dengan cepat dengan facet lapangan yang lebih kecil. Dalam proses latihan ini atlet harus memiliki kondisi fisik yang bagus seorang pelatih harus membuat pola latihan fisik agar atletnya bisa memahami atau tidak bosan dalam melakukan latihan ini agar pola latihan fisik bisa bermanfaat bagi atlet . lokasi penelitian atau tempat penelitian dilakukan di GOR OEBOBO KUPANG tempat latihan HUTAMA MITRA NUSANTRA ANGELS (HMN)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Kualits Air Pada Mata Air Naifalo Di Desa Nunsaen Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air merupakan sumber daya utama karena sifatnya yang terbarukan dan dinamis, artinya sumber utama air adalah air hujan yang akan datang pada musimnya sesuai dengan waktunya. Oleh karena itu, air harus bebas dari pencemaran dan memenuhi tingkat kualitas tertentu sesuai dengan kebutuhan kadar di dalam tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mata air Naifalo di Desa Nunsaen Kecamatan Fatuleu Tengah Kabupaten Kupang berdasarkan parameter suhu, pH, mikrobiologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian adalah satu sumber mata air dan tiga titik sampel yang diambil pada mata air Naifalo Desa Nunsaen. Tahap persiapan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini dan memeriksanya terlebih dahulu sebelum digunakan, kemudian menetukan titik lokasi dengan cara observasi atau survei. Tahap pengambilan sampel pada mata air dilakukan di tiga titik, masing-masing titik sampel air diambil sebanyak 500 ml menggunakan botol steril di mata air Naifalo. Teknik pengumpulan data dengan cara pengukuran suhu dan pH, pengambilan smpel, pembuatan media, pengujian sampel. Hasil penelitian menunjukkan pada ketiga titik sampel air. Sampel 1 (mata air) sampel 2 (aliran) sampel 3 (mengairi). Suhu pada mata air (sampel 1) 26°C, (sampel 2) 26°C, (sampel 3) 26°C. pH pada mata air (sampel 1) 7,48, (sampel 2) 7,48, (sampel 3) 7,48. Jumlah bakteri Coliform pada sampel 1 (9), sampel 2 (17), sampel 3 (33). Jumlah bakteri Escherichia coli pada sampel 1 (9), sampel (17), sampel 3 (33).Maka ketiga sampel air berada pada ambang batas maksimum baku mutu sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 416/MENKES/IX/1990 tentangsyarat-syarat dan pengawasan kualitas air. Disarankan kepada masyarakat Desa Nunsaen dan perangkat Desa untuk memperhatikan kebersihan di sumber mata air Naifalo agar terhindar dari pencemaran dan tidak menimbulkan penyakit yang ditulakan melalui air jika air tersebut dikonsumsi oleh masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAMA PEMANASAN DALAM PEMBUATAN MANGGULU TERHADAP PERUBAHAN FISIKO KIMIA SELAMA PENYIMPANAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

“PENGARUH LAMA PEMANASAN DALAM PEMBUATAN MANGGULU TERHADAP PERUBAHAN FISIKO-KIMIA SELAMA PENYIMPANAN” ABSTRAK Kunda Erwin * Nuhamara,M ** I.D.A.A.R.R.Adi, ** Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Fakulatas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 22 Desember 2020 sampai tanggal 5 januari 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh lama pemanasan dalam pembuatan manggulu terhadap perubahan fisiko kimia selama penyimpanan dan bagaimana pengaruh lama pemanasan dalam pembuatan manggulu terhadap perubahan fisiko kimia selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 9 unit percobaan. Perlakuan terbaik lama pemanasan yang berbeda dalam penyimpanan manggulu terdapat pada perlakuan C dengan lama pemanasan 30 menit menghasilkan nilai rata-rata rasa manggulu sebesar 4,244 (sangat suka), warna manggulu sebesar 4,000 (sangat suka), aroma manggulu sebesar 3,844 (sangat suka), tekstur manggulu sebesar 4,244 (sangat suka), dan kadar air manggulu sebesar 7.69%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Fisiko Kimia Nori Berbahan Dasar Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Dan Daun Kelor Moringa oleifera L.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu komoditi perairan NTT yang sangat potensial adalah rumput laut. Berbagai macan species rumput laut berpeluang untuk diproduksi menjadi nori. Nori adalah lembaran rumput laut yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik fisik kimia produk nori yang berbahan dasar rumput laut Kappaphycus alvarezii dan daun kelor (Moringa oleifera L.) Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan one way Anova. Formulasi perlakuan yang digunakan P1 (100% Kappaphycus alvarezii), P2 (80% Kappaphycus alvarezii 20% daun kelor) dan P3 (60% Kappaphycus alvarezii 40% daun kelor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P3 terbukti dapat dijadikan sebagai bahan baku alternatif pembuatan nori. Berdasarkan karakteristik fisik dan kimianya, yakni tekstur pada P3 memiliki tingkat perbedaan yang lebih nyata dengan nilai 54,00%, sedangankan kandungan protein P3 sebesar 0,043 %. Nilai kadar abu terbaik 70 % pada P1, hasil uji organoleptik terkait parameter warna nori berdasarkan analisis one way anova menunjukkan warna tidak terdapat pengaruh yang signifikan sehingga tidak dilanjutkan pada uji DMRT namun berdasarkan hasil pengamatan panelis morfologi nori dengan warna kecoklatan yaitu P3 adalah warna yang lebih menarik. Sedangkan uji organoleptik untuk aspek rasa berdasarkan analisis one way anova dan uji lanjut DMRT menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada perlakuan ke satu yaitu sebesar 51,00%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail